Anda di halaman 1dari 60

O P T I K

Optik adalah cahaya


Optik terbagi dua yaitu :
Optik Fisis
Optik Geometri
Sifat-sifat cahaya
1. Cahaya merupakan gelombang
elektromagnetik
2. Cahaya juga termasuk dalam jenis
gelombang transversal
3. Cahaya dapat merambat lurus
4. Cepat rambat cahaya paling besar di udara,
yakni m/s. Dalam medium lain cepat
rambat cahaya tergantung pada indeks bias
mediumnya
5. Cahaya dapat dipantulkan, dibiaskan dan
diuraikan serta dapat mengalami intervferensi

8
10 3x
I. OPTIK FISIS
Optik fisis membahas tentang
sifat-sifat fisik cahaya sebagai
gelombang yang memiliki sifat
polikromatik
A. Dispersi Cahaya
Dispersi cahaya yaitu penguraian cahaya dari
polykromatik ke monokromatik

Sudut disepersi dapat dituliskan dengan
persamaan:
=Du-Dm
Jika

= (nu-nm)

Dimana : = Sudut deviasi
Du = Deviasi Ungu
Dm = Deviasi Merah
nu = Indeks bias ungu
nm = Indeks bias merah
15 s |
B. Interferensi Cahaya
Interferensi cahaya yaitu perpaduan antara dua atau lebih
gelombang dengan syarat cahaya harus koheren
Interferensi pada celah tipis








Interferensi maksimum (pola terang)


Interferensi minimum (pola gelap)


Percobaan Young (celah ganda)




Interferensi maksimum (pola terang)

Interferensi minimum (pola gelap)



C. Difraksi Cahaya
Difraksi cahaya adalah
lenturan atau
pembelokan cahaya
dapat terjadi pada celah
dan kisi


a. Celah tunggal
Cahaya monoromatik yang dilewatkan ke
suatu celah sempit dapat digunakan untuk
menunjukkan pola difraksi yang muncul


Syarat terjadi terang
d sin n = (2n 1)

Syarat terjadi gelap
d sin n = (2n) = n

Keterangan:
d = leber celah
= sudut difraksi
= panjang gelombang cahaya
n = orde gelap atau terang
b. Difraksi pada kisi
Kisi difraksi adalah suatu
peralatan optik yang terbuat dari
gelas atau permukaan logam
yang dipoles hingga halus dan
mempunyai banyak garis paralel
yang berjarak sama








Syarat terjadi terang
d sin = (2n) = n atau d p/l = (2n) =
n , n = 1,2,3 , .dst
Syarat terjadi Gelap
d sin = (2n 1) atau d.p/l= (2n 1)
, n = 1, 2, 3, dst
D. Polarisasi Cahaya
Cahaya terpolarisasi adalah gelombang cahaya dengan arah getar
hanya pada satu bidang
Polarisasi adalah terserapnya sebagian arah getar cahaya
Cahaya ada dua yaitu :
a. Cahaya alam, simbolnya :



b. Cahaya terpolarisasi, simbolnya :


Polarisasi dapat terjadi karena
peristiwa :

1. Pemantulan
2. Pembiasan
3. Pembiasan Ganda
4. Absorbsi Selektif
5. Hambatan
I. OPTIK GEOMETRI
A. Pemantulan cahaya
Ada dua jenis pemantulan yaitu:
1. Pemantulan teratur
2. Pemantulan baur

Hukum pemnatulan cahaya
Sinar datang, sinar pantul dan garis normal
berpotongan pada satu titik yang terletak pada
bidang datar
Sudut datang (i) besarnya sama dengan sudut
datang (r). ----> (i = r)
1. Pemantulan cahaya pada cermin
datar
Cermin datar adalah cermin yang permukaan pantulannya
berupa bidang datar
Sifat pemantulan pada cermin datar adalah selalu
membentuk bayangan yang letaknya simetri terhadap
kedudukan bendanya dari cermin
Jika dua cermin datar saling dipasag berhadapan hingga
saling membentuk , maka jumlah bayangan benda yang
diletakkan antara kedua cermin adalah :
dengan :
n = jumlah bayangan yang
terlihat
= Sudut antara kedua cermin
datar
1
360
0
0

|
|
.
|

\
|
=
o
n
0
o
Sifat-sifat bayangan pada cermin
datar
Bayangan maya dan terletak dibelakang
cermin
Ukuran bayangan sama dengan ukuran benda
Jarak bayanagn kecerin sama dengan jarak
benda ke cermin
Bayangan tegak dan menghadap berlawanan
arah terhadap bendanya
Bentuk bayangan sama dengan bentuk benda
2. Pemantulan cahaya pada cermin
cekung
Cermin cekung adalah cermin dimana bagian
yang memantulkan cahaya permukaannya
berupa cekungan yang merupakan bagian
dalam suatu bola
Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar
(konvergen)

Sinar-sinar istimewa pada cermin
cekung
1. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu
utama dipantulkan melalui titik fokus
2. Sinar datang yang melalui titik fokus
dipantulkan sejajar dengan sumbu utama
3. Sinar datang yang melalui titik pusat
kelengkungan cermin dipantulkan melalui titik
itu juga
4. Sinar datang menuju titik vertex






Rumus umum cermin cekung:
f = jarak fokus cermin
s = jarak benda ke cermin
s = jarak bayangan ke cermin
'
1 1 1
s s f
+ =
3. Pemantulan cahaya pada cermin
cembung
Cermin cembung adalah bagian dari
sebuah bola yang memantulkan sinar dari
bagian luar bola

Cermin cembung bersifat divergen
(memancarkan cahaya)
Sinar-sinar istimewa pada cermin
cembung
1. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu
utama dipatulkan seolah-olah berasal dari
titik fokus
2. Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus
yang di pantulkan sejajar dengan sumbu
utama
3. Sinar datang seolah-olah menuju pusat
keengkungan dipantulkan melalui lintasan
yang sama





Rumus umum cermin cembung


0 0
0
1 1 1
s
s
h
h
M
s s f
i i
i
= =
+ =
B. Pembiasan Cahaya
Pembiasan cahaya adalah peristiwa
pembelokan arah rambat cahaya dari suatu
medium ke medium lain

Pembiasan disebabkan perbedaan medium
Hukum Snelius
1. Sinar datang, garis normal dan sinar bias
terletak pada satu bidang datar.
2. Pada pembiasan cahaya berlaku

1
2
2
1
2
1
sin
sin
n
n
v
v
r
i
= = =

1. Pembiasan kaca pada kaca plan-paralel


Kaca plan-paralel adalah kepingan kaca tiga
dimensi yang kedua sisinya dibuat sejajar
2. Pembiasan cahaya pada
prisma
Prisma adalah bahan bening atau transparan
yang terbuat dari bahan ge;as yang di batasi
oleh dua bidang permukaan yang bersudut
Bila sudut pembias lebih dari 15



Bila sudut pembias kurang dari 15


Pembiasan pada bidang lengkung
GELOMBANG
ELEKTROMAGNETIK
Perubahan medan listrik (E) dan
perubahan medan magnet (B) secara
serentak saling tegak lurus dan yang
satu ditimbulkan oleh perubahan
lainnya. Perubahan kedua itu medan
itu merambat dengan cepat rambat
yang sama dengan rambat cahaya
disebut dengan gelombang
elektromagnetik.
Sifat-sifat gelombang elektromagnetik yaitu:
Dapat merambat dalam ruang hampa
Merupakan gelombang transversal
Dapat mengalami polarisasi
Dapat mengalami pemantulan,
pembiasan, interferensi dan difraksi
Arah perambatan lurus
1. Hukum Maxwell
Menurut Maxwall perubahan medan listrik juga
dapat menghasilkan medan magnet.
Berdasarkan anggapan itulah, Maxwell
mengemukakan suatu hipotesis yaitu sebagai
berikut :
Oleh karena perubahan medan magnet
dalam menimbulkan medan listrik, sebaliknya
perubahan medan listrik pun dapat
menimbulkan perubahan medan magnet
Dalam ruang hampa, kecepatan perambatan
gelombang elektromagnetik memenuhi
persamaan:


Dalam sebuah medium, kecepatan
perambatan gelombang elektromagnetik
memenuhi persamaan:
keterangan: c = cepat rambat gelombang
elektromagnetik

0
0
1

= c

1
c
2. Spektrum gelombang
elektromagnetik
Spektrum gelombang elektromagnetik terdiri atas bermacam-
macam gelombang yang dibedakan berdasarkan frekuensi dan
panjang gelombangnya, tetapi kecepatan dalam ruang hampa
adalah sama yaitu

Urutan spektrum gelombang elektromagnetik dari frekuaensi
terkecil sampai frekuensi terbesar adalah:
a. Gelombang radio dan televisi
b. Gelombang mikro
c. Sinar inframerah
d. Sinar atau cahaya tampak
e. Sinar ultraviolet
f. Sinar-X
g. Sinar gamma
s m x c / 10 3
8
=
Untuk semua gelombang elektromagnetik
berlaku hubungan sebagai berikut:



Keterangan:
c = cepat rambat gelombang elektromagnetik
( )
= panjang gelombang (m)
f = frekuensi gelombang (Hz)
f c =

s m x c / 10 3
8
=
3. Energi dalam gelombang elektromagnetik
Berdasarkan persamaan Maxwell, penyelesaian terbaik
dari gelombang bidang elektromagnetik adalah suatu
gelombang sinusoidal, dimana amplitudo Edan B
berubah terhadap x dan t dalam persamaan :
E = Em cos (kx t)
B = Bm cos (kx t)
keterangan :m
Em = nilai maksimum amplitudo medan listrik
Bm = nilai maksimum amplitudo medan listrik
f adalah frekuensi
getaran

t 2
= k
f t e 2 =
Perbandingan antara dan k adalah :


Sehingga dapat kita peroleh persamaan:

Dari persamaan diatas dapat diperoleh
kesebandingan antara induksi magnetik
dengan kuat medan listrik yaitu:

c f
f
k
= = =

t
t e
2
2
c
k
=
e
C
B
E
Bm
Em
= =
ALAT OPTIK
1. MATA
Bagian-Bagian dari Mata dan Fungsinya:
Kornea : merupakan bagian mata yang keras,
berfungsi untuk melindungi bagian mata yang
lunak dan sensitif.
Pupil : celah yang berbentuk lingkaran yang
berfungsi agar cahaya dapat masuk ke dalam
mata.
Iris : selaput berwarna hitam atau biru yang
berfungsi mengatur ukuran pupil.
Lensa : berfungsi membiaskan sinar yang berasal
dari benda kemudian dibentuk bayangan benda
pada retina.
Aqueous humour : cairan di depan lensa mata
berfungsi untuk membiaskan cahaya ke dalam
mata.

Vitreous humour : cairan di dalam bola mata
membentuk sistem lensa dengan lensa mata
dan berfungsi meneruskan cahaya dari objek ke
retina.

Retina : Bagian mata ini dapat disamakan
dengan film pada kamera yaitu berfungsi
sebagai layar tempat terbwntuknya bayangan
benda atau objek yang dilihat. Retina
merupakan bagian mata yang penuh syaraf-
syaraf mata yang sangat peka terhadap cahaya
dimana fungsi syaraf ini mengirimkan
rangsangan ke otak.

Daya Akomodasi Mata
Daya akomodasi mata
adalah kemampuan otot
mata untuk mengubah
kecembungan lensa
mata
Pembagian Mata Berdasarkan Keadaannya
Mata normal
Mata normal mempunyai titik dekat 25 cm dan titik
jauhnya berada di tak hingga (jauh sekali).
Cacat mata
a. Rabun jauh (miopi)
Cacat mata rabun jauh disebabkan lensa
mata terlalu cembung atau bola mata terlalu
lonjong. Mata rabun jauh memiliki jarak titik
dekat lebih pendek dibanding jarak titik dekat
mata normal (Sn<25cm) dan mempunyai titik
jauh lebih dibanding jarak titik jauh mata normal.
b. Rabun dekat (hipermetrop)
Cacat mata hipermetrop disebebkan lensa
mata kurang dapat dicembungkan atau bola mata
terlalu pipih sehingga bayangan dari benda yang
terletak pada jarak baca normal jatuh dibelakang
retina. Mata rabun dekat memiliki titik dekat lebih
jauh dari pada titik dekat mata normal dan titik
jauhnya berada di tak hingga (~).
c. Mata tua (presbiop)
Cacat mata ini banyak dialami oleh orang
yang lanjut usia, akan tetapi tidak menutup
kemungkinan dialami pula oleh anak-anak.
d. Astigmatisme
Merupakan cacat penglihatan yang
disebabkan oleh lengkungan kornea yang tidak
berbentuk bola, akan tetapi lebih melengkung
pada suatu bidang daripada dalam bidang lain.

Alat Bantu Kacamata
1. Kacamata untuk Miopi
Untuk mata miopi dapat ditolong dengan kacamata
berlensa cekung (negatif). Setelah memakai kacamata
berlensa cekung, objek yang letaknya jauh (s=~) akan
terbentuk bayangan maya di titik jauh mata tersebut, ni
berarti s=-r
Karena titik jauh mata tersebut diketahui, kekuatan
kacamata yang harus dipakai (agar orang tersebut
dapat melihat jauh) dapat ditentukan dengan rumus
lensa sebagai berikut. P=
Kekuatan (dioptri)
r= Jarak titik jauh
r
p
r r s s s f
1
1
~
1 1 1
'
1 1 1
=
=

+ = + =
2. Kacamata untuk Hipermetrop
Mata hipermetropi dapat ditolong dengan kacamata
berlensa cembung. Kekuatan lensa kacamata yang
harus dipakai agar dapat membaca pada jarak baca
normal dapat ditentukan dengan rumus :



3. Kacamata untuk Presbiop
Untuk mata presbiop harus ditolong dengan
kacamata berlensa rangkap.
4. Kacamata untuk Asigmasme
Pada astigmasme, sinar-sinar sejajar sumbu utama
yang terletak pada bidang horizontal dibiaskan lensa
mata atau lengkungan kornea pada retina, sedangkan
sinar-sinar sejajar sumbu utama yang terletak pada
bidang vertikal dibiaskan lengkungan kornea
dibelakang retina.

Sn Sn
P
Sn s s f
1
4
1
25
100
1
25
1
'
1 1 1
= + =

+ = + =

2. KAMERA
Kamera adalah alat untuk memperoleh
gambar dari suatu objek atau benda dengan
bantuan cahaya dari lensa cembung. Bagian
kamera yang mengatur kuat lemahnya cahaya
yang masuk kamera disebut diafragma. Kerja
diafragma adalah mengubah besar kecilnya
lubang untuk masuknya cahaya. Pada saat
pemotretan, jika cahaya terlalu kuat, maka
diafragma dikecilkan, sebaliknya jika cahaya
kurang kuat maka diafragma diperbesar.
3. Lup (kaca pembesar)

Perbesaran sudut (anguler)nya adalah :


Sedangkan perbesaran sudut dengan sinar-
sinar paraksial :


o

B
=
|
|
.
|

\
|
+

|
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+
=
) ' (
.
' d s f
d p
f
p
d s
p

Untuk mata berakomodasi maksimum, lup


menghasilkan bayangan maya pada titik dekat (jarak
baca normal).

Maka :




Jika jarak antara mata dengan lup diabaikan
maka d=0.
f
d
f
p
f
d
f
p
f p
pd
f
p
p
p
p d s
+ =
+ =
+ =
= +
1
1

1 + =
f
p

Untuk mata yang tak berakomodasi, lup


menghasilkan bayangan di takhingga (titik jauh
mata normal).
Maka :
f
p
f
pd
f
p
d s
=
+ =
= +

~ . ~
p
~ '
Untuk mata berakomodasi biasa pada
jarak a, maka :



Keterangan :
d = Jarak mata ke lup
= Sudut penglihatan bayangan oleh mata dengan menggunakan lup
=Sudut penglihatan benda di titik dekat (p)
P = Titik dekat mata normal
f =f okus lup



fa
pd
f
p
a
p
a d s
+ =
= +

'

4. MIKROSKOP
Mikroskop adalah alat optik yang dapat
memperbesar benda-benda renik sampai ratusan
bahkan ribuan kali. Terdiri atas dua buah lensa
positif (konvergen) dengan subu utamanya
berhimpit, yaitu sebagai berikut :
a. Lensa Objektif
Lensa objektif yaitu lensa dibelakang objek
dengan jarak fokus yang sangat pendek.
b. Lensa Okuler
Lensa okuler adalah lensa di depan mata
dengan jarak fokus yang lebih besar daripada
lensa objektif.
Lanjutan.

Lensa okuler berbentuk bayangan akhir yang
maya, di depan okuler pada jarak jangkau titik
dekat dan titik jauh mata.

Pada mikroskop terjadi dua kali perbesaran,
yaitu pertama oleh lensa objektif dan kedua
oleh lensa okuler.
Untuk lensa objektif





Perbesaran oleh lensa objektif


( )
( )
ob ob
ob ob
ob
ob ob
ob ob
ob ob ob
f s
s f
s
s f
f s
s f s

= =
) . (
'
) . (
1 1
'
1
( )
ob ob
ob
ob
f s
f
s
s
M

= =
'
1
Untuk lensa okuler, bayangan yang dibentuk
okuler (bayangan akhir) jatuh di titik jauh mata.




Perbesaran oleh lensa okulernya adalah :


Okuler bertindak sebagai lup, dimana p = titik dekat
ok ok
ok ok ok ok
ok
f s
f f s f
s
=
= = =
=
1
~
1 1
'
1 1
s
1
~ '
ok
ok
f
p
M =
2
Sehingga dapat dirumuskan perbesaran
totalnya :




Panjang Mikroskopnya :


ok ob
ob
f
p
s
s
M
M M M
=
=
'
2 1
ok ob ok ob
f s s s d + = + = ' '
Untuk lensa objektif




Perbesaran oleh lensa objektif



ob ob
ob ob
ob
ob ob ob
f s
s f
s
s f s

=
=
) . (
'
1 1
'
1
) (
'
1
ok ob
ob
ob
ob
f s
f
s
s
M

= =
Untuk lensa okuler



Perbesaran untuk lensa okulernya (dimana
lensa okuler bertindak sebagai lup)


ok
ok
ok
f p
f p
s
+
=
) . (
1
2
+ =
ok
f
p
M
Sedangkan perbesaran totalnya :





Panjang Mikroskopnya adalah :


2 1
M M M =
|
|
.
|

\
|
+ = 1
'
ok ob
ob
f
p
s
s
M
ok ob
s s d + = '
5. TEROPONG
Teropong adalah alat yang digunakan untuk
mengetahui benda-benda yang letaknya jauh agar
lebih dekat dan lebih jelas.
1. Teropong lensa atau teropong bias
a. Teropong bintang atau teropong astronomi
Digunakan untuk mengamati benda-benda
langit. Biasanya disebut sebagai teropong
astronomi.
b. Teropong Bumi
Digunakan untuk melihat objek-objek di bumi
yang jauh. Terdiri dari 3 buah lensa konvergen
dengan sumbu utamanya berimpit dan diantara
lensa objektif dan lensa okuler ditempatkan lensa
pembelik, yang berfungsi membalikkan bayangan
yang dibentuk lensa objektif sehingga bayangan
terakhir yang dibentuk lensa okuler menjadi tegak.
c. Teropong Tonil atau Teropong Panggung
atau Teropong Galileo
Digunakan saat menonton pertandingan di stadion.
Disebut juga teropong panggung, teropong sandiwara,
teropong galileo, teropong belanda. Terdiri atas dua
buah lensa yaitu lensa objektif, merupakan lensa
konvergen dan lensa okuler, merupakan lensa divergen.
Perbesaran sudutnya :


Panjang teropongnya :


ok
ob
s
f
M =
ok ob
f f d + =
2. Teropong pantul
Susunan optik teropong pantul terdiri atas :
1. Objektif : cermin cekung dan cermin datar
2. Okuler : lensa konvergen (positif)


6. OFTALMOSKO
Merupakan alat untuk melihat retina mata
digunakan oleh para ahli mata.