Anda di halaman 1dari 5

Modul Hematopoeitin OSCE Comprehensive Reinforcer 2007

TRANFUSI DARAH
Syarat transfusi darah 1. KU baik 2. usia 17 65 th 3. BB 50 kg atau lebih 4. tidak demam (temperatur oral < 37 C) 5. frekuensi irama denyut nadi normal 6. TD 50 100/90 180 mmHg 7. tidak lesi kulit yg berat 8. terakhir 8 minggu yg lalu , tidak hamil 9. tidak menderita TBC aktif 10. tidak menderita asma bronkial simptomatik 11. pasca pembedahan (6 bulan setelah operasi besar, luka operasi telah sembuh pada operasi kecil , minimal 3 hari setelah ekstraksi gigi atau pembedahan mulut) 12. tidak ada riwayat kejang 13. tidak ada riwayat perdarahan abnormal 14. tidak menderita penyakit infeksi yang menular melalui darah macam2, indikasi transfuse darah Selular Darah utuh (whole blood) Sel darah merah pekat (packed red blood cell) Sel darah merah pekat dengan sedikit leukosit (packed red blood cell leukocytes reduced) Sel darah merah pekat cuci (packed red blood cell washed) Sel darah merah pekat beku yang dicuci (packed red blood cell frozen, packed red blood cell deglycerolized) Trombosit konsentrat Trombosit dengan sedikit leukosit (platelets concentrate leukocytes reduced) Granulosit feresis (granulocytes pheresis) Non selular Plasma segar beku (fresh frozen plasma) Plasma darah tunggal (single donor plasma) Kriopresipitat faktor anti hemofilia (cryoprecipitate AHF) Derivat Plasma Albumin Immunoglobulin Faktor VIII dan faktor IX pekat
84

Modul Hematopoeitin OSCE Comprehensive Reinforcer 2007

Rh Immunoglobulin Plasma ekspander sintetik Darah Lengkap (whole blood) Berisi SDM, leukosit, trombosit dan plasma. Menurut masa simpan invitro ada 2 macam: Darah segar disimpan sampai 48 jam, trombosit dan faktor pembekuan labil (V, VIII) masih cukup untuk terjadinya pembekuan. Darah baru disimpan sampai 5 hari, kadar 2,3 DPG mulai menurun. Indikasi: meningkatkan jumlah SDM dan volum plasma dalam waktu yang bersamaan, misalnya pada perdarahan aktif dengan kehilangan darah >25-30% Kontraindikasi: pasien anemia kronik nonvolemik yang bertujuan meningkatkan SDM. Sel Darah Merah Pekat (Packed Red Blood Cell) Berisi eritrosit, trombosit, leukosit dan sedikit plasma. Indikasi: meningkatkan jumlah SDM pada pasien yang menunjukkan gejala anemia yang hanya memerlukan massa SDM pembawa oksigen saja misalnya pada pasien dengan gagal ginjal atau anemia karena keganasan. Pemberian disesuaikan dengan kondisi klinis pasien bukan pada nilai Hb atau hematokrit. Keuntungannya adalah perbaikan oksigenasi dan jumlah eritrosit tanpa menambah beban volume seperti pasien anemia dengan gagal jantung. Kontraindikasi: dapat menyebabkan hipervolemia jika diberikan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Sel Darah Merah Pekat Dengan Sedikit Leukosit (Packed Red Blood Cell Leucocytes Reduced) Setiap unit sel darah merah pekat mengandung 1-3 x 109 leukosit. American Association of Blood Bank Standard for Transfusion Services menetapkan bahwa sel darah merah yang disebut dengan sedikit leukosit jika kandungan leukositnya kurang dari 5 x 106 leukosit/unit. Kandungan SDM kurang dibandingkan SDM pekat biasa karena sel darah ini diperoleh dengan cara pemutaran, pencucian SDM dengan garam fisiologis, dengan filtrasi atau degliserolisasi SDM yang disimpan beku sehingga pada pembuatannya ada SDM yang hilang. Indikasi: meningkatkan SDM pada pasien yang sering mendapat transfusi darah dan pada mereka yang sering mendapat reaksi transfusi panas yang berulang dan reaksi alergi yang disebabkan oleh protein plasma atau antibodi leukosit

85

Modul Hematopoeitin OSCE Comprehensive Reinforcer 2007

Sel Darah Merah Pekat Cuci Ht 70-80% dengan volume 180 ml. Pencucian dengan salin membuang hampir seluruh plasma (98%), menurunkan konsentrasi leukosit, trombosit, serta debris. Hanya dapat disimpan dalam 24 jam suhu 1-6 C. Indikasi: pada orang dewasa komponen ini dipakai untuk mencegah reaksi alergi yang berat atau alergi yang berulang, dapat pula digunakan pada transfusi neonatal atau transfusi intrauteri. Perhatian: hati-hati terhadap kontaminasi bakteri akibat cara pembuatannya secara terbuka. Sel darah merah pekat beku yang dicuci (packed red blood cell frozen, packed red blood cell deglycerolized) Indikasi:dapat dipakai untuk menyimpan darah langka. Trombosit konsentrat (concentrate platelets) Berisi trombosit, beberapa leukosit dan SDM serta plasma. Diperoleh dengan cara pemutaran. 1 kantong trombosit pekat berisi sekitar 3x1011 trombosit, setara dengan 6 kantong trombosit yang berasal dari donor darah biasa. Indikasi: kasus perdarahan karena trombositopenia (trombosit <50.000/L) atau trombositopati kongenital. Juga diindikasikan pada mereka selama operasi atau prosedur invasif dengan trombosit <50.000/L. Profilaksis diberikan pada semua kasus dengan trombosit 5-10.000/L yang berhubungan dengan hipoplasi sumsum tulang akibat kemoterapi, invasi tumor atau aplasia primer sumsum tulang.

Teknik dalam serologi golongan darah Teknik yang terpenting aglutinasi eritrosit. Aglutinasi salin mendeteksi antibodi IgM, biasanya pada suhu ruangan dan 4 derajat celsius Uji antiglobulin (coombs) uji yang mendasar dan dipakai luas. Direk ; mendeteksi antibodi atau komplemen pada permukaan eritrosit tempat sensitisasi terjadi secara in vivo. Indirek ; mendeteksi antibodi yang telah melapisi eritrosit secara in vitro.

Uji pencocokan silang dan pra transfusi Dilakukan sejumlah langkah untuk memastikan bahwa pasien menerima darah yang kompatibel pada saat transfusi Dari pasien :
86

Modul Hematopoeitin OSCE Comprehensive Reinforcer 2007

Golongan darah ABO da Rh ditentukan Serum ditapis untuk antibodi yang penting melalui uji antiglobulin indirek pada suatu panel besar eritrosit yang digolongkan secara antigenik

Dari donor : Dipilih unit ABO dan Rh yang sesuai.

Komplikasi transfusi darah Resiko Umum Untuk Semua Komponen Darah 1. infeksi berkaitan dengan tranfusi bervariasi menurut lokasi geografi. yang paling sering ditularkan adalah virus hepatitis non A, non B dengan resiko kontak sebesar 1 untuk setiap 100 unit yang ditranfusikan,resiko penularan HIV AIDS 2. reaksi-reaksi tranfusi hemolitik terjadi akibat kesalahan indentifikasi pasien atau pemberian label pada unit eritrosit, reaksi fetal disebabkan oleh inkontabilitas ABO. 3. alloimunisasi penerima suatu prouk darah bisa membuat antibodi terhadap antigen donor , hal ini bisa berakibat terjadi reaksi tranfusi baik jenis hemolitika maupun non hemolitika. 4. reaksi-reaksi tranfusi non hemolitika --> Ditandai dengan demam, menggigil, urticaria, pruritus, dan kegawatan respirasi.dijumpai pada pasien yang pernah menerima tranfusi atau wanita multipara. antibodi terhadap protein plasma donor atau antigen leukosit diduga sebagai penyebab. 5. kelebihan cairan dengan tanda-tanda kegagalan jantung congestive sering terlihat bila pasien dengan fungsi cardiovaskuler yang buruk menerima tranfusi. 6. edema paru non cardiogenik disebabkanoleh anti bodi entileukocyte yang terdapat dalam plasma donor.

Komplikasi-komplikasi tranfusi eritrosit 1. reaksi hemolitika akut biasanya disebabkan oleh antibodi tang terbentuk dalam darah penerima dan ditandai oleh hemolisis intravaskuler yang dialami oleh eritrosit yang ditranfusikan segera setelah darah yang tidak kompatibel diberikan. demam,

menggigil, nyeri punggung, nyeri dada, nausea, vomitus dan simptom-simptom yang berhubungan dengan hipotensi bisa timbul. Bisa terjadi kegagalan ginjal akut dengan hemoglobinuria. pada pasien tidak sadarkan diri, penurunan tekanan darah atau bertambahnya pendarahan bisa merupakan satu-satunya manifestasi

87

Modul Hematopoeitin OSCE Comprehensive Reinforcer 2007

2. reaksi tranfusi emolitika yang tertunda bisa terjadi dari 1-25 hari setelah tranfusi dan disebabkan oleh respon anamnestic atau respon antibodi primer terhadap antigen eritrosit. 3. komplikasi-komplikasi perdarahan disebabkan oleh pengenceran trombosit dan faktor-faktor koagulasi plasma bisa dilihat setelah pemberian sejumlah besar paket eritrosit. 4. penyakit graff-vesus-host yang berkaitan dengan tranfusi biasanya ditemukan pada pasien yang kekebalan tubuhnya terganggu dan diduga timbul akibat pemberian infus limfosit T yang berfungsi baik. 5. efek-efek merugikan akibat tranfusi massif pemberian sejumlah eritrosit atau plasma lebih dari pada volue darah normal pasien dalam waktu 24 jam berkaitan dengan beberapa komplikasi. a. hipothermia akibat darah yang didinginkan bisa menimbulkan arithmia cordis. b. intoksikasi sitrat bisa menimbulkan hipokalsemia dan berakibat tetani, hipotensi dan penurunan curah jantung.

komplikasi-komplikasi yang berkaitan dengan tranfusi rombosit 1.alloimunisasi pasien yang menerima ranfusi trombosit secara teratur akan membentuk antibodi terhadap antigen trombosit. respon jumlah trombosit yang tidak memadai bisa

disebabkan karena demam, perusakan trombosit yang meningkat. 2.purpura pasxa tranfusi sindrome yang jarang berhubungan dengan trombositopenia, purpura dan perdarahan yang dimulai 7-10 hari setelah kontak dengan produk darah yang mengandung trombosit. pedoman pengobatan, michele woodley, essentia medica

88