Anda di halaman 1dari 14

Tim Liputan 6 SCTV

Artikel Terkait

Asteroid Raksasa RQ36 Akan Menghantam Bumi Nokia Lagi Hunting CEO Baru Google Tambahkan Fitur Piala Dunia ke Chrome

02/08/2010 14:21

Liputan6.com, London: Para ilmuan menemukan sungai besar yang mengalir di bawah Laut Hitam. Sungai yang ukurannya 350 kali lebih besar dibanding sungai Thames di Inggris ini mengalir deras layaknya sungai di daratan. Sungai yang lebarnya sekitar setengah mil ini letaknya ada pada kedalaman 115 kaki di bawah laut. Memiliki arus yang cukup deras dan bahkan juga air terjun. Jika dibanding-bandingkan, sungai yang belum ada namanya ini merupakan sungai terbesar ke enam di dunia. Para ilmuawan dari Universitas Leeds menggunakan kapal selam robot untuk meneliti sungai yang letaknya di bawah laut dekat Turki ini. Sungai bawah laut ini membawa sedimen dan air yang sangat asin, mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam melalui Selat Bosphorus. Jumlah air asin yang mengalir pada sungai bawah laut itu sekitar 22 ribu meter kubik atau 10 kali lebih besar dari sungai terbesar di Eropa, Rhine. Ketua tim peneliti dr Dan Parson mengatakan, air yang mengalir pada sungai bawah laut memiliki "kepadatan" yang lebih tinggi dibanding air laut di sekitarnya, karena membawa begitu banyak sedimen. Penemuan sungai besar ini membantu penjelasan tentang bagaimana makhluk di dasar laut bisa bertahan hidup, karena mereka ternyata memanfaatkan sedimen dan nutrisi yang dibawa oleh sungai tadi.(telegraph/mla)

The Pain Relief Clinic Singapore


Fast relief of your neck, back & knee pain.

www.painrelief.com.sg Rejeki Ramadhan Nokia


Menangkan Rejeki Ramadhan dari Nokia dengan total hadiah Rp.250 juta.

nokia.co.id/rejekiramadhan Aplikasi Ponsel Nokia - Eksismeter


Dekatkan dirimu dengan komunitas online melalui fitur Email, IM & SMS.

www.nokia.co.id/c3

Berita Terpopuler Sebuah Sistem Tata Surya Baru Ditemukan NASA Tangkap Gambar Ledakan Kosmik

Asteroid Raksasa RQ36 Akan Menghantam Bumi


Tim Liputan 6 SCTV

Artikel Terkait

Ditemukan Sungai Besar di Bawah Laut Hitam Nokia Lagi Hunting CEO Baru Google Tambahkan Fitur Piala Dunia ke Chrome

10/08/2010 17:47

Liputan6.com, London: Para ilmuwan meyakini, sebuah asteroid bernama asteroid 1999 RQ36, akan menghantam bumi sebelum tahun 2200. Tubrukan itu akan menyebabkan ledakan hebat yang setara dengan

ledakan ratusan bom nuklir secara bersamaan. Sebuah analisa terhadap orbit asteroid itu menyebutkan, hantaman asteroid RQ36 akan terjadi 24 September 2182. Tetapi para ilmuwan akan mengumpulkan dan meneliti contoh potongan bebatuan dari asteroid itu untuk lebih memastikan perkiraan waktunya. Jika Nasa memberikan lampu hijau terhadap rencana itu, maka pesawat luar angkasa untuk keperluan penelitian akan diluncurkan pada tahun 2106, dan mendarat di asteroid yang luasnya mencapai 1.800 kaki. Pesawat misi khusus yang diberi nama OSIRIS-Rex, adalah satu dari dua finalis yang ikut dalam kompetisi untuk program ini. Finalis lain adalah misi khusus ke planet Venus. Nasa akan melakukan pertemuan selama dua hari, mulai hari ini (10/8) di Washington DC untuk membahas kompetisi misi khusus tersebut, dan hasilnya akan diumumkan tahun depan. Nasa secara resmi telah mengumumkan asteroid RQ36 sebagai asteroid yang berpotensi menimbulkan bahaya, karena jaraknya ke bumi sudah mencapai 280 ribu mil. Orbitnya yang mendekati bumi, membuat asteroid itu lebih mudah mencapai bumi ketimbang asteroid yang lain. "Bumi tampaknya menjadi target yang lebih mudah untuk terjadinya tabrakan itu," ujar Michael Drake, yang akan memimpin tim OSIRIS-Rex jika proyek ini terpilih. Clark Chapman, seorang ilmuwan pada Southwest Research Institute di Boulder, Colorado mengatakan, hantaman RQ36 akan menimbulkan dampak ledakan yang maha dahsyat. "Ledakan itu akan seperti ratusan nuklir paling besar yang meledak bersamaan, dan akan membuat kawah raksasa yang lebarnya mencapai 10 kilometer," ujar Chapman kepada majalah National Geographic. Sebelumnya, Presiden AS Barrack Obama telah menunjuk sebuah panel ahli untuk membuat program pendaratan ke bulan sebagai batu loncatan untuk melakukan pendaratan pada sebuah asteroid yang belum teridentifikasi. Misi khusus ini seolah mencontoh cerita film Hollywood "Deep Impact" (1998), yang mengisahkan Gedung Putih tengah mengirim pesawat khusus, untuk mendarat di sebuah asteroid yang mengancam keselamatan bumi. 2008 lalu, Agen angkasa luar eropa juga mengumumkan rencananya untuk mendaratkan pesawat angkasa luar khusus, ke sebuah asteroid di dekat bumi yang luasnya kurang dari 0,6 mil, untuk mengumpulkan debu dan puing untuk diteliti.(Telegraph/mla)

The Pain Relief Clinic - Singapore


Non-invasive solutions for neck, back & knee pain.

www.painrelief.com.sg Rejeki Ramadhan Nokia


Menangkan Rejeki Ramadhan dari Nokia dengan total hadiah Rp.250 juta.

nokia.co.id/rejekiramadhan

Berita Terpopuler Plastik dari Kulit Kacang Mete? Apple Ajukan Hak Paten Untuk iMac Nasib BlackBerry di India iTunes dan Paypal Dibajak Dell Luncurkan Smartphone Aero Mikroba Terbaru Ditemukan di Teluk Meksiko YouTube Luncurkan Situs Mobile Baru Sebuah Sistem Tata Surya Baru Ditemukan NASA Tangkap Gambar Ledakan Kosmik

Sebuah Sistem Tata Surya Baru Ditemukan


Tim Liputan 6 SCTV

Artikel Terkait

Petani Dapat Nasihat Bercocok Tanam via SMS

Eurocom Tawarkan Laptop Berkapasitas Besar Warga Perbatasan RI Butuh Internet

25/08/2010 09:43

Liputan6.com, London: Para astronom menemukan sebuah sistem tata surya baru yang cukup besar, terdiri dari tujuh buah planet yang mengorbit pada "matahari". Sistem tata surya yang baru ditemukan ini berjarak sekitar 127 tahun cahaya dari bumi. Bintang yang menjadi induk sistem tata surya itu dikenal dengan sebutan HD 10180. Sistem planetarium ini diyakni sebagai sistem yang paling besar, yang pernah ditemukan di bawah matahari. "..kita telah menemukan sebuah sistem tata surya yang mirip dengan sistem tata surya kita, tapi ada sejumlah planet yang belum ketahui secara pasti," kata Dr Christophe Lovis yang memimpin tim ahli dari the European southern Observatory (ESO). Para astronom telah mengkonfirmasi keberadaan lima buah planet, dan menemukan cukup bukti tentang keberadaan dua planet lainnya. Salah satunya mirip dengan Saturnus yang beratnya paling tidak 65 kali berat bumi, dan mengorbit selama 2.200 hari. Satu planet lainnya berukuran lebih kecil sekitar 1,4 kali berat bumi. "Planet-planet itu sangat dekat dengan bintang induknya, hanya sekitar 2 persen dari jarak bumi ke matahari. Satu tahun di planet itu sama dengan sekitar 1,18 hari di bumi." Kata Dr Lovis. Permukaan planet itu terdiri dari gunung-gunung berbatu seperti halnya di bumi tapi suhunya mungkin terlalu panas untuk makhluk hidup. Susunan dan jarak planet-planet tersebut terhadap bintang induknya mirip dengan sisitem tata surya kita sekarang. Para ahli astronomi mempelajari sistem tata surya ini selama enam tahun lamanya. Mereka menggunakan peralatan khusus pencari planet yang disebut HARPS spectrograph, yang dilengkapi teleskop ESO 3,6 meter, berlokasi di La Silla, Cili. Alat tersebut mampu mendeteksi gerakan-gerakan kecil pada bintang yang disebabkan oleh tarikan grafitasi planet-planetnya. Sejauh ini para astronom telah menemukan 15 sistem tata surya yang masing-masing terdiri atas sedikitnya tiga planet. Temuan terakhir adalah 55 Cancri yang memiliki lima buah planet.(Telegraph/MLA)

The Pain Relief Clinic Singapore


Fast relief of your neck, back & knee pain.

www.painrelief.com.sg Rejeki Ramadhan Nokia


Menangkan Rejeki Ramadhan dari Nokia dengan total hadiah Rp.250 juta.

nokia.co.id/rejekiramadhan Aplikasi Ponsel Nokia - Eksismeter


Dekatkan dirimu dengan komunitas online melalui fitur Email, IM & SMS.

www.nokia.co.id/c3

Berita Terpopuler Plastik dari Kulit Kacang Mete? Apple Ajukan Hak Paten Untuk iMac Nasib BlackBerry di India iTunes dan Paypal Dibajak Dell Luncurkan Smartphone Aero Mikroba Terbaru Ditemukan di Teluk Meksiko YouTube Luncurkan Situs Mobile Baru Sebuah Sistem Tata Surya Baru Ditemukan NASA Tangkap Gambar Ledakan Kosmik

NASA Tangkap Gambar Ledakan Kosmik


Jaenal Abidin

Artikel Terkait

Ternyata Bulan Telah Menyusut Sejumlah Planet Membentuk Garis Lurus Malam Ini Misi Berhasil, Astronot Jepang Berterima Kasih

24/08/2010 14:28

Liputan6.com, Washington: Sebuah teleskop milik NASA menangkap gambar ledakan besar kosmik di luar angkasa berjarak jutaan mil dari Bumi. Ledakan hebat itu tertangkap teleskop Chandra X-Ray Observatory dan antena Very Large Array. Demikian yang dilansir Telegraph, Senin (23/8). Para astronom mengatakan, ledakan itu disebabkan gelombang kejut antara lubang hitam raksasa dengan gas yang mendingin. Ledakan besar itu, katanya, terjadi di galaksi M87 (Messier 87) yang berjarak 50 juta tahun cahaya (satu tahun cahaya sama dengan 5,9 triliun kilometer, red). "Lubang hitam yang memicu ledakan kosmis super tersebut menghambat terbentuknya jutaan bintang baru," ucap para ilmuwan. "Normalnya sebuah bintang akan terbentuk di di dalam sebuah galaksi, ketika sebuah gas yang super panas mendingin. Akan tetapi ledakan ini menghambat proses tersebut." Juru bicara NASA mengatakan, letusan kosmis itu sangat mirip dengan letusan gunung berapi Eyjafjallajkull di Islandia, yang mengeluarkan banyak asap dan abu. Bahkan, ledakan itu mengakibatkan gangguan untuk perjalanan udara pada awal tahun lalu. "Sama seperti ledakan gunung berapi di bumi, ledakan kosmik memompa partikel energi menjadi sebuah kumpulan gas. Dengan penganalogian seperti Eyjafjallajokull, partikel energi membuat lubang hitam semakin meluas, mengangkat gas-gas yang dingin ke dekat pusat galaksi M87," ucap juru bicara NASA.(Telegraph/JAY/SHA)

Sungai Terbesar Dunia Ada Di Bawah Laut Hitam


Senin, 02 Agustus 2010 | 13:40 WIB Besar Kecil Normal

Sungai di bawah laut hitam (Dailymail) TEMPO Interaktif, London - Ilmuwan Inggris menemukan sungai terbesar keenam di dunia di bawah Laut Hitam. Sungai itu terletak di kedalaman 115 kaki dengan lebar setengah mil. Sungai itu ditemukan tim peneliti dari Universitas Leeds dengan menggunakan kapal selam robot

untuk memindai dasar laut dekat Turki.Berdasarkan alirannya, jika diukur sebagaimana sungai yang ada di daratan, para ilmuwan memperkirakan sungai ini merupakan sungai ke enam terbesar di dunia. Aliran sungai itu membawa sedimen dan air yang sangat asin. Sedimen dan tingginya kadar garam membuat aliran sungai itu terlihat seperti saluran yang dalam. Sungai ini adalah satu-satunya sungai bawah laut yang aktif dan terhubung dari Mediterania ke Laut Hitam melalui Selat Bosphorus. Ketua tim peneliti dr Dan Parson mengatakan air yang mengalir pada sungai bawah laut memiliki "kepadatan" aliran yang lebih tinggi karena membawa begitu banyak sedimen. Ariran sungai yang belum diberi nama ini lebih besar 350 kali ketimbang aliran Sungai Thames di Inggris dan memi- memiliki saluran, jeram dan air terjun. Jumlah air asin yang mengalir pada sungai bawah laut itu sekitar 22 ribu meter kubik atau 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine. Dailymail|Rini K

Ditemukan Sungai Besar di Bawah Laut Hitam


radhite Arkeologi 22868 views

Para ilmuwan menemukan sungai besar yang mengalir di bawah Laut Hitam. Sungai yang ukurannya 350 kali lebih besar dibanding sungai Thames di Inggris ini mengalir deras layaknya sungai di daratan.

Sungai yang lebarnya sekitar setengah mil ini letaknya ada pada kedalaman 115 kaki di bawah laut. Memiliki arus yang cukup deras dan bahkan juga air terjun. Jika dibanding-bandingkan, sungai yang belum ada namanya ini merupakan sungai terbesar ke enam di dunia. Para ilmuwan dari Universitas Leeds menggunakan kapal selam robot untuk meneliti sungai yang letaknya di bawah laut dekat Turki ini. Sungai bawah laut ini membawa sedimen dan air yang sangat asin, mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam melalui Selat Bosphorus. Jumlah air asin yang mengalir pada sungai bawah laut itu sekitar 22 ribu meter kubik atau 10 kali lebih besar dari sungai terbesar di Eropa, Rhine. Ketua tim peneliti dr Dan Parson mengatakan, air yang mengalir pada sungai bawah laut memiliki "kepadatan" yang lebih tinggi dibanding air laut di sekitarnya, karena membawa begitu banyak sedimen. Penemuan sungai besar ini membantu penjelasan tentang bagaimana makhluk di dasar laut bisa bertahan hidup, karena mereka ternyata memanfaatkan sedimen dan nutrisi yang dibawa oleh sungai tadi. Sumber : telegraph/mla - tekno.liputan6.com

Sungai Besar di Dasar Laut Hitam


04 Aug 2010

Berita Kota Hiburan

Sebuah sungai raksasa, bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia, baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris. Sungai ini dikatakan luar biasa, karena ditemukan di dasar Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil. PARA Ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu.Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun.Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki atau sekitar 3,5 meter dan lebarnya lebih dari setengah mil (1,60 km). Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir.Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris. Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam. Ini menyebabkan air Mediterania meng-alir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam.Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut di sekitarnya, karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen." Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisal, seperti halnya sungai di darat,demikian penjelasan Parsons seperti dimuat laman Daily Mail, Minggu (1/6).Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisamenyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya. "Itu memiliki peran yang penting, seperti arteri, yang memberikan kehidupan di laut dalam," kata Parsons.Perbedaan utama sungai di bawah laut Ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di darat. Masih mengalir Para ilmuwan telah lama menduga bahwa keberadaan sungai dasar laut sangat nusuk akal, setelah pemindai sonar mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok di banyak lautan di dunia.Di antara yang terbesar, adalah sungai bawah tanah di perairan Brasil, di mana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik.Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah alr. Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.Dr Parsons mengemukan bahwa sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil/jam, mengalirkan 22.000 meter kubik atr/detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine.Sungai bawah laut ini mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilang ke laut dalam, yy
Entitas terkaitAliran | Amazon | Asia | Daily | Dataran | Eropa | Kepadatan | Laut | Letaknya | Mediterania | Parsons | Penemuan | Perbedaan | Saluran | Samudera | Sungai | Turki | Universitas | Dr Parsons | Laut Hitam | Leeds University | PARA Ilmuwan | Selat Bosphorus | Sungai Besar | Sungai Thames | Dasar Laut Hitam | Menurut Dr Dan | Sekolah Tinggi Ilmu Bumi | Ringkasan Artikel Ini

Sungai Besar di Dasar Laut Hitam. Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir. Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisamenyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya. Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah alr. Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.

Jumlah kata di Artikel : 536 Jumlah kata di Summary : 115 Ratio : 0,215 *Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.

Sebuah sungai raksasa, yang bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia barubaru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris. Yang luar biasa, sungai ini ditemukan di dasar Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil.

Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu. Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun. Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil. Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir. Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris. Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam. Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam. Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi. Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air. Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.harianglobal.com

Sungai Besar Ditemukan dibawah Laut Hitam


August 2, 2010 Filed under Uncategorized

Dr Parsons menemukan bahwa sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil per jam, mengalirkan 22.000 meter kubik air per detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine. Sungai bawah laut ini Sungai mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilangke laut dalam. (um Related posts:
1. ANGGREK HITAM LIAR : Sekarang susah ditemukan dihutan . Begitupun seseorang yang derajat spiritualnya tinggi sudah jarang ditemukan disekitar kita. 2. Ditemukan Situs Bangunan Mirip Candi 3. Ancol Bangun Pengolahan Air Laut 4. Perubahan Kecil Berdampak Besar 5. Limbah Teh Hitam Kurangi Gas Metan pada Peternakan Sapi