Anda di halaman 1dari 23

1.

a) Jelaskan definisi-definisi EM yang dikemukakan oleh berbagai ahli Schipper mengatakan earnings management as "a purposeful intervention in the external financial reporting process, with the intent of obtaining some private gain." Penjelasan Menganggap manajemen laba sebagai suatu intervensi yang disengaja pada proses pelaporan eksternal dengan maksud untuk mendapatkan beberapa keuntungan pribadi, yang dapat dilakukan melalui pemilihan metode-metode akuntansi dalam GAAP (General Accepted Accounting Principles) ataupun dengan cara menerapkan metode-metode yang telah ditentukan dengan cara tertentu Healy and Wahlen menjelaskan bahwa "earnings management occurs when managers use judgments in financial reporting and in structuring transactions to alter financial reports to either mislead some stakeholders about the underlying economic performance of the company, or to influence contractual outcomes that depend on reported accounting numbers." Penjelasan manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan pertimbangan dalam pelaporan keuangan dan membentuk transaksi untuk mengubah laporan keuangan dengan tujuan untuk memanipulasi besaran laba kepada stakeholders tentang kinerja ekonomi yang mendasari perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil perjanjian yang tergantung pada angka-angka akuntansi yang dilaporkan Scott Earnings management is the choice by managers of accounting policies so as to achieve some spesific objectives. Penjelasan manajemen laba merupakan pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer dari standar akuntansi yang ada dan secara alamiah dapat memaksimumkan utilitas mereka dan atau nilai pasar. Mardiyah dan Pujiastuti Penjelasan manajemen laba merupakan tindakan manajemen dengan tujuan untuk meningkatkan kemakmuran pribadinya atau untuk meningkatkan nilai perusahaan. Mulford dan Comiskey Earnings management is the active manipulation of accounting results for the purpose of creating an altered impression of business performance Penjelasan merupakan financial numbers game (permainan angkaangka keuangan) yang dilakukan melalui creative accounting practises akibat adanya kelonggaran flexibility Fischer dan Rosenzweig earnings management as actions by management which serve to manipulate current reported earnings of a unit, but might detrimental to the long-term economic profitability of the unit. Penjelasan memandang earnings management sebagai serangkaian langkah yang dilakukan manajer untuk meningkatkan atau menurunkan jumlah laba yang dilaporkan dalam tahun berjalan yang merupakan tanggung jawabnya tanpa menyebabkan penurunan atau peningkatan keuntungan yang dicapai suatu badan usaha dalam jangka panjang

b)

Jelaskan tentang 2 perspektif tentang EM ? Ada dua cara memahami earning management yaitu sebagai berikut: Memandang earning management sebagai perilaku oportunistik Dimana EM digunakan manajer untuk memaksimalkan utilitasnya dalam menghadapi kontrak kompensasi, utang, dan biaya politik. Memandang earning management dari perspektif kontrak efisien Earning management memberi fleksibilitas bagi manajer untuk melindungi diri dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian tak terduga untuk keuntungan pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak. Dengan demikian, manajer mungkin dapat mempengaruhi nilai pasar perusahaannya melalui earning management.

c)

Apakah sama EM dengan Fraud ?. Jelaskan ? Dari Sisi konseptual ( BEDA) Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Hayn (1995), dalam atrtikel ini Hyan membedakan manajemen laba dengan financial fraud, Keduanya secara konseptual berbeda yaitu bahwa financial fraud dilakukan melalui kecurangan praktik akuntansi dengan maksud untuk menipu. Di lain pihak, manajemen laba dilakukan atas keinginan manajemen melalui judgment dan estimasi yang masih di dalam aturan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Dari Sisi Praktek Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan ( SAMA) manajemen laba tampaknya sulit untuk dibedakan dari pelaksanaan kebijakan akuntansi yang sesuai aturan PABU tanpa ada keinginan manajemen di dalamnya. Lara et al. (2005), Gul et al. (2002) Mayangsari dan Wilopo (2002) dan Dewi (2003) membuktikan bahwa manajer cenderung memilih akuntansi konservatif yang meminimalkan laba untuk tujuan manajemen laba. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pihak manajemen telah dengan sengaja melakukan tindakan manipulasi atau tindakan lainnya yang dapat mempengaruhi laporan keuangan. Contohnya : a. pihak insvestor akan mempercayai laporan keuangan tersebut dan melihat laporan keuangan tersebut sebagai laporan yang benar serta benar-benar merefleksikan kondisi sebenarnya suatu perusahaan dan akan membantu pihak stakeholder dalam memprediksi performa ekonomi perusahaan tersebut dimasa depan padahal manajemen mempengaruhi atau memanipulasi laporan keuangan b. Laba disesuaikan dengan laba menurut ramalan konsesus di pasar modal, dengan maksud untuk menghindari dari penurunan harga saham secara tajam c. Membuat penyesuaian untuk mengelembungkan laba triwulan agar sesuai dengan harapan pasar modal d. Pengakuan pendapatan tidak sesuai dengan aturan untuk memenuhi harapan analis pasar

Dari pandangan moralitas dan motivasi ( SAMA) Para kalangan akademisi cenderung menganggap bahwa earnings managemet suautu yang terjadi akibat pressure baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Pressure dari dalam perusahaan biasanya berhubungan dengan perfoma keuangan yang tidak mencapai target yang telah ditentukan. Motivasi ini semakin kencang bila performa keuangan berhubungan dengan reward berupa insentive keuangan, seperti bonus atau untuk mendapatkan kompensasi yang maksimal. Serta secara agresif akan membuat laporan keuangan sesuai dengan forecast dari pihak analis pasar modal.

d)

Jelaskan tentang perhitungan Discretional Accrual ? .Jelaskan ? Discretionary accruals adalah akrual yang terjadi karena pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer perusahaan. Contohnya : apabila manajemem melakukan perubahan estimasi tingkat penyisihan beban piutnag tak tertagih , sehingga ini akan menimbulkan akrual baru dengan tujuan untuk mengurangi beban pada periode tertentu Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Jones yang telah dimodifikasi (1995). Model Modifikasi Jones dipilih karena model ini dapat mendeteksi earnings management secara konsisten. Adapun langkah-langkah perhitungan untuk model modifikasi Jones yang telah dimodifikasi adalah sebagai berikut TACt = [(CA-Cash)/ TA t-1 ]- [CL-STD-TP)/ TA t-1]-(Dep/ TA t-1)] Keterangan : CA = Change in Current Assets Cash = Change in Cash CL = Change in Current Liability STD = Change in Short Term Debt TP = Change in Income Tax Payable TA = Total Assets TACt = Total Accruals

Kemudian discretionary accruals dan nondiscretionary accruals dideteksi dengan menggunakan persamaan dari model modifikasi Jones (1995) sbb: TACit/TAit-1 = 0 + 1 (REVt / TAt-1) + 2( PPEt / TAt-1) + it Keterangan : TACit= Total accrual TAit-1= Total Assets 0, 1, 2= Estimation from equation REVit= Change in Revenue RECit=Change in Receivable PPEit= Gross Property, Plant and Equipment it= Error term Perhitungan tingkat akrual normal ( non discretionary accrual) NDAC it = 0 + 1 (REVit RECit/ TAt-1 ) + 2( PPEit/ TAit-1) Keterangan : NDACit= Non Discretionary accrual perusahaan i pada tahun t TAit-1= Total Assets 0, 1, 2= Estimation from equation

REVit= Change in Revenue RECit=Change in Receivable PPEit= Gross Property, Plant and Equipment

Perhitungan akrual tidak normal ( Discetionary Accruals ) Model Modifikasi Jones memfokuskan pada discretionary accrual sebagai ukuran earnings management. Discretionary accrual adalah bagian dari total accrual yang tidak dapat dijelaskan oleh kegiatan perusahaan. Berikut ini adalah cara Perhitungan discretionary accrual : DACit= TACit- NDAC it Nilai discretionary accruals merupakan proksi earnings management Nilai DA positif berarti terdapat pola manajemen laba dengan menaikkan laba Nilai DA negative berarti terdapat pola manajemen laba dengan menurunkan laba e) NO 1. Jelaskan tentang riset terkait dengan EM ? Jelaskan ? JUDUL /TAHUN PENULIS The Effect of Bonus Healy (1985) Schemes on Accounting Decision HASIL RISET Manajer memilih current discretionary accrual untuk bonus sekarang dan yang akan datang Ketika laba berada di antara batas atas dan bawah maka manajer akan memilih metode yang menaikkan laba Ketika laba berada di atas batas atas atau di bawah batas bawah maka manajer akan memindah labanya ke periode berikutnya Mendukung temuan healy Manajer unit bisnis memanipulasi laba untuk memperbesar bonus jangka pendek Mendukung temuan Healy Namun melihat perilaku manajemen laba sebagao tujuan untuk memoles laba buka untuk memperbear bonus Kasus penawaran saham musiman, laba , dan accrual yang menaikkan laba luar biasa tinggi Manajemen laba tidak menyesatkan investor dan menyatakan bahwa manajemen laba bukan diniatkan untuk menyesatkan investor namun merupakan respon rasional dari eminten untuk mengantisipasi perilaku pasar saat penawaran penjualan saham diumumkan Manajemen laba ditujukan untuk memaksimalkan hasil IPO

2.

Earning based Bonus Plan F. Guidry, and Earning management A.Leone, dan by Business Unit manager S.Rock ( 1999) Additional Evidence on J. Gaver, K. Gaver, Bonus Plan and Income dan J. Justin ( 1995)

3.

4.

Do Firms Misleaad L. Shivakumar Investor by Overstating 2000) Earnings before Seasoned Offering ?

5.

Accounting Choices of J. friedlan ( 1994) Issues of Initial Public

Offfering 6. Debt Covenant Violatation and Manager Accounting Respons A. Sweeney (1994)

7.

Analyst Forecast and J. Payne dan S. Robb Earning Management ( 2000)

Perusahaan menaikan laba pada periode sebelum IPO Dengan sampel pada perusahaan yang mengalami pelanggaran janji Adnya tindakan perusahaan yang mengatur laba agar menjadi lebih bear sebelum atau selama pelanggaran perjanjian terjadi Perusahaan mengatur laba agar dapat memenuhi atau melebihi laba menurut peramalan konsesus analis manajemen laba melalui manipulasi aktivitas riil adalah berpindahnya pengelolaan laba dari praktik operasi normal ke praktik operasi tidak normal, yang dimotivasi oleh keinginan manajer untuk menipu beberapa stakeholders agar percaya terhadap laporan keuangan yang dibuat atas dasar operasi normal. Perpindahan dari praktik operasi normal ke tidak normal tidak memberikan kontribusi terhadap nilai perusahaan walaupun manajer mencapai sasaran pelaporan. Manajer yang terlibat manajemen laba mementingkan keuntungan pribadi untuk mencapai sasaran pelaporan karena mereka bertindak sebagai agen perusahaan manufaktur melakukan overproduksi, memberi diskon, dan kelonggaran kredit sebagai indikasi adanya manajemen laba, yang menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi. menguji lima model akrual dan menemukan bukti bahwa tidak ada di antara kelima model tersebut yang benar-benar tepat untuk mendeteksi manajemen laba. Kesalahan memprediksikan dilakukan atau tidaknya manajemen laba, menyebabkan kesalahan dalam menilai kualitas laba perusahaan sehingga menyebabkan bias dalam penilaian kinerja perusahaa

8.

Management of earnings Roychowdury through the manipulation ( 2003) of real activities that affect cash flow from operation

9.

Pengaruh good corporate Wuryan governance terhadap ( 2008) manajemen laba melalui aktivitas riil

Andayani

10.

Measurement and Khaled motivations of earnings 2007) management: A critical perspective.

Aljifri

2. a) Jelaskan teori regulasi yang relevan dengan akuntansi? Teori Pendukung Regulasi dalam Akuntansi Public Interest Theory Teori ini mengusulkan bahwa regulasi adalah hasil dari permintaan publik untuk memperbaiki kegagalan pasar. Dalam teori ini, pusat kewenangan, yaitu regulator, diasumsikan memiliki

kepentingan yang besar terhadap

society at heart, sehingga hal ini dapat

membuat pada saat regulator menyusun peraturan akan menghasilkan yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat. Permasalahan yang timbul dalam Public Interest Theory adalah : a. Terdapat tugas yang sangat kompleks dalam menentukan jumlah regulasi yang tepat. b. Terdapat permasalahan yang serius yang terletak pada motivasi dari badan

regulator. Interest Group Theory Teori ini memberikan pandangan bahwa sebuah industri beroperasi dalam

kepentingan group. Bervariasinya kepentingan dalam group akan mempengaruhi Legislature dalam jumlah dan tipe dari regulasi. Teori Penentang Regulasi dalam Akuntansi penganut pendekatan teori pasar bebas (free-market). Pendekatan ini berpendapat bahwa informasi akuntansi harus diperlakukan seperti barang atau jasa lainnya, dengan kekuatan permintaan dan penawaran diizinkan beroperasi untuk menghasilkan pasokan informasi yang optimal tentang entitas. Private economic-based incentives - Pandangan ini mengasumsikan bahwa manajer akan menjalankan bisnis untuk keuntungan sendiri dan ini memang diharapkan oleh pemegang saham dan debtholders. - manajemen dalam memasuki kontrak dengan pemegang saham dan debtholders akan membatasi tindakan manajer. Kontrak yang dibuat sering didasarkan pada informasi akuntansi. Jika organisasi tidak menghasilkan informasi akan dikenakan sanksi dengan biaya yang lebih tinggi dari modalnya. Market for managers hal

Dengan tidak adanya aturan/regulatory pun, manajer akan berusaha menerapkan strategi untuk meningkatkan nilai perusahaan dan strategi ini menyediakan informasi keuangan yang optimal bagi perusahaan.

Market for corporate takeovers - Pandangan ini berpendapat bahwa pada perusahaan yang memiliki kinerja kurang baik, akan diambil alih oleh entitas lainnya yang kemudian akan mengganti tim manajemen dengan tim yang baru. manajemen akan termotivasi memaksimalkan nilai perusahaan untuk menghindari pihak lain mengambil alih perusahaan pada nilai yang rendah. Sehingga memberikan asumsi bahwa manajer tahu informasi biaya marjinal dan keuntungan marjinal.

Market for lemons - pandangan yang berpendapat bahwa perusahaan ibarat lemon, dimana perusahaan yang sebelumnya bisa dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya tapi kemudian berubah menjadi inferior jika dibandingkan, pihak luar berpendapat apabila perusahaan khawatir untuk mengungkapkan berita buruk perusahaan dan memilih tidak mengungkapkan, maka pihak luar akan berpendapat diamnya perusahaan menandakan adanya berita buruk yang sangat besar. b) Mengapa akuntansi perlu di regulasi ? Untuk menyelesaikan konflik antara pemilik dan manajemen, laporan keuangan digunakan untuk memonitor hubungan kerja, untuk menilai dan menentukan kompensasi manajer. Perusahaan dituntut untuk menyajikan laporan secara sukarela dan pengguna informasi dapat memaksa pihak-pihak terkait untuk menyajikan informasi tersebut. Adanya regulasi bermanfaat bagi kepentingan umum. Pada dasarnya kegagalan pasar maupun kebutuhan untuk mencapai tujuan sosial memaksa adanya regulasi akuntansi. Untuk menghindari adanya kegagalan pasar sebagai isu alokasi yang belum optimal dapat disebabkan oleh: Keengganan perusahaan mengungkapkan informasi. Adanya penyelewengan. Penyajian informasi akuntansi secara tidak semestinya. Kebutuhan untuk mencapai tujuan sosial yang memuaskan juga mendukung perlunya regulasi akuntansi. Tujuan ini mencakup kewajaran laporan, informasi yang disajikan secara seimbang (information symmetry) dan perlindungan investor. Sebagai suatu sarana dalam meningkatkan produk akuntansi

c) Jelaskan proses regulasi akuntansi di Indonesia ? Proses penyusunan standar akuntansi yang baik harus memiliki lima tahapan (ADB 2003) 1) Design aspek khusus akuntansi tertentu diidentifikasi dan diteliti dan exposure draft disiapkan 2) Approval draft tersebut direview dan jika layak akan disetujui sebagai standar.

3) Education penjelasan kepada penyusun dan pemakai laporan keuangan tentang pengaruh dan implementasi standar yang baru 4) Implementation ketentuan dalam standar terebut diaplikasikan dalam perusahaan. 5) Enforcement pengawasan dan pemberian sanksi bagi yang tidak menerapkan. Penyusunan standar akuntansi Indonesia pada dasarnya mengacu pada model Amerika dengan sedikit modifikasi. Menurut aturan yang dibuat Dewan Standar Akuntansi Keuangan, proses penyusunan standar akuntansi keuangan melibatkan delapan tahap berikut ini (ADB 2003) : a. Issue Identification. Kongres IAI yang bertemu setiap 4 tahun mengeluarkan resolusi tentang program kerja strategi DSAK. DSAK ini memonitor dan mempertimbangkan pengumuman resmi yang dikeluarkan International Accounting Standar Board (IASB) dan badan perumus standar akuntansi lainnya serta mereview masukan yang diberikan secara langsung oleh pihak tertentu. b. Preliminary Consideration. DSAK mendiskusikan isu yang ada dan komisi yang diperlukan serta melakukan penelitian terhadap isu yang ada sebelum isu tersebut dimasukkan dalam program kerja DSAK. c. Preparation of Accounting Discussion Paper. Untuk setiap topic yang diterima, DSAK membentuk Komite Khusus untuk menyiapkan topic outline dan Accounting Discussion Paper (ADP) yang secara rinci menjelaskan dan menganalisa topik tersebut. d. Preparation of Exposure Draft (ED). Atas dasar pertimbangan yang terdapat dalam ADP, DSAK menyiapkan ED awal yang harus konsisten dengan kerangan standar akuntansi internasional. ED awal ini didistribusikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan tanggapan. e. Publication of ED. ED dipublikasikan di Media Akuntansi Majalah IAI dan didistribusikan kepada pihak yang berkepentingan paling lambat 1 bulan sebelum Public hearing. f. Public Hearings. Public hearing diselenggarakan untuk memeberi kesempatan pada pihak yang berkepentingan untuk menyampaikan pandangan mereka terhadap ED tersebut. Atas dasar masukan tersebut, DSAK akan berkonsultasi dengan pemerintah, organisasi dan individu lain yang relevan sebelum disyahkan menajadi PSAK. g. PSAK Preparation. Jika perlu, DSAK mengubah ED untuk merefleksikan hasil konsultasi yang telah dilakukan. h. Approval and Promulgation. DSAK menyetujui PSAK untuk diterbitkan sebagai pedoman resmi praktik akuntansi tertentu. PSAK yang disetujui dipublikasikan melalui Media Akuntansi dan Website IAI.

2. a. Jelaskan teori-teori yang relevan dengan akuntansi social dan lingkungan ? Beberapa teori yang mendukung penyampaian laporan pertanggungjawaban sosial dan lingkungan adalah legitimacy theory dan stakeholder theory Legitimacy Theory Organisasi secara kontinu akan beroperasi sesuai dengan batas-batas dan nilai yang diterima oleh masyarakat di sekitar perusahaan dalam usaha untuk mendapatkan legitimasi.

Norma perusahaan selalu berubah mengikuti perubahan dari waktu ke waktu sehingga perusahaan harus mengikuti perkembangannya. Usaha perusahaan mengikuti perubahan untuk mendapatkan legitimasi merupakan suatu proses yang dilakukan secara berkesinambungan. - Proses untuk mendapatkan legitimasi berkaitan dengan kontrak sosial antara yang dibuat oleh perusahaan dengan berbagai pihak dalam masyarakat. - Kinerja perusahaan tidak hanya diukur dengan laba yang dihasilkan oleh perusahaan, tetapi ukuran kinerja lainnya yang berkaitan dengan berbagai pihak yang berkepentingan. - Untuk mendapatkan legitimasi perusahaan memiliki insentif untuk melakukan kegiatan sosial yang diharapkan oleh masyarakat di sekitar kegiatan operasional perusahaan. - Kegagalan untuk memenuhi harapan masyarakat akan mengakibatkan hilangya legitimasi dan kemudian akan berdampak terhadap dukungan yang diberikan oleh masyarakat kepada perusahaan. - Pengungkapan perusahaan melalui laporan keuangan tahunan merupakan usaha perusahaan untuk mengkomunikasikan aktivitas sosial yang telah dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat sehingga kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Perusahaan akan menunjukkan bahwa perusahaan mampu memenuhi kontrak sosial dengan masyarakat di sekitarnya. Stakeholder Theory - Stakeholder theory mempertimbangkan berbagai kelompok (stakeholders) yang terdapat dalam masyarakat dan bagimana harapan kelompok stakeholder memiliki dampak yang lebih besar (lebih kecil) terhadap strategi perusahaan. - Teori ini berimplikasi terhadap kebijakan manajemen dalam mengelola harapan stakeholder. - Stakeholder perusahaan pada dasarnya memiliki ekspektasi yang berbeda mengenai bagaimana perusahaan dioperasikan. - Perusahaan akan berusaha untuk mencapai harapan stakeholder yang berkuasa dengan penyampaikan pengungkapan, termasuk pelaporan aktivitas sosial dan lingkungan

b.

Bagaimana isu-isu social dan lingkungan diakomodasi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan ?

Akuntansi pertanggungjawaban sosial dan lingkungan berada dalam koridor akuntansi keuangan. Bentuk akuntansi pertanggungjawaban sosial selama ini dikenal dengan istilah corporate social responsibility (CSR) dan sustainability reporting (SR). Laporan akuntansi pertanggungjawaban sosial dapat dilaporkan pada annual report atau sebagai laporan terpisah dari annual report. Akuntansi CSR dan SR menjadi perhatian perusahaan sesuai dengan teori legitimasi dimana perusahaan berusaha untuk memenuhi harapan berbagai pihak yang terkait dalam upaya mendapat dukungan dan kepercayaan dari masyarakat. Akuntansi CSR didefinisikan sebagai proses seleksi variable-variabel kinerja sosial tingkat perusahaan, ukuran, dan prosedur pengukuran, yang secara sistematis mengembangkan informasi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja sosial perusahaan dan mengkomunikasikan informasi tersebut kepada kelompok sosial yang tertarik, baik didalam maupun di luar perusahaan. CSRmerupakan isu baru yang kemudian berkembang terkait dengan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkesinambungan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan dunia sekarang tanpa mengabaikan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Hal ini terkait dengan kebutuhan untuk memproteksi lingkungan . SR tidak sekadar melaporkan bagaimana menjaga kelestarian lingkungan, pembuangan limbah, dampak sosial atas operasi perusahaan, tetapi mencakup pula

bagaimana program dan kinerja perusahaan atas pengembangan masyarakat (community development) terutama di daerah operasi perusahaan

c. Jelaskan hasil-hasil riset terkait akuntansi social dan lingkungan NO 1. JUDUL /TAHUN PENULIS HASIL RISET Evaluating Sustainability: a Aras, Guler dan Crowther, kebutuhan standar dalam Need for Standards. Issues in David. 2008. menganalisis dan mengukur Social and Enviromental sustainability dan Accounting memberikan petunjuk model yang lengkap mengenai impikasi distribusi dan dikembangkan menjadi model yang dapat dioperasionalkan Akuntansi Lingkungan: Antara Dian Anita Nuswantara, mandatory is prefer than Mandatory Dan Voluntary voluntary due to measurement problem and the urgency of environment impact Do Financial Market Care Alan Murray (2006) pemegang saham tidak About Sosial and merespon adanya Environmental Disclosure? pengungkapan informasi Further Evidence and tanggung jawab sosial dan Exploration from the UK lingkungan di Inggris. Oleh karena itu kebijakan terkait lingkungan tersebut perlu untuk dikordinasikan tidak hanya pada tingkat negara, namun harus dikordinasikan antarnegara sehingga hasil perjanjian-perjanjian lingkungan seperti Kyoto Protocol The relationship between Sarumpaet (2005) bukti empiris tidak ada environmentalperformance and hubungan yang signifikan financial performance of antara kinerja lingkungan Indonesian dan kinerja keuangan perusahaan, akan tetapi ukuran perusahaan berhubungan secara signifikan terhadap kinerja lingkungan Pengaruh luas ungkapan Widiastuti (2002) CSR berpengaruh positif sukarela dalam laporan tahunan terhadap earning response terhadap earning response coefficient yang coefficient (ERC) mengindikasikan bahwa

2.

3.

4.

5.

10

6.

7.

Social and Eviromental Gray, Rob. (2008) Accounting and Reporting: From Ridicule to Revolution? From Hope to Hubris? A Personal Review of Field Sustainability Reporting: Satyo (2005) Paradigma Baru Pelaporan Perusahaan

investor mengapresiasi informasi CSR yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan menyatakan bahwa akuntansi sosial belum terorganisasi dalam area koheren atau aktivitas. tiga kendala pelaporan SR, yaitu (1)rendahnya political will dari manajemen tingkat atas, (2) tidak adanya standar pelaporan SR, dan (3) tidak adanya pengukuran kinerja SR.

3. a. Jelaskan perkembangan upaya harmonisasi standar akuntansi ? (sejarah)

Sejarah Harmonisasi Standar Keuangan Akuntansi Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008). 1. Di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda. 2. Sampai Thn. 1955 : Indonesia belum mempunyai undang undang resmi / peraturan tentang standar keuangan. 3. Tahun. 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi. 4. Tahun. 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi. 5. Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee) 6. Sejak Tahun. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS. 7. Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan. 8. Tahun. 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya? Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia

11

Posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam berikut ini. IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK hingga 31 Desember 2008

1. IAS 2 Inventories 2. IAS 10 Events after balance sheet date 3. IAS 11 Construction contracts 4. IAS 16 Property, plant and equipment 5. IAS 17 Leases 6. IAS 18 Revenues 7. IAS 19 Employee benefits 8. IAS 23 Borrowing costs 9. IAS 32 Financial instruments: presentation 10. IAS 39 Financial instruments: recognition and measurement 11. IAS 40 Investment propert IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2009

1. IFRS 2 Share-based payment 2. IFRS 4 Insurance contracts 3. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations 4. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources 5. IFRS 7 Financial instruments: disclosures 6. IAS 1 Presentation of financial statements 7. IAS 27 Consolidated and separate financial statements 8. IAS 28 Investments in associates 9. IFRS 3 Business combination 10. IFRS 8 Segment reporting 11. IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors\ 12. IAS 12 Income taxes

12

13. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates 14. IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans 15. IAS 31 Interests in joint ventures 16. IAS 36 Impairment of assets 17. IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent assets 18. IAS 38 Intangible assets IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2010

1. IAS 7 Cash flow statements 2. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance 3. IAS 24 Related party disclosures 4. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies 5. IAS 33 Earning per share 6. IAS 34 Interim financial reporting 7. IAS 41 Agriculture Revisi terbaru PSAK yang mengacu pada IFRS

1. PSAK No. 13 (revisi 2007) tentang Properti Investasi yang menggantikan PSAK No. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi (disahkan 1994), 2. PSAK No. 16 (revisi 2007) tentang Aset Tetap yang menggantikan PSAK 16 (1994) : Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK 17 (1994) Akuntansi Penyusutan, 3. PSAK No. 30 (revisi 2007) tentang Sewa menggantikan PSAK 30 (1994) tentang Sewa Guna Usaha. 4. PSAK No. 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan yang menggantikan Akuntansi Investasi Efek Tertentu 5. PSAK No. 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran yang menggantikan Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. Dengan adanya penyempurnaan dan pengembangan PSAK secara berkelanjutan dari tahun ke tahun, saat ini terdapat tiga PSAK yang pengaturannya sudah disatukan dengan PSAK terkait yang terbaru sehingga nomor PSAK tersebut tidak berlaku lagi, yaitu :

1. PSAK No. 9 (Revisi 1994) tentang Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 1 (Revisi 1998) tentang Penyajian Laporan Keuangan;

13

2. PSAK No. 17 (Revisi 1994) tentang Akuntansi Penyusutan pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap; 3. PSAK No. 20 tentang Biaya Riset dan Pengembangan (1994) pengaturannya disatukan dalam PSAK No. 19 (Revisi 2000) tentang Aset Tidak Berwujud. PSAK yang sedang dalam proses revisi

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sedang dalam proses merevisi 3 PSAK berikut (Sumber: Deloitte News Letter, 2007): 1. PSAK 22 : Accounting for Business Combination, which is revised by reference to IFRS 3 : Business Combination; 2. PSAK 58 : Discontinued Operations, which is revised by reference to IFRS 5 : Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations; 3. PSAK 48 : Impairment of Assets, which is revised by reference to IAS 36 : Impairment of Assets Berikut adalah program pengembangan standar akuntansi nasional oleh DSAK dalam rangka konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008):

1. Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK; 2. Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS; 3. Tahun 2012 merupakan tahun implementasi dimana PSAK yang berbasis IFRS wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik. Namun IFRS tidak wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lokal yang tidak memiliki akuntabilitas publik. Pengembangan PSAK untuk UKM dan kebutuhan spesifik nasional didahulukan. b. Jelaskan keterkaitan nilai nilai budaya dan nilai nilai akuntansi ? ( housted)

Penelitian mengenai pengaruh budaya nasional terhadap nilai akuntansi masih sangat terbatas, dan hasilnya pun bervariasi, penelitian untuk mengetahui pengaruh budaya terhadap akuntansi akan sangat menarik dan akan membuka pemikiran baru tentang bagaimana orang seharusnya memandang ilmu akuntansi itu sendiri. Budaya sebagai manifestasi nilai dan perilaku dalam masyarakat merupakan faktor penting dalam menentukan bentuk akuntansi yang akan digunakan oleh masyarakat yang menganut budaya tersebut. Budaya berfungsi sebagai pengikat seseorang pada suatu organisasi atau negara. Selain itu juga berfungsi membedakan anggota dari suatu kelompok dari kelompok yang lain (Hofstede, 2005). Hal ini terlihat jelas dari dikotomi budaya barat dan timur, dimana budaya barat diidentikkan dengan individualisme danmaterialisme, sedangkan budaya timur diidentikkan dengan sikap kolektivismedan kebiasaan sopan santun yang lebih unggul dibanding budaya barat. Walaupun tentu saja, penggambaran secara umum seperti ini sering terjadi distorsi karena tidak semua negara yang mewakili budaya barat dan timur dapat digolongkan dengan begitu mudah. Ditambah lagi dengan arus informasi yang begitu cepat dan maraknya globalisasi, dimana interaksi sosial antar orang dari budaya yang berbeda lebih intensif, maka dikotomi seperti ini terlihat tidak lagi relevan. Berbagai pengertian di atas menunjukkan bahwa budaya merupakan aspek terpenting dalam masyarakat. Budaya mencerminkan perilaku seseorang dan bagaimana mereka bersikap. Oleh karena itu budaya sangat berperan dalam perkembangan masyarakat..

14

Hofstede (2005) menjelaskan lima dimensi nilai budaya:

Hubungan antara dimensi budaya menurut Hofstede dan dimensi akuntansi menurut Gray dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a. Profesionalisme vs statutory Control Profesional vs pengendalian wajib. Prefensi terhadap pelaksanaan pertimbangan professional individu dan regulasi sendiri kalangan professional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah berlaku. b. Uniformity vs Flexibility (Keseragaman vs fleksibilitas). Preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suat keadaan tertentu. c. Conservatisme vs Optimisme. Preferensi terhadap ukuran-ukuran laba yang konservatif meruapakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastian yang kuat terhadap keamanan dan kebutuhan yang dipersepsikan untuk mengadopsi pendekatan yang hati-hati untuk menangani ketidakpastian peristiwa masa depan. d. Secrecy vs Transparancy (Kerahasiaan vs transparansi). Preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada public.

Dimensi Budaya (Hofstede)

Nilai-nilai Akuntansi (Gray)

Individualiasme Jarak kekuasaan Penghindaran ketidakpastian Maskulinitas

+ ?

+ + ?

? + -

+ + -

Gray membuat hipotesis bahwa individualism dan penghindaran ketidakpastian akan sangat mempengaruhi akuntansi, diikuti oleh jarak kekuasaan dan maskulinitas.

Keterangan : + : hubungan langsung antar varibel terkait : hubungan yang berkebalikan 15

: sifat hubungan tidak dapat ditemukan

c. Jelaskan bagaimana nilai-nilai budaya suatu negara mempengaruhi proses harmonisasi ? Secara sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional. Harmonisasi fleksibel dan terbuka sehingga sangat mungkin ada perbedaan antara standar yang dianut oleh negara tersebut dengan standar internasional. Hanya saja diupayakan perbedaan dalam standar tersebut bukan perbedaan yang bersifat bertentangan. Selama perbedaan tersebut tidak berlawanan standar tersebut tetap dipakai oleh negara yang bersangkutan, Sedangkan nilai budaya suatu negara meliputi kelembagaan, nilai-nilai adat, serta tata cara dan prosedurnya . Dalam kaitannya dengan akuntansi , nilai budaya dapat menjadi landasan dalam penyelenggaraan akuntansi karena beberapa nilai yang terkandung dalam nilai budya terbukti masih relevan diaplikasikan hingga sekarang, baik dalam aspek pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, serta aspek pengawasan dalam penyelenggaran akuntansi Dalam upaya mengharmonisasikan, menjaga, dan melestarikan nilai-nilai budaya dalam konteks akuntansi, dewan standar akuntansi perlu melakukan beberapa upaya pada berbagai aspek pada tingkatan penyelenggaraan. Selain itu, karena keterkaitan yang erat antara potensi budaya dan penyelenggaraan Akuntansi , diperlukan upaya untuk mengakomodasi nilai budaya lokal/adat istiadat ke dalam hukum positif, yaitu ke dalam regulasi penataan ruang, yaitu melalui proses adopsi, adaptasi, dan asimilasi. Budaya merupakan factor lingkungan yang paling kuat mempengaruhi sistim akuntansi suatu negara dan juga bagaimana individu dinegara tersebut menggunakan informasi akuntansi. Banyak di literatur ditemukan argumentasi bahwa akuntansi sangat dipengaruhi oleh budaya (Violet, 1983), Banyak publikasi ilmiah mendokumentasikan bahwa akuntansi di pengaruhi oleh budaya dan perbedaan budaya tersebut dijadikan sebagai dasar melakukan harmonisasi (lihat Bedford, 1966; Mueller, 1968; and Seidler, 1969). Violet [1983, p. 6] menyatakan bahwa bahasa merupakan variabel budaya yang paling penting. Bahasa merupakan fondasi untuk mempromosikan budaya. Memandang akuntansi adalah bahasa bisnis. Dari sini dapat disimpulkan bahwa prinsip akuntansi akan bervariasi tergantung pada variasi budaya yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan. (Violet, 1983, p. 6). Dia juga meyimpulkan bahwa akuntansi sebaliknya juga mempengaruhi budaya dan sukses komite standar akuntansi internasional dalam mendapatkan diterimanya standar internasional tersebut juga tergantung pada variabel budaya. 4. a. Jeaskan teori-teori mengenai etika ? TEORI - TEORI ETIKA Breberapa perilaku etis pada profesi akuntansi, yaitu : Perilaku yang bermanfaat : seseorang yg mau memberikan pertimbangan yg terbaik u kepentingan org byk pada beberapa pilihan yg telah dprioritaskan.

16

Perilaku deontologis : seseorang yg memberikan pertimbangan & memilihnya pada segi kewajaran sesuai dgn konsekwensi pada setiap perilaku. Perilaku egois : seseorang yg hanya memberikan yg terbaik u dirinya & kepentigannya pribadi, tanpa mempedulikan prioritas keadilan.

EGOIS Pada dasarnya setiap orang mempunyai perilaku egois, sesorang yang mempunyai sifat egois yaitu selalu bertindak untuk dirinya sendiri dan menarik perhatian kepada banyak orang. Tetapi kenyataanya pula setiap orang mengatakan bahwa perilaku egois merupakan perilaku yang tidak etis. Sebenarnya perilaku egois termasuk perilaku etis ataukah tidak? Bagaimana mungkin egoisme merupakan suatu perilaku etis? Mayoritas seseorang pasti akan membantah bahwa sebenarnya egoisme bukan perilaku etis. Dan akan membuktikan kebenarannya. Ketika seseorang berasumsi bahwa semua manusia berperilaku egois, itu mempengaruhi pandangan mereka dari apa yang bisa diterima dan bukan bisa diterima dalam hidup, sebab percuma untuk menentang sifat keegoisan seseorang , sama halnya dengan berharap untuk melempar dengan terbang. Ahli ekonomi menganggap bahwa sebenarnya egoisme merupakan perilaku dalam suatu bisnis yang tidak etis dan bisnis adalah suatu aktivitas di sistem ekonomi kita/kami merancang kemudahan di sekitar egoisme, orang-orang sering mengaku etika bisnis sebagai suatu oxymoron, suatu/sebuah pertentangan di terminologi. Dari perspektif tersebut bukan mustahil,jika untuk mengirakan bisnis sebagai hal yang etis. Dimaksud Etis jika bisnis yang dilakukan berarti untuk mengorbankan kepentingan diri seseorang akan bisnis yang tidak baik, kecuali jika dipengaruhi oleh ekonomi, mengajar dan mempromosikan kepentingan diri.

UTILITARIANISME : perilaku yg benar dimana pada proporsi ketika mereka cenderung mempromosikan kebahagiaan terbesar u kepentingan masyarakat Utilitariansm berbeda dari egoisme karena adanya konsekwensi yg bermanfaat u menilai perilaku yg tdk hy u bbrp org tp meliputi konsekwensi u semua orang terkait dengan setiap perilaku. Para penganut utilitarianisme setuju dengan sensibilitas dibandingkan egoisme, dan mencerminkan apa yang kita lakukan dan juga sering ketika kita memberi alasan untuk membenarkan suatu tindakan atau mempraktekkan. Melakukan sesuatu untuk membuat diri kita bahagia adalah perilaku yang bisa diterima kecuali jika dalam pelaksanaannya, kita membuat orang lain sedih. Suatu yang hakiki apabila sesuatu yang diinginkan tersebut yaitu sesuatu yang diinginkan sendiri, sedangkan sesuatu yang disebabkan oleh factor ekstern akan mendorong kearah perolehan sebagai penolong. Uang adalah suatu contoh dari sesuatu yang disebabkan oleh faktor ekstern.

17

KANT DAN DEONTOLOGY Menurut Kant, manusia terlalu mempunyai kecenderungan yg mengejar berbgai hal keinginan mereka sprit : kecenderungan psikologis untuk berbagai hal dan kecenderungan u mengejar tujuan. Tetapi mereka mempunyai dua kemampuan lain pertama adalah mampu memilih jalan menuju keberhasilan tujuan, kedua adalah kebebasan u menyisihkan tujuan dari kecenderungan dan memainkan peranan suatu alasan yang lebih tinggi. Mereka mempunyai kecenderungan yang psikologis untuk berbagai hal dan kecenderungan-kecenderungan untuk mengejar tujuan. Tetapi mereka mempunyai dua kemampuan lain yang tidak dimiliki seperti kemanpuan yang dimilki binatang, pertama adalah mampu memilih jalan menuju keberhasilan tujuan, dan yang kedua adalah kebebasan untuk menyisihkan tujuan dari kecenderungan-kecenderungan dan memainkan peranan suatu alasan yang lebih tinggi. Mampu memilih alat alternatif untuk suatu tujuan, tetapi bukan dengan sungguh-sungguh. Berbeda dari binatang-binatang lainnya. Sebuah berang-berang mempunyai suatu kecenderungan untuk makanan dan berteduh, namun memperlengkapi secara alami dengan bakatnya untuk mengunyah, menyalak dan membangun induk untuk memenuhi kecenderungan yang terjadi. Manusia-Manusia, sungguhpun mereka mempunyai suatu kecenderungan untuk makan dan berteduh, makna yang berbeda untuk menuju keberhasilan bahwa ; mereka dapat membangun sengkuap-sengkuap, menggali gua-gua, membangun rumah, mencari ikan, menanam tanaman panenan, dll. Mereka mempunyai aneka pilihan tentang bagaimana cara memenuhi kecenderungan-kecenderungan mereka. Yang kedua perbedaan antara manusia-manusia dan binatang yakni manusia-manusia dapat bertindak melawan terhadap kecenderungankecenderungan mereka demi tugas,.

ETIKA DEONTOLOGI Ketika kita membuat dasar-dasar keputusan yg berkwalitas yg menentukan kebaikan atau keburukan adalah apakah tujuan dalam memenuhi keputusan-keputusan. Hal yang bijaksana melakukan untuk berjalan sepanjang langkah-langkah Arti dari peribahasa tersebut sesuai dengan bab yang kita bicarakan yaitu tentang keuntungan-keuntungan etis di dunia bisnis. Jika kita katakan kita harus etis karena itu memenuhi apa yang kita inginkan, kemudian kita berkata itu adalah perilaku yang bijaksana untuk etika. Rumusan yang pertama untuk category sangat mendesak adalah: Bertindak sedemikian sehingga dapat mengibaratkan tindakan mu untuk menjadi sebuah hukum yang universal. Kebutuhan Ini menjelaskan. Suatu/sebuah pengibaratan adalah memberikan alasan untuk bertindak.

Contoh : Mengira anda meminjam beberapa uang dari seorang teman. Ketika datang waktu untuk membayar kembali anda tidak mempunyai uang. Anda kemudian memutuskan bukan untuk membayar kembali, walaupun teman anda perlu uang itu. Sebab anda tidak ingin meminjam dari sebuah bank, dan anda tahu bahwa teman anda tidak akan memaksa anda. Hal seperti itulah yang memberikan alasan

18

kepada anda untuk tidak membayar uang pinjaman tersebut.adalah, yang nantinya akan, merepotkan anda untuk membayar kembali uang pinjaman tersebut. Bertindak sehingga ketika tidak pernah untuk melakukan hal lain yang tidak masuk akal. Berdasar pada pandangan, semua orang adalah sama dan hendaknya diperlakukan dengan menghormati dan martabat. Mereka hendaknya menghormati dan tak seorangpun hendaknya menggunakan sebagai alat untuk menyempurnakan konsekwensi-konsekwensi bermanfaat bagi pemakai. Ini adalah deontologikal memenuhi penganut permasalahan utilitarian dalam makna yang gelap. Penganut permasalahan utilitarian tidak dapat dipertimbangkan untuk digunakan seseorang atau memanfaatkan seseorang untuk membuat masyarakat lebih baik.

b. Jelaskan teori etika yang relevan dengan kode etik akuntan di indonensia jelaskan ? Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: 1. Prinsip Etika, prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. Aturan Etika, aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan Interpretasi Aturan Etika, Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihakpihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

2. 3.

Berdasarkan teori-teori etika yang ada, saya melihat terdapat beberapa teori yang berkaitan erat dengan praktik akuntan publik, salah satunya adalah Utilitarianisme. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam : Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism) : Prinsip dasar utilitarianisme (manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterapkan pada perbuatan. Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism) : Utilitarianisme aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral

19

c.

Jelaskan kasus-kasus dilema etika dalam akuntansi ? Jelaskan ?

Keputusan etis merupakan suatu keputusan yang harus dibuat oleh setiap profesional yang mengabdi pada suatu bidang pekerjaan tertentu, contohnya dalam bidang akuntansi. Oleh karena itu dalam membuat suatu keputusan etis, seorang profesional akuntansi pasti akan mengacu pada kode etik profesi. Kasus yang paling fenomenal mengenai pembuatan keputusan tanpa memperhatikan kode etik profesi yang pernah terjadi dunia adalah 1. Kasus mengenai Enron. Kasus perusahaan energi AS Enron, mencuat di tahun 2000-2001 ketika perusahaan itu membohongi publik dengan laporan keuangan palsu. Dalam kasus tersebut diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian.

2. Kasus yang menimpa Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI). Hal ini tercermin dalam petikan hasil wawancara antara Koran Tempo dengan Anwar Nasution (Ketua Badan Pemeriksa Keuangan) yang dikutip dalam sebuah artikel pada web ICW (Indonesia Corruption Watch). Pada wawancara tersebut Anwar menilai, manipulasi pembukuan pada saat pergantian status hukum YPPI, yang kemudian menyebabkan hilangnya duit Rp 100 miliar

3. Kasus Bank Duta (1990) mengalami kerugian US$420 juta, adalah akibat ketergantungan yang berlebihan pada karyawan/pejabat kunci. Modusnya, transaksi valas yang dilakukan oleh salah satu direkturnya tidak melalui proses otorisasi semestinya. Yang bersangkutan melaksanakan transaksi untuk kepentingan Bank sejalan dengan transaksi untuk kepentingan sendiri secara bersamaan. Sayangnya, perlakuan (treatment) atas konsekuensi yang timbul dari transaksi yang dilakukannya berbeda. Apabila transaksi menguntungkan, dilakukan pencatatan terhadap rekening pribadi, sebaliknya jika merugikan akan dicatat sebagai transaksi yang dilakukan Bank.

4. Kasus Bapindo Dalam kasus yang sangat terkenal dalam bidang perbankan pada tahun 1990-an mencuat adanya kasus kredit macet dari Golden Key Group (Edy Tanzil) sebagai debitur yang mendapat kucuran kredit dari Bapindo yang akhirnya menimbulkan kerugian Negara sebesar 1.3 triliun. Kasus ini terjadi karena adanya pengucuran kredit dari Bapindo kepada Edy Tanzil (Golden Key Group) yang pengucurannya didasarkan atas surat sakti/ katabelece dari petinggi pemerintahan waktu itu. Dasar kesalahan yang kedua adalah pemberian kredit diberikan sebelum ada kredit tertulis.

20

Dalam hal ini Golden Key Group memperoleh kredit tanpa melalui ketentuan perbankan yang berlaku[16]. Dalam hal ini perjanjian kredit tersebut tidak tertulis sedangkan ketentuan perjanjian kredit harus tertulis. Perjanjian kredit meskipun ada konsensus atau kata sepakat disyaratkan pula secara khusus harus tertulis. Hal ini berdasarkan ketentuan-ketentuan perbankan yang merupakan lex specialis. Kelemahan dari perjanjian tersebut bahwa ternyata dengan katabelece berarti prinsip kehatihatian dan pengawasan telah diabaikan, dalam hal ini misalnya mengenai batas maksimum pemberian kredit (BMPK) yaitu tagihan sebesar 1.3 triliun, ini merupakan pemberian kucuran kredit yang melampaui batas yang dianggap melanggar prinsip-prinsip kehati-hatian dan pengawasan. Kegagalan untuk mengembalikan kredit merupakan wanprestasi oleh debitur artinya bahwa debitur tidak melaksanakan kewajibannya sesuai dengan yang telah diperjanjikan 5. PT' Kimia Farma kasus PT. Kimia Farma Tbk tahun 2001 yang melakukan mark up laba bersih dalam laporan keuangan tahun 2001 dimana KAP Hans Tuanakotta dan Mustofa (HTM) diduga terlibat dalam aksi penggelembungan tersebut. Penggelembungan itu senilai Rp 32,668 milyar, karena laporan keuangan yang seharusnya Rp 99,594 milyar ditulis Rp 132 milyar dalam Syahrul (2002) (dikutip dari Devaluisa, 2009).

6. Bank LIPPO kasus Bank Lippo yang menerbitkan laporan keuangan yang berbeda. Laporan keuangannya kepada publik bertanggal 28 November 2002 menyebutkan, total aktiva perseroan Rp 24 triliun dan laba bersih Rp 98 miliar. Namun dalam laporannya ke BEJ bertanggal 27 Desember 2002, manajemen menyebutkan total aktiva berkurang menjadi Rp 22,8 triliun dan menderita rugi bersih sebesar Rp 1,3 triliun. Padahal, dalam kedua laporan keuangan itu diakui telah diaudit.

7. Kasus Mulyana W. Kusuma Kasus ini terjadi sekitar tahun 2004. Mulyana W Kusuma sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. Logistic untuk pemilu yang dimaksud yaitu kotak suara, surat suara, amplop suara, tinta, dan teknologi informasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, badan dan BPK meminta dilakukan penyempurnaan laporan. Setelah dilakukan penyempurnaan laporan, BPK sepakat bahwa laporan tersebut lebih baik daripada sebeumnya, kecuali untuk teknologi informasi. Untuk itu, maka disepakati bahwa laporan akan diperiksa kembali satu bulan setelahnya.Setelah lewat satu bulan, ternyata laporan tersebut belum selesai dan disepakati pemberian waktu tambahan. Di saat inilah terdengar kabar penangkapan Mulyana W Kusuma. Mulyana ditangkap karena dituduh hendak melakukan penyuapan kepada anggota tim auditor BPK, yakni Salman Khairiansyah. Dalam penangkapan tersebut, tim intelijen KPK bekerjasama dengan auditor BPK. Menurut versi Khairiansyah ia bekerja sama dengan KPK memerangkap upaya penyuapan oleh saudara Mulyana dengan menggunakan alat perekam gambar pada dua kali pertemuan mereka.Penangkapan ini menimbulkan pro dan kontra. Salah satu pihak berpendapat auditor yang bersangkutan, yakni Salman telah berjasa mengungkap kasus ini, sedangkan pihak

21

lain berpendapat bahwa Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan tersebut karena hal tersebut telah melanggar kode etik akunta, dimana auditor telah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang auditor dalam mengungkapkan kecurangan. Auditor telah melanggar prinsip keempat etika profesi yaitu objektivitas, karena telah memihak salah satu pihak dengan dugaan adanya kecurangan. Auditor juga melanggar prinsip kelima etika profesi akuntansi yaitu kompetensi dan kehati-hatian professional, disini auditor dianggap tidak mampu mempertahankan pengetahuan dan keterampilan professionalnya sampai dia harus melakukan penjebakan untuk membuktikan kecurangan yang terjadi. 5. a. Jelaskan Prokontra penggunaan Fair value ? Dan dengan diadopsinya IFRS secara penuh, maka laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi yang signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Namun perubahan tersebut tentu akan memberikan efek di berbagai bidang, terutama dari segi pendidikan dan bisnis. Salah satunya adalah, banyak menggunakan fair value accounting dalam dunia pendidikan dan dalam dunia bisnis akan menyebabkan smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunaan balance sheet approach dan fair value. Oleh karena itu, maka kami akan membahas tentang Pro Kontra Fair Value, Kebaikan dan Keburukan Fair Value Sebagai Dasar Pengukuran Aset. a. Pro dari adanya standar akuntansi internasional dengan fair value Relevance. Banyak orang percaya bahwa standard akuntansi historical cost telah banyak kehilangan relevansinya karena kegagalannya mengukur realitas ekonomi. Hampir semua orang setuju bahwa peristiwa ekonomi yaitu, kejadian yang mengubah waktu kapan arus kas diterima dan jumlahnya yang akan datang harus tercermin (terungkap) dalam laporan keuangan lembaga. Akan tetapi, seringkali model historical cost hanya mengukur transaksi sudah selesai dan gagal mengakui adanya perubahan nilai riil lain yang dapat terjadi.

b. Reliability. Masalah yang selalu ada yang tidak dapat dihindari adalah bahwa model akuntansi berdasarkan historical cost tidak mengakui adanya perubahan nilai bersifat ekonomis, dan cenderung membiarkan perusahaan memilih sendiri apakah dan kapan mengakui adanya perubahan tersebut. Ini mendorong adanya bias dalam pemilihan apa yang dilaporkan, dan memperburuk kompromi kenetralan dan dipercayainya informasi keuangan.

22

Kontra dari adanya standar akuntansi internasional dengan fair value

a. Fair value berusaha menyediakan informasi yang transparan dengan menilai aset pada tingkat harga yang dihasilkan jika segera dilikuidasi-sehingga sangat sensitif terhadap pasar. b. Akuntansi fair value bekerja melalui akuntansi mark-to-market (MTM), yaitu aset dicantumkan pada harga pasar mereka jika diperdagangkan secara terbuka. Menggunakan akuntansi mark-to-market akan berakibat perubahan yang terus-menerus pada laporan keuangan perusahaan ketika nilai aset mengalami kenaikan dan penurunan serta laba dan rugi yang dicatat. Hal ini membuat semakin sulit untuk memastikan apakah laba dan rugi diakibatkan oleh keputusan bisnis yang dibuat manajemen atau oleh perubahan yang terjadi di pasar. c. Volatility. Lembaga keuangan mengatakan bahwa mereka takut akuntansi berdasarkan pasar akan menyebabkan volatility kinerja lembaga (karena semakin mudahnya nilai item-item aktiva dan pasiva berfluktuasi). Walaupun sebenarnya lembaga keuangan yang senantiasa mengelola bahaya yang mengancam asset dan liability hanya sedikit takut dengan market value accounting. Laporan keuangan lembaga keuangan yang kurang efektif dalam mengelola risiko akan tercermin pada volatility yang selalu ada dalam setiap usahanya. Para investor dan kreditur akan memiliki informasi yang lebih berguna dan relevan dalam membedakan risiko antar perusahaan, ketika mengambil keputusan investasi dan keputusan pemberian kredit (jika menggunakan MVA). c. Jelaskan bagaimana keseriusan manajemen dalam pelaksanaan Fair Value ? Dengan paradigma FVA akan mempengaruhi jalannya manajemen. Manajer akan belajar untuk menguji tugas mereka dan melihat arena bisnis berbeda. mereka akan harus memperhitungkan lingkungan ekonomi dan tren di negara mereka sendiri dan internasional. Mereka harus memahami derivatif dan opsiharga model, struktur suku bunga dan makna mereka untuk pilihan dan kas masa depan arus. Pertumbuhan yang dalam pemanfaatan derivatif untuk melindungi nilai wajar perusahaan ekuitas dapat diharapkan untuk mengikuti kemajuan FVA. Semakin banyak lengkap dengan FVA sistem aktivitas lindung nilai lebih. Singkatnya, FVA mengintensifkan dan mempertajam kesadaran manajer bahwa ia bertindak dalam sistem ekonomi terbuka. Ini berarti bahwa ia menghadapi pasar yang hampir tak terbatas untuk produk perusahaan dan bahwa ia dapat merujuk kepada modal global dan pasar uang untuk pembiayaan aset perusahaan dan kebutuhan modal kerja. Dalam pasar, manajer dapat berbelanja untuk pinjaman yang paling menarik (dalam hal jumlah mereka dan lain hal). Selain itu, bahkan jika perusahaan berhasil relatif kecil, sering beroperasi dalam lingkungan global dan managermust yang mendengarkan dan mengidentifikasi suara-suara berbagai dan mereka tren. Di bawah FVA itu, palungan harus membayar perhatian dekat dengan lokal dan kondisi ekonomi global di luar itu disebut dengan paradigma HCA.

23