Anda di halaman 1dari 16

Surat obligasi merupakan pengakuan utang pihak yang mengeluarkan pada pihak investor.

Surat obligasi menunjukkan jumlah nominal, bunga dan tanggal pembayarannya dan perjanjian-perjanjian lain, sehingga dapat dikatakan bahwa obligasi merupakan suatu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang dan juga bunga setiap tanggal tertentu Tujuan 1. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan investasi pada obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo Mahasiswa mampu menerapkan perlakuan akuntansi terhadap investasi pada obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo

10.1 Obligasi
Surat obligasi merupakan pengakuan utang pihak yang mengeluarkan pada pihak yang membeli (investor). Surat obligasi menunjukkan jumlah nominal, bunga dan tanggal pembayarannya dan perjanjian-perjanjian lain, sehingga dapat dikatakan bahwa obligasi merupakan suatu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang dan juga bunga setiap tanggal tertentu. Pembeli surat obligasi dapat menjual kembali obligasi yang dimilikinya sewaktu-waktu, mungkin dalam waktu yang relatif pendek atau cukup lama, sehingga obligasi yang dibeli dapat dicatat sebagai investasi jangka pendek atau jangka panjang. Investasi obligasi akan memberikan pendapatan bunga yang tetap setiap periode. Investasi obligasi harus dikelompokkan ke dalam salah satu dari tiga kelompok berikut: a. Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity). Investasi obligasi harus dimasukkan ke dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo jika perusahaan bermaksud untuk memiliki obligasi itu hingga jatuh temponya.

b. Diperdagangkan (trading). Jika perusahaan tidak bermaksud memiliki obligasi hingga jatuh tempo dan akan menjualnya kembali dalam waktu dekat, investasi ini harus dikelompokkan sebagai diperdagangkan. Intinya adalah membeli dan segera menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan perbedaan harga. c. Tersedia untuk dijual (available for sale). Investasi obligasi yang tidak dapat dikelompokkan sebagai dimiliki sampai jatuh tempo atau diperdagangkan, harus dikelompokkan sebagai tersedia untuk dijual,

Investasi obligasi diperdagangkan dicantumkan dalam kelompok aktiva lancar di neraca sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi yang mungkin timbul akibat perubahan nilai wajar harus diakui sebagai penghasilan (laba) dalam laporan. Laba rugi. Obligasi-obligasi yang dikelompokkan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual akan diklasifikasikan ke dalam kelompok aktiva lancar atau tidak lancar tergantung keputusan manajemen. Investasi obligasi dalam kelompok dimiliki

hingga jatuh tempo disajikan dalam neraca sebesar harga perolehan setelah dikurangi amortisasi agio/disagio. Sedangkan investasi obligasi dalam kelompok tersedia untuk dijual disajikan dalam neraca sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi untuk kelompok tersedia untuk dijual harus dilaporkan sebagai komponen ekuitas yang disajikan secara terpisah dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau rugi tersebut direalisasi.

10.2 Jenis Obligasi


Pengelompokan obligasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu: (a) Ditinjau dari waktu jatuh temponya, ada dua macam obligasi yaitu obligasi biasa (term bonds) dan obligasi berseri (serial bonds). Obligasi biasa adalah obligasi yang jatuh tempo pada saat yang sama, sedang obligasi berseri adalah obligasi yang jatuh temponya berurutan dalam periodeperiode tertentu. (b) Ditinjau dari jaminannya, ada dua macam obligasi yaitu obligasi yang dijamin dan obligasi yang tidak dijamin. Jaminan ini berbentuk aktiva tetap yang dimiliki perusahaan (hipotik). Obligasi yang dijamin berarti memberi jaminan pada investor bila perusahaan tidak dapat membayar utangnya, investor dapat mengklaim jaminan itu. Jaminan yang diberikan dapat beberapa tingkatan, jaminan tingkat pertama berarti mempunyai klaim yang pertama, jaminan tingkat kedua berarti klaimnya terhadap jaminan adalah sesudah obligasi dengan jaminan pertama Kadang-kadang jaminan dapat diberikan dalam bentuk surat-surat berharga (saham dan obligasi) perusahaan lain yang dimiliki. (c) Obligasi yang dijamin oleh pihak lain disebut obligasi bergaransi, misalnya perusahaan induk menjamin obligasi anak perusahaannya. (d) Obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham disebut obligasi yang dapat ditukarkan, pertukaran ini tergantung pada keinginan pemegang obligasi. Apabila obligasi dapat ditukarkan dengan saham maka investor dapat mengubah pemilikannya menjadi pemegang saham, oleh karena itu obligasi seperti ini banyak menarik perhatian investor. (e) Ditinjau dari bentuknya obligasi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu obligasi atas nama dan obligasi kupon. Obligasi atas nama hanya dapat diambil bunganya oleh orang yang namanya terdaftar, sehingga kalau dijual harus dilaporkan ke perusahaan yang mengeluarkan obligasi itu. Obligasi kupon merupakan obligasi yang bebas, tidak atas nama. Setiap

lembar obligasi disertai dengan kupon-kupon sebanyak tanggal pembayaran bunga, kupon-kupon itu digunakan untuk mengambil bunga. Karena tidak atas nama maka penjualan obligasi ini tidak perlu diberitahukan pada perusahaan yang mengeluarkan. Harga jual (beli) obligasi tidak selalu sebesar nilai nominalnya. Besarnya harga ditentukan oleh tingkat bunga obligasi. Semakin besar bunganya, harga obligasi semakin tinggi dan sebaliknya semakin kecil bunga obligasi, semakin rendah harganya. Untuk mengetahui apakah bunga obligasi itu cukup besar atau kurang, dibandingkan antara persentase bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar. Apabila persentase bunga obligasi melebihi tingkat bunga di pasar, maka harga jual obligasi akan di atas nilai nominal (agio), tetapi bila tarif bunga obligasi lebih rendah daripada tingkat bunga di pasar' maka harganya di bawah nilai nominal (disagio). Agio atau disagio obligasi merupakan perbedaan antara tarif bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar untuk seluruh bunga obligasi yang dibayarkan. Bunga obligasi ditambah atau dikurangi dengan agio atau disagio yang timbul pada saat pembelian menunjukkan hasil sesungguhnya dari obligasi, disebut tarif efektif. Untuk menentukan besarnya harga obligasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Menghitung nilai tunai dari jumlah jatuh tempo ditambah nilai tunai bunga yang akan diterima.

Contohnya sebagai berikut : Pada tanggal 1 Januari 2005 Tuan Tamma membeli obligasi dari PT Hasta nominal Rpl0.000.000,-, bunga 7% per tahun dibayarkan setiap tanggal 31 Desember, jatuh tempo tanggal 31 Desember 2009, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sesungguhnya (tarif efektif) sebesar 8%. Perhitungan harga beli oleh Tuan Syarif sebagai berikut: (a) Nilai tunai jumlah jatuh tempo = Rpl0.000.000,- x 0,68058 = Rp6.805.800,(b) Nilai tunai bunga yang akan diterima = Rp700.000,- x 3,99271

= Rp2.794.897,Jadi harga beli obligasi di atas agar menghasilkan tarif efektif 8% adalah sebesar Rp6.805.800,- + Rp2.794.897,- = Rp9.600.697,- atau dengan kata lain ada disagio obligasi sebesar Rpl0.000.000,- - Rp9.600.697,- = Rp399.303,-. Apabila hasil sesungguhnya (tarif efektif) yang diharapkan sebesar 5% maka harga obligasi sebagai berikut: (a) Nilai tunai jumlah jatuh tempo = Rpl0.000.000,- x 0,78353

= Rp7.835.300,(b) Nilai tunai bunga yang akan diterima = Rp700.000,- x 4,32948

= Rp3.030.636,Harga belinya sebesar = Rp7.835.300,- + Rp3.030.636,- = Rpl0.865.936,- atau dengan kata lain ada agio obligasi sebesar Rp865.936,-.

10.3 Pencatatan Investasi Obligasi


Obligasi yang dibeli untuk tujuan penanaman modal jangka panjang dicatat dengan jumlah harga perolehannya yaitu harga beli ditambah semua biaya pembelian seperti k'omisi, meterai, provisi dan Iain-lain. Apabila harga beli berbeda dengan nilai nominal obligasi, selisihnya disebut agio atau disagio obligasi. Agio obligasi adalah selisih harga beli obligasi di atas nilai nominal sedangkan disagio obligasi adalah selisih harga beli obligasi di bawah nilai nominal. Obligasi yang dimiliki dengan cara ditukar dengan aktiva, harga perolehannya dihitung sebesar harga pasar aktiva tersebut. Apabila obligasi dibeli di antara tanggal pembayaran bunga, pembeli membayar harga beli ditambah bunga berjalan yaitu bunga sejak tanggal pembayaran bunga terakhir sampai tanggal pembelian obligasi. Pembayaran bunga berjalan ini bukan merupakan harga perolehan obligasi. Selanjutnya disasjikan contoh, Nyonya Hasna membeli obligasi PT Milenia pada tanggal 1 Mei 2005, nominal Rpl.000.000,-, bunga 12% dengan harga beli sebesar Rpl.000.000,-. Biaya pembelian, yaitu komisi dan meterai sebesar Rp25.000,-. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Harga perolehan obligasi dan bunga berjalan dihitung sebagai berikut: Harga belt obligasi dan materai Rp1.000.000,- Komisi 25.000,Rpl.025.000,Bunga berjalan (1 Maret - 1 Mei) 2/12 x 12% x Rpl.000.000,uang yang dibayarkan 20.000,- Jumlah Rpl.045.000,-

Jurnal yang dibuat oleh Nyonya Hasna untuk mencatat pembelian obligasi di atas sebagai berikut:

Rpl.045.000, Dalam jurnal tersebut rekening pendapatan bunga obligasi didebit dengan jumlah Rp20.000,- yaitu bunga berjalan yang dibayarkan kepada penjual obligasi, sehingga pada tanggal 1 September 2005 yaitu tanggal pembayaran bunga akan dibuat jurnal sebagai berikut: Kas Pendapatan bunga obligasi Rp60.000,Rp60.000,-

Investasi obligasi Pendapatan bunga obligasi Kas

Rpl.025.000,20.000,-

Perhitungan: Bunga = 6/12 x 12% x Rpl .000.000,- = Rp60.000,Apabila bunga berjalan yang dibayarkan kepada penjual obligasi didebitkan ke rekening piutang bunga obligasi, maka pada tanggal 1 September 2005 penerimaan bunga obligasi dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Kas Piutang bunga obligasi Pendapatan bunga obligasi Rp60.000,Rp20.000,40.000,-

Ditinjau dari segi kepraktisan, akan lebih mudah bila bunga berjalan didebitkan pada rekening pendapatan bunga obligasi. Selanjutnya akan disajikan contoh perhitungan amortisasi agio dan akumulasi disagio dengan metode garis lurus beserta jurnal-jurnal untuk mencatatnya. (1) Pada tanggal 1 Maret 2005 dibeli obligasi, nominal Rpl.000.000,-, bunga 12%, jatuh tempo tanggal 31 Desember 2007 dengan harga Rp966.000,termasuk komisi dan meterai. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli tiap-tiap tahun. Pada tanggal 31 Desember 2007 obligasi dilunasi oleh perusahaan yang mengeluarkan. Perhitungan: Harga beli berjalan: 2/12 x l2% x Rpl.000.000,uang yang dibayarkan Rp966.000,- Bunga 20.000,- Jumlah Rp986.000,-

Disagio obligasi = Rpl.000.000,- - Rp966.000,- = Rp34.000,-, akan diakumulasikan selama umur obligasi yaitu 34 bulan (1 Maret 2005 s.d. 31 Desember 2007). Akumulasi disagio setiap bulan sebesar Rp34.000,- : 34 = Rpl.000,-. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut:

Transaksi 1-3-2005 Pembelian obligasi

1-7-2005 Penerimaan bunga 6/l2 x l2% x Rpl.000.000.00 = Rp60.000,- Kas 31-12-2005 Penyesuaian a) Mencatat bunga 6 bulan b) Akumulasi disagio 10 bulan x Rpl000.- = RpI0000.1-1-2006 a) Penyesuaian kembali b) Penerimaan bunga

Jurnal Penanaman modal dalam obligasi Rp 966.000.Pendapatan bunga obligasi 20 000.- Rp906.000. Kas Rp60.000. Rp60.000. Rp60 RpI0 000.RpI0

- Pendapatan bunga obligasi Piutang bunga Rp60.000.Pendapatan bunga obligasi 000.- Penanaman modal dalam obligasi Pendapatan bunga obligasi 000.Pendapatan bunga obligasi Piutang bunga Pendapatan bunga obligasi 000.Rp60.000.-

Rp60.000.- Kas Rp60.000.Rp60

Kas Rp60.000.1-7-2006 Pendapatan bunga obligasi Rp60 Penerimaan bunga 6/12 x 12% x Rpl.000 000,- = Rp60 000.000.31-12-2006 Penyesuaian a) Mencatat pendapatan bunga Piutang bunga Rp60.000.Dalam tahun 2007 dibuat jurnal seperti dalam tahun 2006. Pada tanggal Pendapatan bunga obligasi Rp60 31 b) Akumulasi disagio 000,12 bulan x Rpl.000.Desember 2007 ketika obligasi dilunasi dibuat jurnal sebagai berikut:

Kas Investasi obligasi

Penanaman modal dalam obligasi Pendapatan bunga obligasi -

Rpl2.000.Rpl2.000.

Rpl.000.000, Rpl.000.000,-

(2) Pada tanggal 1 April 2005 dibeli obligasi, nominal Rpl.000.000,- bunga 12%, jatuh tempo tanggal 31 Desember 2007, dengan harga Rpl.066.000,- (termasuk komisi dan biaya pembelian lain). Bunga dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal jatuh tempo, obligasi dilunasi. Perhitunga n: Harga beli obligasi Bunga berjalan: 1/12 x 12% x Rpl.000.000,Jumlah yang dibayarkan

Rpl.066.000,10.000,Rpl.076.000,-

Agio obligasi sebesar Rp66.000,- (Rpl.066.000,- - Rpl.000.000,-) akan diamortisasi selama pemilikan obligasi (1-4-2005 s.d. 31-12-2007) - 33 bulan. Amortisasi agio tiap bulan - Rp66.000,-/33 = Rp2.000,-. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut:
Transaksi 1-42005 Pembelian obligasi obligasi Jurnal

Penanaman modal dalam Pendapatan bunga obligasi Kas

Rp1.066.000, 10 000.00 Rp60.000. -

Rp1.076.000.-

1-7-2005 Penerimaan bunga 6/l2 x l2% x Rpl.000.000.- = Rp60.000,31-12-2005 Penyesuaian a) Mencatat bunga 6 bulan b) Akumulasi disagio 10 bulan x Rpl000.- = RpI0000.-

Kas Pendapatan bunga obligasi

Rp60.000.-

Piutang bunga Pendapatan bunga obligasi Penanaman modal dalam obligasi Pendapatan bunga obligasi Pendapatan bunga obligasi Piutang bunga Kas Pendapatan bunga obligasi

Rp40.000. - RpI8 000.-

Rp40 000.RpI8 000.-

1-1-2006 a) Penyesuaian kembali b) Penerimaan bunga

Rp40.000. Rp60.000. -

Rp40.000. - Rp60 000.-

1-7-2006 Penerimaan bunga 6/12 x 12% x Rpl.000 000,- = Rp60 000.31-12-2006 Penyesuaian a) Mencatat pendapatan bunga b) Akumulasi disagio 12 bulan x Rpl.000.-

Kas Pendapatan bunga obligasi Piutang bunga Pendapatan bunga obligasi Pendapatan bunga obligasi Penanaman modal saham obligasi

Rp60.000.

Rp60

000.-

Rp40.000.

Rp40

000,-

Rp24.000. -

Rp24.000.-

Dalam tahun 2007 dibuat jurnal yang sama seperti dalam tahun 2006, sehingga pada tanggal 31 Desember 2007 rekening investasi obligasi akan menunjukkan saldo sebesar Rp 1.000.000,-. Pada saat pelunasan obligasi yaitu tanggal 31 Desember 2007 dibuat jurnal sebagai berikut : Kas Investasi obligasi Rpl.000.000,Rpl.000.000,-

Apabila obligasi yang dimiliki dengan tujuan untuk penanaman modal jangka panjang dijual sebelum tanggal jatuh temponya maka perhitungan laba atau rugi penjualan didasarkan .pada jumlah uang yang diterima dengan nilai buku obligasi. Nilai buku obligasi dihitung dengan cara sebagai berikut: Harga perolehan obligasi ditambah dengan akumulasi disagio sampai tanggal penjualan atau harga perolehan obligasi dikurangi amortisasi agio sampai tanggal penjualan. Selanjutnya disajikan contoh yang masih berkaitan dengan contoh kedua pada tanggal 1 April 2007 dijual dengan harga Rpl.015.000,(sesudah dikurangi komisi dan Iain-lain). Laba rugi dihitung sebagai berikut : Harga perolehan obligasi Amortisasi agio : Rp.1.066.000, 2005 = 9 x Rp. 2.000,= Rp. 18.000,2006 = 12 x Rp. 2.000,= 24.000,2007 = 3 x Rp. 2.000,= 6.000,Nilai buku obligasi 48.000,Harga jual obligasi Rp.1.018.000,Rp.1.015.000,Rugi penjualan obligasi Bunga berjalan: 1 /12 x 12% x Rp 1.000.000,Rp 3.000,- Uang yang diterima = Rpl.015.000,- + Rpl0.000,Rpl.025.000, Penjualan obligasi pada tanggal 1 April 2007 di atas dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Mencari amortisasi agio Selama 3 bulan Mencatat penjualan bunga Dan penerimaan bunga Pendapatan bunga obligasi

Penanaman modal dalam obligasi Kas Rugi penjualan obligasi Penanaman modal dalam obligasi Pendapatan bunga obligasi

Rp 6.000,Rp1.025.000,3.000,-

Rp6.000,-

Rp1.018.00 0 ,10.000,-

Selanjutnya obligasi yang dapat dilunasi kembali sebelum tanggal jatuh tempo biasanya dilakukan dengan memberi agio pada pemegang obligasi pada waktu pelunasan itu terjadi. Akumulasi disagio atau amortisasi agio dalam buku investor tidak lagi dengan cara garis lurus tetapi menggunakan cara amortisasi yang dipercepat. Seperti pada obligasi dikeluarkan pada tanggal 1 Januari 1992 dan jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 2010. Daftar tanggal pelunasan dengan jumlah pelunasan sebagai berikut: Dilunasi pada tanggal 1 Januari 1995 sampai 31 Desember 1999 = 105. Dilunasi pada tanggal 1 Januari 2000 sampai 31 Desember 2004 = 103. Dilunasi pada tanggal 1 Januari 2005 sampai 31 Desember 2009 = 101. Apabila obligasi ini dibeli oleh investor di atas nilai nominal maka perhitungan amortisasi agionya harus dibuat sedemikian rupa agar nilai buku obligasi tidak melebihi nilai jatuh tempo tiap-tiap jangka waktu. Misalnya obligasi nominal Rpl.000.000,- dibeli dengan harga Rpl.100.000,-, amortisasi yang dipercepat dihitung sebagai berikut: Rpl.100.000,- - Rpl.050.000,- : 3 tahun (1992-1994) = Rpl6.667,- per th. Rpl.050.000,- - Rpl.030.000,- : 5 tahun (1995-1999) = Rp4.000,per th. Rpl.030.000,- - Rpl.010.000,- : 5 tahun (2000-2004) = Rp4.000,- per th. Rpl.010.000,- - Rpl.000.000,- : 5 tahun (20052009) = Rp2.000,- per th. Dengan amortisasi yang dipercepat, nilai buku investasi obligasi sama dengan jumlah pelunasan pada akhir suatu jangka waktu. Obligasi yang agio atau disagionya tidak lebih besar dari nilai jatuh tempo setiap periode, tidak menimbulkan masalah. Pelunasan obligasi seperti ini dicatat dalam buku investor dengan debit kas, kredit penanaman modal dalam obligasi, sedang laba ruginya merupakan selisihnya. Penerimaan bunga obligasi tetap dikreditkan ke rekening pendapatan bunga obligasi. Apabila obligasi yang dimiliki ditukarkan dengan surat berharga lain maka rekening investasi obligasi ditutup dan dibuka rekening penanaman modal yang baru. Surat berharga

yang diterima dicatat sebesar harganya di bursa, selisihnya dengan nilai buku obligasi dicatat sebagai laba atau rugi. Misalnya obligasi yang dimiliki nominal Rp 100.000,-, bunga 12%, dibayarkan tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada tanggal 1 April 2005 nilai bukunya sebesar Rpl02.400,-, dan ditukarkan dengan 10 lembar saham biasa, nominalRpl0.000,- per lembar. Pada tanggal tersebut harga pasar saham biasa tercatat sebesar Rpl.2.000,- per lembar.

Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi di atas sebagai berikut:


Mencari amortisasi agio Selama 3 bulan Mencatat pertukaran obligasi dgn saham Mencatat penjualan bunga Berjalan untuk 1 bulan 1/12 x 12% x Rp100.000,Pendapatan bunga obligasi Penanaman modal dalam obligasi Penanaman modal dalam saham Penanaman modal dalam obligasi Laba pertukaran obligasi Kas Pendapatan bunga obligasi Rpxx

Rpxx

Rp120.000, -

Rp102.400,17.600.00

Rp1.000., -

1.000,-

10.4 Dana Pelunasan Obligasi


Perusahaan yang mengeluarkan obligasi, seringkali harus mengumpulkan dana pelunasan obligasi agar dapat memenuhi perjanjian pada waktu menjual obligasi. Dana yang terkumpul digunakan untuk melunasi obligasi pada tanggal jatuh tempo. Dana biasanya dibentuk dengan simpanan tiap-tiap periode, simpanan ini bisa dalam jumlah yang sama, dapat juga dengan jumlah yang tidak sama. Dana yang dibentuk dapat diurus sendiri oleh perusahaan, dapat pula diserahkan pada pihak lain. Dana yang dikumpulkan dapat digunakan untuk mencari tambahan penghasilan, biasanya dibelikan surat-surat berharga jangka pendek. Apabila dana diurus sendiri maka semua transaksi yang berhubungan dengan dana ini langsung dicatat dalam buku-buku perusahaan. Apabila dana diserahkan pada wali, setiap periode wali mengirimkan laporan mengenai kegiatan dana. Pencatatan dalam bukubuku perusahaan dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari wali.

(1) Dana diurus sendiri


Transaksi 2005 1 Juli 2005 PT Alfa memisahkan Rpl20 000,sebagai simpanan pertama setiap setengah tahun untuk dana pelunasan obligasi Simpanan akan dilakukan sebanyak 20 kali dengan jumlah yang sama Jurnal DPO Kas Kas Rp12.000 Rp120.000

R Juli DPO Surat Berharga 2005 Dana digunakan untuk membeli surat- DPO Pendapatan surat berharga Rpl06.800Bunga bunga DPO Kas berjalan dibayar sebesar Rp375 20 November 2005 Menerima bunga dari surat-surat berharga sejumlah Rp2.250 000 30 Desember 2005 Biava penyimpanan dana sebesar Rp600 dibayar Simpanan kedua sebesar Rpl20.000.00 dimasukan DPO Mencatat piutang bunga dan suratsurat berharga sebesar Rp480 Mencatat amortisasi premium dari surat- surat berharga sebesar Rp300 Menutup biaya dan pendapatan DPO bunga DPO Kas DPO Pendapatan bunga DPO Biaya DPO Kas DPO Kas Kas Piutang bunga DPO surt brhrga DPO pendapatan bunga DPO pendapatan DPO surat berharga DPO Pendapatan DPO biaya Laba rugi berharga sesudah perhitungan amortisasi premium sebesar Rp3.180 000 Saldo DPO-Kas pada tanggal ini sebesar Rp45.000 dan uang yang

Rp106.80 0 375

Rp107175

Rp2.250

Rp2.250

Rp600 Rp120.00 0 Rp480 Rp300 Rp2.055

Rp600 Rp120.000 Rp480 Rp300

Rp600 1.455 dilema dari penjualan surat berharga ditambah kan pada saldo DPOKas Pelunasan obligasi dari DPO-

2014 31 Desember20l4 Menjual surat-surat berharga dengan harga Rp3 300 000.00 (termasuk bunga berjalan Rp24 000.00) Nilai buku surat

Kas sebesar Rp3 000 000. Mengembalikan saldo DPO-Kas ke rekening kas Menutup rekening nominal yang berhubungan dengan DPO

DPO Kas DPO Sural berharga DPO Pendapatan bunga laba penjualan sural berharga DPO

Rp3.300.000

Rp3180.000 24.000 96.000

Utang obligasi DPO kas Kas DPO kas DPO pendapatan bunga Laba penjualan surat berharga Laba rugi

Rp3.000.000 Rp3.000.000 Rp.345.000 Rp.345.000 Rp24.000 96.000 Rp120.000

(2) Dana diurus pihak lain


Transaksi Jurnal dalam Buku Perusahaan 2005 1 Juli 2005 DPO PL Rp120.000 PT Alfa memisahkan Rp120.000 sbg Kas simpanan petama setiap setengah tahun Rp120.00 untuk pelunasan obligasi. Simpanan akan 0 dilakukan sebanyak 20 kali dengan jumlah yang sama. 8 Juli 2005 Dana digunakan untuk membeli suratsurat berharga seharga Rpl06.800 Bunga berjalan dibayar sebesarRp375 20 November 2005 Diterima bunga dari surat-surat berharga sejumlahRp225 0 30Desember200 5 Biaya penyimpangan dana sebesar Rp600 dibayar Simpanan kedua sebesar Rp 120 000 dimasukan ke DPO Mencatat piutang bunga dari surat-surat berharga sebesar Rp4S0. Mencatat amortisasi agio dari surat-surat berharga sebesar Rp300 Mengakui biaya dan pendapatan dari Jurnal dalam Buku Perusahaan

Kas PT ALFA Penanaman modal

Rp120.000 Rp120.000

Rp106.80 0 dalam surat berharga Pendapatan bunga 375 Kas Rp107.175

DPO Menutup biaya dan pendapatan

Kas Rp2.250 Pendapatan bunga Rp2.250 Biaya Rp600 Kas Rp600 Kas Rp120.000 DPO PL Rp120.000 PT Alfa Rp120.000 Kas Rp480 Rp120.00 Piutang bunga Pendapatan bunga Rp480 0 Pendapatan bunga Rp300 Penanaman modal dlm surat berharga Rp300 Pendapatan bunga Rp2.055 Biaya Rp 600 DPO PL Rp1.455 PT Alfa 1.455 DPO Biaya 600 DPO pendapatan bunga Rp2.055 DPO pendapatan bunga Rp2.055 DP biaya Rp600 Rp3.300.000 Laba rugi 1455 Kas Penanaman modal dlm surat berharga Rp3180.000 Pendapatan bunga 24.000 Laba penjualan surat berharga 96.000 PT Alfa Kas PT Alfa Kas Rp 3.000.000 Rp 3.000.000 Rp345.000 Rp345.000

DPO

2014 ,31 December 2014 Menjual surat-surat berharga dengan harga Rp3.300.000 (termasuk bunga berjalan Rp24 000) Nilai buku surat berharga sesudah perhitungan amortisasi agio sebesar Rp3.180 000 Saldo DPO- Kas pada tanggal ini sebesar Rp45 000 dan uang yang diterima dari penjualan surat berharga ditambahkan pada saldo DPO-Kas Pelunasan obligasi dari DPO kas sebesar Rp3.000.00

Utang obligasi Rp3.000.000 DPO PL Rp3.000.00 0 Kas Rp345.000 DPO PL Rp345.00 0 DPO PL Rp120.000 DPO Pendapatan bunga Rp24.000 Laba penjualan surat berharga 96.000 DPO Pendapatan bunga Rp24.000 Laba penjualan surat berharga 96.000 Laba rugi Rp120.000

Pendapatan bunga Rp.24.000 Laba penjualan surat berharga DPO 96.000 PT Alfa Rp120.000