Anda di halaman 1dari 31

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi


Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS al-Anfal 8:60) 1

Penulis: Abdurahman Al-Mukaffi Penerbit: DARUL FALLAH JAKARTA Cetakan Pertama: 1415 H

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

50 PERISAI MUKMIN
MUQADDIMAH

Risalah mungil ini saya hadirkan kepada sidang pembaca dengan tujuan agar setiap Mukmin tidak lupa bahwa dirinya memiliki senjata-senjata pamungkas. Yang dengannya ia dapat menggusur setiap kecenderungan tindak kefasikan dan kezaliman yang akan menjadikan dirinya orang-orang yang munafik. Dan tentunya pula menjadi senjata yang menggetarkan tali jantung musuh -musuh Islam. Tiap-tiap point dalam risalah ini sengaja disajikan dengan sangat praktis. Yang diharapkan dapat memenuhi segala keganjilan kajian secara teoritis untuk masuk kepada alam kenyataan atau realitas. Hari ini bahkan masa yang telah lalu tidak dapat terjawab sekedar mengkoleksi memori anda dengan tumpukan kitab-kitab kajian ke-Islaman tanpa pengamalan. Bukankah telah kita saksikan bersama dalam sirah nabawiyah bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bukanlah seorang ahlul kitab yang hanya pandai berkoar tentang Kitabullah tanpa menegakkannya. Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam telah mengobarkan semangat jihad kepada para sahabatnya di dalam majelisnya, dan beliau pun terjun langsung di medan laga jihad. Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam telah mengajarkan hukum-hukum Allah Subhanahu wa Taala kepada para sahabatnya di dalam majelisnya, dan beliau pun turun melaksanakannya kepada para pendosa yang ingin mensucikan dirinya. Singkat kata, Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam telah mengajarkan segala sesuatu di dalam majelisnya dan menegakkannya dengan sempurna. Sebaliknya, mereka yang hanya pandai berbicara dalam majelisnya tanpa menegakkannya Allah Subhanahu wa Taala memandang mereka sebagai orang-orang yang tidak beragama sedikitpun. Renungkanlah firman Allah Subhanahu wa Taala di bawah ini:


"Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu." (QS al-Maa-idah 5:68). Dan, semoga Allah Subhanahu wa Taala menjauhkan diri kita dari predikat Ahlul Kitab. Aamien. Penulis, 4 Syafar 1415 H. Abdurrahman AI-Mukaffi

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

1). Al-Qur'an Al-Qur'an bagi seorang Mukmin merupakan perisai yang dapat menunjukkan (Al-Huda), membuktikan (Al-Bayan), dan membedakan (Al-Furqan) segala aktivitas kehidupan dengan sempurna karena memiliki kebenaran mutlak yang menjamin kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Atas Mukmin yang demikian Qur'an bukan sekedar bacaan yang mengisi kekosongan waktu setelah melaksanakan shalat-shalat fardhu atau acara-acara ritual lainnya dalam perayaan hari-hari besar Islam. Lebih dari itu bacaan Qur'annya memberi pelajaran sebagai tambahan asset atas keimanan yang sudah ada untuk tunduk mengimani Qur'an, berpedoman kepadanya, mengadili di antara manusia dengannya, dan tidak merasa keberatan dengan segala putusan yang telah digariskan. Pendek kata, Qur'an telah menjadi perisai kepribadiannya dengan sifat dan kemanfaatannya sebagai: Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima Keenam Ketujuh : : : : : : : Hudan yang berarti petunjuk (QS Yunus 10:57). Syifa' yang berarti obat penawar (QS Yunus 10:57). Rahma yang berarti kasih sayang (QS Yunus 10:57). Mau'idhah yang berarti kasih nasihat (QS Yunus 10:57). Nuran yang berarti cahaya (Qs an-Nisa' 4:174). Basyirun yang berarti penggembira (QS Fushshilat 41:3). Nadzirun yang berarti pengancam (QS Fushshilat 41:3).

2). Al-Iman Perisai yang satu ini adalah langkah yang mengawali seseorang untuk mengenal hakikat siapa Tuhan yang patut disembah, malaikat-malaikat yang harus diyakini, nabi-nabi dan rasul yang harus diteladani, kitab-kitab yang harus dipedomani, hari akhir yang tidak dapat dipungkiri, qadla' dan qadar yang harus diimani. Tidak ada satu perisai yang lebih mahal dari bumi dan seisinya melainkan perisai iman. Wanita, anak-anak, kendaraan, perniagaan yang dikhawatirkan akan kerugiannya, dan jabatan merupakan perhiasan yang menyilaukan hati sekian banyak manusia dan tidak mempunyai kemanfaatan sedikitpun tanpa perisai iman. Semuanya itu justru menjadi fitnah yang akan digantungkan pada leher seseorang yang tidak memiliki kendali iman. Sebaliknya, semua perhiasan itu menjadi satu amanat jika berada di tangan orang yang memiliki perisai iman. Orang -orang yang siap menjalankan perintah, menjauhi segala larangan, dan yang akan menerima janji-janji dan berita gembira.

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


"Katakanlah: 'Siapakah yang mengharapkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan rezki yang baik?' Katakanlah: 'Semuanya itu bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat -ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui." (QS al-A'raaf 7:32).

3). Ilmu Orang yang memiliki perisai ini akan menjadi cahaya di t engah gelapnya alam jahiliyah. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan kitabnya berisi ilmu. Dan dengan kitab itulah para nabi dan rasul dikaruniai perisai ini. Perisai yang dapat mengeluarkan ummat manusia dari kekafiran, kefasikan dan kezaliman diri mereka kepada keimanan. Bahkan manusia hanya dapat menguasai alam dengan perisai ilmu. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


"Allahlah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seidzin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir." ( QS al-Jaatsiyah 45:12-13). Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Taala telah mengangkat derajat orangorang yang memiliki perisai ini dengan landasan iman. Karena tidaklah dikatakan berilmu atau bermanfaat ilmunya sedikitpun tanpa adanya kendali iman. Sebagaimana tersirat dalam firman-Nya yang berbunyi:

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi


"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al-Mujaadilah 58:11). 4). Taubat Membenamkan diri dalam lumpur dosa merupakan perbuatan yang menutup semua jalan kebaikan yang akan mendorong seseorang ke dalam jurang neraka. Umumnya orang yang seperti ini telah menganggap dirinya sangat kotor hingga sulit untuk dibersihkan dan menganggap sudah kepalang tanggung. Dan ini merupakan kekeliruan yang besar. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan taubat sebagai satu-satunya perisai yang dapat menghapus dosa-dosa dan memudahkan langkah untuk mengadakan berbagai macam perbaikan dan amal shaleh. Untuk itu segeralah bertaubat! Karena perisai ini memiliki kadaluarsa ketika ajal datang menjemput dan kiamat tiba. Dan Mukmin yang memiliki perisai ini tidak akan lari dari empat perkara yang menunjang keabsahan taubatnya, yaitu: Pertama Kedua Ketiga : : : Menghentikan maksiat. Menyesali atas perbuatan yang telah dilakukannya. Berniat sungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan maksiat tersebut. Bila terkait hak manusia, wajib atasnya meminta maaf dan mengembalikan hak orang yang dizalimi.

Keempat :

Dan, taubat yang hanya diterima di sisi Allah Subhanahu wa Taala tertuang dalam firman-Nya yang berbunyi:


Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS an-Nisaa' 4:17).

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

5). Hijrah Perisai ini merupakan refleksi dari perwujudan taubat yang memiliki keterkaitan mutlak dalam rangka menegakkan kalimat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang dalam sirah bisa kita baca bahwa para nabi dan rasul dalam mengemban amanahnya diperintahkan pula oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk berhijrah. Begitu pun atas Mukmin yang benar keimanannya, yang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berhijrah selama pintu taubat masih terbuka menjelang datangnya ajal dan kiamat. Sebagaimana yang disinyalir Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahwa tidak akan terputus hijrah sehingga terputus taubat. Yaitu, hijrah dengan taubatnya dari alam jahiliyah kepada ca haya Islam. Hijrah dengan taubatnya dari dosa kepada pahala. Hijrah dengan taubatnya dari panasnya bara api neraka kepada kenikmatan surga. Dan semua ini merupakan sebuah proses yang menuntut sekian banyak pengorbanan. Baik terbentuk harta maupun jiwa. Dan atas orang-orang yang istiqamah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan bagi mereka dalam firman-Nya yang berbunyi:


Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. (QS an-Nisaa' 4:100). 6). Jihad Ini pun merupakan perisai perwujudan refleksi atas orangorang yang berhijrah dengan sungguh-sungguh. Yaitu, dengan mengadakan perbaikan melalui peningkatan amal shaleh yang diperintahkan dan menjauhi segala apa yang dilarang. Dan atas mereka inilah peran amar makruf terealisasi dengan sempurna. Karena mereka memiliki ciri-ciri yang diisyaratkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam AI-Qur'an, diantaranya: Pertama : Kedua : Ketiga : Keempat : Kelima : Berperang di jalan Allah (QS an-Nisa 4:76). Berjihad dengan pedoman Al-Qur'an (QS al-Furqan 25:52). Berjihad dalam barisan yang teratur (QS al-Anam 61:4). Siap mengorbankan harta dan jiwa (QS at-Taubah 9:111). Tertindas (QS al-Qashash 28:4). 7

Dan, atas mereka yang memegang erat-erat perisai jihadnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan mereka kemenangan dan berkuasa di muka bumi, tapi bila mereka gugur Allah Subhanahu wa Ta'ala telah tetapkan atas mereka rezki yang tidak terputus dan surga yang kekal nan abadi.
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

Dari Abu Hurairah ra., katanya Nabi bersabda: "Allah menggembirakan hati orangorang yang berperang fi sabilillah, yaitu orang yang berperang semata-mata karena iman kepada Allah dan Rasul-Nya, ia akan kembali membawa kemenangan dan harta rampasan, atau dimasukkan ke dalam surga."(HR. Bukhari). 7). Shalat Perisai Mukmin yang tak dapat lagi dipungkiri keampuhannya ialah shalat. Allah Subhanahu wa Taala telah menetapkan dalam firman-Nya bahwa shalat merupakan sarana amar makruf nahi munkar, sebagai penolong dan alat kontrol bagi Mukmin agar bersabar terhadap segala bencana dan mara-bahaya yang senantiasa datang dan mengintai sebagai ujian atas keimanannya. Dan dalam hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengabarkan tentang hakikat shalat yang diumpamakan sebagai tiang agama bagi yang menegakkannya dan kehancuran atas mereka yang melalaikannya. Bahkan ditandaskan pula oleh beliau perbedaan antara si Mukmin dengan si Kafir adalah dengan menegakkan shalat dan tidaknya. Oleh karena itu, seorang Mukmin dengan penuh kesadaran akan senan tiasa memperhatikan waktu-waktu shalatnya. Disamping itu ia akan menegakkannya di tempat yang suci lagi di sucikan, dengan kekhusyu'an, penuh kesabaran, dan tidak lupa memberi peringatan atas orang-orang yang melalaikannya. Maka shalat seperti inilah yang akan menjadi perisai untuk menggapai kemen angan. Kemenangan secara kaffah, hancurnya yang munkar dan tegaknya yang makruf.


"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar." (Al-'Ankabuut :45). 8). Zakat Perisai yang satu ini kewajibannya sama dengan menegakkan shalat. Dalam banyak ayat perintah shalat selalu beriringan dengan perintah mengeluarkan zakat. Karena tidaklah tercegah yang keji dan munkar, atau tidaklah tegaknya tiang agama, sebagaimana yang disinyalir Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, tanpa pendanaan dari orang-orang Mukmin yang ingin membersihkan atau mensucikan dirinya dari keruhnya jiwa dan harta mereka yang sulit untuk dideteksi. Untuk itu, amat berat atas Mukmin yang komit berlaku kikir untuk kebaikan dirinya sendiri.
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

9). Puasa Kalaulah ada orang yang paling amanat dan memegang janjinya; maka itulah orang-orang yang mengerjakan puasanya dengan benar. Memang manusia tidak melihat bila ia melangkahi rukun-rukun puasa, namun ia sadar Allah Subhanahu wa Taala melalui para malaikat-Nya tidak lengah mencatat segala ketaatan atau pengkhianatan. Dari sini seorang Mukmin menyadari benar, puasa menjadi perisai yang memproduk jiwanya menjadi seorang yang amanat. Dan orang yang amanat tidak akan menyalahi janji. 10). Haji Salah satu Rukun Islam ini, adalah perisai pendobrak dari kesenjangan sosial antara Mukmin yang berdiri dalam satu aqidah. Selain mengunjungi BaituIlah, Allah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memerintahkan pula untuk memakmurkannya. Adapun saat ini kita saksikan Islam di berbagai belahan bumi menjadi terpecah-belah dalam kemiskinan, kebodohan dan penindasan musuhmusuh Allah. Sehingga hikmah yang paling fundamen dari pelaksanaan ibadah haji kehilangan maknanya. Yang ada justru kesatuan aqidah dan persekongkolan kaum Yahudi. Padahal ibadah haji ini merupakan perisai yang dapat menstabilkan perekonomian ummat Islam skala dunia jika terikat dalam aqidah Islamiyah yang tsabit. 11). Ghadhul Bashar (Menundukkan Pandangan) Perisai yang satu ini sudah teramat sering disampaikan para da'i dalam berbagai kesempatan maupun dalam banyak kajian bukubuku. "Bosan!" Itu mungkin perkataan yang terselip di dada seseorang yang fasik. Padahal kebosanannya mendengar atau membaca perkara yang terkait dengan ghadhul bashar, tetap saja tidak dapat mengendalikan pandangan matanya yang seliar buaya lapar. Kalau saja dia menyadari kekeliruannya, paling tidak dia dapat mengambil hikmah betapa sulitnya mengendalikan pandangan matanya. Perintah menundukkan pandangan mata ini mempunyai tujuan untuk menyelamatkan ummat manusia dari pekerjaan munkar. Yang disadari atau tidak pandangan mata merupakan motor penggerak utama segala perbuatan munkar. Dan seorang Mukmin yang benar keimanannya akan menyelamatkan dirinya dari perbuatan munkar dengan menundukkan pandangannya.

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

12). Hijab Selain menundukkan pandangan mata, Allah Subhanahu wa Taala memerintahkan pula kepada Mukmin laki-laki dan perempuan untuk menutupi 'aurat mereka. Tidak berarti perintah menundukkan pandangan mata tanpa disertai dengan menutup 'aurat. Kedua perintah ini sejalan dan harus ditaati. Karena apalah artinya menutup 'aurat tapi matanya jelalatan, atau menundukkan pandangan karena malu sedang ia bertelanjang. Singkat kata, kedua perintah ini saling melengkapi dan menjadi perisai untuk menyelamatkan masyarakat dari dekadensi moral. 13). Munakahat (Nikah) Realisasi dan legistimasi hubungan yang diterima di sisi Allah, Rasulullah, dan ummat manusia antara dua jenis insan adalah nikah. Atas Mukmin yang ingin menyempurnakan separuh agamanya dari kejalangan matanya dan perbuatan lacur, maka tidak ada alasan baginya untuk mengundur-ngundur pernikahan. Dengan menyegerakannya akan terhindarkannya segala hal yang selama ini menjadi bulan-bulanan orang-orang fasik dan kotor. Dia akan bekerja dengan penuh semangat dan konsentrasi, berjiwa pemimpin dan bertanggung jawab, mendapat keturunan yang bersih dari fitnah, dan segala kebaikan yang tidak akan diperoleh orang-orang yang mengabaikan perisai yang satu ini. Nikah. 14). Ikhlas Dari sekian banyak faktor yang sangat prinsip dan menentukan diterima dan tidaknya ibadah dan amal shaleh seseorang tanpa adanya niat ikhlas. Bahkan niat ikhlas merupakan perisai semua ibadah. Dan tidak ada niat ikhlas atas ibadah orang-orang yang mengadakan tandingan dengan segala apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala syariatkan dalam AI-Qur'an. Atau dengan orang-orang yang menambah-nambah berbagai urusan dalam agama (bidah) yang telah diputuskan dengan jelas. Niat ikhlas hanya milik orang-orang yang beribadah semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tidak mengharapkan balasan selain dari-Nya. Dan atas mereka inilah ibadahnya tercatat sebagai amal shaleh. Karena semua ibadah yang mereka lakukan terlepas dari riya'. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:
http://www.akhirzaman.info/

10

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi


"Katakanlah: Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan'. Dan (katakanlah): 'Luruskanlah mukamu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya." (QS AI-A'raaf 7:29). Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: `Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk badan dan rupamu, tetapi langsung melihat niat dan keikhlasan dalam hatimu'." (HR. Muslim). 15). Ridha Perisai ridha adalah buah dari perisai ikhlas. Mukmin yang memiliki perisai ini tidak akan melangkah atau berbuat dengan segala perkara yang akan mengundang murka Allah. Karena hati, perbuatan, dan usahanya telah dihadapkan sepenuhnya untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Begitu pun dalam menghadapi karunia dan musibah. Orang yang berpegang erat dengan perisai ini secara otomatis akan mengeluarkan dua perisai lainnya sebagai pamungkas. Perisai alsyukru atas karunia yang diperolehnya dan perisai sabar atas musibah yang menimpa dirinya. Karena itu pula mereka terhindar dari kekufuran, takabbur, bakhil, dan juga tidak berkeluh kesah atau berputus asa menghadapi musibah yang menimpa dirinya. Bahkan ia sanggup berucap:

11


"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." (AI-Baqarah 2:156). 16). Khusyu' Perisai kali ini hanya diperoleh atas mereka yang telah memiliki perisai jihad. Karena tidak akan dicapai kekhusyu'an tanpa adanya kesungguhan (jihad). Dapat disimpulkan bahwa orang yang khusyu' hanya orang-prang yang berjihad. Pada mereka inilah terealisasi seluruh perintah dan tercegahnya perbuatan munkar. Sebab hanya mereka pula yang siap menanggung berbagai resiko terberat sekalipun demi tegaknya syariat. Dari Abu Sa'id AI-Khudri ra. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: katanya: "Ada orang bertanya: 'Hai Rasulullah! Siapakah manusia yang lebih
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

utama?'Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab: `Orang Mukmin yang berjihad dalam agama Allah dengan diri (Jiwa) dan hartanya. " (HR. Bukhari). 17). Al-Syukru Perisai syukur yang dimiliki seorang Mukmin akan menjadi motivator penggerak untuk melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan. Karena hanya orang-orang yang bersyukur yang bisa amanat terhadap segala nikmat-nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepadanya. Dan hal ini diwujudkan dalam tiga tingkatan rasa syujur secara sempurna. Pertama : Syukur dengan lisan yaitu menyatakan syukur dengan mengucapkan puji-pujian kepada Allah Subhanahu wa Taala. Kedua : Syukur dengan hati, ialah sengaja berbuat taat untuk senantiasa memenuhi perintah dan menjauhi larangan Allah Subhanahu wa Taala. Ketiga : Syukur dengan perbuatan, yaitu pelaksanaan konkret segala perintah dan menjauhi larangan Allah Subhanahu wa Taala. Dan jika tiga tingkatan rasa syukur ini terrealisasi dengan sempurna, maka orang tersebut telah amanat dengan nikmat yang telah diberikan kepadanya dan pantas ditambah nikmat-nikmat lainnya. 18). Al-Rahmah (Kasih Sayang) Diantara sekian faktor terwujudnya kesatuan yang akan membuahkan kekuatan Islam adalah perisai Al-Rahmah. Dalam banyak ayat Allah Subhanahu wa Ta'ala hanya mengikat tali AlRahmah dengan orang-orang yang berdiri dalam aqidah Islamiyah saja, dan memerintahkan untuk bersikap keras lagi tegas terhadap orang-orang musyrik. Karena mana mungkin tegak dan kuatnya kalimat Allah dengan mengikutsertakan orang-orang musyrik yang meninggikan kalimat thaghut. Singkat kata, perisai Al-Rahmah hanya terkait dengan orang-orang yang satu aqidah yang bertujuan menegakkan kalimat Allah. Dan itulah wujud saudara yang sesungguhnya. Yang mereka itu satu dengan lainnya saling sayang menyayangi, bersikap lemah lembut, dan tolong menolong dalam kebaikan. Ambillah ibrah ayat di bawah ini: 12

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi


"Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluarga ku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya'. Allah berfirman: 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya perbuatannya yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." (QS Huud 11:45-46). 19). Sabar Selain shalat, sabar merupakan perisai penolong atas orang-orang Mukmin. Dalam menjalani hidup dan kehidupan seorang Mukmin dihadapkan dengan berbagai problematika selaku khalifah di bumi. Yang akan menerapkan segala apa yang diingini oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala agar terciptanya kehidupan yang penuh rahmat dan berkah. Tentunya hal itu tidaklah mudah. Karena di sekitar mereka terdapat orang-orang yang tidak beriman yang akan menghalangi tegaknya kalimat Allah. Baik itu berupa fitnah, caci maki, intimidasi, dan bahkan sampai sahid. Namun mereka tidak gentar dengan semua itu dan terus melangkah dengan penuh kesabaran. Sebab sebelum melangkah mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mereka pun telah menyadari akan semua akibat yang bakal diterima. Dan kesabaran mereka itu terlahir dari perisai Istiqamah. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

13


"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu dan juga kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak dan menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (QS Ali Imran 3:186).

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

20). Istiqamah Tidak ada satu perisaipun yang dapat menjaga eksistensi keberlangsungan iman dan Islam seorang Mukmin melainkan dengan perisai istiqamah. Iman dan Islam orang yang istiqamah tidak akan hilang atau surut diterjang maut sekalipun. la senantiasa berpegang teguh dengan aqidahnya. Sebagai wujud bahwa dirinya memenuhi janji dari syahadat yang diikrarkannya. Perisai istiqamah ini tercermin dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbunyi:


"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih, dan bergembiralah mereka dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS Fushshilat 41:30). Ayat ini menandaskan bahwa orang yang memiliki perisai istiqamah hanya mengakui Allah sebagai Rabbnya, dengan mendapat jaminan ketenangan hidup, hilang rasa takut, sedih, putus asa dan lain sebagainya. Meskipun mereka diguncang cobaan dan gangguan yang banyak dengan aqidah Islamiyah yang telah berakar di dalam qalbu mereka. 21). Optimis Perisai optimis merupakan ramuan dari perisai jihad, sabar, dan istiqamah. Mukmin yang memiliki perisai ini tidak akan pernah putus asa dengan pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat. Mereka adalah orangorang yang tahan banting dan pantang mundur serta terus maju ke front terdepan. Mereka adalah orangorang yang tak kenal takut dengan kendali rudal nuklir kaum musyrikin selama kalimat Allah belum tegak di bumi yang Allah ciptakan dengan tangan-Nya sendiri. Baginya tiada kata mundur, takut, kalah, patah, hancur atau hilang. Dan tidak dengan banyak kata, harus satu di antara dua. Sahid atau menang. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

14


http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

"Katakanlah: 'Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus-asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (Az-Zumar 39:53). 22). Ketenangan Perisai ini hanya milik Mukmin yang mempunyai perhitungan yang matang dan pandangan yang jauh, berhati hati, tidak gegabah atau sembrono. Dan hal ini terlihat dari tindak-tanduk seseorang yang menginginkan segala kebaikan. Sebagaimana tersurat dalam hadits berikut. Jarir bin Abdillah ra. berkata: "Saya telah mendengar Rasululah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: `Siapa yang diharamkan dari sifat tenang dan lunak berarti telah diharamkan daripada semua kebaikan. (HR. Muslim). Bahkan dalam riwayat lain dinyatakan akan keharaman masuk neraka bagi orang-orang yang memiliki perisai ini: Ibnu Mas'ud ra. berkata: "Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: 'Sukakah saya beritahukan padamu orang yang diharamkan masuk neraka?' Beliau melanjutkan: `Neraka itu haram atas siapa yang lunak, ringan, tenang dan baik budi'." (HR. Tirmidzi). 23). Do'a Perisai yang satu ini telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagai otaknya ibadah. Dalam Al-Qur'an bisa kita baca para nabi dan rasul memiliki do'ado'a yang khusus. Yang secara umum mengisyaratkan agar setiap Mukmin berlindung dari segala macam keburukan. Baik itu berlindung dari kemusyrikan, sihir, kaum yang ingkar, api neraka dan lainnya yang semakna. Sebaliknya do'a pun mengisyaratkan permohonan seorang hamba kepada Rabbnya akan segala macam kebaikan. Kebaikan agar senantiasa dimudahkan mengikuti jalan yang lurus, terhapusnya dosa, mendapatkan anak yang shaleh, dimasukkan ke dalam surga dan lainnya yang semakna. Namun perisai yang satu ini tidak lain terhimpun dalam satu perisai yang disebut 'ikhtiar. Sebab mana mungkin merebut dan memperoleh kemenangan hanya dengan mengandalkan kekuatan komandan dan merupakan peran para serdadu. Atau manalah mungkin emas turun dari langit hanya dengan
http://www.akhirzaman.info/

15

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

bersandarkan do'a tanpa usaha. Dan pemahaman seperti ini hanya milik setiap Mukmin. 24). Ikhtiar Inilah jodoh sejoli perisai do'a. Atau juga bisa disebut sebagai realisasi do'a. Kewajiban berikhtiar tidak khusus dimonopoli manusia. Tapi merupakan fitrah setiap makhluk hidup. Termasuk di dalamnya binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan. Itulah sebabnya di dalam Islam tidak di kenal konsepsi malas. Karena kemalasan bertentangan dengan fitrah setiap makhluk. Kesadaran total akan pentingnya perisai ikhtiar merupakan bagian terkait dari kepribadian setiap Mukmin. Bahkan kedudukan Mukmin itu sendiri diperoleh dengan ikhtiar yang tidak sedikit mengorbankan harta dan jiwa. Dari perjalanan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sendiri kita bisa lihat betapa peran perisai ikhtiar yang dijiwai perisai do'a menjadi faktor kemenangan yang nyata. Tentunya hasil usaha yang sangat gemilang ini tidak terlepas dari pengetahuan setiap Mukmin bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memperlihatkan segala macam bentuk usaha manusia dengan saksi anggota badannya sendiri. Dengan kesadaran ini setiap Mukmin menjadikan perisai ikhtiarnya semata-mata mengharap kehidupan akhirat. Allah Subhanahu wa Taala berfirman: 16


"Dan siapa saja yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha kearah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orangorang yang usahanya dibalasi dengan baik." (QS Al-Israa' 17:19). 25). Tawakkal Perisai tawakkal sangat identik dengan saudara kembarnya, yakni perisai sabar. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan dua saudara kembar ini merupakan pangkal kemenangan. Sebagaimana tersirat dalam firman-Nya yang berbunyi:


Ketika dua golongan daripadamu ingin (mundur) karena takut, padahal Al lah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah karena Allah saja orang-orang mukmin bertawakal(QS ali Imran 3:122)
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

Yang tak kalah pentingnya perisai tawakal mempunyai saudara kandung yang lebih tua yang tidak boleh dilangkahi keberadaannya, yaitu perisai ikhtiar. Dan bukan tawakal namanya bila melupakan ikhtiar. Sebaliknya bukan ikhtiar jika bertawakal selain kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang -orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya." (QS An-Nahl : 99). 26). Dzikir Perisai dzikir mencakup seluruh perisai lainnya. Artinya, semua bentuk ibadah pada hakikatnya merupakan dzikir. Atau dalam rangka mengingat Allah Azza wa Jalla. Otomatis Mukmin yang memiliki perisai ini memiliki pula semua perisai lainnya. Betapa tidak, karena ia mengingat Allah bukan hanya dalam shalatnya, tetapi dalam setiap kesempatan berdiri, duduk maupun berbaring. Dan atas Mukmin yang demikian Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan perisainya sebagai: Pertama Kedua Ketiga Keempat : : : : Penentram hati (QS ar-Rad 13:19). Memperoleh keberuntungan (QS al-Jumuah 62:10). Menambah keberanian dan keyakinan (QS al-Anfal 8:45). Memperoleh Rahmat (QS al-Baqarah 2:152).

17

27). Shalawat Perisai shalawat adalah bentuk penanaman dari ketaatan kepada Rsulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam selaku ummatnya setiap Mukmin diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk bershalawat kepadanya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan para malaikatNya pun bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sebagaimana tertuang dalam firman-Nya yang berbunyi:


"Sesungguhnya Allah dan malaikat malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orangorang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS al-Ahzab 33:56).
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

Tentunya shalawat Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada utusannya untuk memberikan keberkatan atas amanat yang telah diembankan kepadanya. Sedangkan shalawat setiap Mukmin adalah untuk setia mengikuti beliau dengan penuh ketaatan atas amanah yang disampaikannya. Karena dengan tujuan itu pula Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS an-Nisaa' 4:64). 28). Hemat dan Sederhana Perisai yang satu ini amat penting sekali untuk kebahagiaan manusia. Karena orang yang telah terbiasa hidup sederhana, tidak bermewah-mewah, hemat dan tidak membuang-buang uang, biasanya kehidupan rumah tangganya akan stabil. Sebaliknya orang boros dan tidak berperhitungan, kehidupannya goyah bahkan menjadi porak-poranda. Banyak sekali keburukan dan sifat yang tak baik, timbul sebagai akibat dari boros dan bermewah mewahan ini. Bahkan tidak sedikit di antara ummat-ummat yang silam dihancurkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala karena mereka tenggelam dalam kehidupan mewah dan melewati batas. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

18


"Jika Kami hendak menghancurkan sesuatu negara, Kami biarkan orang-orang yang boros di antara mereka melewati batas, hingga mereka layak untuk menerima siksa, lalu Kami hancurkan mereka sejadi jadinya." (QS AI-Isra' 17:16). Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

"Dan jika mereka hamba-hamba Allah yang beriman berbelanja, mereka tidak berlaku boros dan tidak pula bersifat kikir, tetapi pertengahan di antara keduanya." (QS aIFurqan 25:67). 29). Shadaqah Perisai shadaqah merupakan pelengkap perisai jihad dan termasuk bagian perisai al-quwwah (kekuatan). Secara sederhana perisai ini juga memiliki kedudukan yang sama dengan zakat dan infak yang terkait dengan Baitul Mall. Yakni, suatu lembaga ekonomi ummat yang menjadi jaminan sosial yang ampuh dan eksis dalam memberikan perlindungan pada masa-masa sakit, hari tua, musibah-musibah karena bencana alam, atau keadaan bagaimanapun. Dengan dasar ini setiap Mukmin harus menyadari betapa besar peran perisai shadaqah dalam menata kembali berbagai kesenjangan perekonomian ummat. Karenanya tanpa perlu diminta mereka harus menyedekahkan dari apa-apa yang terbaik yang mereka miliki dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak menyakiti perasaan si Penerima dan tidak pula untuk dipuji-puji orang karena riya'. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si Penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia ti dak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan amal orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan le bat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesua tupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (QS aIBaqarah 2:264). 30). Pemaaf Perisai ini hanya dimiliki oleh Mukmin yang lapang dada, tidak mudah marah dan tidak pendendam. Mereka adalah orangorang yang mudah untuk memaafkan dan tidak gengsi meminta maaf jika melakukan kesalahan. Karena apalah artinya bagi mereka gengsi dan keangkuhan bila harus memutuskan hubungan dengan saudaranya sesama Muslim lebih dari tiga hari. Bahkan gengsi dan keangkuhan tersebut sangat dikhawatirkan menjadi penumpukkan dosanya. Sebaliknya, Mukmin yang memegang erat perisai maafnya
http://www.akhirzaman.info/

19

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

akan jaya di mata manusia dan menerima ganjaran pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan atas mereka inilah sangat mudah diraih perisai lainnya. Yakni, ikhlas. Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apa kah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS an-Nuur 24:22). Bahkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah mengabarkan bahwa orang yang kuat adalah yang memiliki perisai pemaaf. Sebagaimana tersirat dalam hadits berikut ini: Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: 'Bukankah seorang yang kuat itu, yang kuat bergulat. Tetapi orang yang sungguh kuat, yaitu yang dapat menahan hawa nafsu ketika marah'. "(HR. Bukhari dan Muslim) 31). Ingat Mati Perisai ini disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagai salah satu nasehat diantara nasehat yang diam. Misalnya kematian seorang teman atau orang tua, akan menjadi satu nasehat yang lebih mengena ketimbang mendengarkan sekian banyak ceramah-ceramah agama. Karena perisai ini akan memberikan pelajaran bagi orangorang yang hidup bahwa; Pertama : Setiap yang berjiwa akan merasakan mati (QS al-Imran 3:185). Kedua : Orang yang sudah mati tak dapat kembali ke dunia untuk memperbaiki segala kesalahannya (QS az-Zumar 39:58). Ketiga : Bila ajal sampai kematian tidak dapat ditangguhkan (QS alMunafiqun 63:11). Keempat : Tertutupnya pintu taubat bila ajal tiba (QS an-Nisa 4:18). Kelima : Harus mempersiapkan bekal sebelum ajal tiba (QS al-Baqarah 2:197) Keenam : Terputusnya amal kecuali pada yang tiga. Yaitu, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh.
http://www.akhirzaman.info/

20

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

32). Memanfaatkan Waktu Perisai ini hanya diperuntukkan bagi Mukmin yang menjauhi dunia tipuan yang melalaikan dari ingat kepada Allah. Yaitu, mereka yang pandai mempergunakan waktu untuk beribadah kepada-Nya. Karena mereka sadar waktu tidak mundur ke belakang, bahkan berpacu mendahului kesempatan di garis maut. Namun di sini bukan berarti Islam melarang ummatnya menikmati hiburan untuk menghibur jiwanya. Tapi yang menjadi penekanan adalah atas mereka yang mengundurngundur ibadahnya dan nyaris puas dengan point yang sangat minim. Dan anehnya selalu ingin mendapat nikmat yang banyak dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan masuk surga di shaff terdepan bersama-sama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Atas mereka ini Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi peringatan dalam kitab-Nya yang berbunyi,


"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang berimat dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS aI-'Ashr: 1-3). 33). Laghwun (Meninggalkan hal-hal yang tidak berguna) Perisai Laghwun adalah buah dari perisai orang-orang yang pandai memanfaatkan waktu, karena hanya atas mereka secara otomatis dapat ditinggalkan segala perbuatan dan ucapan yang tidak berguna sebagai biang perbuatan munkar. Sekalipun ada kesempatan melepaskan lelah, mereka tidak akan melontarkan ucapan-ucapan kosong atau perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah. Dan bagi mereka pantas diberi predikat muflih (orang-orang yang beruntung). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

21


"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,..." (QS aI-Mu'minuun 23:1-3).

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

34). Amanah Letak nilai seseorang di sisi Allah, Rasulullah dan di hadapan manusia lainnya ditentukan oleh dirinya sendiri. Diantara faktor yang mempengaruhinya termasuklah nilai amanah dan tidaknya seseorang. Karena orang yang amanah dapat dipercaya dan tidak menyembunyikan persaksian. Yang pada akhirnya mereka sangat mudah menempati derajat yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan ummat manusia pada umumnya. Dan termasuk di antara pangkal amanat para Nabi, Rasul dan ummat Islam pada umumnya ialah amar makruf nahi munkar. Adapun bagi Mukmin yang menjadikan amanat sebagai perisai dirinya, maka terlepas dia dari sifat keluh kesah lagi kikir atas harta yang telah diamanatkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, baginya. Ambillah pelajaran dari sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di bawah ini: Anas bin Malik ra. mengatakan:"Rasulullah tidak berkhutbah kepa da kami melainkan beliau berkata, `Tidak ada iman bagi orang yang tak beramanat, dan tak ada agama bagi orang yang tidak memenuhi janji'. " 35) Shiddiq Standarisasi nilai kebenaran hanya datang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yang melalui para Nabi dan Rasul-Nya diturunkan kitab-kitab samawi yang memiliki nilai kebenaran mutlak. Shiddiq, itulah perisai para anbiyaa' dan kita khususnya selaku Mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menjadi saksi atas kebenaran. Serta memperjuangkannya dengan mengorbankan harta dan jiwa meskipun orang-orang musyrik benci. Karena secara sunnatullahnya kebenaran itu ditolak pada awal mulanya, namun kita yakin kebenaran itu datang untuk memangkas kebathilan. Dan tiada ganjaran yang layak bagi pembela kebenaran melainkan surganya Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 22


"Allah berfirman: Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang -orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar'." (QS alMaa'idah 5:119). Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Abdullah bin Mas'ud ra. berkata: "Bersabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: `Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan seseorang membiasakan dirinya berkata benar hingga tercatat di sisi Allah Shiddiq. Dan dusta membawa kepada lancung, sedang lancung membawa keneraka. Dan seseor ang suka berdusta hingga tercatat di sisi Allah pendusta (HR Bukhari dan Muslim) 36). Fathanah Inilah perisai lain yang harus dimiliki oleh setiap Mukmin. Fathanah dalam bahasa Indonesia disebut bijaksana yang artinya cerdik. Di antara sekian banyak faktor yang menunjang keberhasilan dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah hingga mencapai kemenangan ialah ditunjang dengan perisai ini. Orang yang bijaksana akan mencari jalan dan menggunakan beragam teknis untuk menaklukan kemunkaran tanpa tergesa-gesa dan penuh perhitungan. Segalanya disampaikan dengan penuh hikmah; hingga sulit untuk disangkal kebenarannya. Bahkan teramat mudah untuk diyakini. 37). Tablig Perisai ini termasuk salah satu sifat yang dimiliki Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Selaku Mukmin yang hanya menjadikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam selaku idola akan menjadikan pula sifat itu terpatri menjadi perisai atas dirinya. Karena kewajiban menyampaikan wahyu tidaklah terputus setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahkan dengan wafatnya beliau tidak sedikit berlalu lalangnya orang-orang munafik. Dan mereka harus diperingatkan dan diperangi hingga kembali kepada agama Allah. Dan apalagi saat ini, telah begitu jauhnya jarak kita dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yang semestinya kita bersungguh-sungguh memegang tongkat estafet bertablig sebagaimana yang di amanatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala atas Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. 38). Al- `Adalah (Adil) Allah Subhanahu wa Ta'ala menitahkan agar setiap Mukmin berlaku adil. Baik itu terhadap kerabat, famili maupun diri sendiri. Bahkan kebencian terhadap seseorang atau sesuatu golongan
http://www.akhirzaman.info/

23

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

tidak boleh mempengaruhi dan menyebabkan kita berlaku dzalim dan menyimpang dari keadilan. Seorang Mukmin yang memiliki perisai keadilan termasuk kategori orang-orang yang bertaqwa. Yaitu, orang yang mengadili di antara manusia dengan apa yang telah diwahyukan Allah kepada Nabi-Nya, menjadi saksi yang benar, mencukupkan takaran, menunaikan hak-hak manusia, dan hanya mengambil sesuatu kewajiban sesuai dengan kesanggupannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS alMaa'idah 5:8). 39). Wafa' (Menepati Janji) Menepati janji termasuk perisai Mukmin yang akan melahirkan perisai lainnya. Yaitu, amanah. Dan tidak ada suatu janji yang patut dipenuhi antara seorang hamba dengan Rabb-Nya melainkan: 24 Tidak menyembah selain Allah Berbuat baik kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orangorang miskin Berkata yang haq Mendirikan shalat, dan Menunaikan zakat Atas Mukmin yang memiliki perisai wafa' akan senantiasa menepati jan ji-janjinya. Karena mereka sadar bahwa Allah menjadi saksi atas janji yang mereka ucapkan. Merusaknya samalah artinya menggolongkan dirinya dengan orangorang yang munafik yang diperintahkan Allah agar diperangi. Sebaliknya, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengganjar atas orang-orang yang memenuhi janjinya dengan ampunan dan surga. Karena mereka paham bahwa apa yang diturunkan Allah itulah yang benar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Orang-orang yang memenuhi janji dan tidak merusak perjanjian adalah mereka yang mengetahui bahwa yang diturunkan Allah itulah yang benar dan hanya mereka yang dapat mengambil pelajaran." (QS ar-Ra'd 13:19-20).
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

40). `Iffah (Memelihara Kesucian Diri) Perisai ini akan menjaga seorang Mukmin dari segala tuduhan, fitnah dan juga terpeliharanya kehormatan diri. Orang yang memiliki perisai `Iffah akan senantiasa memelihara kesucian dirinya. Mereka biasa disebut dengan afif. Seorang Mukmin yang memiliki perisai Iffah tidak akan menuruti panggilan nafsu atau keinginan syahwatnya. Sehingga terhindar dari sifat hewaniyah yang ditunggangi oleh nafsu. Di samping itu ia selalu sederhana terhadap kesenangan dunia, dan akalnya dapat menundukkan nafsu yang sebagian besar dapat menimbulkan kejahatan. Yang pada akhirnya dapat merusak nama baik dan hilangnya kepercayaan orang lain terhadap dirinya. Pendek kata, orang yang afif sanggup mengendalikan hawa nafsunya dan tidak menjadi hamba syahwat, mereka mengambil sekedar yang diperlukan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS asy-Syams 91:9-10). 25 41). Wara' Perisai wara' merupakan realisas perisai Iffah. Orang yang memiliki perisai ini akan menjauhkan dirinya da yang haram dan syubhat (sifatnya meragukan antara halal dan haram). Tapi me reka bukan termasuk orangorang yang was-was. Artinya, ketika dijelaskan mengenai sesuatu hal yang membuat ragu mereka akan meninggalkannya sebelun menjadi jelas. Karena dikhawatirkanya jatuh kepada perkara haram atau syubhat. Sedang terhadap yang halal dan mubah mereka mengambil sekedar yang diperlukan. Dengarlah sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam perkara ini Annuman bin Basir ra berkata: Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya halal telah jelas dan yang haram juga telah jelas, dan diantara keduanya ada hal-hal yang meragukan tidak dapat diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barangsiapa berhati-hati dari syubhat akan bersih agamanya dan kehormatannya, dan siapa yang terjerumus dalam syub hat akan terjerumus kedalam haram, bagaikan gembala yang menggembala di sekitar tempat terlarang yang mungkin terjerumus ke dalamnya. Ingatlah tiap raja mempunyai tempat terlarang. Ingatlah larangan Allah itu ialah yang diharamkan. Ingatlah dalam

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

badan ada segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah semua jasad, dan jika rusak, maka rusaklah semua badan, camkanlah yaitu hati. "(HR. Bukhari dan Muslim). 42). Haya (Malu) Perisai Haya akan membimbing setiap Mukmin menuju keselamatan hidup, perintis mencapai kebenaran dan alat kontrol menghalangi perbuatan munkar. Karena setiap ia akan melakukan pekerjaan munkar bersamanya akan hadir perisai Haya mendesaknya. Sehingga ia jadi berpikir, tertegun, tertahan, dan akhirnya membatalkan perbuatan tersebut. Dan di sini tampak nyata perisai malu merupakan fitrah yang menunjukkan nilai iman dan budi pekerti seseorang. Iman yang memotivasi suara yang haq dan budi pekerti malu mengerjakan yang bathil. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Tiap-tiap agama mempunyai budi pekerti, dan budi pekerti dalam Islam ialah malu."(HR. Malik). 43). Syaja'ah (Berani) Di antara sekian banyak faktor kemenangan sangatlah ditentukan dengan perisai yang satu ini. Mukmin yang syaja'ah tidak kenal surut dalam menegakkan kalimat Allah; apalagi sampai mundur, mengalah, bekerjasama dengan musuh, dan minta untuk berdamai. Sekali lagi, tidak akan mereka lakukan! Bahkan akan semakin berkobar semangat mereka berperang masuk ke medan laga untuk menggapai dan berebut mati sahid. Adapun bila terkena bencana mereka bersabar dan tidak menjadi lemah, lesu, dan kemudian menyerah. Dan hal ini didasari sebagai sunnatullah, bahwa apa yang diderita oleh mereka diderita pula oleh para Nabi dan Rasul. Ambillah pelajaran dari ayat ini: 26


"Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita sakit, maka sesungguhnya mereka pun menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan." (QS an-Nisaa' 4:104).

http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

44). AI-Quwwah (Kekuatan) Ini pun termasuk komponen pelengkap yang harus menjadi perisai bagi setiap Mukmin. Sungguh mustahil kemenangan dapat dicapai tanpa adanya kekuatan secara lahir dan batin. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menandaskan akan kecintaan-Nya kepada Mukmin yang kuat ke timbang yang lemah. Karena Mukmin yang kuat akan sedia mengorbankan kekuatannya di jalan Allah dan membantu yang lemah, sedang Mukmin yang lemah cenderung membuat fitnah. Sebenarnya kekuatan itu semuanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala, para Rasul dan Nabi-Nya, dan beserta orang-orang Mukmin. Sebaliknya, segala kelemahan itu milik iblis dan orang-orang yang percaya akan kedustaan janjinya. Dan mereka ini harus diperangi. Untuk itu perlu diingat, janganlah kita berbantah bantahan hingga hilang perisai kita. AI-Quwwah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS al-Anfal 8:46). Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Seorang Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang Mukmin yang lemah (sekalipun) masing-masing itu ada kebaikannya. Carilah sekuat tenaga apa yang sekiranya berguna bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah. Kemudian jika engkau mendapat musibah, janganlah mengatakan: 'Seandainya waktu itu saya berbuat begini tentu akan terjadi begini', tetapi katakanlah: `Memang Allah telah mentaqdirkannya, sedang apapun yang dikehendaki Allah pasti terjadi, sebab kata "andai' itu memberi kesempatan kepada syaitan untuk beroperasi. "(HR. Muslim). 45). AI-Wafaa Perisai al-Wafaa merupakan buah dari ramuan perisai jihad, sabar dan istiqamah. Mukmin yang memiliki perisai ini akan tabah dan dapat mengendalikan diri dari pengaruh orangorang yang berbudi rendah. Disamping itu mereka tidak mudah terpengaruh dengan segala kesenangan yang didapat
http://www.akhirzaman.info/

27

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

dengan cara yang bathil, tidak malu menegakkan yang haq meskipun difitnah dan disiksa, serta tidak pula suka dan merasa puas dengan amal ibadah yang dilakukannya. Singkat kata, perisai al-Wafaa adalah wujud perisai jihad yang tetap tegar dengan perisai istiqamah dalam kendali perisai sabar. 46). Rifiq (Lemah-lembut) Perisai rifiq merupakan komponen perisai al-rahmah dan senjata perisai tablig. Keberadaannya dalam proses penyampaian risalah para nabi dan rasul kepada kaumnya sangat dominan. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Musa dan saudaranya Harun as. pergi menghadap Fir'aun untuk berbicara dengan lemah-lembut agar ia ingat dan takut. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut." (QS Thaahaa 20:43-44). 28 Dan dalam surat Ali 'Imran di bawah ini Allah Subhanahu wa Ta'ala menandaskan betapa besar peran perisai rifiq. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS ali `Imran 3:159). 47). Tawadhu' (Merendahkan Diri) Perisai tawadhu' merupakan komponen al-rahmah (kasih sayang), yang secara prinsip kedua perisai ini hanya terbatas antara sesama Mukmin. Namun tidak tertutup pula atas orang-orang yang berlainan aqidah yang tunduk pada hudud Allah. Tapi diharamkan perisai ini atas mereka yang jelas permusuhannya dan memerangi kaum Muslimin. Sebab dikhawatirkan ketawadhu'an kepada musuh menyeret seseorang untuk mentaati thaghut dan mendurhakai Allah.
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

Dan ambillah pelajaran dari ayat ini:


"Janganlah sekali-kali kamu menundukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman." (QS aI-Hijr 15:88). 48). Qana'ah Perisai qana'ah merupakan buah dari ramuan perisai ikhlas, ridha, sabar, dan syukur. Mukmin yang memiliki perisai ini akan senantiasa cukup dan puas menerima segala pemberian Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan pemberian itu dijadikan amanat yang harus dipertanggungjawabkan dan sekaligus sebagai ukuran standarisasi ni lai dirinya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jadi, patokan orang yang memiliki perisai qana'ah bukanlah nilai banyak dan sedikit nya pemberian Allah Subhanahu wa Ta'ala kepadanya, melainkan sejauh mana amanat pemberian Allah itu dapat dipertanggungjawabkan. Karena baginya segala apa yang telah ditentukan Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya itulah yang baik. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

29


"Boleh jadi kamu menbenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah me ngetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS al-Baqarah 2:216). Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Abdullah bin Amru ra. berkata; "Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: `Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan rizkinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa pemberian Allah kepadanya'."(HR. Muslim). 49). Zuhud Perisai zuhud hanya milik Mukmin yang menjadikan kehidupan dunianya jembatan menuju kehidupan akhirat. Tujuan mereka jelas, akhirat yang kekal dan abadi. Sedang dunia dijadikan alat untuk mencapai tujuan. Artinya, mereka tidak lupa dengan
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

kehidupan dunia dan juga tidak tenggelam hingga melupakan kampung akhirat sebagai tujuan akhir. Sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya yang berbunyi:


"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebaha giaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan ja nganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS al-Qashash 28:77). 50). Muraqabah Perisai ini merupakan satu-satunya temperatur introspeksi atau hisab diri. Mukmin yang memiliki perisai ini akan senantiasa mengevaluasi ibadahnya. Sehingga dengan mudah ia dapat mengetahui telah sejauh mana ketaatan dan kejahilan yang diperbuat. Untuk kemudian di masa yang akan datang ia dapat memperbaiki ibadahnya dan meninggalkan kejahilannya. Dan tidak akan dimiliki perisai ini melainkan atas mereka yang telah memiliki perisai shiddiq dan al-'adalah. Sebab manalah mungkin seseorang dapat mengadili dirinya sendiri dengan adil dan jujur tanpa adanya dua perisai tersebut. Perisai hisab diri ini ditegaskar Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagai berikut:

30


"Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." (QS al-Israa' 17:14). Abu Ya'la bin Aus ra. berkata: "Bersabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: `Seorang yang sempurna akal ialah yang mengoreksi dirinya, dan mempersiapkan amal sebagai bekal untuk mati. Dan orang yang rendah yaitu yang selalu menurutkan hawa nafsunya, disamping mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah. "(HR. Tirmidzi). PENUTUP Alhamdulillah, meskipun risalah ini sangat singkat saya berharap sidang pembaca menemukan kembali sekian banyak perisai senjatanya yang telah lama hilang. Untuk kemudian difungsikan secara optimal dan menjadi kekuatan yang
http://www.akhirzaman.info/

50 Perisai Mukmin

Abdurahman Al-Mukaffi

nyata sebagai asset kewibawaan Islam. Kewibawaan orang-orang yang tidak hanya pandai berpangku tangan dengan berharap adanya perubahan tanpa berbuat. Kewibawaan orang-orang yang memiliki ilmu dan melaksanakannya dengan sempurna. Dan kewibawaan orang-orang yang mencintai sahid dan kemenangan atas segala tipuan kemegahan dunia yang membelenggu dirinya beramal salih di jalan Allah. Wassalam.

"Bilamana pemilik Hak Cipta berkeberatan dengan digunakan bahan-bahan miliknya, silahkan menghubungi kami dan dalam kesempatan pertama, insya-Allah kami akan segera menarik kembali. (admin@akhirzaman.info )

Semoga Bermanfaat

31

http://www.akhirzaman.info/