Anda di halaman 1dari 2

Kemanakah Larinya Sumber Daya Alam Indonesia ?

Indonesia kaya dengan sumber daya alamnya yang melimpah. Tanah Indonesia sangat subur, perikanan Indonesia juga sangat melimpah karena 70% wilayah Indonesia adalah lautan. Karena sangat melimpahnya sumber daya alam Indonesia, banyak negara lain yang melirik Indonesia, bukan karena ingin infestasi tapi ingin mengeruk kekayaan Indonesia. Contohnya saja dalam hal perikanan, banyak nelayan asing yang melakukan penangkapan secara ilegal di wilayah teritorial Indonesia.Kondisi seperti ini kalau lama-lama dibiarkan akan menjadi apa negeri ini, negara yang kaya tapi selalu kekurangan. Masyarakat yang miskin akan tetap menjadi miskin tanpa peningkatan yang berarti, sungguh ironis. Laporan pemerintah yang katanya PDB Indonesia mencapai 6% itu hanya semu belaka. Kalau dilihat dari data memang iya PDB ( Produk Domestik Bruto ) naik tapi apakah PDB bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Di sini ada yang keliru yang diambil pemerintah Indonesia, salah langkah akan salah untuk kedepannya. Apa sih yang keliru? Indonesia menjual miliaran gas alam ke pihak asing, memang ini bisa meningkatkat PDB, tapi di saat yang sama kekayaan alam indonesia akan hilang untuk selamanya. PDB meningkat tapi rakyat tetap miskin. Karena Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mengalami resource curse (Tidak adanya kemajuan di tengah melimpahnya sumber daya alam). Indonesia tidak menangani sumber daya alamnya secara efektif, negara ini justru melakukan ekploitasi alam secara besar-besaran (overeksploitasi) dan tidak menangani sumber daya alam untuk kepentingan masyarakatnya. Indonesia saat ini belum bisa menyelaraskan diri ke dunia yang lebih rumit. Karena penyelarasan butuh adanya perubahan demi kepentingan orang banyak, jika tidak maka Indonesia akan selamnya menjadi the big losser di abad ini. Indonesia akan menjadi masalah baru bagi Asia. Lihatlah masalah pekerja di negara ini. Jumlah sarjana di Indonesia, menurut status Bank Dunia, lebih banyak dari pada jumlah pekerjaan yang diciptakan. Bagaimana Indonesia mau maju. Tapi saya kira ini adalah masalah yang menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia. Kita memiliki masalah global mengatasi pengangguran muda di perkotaan. Dibandingkan dengan Vietnam, Indonesia mulai tertinggal. Vietnam mulai melaju ke pasar ekonomi pada akhir 1980 saat mereka ditinggalkan oleh Rusia. Saat itu, mereka ketinggalan 20 tahun dari Indonesia. Tapi melihat perkembangan ekonomi sekarang, saya kira ekonomi per kapita Vietnam lebih kuat dari pada Indonesia dalam 10 tahun. Vietman juga tidak terlepas dari resource curse. Tapi apa yang dilakukan Vietnam kemudian? mereka mengembangkan masyarakatnya, bukan menjual kekayan alamnya. Saat ini Indonesia sedang giat-giatnya membeli peralatan perang yang super canggih. Anggaran pertahanan porsinya sangat besar, saya kira mustahil mencapai keseimbangan anggaran tanpa memotong dana di bidang ini. Apa gunanya berperang ? Sekarang bukan jamanya adu kekuatan fisik, sekarang jamanya adu kepintaran, kepintaran strategi,negosiasi dan politik luar negeri. Saya kira perang itu tidak cerdas dan rakyat Indonesia tidak ingin lagi terlibat perang. Perang hanya akan merugikan kedua belah pihak yang bertikai.Nasionalisme itu bagus tapi kalau terlalu hanya akan menimbulkan ketegangan-ketegangan karena sentimen ini adalah salah satu pemicu konflik kepentingan antar negara. Ujungnya, mereka akan saling serang.

Solusi untuk Indonesia Dari semua problematika di atas adalah melindungi sumber daya alam. Sumber hutan dan perikanan telah rusak, ini sangat tragis. salah satu yang terparah adalah perkebunan kelapa sawit, ini merupakan tragedi. bukan hanya bagi Indonesia tapi tragedi kemanusiaan secara global.Indonesia tidak melindungi sumber kekayaan laut mereka. Habitat ikan dan karang dirusak oleh penangkapan ikan dalam jumlah banyak. Saya kira tidak masuk akal pemerintah Indonesia menghabiskan jutaan dolar untuk membeli senjata, lebih baik beli perahu boat untuk menghentikan penangkapan ikan ilegal dan pembalakan liar di Indonesia.