Anda di halaman 1dari 51

PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF

PENGERTIAN LIMBAH RADIOAKTIF Limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan atau bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion yang tidak dapat digunakan lagi Perkembangan IPTEK Nuklir
- penelitian - pertanian, - kesehatan, - industri

Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat

Potensi Bahaya Radiasi


- pekerja, -anggota masyarakat -lingkungan hidup

limbah radioaktif

Pengelolaan limbah radioaktif

Tujuan Untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi dan atau kontaminasi

Taat Asas Proteksi Radiasi


Justifikasi

menghasilkan keuntungan yang lebih besar kepada seseorang yang terkena penyi dibandingkan dengan kerugian radiasi yang mungkin diakibatkannya

Limitasi

penerimaan dosis seseorang tidak boleh melampaui nilai batas dosis yang ditetapk oleh Badan Pengawas

Asas optimisasi
diusahakan sedemikian rupa sehingga besarnya dosis yang diterima seseorang dan jumlah orang yang tersinari sekecil mungkin

Kegiatan Pengelolaan : Pengumpulan, Pengelompokan Pengolahan Pengangkutan Penyimpanan Pembuangan limbah radioaktif

Pengumpulan

Limbah yang ditimbulkan ditempatkan secara terpusat (tidak boleh berserakan)

Pengelompokan

Pengelompokan limbah radioaktif dilakukan agar limbah dalam satu kelompok dapat diperlakukan dengan cara yang sama Bentuk fisik (padat, cair, gas), Tipe radiasi yang dipancarkan Umur paro radionuklida. Asal terjadinya limbah

tingkat keracunan dan aktivitas yang dikandungnya, kadar rendah (low level waste), kadar sedang (medium/intermediate level waste), dan kadar tinggi (high level waste) Nilai batas kadar radionuklida yang dikandungya untuk menentukan tingkatan tersebut disetiap negara berbeda-beda bergantung pada kemajuan teknologinya tidak ada cara klasifikasi yang disepakati internasional Di Inggris, klasifikasi limbah radioaktif didasarkan pada metode pembuangan Amerika Serikat klasifikasi dilakukan dalam bentuk radioaktif tingkat tinggi dan rendah Indonesia tingkat rendah, sedang, dan tinggi. (Undangundang Nomor 10 Tahun 1997), ketentuan lebih lanjut akan diatur oleh Perka BAPETEN

Tabel 1. Klasifikasi limbah radioaktif cair di CNEN Spanyol

Kategori

Batas Aktivitas A (mCi/ml)

Keterangan

1
2

A 10-6
10-6 < A 10-3

tidak diolah
diolah dengan cara pengolahan kimia, penukar ion dan evaporasi serta tanpa shielding

10-3 < A 10-1

diolah dengan cara pengolahan kimia, penukar ion dan evaporasi, shielding dari sebagian peralatan diperlukan.
diolah dengan cara pengolahan kimia, penukar ion dan evaporasi serta memakai shielding diperlukan pendinginan sebelum dilakukan pengolahan.

4 5

10-1 <A 104 104 < A

Pengolahan limbah radioaktif


Proses untuk mengubah karakteristik dan komposisi limbah radioaktif sehingga apabila disimpan dan atau dibuang tidak membahayakan masyarakat dan lingkungan hidup

Pengolahan secara kimia Penambahan senyawa kimia ke dalam limbah cair sehingga dapat mengkonsentrasikan radionuklida yang ada dalam limbah menjadi endapan yang tidak larut dalam volume kecil dan mudah dipisahkan Zat radioaktif dalam limbah mungkin akan terpisahkan dengan cara pengendapan langsung dengan adsorsi pada gumpalan yang dihasilkan dan dengan masuk kedalam endapan ang mengendap Senyawa kimia yang ditambahkan disesuaikan dengan jenis radionuklida yang ada dalam limbah. Ekonomis dan praktis untuk volume dan serta dapat memisahkan suspensi padat Faktor dekontaminasi rendah

Senyawa kimia

Pengaturan, pH

Pengolahan dengan Penukar Ion


Resin kation maupun anion proses secara batch maupun secara kontinyu kontaminan akan terkumpul dalam penukar ion kandungan zat padat rendah peralatan sederhana, faktor reduksi volume yang tinggi biaya resin mahal

Pengolahan Secara Evaporasi


Mengolah limbah hasil proses pengolahan kimia FD tinggi, Distilat pada umumnya memenuhi syarat untuk dilepas ke lingkungan Konsentrat yang dihasilkan volumenya kecil biayanya mahal (biaya vestasi yang tinggi)

Pengolahan Limbah Padat


Padat dapat bakar dgn insenerasi Padat dapat terkompaksi dgn kompaksi Padat tdk dapat bakar & terkompaksi reduksi volum dengan dismantling

Pemadatan

Untuk merubah bentuk fisik limbah radioaktif menjadi bentuk padatan yang monolit (satu kesatuan), untuk mengurangi kemampuan pindah atau dispersi radionuklida keluar dari limbah karena proses alamiah selama penyimpanan, pengangkutan dan penyimpanan akhir Tujuan dari dari proses ini agar radionuklida yang ada dalam limbah tidak larut atau terekstrak kembali oleh air dan tidak menyebar ke lingkungan. Perlu media pemadat

Mudah digunakan, Tidak korosif terhadap kontainer Tidak ada cairan bebas Mempunyai sifat fisis yang stabil Harganya murah Tahan terhadap radiasi Mempunyai kecepatan pelindian yang kecil

Media Pemadat (Semen, bitumen, polimer, gelas, keramik)

LRA

Insenerasi Organik

Abu
Anorganik Endapan Konsentrat Resin Bekas Abu

Destruksi
Cair Pengolahan kimia

Anorganik

Evaporasi Penukar ion

Pemadatan

Dapat Bakar
Padat

Insenerasi Kompaksi

Terkompaksi

Penyimpanan Limbah Radioaktif

Penyimpanan adalah penempatan tahap akhir limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang Penyimpanan lestari adalah penempatan tahap akhir limbah radioaktif tingkat tinggi Penyimpanan sementara adalah penempatan limbah radioaktif sebelum penempatan tahap akhir

Kriteria Tempat Penyimpanan Limbah Radioaktif


lokasi bebas banjir dan terhindar dari erosi lokasi tahan terhadap gempa dan memenuhi karakteristik materi bumi dan sifat kimia air dilengkapi dengan sistem pemantau radiasi dan radioaktivitas lingkungan dilengkapi dengan sistem pendingin

dilengkapi dengan sistem penahan radiasi dilengkapi dengan sistem proteksi fisik
memenuhi distribusi populasi penduduk dan tata wilayah sekitar lokasi penyimpanan memperhitungkan laju paparan radiasi eksterna.

PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF DI PTAPB

Tusi Subid PL&KL untuk melaksanakan tugas melakukan pengelolaan limbah dan pengendalian keselamatan lingkungan (Ka. BATAN No.392/KA/XI/ 2005)

Perlakuan Administrasi Pegiatan pencatatan dan pengumpulan data limbah secara menyeluruh (pencatatan kegiatan pengelolaan limbah) untuk memudahkan dalam pemantauan terhadap limbah radioaktif mulai dari dihasilkan, diolah sampai dengan disimpan kuantitas; karakteristik; nomor identifikasi; radionuklida yang terkandung; dan waktu dihasilkannya limbah radioaktif

Inspeksi
Upaya pengendalian limbah Memberikan saran, masukan kepada penimbul limbah tentang pengelolaan limbah Pewadahan Pengumpulan Pengelompokan Dilakukan bersama sama petugas proteksi radiasi secara berkala

Pengumpulan/Pengambilan Limbah

Kegiatan pengumpulan limbah dari tempat penimbul limbah ke subbid PL&KL untuk pengelolaan lebih lanjut Tempat pengumpulan limbah dari tempat penimbul limbah merupakan kesepakatan antara penimbul limbah dan petugas limbah

Sortir/Pengelompokan

Limbah padat dikelompokkan menjadi limbah padat terkompaksi terbakar,

tidak terbakar terkompaksi, limbah tidak terbakar tidak terkompaksi


Untuk limbah cair dipisahkan antara limbah cair fasa air dan fasa organik

Pengolahan pengolahan kimia evaporasi penukar ion

Pewadahan

Kegiatan pengemasan lmbah yang dikelompokkan Menggunakan drum ukuran 100 liter Pemberian identitas dengan stiker

Pengiriman ke PTLR Tahap akhir pengelolaan limbah radioaktif di PTAPB Untuk pengelolaan lebih lanjut

Pengolahan awal Limbah Radioaktif Cair


Resin Penukar Ion

LRA Cair Pengolahan Kimia Beningan

Evaporasi

Distilat

Endapan (sludge)

Konsentrat

Resin Bekas

Pemadatan :
Bisa dikeringkan

Dikirim ke PTLR

Pengolahan awal Limbah Radioaktif Padat


PEMISAHAN/ PENGELOMPOKAN (reduksi ukuran) ukuran)

LRP DARI LABORATORIUM

PENGUMPULAN

PEWADAHAN PELABELAN

Dikirim ke PTLR

Pengelolaan saluran buangan air terpadu

Untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dalam rangka pengendalian linkungan Air buangan hasil cucian alat lewat bak tavel dialirkan ke bak penampung untuk dikelola dengan jalan pemipaan dengan dibantu pompa Limbah ini tidak boleh dicampur dengan limbah dari air bekas cucian tangan dari wash tavel maupun air untuk mandi yang berasal dari kamar mandi atau kebutuhan lain

KETENTUAN PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2002 )

Kewajiban Penghasil Limbah

mengumpulkan, mengelompokkan, menyimpan sementara limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang sebelum diserahkan kepada Badan Pelaksana
harus mengusahakan volume dan aktivitas limbah radioaktif serendah mungkin melalui perancangan, pembangunan, pengoperasian, dan dekomisioning instalasi yang tepat. dapat langsung dilepas ke lingkungan apabila telah mencapai tingkat aman, batasan tingkat aman menyediakan tempat penampungan sesuai dengan volume dan karakteristik limbah radioaktif. mempunyai peralatan yang dapat digunakan untuk mendeteksi limbah radioaktif. untuk penghasil limbah radioaktif tingkat tinggi harus membuat dan menyimpan catatan limbah radioaktif yang sekurang-kurangnya meliputi : kuantitas; karakteristik; nomor identifikasi; radionuklida yang terkandung; waktu dihasilkannya limbah radioaktif

Pengolahan Limbah Radioaktif

Penghasil limbah radioaktif tidak diwajibkan mengolah sendiri limbah yang dihasilkannya, kecuali memenuhi persyaratan teknis dan administratif untuk melakukan pengolahan. Pengolahan limbah radioaktif tingkat rendah dan tingkat sedang dapat dilakukan sendiri oleh Penghasil limbah radioaktif. Limbah radioaktif yang telah diolah selanjutnya wajib diserahkan kepada Badan Pelaksana. Penghasil limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang yang tidak mengolah sendiri limbah radioaktifnya harus menyerahkan limbah radioaktif kepada Pengolah limbah radioaktif, yaitu

Badan Pelaksana; atau Badan Usaha Milik Negara, koperasi, dan atau badan swasta yang bekerja sama dengan atau yang ditunjuk oleh Badan Pelaksana

Limbah radioaktif tingkat tinggi yang bukan bahan bakar nuklir bekas dilarang untuk diolah oleh Penghasil limbah radioaktif, wajib disimpan sementara oleh Penghasil limbah radioaktif untuk selanjunya diserahkan kepada Badan Pelaksana atau dikirim kembali ke negara asal

Persyaratan Pengolah Limbah Radioaktif

mempunyai program dan melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara berkala; melakukan analisis limbah radioaktif secara lengkap sebagai tahapan untuk menentukan metode pengolahan yang tepat; memiliki sistem proteksi untuk mengendalikan tingkat radiasi dan kontaminasi; menggunakan unit pengolah yang sesuai dengan metode pengolahannya; dan mempunyai tempat penampungan sementara limbah radioaktif

memperoleh izin dari Badan Pengawas


ada kerjasama dengan atau penunjukan dari Badan Pelaksana

Penghasil, Pengolah, dan Pengelola limbah radioaktif harus melakukan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan nuklir dan atau radiasi. Dalam hal terjadi kecelakaan nuklir dan atau radiasi, Penghasil, Pengolah, dan Pengelola limbah radioaktif wajib melakukan tindakan penanggulangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Fokus Pengelolaan limbah radioaktif


menjamin kesehatan masyarakat; melindungi kualitas lingkungan hidup; menjamin kesehatan masyarakat dan perlindungan terhadap lingkungan hidup di luar batas wilayah Republik Indonesia; menjamin keselamatan dan kesehatan generasi mendatang; tidak membebani generasi mendatang dengan keberadaan limbah radioaktif; mengupayakan volume dan aktivitas limbah radioaktif yang dihasilkan sekecil mungkin; menetapkan ketentuan dan peraturan tentang pengelolaan limbah radioaktif; melaksanakan semua tahap pengelolaan limbah radioaktif mulai dari pengumpulan sampai dengan pembuangan; dan menerapkan sistem keselamatan pada fasilitas pengelolaan limbah radioaktif mulai dari penentuan tapak sampai dengan dekomisioning

Lampiran

No Jenis Pengolahan 1 2. Limbah Cair Aktivitas Rendah dan Sedang Pemancar dan Limbah Semi Cair (Resin) Aktivitas Rendah dan Sedang Pemancar dan Limbah Padat Aktivitas Rendah dan Sedang Pemancar dan a. Terbakar b. Terkompaksi

Satuan Per Liter Per Liter

Biaya Satuan 2.200.000 57.200,00

3.

Per 100 Liter Per 100 Liter

900.000,00 1.100.000,00

c. Tak Terbakar dan Tak Terkompaksi


4 5 Limbah Aktivitas Rendah Pemancar alfa Limbah Aktivitas > 6 Ci

Per 100 Liter


Per Liter Per Buah

1.300.000,00
81.000,00 1.977.000,00

Sumber Bekas a. Penangkal Petir b. Sumber bekas jarum Ra-226, jarum Cs-137 c. Sumber bekas A 0,1 Ci selain Ra-226 (Co-60, Am-241, Cs-137, Kr-85, Pm-147, Sr-90, Mo-99 dll) d. Sumber bekas 0,1Ci < A 1 Ci selain Ra-226 (Co-60, Am-241, Cs-137, Kr-85, Pm-147, Sr-90, Mo99 dll) e. Sumber bekas 1 Ci A 6 Ci selain Ra-226 ( Co60, Am-241, Cs 137, Kr-85, Pm 147, Sr-90, Mo99 dll ) f. Sumber bekas 6Ci A 1000 Ci g.Sumber bekas 1001C< A 2000 Ci h. Sumber bekas 2001 Ci< A 3000 Ci i. Sumber bekas 3001 Ci < A 4000 Ci j. Sumber bekas 4001 Ci < A 5000 Ci k. Sumber bekas 5001Ci< A 6000 Ci l. Sumber bekas 6001Ci< A 7000 Ci m. Sumber bekas 7001Ci< A 8000 Ci n. Sumber bekas 8001Ci< A 9000 Ci o. Sumber bekas 9001Ci< A 10000 Ci 7. Dismantling Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah Per Buah 775.000,00 466.000,00 2.276.000,00 3.325.000,00 4.063.000,00 5.057.000,00 6.057.000,00 7.057.000,00 8.057.000,00 9.057.000,00 10.057.000,00 11.057.000,00 12.057.000,00 13.057.000,00 14.057.000,00 1.000.000,00

KESELAMATAN LINGKUNGAN
Kegiatan utama PTAPB yang mungkin menimbulkan dampak

Kegiatan reaktor nuklir (penelitian fisika dan teknologi reaktor, pelayanan iradiasi, keperluan pendidikan dan latihan operator maupun supervisor reaktor). Fabrikasi sebagai elemen bakar reaktor dan bahan struktur (zirkonium). Kegiatan pemurnian bahan nuklir (uranium) sampai diperoleh bahan murni nuklir yang dapat Kegiatan analisis termasuk analisis pengaktifan netron dengan menggunakan jasa Reaktor Kartini.

Kegiatan pengolahan limbah dan keselamatan lingkungan, yang meliputi pengolahan limbah radioaktif.
Kegiatan perbengkelan. Kegiatan penelitian di bidang instrumentasi nuklir dan pembuatan peralatan/instrumentasi/ elektronika nuklir.

Kegiatan penelitian di bidang fisika nuklir dan atom

POTENSI BAHAYA INSTALASI NUKLIR

Efluen radioaktif yang terlepas ke lingkungan Padatan Cairan Gas unsur volatile Sulit dicegah H-3, Kr-85, C-14. Xe-133 I-131 Produk fisi lainnya Cs-137, Sr-90.

Jalur lepasan radionuklida

udara air tanah tanaman hewan

Radioaktivitas Lingkungan

sinar kosmis radionuklida induk yang meluruh sebagaimana dalam deret keradioaktifan alam aktivitas gunung merapi Yang berasal usaha kegiatan manusia

PEMANTAUAN LINGKUNGAN

UU 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup UU 10 tahun 1997 tentang Ketenaga nukliran PP No. 26 Tahun 2002 tentang Keselamatan Pengangkutan Zat Radioaktif. PP No. 27 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif. PP No. 33 Th 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif. Perka No 02/Ka-BAPETEN/V-99 Tentang Baku Tingkat Radioaktivitas di Lingkungan. Perka Nomor 02-P/Ka-BAPETEN/VI-99 tentang Pedoman Proteksi Fisik Bahan Nuklir Perka No. 04/Ka-BAPETEN/V-99 Tentang Ketentuan Keselamatan untuk Pengangkutan Zat Radioaktif. Perka No 06/Ka-BAPETEN/V-99 tentang Pembangunan dan Pengoperasian Reaktor Nuklir Perka Nomor 11 Tahun 2007 tentang Ketentuan Keselamatan Instalasi Nuklir Non Reaktor.

MAKSUD DAN TUJUAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN

Tujuan Verifikasi kelayakan pengawasan pembuangan efluen ke lingkungan Melakukan koreksi terhadap batas pelepasan radioaktif yang diperkenankan. Memberikan jaminan/pembuktian kepada Badan Pengawas dan masyarakat bahwa dampak radiologi yang ditimbulkan dalam batasan yang diizinkan/diperkenankan. Sebagai sarana ilmiah dalam mempelajari pola penyebaran, faktor perpindahan/pemekatan dan migrasi radionuklida di berbagai komponen lingkungan hidup.

Maksud :

Untuk menguji efektivitas dari aktivitas teknologi yang digunakan untuk mengendalikan dampak negatif dari kegiatan yang dilaksanakan. Dari kegiatan yang dilakukan secara rutin (berulang-ulang) dapat diketahui apakah usaha meminimalkan dampak negatif dari kegiatan yang dilakukan di Instalasi Nuklir PTAPB-BATAN, seperti yang direncanakan dalam Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mendapatkan tanda peringatan sedini mungkin mengenai perubahan lingkungan yang tidak dikehendaki, sehingga perbaikan suatu tindakan terhadap kegiatan pengelolaan lingkungan dapat disempurnakan baik dalam hal penggunaan teknologinya maupun metode pengelolaannnya. Pengujian terhadap pendugaan dampak yang timbul dari kegiatankegiatan yang dilakukan di Instalasi Nuklir PTAPB-BATAN maupun penyebaran dampaknya di lingkungan hanya dapat diketahui melalui kegiatan pemantauan terhadap komponen atau parameter lingkungan secara rutin.

Evaluasi Dampak Penting


Aspek Fisika - Kimia

Kualitas Udara Kualitas Tanah Hidrologi, Kualitas Air dan Air Tanah

Biologi

Biota Darat Biota Akuatik

Sosial Ekonomi dan Budaya

Dampak terhadap Kes Mas termasuk kategori kurang penting karena jumlah manusia yang terkena dampak sangat sedikit jumlahnya, hanya sebatas karyawan PTAPB saja Dampak terhadap komponen kependudukan, perekonomian dan sosial budaya diperkirakan dapat ternetralisasi

Pengelolaan Lingkungan

Untuk pencegahan, penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif

Upaya pengelolaan lingkungan

Penggunaan bahan radioaktif dan atau Bahan Beracun & Berbahaya (B3) lainnya untuk keperluan penelitian dan pengembangan, harus dibatasi seminimum mungkin. Setiap laboratorium yang menggunakan bahan radioaktif dan atau B3 dilengkapi dengan sarana proteksi fisik bangunan (seperti filter, scrubber, blower) dan peningkatan instalasi pengolahan limbah. Peningkatan penghijauan dengan tanaman hias di kawasan PTAPB. Pembuatan saluran terpadu dari setiap laboratorium

Penangulangan dampak sosial

meningkatkan sarana perlengkapan keselamatan kerja.


meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan Poliklinik PTAPB bagi masyarakat sekitar.

meningkatkan kegiatan bakti sosial dan peribadatan di Masjid PTAPB untuk masyarakat sekitar.
meningkatkan penggunaan auditorium PTAPB beserta fasilitas kesenian yang ada bagi masyarakat sekitar.

Penangulangan dampak kecelakaan nuklir

Menegakkan aturan perijinan pemakaian zat radioaktif dan operator. Pemantauan dan pengawasan keselamatan radiasi Memberikan kemampuan teknis karyawan Latihan penanggulangan keadaan darurat terpadu secara berkala setiap tahun Latihan pemadam kebakaran secara berkala dua kali dalam setahun

Sistem Pemantauan Lingkungan

Inspeksi

PTAPB BAPETEN IAEA air tanah jatuhan radioaktif Tumbuhan udara

Pemantauan kualitas ambien lingkungan


Pemantauan lingkungan jika terjadi kecelakaan nuklir

Tolok Ukur Dampak Yang Dipantau


Kualitas air : radioaktivitas beta total dan Bahan B3. Udara : radioaktivitas beta total dan spektrum gamma jika diperlukan. Tanah dan rumput: radioaktivitas beta total. Lumpur dari selokan PTAPB radioaktivitas beta total dan Bahan B3. Kebisingan yaitu tingkat kebisingan.

Limbah bengkel terdiri dari bahan pelumas, bahan bakar dan kotoran logam.
Kebersihan lingkungan yaitu jenis dan jumlah sampah. Kesehatan terdiri dari : Kesehatan karyawan PTAPB Kesehatan masyarakat meliputi pemantauan ke Poliklinik PTAPB, Poliklinik Adisucipto dan Puskesmas Depok

Lokasi pengambilan sampel lingkungan PTAPB


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Lokasi Pengambilan Sampel Kolam P. Air Terpadu Utara Gedung Bengkel Sahid Hotel Ngentak (Barat Telkom) Kledokan Perumahan Yadara Janti Seturan Desa Demangan Tambak Bayan Pengawatrejo Ambarukmo Hotel Maguwoharjo Depok Dayu (Jl. Kaliurang Km. 8) Nomporejo Kalasan Warungboto Kode Jarak 100-1 100-2 200-1 500-1 500-2 500-3 1000-1 1000-2 1000-3 1000-4 1500-1 1500-2 1500-3 1500-4 5000-1 5000-2 5000-3 5000-4 Keterangan Kolam PTAPB Selokan PTAPB Air kolam Sahid Selokan Sumur Selokan Sumur Sekokan Sekokan Selokan PAM Kolam Renang Air Hujan Selokan Selokan Sumur Selokan Selokan