Anda di halaman 1dari 2

1.

Umat islam dewasa ini seringkali mudah terpengaruh oleh budaya non-muslim dikarenakan kurangnya pakar-pakar yang mengembangkan budaya-budaya islam agar lebih diminati oleh para muslim sendiri. Rasulullah SAW dalam berdakwah islam tidak selalu monoton kepada pakem yang telah ada dari Allah SWT. Rasulullah SAW menggunakan jiwa kreatifitas yang telah dikaruniai oleh Allah SWT untuk memposisikan islam sebagai agama yang benar dan dapat diterima oleh masyarakat luas baik dari sisi keilmuannya maupun dari sisi budayanya. Budaya non-muslim pun tidak semuanya buruk bagi umat islam. Karena budaya non-muslim tidak selalu memuat hal-hal yang negative, untuk itu perlu filter atau saringan akan budaya budaya yang baik dan benar. 2. Pada zaman Rasulullah SAW, sebenarnya kemajuan iptek di dunia selalu diungguli oleh para muslimin yang sangat intelek. Banyak bidang-bidang iptek yang ditemukan oleh muslim dikala itu. Maka, hal ini pun sebenarnya sangat mudah terjadi pada kita kini. Yang harus dimulai adalah semangat dan kepercayaan diri akan keberhasilan. Mengejar ketertinggalan yang ada haruslah memiliki focus dan niat yang tulus dan ikhlas. Karena ilmu pengetahuan yang paling tinggi hanyalah milik Allah SWT. Manakala kita mendekatkan diri pada-Nya, Insyaallah ketertinggalan iptek ini bias kita kejar sebagai tenaga kesehatan. Allah telah menurunkan kitab panduan khusus untuk umat manusia yang sangat murni dan abadi, yaitu Al-Quran. Maka, dari situlah kita menjaga agar iptek yang kita miliki mempunyai nilai-nilai akhlakul karimah serta dapat mendukung semangat amar maruf nahi munkar. 3. Bank Syariah merupakan suatu badan penghimpun dana sebagai simpanan dari masyarakat lalu menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Adapun perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional, yaitu:

1. Perbedaan Falsafah Jika pada bank konvensional kita sering menyebut bunga, maka pada bank syariah kita menyebutnya bagi hasil yang hukumnya halal. 2. Konsep Pengelolaan Dana Nasabah Pada bank konvensional, keuntungan nasabah tidak diberikan kepada nasabah sedangkan pada bank syariah, terdapat system bagi hasil, yaitu membagi keuntungan yang didapat bank kepada nasabah. 3. Kewajiban Mengelola Zakat

Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini merupakan fungsi dan peran yang melekat pada bank syariah untuk memobilisasi danadana sosial (zakat. Infak, sedekah) 4. Struktur Organisasi Pada bank syariah, terdapat DPS atau Dewan Pengawas Syariah. Jadi, keuangan yang disimpan atau dititipkan memiliki penjaga yang membuat simpanan kita lebih aman. Dalam bidang perbankan dikenal istilah bunga bank pada bank konvensional dan bagi hasil pada bank syariah. Kedua hal ini memiliki perbedaan yang mendasar. Antara lain, bunga bank adalah keuntungan yang diambil dilipatgandakan oleh bank dari waktu ke waktu. Sedangkan bagi hasil adalah membagi hasil keuntungan yang diperoleh dari bank kepada nasabah dan bank itu sendiri. Bunga bank adalah suatu sifat dari bank untuk melipatgandakan keuntungan yang didapat.dari nasabah. Hal ini termasuk dalam kategori Riba yang diharamkan oleh Allah SWT. Sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW.