Anda di halaman 1dari 8

ANTIDEPRESSANT

Definisi Mencegah atau menghilangkan depresi. Agen yang merangsang suasana hati pasien depresi. (Dorland)

Klasifikasi

Antidepressant Trisiklik (TCA) Imipramine Amitryptiline Doxepin Desipramine Nortriptyline Protriptyline Clomipramine Trimipramine

Antidepressant Generasi 2 Amoxapine Maprotiline Trazodone Bupropion

Antidepressant Generasi 3 Mirtazapine Venlafaxine

Nefazodone

Inhibitor Ambilan Kembali Seotonin Selektif Selective Serotonine Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine Citalopram

Inhibitor Oksidase Monoamine (MAO) Phenelzine Isocarboxazid Tranylcipromine

Indikasi Klinis

A. Depresi Terutama disarankan secara spesifik hanya pada depresi mayor Ciri-ciri : gangguan ritme tubuh utama pada tidur, selera makan, nafsu seksual dan aktivitas motorik

B. Gangguan Panik Menggunakan SSRI dan Benzodiazepine SSRI : butuh beberapa minggu untuk menghasilkan efek terapi penuh Benzodiazepine : efek klinis cepat, tapi ada ketergantungan fisik

C. Gangguan Obsesif-Kompulsif Menggunakan SSRI terutama fluoxetine Dapat juga menggunakan Clomipramine (inhibitor ambilan serotonin dan norepinephrine)

D. Enuresis Indikasi Trisiklik Pada usia lanjut, diterapi dengan impramine. Tetapi sensitif terhadap efek halusinogen

E. Nyeri Kronis

F. Indikasi Lain

Farmakokinetika

A. Trisiklik Mudah diabsorpsi peroral dan bersifat lipofilik, sehingga tersebar luas dan mudah masuk sistem saraf pusat Waktu paruh panjang First pass metabolism di hati Dimetabolisme melalui 2 jalur utama : 1. Transformasi Nukleus Trisiklik Melibatkan hidroksilasi dan konjugasi cincin 2. Perubahan Rantai Cabang Alifatik Dimetilasi nitrogen, menghasilkan metabolit-metabolit aktif

B. Heterosiklik Sama dengan Trisiklik Variabel bioavailabilitas, ikatan protein tinggi, variabel dan luas volumedistribusi, variabel metabolit aktif

C. SSRI (di tabel)

D. Inhibitor MAO Obat Mudah diserap dari saluran cerna Inhibisi MAO tetap berlangsung meski obat sudah tidak terdeteksi lagi di plasma Bioavailabilita s (%) 31-61 Nd 60-80 51-93 Nd 60-70 13-45 70 >90 29-77 66-75 Nd 15-23 32-79 50 77-93 Nd Nd Ikatan Protei n (%) 82-96 Nd 85 70-80 Nd 73-90 Nd 94 77 76-95 88 Nd 98 93-95 95 90-95 98 Nd Plasm a T1/2 (jam) 31-46 8 11-14 23-75 22-84 14-62 8-24 24-96 7-63 9-24 21-52 20-40 2-4 18-93 24 54-198 22-35 4-9 Metabolit Aktif Nortriptyline 7-8, hydroxy Desmethyl Desmethyl Desmethyl Norfluoxetin Tidak ada Desipramine Desmethyl Desmethyl Hydroxy, mchloropheny l piperazine 10-hydroxy Tidak ada Nd Desmethyl mchloropheny Volume Distribus i (L/kg) 5-10 Nd 20-30 9-33 7-20 22-59 9-33 12-97 >5 15-30 15-28 Nd nd 21-57 28-31 19-57 20 Nd Konsentrasi Plasma Terapeutik (ng/ml) 80-200 total Nd 25-300 30-150 240-700 145 30-150 nd Nd >180total 200-300 Nd nd 50-150 Nd 70-170 Nd Nd

Amitriptylin e Amoxapine Bupropion Citalopram Clomipramin Desipramin Doxepin Fluoxetin Fluvoxamin Imipramine Maprotiline Mirtazapin Nerazodon Nortriptyline Paroxetine Protriptylin Sertraline Trazodone

Venlafaxine

nd

27-30

4-10

l piperazin o-desmetil

nd

Nd

Mechanism of Action

A. Antidepresi Trisiklik 1. Menghambat ambilan neurotransmitter TCA menghambat ambilan norepinefrin dan serotonin neuron masuk ke terminal saraf prasinaptik Dengan menghambat jalur utama pengeluaran neurotransmitter, TCA akan meningkatkan konsentrasi monoamin dalam celah sinaptik, menimbulkan efek antideprean

2. Penghambat Reseptor TCA juga menghambat reseptor serotonik, alfa-adrenergik, histamin dan muskarinik

TCA meningkatkan pikiran, memperbaiki kewaspadaan mental, meningkatkan aktivitas fisik, menurunkan angka kesakitan depresi utama. B. SSRI Secara spesifik menghambat ambilan serotonin

C. Inhibitor MAO Membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan enzim, menyebabkan inaktivasi yang irreversible. Meningkatkan depot Norepinefrin, serotonin dan dopamin dalam neuron, dan difusi berlebih ke ruang sinaptik.

Dosis Obat Amitriptyline Clomipramine Desipramine Doxepin Imipramine Nortriptyline Protriptyline Trimipramine Amoxapine Bupropion Maprotiline Mirtazapine Nefazodone Trazodone Venlafaxine Phenelzine Tranylcypromine Citalopram Fluoxetine Fluvoxamine Paroxetine Dosis (mg) 75-200 75-300 75-200 75-300 75-200 75-150 20-40 75-200 150-300 200-400 75-300 15-60 200-600 50-600 75-225 45-75 10-30 20-60 10-60 100-300 20-50

Efek Samping

A. Trisiklik Sedasi : rasa mengantuk, efek aditif dengan sedatif lain

Simpatomimetik : gemetar, insomnia Antimuskarinik : penglihatan kabur, konstipasi, susah BAK, bingun Kardiovaskular : hipotensi, aritmia Psikiatri : Psikosis semakin buruk, sindroma menarik diri Neurologis : seizure Metabolik-Endokrin : BB meningkat, gangguan seksual

B. Inhibitor MAO

Gangguan tidur, BB meningkat, hipotensi, gangguan seksual

C. SSRI Insomnia, tremor, gejala gastrointestinal, ruam, penurunan libido, disfungs seksual, kecemasan

Mirtazapine : Somnolen, selera makan meningkat, BB meningkat, pusing Trazodone, Nefazodone : Mengantuk, pusing, insomnia, mual, agitasi Venlafaxen : Mual, somnolen, berkeringat, pusing, gangguan seksual, hipertensi, kecemasan Bupropion : Pusing, mulut kering, berkeringat, tremor, psikosis semakin buruk, seizure

Interaksi Obat

Trisiklik + Alkohol : memperlemah kemampuan mengendarai Inhibitor MAO + obat simpatomimetik : sensitivitas Inhibitor MAO + SSRI : Sindroma serotonin

Overdosis

A. Trisiklik Koma dan syok, kadang disertai asidosis metabolik Depresi pernafasan dan kemungkinan apneu tiba-tiba Agitasi/delirium Iritabilitas neomuskular dan seizure Hiperpireksia Paralisis kandung kemih dan usus Aritmia

B. Obat Generasi 2 dan 3 Neurotoksisitas, seizure, kardiotoksisitas

C. Inhibitor MAO Intoksikasi, agitasi, delirium, seizure, syok, hipertermia

D. SSRI Kematian