Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Trauma akibat sengatan listrik adalah kerusakan yang disebabkan oleh

adanya aliran arus listrik yang melewati tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam. Trauma listrik terjadi saat seseorang menjadi bagian dari sebuah perputaran aliran listrik atau disebabkan oleh terkenanya pada saat berada dekat dengan sumber listrik. Rangkaian listrik dalam hal ini adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu. Luka listrik adalah salah satu jenis luka karena peristiwa fisika. Kulit dengan luka bakar akan mengalami kerusakan pada epidermis, dermis, maupun jaringan subkutan.1-3 Kematian akibat trauma listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat baik karena kontak langsung maupun kontak melalui media lain dimana tanda utama trauma listrik adalah luka bakar pada kulit. Kasus trauma listrik menyebabkan seribu kematian tiap tahunnya di Amerika Serikat, dengan mortality rate 3-5%. Tingkatan trauma listrik sangat luas, dari trauma minimal sampai melibatkan kerusakan multiorgan sampai dapat menyebabkan kematian.1-3 Cedera akibat listrik merupakan kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir ke dalam tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi suatu organ dalam. Tubuh manusia adalah penghantar listrik yang baik. Kontak langsung dengan arus listrik bisa berakibat fatal. Arus listrik yang mengalir ke dalam tubuh manusia akan menghasilkan panas yang dapat membakar dan menghancurkan jaringan tubuh. Meskipun luka bakar listrik tampak ringan, tetapi mungkin saja telah terjadi kerusakan organ dalam yang serius, terutama pada jantung, otot atau otak. Luka yang diakibatkan oleh arus listrik yang fatal umumnya disebabkan oleh kecelakaan, dan lebih sering pada arus bolak-balik (AC) daripada searah (DC). Kerusakan yang diakibatkan oleh trauma listrik disebabkan oleh dua mekanisme yaitu terjadinya pemanasan dan aliran listrik itu sendiri yang melewati jaringan. Pemanasan akan menyebabkan nekrosis koagulatif dan aliran listrik pada jaringan akan menyebabkan kerusakan

membran sel. Kerusakan terbesar biasanya pada sel-sel saraf pembuluh darah dan otot.1-4 1.2 Rumusan Masalah Mengenal pasti pola trauma yang dapat di timbulkan oleh tenaga listrik terhadap tubuh pasien ataupun jenazah dan juga sebab utama punca kematian yang disebabkan trauma listrik. 1.3 Tujuan Penulisan Lapsus Berdasarkan temuan ataupun fakta-fakta di atas, kami akan mencoba untuk membahas tentang trauma listrik dan bagaimana hasil pemeriksaan yang dapat ditemukan pada pemeriksaan forensik terhadap pasien ataupun jenazah yang mengalami trauma listrik. 1.4 Objektif 1. Mengenal pasti pola luka yang bias di sebabkan oleh tenaga listrik. 2. Mengetahui sebab kematian oleh tenaga listrik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Medikolegal Kematian oleh arus listrik biasanya tidak disengaja dari peralatan listrik

rusak atau kelalaian dalam penggunaan peralatan. Dalam industri, kematian dapat dihasilkan dari kontak dengan kabel yang berarus, atau dari alat-alat penerangan, alatalat elektronik, ataupun saklar-saklar.1 Kematian dapat terjadi selama terapi kejang untuk pasien dengan gangguan jiwa namun kasus tersebut jarang, kecuali sebagai kasus bunuh diri, dan bahkan pembunuhan telah terjadi.1 Organ dalam harus dianalisis untuk mengetahui apakah korban telah rusak pada saat kecelakaan. Bunuh diri jarang terjadi. Orang biasanya menggulung kawat ke pergelangan tangan atau jari-jarinya, yang kemudian dihubungkan ke arus listrik, dimana saklar terlihat dalam posisi on. Kurang dari setengah korban sambaran petir meninggal. Mati akibat petir adalah selalu akibat dari kecelakaan. Kadang-kadang, mayat korban luka petir terlihat sebagai korban kekerasan. Korban tersebut dapat ditemukan di lapangan terbuka dengan gambaran memar, luka robek, dan fraktur. Pada kasus ini, diagnosis harus ditegakkan berdasarkan riwayat badai petir di wilayah lokal tersebut, bukti adanya efek dari sambaran petir, dan magnetisasi terhadab bahan logam.1,3,5 2.2 Definisi Luka listrik adalah luka yang disebabkan oleh trauma listrik, yang merupakan jenis trauma yang disebabkan oleh adanya persentuhan dengan benda yang memiliki arus listrik, sehingga dapat menimbulkan luka bakar sebagai akibat berubahnya energi listrik menjadi energi panas.1,2,3 Pada umumnya tanda utama trauma listrik adalah luka bakar pada kulit. Gambaran makroskopis kerusakan kulit yang kontak langsung dengan sumber listrik bertegangan rendah disebut electrical mark. Dalam studi kasus kematian, hanya sekitar 55% yang menunjukan electrical mark. Luka listrik biasanya dapat diamati di titik masuk (entry point) maupun titik keluar (exit point).2

2.3

Etiologi Trauma listrik terjadi saat seseorang menjadi bagian dari sebuah perputaran

aliran listrik atau bisa disebabkan pada saat berada dekat dengan sumber listrik. Secara umum ada 2 jenis tenaga listrik, yaitu :4 1. Tenaga listrik alam, seperti petir 2. Tenaga listrik buatan, seperti arus listrik searah (DC) contohnya baterai dan arus listrik bolak balik (AC) contonya listrik PLN di rumah atau pabrik

2.4

Patofisiologi Elektron mengalir dalam tubuh secara abnormal sehingga menghasilkan

cedera atau kematian melalui depolarisasi otot dan saraf, inisiasi abnormal irama elektrik pada jantung dan otak atau menghasilkan luka bakar elektrik internal maupun eksternal melalui panas dan pembentukan pori di membran sel.2,4 Arus yang melalui otak, baik voltase rendah maupun tinggi mengakibatkan penurunan kesadaran segera karena depolarisasi saraf otak. Arus bolak balik (AC) dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel jika jalurnya melalui dada.5 Aliran listrik yang lama mengakibatkan kerusakan iskemik otak yang diikuti dengan gangguan nafas.3,6 Faktor - faktor yang mempengaruhi efek listrik terhadap tubuh, yaitu :2,3,5 1. Jenis dan tegangan aliran listrik Secara umum, arus searah (DC) tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan arus bolak-balik (AC). Efek AC pada tubuh manusia sangat tergantung kepada kecepatan berubahnya arus (frekuensi), yang diukur dalam satuan siklus/detik (hertz). Arus frekuensi rendah (50-60 hertz) lebih berbahaya dari arus frekuensi tinggi dan 3-5 kali lebih berbahaya dari DC pada tegangan (voltase) dan kekuatan (ampere) yang sama. DC cenderung menyebabkan kontraksi otot yang kuat, yang seringkali mendorong jauh/melempar korbannya dari sumber arus. AC sebesar 60 hertz menyebabkan otot terpaku pada posisinya, sehingga korban tidak dapat melepaskan genggamannya pada sumber listrik.

Akibatnya korban terkena sengatan listrik lebih lama sehingga terjadi luka bakar yang berat. Biasanya semakin tinggi tegangan dan kekuatannya, maka semakin besar kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua jenis arus listrik tersebut. Kekuatan arus listrik diukur dalam ampere. 1 miliampere (mA) sama dengan 1/1,000 ampere. Pada arus serendah 60-100 mA dengan tegangan rendah (110-220 volt), AC 60 hertz yang mengalir melalui dada dalam waktu sepersekian detik bisa menyebabkan irama jantung yang tidak beraturan, yang bisa berakibat fatal. Arus bolak-balik lebih dapat menyebabkan aritmia jantung dibanding arus searah. Arus dari AC pada 100 mA dalam seperlima detik dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel dan henti jantung. Efek yang sama ditimbulkan oleh DC sebesar 300-500 mA. Jika arus langsung mengalir ke jantung, misalnya melalui sebuah pacemaker, maka bisa terjadi gangguan irama jantung meskipun arus listriknya jauh lebih rendah (kurang dari 1 mA). 2. Tahanan/Resistensi Resistensi adalah kemampuan tubuh untuk menghentikan atau

memperlambat aliran listrik. Tahanan tubuh bervariasi di masing - masing jaringan, yang ditentukan oleh perbedaan kandungan air di masing - masing jaringan. Tahanan yang terbesar terdapat pada kulit tubuh, akan menurun besarnya pada tulang, lemak, urat saraf, otot, darah dan cairan tubuh. Tahanan kulit rata - rata 500 - 10.000 ohm. Di dalam lapisan kulit itu sendiri bervariasi derajat resistensinya, hal ini bergantung pada ketebalan kulit dan jumlah relatif dari folikel rambut, kelenjar keringat dan lemak. Kulit yang berkeringat lebih jelek daripada kulit yang kering. Menurut hitungan Cardieu, bahwa berkeringat dapat menurunkan tahanan sebesar < 1,000 ohm.2,5 Arus listrik banyak yang melewati kulit, karena itu energinya banyak yang dilepaskan di permukaan. Jika resistensi kulit tinggi, maka permukaan luka bakar yang luas dapat terjadi pada titik masuk dan keluarnya arus, disertai dengan hangusnya jaringan diantara titik masuk dan titik keluarnya arus

listrik. Tergantung kepada resistensinya, jaringan dalam juga bisa mengalami luka bakar. Tahanan tubuh terhadap aliran listrik juga akan menurun pada keadaan demam atau adanya pengaruh obat-obatan yang mengakibatkan produksi keringat meningkat. Pertimbangkan tentang transitional resistance, yaitu suatu tahanan yang menyertai akibat adanya bahan-bahan yang berada di antara konduktor dengan tubuh atau antara tubuh dengan bumi, misalnya baju, sarung tangan karet, sepatu karet, dan lain-lain.1,2,5. 3. Adanya hubungan dengan bumi Sehubungan dengan faktor tahanan, maka orang yang berdiri pada tanah yang basah tanpa alas kaki, akan lebih berbahaya daripada orang yang berdiri dengan mengggunakan alas sepatu yang kering, karena pada keadaan pertama tahanannya rendah.1,2 4. Lamanya waktu kontak dengan konduktor Makin lama korban kontak dengan konduktor maka makin banyak jumlah harus yang melalui tubuh sehingga kerusakan tubuh akan bertambah besar dan luas. Dengan tegangan yang rendah akan terjadi spasme otot-otot sehingga korban malah menggenggam konduktor. Akibatnya arus listrik akan mengalir lebih lama sehingga korban jatuh dalam keadaan syok yang mematikan Sedangkan pada tegangan tinggi, korban segera terlempar atau melepaskan konduktor atau sumberlistrik yang tersentuh, karena akibat arus listrik dengan tegangan tinggi tersebut dapat menyebabkan timbulnya kontraksi otot, termasuk otot yang tersentuh aliran listrik tersebut.1,2,5 5. Aliran arus listrik Adalah tempat-tempat pada tubuh yang dilalui oleh arus listrik sejak masuk sampai meninggalkan tubuh. Arus listrik paling sering masuk melalui tangan, kemudian kepala; dan paling sering keluar dari kaki.

Arus listrik yang mengalir dari lengan ke lengan atau dari lengan ke tungkai bisa melewati jantung, karena itu lebih berbahaya daripada arus listrik yang mengalir dari tungkai ke tanah. Letak titik masuk arus listrik (point of entry) dan letak titik keluar bervariasi sehingga efek dari arus listrik tersebut bervariasi dari ringan sampai berat. Arus listrik masuk dari sebelah kiri

bagian tubuh lebih berbahaya daripada jika masuk dari sebelah kanan. Bahaya terbesar bisa timbul jika jantung atau otak berada dalam posisi aliran listrik tersebut. Bumi dianggap sebagai kutub negatif. Orang yang tanpa alas kaki lebih berbahaya kalau terkena aliran listrik,alas kaki dapat berfungsi sebagai isolator, terutama yang terbuat dari karet.

2.5

Klasifikasi Luka Bakar 2.5.1 Derajat Luka Bakar Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia, petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan jaringan yang lebih dalam.1 Membedakan luka bakar ringan dengan luka bakar yang lebih serius tergantung dari tingkat kerusakan jaringan tubuh. Adapun derajat luka bakar meliputi :2 a. Derajat 1 Luka bakar tingkat satu adalah luka bakar paling ringan, hanya mengenai lapisan kulit yang paling luar (epidermis). Kulit biasanya memerah, bengkak dan mungkin terasa sakit. Lapisan luar kulit tidak terbakar semua.

Gambar 1 Luka bakar derajat 1 b. Derajat 2 Luka bakar ini disebut juga partial thickness burn (luka bakar parsial), artinya luka bakar mengenai sebagian dari ketebalan kulit (epidermis dan sebagian dermis). Ditandai dengan munculnya lepuhan dan kulit

langsung menjadi merah dan muncul bercak - bercak. Rasa nyeri hebat dan terjadi pembengkakan merupakan tanda dan gejala lainnya.

Gambar 2 Luka bakar derajat 2 c. Derajat 3 Luka bakar ini disebut juga full thickness burn, yang mengenai seluruh ketebalan kulit (epidermis dan dermis, lebih dalam hingga mencapai subkutan). Luka bakar ini yang paling serius. Pada luka bakar tingkat tiga biasanya terdapat bagian yang hitam seperti arang. Orang tersebut akan mengalami rasa sakit yang hebat atau apabila terjadi kerusakan saraf yang luas, ia cuma merasa sedikit sakit atau tidak sakit sama sekali.

Gambar 3 Luka bakar derajat 3 2.5.2 Luas Area Wallace membagi tubuh atas bagian 9% atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama rule of nine atua rule of wallace yaitu:2 1) Kepala dan leher : 9% 2) Lengan masing-masing 9% : 18% 3) Badan depan 18%, badan belakang 18% : 36%

4) Tungkai maisng-masing 18% : 36% 5) Genetalia/perineum : 1%

2.6

Gejala Gejalanya tergantung kepada interaksi yang rumit dari semua sifat arus listrik. Suatu kejutan dari sebuah arus listrik bisa mengejutkan korbannya sehingga dia terjatuh atau menyebabkan terjadinya kontraksi otot yang kuat. Kedua hal tersebut bisa mengakibatkan dislokasi, patah tulang dan cedera tumpul. Kesadaran bisa menurun, pernafasan dan denyut jantung bisa lumpuh. Luka bakar listrik bisa terlihat dengan jelas di kulit dan bisa meluas ke jaringan yang lebih dalam. Arus listrik bertegangan tinggi bisa membunuh jaringan diantara titik masuk dan titik keluarnya, sehingga terjadi luka bakar pada daerah otot yang luas. Akibatnya, sejumlah besar cairan dan garam (elektrolit) akan hilang dan kadang menyebabkan tekanan darah yang sangat rendah. Serat-serat otot yang rusak akan melepaskan mioglobin, yang bisa melukai ginjal dan menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Dalam keadaan basah, kita dapat mengalami kontak dengan arus listrik. Pada keadaan tersebut, resistensi kulit mungkin sedemikian rendah sehingga tidak terjadi luka bakar tetapi terjadi henti jantung (cardiac arrest) dan jika tidak segera mendapatkan pertolongan, korban akan meninggal. Petir jarang menyebabkan luka bakar di titik masuk dan titik keluarnya, serta jarang menyebabkan kerusakan otot ataupun pelepasan mioglobin ke dalam air kemih. Pada awalnya bisa terjadi penurunan kesadaran yang kadang diikuti dengan koma atau kebingungan yang sifatnya sementara, yangi biasanya akan menghilang dalam beberapa jam atau beberapa hari. Penyebab utama dari kematian akibat petir adalah kelumpuhan jantung dan paru-paru (henti jantung dan paru-paru).

Trauma listrik melibatkan trauma langsung dan tidak langsung. Trauma listrik langsung disebabkan oleh efek arus listrik pada tubuh dan trauma listrik tidak langsung oleh konversi listrik menjadi energi termal yang bertanggung jawab untuk berbagai jenis luka bakar. Luka tidak langsung cenderung hasil dari kontraksi otot yang parah disebabkan oleh trauma listrik.2,3,4 Terdapat kasus karena listrik yang menyebabkan korban jatuh dari ketinggian, dalam hal ini sukar untuk mencari sebab kematian yang segera. Sebab kematian karena arus listrik yaitu :1,5 1. Fibrilasi ventrikel Bergantung pada ukuran badan dan jantung. Dalziel (1961) memperkirakan pada manusia arus yang mengalir sedikitnya 70 mA dalam waktu 5 detik dari lengan ke tungkai akan menyebabkan fibrilasi. Yang paling berbahaya adalah jika arus listrik masuk ke tubuh melalui tangan kiri dan keluar melalui kaki yang berlawanan/kanan. Kalau arus listrik masuk ke tubuh melalui tangan yang satu dan keluar melalui tangan yang lain maka 60% yang meninggal dunia. 2. Paralisis respiratorik Akibat spasme dari otot-otot pernafasan, sehingga korban meninggal karena asfiksia, sehubungan dengan spasme otot-otot karena jantung masih tetap berdenyut sampai timbul kematian. Terjadi bila arus listrik yang memasuki tubuh korban di atas nilai ambang yang membahayakan, tetapi masih di batas bawah yang dapat menimbulkan fibrilasi ventrikel. Menurut Koeppen, spasme otot-otot pernafasan terjadi pada arus 25-80 mA, sedangkan ventrikel fibrilasi terjadi pada arus 75-100 mA. 3. Paralisis pusat nafas Jika arus listrik masuk melalui pusat di batang otak, disebabkan juga oleh trauma pada pusat-pusat vital di otak yang terjadi koagulasi dan akibat efek hipertermias. Bila aliran listrik diputus, paralisis pusat pernafasan tetap ada, jantung pun masih berdenyut, oleh karena itu dengan bantuan pernafasan buatan korban masih dapat ditolong. Hal tersebut bisa terjadi jika kepala merupakan jalur arus listrik. 4. Luka bakar

10

Paparan arus yang dihasilkan oleh sumber tegangan rendah (termasuk sumber listrik rumah tangga) dapat menyebabkan luka bakar di tisu cutaneus disebabkan transformasi energi listrik kepada energi termal. Luka bakar dapat berupa eritema lokal sehingga luka bakar derajat berat. Tingkat keparahan luka bakar tergantung pada intensitas arus, permukaan daerah, dan durasi paparan.

2.7

Pemeriksaan Korban 2.7.1 Pemeriksaan korban di Tempat Kejadian Perkara Korban mungkin ditemukan sedang memegang benda yang membuatnya kena listrik, kadang-kadang ada busa pada mulut. Yang perlu dilakukan pertama kali adalah mematikan arus listrik atau menjauhkan kawat listrik dengan kayu kering.1 Lalu kemudian korban diperiksa apakah hidup atau sudah meninggal dunia. Bilamana belum ada lebam mayat, maka mungkin korban dalam keadaan mati suri dan perlu diberi pertolongan segera yaitu pernafasan buatan dan pijat jantung dan kalau perlu segera dibawa ke Rumah sakit. Pernafasan buatan ini jika dilakukan dengan baik dan benar masih merupakan pengobatan utama untuk korban akibat listrik. Usaha pertolongan ini dilakukan sampai korban menunjukkan tanda - tanda hidup atau tanda-tanda kematian pasti.1,3 2.7.2 Pemeriksaan Jenazah A. Pemeriksaan Luar Pemeriksaan luar sangat penting karena justru kelainan yang menyolok adalah kelainan pada kulit. Dalam pemeriksaan luar yang harus dicari adalah tanda-tanda listrik atau current mark/electric mark/stroomerk van jellinek/joule burn. Tanda-tanda listrik tersebut antara lain :1,2,5 a) Electric mark adalah kelainan yang dapat dijumpai pada tempat dimana listrik masuk ke dalam tubuh. Electric mark berbentuk bundar atau oval dengan bagian yang datar dan rendah di tengah, dikeliilingi oleh kulit yang menimbul. Bagian tersebut biasanya pucat dan kulit diluar elektrik mark akan menunjukkan hiperemis.

11

Bentuk dan ukurannya tergantung dari benda yang berarus lisrtrik yang mengenai tubuh.

Gambar 4 electric mark b) Joule burn (endogenous burn) dapat terjadi bilamana kontak antara tubuh dengan benda yang mengandung arus listrik cukup lama, dengan demikian bagian tengah yang dangkal dan pucat pada electric mark dapat menjadi hitam hangus terbakar.

Gambar 5 Joule burn c) Exogenous burn, dapat terjadi bila tubuh manusia terkena benda yang berarus listrik dengan tegangan tinggi, yang memang sudah mengandung panas; misalnya pada tegangan di atas 330 volt. Tubuh korban hangus terbakar dengan kerusakan yang sangat berat, yang tidak jarang disertai patahnya tulang-tulang.

12

Gambar 6 exogenous burn B. Pemeriksaan Dalam Pada autopsi biasanya tidak ditemukan kelainan yang khas. Pada otak didapatkan perdarahan kecil-kecil dan terutama paling banyak adalah pada daerah ventrikel III dan IV. Organ jantung akan terjadi fibrilasi bila dilalui aliran listrik . Pada paru didapatkan edema dan kongesti. Pada korban yang terkena listrik tegangan tinggi, Custer menemukan pada puncak lobus salah satu paru terbakar, juga ditemukan pneumothorak, hal ini mungkin sekali disebabkan oleh aliran listrik yang melalui paru kanan. Organ viscera menunjukkan kongesti yang merata. Petekie atau perdarahan mukosa gastro intestinal ditemukan pada 1 dari 100 kasus fatal akibat listrik.1,3 Pada hati ditemukan lesi yang tidak khas, sedangkan pada tulang, karena tulang mempunyai tahanan listrik yang besar, maka jika ada aliran listrik akan terjadi panas sehingga tulang meleleh dan terbentuklah butiran-butiran kalsium fosfat yang menyerupai mutiara atau pearl like bodies.3,4 Otot korban putus akibat perubahan hialin. Perikard, pleura, dan konjungtiva korban terdapat bintik-bintik pendarahan. Pada ekstremitas, pembuluh darah korban mengalami nekrosis dan ruptur lalu terjadi pendarahan kemudian terbentuklah gangren.1,3,4

13

BAB III LAPORAN KASUS

3.1

Prosedur Medikolegal Jenazah berinisial SEN seorang laki-laki, umur kurang lebih 33 tahun,

kewarganegaraan Indonesia, agama Hindu, diantar oleh polisi ke Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar pada tanggal 1 April 2012 pukul 10.45 WITA. Korban kemudian dilakukan pemeriksaan luar oleh bagian forensik RSUP Sanglah pada pukul sebelas.

3.2

Otopsi Verbal Jenazah ditemukan dalam keadaan meninggal di Kori Nuansa Utama V/2

Taman Griya Jimbaran Kuta Selatan, Badung. Menurut keterangan dari polisi korban terkena aliran listrik saat memperbaiki atap rumah di tempat kejadian.

3.3

Pemeriksaan Luar Tidak ada ------------------------------------------------------------------------------

1. Label :

2. Pembungkus Jenazah : ------------------------------------------------------------------- Kain berbahan katun, motif garis warna putih coklat -------------------------- Kain berbahan katun bermotif kotak merek BERHAESTEX warna coklat ungu --------------------------------------------------------------------------- Kain berbahan katun bermotif kotak merek warna putih hijau ungu --------3. Benda di samping jenazah : Daun bertangkai --------------------------------------------------------------------4. Pakaian : ---------------------------------------------------------------------------------- Baju berbahan kaos warna putih lengan pendek berkerah dengan dua kancing, berukuran S, bermerek HUSH PUPPIES, terbakar pada kerah, samping kiri, bawah ---------------------------------------------------------------- Celana panjang kain berbahan katun warna hitam dengan kantong samping ----------------------------------------------------------------------------------------- Ikat pinggang warna hitam dengan gesper besi bertuliskan B Ballency --

14

Uang kertas pecahan lima ribu rupiah tiga lembar, dua puluh ribu rupiah satu lembar, dan lima ratus rupiah satu lembar -------------------------------- Permen karet SPEARMINT yang terbungkus rapi berisi tiga buah ------ Satu bungkus rokok GUDANG GARAM berisi sembilan batang -------- Celana pendek warna coklat dengan garis merah di keempat kantongnya, bertuliskan PT GOLDEN FLOWER di kiri bawah, berisi kotoran warna kuning di bagian dalam ------------------------------------------------------------ Peniti warna abu - abu kehitaman ------------------------------------------------5. Perhiasan : jenazah tidak memakai perhiasan ----------------------------------------6. Tanda Kematian : ---------------------------------------------------------------------- Lebam mayat pada tubuh bagian belakang, warna merah keunguan, yang hilang pada penekanan ------------------------------------------------------------ Kaku mayat pada rahang, leher, lengan dan tungkai, sukar dilawan ------- Tanda pembusukan belum terbentuk ---------------------------------------------7. Pemeriksaan Rambut : ---------------------------------------------------------------- Rambut kepala berwarna hitam, tumbuh lebat, lurus, panjang rata-rata dua sentimeter, tampak rambut bagian bawah terbakar ---------------------------- Alis berwarna hitam, tumbuh lebat, tampak sebagian terbakar -------------- Bulu mata berwarna hitam, tumbuh jarang dan lurus, tampak sebagian terbakar ------------------------------------------------------------------------------- Kumis berwarna hitam tercukur, tumbuh jarang, panjang rata - rata nol koma satu sentimeter --------------------------------------------------------------- Jenggot berwarna hitam tercukur tumbuh jarang, panjang rata - rata nol koma satu sentimeter ---------------------------------------------------------------8. Pemeriksaan Kepala : ------------------------------------------------------------------ Bentuk kepala lonjong, dengan indeks kepala delapan puluh tiga persen --9. Pemeriksaan Mata : -------------------------------------------------------------------- Mata kanan dan mata kiri terbuka dengan ukuran masing - masing nol koma lima sentimeter --------------------------------------------------------------- Selaput bening mata kanan dan kiri jernih -------------------------------------- Teleng mata kanan dan kiri sama besar bergaris tengah nol koma lima sentimeter ----------------------------------------------------------------------------15

Tirai mata kanan dan kiri berwarna coklat -------------------------------------- Selaput lendir bola mata kanan dan kiri berwarna putih ---------------------- Selaput lendir kelopak mata kanan dan kiri pucat ------------------------------10. Pemeriksaan hidung : ----------------------------------------------------------------- Bentuk pesek, dari kedua lubang hidung keluar darah ------------------------11. Pemeriksaan mulut dan rongga mulut : --------------------------------------------- Mulut terbuka selebar nol koma lima sentimeter ------------------------------- Lidah tidak tergigit dan tidak terjulur -------------------------------------------- Dari rongga mulut keluar darah --------------------------------------------------- Gigi geligi : Jumlah gigi tiga puluh dua buah ---------------------------------- Pada rahang atas samping kiri gigi lengkap -------------------------------Pada rahang atas samping kanan gigi lengkap ----------------------------Pada rahang bawah samping kiri gigi geraham belakang kedua patah Pada rahang bawah samping kanan gigi geraham depan kedua patah --

12. Pemeriksaan telinga : ------------------------------------------------------------------ Bentuk oval -------------------------------------------------------------------------- Dari kedua lubang telinga tidak keluar apa - apa ------------------------------13. Alat kelamin : -------------------------------------------------------------------------- Jenis kelamin laki - laki, zakar disunat ------------------------------------------ Dari saluran kelamin tidak keluar apa - apa -------------------------------------14. Lubang pelepasan : -------------------------------------------------------------------- Dari lubang pelepasan keluar kotoran warna kuning --------------------------15. Identifikasi umum : --------------------------------------------------------------------Jenazah adalah seorang laki - laki, warga Negara Indonesia, warna kulit sawo matang, gizi cukup, umur kurang lebih tiga puluh tiga tahun, berat badan lima puluh sembilan kilogram, panjang badan seratus lima puluh dua sentimeter--16. Identifikasi khusus : -------------------------------------------------------------------- Jaringan parut pada perut, membujur pada garis pertengahan depan, melalui pusat, warna lebih terang dari kulit sekitar, perabaan kasar, ukuran dua puluh satu koma lima sentimeter kali tiga sentimeter -------------------- Jaringan parut pada perut samping kanan, tujuh sentimeter dari garis pertengahan depan, sejajar taju usus, warna lebih terang dari kulit sekitar,
16

perabaan kasar, ukuran lima koma lima sentimeter kali satu koma lima sentimeter ---------------------------------------------------------------------------- Tahi lalat pada dada samping kanan, tiga sentimeter dari garis pertengahan depan, lima sentimeter di bawah puncak bahu, warna hitam, bentuk bulat, diameter nol koma empat sentimeter --------------------------------------------- Jaringan parut pada paha kiri bagian depan, satu sentimeter di atas lutut, warna lebih terang dari kulit sekitar, perabaan kasar, meliputi area seluas lima sentimeter kali enam sentimeter, ukuran terbesar satu koma lima sentimeter kali satu sentimeter, ukuran terkecil satu sentimeter ------------- Jaringan parut pada lutut kanan, warna lebih terang dari kulit sekitar, perabaan kasar, ukuran satu koma tiga sentimeter kali nol koma lima sentimeter ---------------------------------------------------------------------------- Jaringan parut pada punggung kaki kanan sisi dalam, empat sentimeter di atas pangkal ibu jari, warna lebih terang dari kulit sekitar, perabaan kasar, meliputi area seluas lima sentimeter kali enam sentimeter, ukuran tiga sentimeter kali satu sentimeter ----------------------------------------------------17. Luka-luka : ------------------------------------------------------------------------------1) Luka terbuka pada puncak kepala, tujuh belas sentimeter di atas lubang telinga, tepi berwarna kehitaman, dasar luka tulang warna hitam dan putih, keluar darah dari tepi luka, ukuran sebelas sentimeter kali empat sentimeter --------------------------------------------------------------------------2) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada dahi samping kiri, tiga sentimeter dari garis pertengahan depan, delapan sentimeter di atas sudut luar mata, ukuran enam sentimeter kali satu koma lima sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam ---------------3) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada dahi, melintang garis pertengahan depan, tiga sentimeter di atas sudut dalam mata, ukuran lima sentimeter kali dua koma lima sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam --------------------------------4) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada dahi sebelah kanan, lima sentimeter dari garis pertengahan depan, lima sentimeter di

17

atas sudut luar mata, ukuran tiga sentimeter kali nol koma lima sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam ---------------5) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada kelopak atas mata kiri, lima sentimeter dari garis pertengahan depan, nol koma tujuh sentimeter di atas sudut luar mata, meliputi daerah seluas dua sentimeter kali satu koma lima sentimeter, ukuran terbesar satu sentimeter kali nol koma tiga sentimeter, ukuran terkecil nol koma dua kali nol koma satu sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam ---------------6) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada pipi kiri, lima koma lima sentimeter dari garis pertengahan depan, dua sentimeter di bawah sudut luar mata, meliputi area seluas empat sentimeter kali satu koma lima sentimeter, ukuran terbesar satu koma lima sentimeter kali satu sentimeter, ukuran terkecil nol koma tiga sentimeter kali nol koma tiga sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam ----------7) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada hidung, dua koma lima sentimeter di bawah sudut dalam mata, ukuran tiga koma lima sentimeter kali tiga sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam --------------------------------------------------------------------------------8) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada pipi kanan, lima koma lima sentimeter dari garis pertengahan depan, dua koma lima sentimeter di atas bawah luar mata, ukuran satu sentimeter kali nol koma delapan sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam -----9) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada bibir atas, melintang garis pertengahan depan, satu koma lima sentimeter di atas sudut bibir, ukuran satu koma lima sentimeter kali satu sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam --------------------------------10) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada dagu, melintang garis pertengahan depan, tiga sentimeter di bawah sudut bibir, meliputi area seluas enam sentimeter kali empat sentimeter, ukuran terbesar dua koma lima sentimeter kali dua sentimeter, ukuran terkecil nol koma tiga sentimeter kali nol koma tiga sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam -----------------------------------------------

18

11) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada dada atas sebelah kanan, enam sentimeter dari garis pertengahan depan, tiga sentimeter di bawah puncak bahu, ukuran satu sentimeter kali nol koma tujuh sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam --------12) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada dada sebelah kanan, delapan sentimeter dari garis pertengahan depan, empat belas sentimeter di bawah puncak bahu, ukuran lima koma lima sentimeter kali nol koma lima sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam --------------------------------------------------------------------------------13) Luka terbuka pada punggung, melintang garis pertengahan belakang, empat puluh tiga sentimeter di bawah puncak bahu, dengan dasar berwarna hitam, dikelilingi kulit warna kemerahan, ukuran tiga puluh tiga sentimeter kali tiga pluh satu sentimeter ---------------------------------14) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada punggung atas kiri, dua belas sentimeter dari garis pertengahan belakang, tujuh sentimeter di bawah puncak bahu, ukuran dua belas sentimeter kali empat sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam ---------------15) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada punggung atas kanan, lima sentimeter dari garis pertengahan belakang, enam sentimeter di bawah puncak bahu, ukuran enam sentimeter kali tiga sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam --------------------------------16) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada punggung bawah kanan, lima sentimeter dari garis pertengahan belakang, enam sentimeter di bawah puncak bahu, ukuran enam sentimeter kali tiga sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam ---------------17) Luka berwarna kecoklatan dengan cekungan di tengahnya pada telapak kaki kiri, lima sentimeter di bawah pangkal ibu jari, dengan ukuran dua koma lima sentimeter kali satu sentimeter-------------------------------------18) Luka berwarna kecoklatan dengan cekungan di tengahnya pada telapak kaki kanan, dua sentimeter di bawah pangkal ibu jari, meliputi area seluas delapan sentimeter kali tiga sentimeter, ukuran terbesar empat

19

sentimeter kali dua sentimeter, ukuran terkecil nol koma satu sentimeter kali nol koma satu sentimeter ---------------------------------------------------19) Luka berwarna kecoklatan dengan cekungan di tengahnya pada telapak ibu jari kaki kanan, dua sentimeter di bawah pangkal ibu jari, meliputi area seluas empat sentimeter kali dua sentimeter, ukuran terbesar dua koma lima sentimeter kali satu koma lima sentimeter, ukuran terkecil nol koma satu sentimeter kali nol koma satu sentimeter -------------------------20) Luka berwarna kecoklatan dengan cekungan di tengahnya pada telapak jari telunjuk kaki kanan, tiga sentimeter di atas pangkal ibu jari, meliputi area seluas satu koma lima sentimeter kali nol koma delapan sentimeter, ukuran terbesar satu sentimeter kali nol koma tujuh sentimeter, ukuran terkecil nol koma tujuh sentimeter kali nol koma empat sentimeter -------21) Luka berwarna kecoklatan dengan cekungan di tengahnya pada telapak jari tengah kaki kanan, dua koma lima sentimeter di atas pangkal ibu jari, ukuran satu koma lima sentimeter kali nol koma enam sentimeter --------22) Luka berwarna kecoklatan dengan cekungan di tengahnya pada ujung jari manis kaki kanan, ukuran nol koma sembilan sentimeter kali nol koma enam sentimeter -------------------------------------------------------------------23) Luka berwarna kecoklatan dengan cekungan di tengahnya pada telapak jari kelingking kaki kanan, dua sentimeter di atas pangkal ibu jari, ukuran dua sentimeter kali satu sentimeter ---------------------------------------------24) Pengelupasan kulit ari dengan dasar kulit kemerahan pada lengan bawah kanan sisi dalam, dua sentimeter di atas siku, ukuran tiga belas sentimeter kali tujuh sentimeter, di sekitarnya tampak kulit yang berwarna hitam ---18. Patah tulang : ---------------------------------------------------------------------------Tidak tampak dan teraba patah tulang -----------------------------------------------

20