P. 1
Modul Manajemen Keuangan

Modul Manajemen Keuangan

|Views: 16|Likes:
Dipublikasikan oleh Sigit Arya

More info:

Published by: Sigit Arya on Jun 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

Sections

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

1. PENGANTAR MANAJEMEN KEUANGAN Tujuan Perusahaan. Perusahaan memiliki tujuan yang bermacam-macam. Ada yang berpendapat bahwa tujuan perusahaan untuk mencapai keuntungan / laba maksimal atau laba yang sebasar-besarnya, yang lain berpendapat untuk memakmurkan pemiliknya, sedangkan yang lain menyatakan memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Pada kesempatan ini dapat dikemukakan bahwa tujuan perusahaan ada 3 macam : 1. Mencapai atau memperoleh laba maksimal atau kemakmuran pemilik perusahaan 2. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan ( going concern ) 3. Mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial perusahaan Pengertian Manajemen keuangan menyangkut aktivitas yang dilakukan untuk memperoleh (mendapatkan) dana dan menggunakan ( mengalokasikan ) dana tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Aktivitas kebutuhan dana dan kegiatan investasi perlu kajian terus menerus karena kebutuhan berubah setiap waktu sesuai volume usaha. Perubahan sekumpulan dana dikenal dengan aliran dana ( funds flow ). Tugas mengelola dana merupakan tugas manajemen keuangan perusahaan. Manajemen keuangan merupakan bahagian dari aktivitas manajemen perusahaan yang bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas perolehan dan pengalokasian dana yang dibutuhkan oleh perusahaan, sesuai dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal tersebut manajemen keuangan merupakan bahagian tugas pimpinan dengan tanggung jawab utama adalah membuat keputusan yang menyangkut investasi dan pembiayaan perusahaan dengan prinsip efektif dan efisien . Dalam kaitan ini terkandung fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasi, pengarahan dan pengendalian dalam menggunakan dan memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan. Berdasarkan hal yang telah dikemukakan maka manajemen keuangan ( Financial Management ) yang pada literatur lain disebutkan sebagai pembelanjaan, adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Dengan kata lain manajemen keuangan merupakan manajemen ( pengelolaan ) mengenai bagaimana memperoleh aset, mendanai aset dan mengelola aset untuk mencapai tujuan perusahaan. Sehingga dari defenisi tersebut ada 3 fungsi utama dalam manajemen keuangan yaitu : 1. Keputusan Investasi ( Investment Decision ) 2. Keputusan Pendanaan ( Financing Decision ) 3. Keputusan Pengelolaan Aset ( Assets Management Decision )

Penerbit UPI “YPTK”

1

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Maka Fungsi manajemen keuangan untuk memperoleh dana dan mengalokasiannya berlaku untuk semua jenis organisasi, yaitu : - Profit oriented - Not for profit organization Jadi fungsi seseorang yang bertanggung jawab dengan aspek keuangan organisasi adalah : - Merencanakan - Memperoleh - Menggunakan dana untuk tujuan memaksimalkan nilai perusahaan. Secara umum manajemen keuangan berhubungan dengan aktivitas : 1. Merencanakan dan meramalkan keuangan, manajer keuangan berhubungan dengan eksekutif yang bertanggung jawab dalam perencanaan aktivitas perusahaan keseluruhan. 2. Manajer keuangan memperhatikan dan bertanggung jawab dengan keputusan investasi dan pembiayaan serta interaksinya. 3. Manajer keuangan berinteraksi dengan manajer lainnya dalam organisasi dalam mendukung kegiatan operasional yang paling efisien. 4. Manajer keuangan berhubungan dengan sumber perolehan dana perusahaan melalui pasar uang ( money markets ) dan pasar modal ( capital market ). Kaitan manajemen keuangan dengan disiplin ilmu lainnya. Berhubungan dengan disiplin lainnya terutama Ilmu Akuntansi. Akuntansi menghasilkan laporan keuangan yang bermanfaat bagi manajemen dalam mengevaluasi kinerja perusahaan dimasa lalu, dan pembuatan keputusan masa datang. Manajemen keuangan tidak terlepas dari aspek perpajakan. Manajemen keuangan berhubungan dengan topik ekonomi makro seperti perbankan, serta mekanisme pasar barang dan pasar modal. Manajemen keuangan berkaitan dengan teori Ekonomi mikro, Manajemen pemasaran, Manajemen produksi ( Operasional ), Manajemen personalia dan Manajemen kuantitatif. Tujuan manajemen Keuangan. Adalah memaksimumkan keuntungan ( maksimisasi profit ) tapi pengertian terbatas tidak memperhatikan dimensi waktu dan faktor resiko. Yang tepat adalah memaksimisasi kesejahteraan atau kemakmuran pemegang saham punya arti maksimalkan Present Value ( nilai Sekarang ) dan pertimbangan resiko. Maksimisasi nilai ( value maximization ) lebih menekankan kepada aliran kas yang benar-benar terjadi dari pada sekedar ukuran laba bersih dari pengertian akuntansi. Nilai perusahaan dimaksudkan sebagai harga yang bersedia dibayar oleh investor saat ini jika seandainya perusahaan dijual. Disamping itu juga memperhatikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, memberikan sumbangan berarti kepada lingkungan sosial, memperhatikan hukum & perundang-undangan serta aspek sosial lain, antisipatif tehadap lingkungan. Dengan demikian Manajemen Keuangan itu sendiri

Penerbit UPI “YPTK”

2

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

adalah untuk mengelola perusahaan agar dapat memenuhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan ( Stake holder ) Trade off antara resiko dan keuantungan. Dalam membuat keputusan keuangan harus dipertimbangkan trade off antara resiko dan keuntungan . Profitabilitas ( keuntungan ) dan resiko terikat pada setiap keputusan dan mempengaruhi nilai perusahaan ( Value of the firm ). Resiko dan profitabilitas ditentukan oleh skala perusahaan, jenis peralatan operasional, proporsi hutang dengan sumber pembiayaan, posisi likuiditas, dll. Resiko tinggi maka keuntungan juga tinggi atau sebaliknya. Manajemen kuangan dalam perusahaan Biasanya diembankan kepada manajer keuangan ( Chief Finacial Manager ) atau direktur keuangan di bawah presiden direktur atau direktur utama. Pada perusahaan besar manajer keuangan dibagi pada divisi; anggaran , perencanaan keuangan dan kredit. Manajer keuangan bertanggung jawab terhadap aliran kas ( dana ) masuk dan keluar untuk membiayai investasi dan operasional perusahaan, juga sebagai intermediary bagi penyedia dana seperti : bank, pasar modal. Perkembangan manajemen keuangan Awalnya, Manajemen keuangan sebagai bagian ilmu yang terpisah, awal abad XX penekanan pada aspek legalitas sehubungan dengan merger, akuisisi, pembentukan perusahaan baru dan berbagai surat berharga untuk peroleh pembiayaan. Pada era industialisasi perusahaan menghadapi masalah memperoleh dana untuk ekspansi perusahaan. Saat ini pasar modal untuk mencari sumber pembiayaan awalnya hanya perpindahan dana individu kelebihan dana kepada yang membutuhkan dana . Tahun 1920 penekanan pada legalitas surat berharga . Tahun 1930 depresi, manajemen keuangan menitikberatkan pada sisi aktiva dengan mengembangkan model : persediaan, kas piutang dan aktiva tetap. Tahun terakhir, masalah pembuatan keputusan yang bijaksana makin berkembang karena : 1. Keputusan investasi perlu pengukuran biaya modal ( cost of capital ). 2. Sumber pembiayaan makin sulit dan perlu upaya untuk mengatasi. 3. Aktivitas manajer makin diminati bahkan menjurus pada take over. 4. Berkembangnya kearah manajemen keuangan internasional (International Finance) 5. Meningkatkan kepekaaan dan tanggung jawab sosial seperti : polusi, pengganggaran, kaum minoritas. 6. Meningkatnya inflasi ( lingkungan Usaha ).

Penerbit UPI “YPTK”

3

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Lingkup manajemen keuangan Meliputi ; keputusan investasi, sumber dana untuk jangka pendek ( modal kerja ) dan investasi jangka panjang ( barang modal ), Keputusan pembiayaan untuk sumber pembiayaan ( hutang dan modal ), kebijaksanaan deviden yaitu distribusi laba ( laba ditahan atau dividen ), tujuan memaksimalkan nilai perusahaan atau kemakmuran pemegang saham , dll. Lebih spesifik manajemen keuangan membahas berikut : 1. Perolehan aktiva yang dibutuhkan perusahaan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. 2. Membiayai aktivitas yang dibutuhkan berhubungan dengan penyediaan kebutuhan dana serta berbagai biaya yang timbul akibat perolehan dana tersebut. 3. Mempertahankan kombinasi sumber pembiayaan tepat dalam membiayai kebutuhan dana perusahaan yang berhubungan dengan struktur modal. 4. Pendistribusian laba yang diperoleh dari kegiatan operasional, berhubungan dengan pembiayaan sebagai dividen serta menahan dalam bentuk laba ditahan. 5. Memperhatikan trade off antara resiko dari keuntungan yang diharapkan dalam membuat keputusan keuangan . Kegiatan-kegiatan Manager keuangan

2 Aktiva Perusahaan 3 Manager Keuangan

1 4b Pasar Keuangan

4a

1 Manager keuangan memperoleh dana dari pasar keuangan ( Financial market ) 2 Penggunaan dana ( Keputusan Investasi ) 3 Laba yang diperoleh dikembalikan kepada pemilik dana 4 a Pembagian laba 4 b Kebijaksanaan Deviden

Penerbit UPI “YPTK”

4

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

2. ANALISA RATIO KEUANGAN Sebelum mengambil keputusan maka manajer keuangan harus memahami kondisi keuangan perusahaan, untuk itu perlu dilakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan. Analisis laporan keuangan merupakan analisis mengenai kondisi keuangan keuangan perusahaan yang melibatkan Neraca dan Laba Rugi. Neraca ( balance Sheet ) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah kekayaan (harta) , kewajiban ( hutang ) dan modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu yang disusun pada akhir tahun ( 31 Desember ). Neraca dapat dilihatkan sebagai persamaan berikut : Kekayaan = Hutang + Modal Sendiri sedangkan laba-Rugi ( Income Statement ) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan pada periode tertentu, yaitu mulai 1 Januari – 31 Desember tahun yang bersangkutan. Laba-rugi dapat dilihatkan sebagai persamaan berikut : Laba = Penghasilan – Biaya Laporan keuangan yang baik dan akurat dapat menyediakan informasi yang berguna antara lain dalam : - Pengambilan keputusan investasi - Keputusan pemberian kredit - Penilaian aliran kas - Penilaian sumber-sumber ekonomi - Melakukan klaim terhadap sumber-sumber dana - Menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi terhadap sumber-sumber dana - Menganalisis penggunaan dana Secara garis besar rasio keuangan dapat dikelompokan atas 4 jenis yaitu : a.Ratio Likuiditas ( Liquidity Ratio ) yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek yang berupa hutang-hutang jangka pendek. Rasio likuiditas membandingkan kewajiban jangka pendek ( kewajiban yang akan jatuh tempo sampai dengan 12 bulan ) dengan aktiva lancar. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban pada waktunya berarti perusahaan tersebut likuid dan yang tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut, perusahaan dalam keadaan illikuid. Ratio likuiditas ini terdiri atas : 1.Current Ratio, merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar atau : Aktiva Lancar = X 100% Hutang Lancar

Penerbit UPI “YPTK”

5

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Current Ratio dapat juga dikatakan untuk mengukur sampai seberapa jauh perusahaan mampu melunasi hutang jangka pendeknya seandainya semua aktiva lancar dapat diubah menjadi kas. 2. Acid Test Ratio dengan membandingkan aktiva likuid ditambah piutang dibagi dengan hutang lancar atau : Aktiva likuid + Piutang = Hutang Lancar Acisd test ratio mempunyai perspektif waktu lebih pendek dari Current Ratio karena aktiva yang kurang likuid merupakan komponen aktiva lancar seperti persediaan tidak diperhitungkan dalam mengukur kemampuan membayar hutang jangka pendek. 3. Likuiditas Absolut yaitu : Aktiva Likuid = X 100 % Hutang lancar Likuiditas Absolut memiliki perspektif waktu yang paling pendek karena hanya aktiva likuid yang diperhitungkan . b.Rasio Leverage ( Financial Leverage Ratio ) yang mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang ( menggunakan dana dari hutang / pinjaman ). Kreditur akan melihat, proporsi modal sendiri untuk menentukan margin of safety atau rasio leverage menunjukan proporsi penggunaan Hutang guna membiayai investasi, atau merupakan pembelanjaan sebagian dari aktiva dengan menggunakan Hutang, bukan dibelanjai dengan modal sendiri. Rasio leverage didesain untuk dapat memberikan beberapa ukuran kecukupan arus kas dan aktiva dapat memberikan perlindungan kepada kreditur. Ratio leverage ini adalah : Total Hutang 1. Total Hutang : Modal = Modal Sendiri Semakin tinggi rasio hutang terhadap modal berarti semakin tinggi tingkat leverage dan semakin tinggi pula resiko para kreditur. Laba Bersih Operasi 2. Coverage Bunga = Biaya Bunga Semakin kecil ratio ini berarti semakin tinggi tingkat leverage dan semakin tinggi pula resiko para kreditur. Total Aktiva 3. Total aktiva : Modal = X 100 % Modal Sendiri X 100 % X 100 % X 100 %

Penerbit UPI “YPTK”

6

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

ratio ini memberikan gambaran tentang leverage yang lebih luas dari pada hutang terhadap modal. Ratio hutang terhadap modal hanya mempertimbangkan leverage yang berasal dari pinjaman berbunga. Angka ratio yang tinggi menggambarkan tingkat leverage yang tinggi, berarti kreditur menanggung resiko tinggi. Total Aktiva Tetap 4. Total Aktiva Tetap : Modal = Modal Sendiri Total Aktiva Lancar 5. Total Aktiva Lancar : Modal = Modal Sendiri Persediaan 6. Persediaan : Modal = Modal Sendiri Piutang 7. Piutang : Modal = Modal Sendiri 8. Aktiva likuid : Modal = Modal Sendiri c.Ratio Aktivitas ( Activity Ratio ), mengukur sejauh mana efisien perusahaan dalam menggunakan sumber-sumber dananya sebagaimana digariskan oleh kebijaksanaan perusahaan. Ratio ini dikenal juga sebagai rasio efisiensi, yaitu ratio yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset-asetnya. Ratio aktivitas ini menyangkut perbandingan antara penghasilan / penjualan yang dihasilkan per Rp. Investasi dalam kelompok aktiva tertentu. Nilai ratio aktivitas yang tinggi menunjukan bahwa perusahaan dituntut untuk mendapatkan tingkat penjualan yang tinggi untuk setiap Rp. yang diinvestasikan dalam kelompok aktiva tertentu dan sebaliknya jika rationya rendah. Beberapa Ratio Aktivitas tersebut adalah sebagai berikut : Pendapatan Bersih 1.Perputaran Total Aktiva ( Total Assets Turnover ) = Total Aktiva Pendapatan Bersih 2. Perputaran Aktiva Tetap ( Fixed Assets Turnover ) = Aktiva Tetap Pendapatan Bersih 3. Perputaran Aktiva Lancar ( Current Assets Turnover ) = Aktiva Lancar X 100 % X 100 % X 100 % X 100 %

Aktiva Likuid X 100 %

Penerbit UPI “YPTK”

7

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Pendapatan Bersih 4. Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover ) = Persediaan Pendapatan Bersih 5. Periode Pengumpulan Piutang (Average Collection Period) = Piutang Pendapatan Bersih 6. Perputaran Aktiva Likuid ( Liquid Assets Turnover ) = Aktiva likuid a. Ratio Profitabilitas / Rentabilitas, adalah untuk mengukur efektifitas yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan dan atau investasi ( Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa efektif pengelolaan perusahaan sehingga menghasilkan keuntungan / rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya ) . Ratio Profitabilitas / Rentabilitas adalah hasil bersih berbagai kebijaksaan dan keputusan.. Ratio Rentabilitas ini adalah : 1. Net Profit Margin menunjukan laba ( rugi ) bersih yang diperoleh ( dikeluarkan ) per rupiah Pendapatan. Atau: Laba ( Rugi ) Bersih = Pendapatan 2. Return On Total Assets (ROA) mengukur Laba ( Rugi ) Bersih per rupiah investasi dalam Total Aktiva atau juga disebut return on investment ( ROI ) atau : Laba Bersih = Total Aktiva 3. Return On Net Worth menggambarkan berapa rupiah dari Laba ( Rugi ) Bersih yang dikembalikan ( dikeluarkan ) untuk tiap rupiah dari modal yang ditanamkan oleh pemilik modal dalam perusahaan atau : Laba Bersih = Modal Sendiri Dari keempat rasio tersebut diatas, kategori rasio yang pertama dan kedua, yaitu Ratio Likuiditas dan Leverage dikenal sebagai rasio neraca karena yang diperbandingkan adalah faktor-faktor yang terdapat dalam neraca. Kategori rasio ketiga yaitu Rasio Aktivitas dikenal dengan istilah inter-statement ratio karena faktor yang diperbandingkan adalah antara faktor-faktor yang terdapat dalam laporan laba-rugi dengan faktor-faktor yang terdapat di neraca. Sedangkan rasio keempat, yaitu Ratio

Penerbit UPI “YPTK”

8

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Rentabilitas / Profitabilitas digolongkan dalam laba-rugi, karena faktor yang dipertimbangkan adalah faktor-faktor yang terdapat dalam laporan laba-rugi. 5. Analisis dengan “Du Pont System” Analisis Du pont System menunjukan penilaian yang cukup rinci terhadap aspek-aspek likuiditas, pengelolaan assets, pengelolaaan hutang dan profitabilitas. AnalisisDu Pont dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut : Gambar 1 : Skema Analisis Du’Pont System
Laba Bersih Modal Kontribusi Leverage Kontribusi Laba Bersih & Aktiva tetap Kontribusi Aktiva Tetap LB AT Pn ---- x ---- x ----Pn Md AT Kontribusi aktiva Lancar LB AL Pn ---- x ---- x ----Pn Md Al LB ----Md AT LB ----- x ----- = Md AT TA LB Pn ---- x ---- x ---Md Pn TA Kontribusi Persediaan LB Ps Pn ----- x ---- x ----Pn Md Ps Kontribusi Piutang LB Pt Pn ---- x ---- x ----Pn Md Pt Kontribusi Aktiva Likuid LB ALq Pn ---- x ---- x ----Pn Md Alq

=

=

Penerbit UPI “YPTK”

9

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Berikut ini diberikan contoh laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laba-rugi pada PT.SW dengan analisis rasio keuangan sebagai berikut : PT.SW Neraca 31 Desember 200X, 20XX
Keterangan Aktiva Kas Piutang Dagang Persediaan Biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Aktiva lancar Aktiva tetap - : Akumulasi penyusutan Aktiva tetap bersih Aktiva tetap lainnya Total aktiva Hutang & Modal Sendiri Hutang bank & hutang wesel Hutang Dagang Hutang Pajak Hutang lancar lainnya Hutang lancar Hutang jangka panjang Modal Sendiri Saham biasa Tambahan modal Laba yang ditahan Total modal sendiri Total Hutang dan modal sendiri 200X 1.324.000 5.324.000 10.532.000 168.000 280.000 17.628.000 12.568.000 (6.756.000) 5.812.000 1.160.000 24.600.000 20XX 1.300.000 5.820.000 9.780.000 136.000 232.000 17.268.000 12.104.000 (6.228.000) 5.876.000 640.000 23.784.000

3.284.000 1.084.000 288.000 1.228.000 5.884.000 4.048.000 3.268.000 2.888.000 8.512.000 14.668.000 24.600.000

2.648.000 988.000 1.016.000 1.012.000 5.664.000 4.016.000 3.268.000 2.888.000 7.948.000 14.104.000 23.784.000

PT.SW Laporan Laba-rugi 31 Desember 200X,20XX Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya penjualan umum & Adm Laba sebelum bunga & pajak(EBIT) Biaya Bunga Laba sebelum pajak(EBT) Pajak Laba setelah pajak(EAT) Dividen kas Peningkatan laba ditahan 200X 30.936.000 20.440.000 10.496.000 7.296.000 3.200.000 680.000 2.520.000 912.000 1.608.000 1.080.000 528.000 20XX 28.768.000 19.000.000 9.768.000 6.728.000 3.040.000 560.000 2.480.000 896.000 1.584.000 972.000 612.000

Analisa rasio keuangan

Penerbit UPI “YPTK”

10

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Analisa Common Size Keterangan Aktiva Kas Piutang Dagang Persediaan Biaya dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka Aktiva lancar Aktiva tetap - : Akumulasi penyusutan Aktiva tetap bersih Aktiva tetap lainnya Total aktiva Hutang & Modal Sendiri Hutang bank & hutang wesel Hutang Dagang Hutang Pajak Hutang lancar lainnya Hutang lancar Hutang jangka panjang Modal Sendiri Saham biasa Tambahan modal Laba yang ditahan Total modal sendiri Total Hutang dan modal sendiri

200X 1.324.000 5.324.000 10.532.000 168.000 280.000 17.628.000 12.568.000 (6.756.000) 5.812.000 1.160.000 24.600.000 3.284.000 1.084.000 288.000 1.228.000 5.884.000 4.048.000 3.268.000 2.888.000 8.512.000 14.666.000 24.600.000

20XX 1.300.000 5.820.000 9.780.000 136.000 232.000 17.268.000 12.104.000 (6.228.000) 5.876.000 640.000 23.784.000 2.648.000 988.000 1.016.000 1.012.000 5.664.000 4.016.000 3.268.000 2.888.000 7.948.000 14.104.000 23.784.000

Common Size 200X 20XX 5,38 5,47 21,64 24,47 42,81 41,12 0,68 0,57 1,14 0,98 71,66 72,60 51,09 50,89 27,46 26,19 23,63 24,70 4,72 2,69 100,100,13,35 4,41 1,17 4,99 23,92 16,46 13,28 11,74 34,60 59,62 100,11,13 4,15 4,27 4,25 23,81 16,89 13,74 12,14 33,42 59,30 100,-

PT.SW Laporan Laba-rugi 31 Desember 200X,20XX Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya penjualan umum & Adm Laba sebelum bunga & pajak(EBIT) Biaya Bunga Laba sebelum pajak(EBT) Pajak Laba setelah pajak(EAT) Dividen kas Peningkatan laba ditahan 200X 30.936.000 20.440.000 10.496.000 7.296.000 3.200.000 680.000 2.520.000 912.000 1.608.000 1.080.000 528.000 20XX 28.768.000 19.000.000 9.768.000 6.728.000 3.040.000 560.000 2.480.000 896.000 1.584.000 972.000 612.000 Common Size 200X 20XX 100,100,66,07 66,05 33,93 33,95 23,58 23,39 10,35 2,20 8,15 2,95 5,20 3,49 1,71 10,56 1,95 8,62 3,11 5,51 3,38 2,13

Penerbit UPI “YPTK”

11

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Analisa Rasio Keuangan Keterangan Likuiditas Current Ratio = AL / HL Acid Test Ratio ( Quick Ratio ) = ( AL – Ps ) / HL Likuiditas Absolute = Alq / HL Leverage Rasio Hutang = (H Jk Pd + H jk Pjg ) / Ms Coverage Bunga = LBo / Bi. Bunga Total Aktiva / Modal = TA / Ms Total Aktiva Tetap / Modal = AT / Ms Total Aktiva Lancar / Modal = AL / Ms Persediaan / Modal = Ps / Ms Piutang / Modal = Pt / Ms Aktiva Likuid / Modal = Alq / Ms Ratio Aktivitas TATO =Pn / TA = Penjulan / Tot. aktiva FATO = Pn / AT = Penjualan / Aktiva tetap CATO = Pn /AL = Penjualan / Aktiva lancar ITO = Pn / Ps = Penjualan / Persediaan RTO = Pn / Pt = Penjualan / Piutang ACP = Pt / ( Pn / 365) = Piutang (Penjualan / 365) LATO = Pn / Alq = Penjualan / Aktiva likuid Rasio Profitabilitas Net Profit Margin ( NPM ) = LB / Pn Operating Profit Margin = LBo / Pn Return on Assets (ROA) = LB / TA Return on Net Worth (RONW)ROE = LB / Ms PER=P pasar perlmb / LB perlmb Dividen Yield=D perlmb / P psr perlmb Pembayaran dividen= D perlmb/LB perlembar

200X 17.628.000 5.884.000 7.096.000 5.884.000 1.324.000 5.884.000 9.932.000 14.668.000 3.200.000 680.000 24.600.000 14.668.000 5.812.000 14.668.000 17.628.000 14.668.000 10.532.000 14.668.000 5.324.000 14.668.000 1.324.000 14.668.000 30.936.000 24.600.000 30.936.000 5.812.000 30.936.000 17.628.000 30.936.000 10.532.000 30.936.000 5.324.000 5.324.000 30.936.000/365 30.936.000 1.324.000 1.608.000 30.936.000 3.200.000 30.936.000 1.608.000 24.600.000 1.608.000 14.668.000

20XX 17.268.000 5.664.000 7.488.000 5.664.000 1.300.000 5.664.000 9.680.000 14.104.000 3.040.000 560.000 23.784.000 14.104.000 5.876.000 14.104.000 17.268.000 14.104.000 9.780.000 14.104.000 5.820.000 14.104.000 1.300.000 14.104.000 28.768.000 23.784.000 28.768.000 5.876.000 28.768.000 17.268.000 28.768.000 9.780.000 28.768.000 5.820.000 5.820.000 28.768.000/365 28.768.000 1.300.000 1.584.000 28.768.000 3.040.000 28.768.000 1.584.000 23.784.000 1.584.000 14.104.000

200X 2,996 1,206 0,225

20XX 3,049 1,322 0,230

0,677 4,706 1,667 0,396 1,202 0,718 0,363 0,090

0,686 5,429 1,686 0,417 1,224 0,693 0,413 0,092

1,258 5,323 1,755 2,937 5,811 62,8 hari 23,366

1,210 4,896 1,666 2,942 4,943 73,8 hari 22,129

5,20% 10,34% 6,54% 10,96%

5,51% 10.57% 6,66% 11,23%

Penerbit UPI “YPTK”

12

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Gambar 1 : Skema Analisis Du’Pont System ‘ 200X, ‘20XX ( Rp 000 )
Laba Bersih Modal Kontribusi Leverage Kontribusi Laba Bersih & Aktiva tetap Kontribusi Aktiva Tetap LB AT Pn ---- x ---- x ----Pn Md AT 200X 1.608 x 5.812 x 30.936 30.936 14.668 5.812 0,052 x 0,396 x 5,323 20XX 1.584 x 5.876 x 28.768 28.768 14.104 5.876 0,055 x 0,417 x 4,896 Kontribusi aktiva Lancar LB AL Pn ---- x ---- x ----Pn Md Al 1.608 x 17.628 x 30.936 30.936 14.668 17.628 0,052 x 1,202 x 1,755 1.584 x 17.268 x 28.768 28.768 14.104 17.268 0,055 x 1,224 x 1,666 Kontribusi Persediaan Ps Pn ----- x ---- x ----Pn Md Ps 1.608 x 10.532 x 30.936 30.936 14.668 10.532 0,052 x 0,718 x 2,937 1.584 x 9.780 x 28.768 28.768 14.104 9.780 0,055 x 0,693 x 2,942 Kontribusi Piutang LB Pt Pn ---- x ---x ----Pn Md Pt 1.608 x 5.324 x 30.936 30.936 14.668 5.324 0,052 x 0,363 x 5,811 1.584 x 5.820 x 28.768 28.768 14.104 5.820 0,055 x 0,413 x 4,943 Kontribusi Aktiva Likuid LB ALq Pn ---- x ---- x ----Pn Md Alq 1.608 x 1.324 x 30.936 30.936 14.668 1.324 0,052 x 0,090 x 23,366 1.584 x 1.300 x 28.768 28.768 14.104 1.300 0,055 x 0,092 x 22,129

200X 20XX

200X 20XX

LB AT LB ----= ----- x ----Md Md AT = 5.812 x 1.608 1.608 14.668 14.668 x 5.812 0,120 = 0,396 x 0,277 1.584 = 5.876 x 1.584 14.104 14.104 5.876 0,112 = 0,417 x 0,270

TA LB Pn LB = ---- x ---- x ---= Md Pn TA = 24.600 x 1.608 x 30.936 = 14.668 30.936 24.600 = 1,667 x 0,052 x 1,258 = 23.784 x 1.584 x 28.768 14.104 28.768 23.784 = 1,686 x 0,055 x 1,209

200X 20XX

200X 20XX

Penerbit UPI “YPTK”

13

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

3. MANAJEMEN MODAL KERJA Pengertian Modal Kerja Dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari disebut modal kerja. Manajemen modal kerja ( Working capital management ) merupakan manajemen dari elemen-elemen aktiva lancar dan elemen-elemen hutang lancar. Kebijakan modal kerja ( Working capital policy ) menunjukan keputusan mendasar mengenai masing-masing elemen ( unsur ) aktiva lancar dan bagaimana aktiva lancar tersebut dibelanjai Pengertian manajemen modal kerja Menurut John D. Martin, etc ( 1998 ), secara umum modal kerja diartikan sebagai investasi perusahaan di dalam aktiva lancar, yaitu harta perusahaan yang diharapkan dapat dikonversikan menjadi kas dalam jangka waktu kurang dari satu tahun atau satu periode akuntansi. Dalam pengertian ini manajemen modal kerja meliputi investasi dalam bentuk : kas, surat berharga, piutang dan persediaan, konsep ini dikenal sebagai modal kerja kotor ( gross working capital ). Pengertian yang sering digunakan adalah : modal kerja tidak hanya meliputi aktiva lancar, tapi modal kerja adalah selisih antara investasi di dalam aktiva lancar dengan hutang lancar yang dimiliki, yaitu yang benar-benar digunakan sebagai modal kerja perusahaan dikenal dengan konsep modal kerja bersih ( net working capital ). Menurut Raymond P Neveu,(1985) A corporation‘s working capital consist of its investment in current assets. Net working capital is the difference between a corporation’s current assets and its current liabilities. Working capital management is the management of a corporation’s sources and uses of working capital so as to advance the financial welfare of its stockholders. Dan menurut Basu Swastha ( 1997), modal kerja bruto ditujukan sebagai jumlah dari seluruh aktiva lancar. Modal kerja netto ( modal kerja ) ditunjukan sebagai selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Dalam pembahasan ini lebih ditekankan pada penggunaan konsep modal kerja bersih. Dengan menggunakan konsep tersebut maka manajemen modal kerja mencakup manajemen terhadap investasi perusahaan dalam aktiva lancar dan sumber pembiayaannya dari hutang lancar. Jadi manajemen modal kerja berhubungan dengan keputusan untuk melakukan investasi pada aktiva lancar dengan sumber pembelanjaan dari hutang lancar, terutama menyangkut permasalahan memanfaatkan keduanya serta komposisi antara aktiva lancar dan hutang lancar yang optimal, sehingga dapat memperkecil resiko perusahaan. Kajian ini penting karena modal kerja akan mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan, sehingga pada akhirnya, akan membawa pengaruh pada tingkat keuntungan dan resiko perusahaan.

Penerbit UPI “YPTK”

14

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Manajemen modal kerja yang efektif akan menjadi penentu tingkat pertumbuhan dan kelangsungan perusahaan untuk jangka panjang . Alasanya adalah karena investasi dalam modal kerja akan melibatkan suatu proses yang berkelanjutan selama melakukan aktivitasnya. Melalui modal kerja yang cukup perusahaan dengan mudah dapat meningkatkan kapasitas produksinya jika terdapat permintaan yang lebih besar (selama sesuai dengan kapasitas), disamping membayar kewajiban jangka pendek secara tepat waktu tanpa mengalami kesulitan likuiditas. Gambaran salah satu proses yang berkelanjutan dari modal kerja dapat dilihat ilustrasi berikut : Pembelian bahan baku KAS Penyimpanan di gudang Proses Produksi

Piutang

Penjualan kredit

Penyimpanan di gudang

Gambar 1 : Aliran modal kerja perusahaan Manajemen modal kerja merupakan aspek yang sangat penting di perusahaan, dan pada umumnya jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan di dalam modal kerja sangat bervariasi dan tergantung dari berbagai faktor diantaranya : 1. Tingkat investasi perusahaan di dalam aktiva lancar 2. Proporsi hutang jangka pendek yang digunakan perusahaan 3. Tingkat investasi perusahaan di dalam setiap jenis komponen aktiva lancar 4. Sumber dana yang lebih khusus dan komposisi hutang lancar yang harus dipertahankan perusahaan Konsep Modal kerja Ada 3 konsep modal kerja ( Martono ) 1. Konsep Kuantitatif , adalah jumlah keseluruhan aktiva lancar yang disebut juga modal kerja bruto ( Gross Working Capital ) meliputi : kas, surat-surat berharga (sekuritas), piutang. 2. Konsep Kualitatif , dihubungkan dengan besarnya hutang lancar atau hutang yang segera harus dilunasi. Mis : hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak ( modal kerja ini disebut modal kerja netto / bersih ) 3. Konsep Fungsional, mendasarkan pada fungsi dana yang digunakan untuk memperoleh pendapatan ( Income ) baik current income maupun future income

Penerbit UPI “YPTK”

15

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Contoh gambaran ketiga konsep tersebut adalah sebagai berikut : PT.L Neraca Per 31 Desember 2008 ( Rp ) Kas dan Efek Piutang Dagang Persediaan Total aktiva lancar Mesin Penyusutan Mesin Gedung Penyusutan Gedung Total Aktiva 30.000.000 60.000.000 80.000.000 170.000.000 80.000.000 (14.000.000) 120.000.000 (24.000.000) 332.000.000 Hutang Dagang Hutang Wesel Hutang Lainnya Total hutang Modal sendiri (MS) Modal saham Laba ditahan Total Hutang & MS 40.000.000 30.000.000 40.000.000 110.000.000 200.000.000 22.000.000 332.000.000

Maka dapat dihitung : 1. Modal kerja kuantitatif : Kas dan Efek Piutang Dagang Persediaan Modal kerja bruto

Rp. 30.000.000 Rp. 60.000.000 Rp. 80.000.000 Rp. 170.000.000

2. Modal kerja kualitatif : Total aktiva lancar Rp. 170.000.000 Total Hutang Lancar Rp. 110.000.000 Modal kerja Netto Rp. 60.000.000 Berdasarkan contoh diatas, apabila margin laba sebesar 25% dan surat-surat berharga ( efek-efek ) sebesar Rp. 15.000.000 maka : 3. Modal kerja fungsional terdiri atas : * Modal kerja riil Kas Rp. 15.000.000 Piutang Dagang(75%) Rp. 45.000.000 Persediaan Rp. 80.000.000 Penyusutan Mesin Rp. 14.000.000 Penyusutan gedung Rp. 24.000.000 Modal kerja riil Rp.178.000.000 * Modal kerja Potensial Efek-efek Margin laba piutang (25%) Modal kerja potensial Rp. 15.000.000 Rp. 15.000.000 Rp. 30.000.000

* yang bukan modal kerja pada konsep fungsional : Mesin Rp. 80.000.000 Gedung Rp. 120.000.000 Bukan Modal Kerja Rp. 200.000.000

Penerbit UPI “YPTK”

16

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Ket : - Dalam konsep fungsional maka piutang yang terjadi sebagian merupakan kontribusi laba yaitu sebesar 25% sehingga piutang yang diperhitungkan dalam konsep ini hanya sebesar 75% dari piutang yang ada = 75% dari Rp. 60.000.000 = 45.000.000 - Margin laba dari piutang yang ada : 25% dari Rp. 60.000.000 = 15.000.000 Jenis modal kerja ( Riyanto, 1998 ) ada 2 jenis : 1. Modal kerja permanen ( Permanent Working Capital ) yaitu modal kerja yang tetap harus ada dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatan usaha, yang dikelompokan atas 2 yaitu : a. Modal Kerja Primer ( Primary Working Capital ), yaitu modal kerja minimum yang harus ada untuk menjamin kontinuitas kegiatan usaha. b. Modal Kerja Normal ( Normal Working Capital ), yaitu modal kerja yang dibutuhkan untuk melakukan luas produksi yang normal. 2. Modal kerja variabel ( Variable Working Capital ) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Modal kerja variabel dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu : a. Modal kerja musiman ( Seasonal Working Capital ), yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi musim b. Modal kerja siklis ( Cyclical Working Capital ), yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi konjungtur c. Modal kerja darurat ( Emergency Working Capital ), yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnnya. Rp MK Darurat MK Siklis Modal kerja Musiman Modal Kerja Normal Modal Kerja primer 0 Waktu Jenis-jenis modal kerja Pengelolaan modal kerja membawa dampak terhadap indikator keuangan berikut : Aktiva lancar 1. Likuiditas = Hutang lancar

Penerbit UPI “YPTK”

17

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek terhadap pihak kreditur ( disebut likuiditas badan usaha ), maupun kewajiban jangka pendek terhadap kelangsungan hidup perusahaan seperti membayar upah buruh dan membeli bahan baku, menurut J Fred Weston, Eugene F. Brigham ( 1998 ). Total Aktiva 2. Solvabilitas = Total Hutang Solvabilitas adalah merupakan ratio antara hutang ( hutang lancar + hutang jangka panjang ) dan jumlah aktiva dimana ratio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, menurut Munawir ( 1995 ) Laba bersih 3. Rentabilitas = Modal operasional (total aktiva ) Rentabilitas ini adalah mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan, rumus rentabilitas ini disebut juga dengan ROA/ROI ( Return on Assets / Return on Investment ), menurut Munawir ( 1995 ) Prinsip Hedging ( Hedging principle ) Menurut Suad Husnan ( 1994 ), prinsip ini membantu manajemen di dalam menentukan suatu tingkat likuiditas tertentu bagi perusahaan untuk memenuhi kewajibannya yang akan segera jatuh tempo tepat pada waktunya. Prinsip ini secara sederhana mempertemukan ( matching ) karakteristik aliran kas atas harta lancar , dengan jangka waktu jatuh tempo dari sumber pendanaan hutang yang digunakan untuk memperoleh aktiva dimaksud. Secara sederhana prinsip hedging menyatakan bahwa investasi di dalam aktiva yang bersifat permanen seharusnya dibelanjai dengan sumber pembelanjaan permanen, sedangkan investasi di dalam aktiva yang bersifat temporer, seharusnya dibelanjai dengan sumber pembiayaan yang bersifat temporer juga. Aktiva permanen yaitu : aktiva yang dimiliki perusahaan diharapkan akan tetap dimanfaatkan / digunakan untuk periode waktu lebih dari satu tahun seperti aktiva lancar tertentu yang merupakan jumlah aktiva lancar yang harus dimiliki secara permanen disamping aktiva tetap tertentu yang memenuhi kriteria ini . Aktiva temporer adalah sejumlah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dan akan dilikuidasi (dijadikan kas) atau aktiva tersebut tidak akan diganti atau tidak akan diinvestasikan lagi . Sumber pembelanjaan permanen yang terdiri atas kelompok hutang menengah , jangka panjang , saham preference dan saham biasa. Sumber pembelanjaan temporer terdiri dari proporsi hutang jangka pendek ( unsecured loan ), commercial paper serta

Penerbit UPI “YPTK”

18

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

pinjaman yang dilakukan dengan menggunakan piutang dan persediaan sebagai jaminan. Sedangkan pembelanjaan spontan adalah sejumlah hutang dagang yang muncul secara otomatis ( spontan ) akibat kebutuhan harian dan kebutuhan operasional perusahaan, misal : jika perusahaan perlu persediaan besar, biasanya diperoleh melalui kreditur yang menjual barang dagang dengan kredit hutang dagang. Prinsip Hedging yang dikemukakan oleh suad Husnan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Martin/Petty/Keown/Scott (1998). Berikut ini dapat dilihat gambaran pola pembelanjaan tersebut : A. Pola pembelanjaan umum ( avarage ) / moderat Total Aktiva (Rp) (temporer) Hutang jangka pendek

Aktiva lancar berfluktuasi

Aktiva lancar permanen Total Aktiva Permanen Aktiva tetap

Pembelanjaan bersifat permanen

Waktu Dari gambar terlihat bahwa bahagian aktiva lancar yang bersifat fluktuatif dibelanjai dengan sumber pendanaan jangka pendek ( hutang lancar ) yang bersifat temporer. Sedangkan seluruh aktiva tetap serta bahagian dari aktiva lancar yang bersifat permanen, dibelanjai dengan sumber pembelanjaan yang permanen. B. Pola pembelanjaan agresif ( agresive ) Total Aktiva (Rp) Aktiva lancar berfluktuasi Hutang jangka pendek(temporer) Pembelanjaan bersifat permanen

Aktiva lancar permanen Tot. Aktiva Permanen Aktiva tetap Waktu

Pola pembelanjaan agresif ( agresive policy ) dimana seluruh aktiva tetap harus dibelanjai dengan sumber pembelanjaan jangka panjang , tetapi sebahagian aktiva lancar yang bersifat permanen dibelanjai melalui sumber dana permanen. Berarti

Penerbit UPI “YPTK”

19

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

semakin sedikit jumlah aktiva lancar permanen yang dibelanjai dengan sumber pembelanjaan permanen dan sebahagian lain dibelanjai dengan hutang jangka pendek temporer. C. Pola pembelanjaan konservatif ( conservative ) Total Aktiva (Rp) Aktiva lancar berfluktuasi (temporer) Pembelanjaan bersifat permanen Hutang jangka pendek

Aktiva lancar permanen Total Aktiva Permanen Aktiva tetap Waktu

Pada pola pembelanjaan konservatif menunjukan indikasi bahwa kebutuhan pembelanjaan yang berasal dari permintaaan yang bersifat musiman ( aktiva lancar yang berfluktuasi ) dibelanjai dengan sumber pendanaan yang permanen. Dalam hal ini perusahaan hanya akan memanfaatkan pinjaman jangka pendek yang bersifat temporer untuk memenuhi kebutuhan pembelanjaan yang benar-benar mencapai puncak ( peak seasonal requirements ). Bahagian yang bergelombang dari gambar ini akan dibelanjai dengan hutang jangka pendek. Untuk melihat dampak manajemen modal kerja terhadap Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas perusahaan dapat ditinjau dengan 3 metode : 1. Manajemen aktiva lancar 2. Manajemen hutang lancar 3. Prinsip hedging dalam pemenuhan kebutuhan modal kerja 1. Manajemen aktiva lancar Manajemen aktiva lancar dilakukan perusahaan dari pembahasan ini adalah dengan membandingkan 2 perusahaan yaitu PT A dan PT. B dimana PT. B dalam manajemen aktiva lancarnya adanya kas yang dijadikan dalam bentuk surat berharga, seperti terlihat pada tabel berikut :

Penerbit UPI “YPTK”

20

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Uraian Aktiva lancar - Kas - Surat berharga - Piutang dagang - Persediaan Barang Total aktiva lancar Aktiva Tetap ( bersih ) Total aktiva Hutang lancar Hutang jangka panjang Total hutang Modal sendiri Total Passiva

PT. A 10.000 20.000 30.000 60.000 100.000 160.000 30.000 40.000 70.000 90.000 160.000

PT.B 10.000 20.000 20.000 30.000 80.000 100.000 180.000 30.000 40.000 70.000 110.000 180.000

Dengan menggunakan tabel diatas, diasumsikan PT. A memperoleh laba bersih 25.000, apabila tingkat pengembalian investasi pada surat berharga adalah 6 % pertahun dan pajak adalah 30 % maka tambahan keuntungan investasi yang dilakukan oleh PT. B pada surat berharga adalah ( 6% x 20.000 ) x ( 1-30%) = 840, jadi laba bersih PT. B adalah 25.840 Dan apa bila dilihat hasil indikator keuangan dari kedua PT tersebut diatas maka : HASIL INDIKATOR KEUANGAN PT. A DAN PT. B PT. A PT.B
60.000 =2x 30.000 30.000 180.000 = 2,29 x 70.000 25.000 = 15,6% 160.000 180.000 70.000 25.840 = 14,4 % = 2,57 x 160.000 80.000 = 2,67 x

Uraian Likuiditas

Solvabilitas Rentabilitas

Dari pengolahan data diatas disimpulkan bahwa investasi yang lebih besar pada aktiva lancar ( Surat berharga ) memberi dampak yang lebih baik terhadap likuiditas dan solvabilitas perusahaan yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan kewajiban terhadap pembayaran hutang lebih baik. Namun dampak ini memberikan dampak yang kurang baik dari segi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari total investasi yang dilakukan. Jadi trade off menyangkut resiko dan tingkat keuntungan dalam kas dan surat berharga akan membawan dampak kurangnya resiko likuiditas namun mengurangi tingkat rentabilitas perusahaan ( kemampuan untuk memperoleh laba ( profitabilitas ) dan sebaliknya.

Penerbit UPI “YPTK”

21

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

2. Manajemen pada hutang lancar. Dimana berikut ini dimisalkan perusahaan yaitu PT. A sebagian sumber modal kerjanya berasal dari hutang lancar yaitu hutang dagang dan sebagian lagi dengan menggunakan hutang jangka panjang sedangkan PT. B seluruh sumber dananya dengan menggunakan hutang lancar . Uraian Aktiva lancar Aktiva Tetap ( bersih ) Total aktiva Hutang lancar - Hutang dagang - Hutang wesel Total hutang lancar Hutang jangka panjang Total hutang Modal sendiri Total Passiva PT. A 120.000 180.000 300.000 PT.B 120.000 180.000 300.000

40.000 40.000 60.000 100.000 200.000 300.000

40.000 60.000 100.000 100.000 200.000 300.000

Apabila informasi tambahan untuk data diatas adalah sebagai berikut : dimana EBIT kedua perusahaan masing-masing adalah 60.000. Bunga hutang dagang adalah adalah 9 % setahun untuk masa jangka waktu 1 bulan , dan bunga hutang jangka pendek (hutang wesel ) dengan tingkat bunga 8 % setahun dan hutang ini berjangka waktu 3 bulan sedangkan bunga hutang jangka panjang adalah 12 % pertahun maka : perhitungan hutang bunga kedua perusahaan adalah sebagai berikut : 1. PT. A, perhitungan bunga : I. Bunga hutang dagang = 9% x 1/12 x 40.000 = 300 II. Bunga hutang jangka panjang = 12% x 60.000 = 7.200 Total = 7.500 2. PT. B, perhitungan bunga : I. Bunga hutang dagang = 9% x 1/12 x 40.000 = 300 II. Bunga hutang wesel = 8% x 3/12 x 60.000 = 1.200 Total = 1.500 Maka laporan laba / rugi kedua perusahaan adalah : LAPORAN LABA/ RUGI PT. A DAN PT. B Uraian PT. A PT.B Laba Operasi ( EBIT ) 60.000 Biaya bunga 7.500 Laba sebelum pajak (EBT) 52.500 Pajak 30 % 15.750 Laba bersih ( Net Income/NI ) 36.750

60.000 1.500 58.500 17.550 40.950

Penerbit UPI “YPTK”

22

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Maka hasil indikator keuangan untuk kedua perusahaan adalah sebagai berikut : HASIL INDIKATOR KEUANGAN PT. A DAN PT. B PT. A PT.B 120.000 120.000 =3x 40.000 100.000 300.000 300.000 =3x 100.000 100.000 36.750 40.950 = 12,25% 300.000 300.000

Uraian Likuiditas Solvabilitas Rentabilitas

= 1,2 x =3x = 13,65 %

Maka disimpulkan bahwa perusahaan dapat mengurangi resiko likuiditas dengan menggunakan sumber pembelanjaan jangka panjang dari pada menggunakan hutang lancar dan kemampuan untuk menghasilkan tingkat keuntungan dari ratio rentabilitas juga mengalami penurunan seperti yang dialami PT. A, sedangkan ratio Solvabilitas kedua perusahaan sama. 3. Prinsip Hedging Prinsip hedging ini yang menyatakan bahwa investasi di dalam aktiva yang bersifat permanen seharusnya dibelanjai dengan sumber pembelanjaan permanen, sedangkan investasi di dalam aktiva yang bersifat temporer, seharusnya dibelanjai dengan sumber pembiayaan yang bersifat temporer juga, contoh penerapan prinsip hedging ini dapat dilihat contoh data berikut : Alternatif Pola pemenuhan kebutuhan dana PT. A Uraian Agresif Moderat Konservatif Aktiva lancer 100.000 100.000 100.000 Aktiva tetap (bersih) 70.000 70.000 70.000 Total aktiva 170.000 170.000 170.000 Hutang lancar (8%) 80.000 60.000 40.000 Hutang jangka panjang 40.000 60.000 80.000 (12%) Total hutang 120.000 120.000 120.000 Modal saham 50.000 50.000 50.000 Total Hutang & Modal 170.000 170.000 170.000 Dari tabel diatas dimana terlihat bahwa untuk pola pemenuhan kebutuhan dana yang bersifat agresif, dana yang berasal dari hutang lancar lebih besar dari pada hutang jangka panjang sedangkan yang moderat kedua sumber dana tersebut sama besarnya, sedangkan pada pola pembelanjaan konservatif dimana sumber dana hutang lancar lebih kecil dari pada hutang jangka panjang.

Penerbit UPI “YPTK”

23

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Informasi tambahan : Perkiraan penjualan adalah 500.000 dan proyeksi EBIT adalah 20 % dari penjualan, pajak adalah 30 %, perhitungan bunga untuk 3 metode pemenuhan dana diatas adalah sebagai berikut : 1. Metode Agresif, perhitungan bunga ; a. Bunga Hutang Lancar = 8 % x 80.000 = 6.400 b. Bunga Hutang Jangka Panjang = 12 % x 40.000 = 4.800 Total Bunga =11.200 2. Metode Moderat, perhitungan bunga : a. Bunga Hutang Lancar = 8 % x 60.000 = 4.800 b. Bunga Hutang Jangka Panjang = 12 % x 60.000 = 7.200 Total Bunga =12.000 3. Metode konservatif, Perhitungan bunga : a. Bunga Hutang Lancar = 8 % x 40.000 = 3.200 b. Bunga Hutang Jangka Panjang = 12 % x 80.000 = 9.600 Total Bunga =12.800 maka proyeksi laba/rugi PT. A adalah : PROYEKSI LABA / RUGI PT. A Agresif Moderat 100.000 100.000 6.400 4.800 11.200 88.800 26.640 62.160 4.800 7.200 12.000 88.000 26.400 61.600

Uraian Proyeksi EBIT (20%) Dikurangi bunga: - Hutang lancar (8%) - Hutang jangka panjang (12%) Total bunga Proyeksi EBT Dikurangi pajak Proyeksi EAT

Konservatif 100.000 3.200 9.600 12.800 87.200 26.160 61.040

Maka hasil dari indikator keuangan pada PT. A adalah sebagai berikut : HASIL INDIKATOR KEUANGAN PT. A Uraian Likuiditas Agresif 100.000 = 1,25x 80.000 Solvabilitas 170.000 = 1,42 x 120.000 Rentabilitas 62.160 = 6,56% 170.000 170.000 120.000 61.600 = 6,23% 170.000 60.000 170.000 = 1,42 x Moderat 100.000 = 1,67x Konservatif 100.000 = 2,5x 40.000 170.000 = 1,42 x 120.000 61.040 = 35.9%

Penerbit UPI “YPTK”

24

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Dari hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa: apabila perusahaan menggunakan pola agresif , maka sebahagian besar hutang dibiayai melalui hutang lancar, sehingga likuiditas rendah yang merupakan indikasi tingginya resiko yang harus dihadapi untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, solvabilitas semua alternatif sama, namun tingkat keuntungan (rentabilitas) yang mampu dihasilkan lebih tinggi dibandingkan 2 pola lainnya. Menentukan Kebutuhan Modal Kerja Ada 2 metode : 1. Metode keterikatan dana 2. Metode perputaran modal kerja Ad 1. Contoh soal : Tuan. X. merencanakan mendirikan perusahaan yang akan memproduksi tas parasut. Setiap hari diperkirakan produksi 100 buah tas . Bahan dipesan di Jakarta dan harus dipesan lebih dahulu, rata-rata 5 hari setelah dipesan dan pembayarannya di depan dikirim dengan harga permeter Rp. 15.000. Satu tas butuh 0,5 meter parasut dan bahan penolong lainnya diperkirakan Rp. 2.500/tas. Biaya Tenaga kerja untuk satu tas adalah Rp. 5000 dan memakan waktu produksi selama 2 hari. Penyerahan tas dilakukan setelah selesai diproduksi dan rata-rata disimpan digudang selama 7 hari, sementara pembayaran oleh pengecer diberikan tenggang waktu pembayaran 6 hari. Gaji staf setiap bulan adalah Rp. 500.000 dan biaya overhead pabrik diperkirakan Rp. 500.000 setiap bulan. Disamping itu biaya pemasaran diperkirakan Rp. 600.000 perbulan. Perusahaan menetapkan kebijaksanaan kas minimal Rp. 200.000, sementara jumlah hari kerja 25 hari satu bulan. Maka kebutuhan modal kerja sebagai berikut : Kebutuhan kas perusahaan setiap hari : - Bahan baku ( 100 unit x 0,5 meter x Rp. 15.000 ) - Bahan penolong ( 100 unit x Rp. 2.500 ) - Biaya Tenaga kerja ( 100 unit x Rp. 5000 ) - Gaji staf ( Rp. 500.000 : 25 hari ) - Biaya Overhead ( Rp. 500.000 : 25 hari ) - Biaya Pemasaran ( Rp. 600.000 : 25 hari ) Jumlah Kebutuhan kas perhari = Rp. 750.000 = Rp. 250.000 = Rp. 500.000 = Rp. 20.000 = Rp. 20.000 = Rp. 24.000 = Rp. 1.564.000

Periode keterikatan dana : # Bahan baku parasut dan bahan penolong : - Pembayaran dimuka 5 hari - Proses produksi 2 hari - Penyimpanan di gudang 7 hari - Penjualan kredit 6 hari Lama keterikatan dana 20 hari # Biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead, biaya pemasaran serta gaji staf - Proses produksi 2 hari - Penyimpanan di gudang 7 hari - Penjualan kredit 6 hari Lama keterikatan dana 15 hari

Penerbit UPI “YPTK”

25

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Berdasarkan perhitungan di atas maka kebutuhan modal kerja perusahaan adalah : Bahan baku parasut ( 20 hari x Rp. 750.000 ) =Rp. 15.000.000 Bahan Penolong ( 20 hari x Rp. 250.000 ) =Rp. 5.000.000 Biaya tenaga kerja ( 15 hari x Rp. 500.000 ) =Rp. 7.500.000 Gaji staf ( 15 hari x Rp. 20.000 ) =Rp. 300.000 Biaya overhead ( 15 hari x Rp. 20.000 ) =Rp. 300.000 Biaya pemasaran ( 15 hari x Rp. 24.000 ) =Rp. 360.000 Kas Minimal =Rp. 200.000 Jumlah kebutuhan modal kerja =Rp.28.660.000 Metode Perputaran Modal Kerja Contoh Soal : Seorang produsen memproyeksikan penjualan untuk tahun 2002 adalah 150 Juta. Perhitungan harga pokok produksi untuk penjualan tersebut adalah sebagai berikut : - Biaya bahan baku 125 juta - Biaya Tenaga kerja langsung 10 juta - Biaya Overhead pabrik 10 juta Harga pokok produksi 145 juta Berdasarkan pengalaman masa lalu, besarmya harga pokok penjualan adalah 70% dari nilai penjualan dan kecenderungan ini diperkirakan terjadi untuk tahun-tahun mendatang. Kebijaksanaan lain : perusahaan memberikan kelonggaran jangka waktu pembayaran kredit ditetapkan 2 bulan . Sementara persediaan yang harus dipertahankan (safety stock ) oleh perusahaan dengan rincian : - Bahan baku 25% dari nilai bahan baku yang direncanakan sebagai komponen harga pokok produksi - Barang dalam proses Rp. 5 juta - Barang jadi Rp. 8 Juta Untuk membelanjai kegiatan sehubungan dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan maka aktiva lancar yang berfluktuasi dibelanjai dengan pinjaman jangka pendek berupa kredit modal kerja dari pemerintah jangka waktu 3 bulan dengan tingkat bunga 12% dan perusahaan menetapkan saldo kas minimal adalah 5 juta, Maka perhitungan kebutuhan modal kerja perusahaan adalah : Unsur modal kerja Perputaran ( kali ) 1. Kas 150 / 5 = 30 2. Piutang 3. Persediaan - Bahan baku 125 / ( 0,25 x 125 ) = 4 - Barang dalam proses 145 / 5 = 29 - Barang jadi ( 70% x 150 )/ 8 = 13,125 Perputaran Modal Kerja keseluruhan 4. Hutang lancer Perputaran Modal kerja bersih Waktu perputaran ( hari ) 360 hari / 50 = 12 hari = 60 hari 360 hari / 4 = 90 hari 360 hari / 29 = 12,41 hari 360 hari / 13,125 = 27,43 hari 201,84 hari atau = 202 hari = 90 hari = 112 hari

Penerbit UPI “YPTK”

26

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Berdasarkan perhitungan diatas dapat dirumuskan : 1 Perputaran modal kerja keseluruhan = 360 hari / 202 hari = 1,78 kali Modal kerja keseluruhan yang dibutuhkan 150 jt ; 1,78 = Rp. 84.269.663 2. Perputaran modal kerja bersih = 360 hari / 112 hari = 3, 21 kali Modal kerja bersih yang dibutuhkan 150 jt ; 3,21 = Rp. 46.728.972 Contoh Soal : Pada tahun depan PT AG merencanakan untuk memproduksi barang jadi sebanyak 9.000 unit sebulan. Untuk memproduksi satu unit barang jadi tersebut diperlukan 3,5 kg bahan baku dengan harga Rp. 2.200 perkg. Bahan baku tersebut sebelum diproses rata-rata disimpan digudang selama 14 hari. Lamanya proses produksi 7 hari. Setelah menjadi barang jadi biasanya disimpan selama 14 hari. Rata-rata piutang dapat ditagih selama 30 hari. Upah langsung perunit barang jadi sebesar Rp. 2.500. Biaya pemasaran tunai sebulan sebesar Rp. 7.500.000. Biaya administrasi umum sebulan sebesar Rp. 6.000.000 dan kas minimal Rp.3.600.000. dari informasi diatas hitunglah kebutuhan modal kerja PT.AG ! Penyelesaian : Periode terikat modal kerja : a. Lamanya bahan baku disimpan b. Lamanya proses produksi c. Lamanya barang jadi disimpan d. Lamanya piutang tertagih Jumlah

14 hari 7 hari 14 hari 30 hari 65 hari

Kebutuhan kas per hari : a. Pembelian bahan baku =(9.000:30) x 3,5kg x Rp.2.200 = Rp. 2.310.000 b. Pembayaran upah langsung = (9.000 :30 ) x Rp.2.500 = Rp. 750.000 c. Pembayaran biaya pemasaran = Rp. 7.500.000 : 30 = Rp. 250.000 d. Pembayaran biaya adm. Dan umum= Rp.6.000.000 :30 = Rp. 120.000 Jumlah = Rp. 3.430.000 Dengan demikian jumlah modal kerja yang dibutuhkan adalah : 65 hari x Rp.3.430.000 + Rp.3.600.000 = Rp. 226.550.000 Analisis Sumber dan Penggunaan Dana Sumber dana berasal dari ; 1. Penurunan bersih aktiva , kecuali aktiva tetap dan kas. 2. Penurunan bruto aktiva tetap. 3. Kenaikan bersih kewajiban dan hutang 4. Penambahan modal sendiri 5. Dana yang diperoleh dari operasi Sedangkan penggunaan dana berasal dari : 1. Kenaikan bersih aktiva, kecuali aktiva tetap dan kas 2. Penambahan bruto aktiva tetap 3. Penurunan kewajiban dan hutang 4. Pengurangan modal sendiri

Penerbit UPI “YPTK”

27

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

5. Pembayaran dividen Neraca PT. R pada 31 Desember 2001 dan 2002 ( dlm juta RP ) 2001 2002 Kas 32 35 Hutang dagang Sekuritas 10 15 Hutang wesel Piutang 170 176 Hutang pajak Persediaan 127 122 Hutang bank Total aktiva lancar 339 348 Kewajiban lancar Aktiva tetap (bruto) Akumulasi penyusutan Aktiva Tetap (neto ) TOTAL 800 (100) 700 1.039 800 (150) 650 998 Hutang jangka panjang Modal saham Laba yang ditahan Total

2001 101 50 30 120 301 250 350 138 1.039

2002 99 30 32 120 281 150 350 217 998

Laporan Laba rugi PT.R 1/1/2001-31/12/2002 Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya penjualan, umum dan administrasi Laba sebelum bunga dan pajak Bunga Laba sebelum pajak Pajak Laba setelah pajak Analisis sumber dan penggunaan dana PT. R 2002 Sumber dana 1. Laba setelah pajak 266 2. Penyusutan 50 Dana dari operasi 316 3. Berkurangnya persediaan 5 4. Bertambahnya hutang pajak 2 Jumlah sumber dana 323 Penggunaan dana 1. Pembayaran dividen 2. Pembayaran sekuritas 3. Penambahan piutang 4. Pengurangan hutang dagang 5. Pengurangan hutang wesel 6. Pengurangan hutang jangka panjang Jumlah penggunaan dana Penambahan dana Jumlah

2.300 1.500 800 400 400 56 344 78 266

87 5 6 2 20 100 220 103 323

Penerbit UPI “YPTK”

28

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Analisis Sumber dan penggunaan Modal kerja Sumber Modal kerja Modal Kerja perusahaan pada dasarnya terbagi 2 ; 1. Bagian yang tetap / Permanen : Jumlah minimal yang harus tersedia untuk aktifitas usaha dengan lancar tanpa kesulitan keuangan. 2. Modal kerja Variable : jumlah tergantung musim / kebutuhan diluar kebiasaan. Sumber Modal kerja pada umumnya dari kenaikan jumlah Aktiva Lancar diantaranya berasal dari : 1. Hasil penjualan Aktiva Tidak lancar Misalnya : Penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang dan aktiva tidak lancar lainnya. 2. Bertambahnya hutang jangka panjang Misal : Mengeluarkan obligasi tapi disesuaikan karena perusahaan harus membayar bunga huutang atau mengadakan emisi saham baru. 3. Bertambahnya modal sendiri, baik saham biasa, saham preference, cadangan maupun laba ditahan 4. Keuntungan perusahaan ( Laba Bersih ) ditambah depresiasi dengan amortisasi menunjukan Modal kerja berasal dari hasil operasi perusahaan. Penggunaan Modal kerja : Yaitu penggunaan Aktiva Lancar untuk Hutang lancar. Adapun penggunaan Aktiva Lancar yang dipengaruhi faktor non current account sehingga menyebabkan turunnya Modal kerja sebagai berikut : 1. bertambahnya Aktiva tetap, pembelian sehingga Aktiva Lancar rturun, penggunaan dana menimbulkan jumlah hutang lancar. 2. Berkurangnya hutang jangka panjang Seperti pelunasan hipotik / hutang obligasi serta bentuk hutang jangka panjang lainnya. 3. Pengambilan prive atau pembayaran dividen. 4. Berkurangnya modal sendiri, misal membeli kembali saham 5. Adanya kerugian Akibat adanya pembayaran biaya atau ongkos operasi perusahaan Misal : pembayaran gaji, upah, pembelian bahan, supplies kantor dan pembayaran lain yang berhubungan dengan operasi perusahaan. Analisis sumber dan penggunaan Modal Kerja PT. R 2002 Sumber Modal Kerja 1. Laba setelah pajak 266 2. Penyusutan 50 Modal kerja dari operasi 316 Penggunaan Modal kerja 1. Pembayaran dividen 87 2. Pengurangan hutang jangka panjang 100 Jumlah penggunaan modal kerja 187 Penambahan modal kerja 129 Jumlah 316

Penerbit UPI “YPTK”

29

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

4. PERE.NCANAAN KEUANGAN ( PENYUSUNAN ANGGARAN KAS ) Proses perencanaan keuangan dilakukan dengan proyeksi yang didasarkan kepada standar dan pengembangan dari umpan balik serta proses penyesuaian dalam meningkatkan kinerja perusahaan, dengan menggunakan peramalan ( forecasting ) dan seperangkat anggaran ( budget ) yang dibuat setiap aktivitas perusahaan yang signifikan. Peranan perencanaan keuangan untuk meramalkan kebutuhan keuangan perusahaan yang akan datang ( future oriented ) serta meyiapkan lebih awal dan terperinci transaksi keuangan yang berhubungan dengan kebutuhan keuangan. Langkah-langkah mendasar dalam memproyeksi keuangan adalah : 1. Memproyeksikan penjualan perusahaan dan seluruh biaya yang berhubungan dengan kegiatan ini selama jangka waktu perencanaan. 2. Memperkirakan nilai investasi yang akan dilakukan di dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap yang dibutuhkan untuk mendukung tercapainya penjualan yang diproyeksikan. 3. Menentukan kebutuhan keuangan perusahaan selama jangka waktu rencana. Proyeksi penjualan untuk periode yang akan datang seharusnya mencerminkan : 1. Kecenderungan penjualan masa lalu yang diperkirakan akan terjadi lagi di masa yang akan datang. 2. Faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi secara material kecenderungan penjualan yang dimaksud. Analisis terhadap aliran kas perusahaan melalui penyusunan anggaran kas menjadi penting. Anggaran kas merupakan indikator dari kombinasi berbagai efek yang ditimbulkan oleh rencana aktivitas perusahaan untuk suatu periode tertentu dan pengaruhnya terhadap aliran kas perusahaan. Aliran kas yang positif merupakan indikasi bahwa perusahaan telah mempunyai sumber pembiayaan yang cukup . aliran kas merupakan suatu siklus yang berkelanjutan yang diawali dengan penerimaan kas dari pemilik melalui penerimaan setoran modal para pemegang saham, pinjaman dari pihak luar ( kreditur ) digunakan untuk membeli peralatan, persediaan perlengkapan lain, pembayaran gaji dan upah serta pengeluaran kas lainnya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi. Membuat rencana keuangan . Menyusun anggaran dengan didasarkan pada anggaran penjualan untuk membuat anggaran lainnya yang seharusnya mencerminkan : - Kecenderungan penjualan masa lalu - Faktor-faktor yang mempengaruhi material kecenderungan penjualan Pembuatan rencana keuangan melalui penyusunan anggran dengan titik awal peramalan penjualan, pada akhirnya akan menghasilkan ; proyeksi neraca (Proforma

Penerbit UPI “YPTK”

30

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Balance Sheet), proyeksi laba rugi ( Project income statement ) serta anggaran kas ( Cash budget ) Gambar aliran kas Perusahaan ( cash flow cycle diagram )
Persediaan dibeli dengan hutang Produk yg akan dijual (inv) Penjualan kredit ( piutang )

Pemasok
Pembayar an pembelian aktiva tetap Pemby aran gaji dan upah Pembay aran kas lainnya

Pitang raguragu(macet / sulit diterima

Pembayar an pembelian kredit

Penjualan Tunai (cash sale )

KAS

Pengumpulan dari penagihan piutang

Dividen kas Penerimaan Penjualan atau pengeluaran saham Penerimaan penjualan surat hutang (wesel/obligasi)

Biaya bunga dan cicilan pokok pinjaman

Pembayar an pajak

Pemegang saham

Pemerintah Kreditur

Contoh : PT.A mempunyai penjualan yang berfluktuasi. Penjualan perusahaan baru akan diterima satu bulan setelah bulan penjualan ( 20 % dari penjualan ) dan 50% lagi akan diterima dua bulan setelah penjualan . Sisanya 30 % dari penjualan akan diterima bulan ketiga setelah bulan penjualan. Perusahaan merencanakan jumlah penjualan yang disesuaikan dengan penjualan yang direncanakan dengan nilai pembelian 80% dari nilai penjualan . Pembelian persediaan dilakukan 2 bulan sebelum bulan penjualan. Misal untuk bulan Maret dibeli pada bulan Januari. Pembayaran pembelian disetujui pemasok pada bulan depannya ( 1 bulan setelah penjualan ). Biaya-biaya sebagai berikut ( dlm . Rp. 000 ) : Keterangan Januari Februari Maret April Mei Juni Gaji & Upah 4.000 9.000 7.000 6.000 6.000 5.000 Sewa 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 Biaya lain-lain 2.000 1.000 500 1.000 1.000 1.500 Pajak 2.500 3.000

Penerbit UPI “YPTK”

31

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Pada awal penyusunan anggaran saldo kas sebanyak 25 juta. Dan perusahaan menetapkan saldo kas minimum setiap bulan adalah Rp. 15 Juta. Jika Perusahaan harus menyediakan dana tambahan dengan melakukan pinjaman. Pinjaman harus dilakukan setiap awal bulan dari kebutuhan tambahan pembiayaan setiap bulan . Tingkat bunga yang berlaku umum adalah 12% pertahun dan sama untuk tahun yang akan datang, pembayaran bunga dilakukan pada bulan berikutnya setelah bulan peminjaman. Neraca PT.A adalah sebagai berikut :
Aktiva Lancar -Kas -Piutang Dagang -Persediaan Total Aktiva lancar Aktiva tetap ( Bersih ) PT. A Neraca Per 1 januari 2000 Kewajiban Jangka pendek 20.000 - Hutang Dagang 55.000 100.000 - Hutang Wesel (jt April 2000 ) 14.000 120.000 -Hutang Pajak 5.500 240.000 Total kewajiban Jangka Pendek 74.500 120.000 Kewajiban Jangka panjang 100.000 Modal sendiri - Modal Saham 40.000 - Modal disetor 30.000 - Laba Ditahan 115.500 Total Modal Sendiri 185.500 360.000 Total Kewajiban &Modal sendiri 360.000

Total Aktiva

Pembelian Peralatan Pada Bulan Maret : Rp. 18.000. Bunga Hutang Jangka Panjang Dibayar Bulan Juni ( 1 th 12%). Penjualan : Okt=60 Juta, Nov = 70Jt, Des=60Jt, Jan=60Jt, Febr=80Jt, Mart=90Jt, Aprl=100Jt, Mei=12Jt, Juni=100Jt, Juli=80Jt, Agst=70Jt

Tabel : Anggaran Kas PT.A ( Bulan Januari s/d Juni ) dlm. Rp. 000
Perkiraan Penjualan Penerimaan Piutang : a. Bulan Pertama (20% ) t+1 b. Bulan Kedua (50% ) t+2 c. Bulan Ketiga (30%) t+3 Total Penerimaan Piutang (a) Pembelian (80% x Penjualan ) t+2 Pembayaran Pembelian t+1 Pengeluaran kas lainnya * Gaji & Upah * Sewa * Biaya lain-lainnya * Biaya Bunga Hutang * Pajak * Pembelian Peralatan * Pembayaran Hutang Wesel Jumlah Kas Keseluruhan (b) Aliran kas Bersih (a-b) +: Saldo Kas Awal - : Biaya Bunga Hutang Jk Pendek Saldo Kas Akhir (Tanpa Pinjaman) Pinjaman dibutuhkan (kas min15.000) Saldo kas akhir (Stlh Saldo kas min) Jumlah Kumulatif Pinjaman Okt 60.000 Nov 70.000 Des 60.000 Jan 60.000 12.000 35.000 18.000 65.000 72.000 64.000 4.000 3.000 2.000 Febr 80.000 12.000 30.000 21.000 63.000 80.000 72.000 9.000 3.000 1.000 2.500 18.000 73.000 -8.000 25.000 0 17.000 0 17.000 0 87.500 -24.500 17.000 0 -7.500 22.500 15.000 22.500 108.50 0 -44.500 15.000 225 -29.725 44.725 15.000 67.225 14.000 120.560 -44.560 15.000 672 -30.232 45.232 15.000 112.457 90.000 -1.000 15.000 1.125 12.875 2.125 15.000 114.582 82.500 18.500 15.000 1.145 32.355 -17.355 15.000 97.227 Mart 90.000 16.000 30.000 18.000 64.000 96.000 80.000 7.000 3.000 500 Apil 100.000 18.000 40.000 18.000 76.000 80.000 96.000 6.000 3.000 1.000 560 Mei 120.000 20.000 45.000 24.000 89.000 64.000 80.000 6.000 3.000 1.000 Juni 100.000 24.000 50.000 27.000 101.000 56.000 64.000 5.000 3.000 1.500 6.000 3.000 Juli 80.000 Agst 70000

64.000

Penerbit UPI “YPTK”

32

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

SOAL LATIHAN : Pada tahun depan PT ADE merencanakan untuk memproduksi barang jadi sebanyak 12.000 unit sebulan. Untuk memproduksi satu unit barang jadi tersebut diperlukan 5 kg bahan baku dengan harga Rp. 2.500 perkg. Bahan baku tersebut sebelum diproses rata-rata disimpan digudang selama 15 hari. Lamanya proses produksi 6 hari. Setelah menjadi barang jadi biasanya disimpan selama 14 hari. Rata-rata piutang dapat ditagih selama 30 hari. Upah langsung perunit barang jadi sebesar Rp. 3.000. Biaya pemasaran tunai sebulan sebesar Rp. 7.200.000. Biaya administrasi umum sebulan sebesar Rp. 5.400.000 dan kas minimal Rp.3.500.000. dari informasi diatas hitunglah kebutuhan modal kerja PT.AG ! Penyelesaian : Periode terikat modal kerja : a. Lamanya bahan baku disimpan b. Lamanya proses produksi c. Lamanya barang jadi disimpan d. Lamanya piutang tertagih Jumlah Kebutuhan kas per hari : e. Pembelian bahan baku =(12.000:30) x 5kg x Rp.2.500 = Rp. ……….. f. Pembayaran upah langsung = (12.000 :30 ) x Rp.3.000 = Rp. …………. g. Pembayaran biaya pemasaran = Rp. 7.200.000 : 30 Jumlah = Rp. …………. .............. + = Rp........................ h. Pembayaran biaya adm. Dan umum= Rp.5.400.000 :30 = Rp. Dengan demikian jumlah modal kerja yang dibutuhkan adalah : 65 hari x Rp ..................... + Rp.3.500.000 = Rp. .................... Seorang produsen memproyeksikan penjualan untuk tahun 2008 adalah 210 Juta. Perhitungan harga pokok produksi untuk penjualan tersebut adalah sebagai berikut : - Biaya bahan baku - Biaya Tenaga kerja langsung - Biaya Overhead pabrik Harga pokok produksi 125 juta 20 juta 15 juta + 160 juta 15 hari 6 hari 14 hari 30 hari 65 hari

Penerbit UPI “YPTK”

33

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Berdasarkan pengalaman masa lalu, besarnya harga pokok penjualan adalah 80% dari nilai penjualan dan kecenderungan ini diperkirakan terjadi untuk tahun-tahun mendatang. Kebijaksanaan lain : perusahaan memberikan kelonggaran jangka waktu pembayaran kredit ditetapkan 2 bulan . Sementara persediaan yang harus dipertahankan (safety stock ) oleh perusahaan dengan rincian : Bahan baku 20% dari nilai bahan baku yang direncanakan sebagai komponen harga pokok produksi Barang dalam proses Rp. 10 juta Barang jadi Rp. 5 Juta

Untuk membelanjai kegiatan sehubungan dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan maka aktiva lancar yang berfluktuasi dibelanjai dengan pinjaman jangka pendek berupa kredit modal kerja dari pemerintah jangka waktu 3 bulan dengan tingkat bunga 12% dan perusahaan menetapkan saldo kas minimal adalah 10 juta, Maka perhitungan kebutuhan modal kerja perusahaan adalah : Unsur modal kerja 1. Kas 2. Piutang 3. Persediaan - Bahan baku - Brg dlm proses - Barang jadi Perputaran Modal Kerja keseluruhan 4. Hutang lancar Perputaran Modal kerja bersih Berdasarkan perhitungan diatas dapat dirumuskan : 1 Perputaran modal kerja keseluruhan ( MK Kotor) = 360 hari / .......... hari = ........... kali Modal kerja keseluruhan yang dibutuhkan 210 jt : .......... = Rp. ............................. 2. Perputaran modal kerja bersih = 360 hari / .............. hari = ................. kali Modal kerja bersih yang dibutuhkan 210 jt : .................. = Rp. ........................... hari / ........... = ............ hari hari / ........... = .............hari hari / ........... = ............. hari + .................. hari atau = .........hari = ............... hari = ................ hari Perputaran ( kali ) 210 / 10 = 21 Waktu perputaran ( hari ) 360 / 21 2 bulan = 17,14 hari = 60............hari

Penerbit UPI “YPTK”

34

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

5. MANAJEMEN KAS DAN SURAT BERHARGA Pengertian kas : Kas merupakan aktiva moneter yang digunakan sebagai alat pembayaran yang syah yang dapat diterima secara umum sebesar nilai nominalnya. Siap dan bebas digunakan tidak dibatasi penggunaannya. Kas merupakan aktiva yang paling likuid. Surat berharga : ( efek / marketable securities ) Merupakan surat berharga yang terdiri : obligasi (bonds), saham (stock) dan derifatif efek. Investasi dalam surat berharga untuk menjaga likuiditas perusahaan dan menginvestasikan kelebihan kas sementara waktu. Peranan manajemen kas Berkaitan dengan Modal kerja , dan perlu ditentukan berapa jumlah yang harus nvestasikan kedalam kas. Investasi berlebihan dikas, mengurangi resiko likuiditas, akibat lain rendahnya keuntungan melalui investasi tersebut. Alasan perusahaan untuk mempunyai kas berkaitan secara mendasar terhadap aliran kas yang terjadi sbb : Kas Keluar (tidak reguler ) - Pembagian deviden kas - Pembayaran bunga hutang - Cicilan pokok hutang - Pembelian kembali saham beredar - Pembayaran pajak Masuk Keluar Saldo kas Pembelian Penjualan Pembelian bahan baku dan tenaga kerja Surat-surat berharga Kas Masuk(tidak Reguler) - Penjualan saham - Penjualan obligasi - Hutang lainnya

Aktiva tetap

Persediaan

Piutang

Gambar : Aliran kas perusahaan

Penerbit UPI “YPTK”

35

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Saldo kas perusahaan mengalami perubahan karena 3 penyebab utama : 1) untuk keperluan tidak rutin Pengeluaran tidak rutin, sebagai pengeluaran kas yang tidak terjadi setiap hari, atau tidak dalam fekuensi dan interval waktu yang relatif sama. Pengeluaran kas tidak rutin dilakukan untuk : - Pembayaran deviden - Pembayaran bunga hutang - Pembayaran cicilan pokok hutang - Pembelian kembali saham beredar - Pembayaran pajak 2) Pengeluaran modal, baik berupa pembelian aktiva tetap maupun pengeluaran untuk aktiva tetap yang telah ada dan tergolong pengeluaran modal ( capital expenditures) 3) Pembelian persediaan ( bahan baku ) yang dilakukan secara rutin dalam interval waktu sesuai dengan kebutuhan, dengan tujuan untuk menjaga agar kegiatan produksi tidak terganggu. Motif Penyimpanan Kas : 1. Motif transaksi (transaction motif ) : kas sangat variatif 2. Motif berjaga-jaga (Precautionary Motive ) 3. Motif Spekulasi ( Speculative Motive ) Tujuan Manajemen Kas : Trade–off antara resiko dan keuntungan dikurangi dengan memperhatikan tujuan utama sistem pengelolaan kas perusahaan : 1. Jumlah kas yang cukup harus dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran yang timbul akibat aktivitas usaha. 2. Investasi dalam bentuk kas yang tidak produktif diupayakan untuk dikurangi sampai tingkat yang paling minimum Prosedur penagihan dan pengeluaran : 1. Mempercepat aliran kas masuk(penerimaan kas ) 2. Meningkatkan metode pengeluaran kas, sehingga memperlambat kas keluar tanpa mengganggu aktivitas perusahaan. Pengelolaan kas masuk : Jangka waktu terdiri atas : 1. Jangka waktu saat konsumen memberikan cek sampai memproses cek yang dimaksud. 2. Memproses cek sebelum disimpan di bank. 3. Cek diterima melalui kliring sampai dana siap dan bebas digunakan perusahaan. Mengatasi kendala waktu tersebut digunakan metode : 1. The Lock –box Arrangement ( mempercepat konversi pembayaran yang diterima dengan pengurangan waktu.

Penerbit UPI “YPTK”

36

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

2. Preauthorized Checks, Mempercepat waktu koversi penerimaaan dengan mengurangi mail float dan processing float jangka waktu lebih cepat dari sebelumnya. 3. Depository Transfer Checks ( Concentration Banking ) dengan menunjuk bank dimana perusahaan mempunyai rekening pengeluaran umum dan besar, dan mengurangi waktu mengambang Pengelolaan kas keluar : Melalui cara : 1. Zero balance Account, Tujuan agar perusahaan dapat meningkatkan pengendalian pembayaran kas, mengurangi saldo berlebih, meningkatkan jangka waktu pengeluaran kas( mengawasi dengan ketat izin pengeluaran kas ) 2. Payable trough Drafts, dengan membayar seluruh pengeluaran perusahaan melaluui bank draft yang butuh jangka waktu kliring Model manajemen kas 1) Jumlah kebutuhan kas hampir dapat dipastikan , model persediaan (inventory model) Tujuan : menyeimbangkan antara pendapatan yang mungkin hilang akibat kas, sebagai alternatif dengan menyimpan dalam bentuk surat berharga dibanding dengan biaya transaksi surat berharga. Assumsi : perusahaan menyimpan sejumlah kas tertentu diinvestasikan dalam surat berharga. Jika butuh kas tambahan maka dilakukan penjualan surat berharga. Assumsi ini berhubungan dengan 2 hal : biaya untuk mengkonveersikan surat berharga menjadi kas atau sebaliknya biaya transferdan biaya yang muncul akibat pendapatan yang hilang karena investasi dalam kas ( biaya penyimpanan ). Variable yang digunakan : T = Jumlah kebutuhan kas perusahaan dalam suatu periode tertentu. C = Jumlah saldo kas yang diinginkan i = Tingkat keuntungan dinyatakan dengan tingkat bunga ( dlm % atas investasi surat berharga ) b = Biaya transfer, sebagai biaya untuk mengkonversi surat berharga menjadi kas . diasumsikan biaya ini tetap tidak tergantung jumlah surat berharga. Jumlah kebutuhan kas dalam satu periode 1. Frekuensi transfer =___________________________________ = T /C Saldo kas yang diinginkan perusahaan Biaya penyimpanan kas Saldo kas yang diinginkan 2. Biaya penyimpanan kas = =C/2 2 Saldo kas diformulasikan sebagai berikut : Y=b(T/C)+I(C/2)

Penerbit UPI “YPTK”

37

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Saldo kas optimal yang harus dimiliki perusahaan dengan biaya yang minimal : 2 x b x T C= I Hubungan antara berbagai faktor didalam manajemen kas disajikan sebagai gambar berikut :

C Saldo Kas …………………………………………………………. C/2 0 Gambar : Saldo kas menurut model persediaan Berikut ini gambaran biaya dan total biaya yang berhubungan dengan persediaan :

b(T/C) + i(C/2) i (C/2)

b ( T/C ) Gambar : Total biaya di dalam model persediaan Contoh : Perusahaan butuh kas sebesar 900.000, setiap kelebihan kas diinvestasikan dalam surat berharga , sebaliknya menjual surat berharga dengan biaya konversi surat berharga adalah Rp. 200 setiap transaksi, tingkat pengembalian surat berharga diperkirakan 10 % maka : Saldo kas optimal = C 2 x 200 x 900.000 C= = 60.000 0,10 Saldo kas rata-rata adalah 60.000 : 2 = 30.000

Penerbit UPI “YPTK”

38

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Jumlah frekuensi transfer 1 periode 900.000 : 60.000 = 15 kali Maka total biaya perusahaan untuk mempertahankan saldo kas senilai 3 juta adalah : Total biaya = 200 ( 15 ) + 10 % ( 30.000 ) = 3.000 + 3.000 = 6.000 Hubungan antara berbagai faktor didalam manajemen kas disajikan sebagai gambar berikut : 60.000 C Saldo Kas 30.000 C/2 0 Gambar : Saldo kas menurut model persediaan Berikut ini gambaran biaya dan total biaya yang berhubungan dengan persediaan : Biaya b(T/C) + I(C/2) 60.000 30.000 B ( T/C ) i (C/2) ………………………………………………………….

Kebutuhan kas berfluktuasi secara random  MODEL MILLER – ORR BA ------------------------------------------------------------------Saldo kas harian M

BB

--------------------------------------------------------------------

Penerbit UPI “YPTK”

39

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Besarnya BA dan BB tergantung : - biaya transfer ( b ) - biaya penyimpanan ( i ) dari jumlah investasi dalam kas Assumsi : biaya tetap diketahui Biaya menjual surat berharga = biaya membeli surat berharga BA = Batas atas BB = Batas Bawah M = Jumlah kas optimal b = Biaya transfer untuk setiap kali transfer i =tingkat keuntungan investasi surat berharga r = variance ( penyimpangan ) perubahan kas yang diprediksi perusahaan untuk 1 hari 3 3xbxr2 M= 4xi BA = ( 3 x M ) – ( 2 x BB ) Contoh : r = 800 b = 100 I = 9% ( 360 hari ) Saldo minimal Rp. 1.000 3 M= 3 x 100 x (800) 2 + 1.000 4 x (0,09 : 360) M = Rp6.769 BA = ( 3 x 6.769 ) – ( 2 x 1.000 ) = 18.307 BA 18.307---------------------------------------------------------------BA-M =11.538 membeli Surat berharga M 6.769 M – BB = 5.769 Menjual surat berharga BB -------------------------------------------------------------------1.000 Gambar : Model Batasan Pengendalian Kas + BB

Penerbit UPI “YPTK”

40

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

LATIHAN SOAL : 1. Diketahui : Debt to Equity Ratio 50%, Total Assets Turn Over 1,5 x, Avarage Collection 30 hari, Inventory Turn Over 8x, Net Profit Margin 10%, Quick Ratio 150%, Persediaan Rp. 200.000 dan Modal Sendiri Rp. 1.500.000, Buatlah neraca perusahaan ! 2. Suatu perusahaan mengeluarkan biaya transaksi sebesar Rp. 8.000 setiap kali transaksi . Deviasi standar ( σ ) aliran kas masuk sebesar Rp. 200.000. Tingkat bunga pertahun sebesar 12 %. Batas minimal kas yang tersedia sebagai batas bawah sebesar nol rupiah. Satu tahun dihitung 360 hari. Tentukan jumlah kas yang diinginkan perusahaan dan berapa batas atas ? 3. Perusahaan butuh kas sebesar 1.800.000, setiap kelebihan kas diinvestasikan dalam surat berharga , sebaliknya menjual surat berharga dengan biaya konversi surat berharga adalah Rp. 2000 setiap transaksi, tingkat pengembalian surat berharga diperkirakan 15 %, tentukanlah jumlah kas optimal, berapa kali frekuensi merubah kas, dan berapa lama waktu perubahan tersebut dan berapa biaya mencapai jumlah kas optimal tadi ?

Penerbit UPI “YPTK”

41

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

6. MANAJEMEN PIUTANG Menetapkan kebijaksanaan penjualan kredit. 1. Penjualan kredit tanpa diskon 2. Penjualan kredit dengan diskon 3. Penjualan kredit dengan perkiraan kerugian 1. Analisa penjualan kredit tanpa diskon dengan penjualan tunai Contoh. Penjualan rata-rata setiap tahun Rp. 850.000.000, syarat penjualan n/60 dimana pembelian bisa di bayar kembali pada hari ke 60, dengan cara ini dapat meningkatkan penjualan sampai Rp. 1.200.000.000. Profit margin berkisar 15%. Apakah perusahaan beralih kepenjualan kredit, apabila biaya dana 16%. Analisa, Manfaat : Tambahan keuntungan karena tambahan penjualan = ( 1.200.000.000 – 850.000.000 ) 15%

= 52.500.000

Pengorbanan : Perputaran piutang = 360 hari / 60 hari = 6 kali setahun Rata-rata piutang = Rp. 1.200.000.000 / 6 = Rp.200.000.000 Dana yang diperlukan untuk membiayai piutang tersebut; 200.000.000 – ( 200.000.000 x 15% ) = 170.000.000 Biaya dana yang harus ditanggung karena meiliki tambahan piutang; 170.000.000 x 0,16 = 27.200.000 Tambahan manfaat bersih = 25.300.000 Kesimpulan : Manfaat > pengorbanan, rencana penjualan kredit memberikan hasil yang menguntungkan (diterima ). 2. Analisa penjualan kredit dengan diskon dibandingkan dengan tanpa diskon Contoh. Penjualan rata-rata setiap tahun Rp. 850.000.000, syarat penjualan 2/20, n/60 dimana bila pembeli melunasi pembeliannya hari ke 20 mereka ,memperoleh diskon 2% tapi kalau melunasi hari ke 60 membayar dengan harga penuh, dengan cara ini dapat meningkatkan penjualan sampai Rp. 1.200.000.000. Profit margin berkisar 15%. Apakah perusahaan sebaiknya mengintrodusir diskon atau menjual kredit tanpa diskon, apabila biaya dana 16%. Diperkirakan 25% memanfaatkan diskon, sisanya pada hari ke 60. Analisa; Manfaat : Rata-rata periode pembayaran piutang 0,25 (20) + 0,75 (60) = 50 hari Perputaran piutang = 360 hari / 50 hari = 7,2 kali Rata-rata piutang = Rp.1.200.000.000 : 166.666.667 Rata0rata dana yang diperlukan untuk membiayai piutang

Penerbit UPI “YPTK”

42

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

166.666.667 x 85% = 141.666.666 Penurunan biaya dana = ( 166.666.667 – 141.666.666 ) x 16% Pengorbanan : Diskon yang diberikan = 2% x 25% x Rp.1.200.000.000 Tambahan Manfaat bersih

= 4.000.000 = 6.000.000 = (2.000.000)

Kesimpulan : Diskon yang diberikan ternyata lebih besar dari penghematan biaya, perusahaan tidak perlu memberikan diskon 3. Analisa penjualan kredit tanpa diskon dengan penjualan tunai ( memperhatikan kemungkinan piutang tak tertagih ) Contoh. Penjualan rata-rata setiap tahun Rp. 850.000.000, syarat penjualan n/60 dimana pembelian bisa di bayar kembali pada hari ke 60, dengan cara ini dapat meningkatkan penjualan sampai Rp. 1.200.000.000. Profit margin berkisar 15%. Apakah perusahaan beralih kepenjualan kredit, apabila biaya dana 16%. Kerugian karena penjualan tak terbayar diperkirakan 1%. Analisa, Manfaat : Tambahan keuntungan karena tambahan penjualan = ( 1.200.000.000 – 850.000.000 ) 15%

= 52.500.000

Pengorbanan : Perputaran piutang = 360 hari / 60 hari = 6 kali setahun Rata-rata piutang = Rp. 1.200.000.000 / 6 = Rp.200.000.000 Dana yang diperlukan untuk membiayai piutang tersebut; 200.000.000 – ( 200.000.000 x 15% ) = 170.000.000 Biaya dana yang harus ditanggung karena meiliki tambahan piutang; 170.000.000 x 0,16 = 27.200.000 Kerugian karena penjualan tak terbayar = 1% x Rp. 1.200.000.000 = 12.000.000 + Total tambahan biaya = 39.200.000 Tambahan manfaat bersih = 13.300.000 Kesimpulan : Dengan mempertimbangkan kemungkinan penjualan dimana, manfaat > pengorbanan, rencana penjualan kredit memberikan hasil yang menguntungkan (diterima ).

Penerbit UPI “YPTK”

43

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

SOAL LATIHAN : 1. Penjualan rata-rata setiap tahun Rp. 950.000.000, syarat penjualan 1/20, n/60 dimana bila pembeli melunasi pembeliannya hari ke 20 mereka ,memperoleh diskon 1% tapi kalau melunasi hari ke 60 membayar dengan harga penuh, dengan cara ini dapat meningkatkan penjualan sampai Rp. 1.500.000.000. Profit margin berkisar 12%. Apakah perusahaan sebaiknya mengintrodusir diskon atau menjual kredit tanpa diskon, apabila biaya dana 18%. Diperkirakan 25% memanfaatkan diskon, sisanya pada hari ke 60. 2. Penjualan rata-rata setiap tahun Rp. 1.050.000.000, syarat penjualan n/90 dimana pembelian bisa di bayar kembali pada hari ke 90, dengan cara ini dapat meningkatkan penjualan sampai Rp. 1.800.000.000. Profit margin berkisar 20%. Apakah perusahaan beralih kepenjualan kredit, apabila biaya dana 15%. Kerugian karena penjualan tak terbayar diperkirakan 0,5%.

Penerbit UPI “YPTK”

44

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

7. MANAJEMEN PERSEDIAAN Persediaan adalah sebagai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan, dengan atau tanpa melalui proses perubahan. Peranan manajemen persediaan Persediaan merupakan elemen modal kerja dan aktiva lancar yang paling likuid . Peranan manajemen sangat dipengaruhi nilai investasi persediaan dalam aktiva tersebut misal : Dealer mobil butuh persediaan besar dan hotel butuh persediaan kecil. Manajemen persediaan makin penting karena jembatan antara kegiatan penjualan dengabn kegiatan produksi di bidang manufacture dan jembatan kegiatan pembelian dan penjualan dalam perusahaan dagang. Aliran persediaan dagang pada perusahaan dagang Pembelian KAS Persediaan Barang Penjualan Penagihan Piutang Kas

Perusahaan manufacture punya persediaan : 1. Bahan baku ( raw material ) 2. Barang dalam proses ( work in process ) 3. Barang jadi ( finish goods ) Perusahaan dagang hanya punya satu persediaan yaitu : Persediaan barang dagang Aliran persediaan pada perusahaan manufacture Pembelian Persediaan Bahan baku KAS Proses(TK+BOP) Persediaan Brg dlm proses Proses Tk + BOP Persediaan Brang jadi Penjualan

Piutang Penagihan

Model manajemen persediaan Faktor yang mempengaruhi efektifitas manajemen persediaan : 1. faktor jumlah dana atau kuantitas pesanan, berhubungan dengan biaya persediaan

Penerbit UPI “YPTK”

45

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Total biaya persediaan = Total biaya penyimpanan + Total biaya pesanan = Q/2. C + S/Q.O Total biaya pemnyimpanan = Persediaan rata-rata x biaya penyimpanan perunit =Q/2xC Tingkat persediaan dan siklus pergantian Pengisian kembali inventory Tk(jml unit ) Besarnya Pesanan Inventori ------------------------------------------Rata-2xinventori= besarnya pesanan/2

Waktu Total biaya pemesanan = Frekuensi pemesanan x biaya pemesanan perkali pesanan =S/Q xO Total biaya dan besarnya EOQ

Biaya total = Q/2.C + S/Q. O Biaya penyimpanan=Q/2.C

Biaya pemesanan = S/Q.C TC = Q / 2 . C + S / Q . O Jumlah EOQ ( Jumlah Pesanan Ekonomis ) Q= 2xSxO ---------------C

Dimana : Q = Jumlah kuantitas pesanan S = Jumlah kebutuhan persediaan selama jangka waktu tertentu O = Biaya pemesanan setiap kali pesanan C = Biaya penyimpanan

Penerbit UPI “YPTK”

46

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Contoh : PT. NMP memproduksi dan butuh bahan baku 2000 unit perbulan. Harga bahan baku perunit Rp. 200. Biaya pemesanan sampai digudang Rp. 500 satu kali pesan . Biaya penyimpanan perunit Rp. 50 Maka : Q= 2 x 2000 x 5000 ---------------50 Q = 200 unit TC = Q / 2 . C + S / Q . O TC = (200 / 2 )x 50 + (2000 / 200 ) 500 = 5000 + 5000 = 10.000

2. Faktor waktu pesanan persediaan ( kapan waktu pemesanan ) adanya waktu menunggu , kerterlambatan atau lead time Mis : kebutuhan produksi perhari 60 unit , jangka waktu pesanan 2 hari . Maka pada saat persediaaan tersisa 120 unit ( 60 unit x 2 ) telah dilakukan pemesanan Safety Stock ( Persediaan Pengaman ) Ditujukan untuk memenuhi kebutuhan yang melebihi jumlah biasa serta pemakaian yang tidak dapat diperkirakan sampai persediaan dipesan diterima. Menentukan besarnya safety stock : 1. Resiko kehabisan persediaan. 2. Hubungan antara biaya penyimpanan dengan resiko kehabisan persediaan 3. Faktor lainnya yang berhubungan dengan persediaan ROP ( Re order point ) ROP = SS + ( lead time x kebutuhan perhari ) SS = safety stock RPO = 1000 unit + ( 10 hari x 60 unit ) = 1.600 unit Waktu pesanan dengan adanya lead time dan safety stock Penggantian Persediaan EOQ A B C

Tk Pers (unit) ROP ROP --------------------------------------------------------------Persediaan yg harus dimiliki ---------------------------------------------------------------sblm pemesanan kembali dilakukan SS LT

Penerbit UPI “YPTK”

47

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Dititik B pesanan diterima lebih cepat menjadi 8 hari, SS = 1000 unit + ( 2 x 60 unit ) = 1120 unit Dititik C pesanan diterima lebih lambat menjadi 12 hari SS = 1000 unit – ( 2 hari x 60 unit ) = 880 unit Pengendalian Persediaan Persediaan awal Pembelian Persediaan tersedia dijual Persedian akhir Harga pokok penjualan 40.000 560.000 600.000 (60.000) 540.000

LT = 10 hari

Persediaan rata-rata = 40.000 + 60.000 = 50.000 2 540.000 Perputaran persediaan = ------------ = 10,8 kali 50.000 Hari rata-rata persediaan tersimpan digudang = 360 hari / 10,8 kali = 33 hari Investasi rata-rata persediaan sebelum kebijaksanaan = 540.000 : 10,8 = 50.000 Investasi rata-rata persediaan setelah kebijaksanaan : 540.000 : 12 = 45.000 Penurunan investasi persediaan setelah kebijaksanaan = 50.000 – 45.000 = 5.000 Penghematan bunga setelah pajak = 5.000 x 10 % = 500 Sistem Just in Time Inventory control System ( Pendekatan persediaan nol ( Zero Inventory / Stockless Production ) Penekanan : Aliran kegiatan yang konsisten serta tepat waktu produksi terus menerus. Model ABC : - Persediaan kategori A dengan nilai rupiah tinggi - Persediaan kategori B dengan nilai tertinggi kedua setelah kelompok A - Persediaan kategori C dengan nilai terendah

Penerbit UPI “YPTK”

48

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

LATIHAN SOAL MID :

1. Diketahui Penjualan perusahaan Rp. 30.000.000, Total Asets Turn Over 6x, Saldo Kas Minimal Rp. 750.000, ratio aktiva tetap dengan total aktiva 40%, Inventory Turn Over 50x, Harga Pokok Penjualan Rp. 20.000.000, Debt to Equity Ratio 2 : 3, Current Ratio 2,5 Lengkapilah : Kas …………… Hutang Lancar …………… Piutang …………… Hutang Jangka Panjang …………… Persediaan …………… Total Hutang …………… Total Aktiva Lancar …………… Aktiva Tetap …………… Modal Sendiri …………… Total Aktiva …………… Total Pasiva ……………

2. Suatu perusahaan memiliki data Modal Kerja sebagai berikut :
Rata-rata periode terikat modal kerja : - Lamanya bahan mentah disimpan = 3 hari - Lama proses produksi = 7 hari - Lama pengumpulan piutang = 12 hari Pengeluaran kas setiap hari : - Pembelian bahan mentah = Rp. 150.000 - Upah karyawan = Rp. 100.000 - Biaya Penjualan = Rp. 50.000 - Biaya Lain = Rp. 50.000 Saldo kas minimum = Rp. 50.000, Hitunglah Modal Kerja yang dibutuhkan 3. Suatu perusahaan mengeluarkan biaya transaksi sebesar Rp. 12.000 setiap kali transaksi . Deviasi standar ( σ ) aliran kas masuk sebesar Rp. 250.000. Tingkat bunga pertahun sebesar 16 %. Batas minimal kas yang tersedia sebagai batas bawah sebesar Rp. 10.000 rupiah. Satu tahun dihitung 360 hari. Tentukan jumlah kas yang diinginkan perusahaan ? 4. Lengkapilah :
Penjualan Penerimaan Piutang Pembelian Pembayaran pembelian Pengeluaran kas : - Gaji & upah - Sewa - Biaya lain - Biaya bunga hutang - Pajak - Pembelian Peralatan Jumlah kas keseluruhan + Aliran kas bersih - Biaya bunga hutang jangka pendek Saldo kas akhir tanpa pinjaman Pinjaman dibutuhkan ( kas min 12.000 ) Saldo kas akhir ( setelah saldo kas akhir min ) Jumlah kumulatif pinjaman 80.000 85.000

5.000 2.000 1.000 200

9.050

Kebutuhan bahan baku adalah Rp. 80.000, Pembelian adalah 80% dari kebutuhan, Pembayarannya 90 % dari pembelian. Hutang jangka panjang 15.000 dengan bunga 12% pertahun, terhitung pada bulan tersebut jangka waktu hutang 5 bulan, Peralatan dibeli senilai 2.000. Bulan lalu hutang jangka pendek adalah Rp. 20.000 bunga 12% pertahun dibayar sekarang.

Penerbit UPI “YPTK”

49

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

LATIHAN SOAL MID : 1. Suatu perusahaan memiliki data Modal Kerja sebagai berikut :
Rata-rata periode terikat modal kerja : - Lamanya bahan mentah disimpan = 5 hari - Lama proses produksi = 6 hari - Lama pengumpulan piutang = 15 hari Pengeluaran kas setiap hari : - Pembelian bahan mentah = Rp. 130.000 - Upah karyawan = Rp. 120.000 - Biaya Penjualan = Rp. 80.000 - Biaya Lain = Rp. 70.000 Saldo kas minimum = Rp. 70.000, Hitunglah Modal Kerja yang dibutuhkan

2. Suatu perusahaan mengeluarkan biaya transaksi sebesar Rp. 15.000 setiap kali
transaksi . Deviasi standar ( σ ) aliran kas masuk sebesar Rp. 120.000. Tingkat bunga pertahun sebesar 14 %. Batas minimal kas yang tersedia sebagai batas bawah sebesar Rp. 10.000 rupiah. Satu tahun dihitung 360 hari. Tentukan jumlah kas yang diinginkan perusahaan ?

3. Lengkapilah :
Penjualan Penerimaan Piutang Pembelian Pembayaran pembelian Pengeluaran kas : - Gaji & upah - Sewa - Biaya lain - Biaya bunga hutang - Pajak - Pembelian Peralatan Jumlah kas keseluruhan Aliran kas bersih + Saldo kas awal - Biaya bunga hutang jangka pendek Saldo kas akhir tanpa pinjaman Pinjaman dibutuhkan ( kas min 10.000 ) Saldo kas akhir ( setelah saldo kas akhir min ) Jumlah kumulatif pinjaman 80.000 100.000

5.000 2.000 1.000 200

15.000

Kebutuhan bahan baku adalah Rp. 100.000, Pembelian adalah 80% dari kebutuhan, Pembayarannya 90 % dari pembelian. Hutang jangka panjang 15.000 dengan bunga 12% pertahun, terhitung pada bulan tersebut jangka waktu hutang 5 bulan, Peralatan dibeli senilai 1.000. Bulan lalu hutang jangka pendek adalah Rp. 10.000 bunga 12% pertahun dibayar sekarang.

4. Diketahui adanya rencana penggantian bus lama dengan bus baru dimana data sebagai berikut :
Uraian Bis lama Bis baru Harga 50 Juta 80 Juta Usia Ekonomis 5 th 5 th Nilai Residu 5 Juta 10 juta Penghasilan pertahun 80 Juta 80 Juta Arus kas masuk bersih 22,65 Juta 32,75 Juta Tingkat keuntungan yang layak 18% dimana Present Value Annuity 18% , 5 tahun adalah = 3,127, tentukan dengan metode NPV apakah usulan penggantian bus tersebut diterima ?

8. NILAI WAKTU UANG

Penerbit UPI “YPTK”

50

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Pengertian Konsep nilai waktu uang berhubungan dengan tingkat bunga dalam perhitunganaliran kas. Nilai uang saat ini ( Present Value ) berbeda dengan nilai uang pada masa yang akan datang. Faktor bunga disebut dengan faktor diskonto ( discount factor ). Nilai waktu yang akan datang ( Future Value = FV) FV = nilai masa depan merupakan suatu jumlah yang dicapai dari suatu nilai ( uang ) tertentu dengan pertumbuhan pembayaran selama periode waktu yang akan datang apabila dimajemukan dengan suku bunga tertentu. Bunga sederhana Si = Po ( i ) (n) Di mana : Si = Jumlah bunga sederhana Po = Pinjaman atau tabungan pokok i = Tingkat bunga per periode waktu dalam persen n = Jangka waktu

Contoh : A menabung di bank Rp. 50.000 dengan bunga 12 % perrtahun selama 5 tahun. Pada akhir tahun ke-5 jumlah akumulasi bunganya adalah : Si = 50.000 ( 0,12 ) ( 5 ) = 30.000 Maka nilai FV ( Future Value ) nilai masa depan : FVn = Po + Si = Po + Po (i) (n) FV5 = 50.000 + (50.000 ( 0,12 ) ( 5 ) ) = 80.000 Apabila nilai akhir suatu deposito diketahui dengan bunga i% pertahun selama n tahun, untuk mencari pinjaman pokok yang diinvestasikan tersebut yaitu nilai sekarang ( Present Value = PVo ) adalah FVn PVo = Po = ( 1 + (i) (n) ) Bunga Manjemuk Menunjukan bunga yang dibayarkan dari pinjaman investasi ditambahkan terhadap pinjaman pokok secara berkala. Perbedaan bunga majemuk dengan bunga sederhana sebagai berikut ; Nilai akhir Rp. 5.000 untuk berbagai waktu periode dengan bunga 10% Tahun Bunga Sederhana Bunga Majemuk FVn=Po (1+(i)(n) FVn=Po(1+i ) n 0 5.000 5.000 1 5.500 5.500 2 6.000 6.050 3 6.500 6.655 Secara umum nilai masa depan ( future value ) dari deposito pada akhhir periode n adalah:
Penerbit UPI “YPTK”

51

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

FVn=Po(1+i ) n atau FVn = Po ( FVIFi,n) Nilai Sekarang ( Present Value ) Mencari nilai sekarang tingkat bunga yang digunakan adalah tingkat faktor diskonto ( discount factor ) : PVo = Po = FVn/ (1 + I ) n atau Po = FVn (1 / (1+i) n ) Annuitas ( Annuity ) Annuitas adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Ada 2 macam anuitas : 1. Anuitas biasa ( Ordinary annuitas ) 2. Anuitas jatuh tempo ( Due annuity ) Untuk mencari nilai masa datang suatu anuitas biasa adalah FVAn = R [ ∑ (1+i ) n – 1 ] / i Atau FVAn = R (FVIFAi,n ) Di mana : FVAn = Nilai masa depan annuitas sampai periode n R = Pembayaran atau penerimaan setiap periode n = Jumlah waktu anuitas i = Tingkat bunga FVIFAi,n = Nilai akhir faktor bunga annuitas pada I% untuk n periode Apabila pembayaran bunga tidak dibayarkan sekali dalam setahun , misal dibayarkan sebanyak m kali dalam setahun maka , nilai yang akan datang adalah : FVn = PVo [ 1 + ( i / m ) ] mn Anuitas Nilai Sekarang Nilai sekarang dari suatu anuitas ( Present Value of Annuity = PVAn ) adalah nilai I anuitas majemuk saat ini ( sekarang ) dengan pembayaran atau penerimaan periodik ( R ) dan n sebagai jangka waktu anuitas PVAn = R [ ∑ 1/ ( 1 + i )n ] = R [ 1 – { 1 / ( 1 + i ) / i atauPVAn = R ( PVIFAi,n) Dimana : PVAn = Nilai sekarang anuitas R = Pembayaran atau penerimaan setiap periode n = Jumlah waktu anuitas i = Tingkat bunga PVIFAi,n = Present Value Interest Factor of Annuity atau Nilai sekarang 9. KEPUTUSAN INVESTASI

Penerbit UPI “YPTK”

52

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Faktor pengaturan investasi yang efektif 1. Adanya usul investasi 2. Estimasi arus kas dari usul investasi 3. Evaluasi arus kas 4. Memilih proyek sesuai kriteria investasi 5. Monitoring penilaian terhadap proyek Bentuk rencana investasi / usulan proyek : 1. Pengenalan proyek baru / pembuatan produk baru 2. Penggantian peralatan atau pabrik 3. Penelitian dan pengembangan 4. Eksplorasi, dll Menaksir arus kas  waktu yang akan datang Taksiran Laba / Rugi  memodifikasi laporan akuntansi Kas masuk bersih = Laba setelah pajak + penyusutan Beberapa metode penilaian usul investasi : 1. NPV ( Net Present Value ) 2. PI ( Probability Indeks ) 3. IRR ( Internal Rate of Return ) 4. Payback Periode Methode 5. ARR ( Accounting Rate of Return / Avarage Rate Of return ) Arus kas Netto = Cash in flow – Cash out flow Arus kas netto = Laba netto + Depresiasi + ( 1-t) x bunga t = tarif pajak NPV  dasar konsep cash flow dengan memperhatikan nilai waktu uang NPV = PV arus kas netto selama umur proyek atas dasar tingkat diskonto – cash outlay Kriteria penilaian : Jika : NPV = -, proyek ditolak karena PV penerimaan < PV pengeluaran NPV = +, proyek diterima karena PV penerimaan > PV pengeluaran n NPV = ∑ Xt - Xo untuk asset tanpa nilai sisa t=0 ( 1 + i )t i = Tingkat diskonto / tingkat return / tingkat bunga / biaya modal ( Cost of Capital ) Xt = Arus kas netto periode t ( Net cash flow ) n = Periode terakhir arus kas diharapkan Xo = Nilai awal investasi ( Cash Outlay ) Atau : NPV = - Xo + Xi + Xi + …………+ Xn (1 + i )1 (1 + i )2 (1 + i )n

Penerbit UPI “YPTK”

53

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

2.Metode Probability Indeks ( Desirable Indeks / Benefit Cash Ratio ) yaitu : PV arus kas netto selama umur proyek atas dasar tingkat diskonto tertentu dibagi dengan PV Outlay n ∑ Xt t=0 ( 1 + i )t PI = Xo Kriteria : PI > 1 usulan investasi layak diterima PI < 1 usulan investasi harus ditolak n ∑ t=0 PI = Xo PV kas inflow ( kas masuk ) PI = PV kas out flow ( kas keluar ) 3. Metode IRR IRR suatu investasi adalah tingkat diskonto yang menjadikan arus kas netto persis sama dengan PV dari initial Outlay IRR = Tingkat diskonto NPV = 0 IRR dinyatakan dengan r n Xo = ∑ t=0 Xi + Xi + …………+ Xn (1 + i )1 (1 + i )2 (1 + i )n Xt + Xi + …………+ Xn (1 + i )1 (1 + i )2 (1 + i )n

Kelemahan r sebenarnya tidak sama tiap tahun 4. Pay back periode = Pay Out atau Pay Off Menghitung berapa cepat investasi yang dilakukan bisa kembali 5. Avarage / Accounting Rate off Return = Rata-rata laba setelah pajak x 100 % Rata-rata investasi

Penerbit UPI “YPTK”

54

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Menaksir arus kas : Laporan Laba / Rugi Penjualan 4.000 Biaya-biaya : - Biaya administrasi 2.000 - Penyusutan 1.000 Total Biaya 3.000 Laba operasi 1.000 Pajak (t=20%) 200 Laba setelah Pajak (LB) 800 NCF = 800 + 1.000 = 1.800 Penjelasan Kas masuk Kas keluar

4.000 2.000

Kas Keluar Kas masuk bersih (NCF)

200 1.800

Metode NPV Membeli tanah dengan harga 100 juta dan ada perusahaan lain mau membeli tahun depan dengan harga 110 juta, kita belum bisa memastikan kita peroleh laba 10 juta, karena perlu memperoleh nilai uang, bila tingkat bunga relevan 15% 110 jt PV = --------- = 95,65 jt ( 1 + 0,15) 1 NPV = 95,65 jt – 100 Jt = -4,35 jt Soal : Sebuah perusahaan angkutan Po Duo membuka divisi taksi , tahap awal dimulai dengan membeli taksi sebanyak 50 buah yang dapat dibeli dengan harga 25 juta perunit. Ditaksir umur ekonomis 4 tahun dengan nilai sisa 5 juta, analisis dilakukan dengan metode penyusutan garis lurus. Taksi dioperasikan selama 300 hari dalam setahun, tiap hari pengemudi dikenakan setoran 100.000. Biaya yang bersifat tunai seperti ban, kopling, rem, penggantian oli, biaya perpanjangan STNK ditaksir sebesar Rp. 12.000.000. Berapa NPV taksi kalau perusahaan dikenakan pajak penghasilan = 30%. Apabila tingkat bunga relevan = 12% pertahun ? Jawab : Taksiran Laba / rugi Penghasilan Biaya-biaya ; Yang bersifat tunai Penyusutan Total biaya Laba operasi Pajak (30%) Laba setelah pajak divisi taksi ( 40 unit ) 300 x 50 x 100.000 50 x 12.000.000 50 x ( 25 – 5 )jt /4 600.000.000 250.000.000 850.000.000 650.000.000 195.000.000 455.000.000

1.500.000.000

Penyusutan perahun = Harga Perolehan – Nilai sisa Usia ekonomis

Penerbit UPI “YPTK”

55

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Yaitu = 25 jt – 5 jt / 4 = 5jt utk 1 taksi, 50 taksi maka penyusutan = 250 jt Maka Net cash flow pertahun adalah : 805 jt + 250 jt = 1.055 jt Apabila tingkat bunga / diskonto adalah 12 % maka NPV 4 NPV = - ( 50 x 25 jt ) + ∑ 1.055 jt + ( 50 x 5jt ) t=1 (1+0,12)4 (1+0,12)4 = -1.250 jt + 1.055jt x 3,037 + 250 x 0,636 = -1.250 jt + 3204.035 jt + 159 = 2.113.035 jt Investasi diterima 4 PI = ∑ 1.055 jt + ( 50 x 5jt ) t=1 (1+0,12)4 (1+0,12)4 = 3204.035 jt + 159 = 2,78 ( 50 x 25 jt ) 1.250 jt PI > 1 Investasi diterima IRR Mis NCF = 250 jt Nilai sisa = 50 jt 4 1.000 jt = ∑ 250 jt + 50 4 t=1 (1 + i ) (1 + i )4 Coba-coba : i = 2% dimana 1.000 jt = 998,2 jt Payback Periode ; Usulan A Usulan B Jumlah Investasi 20 jt 20 jt Umur penggunaan 5 tahun 10 tahun Arus kas netto 3 juta 2,5 juta Pay back periode 10 jt / 3 jt = 3,33 th 20 jt / 3,5 jt = 5,7 th Jika payback periode maksimal adalah 4,5 tahun maka usulan A diterima, usulan B ditolak. ARR Tahun 1 2 3 4 jumlah Rata-rata Investasi awal 1.000 800 600 400 Investasi akhir 800 600 400 200
Laba setelah Rate of Rata-rata pajak Return investasi 900 920 102,22 700 920 131,43 500 920 184,00 300 920 306,67 2.400 3.680 724,32 600 920 153,33

Keterangan : Investasi akhir = Investasi awal – penyusutan

Penerbit UPI “YPTK”

56

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Rata-rata investasi = (Investasi awal + investasi akhir) : 2 Laba setelah pajak = Laba bersih + penyusutan Rate of return = (Laba setelah pajak / Rata-rata investasi) x 100 % SOAL LATIHAN : 1. Sebuah perusahaan angkutan membuka usaha travel , tahap awal dimulai dengan membeli taksi sebanyak 5 buah yang dapat dibeli dengan harga 125 juta perunit. Ditaksir umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa 20 juta, analisis dilakukan dengan metode penyusutan garis lurus. Taksi dioperasikan selama 320 hari dalam setahun, tiap hari pengemudi dikenakan setoran Rp 150.000. Biaya yang bersifat tunai seperti ban, kopling, rem, penggantian oli, biaya perpanjangan STNK ditaksir sebesar Rp. 12.000.000. Berapa NPV,IRR dan ARR kalau perusahaan dikenakan pajak penghasilan = 20%. Apabila tingkat bunga relevan = 12% pertahun ? 2. Investasi awal butuh 5 generator dibeli dengan harga perunit 85 juta, ditaksir usia ekonomi 4 tahun nilai sisa 5 juta ( metode penyusutan garis lurus ). Generator beroperasi selama 300 hari setahun dengan pendapatan perhari 100.000. Biaya tetap dikeluarkan 6,5 juta pergenerator. Tarif pajak 30 %, tentukanlah NPV dan PI investasi apabila tingkat bunga relevan 10% dan 20% dan tentukan juga IRR dan ARR. apakah investasi ini layak atau tidak ?

Penerbit UPI “YPTK”

57

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

10. PASAR MODAL ( CAPITAL MARKET ) Pasar Modal adalah : Suatu pasar dimana instrumen keuangan / sekuritas jangka panjang diperjual belikan dalam bentuk hutang maupun modal dan derivatif yang diterbitkan oleh berbagai pihak Mis : Obligasi ( bond ), Modal sendiri berupa Saham biasa ( Common Stock ) dan saham Preference ( Preferred stock ), dan efek-efek ( Surat Berharga ) lainnya. Pasar Modal terdiri dari : - Pasar primer / perdana ( Primary Market ), pasar untuk surat-surat berharga yang baru diterbitkan. - Pasar sekunder ( Secondary Market ) Pasar perdagangan surat berharga yang sudah ada ( sekuritas lama ) di bursa efek Pasar modal di Indonesia di mulai ketika pemerintahan Hindia Belanda dengan mendirikan Efek Batavia pada akhir tahun 1912. Tujuan didirikan untuk memobilasasi dana dalam rangka membiayai perkebunan milik Belanda yang saat itu dikembangkan secara besar-besaran di Indonesia. Pendirian bursa efek Batavia diikuti dengan pendirian bursa efek di Semarang dan Surabaya tahun 1955. Pendirian bursa efek tersebut berkembang, terhenti karena perang dunia kedua. Selanjutnya memesuki era kemerdekaan Bursa efek Indonesia kembali diaktifkan dengan diterbitkannya obligasi pemerintah dengan UU darurat Bursa No.13 Tahun 1951 yang kemudian ditetapkan dengan UU No.15 tahun 1952. Namun usaha mengaktifkan bursa efek tidak mengalami perkembangan sampai dekade 1970-an. Pemerintah mulai mengaktifkan kembali tahun 1976 dengan Kepres No. 52 Tahun 1976 tentang pasar modal. Kemudian tanggal 10 agustus 1977 pemerintah membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal ( Bapepam ) serta PT. Danareksa. Kemudian pasar modal mengalami perkembangan dengan SK menteri Keuangan tanggal 23 Desember 1987 ( Paket desember , Pakdes I ) yang memberikan kekuatan lebih besar pada perkembangan pasar modal. Kebijaksanaan selanjutnya adanya Pakto 1988 yang dikeluarkan tanggal 28 oktober 1988 dan pakdes II tanggal 20 Desember 1988. Kegiatan operasional akhirnya dapat perhatian besar dari pemerintah dengan dikeluarkan Keppres No. 53/1990 tentang Pasar modal dan SK menteri Keuangan No. 119/KMK. 010/1991 tentang pasar modal. Tahun 1991 didirikan PT. Bursa Efek Jakarta sebagai tempat transaksi sekuritas berdasarkan akta notaris pada tanggal 4 Desember 1991 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman RI tahun 1991. Peranan Pasar modal : - melalui pasar modal unit-unit ekonomi yang surplus dana bersedia meminjamkan kepada unit ekonomi yang defisit dana, diarahkan alokasi sumber daya ekonomi secara optimal. Sehingga pendapatan nasional naik, terciptanya kesempatan kerja dan semakin meningkatnya pemerataan hasil pembangunan

Penerbit UPI “YPTK”

58

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Manfaat pasar modal Manfaat pasar modal bagi emiten ( penerbit sekuritas ) : 1. Dana yang dihimpun besar 2. Dana diterima sekaligus setelah pasar perdana 3. Solvabilitas tinggi, memperbaiki citra 4. Ketergantungan pada bank kecil 5. Cash flow penjualan saham lebih besar dari harga nominal perusahaan 6. Emisi saham cocok membiayai perusahaan beresiko tinggi 7. Tidak ada beban finansial tetap 8. Jangka waktu penggunaan tidak terbatas 9. Tidak terkait kekayaan sebagai jaminan tertentu 10. Profesionalisme manajemen meningkat Manfaat pasar modal bagi investor adalah : 1. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi 2. Memperoleh dividen / bunga 3. Punya hah suara pada RUPS / RUPO 4. Dapat mengganti instrumen investasi, keuntungan meningkat resiko kurang 5. Dapat sekaligus investasi pada beberapa instrumen Tujuan Emiten memanfaatkan pasar modal ; 1. Perluasan usaha 2. Memperbaiki struktur pasar modal 3. Melaksanakan pengalihan pemegang saham Pemodal dilihat dari tujuannya dipasar modal dikelompokan atas : 1. Pemodal bertujuan memperoleh dividen 2. Pemodal bertujuan untuk berdagang 3. Kelompok yang berkepentingan keperusahaan 4. Kelompok spekulator. Manfaat pasar modal bagi pemerintah : 1. Mendorong laju pembangunan 2. Mendorong investasi 3. Penciptaan lapangan kerja 4. Bagi BUMN mengurangi beban Manfaat pasar modal bagi lembaga penunjang : 1. Menuju profesionalisme pelayanan 2. Pembentuk harga bursa paralel 3. Bervariasinya lembaga penunjang 4. Likuiditas efek semakin tinggi Lembaga-lembaga pengelola pasar modal : 1. Pembina pasar modal Tugas :

Penerbit UPI “YPTK”

59

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

a. Memberikan pertimbangan kebijaksanaan kepada Menkeu dalam melaksanakan wewenang di pasar modal berdasarkan UU No. 15 tahun 1952 tentang bursa b. Memberikan pertimbangan kebijakan kepada Menkeu dalam melaksanakan wewenangnya terhadap BUMN, PT ( persero ) Danareksa, Kepres No. 52 tahun 1976 Keanggotaan Badan Pembina Pasar Modal : Ketua : Menteri Keuangan Wakil Ketua : Menteri Negara Perencanaan Nasional / Ketua Bappenas Anggota :  Menteri Perdagangan Industri  Menteri Sekretaris Negara  Gubernur BI  Ketua BKPM Sekretaris : Direktorat Jenderal Lembaga keuangan 2. Badan Pengawas Pasar Modal ( BAPEPAM ) Tugas : menurut Keppres No. 53 tahun 1990 : a. Mengikuti perkembangan dan mengatur pasar modal sehingga surat berharga dapat ditawarkan dan diperdagangkan secara teratur dan wajar, dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat umum b. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga-lembaga berikut : 1. Reksa dana 2. Bursa efek 3. Lembaga kliring, penyelesaian dan simpanan 4. Perusahaan efek dan perorangan 5. Lembaga penunjang pasar modal yaitu : Tempat penitipan harta, Biro Administrasi efek, wali amanat atau penanggung 6. Profesi penunjang pasar modal 3. Lembaga penunjang Pasar modal a. Lembaga Penunjang pasar perdana : Underwriter ( penjamin emisi efek ), akuntan Publik, Konsultan hukum, Notaris, agen penjual dan perusahaan penilai untuk pasar saham. Lembaga penunjang obligasi : Wali amanat, penanggung ( guarantor ) dan Agen pembayar b. Lembaga penunjang pasar sekunder ; Pedagang efek , Perantara pedagang efek ( Broker ), Perusahaan efek, biro administrasi efek, dan reksa dana ( mutual fund atau investment fund ) Proses Emisi Efek a. Perusahaan menerbitkan efek ( emiten / issuer ) menyampaikan pernyataan maksud ( letter of intent ) kepada Bapepam. b. Emiten menghubungi dan menunjuk penjamin emisi ( underwriter ) serta lembaga penunjang emisi lainnya.

Penerbit UPI “YPTK”

60

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

c. Emiten dan underwriter mempersiapkan dokumen pernyataan pendaftaran emisi efek berikut lampiran dan dokumen emisi lainnya d. Emiten melalui underwriter menyampaikan pendaftaran emisi efek kepada Bapepam. e. Bapepam melakukan penelaahan kesesuaian dokumen emisi dengan ketentuan yang berlaku f. Ijin emisi diberikan oleh Bapepam bilamana semua dokumen emisi telah lengkap dan memenuhi ketentuan g. Pengumuman dan pendistribusian prospektus Dalam prospektus memuat informasi : 1. Tujuan penawaran 2. Keterangan tentang perseroan antara lain riwayat perusahaan dan susunan dewan direksi dan dewan komisaris 3. Masa penawaran 4. Tanggal penjatahan 5. Tanggal pengembalian uang pesanan ( refund) 6. Tanggal pencatatan bursa 7. Harga, jumlah dan jenis saham yang ditawarkan 8. Nama-nama penjamin emisi : Penjamin utama, pelaksana dan peserta 9. Iktisar keuangan perusahaan dan rasio keuangan penting 10. Kegiatan dan prospek usaha perusahaan 11. Struktur permodalan perusahaan sebelum dan sesudah emisi 12. Faktor-faktor resiko yang mungkin dihadapi dalam usaha emiten 13. persyaratan dan tata cara pemesanan efek 14. Perpajakan 15. Nama-nama dan agen penjual Sedangkan dalam prospektus obligasi disamping itu juga dicantumkan ; 1. Ketentuan mengenai pembayaran dan penetapan bunga 2. Jangka waktu 3. Jaminan atas obligasi 4. Masa kadaluarsa obligasi dan kupon bunga 5. Nama wali amanat ( trustee 0 dan penaggung ( quarantor) h. Emiten dan underwriter melakukan penawaran efek melalui pasar perdana i. Penjatahan saham j. Pengembalian uang kepada pemesan ( refund ) k. Penyerahan sertifikat efek l. Pencatatan saham di bursa Proses penawaran efek melalui pasar perdana meliputi beberapa tahap : 1. Pengumuman dan pendistribusian prospektus 2. Masa Penawaran, min 3 hari, pemberian izin emisi maks 90 hari, masa ini menentukan apakah terserap seluruhnya ( full over subscribe ) atau kecil dari penawaran ( under subscribe ) Kelancaran pelaksanaan penawaran ditentukan oleh : a. Tersedianya formulir yg cukup b. Lengkap informasi dlm formulir pesanan c. Underwriter, pialang dan agen profesional d. Kemampuan pemodal mentaati aturan main

Penerbit UPI “YPTK”

61

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

3. Masa Penjatahan , Apabila jumlah efek diminta pemodal melebihi jumlah efek yang ditawarkan. Maks 12 hari kerja. Ada beberapa sistem penjatahan : a. Fixed Allotment, penjual telah memiliki pembeli pelaksanaan tidak dijual kepada pembeli lain. b. Separate Account, Disamping ada jatah klien dekat, juga dijual kepada investor diluarnya. c. Pooling, pemesanan saham di pool pada penjamin emisi pelaksana. Bila oversubsribe penjatahan proporsional, bila jumlah saham tersedia tidak mencukupi, penjatahan dengan mengundi 4. Masa pengembalian dana ( refund), kelanjutan masa penjatahan dimana tidak semua pesanan dipenuhi, ( masa pengembalian ) 4 hari setelah berakhir penjatahan 5. Penyerahan efek dibursa, efek diserahkan penjamin emisi kepemodal melalui agen penjualan. 12 hari setelah penjatahan. 6. Pencatatan efek dibursa, secara resmi dapat diperdagangkan di bursa sekunder. Pasar sekunder : Penjualan efek setelah pasar perdana berakhir. Uang yang berputar tidak lagi mengalir kepenerbit efek ( emiten ) tapi hanya berpindah tangan antar pemegang efek. Spt : BEJ. BES dan pasar paralel, dimana pasar paralel diatur & diselenggaranan oleh Perserikatan perdagangan uang dan efek-efek (PPUE), serta diawasi Bapepam

Penerbit UPI “YPTK”

62

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

11. TEORI PORTOFOLIO Untuk analisis sekuritas. Tujuan investasi : keuntungan masa yang akan datang ( Expected return / E (R) ) dan terkait dengan risk ( resiko ). Sekuritas menerima deviden atau dlm bentuk Capital gain. Tk keuntungan *A *B 0 Risk Investor rasional tdak menyukai resiko Bukti : minta + keuntungan apabila risk + Langkah keputusan investasi : 1. Menentukan kebijaksanaan investasi 2. Analisis sekuritas 3. Pembentukan portofolio : sekuritas yang dipilih : jumlah proporsi dana ditanam masing-masing sekuritas dikombinasikan 4. Melakukan revisi portofolio 5. Evaluasi kinerja portofolio Portofolio diartikan sebagai sekumpulan surat-surat berharga dimana berusaha untuk mencapai Maksimum rate of return dan meminimumkan risk ( resiko )--> TEORI MARKOWITZ Kriteria dasar pengelompokan investor : - Risk Averse  Minimal resiko - Risk Neutrality  Netral resiko - Risk Lover  suka resiko Contoh soal : Periode (wkt) 1 2 3 4 5 6 7 ∑ E ( R ) PTx 18% 23% 16,5% 19% 22% 24% 17,5% 140% E ( R ) PTy 15% 13,5% 14% 15% 13,5% 15% 15,5% 101,5%

Penerbit UPI “YPTK”

63

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Keuntungan rata-rata saham x atau y : E(R) =∑E(R) N Tingkat resiko saham x atau y : √( E (R ) - E ( R ) ) 2 Sd = ___________________ n Koefisien Korelasi Portofolio n ∑XY - ∑X ∑Y ℓ= √ n∑X2- (∑X ) 2 √ n∑Y2- (∑Y ) 2 Variance Portofolio = X2σx2 + Y2σY2 + 2XYσxσY X= Proporsi X Y= Proporsi Y σx= Sdx σy= Sdy Sdxy = √ variance potofolio Periode(wkt) E(R)x E(R)x 1 0,18 0,20 2 0,23 0,20 3 0,165 0,20 4 0,19 0,20 5 0,22 0,20 6 0,24 0,20 7 0,175 0,20 ∑ 1,40 1,40

E(R)x- E(R)x -0,02 0,03 -0,035 -0,01 0,02 0,04 -0,025 -

E(R)- E(R)x2 0,0004 0,0009 0,001225 0,0001 0,0004 0,00016 0,000625 0,00525

√( E (R ) - E ( R ) ) 2
Sd = ___________________ n = E(R)y 0,15 0,135 0,14 0,15 0,135 0,15 0,155 1,015 E(R)y 0,145 0,145 0,145 0,145 0,145 0,145 0,145 1,015 E(R)y- E(R)y 0,005 -0,01 -0,005 0,005 -0,01 0,005 0,01 (E®y- E®y)2 0,00025 0,0001 0,000025 0,000025 0,0001 0,000025 0,0001 0,0004

Sdx = √ 0,00525 7 Periode(wkt) 1 2 3 4 5 6 7 ∑

Penerbit UPI “YPTK”

64

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Sdy = √ 0,0004 = 7 = Apabila Proporsi dana untuk saham Ptx = 20 % dan Pty = 80% Keuntungan Portofolio = 20% ( 20% ) + 80% ( 14,5% ) = 15,6 % Periode(wkt) E(R)x E(R)y E(R)xy E(R)x2 1 0,18 0,15 0,027 0,0324 2 0,23 0,135 0,03105 0,0529 3 0,165 0,14 0,0231 0,027225 4 0,19 0,15 0,0285 0,0361 5 0,22 0,135 0,0297 0,0484 6 0,24 0,15 0,036 0,0576 7 0,175 0,155 0,027125 0,030625 ∑ 1,40 1,015 0,202475 0,28525 Koefisien Korelasi Portofolio n ∑XY - ∑X ∑Y ℓ= √ n∑X2- (∑X ) 2 √ n∑Y2- (∑Y ) 2

E(R)y2 0,0225 0,018225 0,0196 0,0225 0,018225 0,0225 0,024025 0,147575

Koefisien Korelasi Portofolio 7 x 0,202475 – 1,40 x 1,015 = √ 7 x 0,28525 – (1,4) 2 √ 7x0,147575 – (1,015) 2 -0,003675 = = -0,35 0,191702895 x 0,052915026 Variance portofolio 2 2 = 0,22 x + 0,82 x + 2 x 0,2 x 0,8 x -0,35 x = Sdxy = SOAL LATIHAN :

x

1 2 3 4 5 6 7

ERx ERy 0.175 0.145 0.24 0.14 0.22 0.14 0.19 0.14 0.165 0.13 0.23 0.125 0.18 0.125
65

Penerbit UPI “YPTK”

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

12. KEBIJAKSANAAN OPSI OPTION THEORY OPSI  OPTION  hak melakukan sesuatu  financial derivatifes, instrument keuangan yang muncul karena telah ada instrument keuangan lainnya OPSI : Call & Put Opsi Call : menunjukan hak untuk membeli suatu saham dengan harga tertentu (tipe Eropah ) atau sebelumnnya ( tipe amerika ) Misal : Opsi call 1 tahun yang akan datang diperoleh saham dengan harga 15.000 saat jatuh tempo harga saham A dibawah 15.000 nilai call = 0 apabila diatas 15.000 diperoleh keuntungan. OPSI PUT = menunjukan hak untuk menjual suatu saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu Misal : Opsi Put bisa dijual dengan harga 12.000 1 tahun yang akan datang maka apabila saat jatuh tempo harga saham dibawah 12.000 nilai Put peroleh keuntungan dan apabila harga saham diatas 12.000 nilai put = 0 Harga opsi call dipengaruhi oleh beberapa faktor : 1. Harga saham 2. Harga exercise 3. Tingkat Bunga 4. Jangka waktu jatuh tempo 5. Volality harga saham Penentuan harga opsi oleh ; Fisher Black & Myron Scholes Nilai Opsi = ( Delta – harga saham ) – ( hutang kepada bank ) Delta = N(d1) hutang bank = ( N ( d2) x PV(ex) ) Harga Saham = P Nilai Opsi Put = Nilai opsi Call + PV harga exercise – harga saham I. Contoh Opsi Call = hak membeli Misal : Harga saham A Rp. 12.000 kita bersedia membayar opsi call yang ditawarkan dengan harga (premi) Rp. 500. tahun depan Exercise date harga saham menjadi 14.000 maka keuntungan : Nilai Opsi saat exercise 14.000 – 12.000 = 2000 Premi dibayar = 500 Laba ( Rugi ) = 1500 Contoh lain : Laba / rugi membeli opsi call dengan harga Rp. 500 pada berbagai tingkat harga, exercise price Rp. 11.000 Harga Saham Nilai opsi Harga ( premi ) opsi Laba / rugi 14.000 3000 500 2500 13.000 2000 500 1500 12.000 1000 500 500 11.000 0 500 (500) 10.000 0 500 (500) 9.000 0 500 (500)

Penerbit UPI “YPTK”

66

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Opsi Put = Hak Menjual premi put = 500 Harga Saham Nilai opsi Harga ( premi ) opsi 13.000 0 500 12.000 0 500 11.000 0 500 10.000 1000 500 9.000 2000 500 8.000 3000 500

Laba / rugi (500) (500) (500) 500 1500 2.500

Kombinasi 2 Opsi call , 3 opsi put Exercise price keduanya 8.000 , biaya / premi opsi call = 300 dan opsi put = 250 perlembar bila harga sbb :

Harga Saham 10.000 9.000 8.000 7.000 6.000

Nilai opsi 2.000 1.000 0 1.000 2.000

Harga ( premi ) Laba / rugi opsi 1.350 650 1.350 (350) 1.350 1.350 1.350 (350) 1.350 650

Menentukan Nilaij Opsi Call dan Opsi Put Rumus Black and Scolas Misal; Suatu saham harga 10.000 dimana opsi call dengan exercise price 12.000 jatuh tempo 9 bulan lagi. Deviasi standar perubahan harga perbulan 10 %. Tingkat bunga bebas resiko perbulan 0,9 % . Hitung harga opsi call dan opsi put I. Deviasi standar x √ waktu = 0,10 x √9 = 0,30 II. Hitung rasio nilai saham dengan PV harga exercise opsi = Harga saham : PV harga exercise = Harga saham : ( exercise price ) ( 1 + Rf ) n = 10.000 : 12.000 ( 1 + 0,009 ) 9 = 10.000 : 11070,33466 = 0,90 Lihat tabel A – 4 Rasio saham / PV exercise price .90 .30 7.8 III. Nilai Opsi Call = hasil tabel x harga saham Harga Opsi Call = 7,8 % x 10.000 = 780 IV. Nilai opsi Put = Nilai opsi call + PV exercise – harga saham = 780+11070,33466 -10.000 = 1850,33466

Penerbit UPI “YPTK”

67

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

13. RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN Jenis restrukturisasi : 4 jenis model restrukturisasi usaha perusahaan biasanya yang digunakan menurut (Weston, 1986) : 1. Expansion a. Merger and acquisition b. Tender Offers c. Joint Ventures 2. Sell-offs a. Spin offs ( Split offs and split ups ) b. Divestitures ( Equity Carve outs ) 3. Corporate Control a. Premium Buy-back b. Standstill agreement c. Anti take over Amendement d. Proxy Contens 4. Change in Ownership Structure a. Exchange Offers b. Share Repurchases c. Going Private d. Leverage Buy-out (LBO) Merger / akuisisi sering berupa pembelian perusahaan lain yang telah ada Jenis Merger dan akuisis a. Horizontal Merger ; perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan lain nya yang berada dalam suatu lini atau jenis usaha yang relatif sama b. Vertical Merger, Jika dua atau lebih perusahaan yang melakukan merger, mempunyai keterkaitan erat antara input-output perusahaannya atau anytara keduanya mempunyai kaitan pemasaran. c. Congeric merger merupakan bentuk penggabungan 2 perusahaan yang berada dalam industri yang sama atau sejenis tapi menghasilkan produk yang berbeda atau tidak mempunyai keterkaitan input-output d. Conglomerate merger; merupakan penggabungan 2 tau lebih perusahaabn yang berasal dari industri berbeda, atau tidak mempunyai kaitan bisnis antara satu dengan lainnya. Manfaat merger : 1. Manfaat pajak ( tax benefit ) 2. Agency cost 3. Fee cash flow 4. Skala ekonomis 5. Meningkatkan kapasitas hutang 6. Menutup kelemahan keuangan 7. Menghilangkan ketidakefektifan manajemen 8. Meningkatkan penguasaan pasar 9. Mengurangi biaya kebangkrutan

Penerbit UPI “YPTK”

68

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

10. Pembelian dibawah replacement cost Pentuan nilai perusaahaan Misal PT.A akan melakukan akuisisi terhadap PT. B dengan data keungan sebagai berikut :Kriteria EPS Harga perlembar saham PER Jumlah lembar saham Laba setelah pajak Nilai pasar equity(saham) Kriteria EPS Harga perlembar saham PER Jumlah lembar saham Laba setelah pajak Nilai pasar equity(saham) PT.B 900 12.000 13,3 10 jt 9M 120M PT.A 1000 15.000 15x 10 jt 10 M 150M

PT.A setelah akuisisi kondisi keuangan sebagai berikut : Kriteria PT.A PT.B EPS 1000 900 Harga perlembar saham 15.000 12.000 PER 15x 13,3 x Jumlah lembar saham 10 jt 10 jt Laba setelah pajak 10 M 9M Nilai pasar equity(saham) 150M 120M

PT.A setelah akuisisi 1.055,5 15.000 14,2 x 18 jt 19 M 270 M

EPS = laba setelah pajak / jumlah lembar saham Harga perlembar saham = Nilai pasar saham / jumlah lembar saham PER = Nilai pasar saham / laba setelah pajak Jumlah lembar saham setelah akuisisi = jumlah lembar saham PT.A + ( Nilai pasar saham PT.B : harga perlembar saham setelah akuisisi ) Laba setelah pajak setelah akuisisi = Laba setelah pajak PT.A. + PT.B Nilai pasar saham setelah akuisisi = Nilai pasar saham PT.A. + PT. B

Penerbit UPI “YPTK”

69

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

14. MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL Perdagangan internasional bagian penting di berbagai negara dengan adanya Perusahaan Multinasional ( MNC= Multinational Company ) yaitu : Perusahaan dengan investasi dan penjualannya berlangsung di dua negara atau lebih . Teori perdagngan internasional : 1. Teori keunggulan komperatif Mashab klasik dimana negara tersebut memiliki keunggulan komperatif dibanding negara lain dalam menghasilkan proyek tersebut. Perdangan internasional akan menikmati manfaat berupa peningkatan kualitas, kuantitas dan berbagai alat pemuas di negara tersebut. 2. Teori ketidaksempurnaan pasar Dimana faktor-faktor produksi berpindah dari 1 tempat ke tempat lain (immobile) karena pembatasan dan biaya, sehingga perdagangan Internasional tetap menarik. 3. Teori siklus perkembangan produk Pendirin suatu perusahaan berawal dari negara asalnya kemudian tumbuh dan berkembang sesuai dengan peluang yang ada sampai ke negara lain melalui penanaman modal asing maupun usaha patungan Peranan manajemen keuangan internasional - Keuntungan perdagangan internasional -> keunggulan komperatif - Ketidakpastian nilai tuksar ( kurs ) valuta asing berpengaruh pada harga, penjualan, laba eksportir dan importir, country risk ( perang, sosial politik ) kebijaksanaan perdagangan internasional, tingkat bunga. Pasar valuta asing ; Fungsi : 1. mentransfer daya beli antar negara 2. dapat menyediakan kredit untuk membiayai internasional 3. sebagai wahana memperkecil resiko perubahan kurs

transaksi

perdagangan

Pelaku pasar valuta asing : 1. Dealer; biasanya bank/non bank yang membuat pasar bergairah dari selisih harga jual dan harga beli valas 2. Perusahaan / perorangan, melakukan transajksi perdagangan dan investasi memperlancar bisnis 3. Spekulan dan Arbitrator, bertindak atas kehendak sendiri tidak berkewajiban melayani konsumen dengan memanfaatkan perbedaan harga diberbagai pasar 4. Bank sentral, sebagai stabilitator nilai tukar mata uang lokal. BS memanfaatkan untuk dapat membelanjakan cadangan Valas dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar mata uang. 5. Pialang, mempertemukan permintaan dan penawaran

Penerbit UPI “YPTK”

70

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Jenis Pasar di Pasar Valuta Asing : 1. Pasar Spot, melibatkan pertukaran mata uang dalam bentuk cek yang ditarik pada rekening dengan denominasi mata uang yang berbeda. Instruksi menukarkan mata uang di pasar spot dalam bentuk wesel bank dicairkan 1 –2 hari kerja. 2. Pasar Forward, pasar menampung transaksi-transaksi forwar dilakukan membatasi resiko valuta asing. Transaksi dilakukan antara bank fdan klien individu atau lembaga baik bank maupun non bank. 3. Pasar Future 2 objek transaksi : financial future market & commodity future market, ada kontrak kesepakatan memperdagangkan dan menukarkan valuta asing 4. Pasar Opsi , dalam kontrak opsi memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual mata uang tertentu Jenis transaksi pasar valuta asing 1. Transaksi Spot Transaksi dilakukan berdasarkannilai tukar saat terjadi. Transaksi antara bank dan klien diselesaikan saat itu juga. Transaksi spot antar bank umumnya diselesaikan 2 hari kerja setelah kesepakatan. 2. Transaksi Forword Dilakukan dengan menentukan kapan pembayaran dan penyerahan valuta asing dilakukan di masa yang akan datang. Nilai tukar ditentukan saat kontrak disepakati. Transaksi diselesaikan umumnya selama 1,2,3, 6 atau 12 bulan. 3. Transaksi Swap Adalah pembelian dan penjualan mata uang asing secara bersama. Penyelesaian transaksi beli dan jual dilakukan pada tanggal berbeda. Value date ( tanggal penyelesaian ), pada umumnya transaksi swap dilakukan dengan membeli valuta asing di pasar spot dan menjual di pasar forward. Sistem Nilai Tukar Kurs / exchange rate menunjukan banyaknya unit mata uang yang dibeli atau ditukar dengan 1 mata uang lain / harga satu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lain. 1. Kuotasi langsung dan tidak langsung Langsung menunjukan harga mata uang domestik perunit mata uang asing Mis: Rp / US $  langsung di Indonesia Mis: US $ / Rp  tidak langsung di AS 2. Cara Eropah / amerika Cara Eropah yaitu harga mata uang asing per US $ Mis : DM dan US $, DM 1,83 / US $ Cara Amerika  harga US $ permata uang asing Mis : US $ 0,546 / DM

Penerbit UPI “YPTK”

71

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

Kuotasi Beli dan Jual ( Bid and Offer Quotation ) Ditinjau dari sisi pedagang mata uang asing Bid Quotation ( Kuotasi beli ) menunjukan kesediaan untuk membeli mata uang lain Offer / Ask Quotation ( kuotasi Jual )  kesediaan menjual mata uang lain Kuotasi mata uang dalam pembelian dan penjualan Keterangan Kuotasi Cara Eropah Bid Quotation Offer Quotation - Spot 1,8215 1,8225 - Forward 1 bln 1,8157 1,8169 - Forward 3 bln 1,8040 1,8056 - Forward 6 bln 1,7873 1,7891 Biasanya penulisan hanya 2 angka di belakang Mis ; Spot 1,8215 - 25 Bid offer Kur silang Karena tidak semua valas aktif diperdagangkan di suatu negara maka sulit mempengaruhi nilai tukar dengan mata uang domestik gunakan kurs silang Contoh : AUS $ ( dollar Australia ) tidak aktif diperdagangkan dengan mata uang Krone Denmark ( Dkr ) tapi aktif dengan US $ ( dollar Amerika 0 US $ = AUS $ 1.3806 US $ = Dkr 6.4680 maka nilai tukar AUS $ terhadap Dkr AUS $ / Dkr = AUS $ / US $ = Dkr / US $ Jadi AUS $ 0.2135 Dkr 6.4680 1.3806

Menghitung : Laba Arbitrate Asumsi: tidak ada biaya transfer dan juga perbedaan kurs jual dan beli Misal : di Jakarta kurs US $ dan ₤ adalah sebagai berikut : US $ 1 = Rp8.200 ₤1 = Rp12.500 Sedangkan di New York ₤1 = US $ 1.400 Apabila keadaan itu terjadi maka dapat diperoleh laba arbitrate karena perbedaan kurs valas di Jakarta dan New York, dimana disimpulkan bahwa ₤ lebih murah di New York dari pada di Jakarta. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperoleh laba arbitrate : 1. Beli US $ 1.400.000 di Jakarta seharga Rp. 11,48 Milyar 2. Transfer ke New York, dan gunakan untuk membeli ₤ sebanyak ₤ 1.000.000 3. Transfer uang senilai ₤ 1.000.000 ke Jakarta, dan ditukar dengan rupiah. Kita akan memperoleh Rp. 12,5 Milyar 4. Dengan demikian kita memperoleh laba arbitrate sebesar Rp1,02 Milyar
Penerbit UPI “YPTK”

72

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

LATIHAN SOAL AKHIR :
1. Perusahaan memerlukan aktiva senilai 80 juta, membayar sewa sebanyak 4 kali dalam 4 tahun dibayar pada awal tahun. Sewa yang dibayar tiap tahun adalah Rp. 22,94 juta. Tingkat keuntungan ditentukan 10% pertahun. Apabila perusahaan membeli aktiva tersebut umur ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa, bank bersedia membiayai dengan bunga 12 % pajak 50%, Cicilan tiap tahun adalah Rp. 22,19 Juta tentukan alternatif mana yang dipilih ? Misalkan suatu proyek akan didanai dengan komposisi sebagai berikut : Sumber dana Komposisi Hutang 25% Laba ditahan 30% Sisanya Emisi saham baru Biaya laba ditahan ditaksir sebesar 15% dan emisi saham baru diperlukan biaya emisi 5%. Biaya hutang ditaksir 14% sebelum pajak. Pajak penghasilan sebesar 25% , hitunglah biaya modal rata-rata ! Harga saham Rp. 15.000, Opsi call dengan harga Exercise Rp. 17.000 ditarik atas saham tersebut dan masih akan jatuh tempo 4 bulan lagi. Deviasi standar perubahan harga perbulan 0,25, tingkat bunga bebas resiko 2 % perbulan, hitung opsi call ! Harga saham Rp. 20.000, Opsi call dengan harga Exercise Rp. 23.000 ditarik atas saham tersebut dan masih akan jatuh tempo 14 bulan lagi. Deviasi standar perubahan harga perhari 0,9%, tingkat bunga bebas resiko 2,5 % perbulan, hitung opsi call dan put!

2.

3.

4.

5.

Suatu saham harga 15.000 dimana opsi call dengan exercise price 19.500 jatuh tempo 2 tahun lagi. Deviasi standar perubahan harga pertahun 1,2 %. Tingkat bunga bebas resiko perbulan 0,5 % . Hitung harga opsi call dan opsi put ! Suatu saham harga 15.000 dimana opsi call dengan exercise price 17.500 jatuh tempo 2 tahun lagi. Deviasi standar perubahan harga perbulan 12,5 %. Tingkat bunga bebas resiko pertahun 6 % . Hitung harga opsi call dan opsi put ! Lengkapi tabel berikut: Uraian 1. Harga saham perlembar 2. Jumlah lembar saham 3. Nilai pasar saham 4. PER 5. EPS 6. Laba Setelah pajak PT. A 20.000 9.000.000 180 Milyar 2X ……….. 90 Milyar PT.B 12.500 …………. 100Milyar ………….. 8750 70 Milyar PT.AB setelah merger 20.000 …………. 280 Milyar

6.

7.

8.

Berikut ini data Expected Return 2 buah saham untuk 5 bulan sebagai berikut : E(R)X : 2%, 4%, 8%, 4% dan 7% E(R)Y : 11%, 9%, 5%, 10% dan 5% Standar deviasi saham X = 2,12% dan saham Y = 2,83%, korelasi kedua saham

Penerbit UPI “YPTK”

73

Modul Manajemen Keuangan FE UPI 2010

=-0.92 Apabila proporsi saham x = 30% sisanya pada saham y, hitunglah keuntungan dan resiko portofolio tersebut ! Tabel : Present Value dari 1 Periode 2% 6% 10% 12% 1 .980 .943 .909 .893 2 .961 .890 .826 .797 3 .942 .840 .751 .712 4 .924 .792 .683 .636 5 .906 .747 .621 .567 Tabel : Opsi .90 .94 .98 1.00 .40 11.7 13.4 15.0 15.9 .50 15.7 17.3 18.9 19.7 .60 19.7 21.3 22.8 23.6 .70 23.6 25.2 26.6 27.4

Penerbit UPI “YPTK”

74

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->