Anda di halaman 1dari 13

RANGKAIAN RC SERI

Rangkaian RC (Resistor-Kapasitor), atau sering dikenal dengan istilah RC filter atau RC network, adalah rangkaian listrik yang tersusun dari resistor dan kapasitor. Rangkaian RC orde satu (first order) tersusun dari satu resistor dan satu kapasitor yang merupakan rangkaian RC paling sederhana. Rangkaian RC dapat digunakan untuk menyaring (filter) sinyal dengan cara menahan (block) frekuensi sinyal tertentu dan meneruskan (pass) sinyal yang lainnya. Ada 4 macam filter RC, di antaranya: high-pass filter, low-pass filter, band-pass filter, dan band-stop filter. NATURAB RESPONSEB rangkaian hanya terdiri dari satu kapasitor bermuatan dan satu resistor, kapasitor tersebut akan melepaskan energy yang disimpannya melalui resistor. Beda potensial di kapasitor, yang tergantung pada waktu, dapat dihitung menggunakan hukum arus Kirchhoff, yang menyatakan bahwa arus yang melewati kapasitor harus sama dengan arus yang melewati resistor. Hasilnya berupa persamaan diferensial linear.

Dengan menyelesaikan persamaan tersebut untuk V, dihasilkan persamaan eksponensial berupa:

dimana V0 beda potensial kapasitor saat Waktu yang dibutuhkan agar voltase menjadi dinamakan RC time constant dengan persamaan:

Persamaan rangkaian menurut hukum Kirchoff II (kvl) adalah : Vi = Vr + Vc, atau

Vi = Ri +

1 C

idt ..............................(1)

A. Membandingkan fasa tegangan di tiap elemen terhadap arus i yang mengalir di rangkaian di dapat : VR (tegangan di R) sefasa dengan i. VC (tegangan di kapasitor) tertinggal 90 dengan i, sedang Vi (tegangan sumber) tertinggal sebesar dari arus i yang keluar dari sumber, dimana 0 < < 90.Besar sudut ditentukan oleh perbandingan reaktansi terhadap resistansinya. Beda fasa antara VC dengan arus i, atau antara Vi dengan i, dapat dihitung dengan membandingkan beda fasa antara VC dengan VR atau antara Vi dan VR (mengapa?)

B. Rangkaian diferensiator. Perhatikan kondisi dimana VC >> VR. Persamaan. Vi = R . j +

1 C

idt

atau Vi = VR + VC

praktis hanya ditentukan oleh tegangan kapasitor, Vi = VC. Besar arus i. Vi =

1 C

idt

atau dVi =

i dt C

i=C.

dVi dt

Jika tegangan keluaran diambil dari terminal resistor R (Vo = VR), maka besar tegangan Vo = R . i = RC . keluaran adalah :

dVi dt

Konfigurasi rangkaian seperti ini disebut rangkaian diferensiator, karena tegangan keluaran Vo merupakan diferensiasi (turunan) dari tegangan masukan Vi. Semacam persyaratan agar rangkaian berlaku sebagai sebuah diferensiator. Yaitu kondisi dimana VC >> VR (VC >>
1 1 >> R 1 >> R 1 wC jwc

VR), adalah Impedansi C juga harus

lebih besar dari R, Analisis menunjukkan Impedansi C, akan besar pada :

atau wRC << 1. Bila didefinisikan Frekuensi Wo =

1 1 (atau Jo = , maka RC 2RC

Impedansi C besar akan terjadi pada frekuensi dengan rentang lebih kecil / rendah dari Wo; ketidaksamaan wRC << 1 memperlihatkan hal ini.

W << 1 W << Wo Wo

..(2)

Rangkaian Filter lolos frekuensi tinggi. Dari persamaan satunya, Vi = VR + VC . Besar perbandingan sinyal keluaran terhadap sinyal masukan dapat dihitung :

Vo

R 1 R JwC

1 1 1 JwRC

1 Wo 1 J W

..(3)

Vi

Frekuensi Wo disebut sebagai frekuensi Cut-off yaitu batas frekuensi dimana rangkaian tidak mampu menerima/ meneruskan sinyal (meredam). Pada frekuensi W = frekuensi Cut-off, amplitudo tegangan keluaran adalah 0,707 dari tegangan masukan.
Vo 1 = = 0,707 Vi 2

Dari

Vo = 0,707 dapat di turunkan besar daya yang di disipasikan di R adalah: Vi

Vi / 2 Vo 2 PR = = R R

1 Vi 2 = Pmax ..(4) 2R 2

Pmax adalah daya disipasi terbesar di R yang terjadi pada saat Frekuensi tinggi, W >> Wo (Vo = Vi). Dengan perkataan lain, rangkaian hanya meneruskan sinyal pada frekuensi kerja yang lebih tinggi dari

1 , W >> Wo. Jadi rangkaian, selain RC

berfungsi sebagai diferensiator juga merupakan suatu high pass Filter (HPF) atau rangkaian filter lolos frekuensi tinggi sederhana.

C. Dari persamaan Vi = R . i =

1 C

idt atau Vi = VR + VC, bila keluaran diambil dari


Vi . R

kapasitor, VC = Vo; untuk VR >> VC, maka Vi = VR Vi = R . i atau i = Diperoleh hubungan Vo = Vc terhadap masukan Vi sebagai berikut : Vo =

1 C

idt =

1 Vi.dt RC

Rangkaian dengan persyaratan ini dikenal sebagai rangkaian Integrator. Dalam bentuk Fasor, hubungan diatas dapat dituliskan sebagai berikut :

VR >> VC R >> fo =
1 1wc

atau atau maka

VR >> VC

atau

R . I >>

1 I JwC

wRC >> 1; bila Wo =

1 RC

atau

1 2RC

w >> 1 w >> Wo. Wo


Dari persamaan Vi = VR + VC , bila terjadi kondisi dimana Vo = VC dapat dituliskan :

Vo = Vi

1 1 1 JwC = = w 1 1 JwCR 1 J R Wo JwC

Vo Untuk W >> Wo, akan diperoleh =1, dengan persyaratan ini, rangkaian Vi
membentuk sebuah rangkaian rendah). Low Pass Filter (LPF Filter lolos Frekuensi

antara fasor tegangan terhadap fasor arus. Dari hubungan tegangan dengan arus, terlihat bahwa pada : R : fasa tegangan adalah sefasa dengan fasa arus

L : fasa Dalam arus bolak balik gelombang sinus, impedansi didefenisikan sebagai perbandingan tegangan mendahului 900 terhadap fasa arus C : fasa tegangan tertunda (tertinggal, delay) 900 terhadap fasa arus

Perbandingan tegangan terhadap arus pada R disebut resistansi, sedang pada L dan C disebut reaktansi. Bila di gambar, resistansi ternyata tidak sebidang dengan reaktansi; perbedaan ini diungkapkan dengan sebuah operator j yang besarnya = , untuk menunjukkan perputaran sudut terhadap besaran semula sebesar 900 searah dengan perputaran jarum jam dinyatakan dengan j dan berlawanan arah +j

Rangkaian RC (Resistor-Kapasitor), atau sering dikenal dengan istilah RC filter atau RC network, adalah rangkaian listrik yang tersusun dari resistor dan kapasitor. Rangkaian RC orde satu (first order) tersusun dari satu resistor dan satu kapasitor yang merupakan rangkaian RC paling sederhana. Rangkaian RC dapat digunakan untuk menyaring (filter) sinyal dengan cara menahan (block) frekuensi sinyal tertentu dan meneruskan (pass) sinyal yang lainnya. Ada 4 macam filter RC, di antaranya: high-pass filter, low-pass filter, bandpass filter, dan band-stop filter.

Rangkaian RC paling sederhana adalah rangkaian seri resistor dan kapasitor. Ketika rangkaian hanya terdiri dari satu kapasitor bermuatan dan satu resistor, kapasitor tersebut akan melepaskan energy yang disimpannya melalui resistor. Beda potensial di kapasitor, yang tergantung pada waktu, dapat dihitung menggunakan hukum arus Kirchhoff, yang menyatakan bahwa arus yang melewati kapasitor harus sama dengan arus yang melewati resistor. Hasilnya berupa persamaan diferensial linear.

Dengan menyelesaikan persamaan tersebut untuk V, dihasilkan persamaan eksponensial berupa dimana V0 beda potensial kapasitor saat t = 0. Waktu yang dibutuhkan agar voltase menjadi dinamakan RC time constant dengan persamaan: Dengan melihat rangkaian sebagai pembagi tegangan (voltage divider), beda potensial kapasitor adalaH dan beda potensial resistor adalah:

Rangkaian RC paralel kurang menarik jika dibandingkan dengan rangkaian RC seri. Hal ini disebabkan tegangan keluaran Vout sama dengan tegangan masukan Vin. Jadi, reangkaian ini tidak berperan sebagai filter kecuali diberi sumber arus.

Selama penalaan frekuensi pada salah satu sisi dari kedua jaringan resonator, maka sisi yang lainnya harus dalam kondisi terhubung singkat.Pada saat kondisi sebagai penghubung tegangan jaringan penyaringpertama menyalurkan tegangan tersebut ke jaringan kedua secarainduktif melalui kopel transformator.

Dan apabila yang disalurkan adalaharus, maka pada jaringan pertama terjadi pembagian arus sehingga yangdisalurkan ke jaringan kedua hanya sebagian saja.Pada frekuensi rendah dan frekuensi tinggi jaringan resonatormempunyai resistansi semu kecil. Sedangkan pada saat kondisi frekuensiresonansi jaringan resonator mempunyai resistansi semu besar. Olehkarena itu pada keluaran hanya terdapat tegangan dengan satu pitafrekuensi yang cukup kecil. Penyaring selektif memberikan tegangankeluaran dengan amplitudo yang mendekati sama pada daerah frekuensi tengah.

FILTER MEKANIK , pada aplikasi pengolahan frekuensi tinggi, sinyalcampuran biasanya terdiri dari

campuran sinyal-sinyal informasi danpembawa serta harmonisa-harmonisa. Untuk itu diperlukan filter yangmenyaring sinyal dengan frekuensi yang dikehendaki. Salah satu sistempenyaringan adalah dengan menerapkan filter mekanik yang didalamnya terdapat system mekanik dengan menerapkan resonator.Dalam filter mekanik tersebut sinyal listrik dirubah ke dalam getaranmekanik (resonator) kemudian dirubah kembali ke dalam sinyal listrik(Gambar 2.42).

Gambar 2.42 Blok diagram filter mekanik

Sebagai

perubah

bentuk

sinyal

listrik

ke

dalam

getaran

mekanik

tersebutmenggunakan efek piezoelektrik atau magnetostriktif. Pada piezoelektriksinyal listrik dirubah menjadi getaran mekanik dan pada manetostriktifgetaran mekanik kembali dirubah ke dalam elektromagnet sehinggadihasilkan kembali sinyal listrik. Satu perioda getaran mekanik adalahsepanjang gelombang Sedangkan resonansi tercapai pada setengahpanjang gelombang.

maka panjang bahan resonatoradalah 0,5 mm. Filter mekanik untuk frekuensifrekuensi tinggi, sinyalterukur sangat kecil.Pada filter mekanik ,gelombang listrik bergerak merambat di dalam ruangresonansi yang memiliki kecepatan gerak seperti di udara bebas, makadisebut dengan gelombang ruang. Pada frekuensi tinggi

(High Frequency ) yang masih tercampur, gelombang bergerak sepertirambatan gelombang air, sehingga bisa dibuat bentuk filter. Jarak antara penghantar-penghantar kecil adalah setengah panjang gelombang.

Hantaran-hantaran dalam jarak yang telahditentukan akan menangkap getarangetaran dari gelombang denganfrekuensi tertentu. Kemudian getaran-getaran dalam resonator yangditangkap oleh hantaran tersebut dirubah kembali delam sinyal listrik.Dengan demikian frekuensi yang tidak dikehendaki diredam.Filter frekuensi tinggi terdiri dari dua bentuk , bentuk sejajar dan belok.dengan perubah interdigital atau pergeseran hantaran.

Pada filterfrekuensi tinggi tidak tertutup kemungkinan terjadi loncatan gelombangseperti pada arah antenna pada resonator. Kurva termodulasi dari fiterfrekuensi tinggi (HF) ditentukan oleh bentuk dari perubah. Daya Pada Rangkaian Arus Bolak-Balik .Pengertian daya adalah perkalian antara tegangan yang diberikan kebeban dengan arus yang mengalir ke beban. dengan sumber tegangan dan arus bolakbalik

Daya dikatakan negatif, ketika arus yangmengalir bernilai negatif artinya arus mengalir dari rangkaian menujusumber tegangan (transfer energi dari rangkaian beban ke sumber Daya dikatakan positif, ketika arus yang mengalir bernilai positif artinya arusmengalir dari sumber tegangan menuju rangkaian (transfer energi darisumber ke rangkaian).

Daya dikatakan negatif, ketika arus yang mengalirbernilai negatif artinya arus mengalir dari rangkaian menuju sumbertegangan (transfer energi dari rangkaian ke sumber).Daya Sesaat dan Daya Rata-Rata Nilai sesaat suatu tegangan atau arus adalah nilai tegangan atau aruspada sebarang waktu peninjauan. Hal ini mengakibatkan munculnya dayasesaat: Pengertian besaran dalam persoalan pemindahanenergi . Daya sesaat adalah daya yang terjadi pada saat hanya waktutertentu ketika sebuah komponen mempunyai nilai tegangan dan arusyang mengalir padanya hanya saat waktu tersebut.Contoh:Sebuah komponen resistor dialiri arus sebesar) yangsama. Atau secara matematis dinyatakan bahwa daya rata-rata adalahdaya yang dihasilkan sebagai integral dari fungsi periodik waktu terhadapkeseluruhan rentang waktu tertentu dibagi dengan periodanya sendiri.

Penyaring Lulus Atas (High Pass Filter-HPF)

Gambar 2.28 memperlihatkan sebuah penyaringan RC lulus atas pasif orde 1

RANGKAIAN RESONATOR Suatu jaringan resonansi sederhana dapat dibangun denganmenggunakan dua komponen, yakni kapasitor dan Induktor. Prinsip dasardari rangkaian resonansi adalah bagaimana menyimpan dan melepasenergi listrik secara terus menerus tanpa adanya redaman. Kapasitor daninduktor dapat digunakan untuk menyimpan energi sementara. Pengisiandan pengosongan energi dapat dilakukan dengan cara mekanis, yaitu merubah posisi saklar S pada posisi 1 dan posisi 2

Suatu rangkaian dikatakan beresonasi ketika tegangan (v) dan arus (i)berada dalam satu fasa (sudut fasa = 0). Pada kondisi atau impedansi komplek hanya terdiri dari komponen resistor murni(R). Pada dasarnya konsep resonansi adalah menghilangkan komponenimaginer atau reaktansi induktif (XL) dan reaktansi kapasitif (XC) salingmeniadakan. Gambar 2.33 menunjukkan sebuah rangkaian resonansiyang paling sederhana.

Pada frekuensi yang sangat rendah, sinyal yanglewat akan di-blok oleh kapasitor (C), dan sinyal pada frekuensi yangsangat tinggi akan di-blok oleh induktor (L). Dan pada suatu frekuensitertentu akan didapat kondisi impedansi dari induktor sama besar denganimpedansi kapasitor (saling menghilangkan). Kondisi ini dinamakanrangkaian dalam keadaan beresonansi.

Frekuensi yang menyebabkankondisi di atas disebut frekuensi resonansi, karena pada keadaan di atasrangkaian ini sedang ber-resonansi, atau energi yang dimiliki olehL(energi magnetik) sama besar dengan energi yang dimilikioleh C

(energielektrik).Frekuen siinibisa dihitung, jika nilai L dan C diketahui.

. Jaringan Resonansi SeriGambar 2.33 memperlihatkan rangkaian resonansi R-LC dan diagramfasor arus tegangan. Pada hubungan seriantara resistor (R), induktor (L)Gambar 2.33Rangkaian resonansi R-L-C seridan kapasitor akan

terjadikeadaankhusus, yaitu bilamana reaktansiinduktif (XL) menjadi sama besar dengan reaktansi kapasitif (XC).Reaktansiinduktif X membesar bila ada kenaikan.SOAL

PERTANYAAN DAN JAWABAN

1.suatu diode zener 5V3 dipasang seri dengan R. Apabila Pz=1W. Tentukan nilai VD untuk V = 4v dan V = 6v

Jawab

a) V= 4 Volt V <Vz, VD=VR 4V<5V3

dioda dalam keadaan terbuka. Maka nilai VD sama dengan nilai VR yaitu 4 Volt

b) V= 6 Volt V>Vz, VD=Vz 6>5V 3 maka nilai VD sama dengan Vz yaitu 5V3

2.Dari soal no 1 Berapakah nilai tegangan pada R untuk kondisi a) dan b)? Jawab : VR pada tegangan = 4 Volt P = V.I 1W=4V.I I=P / V= 1 W / 4 V = 0.25 A

V=I.R 4=0,25 A . R R=4/0,25=16Ohm Iz=VRVR VR =( Iz. R ) + Vz =(0,25 A . 16 ) + 5V3 4 + 5V3 = 9V 3

3.Dari soal no. 1, Berapakah nilai R, agar dioda tetap aman? Jawab : VR pada tegangan = 6 Volt P =V . I 1W= 6V . I I =P / V = 1W / 6V = 0.16A V=I.R 6 = 0.16A . R R = 6 / 0.16 = 37.5 ohm Iz = VR Vz / R VR =(Iz . R)+Vz = (0.16A . 37.5_)+5V3 = 6 + 5V3 = 11V3

nilai R agar dioda dalam kondisi aman

Pz = Vz.Iz 1W = 5V3.Iz Iz = 1W / 5V3 = 0.18 A R dipilih agar aman Iz<Izm 0.18<Izm Iz = VR-Vz / R 0.18 = 11V3 5V3 / R R = 11V3 5V3 / 0.18 11V3 = 33.3

Maka hasil nya 33.3 < 37.5

4.Penyearah gelombang penuh diberikan tegangan 12V AC, dan arus 1A, tegangan rippleup = 3,4V, frekuensi ripple fp = 100Hz, dan tegangan cut-in diode Uf = 0,7 V. Hitunglah, faktor daya transformator?

Jawab :

PT = 1,23 Pd = 1,23 12V 1A = 14,8 W

5.Jika diketahui IGTdari TRIAC pada rangkaian 10 mA dan VGT = 0.7 volt. Lalu diketahuijuga yang digunakan adalah sebuah DIACdengan Vbo = 20 V, maka dapat dihitung TRIAC akan ON pada tegangan

Jawab : V = IGT (R) + Vbo + VGT (10x10-3x 10x103) + 20 + 0.7 = 120,7 Vol