Anda di halaman 1dari 9

1.

TINJAUAN PUSTAKA Ayam buras merupakan salah satu tiang utama penyangga pembangunan peternakan yang berbasis sumber daya alam, mempunyai potensi sebagai sumber tumpuan ke depan masyarakat pedesaan dan dapat dianggap sebagai komoditi utama dalam memberdayakan peternak di perdesaan. Ayam buras tersebar di seluruh pelosok nusantara dengan keunggulan antara lain telur dan dagingnya memiliki segmen pasar tersendiri dengan harga yang relatif tinggi dan stabil, relatif tahan terhadap penyakit, pemeliharaannya relatif sederhana, telah lama dikenal dan dipelihara masyarakat serta telah teruji resistensinya terhadap gejolak/resesi ekonomi.Hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan
bahwa ayam bukan ras (buras) atau ayam kampung, disebut juga Gallus domesticus, yang di Indonesia terdiri atas berbagai rumpun atau galur, termasuk di antaranya ayam Pelung. Penggemar ayam Pelung di Indonesia telah tersebar ke berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa.Demikian juga di luar negeri terutama di Malaysia dan Brunei Darussalam.Ayam lokal Indonesia yang lazim pula disebut sebagai ayam

Kampung, ayam Buras, atau ayam Sayur memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia. Ayam lokal ini pada umumnya dipelihara secara semi intensif atau ekstensif di perdesaan.Ayam lokal Indonesia yang pada umumnya merupakan keturunan dari ayam Hutan Merah (Gallus gallus). Berdasar buku standar terdapat 11 kelas ayam, namun yang dianggap penting hanya 4 kelas, yaitu kelas inggris, kelas amerika, kelas mediterania, dan kelas asia. 1. Kelas Inggris Ayam kelas ini adalah sekelompok ayam yang dikembangkan dan dibentuk di Inggris. Bangsa-bangsa ayam yang termasuk kelas inggris adalah Sussex, Cornish, orpington, australorp, dan dorking. Karakteristik ayam kelas inggris adalah bentuk tubuh besar, cuping berwarna merah, kulit putih, kerabang telur cokelat kekuningan, bulu merapat ke tubuh, termasuk tipe pedaging. 2. Kelas Amerika Ayam kelompok ini adalah kelompok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di Amerika Serikat.Karakteristik kelas Amerika adalah

bentuk tubuh sedang, cuping telinga berwarna merah, bulu mengembang, dan kulit berwarna putih. Bangsa ayam yang termasuk ke dalam kelas ini adalah Plymouth rock, Wyandotte, rhode island red, new Hampshire, dan jersey. 3. Kelas Mediterania atau Laut Tengah Kelompok ayam ini dibentuk dan dikembangkan disekitar Negara dan pulau di Laut Tengah.Karakteristik ayam kelas ini adalah bulu mengembang, cuping telinga berwarna putih, bentuk tubuh ramping, warna kulit putih, kerabang telur berwarna putih, dan merupakan tipe petelur. 4. Kelas Asia Ayam kelas Asia dibentuk atau dikembangkan di wilayah Asia. Contohnya adalah brahma, langshan, dan cochin china. Karakteristik ayam kelas ini adalah bentuk tubuh besar, bulu merapat ke tubuh, cuping berwarna merah, dan kerabang telur beragam. Ciri lain adalah cskar berbulu, kulit berwarna putih sampai gelap, dan merupakan tipe pedaging. Klasifikasi ayam berdasar tipe yaitu: a. Tipe Petelur Ayam tipe petelur memiliki karakteristik bersifat mudah terkejut, bentuk tubuh ramping, cuping telinga berwarna putih dan kerabang telur berwarna putih, produksi telur tinggi, tidak memiliki sifat mengeram. b. Tipe Pedaging Karakteristik ayam tipe ini adalah bersifat tenang, bentuk tubuh besar, pertumbuhan cepat, bulu merapat ke tubuh, kulit putih, produksi telur rendah. c. Tipe Dwiguna Ayam tipe ini memiliki karateristik bersifat tenang, bentuk tubuh sedang, produksi telur sedang, pertumbuhan sedang, kulit telur berwarna coklat.

2.

ISI 2.1 SEJARAH AYAM PELUNG Ayam pelung pertama kali ditemukan diJawa Barat.Ditemukan juga sebuah legendabahwa ada seorang tokoh bernama Haji Bustomi menceritakan bahwa ayam pelung sudah dipelihara dan dikembangkan sejak tahun 1850 oleh seorang Kiai bernama H. Djarkasih 2.2 KLASIFIKASI AYAM PELUNG Kingdom Filum Sub Filum Kelas Sub Kelas Family Sub Family Ordo Genus Spesies Nama Lokal : Animalia : Chordata : Vertebrata : Aves : Neornithes : Phasianidae : Phasianidae : Galliformes :Gallus :Gallus gallus radiatus : Ayam pelung

2.3 MORFOLOGI AYAM PELUNG Ayam pelung memiliki postur tinggi, jauh lebih besar daripada ayam kampung.Kepala ayam pelung berbentuk oval, jantan memiliki jengger tunggal,bergerigi,bagian atas berukuran besar dan berwarna merah.Bulu pada sebagian besar ayam pelung betina berwarna hitam.Sedangkan pada ayam pelung jantan, bulu berwarna hitam dan merah. Paruh ayam pelung jantan berwarna hitam, sedangkan ayam pelung betina memiliki paruh berwarna hitam dan putih.Warna kulit ayam pelung jantan maupun betinasebagian besar berwarna putih.Sedangkan untuk sisik kaki, baik ayam pelung jantan maupun betina memiliki sisik kaki berwarna hitam.

2.4 CARA HIDUP AYAM PELUNG Ayam pelung biasanya diternakkan dan jarangyang hidup liar, ayam ini masuk dalamkelas Asia.Ciri yang menonjol adalah suaranya yang merdu.Sebenarnya bila dilepas, ayam ini dapat mencari makan sendiri, namun untuk menjaga kualitas suaranya,biasanya para peternak ayam pelung memberi pakan khusus seperti jagung kuning, tepung gaplek, dedak padi, serta memberi multivitamin seperti vitamin B, C, danpremik vitamin. Air minum harus bersih dan tidak mengandung bahan kimia

berbahaya.Secara umum, ayam ini dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan situasi sehingga memungkinkan adanya perpindahan kandang.Jika sehat, ayam ini memiliki tingkah laku yang lincah, riang, dan aktif mencari makan.Ayam ini juga memiliki solidaritas terhadap kawankawannya. 2.5 REPRODUKSI 2.5.1 Sistem Reproduksi Jantan Sistem reproduksi ayam jantan terdiri dari 2 testis yang terletak pada dorsal area rongga tubuh, dekat bagian akhir anterior ginjal.Testis tidak pernah turun ke dalam skrotum ekternal seperti pada mamalia.Bentuknya elipsoid dan berwarna kuning terang, sering pula berwarna kemerahan karena banyaknya cabang-cabang pembuluh darah pada permukaannya.Testis terdiri dari sejumlah besar saluran kecil yang bergulung-gulung dan dari lapisan-lapisannya dihasilkan sperma. Saluran tubulus seminiferus akhirnya menuju ke ductus

deferent, yaitu sebuah saluran yang berfungsi mengalirkan sperma keluar dari tubuh.Masing-masing ductus deferent bermuara ke dalam sebuah papila kecil yang bersama berperan sebagai organ

intromittent.Papila terletak di dinding dorsal kloaka. 2.5.2 Sistem Reproduksi Betina 2.5.2.a) Ovarium

Pada ayam betina terdapat sebuah ovarium, terletak pada rongga badan sebelah kiri.Pada saat perkembangan

embrionik, terdapat dua ovari, tetapi pada perkembangan selanjutnya mengalami regresi sehingga pada saat menetas hanya dijumpai sebuah ovarium kiri, sedangkan yang kanan rudimenter.Ovarium ayam betina biasanya terdiri dari 5-6 folikel yang sedang berkembang, berwarna kuning besar (yolk) dan sejumlah besar folikel putih kecil yang menunjukkan sebagai kuning telur yang belum dewasa. 2.5.2.b) Oviduk Oviduk ayam betina merupakan pipa yang melipat yang sebagian besar terletak pada sisi bagian kiri rongga perut.Oviduk memiliki sistem peredaran darah yang baik dan memiliki dinding otot yang hampir selalu bergerak selama pembentukan telur berlangsung. Oviduk terbagi dalam lima bagian dimulai dari ujung terdekat ovarium yaitu funne atau infundibulum, magnum dimana albumen disekresikan, isthmus mensekresikan material pembentuk membran

kerabang, uterus atau kelenjar kerabang, dan vagina saluran menuju kloaka. 2.5.3 Perkawinan 2.5.3.a) Kawin Alam : perkawinan antara unggas jantan dan betina secara alami tanpa bantuan manusia secara langsung. Ada tiga metode kawin alam: a. Flock mating atau perkawinan kelompok : perkawinan antara sekelompok pejantan dengan sekelompok betina. b. Pen mating

: perkawinan antara satu pejantan dengan sekelompok betina c. Stud mating : perkawinan antara satu pejantan dengan satu betina. 2.5.3.b) Kawin Buatan / Inseminasi Buatan Pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: a. Penampungan semen b. Pengenceran semen c. Inseminasi 2.6 MANFAAT -Ayam jantannya dapat sebagai ayam hias yang dapat dinikmati suaranya. -Menghasilkan daging dan telur yang tinggi nilai gizinya. -Bulunya dapat digunakan untuk kemoceng. 2.7 KANDUNGAN GIZI Kandungan nilai gizi telur ayam yang dapat dimakan dari 100 gr bahan

Jenis Zat Bahan yang dimakan (%) Air (g) Bahan kering (g) Energi (cal) Protein (g) Lemak (g) Kolesterol (g) Glukosa (g)

Telur Komplit 90 67,5 23,32 152,4 11,7 17,1 0,42 0,3

Putih Telur 100 54,8 6,9 26,7 6,7 0,2

Kuning Telur 100 15,3 15,6 128,3 4,9 17,1 0,42 0,1

Mineral (g)

0,8

0,3

0,5

2.8 SENYAWA AKTIF PADA AYAM PELUNG Pankreas pada ayam berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin,sebagai kelenjar endokrin, pankreas mensekresikan hormon insulin dan glukagon.Enzim dari pankreas disimpan dan disekresikan dalam bentuk inaktif dan menjadi aktif pada saat berada di saluran

pencernaan.Tripsinogen adalah enzim proteolitik yang diaktifkan di dalam usus halus oleh enterokinase, suatu enzim yang disekresikan dari mukosa usus.Tripsinogen diaktifkan menjadi tripsin. Kemudian tripsin akan mengaktifkan kimotripsinogen menjadi kimotripsin. Enzim lainnya adalah nuklease, lipase, dan amilase.

3. PENUTUP Ayam Pelung merupakan ayam asli Indonesia yang ditemukan pertama kali di Jawa Barat. Ayam pelung termasuk dalam kelas asia dan merupakan tipe dwiguna.Postur tubuh ayam pelung lebih besar daripada ayam kampung.Ayam pelung dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan.Ayam dapat dimanfaatkan daging, bulu, maupun suaranya.Reproduksi ayam pelung dapat dengan cara kawin alami ataupun kawin buatan (inseminasi buatan). Di dalam tubuh ayam pelung terdapat berbagai enzim di saluran pencernaan contohnya adalah enzim tripsinogen.

4. PUSTAKA Yuwanta, Tri. 2007. Beternak Ayam Buras. PT Citra Aji Parama: Yogyakarta. Suprijatna, Dr. Edjeng, dkk. 2008. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya: Depok. Rasyaf, Muhammad. 2007. Memelihara Ayam Buras. Kanisius: Yogyakarta. Sudradjad. 2007. Beternak Ayam Pelung. Kanisius: Yogyakarta.