Anda di halaman 1dari 2

Integrasi Ekonomi

1. Area Perdagangan Bebas ( FTA / Free Trade Area ) FTA adalah salah satu bentuk dari blok dagang, yakni sebuah rancangan kelompok negara-negara yang sepakat untuk meniadakan tarif, kuota preferensi akan keseluruhan / sebagian barang dan jasa yang diperdagangkan di antara negara anggota. Secara sekilas, FTA ini sangatlah mirip dengan bentuk dari Custom Union, namun pada aplikasinya, keduanya adalah bentuk integrasi ekonomi yang berbeda. Pembentukan suatu FTA biasa dipicu oleh hubungan saling-melengkapi (complementary) di dalam ekonomi negara-negara tersebut. Yaitu suatu kondisi dimana barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara A adalah untuk melengkapi produksi dari negara B dan demikian pula sebaliknya. Perbedaan yang cukup mencolok antara FTA dengan Custom Union adalah negara anggota FTA tidak memiliki suatu kebijakan tunggal untuk Tarif Eksternal (Tarif yang berlaku untuk negara non anggota FTA). FTA ini umumnya terbentuk dari sebuah pakta perdagangan antara dua negara atau lebih. Produk yang diperdagangkan di FTA ini umumnya menggunakan sistem sertifikasi, sehingga hanya produk yang melewati kualifikasi tertentu yang layak untuk diperdagangkan di antara negara anggota FTA. Selain itu, FTA juga bisa melakukan ekspansi dengan menambah jumlah anggota, seperti yang terjadi pada AFTA (Asean Free Trade Area) yang mendapat anggota baru yakni China, Korea dan Jepang sehingga menjadi strukturnya AFTA+3. FTA memiliki suatu tujuan utama, yakni untuk mengurangi faktor-faktor penghambat perdagangan (tarif, kuota, dsb.), sehingga ekonomi akan tumbuh melalui spesialisasi produk, pendivisian buruh yang lebih merupakan bentuk dari keuntungan komparatif (comparative advantages). Karena menurut teori keutungan komparatif, di dalam suatu perekonomian bebas (ekuilibirium), produksi akan menjadi terspesialisasi, sehingga memunculkan keuntungan komparatif daripada keuntungan mutlak, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan negara anggotanya. Namun, kenyataannya di dalam suatu FTA, biasanya selalu ada pihak (indutri) yang dirugikan. Namun secara teori, kerugian tersebut bisa ditutup dari pendapatan melalui FTA. Contoh FTA : AFTA CEFTA COMESA GAFTA GCC NAFTA SAFTA SICA TPP 2. COMMON MARKET & SINGLE MARKET Pasar bersama adalah suatu gabungan dari FTA yang memiliki regulasi produk yang sama dan kebebasan dalam memobilisasi faktor-faktor produksi (dalam hal ini modal dan tenaga kerja). Tujuan dari dibuatnya suatu pasar bersama adalah untuk memudahkan mobilitas produk dan faktor produksi. Halangan seperti prosedur pindah antar negara, pengenaan fiskal (pajak/visa) dihapus atau dikurangi hingga tingkat yang serendah mungkin. Untuk membentuk suatu masyarakat yang sama ini, maka negara-negara anggota harus memiliki suatu kebijakan ekonomi bersama. Sebuah pasar bersama adalah cikal bakal dari kelahiran suatu pasar tunggal (single market). Single market sendiri adalah suatu pasar bersama yang memiliki mekanisme penghapusan batasan-batasan antar negara hingga ke tingkat yang lebih rendah lagi. MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) adalah suatu contoh sempurna dari penerapan common dan single market, meskipun ia termasuk ke dalam custom union. Pasar bersama memiliki beberapa keuntungan antara lain :

a. Mobilitas faktor produksi yang sangat tinggi, sehingga akan meningkatkan efisiensi dan membuat semakin teralokasinya faktor-faktor tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas. b. Menciptakan suatu iklim perdagangan yang sangat kompetitif, sehingga bisa dikatakan menutup kemungkinan terjadinya monopoli. Sedangkan kelemahan Pasar Bersama yaitu : Dengan meningkatnya persaingan internasional, hal ini akan mematikan industri yang selama ini diproteksi atau disubsidi oleh negara. Hal ini membuat perusahaan yang tidak mampu bertahan akan menjadi kolaps (bangkrut). Dengan bangkutnya perusahaan maka akan menimbulkan pengangguran dan menciptakan gelombang perpindahan (migrasi) yang besar ke negara lain, karena tidak adanya batasan untuk mobilitas manusia. Contoh Common Market : EEA (European Economic Area) EFTA (European Free Trade Assosiation) Kanada AIT (Agreement of Internal Trade) Swiss Uni Eropa 3. Custom Union Custom Union pada dasarnya adalah suatu FTA (Free Trade Area) yang memiliki suatu kebijakan tarif eksternal bersama. Negara-negara anggota akan membuat suatu kebijakan perdagangan bersama dengan pihak luar, meski pada beberapa kasus ada negara yang menggunakan kuota impor berbeda. Sebuah kebijakan kompetisi antar negara juga dibuat untuk menghindari defisiensi kompetisi. Tujuan dirancangnya suatu custom union adalah untuk meningkatkan efisiensi ekonomi serta mempererat hubungan politis dan budaya sesama negara anggota. Contoh Custom Union : CAN (Andean Community) EAC (East Africa Community) Costum Union Belarusia, Kazakhstan dan Rusia UE Andorra UE San Marino SACU (Southern Africa Costum Union) 4. Economic Union (Uni Ekonomi) Uni ekonomi adalah suatu bentuk blok dagang yang menyatukan Common Market dengan Custom Union. Negara-negara anggota uni ekonomi memiliki suatu kebijakan bersama yang mengatur regulasi produk, mobilitas faktor-faktor produksi yang tinggi dan suatu kebijakan ekonomi eksternal bersama. Pada tingkat ini, suatu aturan ekonomi yang disetujui bersama akan mengikat terhadap seluruh anggota. Tujuan dibuatnya suatu uni ekonomi adalah untuk meningkatkan efektivitas dan juga mempererat hubungan politis dan sosial dari negara anggota. Uni Ekonomi ini dibentuk dari suatu pakta ekonomi yang disepakati bersama. Biasanya uni ekonomi ini bisa dijalankan di suatu daerah yang memiliki tingkat ekonomi yang setara, masyarakat yang homogen (kurang heterogen) serta kedekatan wilayah. Pada kasus Uni Eropa, seluruh anggotanya memberlakukan mata uang yang sama, yaitu Euro (). Contoh Uni Ekonomi : UNI EROPA CARICOM Single Market and Economy of the Caribbean Community Union State Russia and Belarus Monaco European Union