Anda di halaman 1dari 7

Tugas : Kerangka Legal untuk Kerjasama Internasional Nama NIM : SYAHARUDDIN IDRIS : 11/322304/PSP/04137

PEMBUATAN MEMORANDUM SALING PENGERTIAN (MEMORANDUM of UNDERSTANDING) ANTARA PEMERINTAH KOTA MAKASSAR, INDONESIA DAN PEMERINTAH KOTA ROTTERDAM, BELANDA DALAM HAL KOTA BERSAUDARA (SISTER CITY) RASIONALISASI Indonesia dan Kerajaan Belanda memiliki hubungan historis yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sejak abad ke-16, ketika para pedagang Belanda menginjakkan kaki pertama kali di Nusantara, sejak saat itulah hubungan historis pertama kali tercipta. Hubungan ini mengalami konstalasi yang ekstrem dari hubungan-hubungan yang sifatnya perdagangan menjadi hubungan yang bersifat kolonialisme dan imperialisme. Hingga akhirnya Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada bulan Agustus 1945, cerita tersebut tetap tercatat dalam buku sejarah. Di masa kini, ketika zaman telah berubah dan konteks hubungan antar negara telah menjadi lebih mutualis dan lebih banyak diwarnai dengan kerjasama, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan belanda tentu memiliki keinginan yang kuat dalam menambal berbagai peristiwa menyakitkan di masa lalu dan melepaskan baying-bayang tersebut dengan membangun hubungan yang lebih harmonis dan bermanfaat bagi pembangunan dan kepentingan masyarakat kedua negara. Untuk itulah, dianggap penting untuk memulai suatu babak baru dalam sejarah hubungan kedua negara. Diperlukan sebuah upaya bagi lahirnya pandangan baru dalam pola hubungan kedua negara yang tidak saling mencurigai dan beemanfaat dalam berbagai bidang seperti ekonomi dan perdagangan, budaya dan pariwisata, pendidikan, dan sebagainya. Hal ini akan membantu bagi terwujudnya hubungan yang erat di antara pemerintah dan masyarakat kedua negara, baik ditingkat pusat dan daerah. Pada akhirnya, hal ini diharapakan akan berpengaruh lebih konstruktif dalam menciptakan iklim hubungan internasional yang kondusif dan dapat mewujudkan perdamaian dunia. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Dubes RI untuk Belanda, Retno L.P. Marsudi agar dengan landasan hubungan persahabatan yang panjang, nilai-nilai demokrasi yang senantiasa dijunjung, kapasitas ekonomi dan perdagangan yang besar, serta berabagai peluang yang dimiliki, Indonesia dan Belanda secara bersama-sama dapat memberikan kontribusi dalam berbagai agenda strategis di fora regional dan internasional, termasuk dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan.1
1

Berita Perwakilan KBRI Den Haag, Mewujudkan Kerjasama Indonesia-Belanda Dalam Konteks Terkini, http://www.kemlu.go.id/Pages/Embassies.aspx?IDP=7937&l=id, diakses tanggal 29 April 2012.

Berangkat dari pandangan di atas, maka Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Rotterdam dapat menginisiasi sebuah bentuk kerjasama dalam skala yang kecil di tingkat kota dalam bentuk Kerjasama Kota Kembar (Sister City). Kedua Pihak bisa menjadikan aspek atau bidang-bidang yang dikembagnkannya menjadi objek dari kerjasama yang akan diwujudkan. Berikut ini beberapa bidang yang memang menjadi bidang pengembangan kedua pihak. 1. Ekonomi dan Perdagangan; Dengan concern dalam kerjasama di bidang ini, masing-masing pihak bisa saling membantu memperluas jangkauan ekonomi dan perdagangan. Rotterdam bisa menjadi jalan masuk atau pintu gerbang barang-barang ekspor Makassar ke Uni Eropa. Hal ini bisa dlakukan dengan bantuan dari Pemerintah Belanda bagi pengusaha Makassar dalam usaha untuk memenuhi standar perdagangan ekonomi yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Standar ini, sebagaimana diketahui bersama, posisinya telah menjadi semakin penting dan kuat dalam sector ekonomi dan perdagangan dunia. Kepentingan terbesar Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini adalah terkait ekspor produk kakao untuk bisa masuk ke Uni Eropa. Sedangkan di sisi sebaliknya, Pemerintah Indonesia melalui Makassar bisa menjadi jalan bagi masuknya investasi dan produk negeri Belanda ke pasar Asia. Pemerintah Belanda telah sejak dulu mengincar investasi di Indonesia, dan salah satu target utamanya adalah Makassar sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia. Pada 2008, Belanda merupakan investor asing terbesar keempat di Indonesia setelah Inggris, Jerman,dan Perancis dengan nilai 89,9 juta dolar AS yang meliputi 34 proyek.2 2. Transportasi dan Perhubungan; Telah lama diketahui bahwa Rotterdam adalah salah satu kota pelabuhan terbesar dan paling ramai di dunia. Hal ini dikarenakan pelabuhan di kota ini merupakan salah satu pintu masuk menuju pasar Uni Eropa. Meski demikian, pengelolaannya tetap merupakan salah satu yang terbaik. Kondisi yang berbeda terjadi di pelabuhan Kota Makassar. Termasuk salah satu yang paling ramai di Indonesia, penataan dan pengelolaan pelabuhan ini sangat semrawut. Dengan kerjasama ini, Pemerintah Kota Makassar bisa mendapatkan banyak tutorial atau transfer pengetahuan baru mengenai pengelolaan pelabuhan. Diharapkan dengan kerjasama ini, semakin lancer dan efisiennya laju ekspor dan impor barang di Kota Makassar. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada emakin bergeraknya roda ekonoi masyarakat Kota Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya. 3. Budaya dan Pariwisata; Kerjasama kebudayaan sebenarnya telah terjalin sejak lama antara Makassar dan Kerajaan Belanda. Hal ini bisa dilihat dari berbagai bangunan peninggalan kolonial di Kota Makassar, seperti Fort Rotterdam, bangunan perkantoran, rumah-rumah tempat tinggal pejabat, dan beberapa gereja. Di masa sekarang, yang menjadi penting bagi Pemerintah Kota Makassar adalah bagaimana melibatkan pihak Kerajaan Belanda dalam menjaga dan merawat berbagai
2

Diah Novianti, Usaha Belanda Lepaskan Beban Sejarah di Indonesia, http://www.antaranews.com/berita/226461/usaha-belanda-lepaskan-beban-sejarah-di-indonesia, diakses tanggal 29 April 2012.

peninggalannya sejarahnya tersebut. Hal ini didukung oleh kepentingan Pemerintah Belanda untuk menjaga bukti-bukti sejarah kejayaan dan kebesarannya. Sementara itu, bagi Pemerintah Kota Makassar, Kota Rotterdam bisa menjadi mitra kerjasama dalam memperkenalkan kesenian dan berbagai budaya khas Kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Langkah ini sama dengan yang dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Bali di Belgia. Budaya Makassar bisa diperkenalkan ke Uni Eropa melalui gerbang Kota Rotterdam tersebut. Kerjasama terakhir dalam bidang ini, tentu saja untuk memaksimalkan promosi kebudayaan kedua pihak sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, khususnya dari Belanda ke Indonesia. 4. Pendidikan; Dalam bidang pendidikan, kerjasama ini diharapkan dapat bermanfaat dalam hal transfer pengetahuan di bidang tata kelola (governance) yang berfokus pada kerja sama di bidang hukum (legal cooperation) dan kerjasama di bidang pendidikan tinggi (higher education), yang merupakan kerja sama antara lembaga pendidikan (educational institutions) dan fellowships.3 Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar dapat menyediakan berbagai fasilitas dan guidance bagi penelitian-penelitian sejarah yang akan dilakukan oleh mahasiswa Belanda di Sulawesi Selatan. Berangkat dari hal tersebut, maka kemudian dianggap penting untuk menuangkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam seperangkat kebijakan tertulis yang memiliki dasar hukum yang mengikat kedua negara, dalam hal ini Pemerintah Kota Makassar dengan Pemerintah Kota Rotterdam. Kebijakan atau aturan tersebut disa dituangkan dalam bentuk Memorandum Saling Pengertian (Memorandum of Understanding), sebagaimana contoh di bawah ini.

Rifa Nadia Murfuadah, Kerja Sama, RI-Belanda Fokus Ke 4 Bidang Ini, http://economy.okezone.com/read/2011/07/04/20/475671/kerja-sama-ri-belanda-fokus-ke-4-bidang-ini, diakses tanggal 29 April 2012.

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA PEMERINTAH KOTA MAKASSAR PROPINSI SULAWESI SELATAN REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH KOTA ROTTERDAM PROPINSI SOUTH HOLLAND KERAJAAN BELANDA MENGENAI KERJASAMA KOTA BERSAUDARA Pemerintah Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Rotterdam, Propinsi South Holland, Kerajaan Belanda, untuk selanjutnya disebut sebagai Para Pihak; DIDORONG oleh keinginan untuk saling memperdalam dan mempererat tali persaudaraan dan kerjasama yang telah ada di antara masyarakat Para Pihak; MENGAKUI pentingnya prinsip-prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan; MENYADARI manfaat dari usaha terpadu dalam rangka mendayagunakan segala kemungkinan kerjasama di berbagai bidang untuk maksud pembangunan demi kepentingan rakyat Para Pihak; MERUJUK pada Letter of Intent (LoI) yang ditandangani oleh Pemerintah Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Rotterdam, Propinsi South Holland, Kerajaan Belanda, di Rotterdam, Belanda pada tanggal 29 April 2010; dan SESUAI dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di masing-masing negara; TELAH MENYETUJUI hal-hal sebagai berikut : PASAL 1 TUJUAN DAN RUANG LINGKUP KERJASAMA Para Pihak akan menjalin Kerjasama Kota Bersaudara untuk mempromosikan dan memperluas kerjasama yang efektif dan saling menguntungkan dalam pembangunan kedua kota, di dalam bidang-bidang :

1) 2) 3) 4) 5)

Ekonomi dan Perdagangan; Transportasi dan Perhubungan; Budaya dan Pariwisata; Pendidikan; Bidang-bidang lain berdasarkan kesepakatan Para Pihak. PASAL 2 PENGATURAN KEUANGAN

Kegiatan-kegitan yang berdasarkan Memorandum Saling Pengertian ini, dilaksanankan tergantung pada ketersediaan dana dan sumber daya Para Pihak, dan sumber daya lain yang tersedia dan disepakati oleh Para Pihak. PASAL 3 PENGATURAN TEKNIS Pelaksanaan dari kerjasama-kerjasama sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Memorandum Saling Pengertian ini akan dilakukan melalui pengaturan khusus yang akan dibuat oleh Para Pihak. PASAL 4 LEMBAGA PELAKSANA 1) Para Pihak akan membentuk Lembaga Pelaksana bersama untuk kegiatan-kegiatan yang tertuang di dalam ketentuan Memorandum Saling Pengertian ini, yang akan bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan-kegiatan dan mengevaluasi kemajuan kerjasama dan kebutuhan untuk pengembangan lebih lanjut atau negosiasi; 2) Lembaga Pelaksana Bersama akan menyiapkan dan memberi pertimbangan programprogram jangka pendek dan menengah. 3) Lambaga Pelaksana Bersama akan bertemu setiap tahun, secara bergantian di Makassar atau di Rotterdam, atau di tempat lain yang disepakati Para Pihak. Dalam keadaan-keadaan tertentu, di mana pertemuan tidak dapat diadakan, maka akan dilakukan pertukaran dokumen sebagai pengganti rapat. PASAL 5 PENYELESAIAN SENGKETA Segala perselisihan atau sengketa yang timbul dari penafsiran dan/atau pelaksanaan persetujuan ini akan diselesaikan secara damai melalui konsultasi dan/atau perundingan di antara Para Pihak.

PASAL 6 PERUBAHAN Memorandum Saling Pengertian ini dapat ditinjau atau diubah setiap waktu dengan permintaan dan/atau persetujuan tertulis dari Para Pihak. Perubahan dimaksud akan berlaku pada tanggal yang ditentukan oleh Para Pihak dan akan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Memorandum Saling Pengertian ini. PASAL 7 PEMBERLAKUAN, MASA BERLAKU, DAN PENGAKHIRAN 1) Persetujuan ini berlaku sejak tanggal penanda-tanganannya; 2) Memorandum Saling Pengertian ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun berikutnya, kecuali apabila salah satu Pihak memberitahukan secara tertulis keinginannya untuk mengakhiri Memorandum Saling Pengertian ini selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya Persetujuan ini; 3) Pengakhiran Memorandum Saling Pengertian ini tidak akan mempengaruhi keabsahan dan masa berlaku setiap program dan kegiatan yang dibuat berdasarkan Memorandum Saling Pengertian ini hingga selesainya program yang dimaksud. SEBAGAI BUKTI, yang bertandatangan dibawah ini, dengan diberi kuasa penuh oleh Pemerintahnya, telah menandatangani Persetujuan ini. DIBUAT dalam rangkap dua di Makassar, Indonesia pada tanggal dua puluh sembilan bulan April tahun dua ribu dua belas, dalam bahasa Indonesia, Belanda, dan Inggris, seluruh naskah mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran terhadap Memorandum Saling Pengertian ini, maka naskah dalam bahasa Inggris akan berlaku.

Untuk Pemerintah Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan Republik Indonesia

Untuk Pemerintah Kota Rotterdam, Propinsi South Holland Kerajaan Belanda

Ir. Ilham Arief Sirajuddin, MM Walikota

Ahmed Aboutaleb Walikota

DAFTAR PUSTAKA Buku Damos Dumoli Agusman, 2006, Panduan Umum Tata Cara Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri oleh Pemerintah Daerah (Revisi), Kementerian Luar Negeri republikIndonesia. Himpunan Informasi Kerjasama dengan Luar Negeri, 2008, Sekretariat Jenderal Departemen Dalam Negeri. Makalah/Power Point Presentation Direktorat Perjanjian Ekonomi dan Sosial Budaya Departemen Luar Negeri Indonesia, Teknik Drafting Perjanjian Internasional, disampaikan dalam rangka Bimbingan Teknis Program Kerjasama Ekonomi Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan di Makassar 6-7 September 2002. Website Berita Perwakilan KBRI Den Haag, Mewujudkan Kerjasama Indonesia-Belanda Dalam Konteks Terkini, http://www.kemlu.go.id/Pages/Embassies.aspx?IDP=7937&l=id, diakses tanggal 29 April 2012. Diah Novianti, Usaha Belanda Lepaskan Beban Sejarah di Indonesia, http://www.antaranews.com/berita/226461/usaha-belanda-lepaskan-beban-sejarah-diindonesia, diakses tanggal 29 April 2012. Rifa Nadia Murfuadah, Kerja Sama, RI-Belanda Fokus Ke 4 Bidang Ini, http://economy.okezone.com/read/2011/07/04/20/475671/kerja-sama-ri-belanda-fokuske-4-bidang-ini, diakses tanggal 29 April 2012.