Anda di halaman 1dari 8

Keratitis: Kelainan yang terjadi akibat infiltrasi sel radang oleh infeksi atau akibat reaksi antigen dan

antibodi yang mengakibatkan kornea menjadi keruh Radang kornea diklasifikasikan berdasar lapis kornea yang terkena , seperti keratitis superficial, interstitial atau profunda. Penyebab: keracunan obat, kurangnya air mata, rx alergi terhadap obat topical, konjunctivitis menahun, Gjla: mata merah, silau, kelilipan. Terapi antibiotic, air mata buatan sikloplegik

Keratitis pungtata Keratitis yang terkumpul di daerah bowman , dengan infiltrate bercak halus Pnybb: terjadi pada moluskum kontangiosum, akne rosasea, harpes simplex, zoster, trakoma, trauma radiasi, keracunan obat seperti neomisin, tobramisin, dan bahanpengawet. Gejala: bilateral, berjalan kronis tanpa terlihat gejala kelainan konjunctiva, akut pada org dewasa. Klasifikasi : Keratitis pungtata superficial Memberikan gambaran seperti infiltrate halus bintik-bintik pada permukaan kornea Etiologi: keracunan obat seperti neomisin, tobramisin ,sinar uv, trauma kimia ringan ,pemakain lensa kontak. Gejala: sakit, silau , mata merah, kelilipan Terapi: Terapi antibiotic, air mata buatan sikloplegik Keratitis pungtata subepitel : keratitis yang terkumpul di daerah bowman. Berjalan bilateral berjalan kronis tanpa terlihat gejala kelainan konjunctiva, akut pada org dewasa

Keratitis marginal Infiltrate yang tertimbun pada tepi kornea yang sejajar dengan limbus Gejala: sakit, silau , mata merah, kelilipan, lakrimasi, fotophbia berat Pada meta terdapat injeksi konjunctiva, infiltrate atau ulkus yang memanjang, dangkal,unilateral, dapat tunggal atau multiple, sering ada neovaskularisasi pada limbus.

Terapi: antibiotic yang sesuai dengan penyebab infeksi lokalnya dan steroid dosis ringan. Dan vit b dan c dosis tinggi. Penyulit: jaringan parut pada kornea yg dpt mengganggu penglihatan, ulkus yg dpt ,eluas lbh dalam. Keratitis interstitial Keratitis yang ditemukan pada jar yg lbh kornea yg lbh dalam. Pnybb: alergi atau infeksi spirokaet, ke dalam stroma kornea atau akibat tuberkolasa. Gejala: fotophobia, lakrimasi, penurunan visus. Keluhan bertahan seumur hidup. Seluruh kornea keruh sehingga iris sukar untuk dilihat. Permukaan kornea seperti kaca, injeksi siliar, serbukan pembuluh ke dalam sehingga berwarna merah kusam, seluruh kornea dpt berwarna merah cerah. Biasanya bilateral. Terapi : atrofin tetes mata, untuk cegah sinekia akibat uveitis kortikosteroid tetes mata.

Keratitis bacterial Pnybb: staphylococcus, pseudomonas, enterobacteria. Pengobatan: gram +: tobramisisn, gentamisin, polimiksin, Gram -: cefazolin, vancomyxin, basitrasin Keratitis jamur Pnybb: fusarium, cephalocepharium,curvularia Gjla: sakit mata yg hebat, berair silau Pada mata terdapat infiltrate yg berhifa dan satelit di stroma. Biasanya ada cincin endotel dan plak yg bercabang. Diagnosis: koh 10% tampak hifa Terapi : natamisin, 5% 1-2 jam, ,miconazole, amfoterisin, nstatin. Jk tidak berhasil keratoplasti. Penyulit endoftalmitis. Keratitis virus Memberikan gambaran seperti infiltrate halus bintik-bintik pada permukaan kornea pd penyakit herpes simplex, zoster, vaksinia, trakoma. Keratitis ini terkumpul didaerah bowman, Berjalan bilateral berjalan kronis tanpa terlihat gejala kelainan konjunctiva, akut pada org dewasa

Keratitis herpetic Disbb: herpesi simpleks Dibagi dlm 2 btk epithelial, stroma. Disbb oleh kerusakannya. Pd epitel pembelahan virus di dlm sel epitel akn mengakibatkan kerusakan sel epitel dan membentuk tukak kornea suerfisial. Stroma kaibat rx imun tubuh trhdp virus penyerang. Antigen dan antibody berx si dlm stroma shingga merusak jar stroma. Terapi: pd epitel terhadap virus dan pembelahan dirinya, sedangkan pd stroma pd rx radangnya. IDU. Bekerja trhdp hambat sintesis DN virus dan manusia. Tidak boleh 2 minggu lebih penggunaannya. Trdpt dlm larutan 1% diberikan setiap jam. Salep 0,4 % diberikan setiap 4 jam. Acyclovir, btk salep 3% diberi setiap 4 jam.

Infeksi herpe zoster Gjla: sakit pd daerah mata ,badan hangat, penglihatan berkurang dan merah.pd kelopak terdapat vesikel dan infiltrate pada kornea vesikel tersebar sesuia dormatom yg dipersyarafi saraf trigeminus. Terapi acyclovirdan steroid pd usia lanjut. Keratitis dendritik Keratitis suprfisial yg mmbtk garis Infiltrat seperti ranting bercabang akibat infeksi Penyebab: HSV atau VZV Gejala :Sensibilitas menurun, fotofobia,kelilipan, konjunctiva hiperemi. Terapi: dpt sembuh sendiri, aiklovir, Keratitis numularis Bentuk keratitis dengan infiltrate yg bundar dan berkelompok dan tepinya berbatas tegas sehingga member gambaran halo. Keratitis filamentosa:keratitis disertai filament mukoid dan deskuamasi sel epitel pada permukaan kornea. Pnykit ini ditemukan pd gejala mata kering, dm, pasca bedah katarak, keracunan kornea. Filament terdiri atas epitel, yg terdapat pd filament terlihat tidak melekat pd epitel kornea. Di dkt filament terdapat defek epitel disertai kekeruhan epitel berwarna abu-abu. Gejala: kelilipan, sakit,silau,

Terapi: nacl 5% air mata hipertonik. Mengangkat filament dan memasang lensa kontak lembek. Keratitis alergi Keratokonjunctivitis flikten: merupakan radang kornea dan konjunctiva yang merupakan rx imun pd jaringan yg sdh sensitive trhdp antigen. Gejala: lakrimasi, fotofobia, sakit. Ditemukan infiltrate dan neovaskularisasi pd kornea .gambaran khas: terdapat papul dan pustule pd kornea dan konjunctiva. Pada ma terapat flikten. Biasanya bilateral dimulai dr daerah limbus. Terdapat hiperemi konjunctiva, kurangnya air ata, menebalnya epitel kornea, panas, tajam peglihatan berkurang. Pada limbus terdapat benjolan putih kemerahan dikelilingi daerah konjunctiva yg hiperemi. Pengobatan : steroid

Keratitis fasikularis Keratitis dengan pembentukan pita PD yg menjalar dr daerah limbus kea rah kornea. Merupakan suatu penampilan flikten yg berjalan yg membawa jalur PD baru sepanjang permukaan mornea. Pergerakan dimulai dr limbus. Dpt berbentuk flikten multiple disekitar limbus ataupun ulkus cinsin yg ,rpkn gabungan ulkus cincin. Keratitis lagoftalmus Kelopak mata tidak dpt menutup dgn sempurna sehingga kekeringan kornea, pnybb: exoftalmus, paralisis saraf facial. Terapi:mengatasi kausa dan iarmata buatan, salpe mata

Kertitis neuroparalitik Akibat kelainan saraf trigeminus sehingga terjadi kekeruhan kornea yg tidak sensitive disertai kekeringan kornea. Trjdi akibat herpes zoster tumor fosa posterior cranium sehingga kornea jadi anestetis. Pd anestetis kornea kehilangan daya pertahanannya terhadap iritasi dr luar diduga akibat kemunduran metabolism kornea yg memudahkan terjadinya peradangan. Gjla : penurunan penglihatan, silau, tidak nyeri.jarang kedik krn hilangnya reflex kedip, injeksi siliar, permukaan kornea keruh, vesikel pd kornea. Keratitis sklerotikan Kekruhan berbentuk segitiga pd kornea yg menyertai radang sclera.gjla: kekeruhan kornea terlokalisir dan berbatas tegas dan unilateral. Kadan mengenai limbus. Kornea terlihat putih menyerupai sclera. Terapi steroid dan fenil butazon.

Tukak kornea ( ulkus) Hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan terbentuk akibat kolagenase yg dibentuk oleh sel epitel epitel baru dan sel radang. Klasifikasi: sentral, perifer Perifer: rx toksik,alergi, autoimun ,infeksi. Pnybb kuman stafilokok aureus, .h influenza, m .lacunata. Bakteri yg sering : streptokokus alfa hemolitik, aureus, moraxella likuefasiens, pseudomonas, stretokokus anaerob, beta hemolitik,epidermidis, klo yg di sbb jamur dan bakteri akn terlihat defek epitel yg dikelilingi leukosit polimorfonuklear. Bila virus terlihat rx hipersensitifitas.

Tukak marginal Peradangan kornea bagian perifer btk khas, terdpat daerah jernih antara limbus kornea dgn tempat kelainannya. Etio: diduga rx hipersensitif trhdp eksotoksin stafilokok. Alergi ,toksik, infeksi kolagen vascular. Biasanya bersifat rekurens , infiltrate dan tukak yg trelihat diduga akibat timbunan kompleks antigen dan antibody. Secara histopatologi terlihat sbg ulkus atau ulkus epithelial atau subepitelial. Penglihatan menurun disertai rasa sakit , foto fobia dan lakrimasi. Terdapat pada satu mata blefarospasme injeksi konjunctiva infiltrate atau ulkus, yang memanjang dan dangkal. Terdapat unilateral dpt tunggal atau multiple dan daerah jernih . Pengobatan dengan antibiotic dengan steroid local dan vit B dan C dosis tinggi. Ulkus sentral Etio : bekteri(pseudomonas, pneumokok, streptokok beta hemolitik , e.coli, proteus) virus( herpes simpleks, zoster) jamur(kandida, albikans, aspergilus, sefalosporium. MO tidak mudah masuk ked lm kornea dengan epitel yg sehat. Terdapat factor predisposisi untuk terjadinya tukak kornea seperti erosi kornea, keratitis, pemakaian kortikosteroid ,pasien DM,ketuaan, pemakaian obat anatetika. Ulkus neuroparalitik Akibat gang. Saraf ke v . kornea mata jadi anatetik dan reflex mengedip menghilang. Benda asing terhadap kornea bertahan tanpa memberikan keluhan ,dan kuman dapat dpt berkembang biak tanpa ditahan daya tahan tubuh. Terjadi pengelupasan epitel dan stroma kornea sehingga terjadi tukak kornea.

Ulkus serpens akut Tukak kornea sentral yg menjalar dengan bentuk khusus seperti binatang melata pd kornea.kbnykan di sbb oleh kuman pneumokok. Bnyk diderita pada pekerja petani, buruh tambang, org dengan kes buruk. Pasien akan merasa nyeri pada kelopak mata ,silau lakrimasi, dan tajam penglihatan menurun.pada mata pasienterlihat kekeurahan pad akornea mulai dr sentral yg memp cirri ulkus yg berbatas lebih tegas disertai infiltrate berwarna kuning yang mudah pecah sehingga mudah mnybb tukak. Ditandai dgn gjla khas yaitu hipopion yg steril yg terjadi akibat rangsangan toksin kuman pada badan siliar, terdapat injeksi konjunctiva dan injeksi siliar yang berat. Pengobatan: antibiotic spectrum luas diberi secara topical tiap jam atau lebih.

Keratomikosis Infeksi kornea oleh jamur biasanya dimulai dengan rudapaksa pada kornea oleh ranting pohon ,daun dan tumbuh-tumbuhan. Tukak terlihat menonjol di tengah kornea dan bercabang dengan endothelium plak. Pd kornea terdapat lesi gambaran satelit dan lipatan descement disertai hipopion. Px penujnagn : dengan koh ditemukan hifa. Terapi: antimikosis seperti amfoterisin b Ukus atreomatosis Tukak yang terjadi pd jaringan parut kornea. Terapi dgn keratoplasti.

Uveitis Radang pada uvea atau selaput pelangi ( iris) kdang disebut iritis. Bila mengenai bagian tenagh uvea dinamakan siklitis. Bila mengenai selaput hitam dinamakan koroiditis. Uveitis anterior Disebut juga iridosiklitis. Klasifikasi: granulomatosa akut-kronis dan non granulomatosa akut-kronis. granulomatosa akut trjadi akibat sarkoditid ,sifilis,TB, virus,jamur,parasit gejala: mata merah, sakit, penglihatan turun perlahan. Mata berair, ,neradngnya oto akomodasi.pupil kecil akibat meradangnya otot sfingter pupil dan terdapat edem iris.

Subyektif Nyeri ,Silau (fotofobia),Penglihatan buram ,Mata berair (lakrimasi),Sulit melihat dekat Obyektif Injeksi siliar ,Edema kornea ,Penimbunan protein, sel fibrin & sel radang (cellflare),Keratik presipitat hingga hipopion- pada kasus berat ,Gambaran kripti tidak jelas,pupil miosis ,Reaksi pupil menurun ,Dapat terjadi sinekia posterior, seklusio pupil, oklusi pupil (membran siklitik), iris bombe Terapi: Pemberian oral dan topikal antibiotik atau antivirus sesuai dengan gambaran klinis kemungkinan etiologi ,Steroid diberikan hari ketiga setelah pemberian antibiotika atau antivirus oral untuk mencegah cystoid macular edema (CME), sinekia posterior, & sinekia anterior perifer atau terdapat uveitis posterior yang mengenai makula & nervus optik ,Sikloplegik untuk mencegah sinekia posterior & mengurangi nyeri akibat spasme korpus siliaris ,Sitostatik pada uveitis berat yang dapat menyebabkan kebutaan. Endoftalmitis Peradangan berat dalam bola mata , infeksi setalh trauma atau bedah. Endogen akibat sepsis. Berbentuk radang supuratif did lm rongga mata dan struktur di dalamnya, peradanagan supyratif di dalam bola mata akan memberikan abses di dalam badan kaca, pNybb :jamur, trauma tembus, sistemik melalui peredaran darah( bakteri, virus,jamur.) bakteri: stafilokok, streptokok, pneumokok, pseudomonas. Jamur: aspergilus, aktinomises. Gejala: rasa sakit,kelopak mata merah,kornea keruh, bilik mata depan keruh, kdang disertai hipopion. Terapi: antibiotic sistemik dan topical 2 gram/hr dan kloramfenikol 3 gram/hr , antibiotic yg sesuai dengan kuman penyebab. Sikloplegik 3x sehari tetes mata,kortikosteroid. Jamur diberi amfoterisisn B150 gram sub konjunctiva.

Panoftalmitis Peradangan seluruh bola mata termasuk sclera dan kapsul tenon sehingga bola mata merupakan rongga abses, infeksi data melalui peredaran darah ( nedogen) atau perforasi bola mata ( eksogen) dan akibat tukak kornea perforasi. Etio: bisa bakteri: perjalanan penyakit cepat dan berat. Jamur: perlahan Gejala: kemunduran tajam oenglihatan disertai rasa sakit, mata menonjol, edem kelopak, kornea keruh,

Terapi antibiotic dosis tinggi