P. 1
Persatuan Aktuaris Indonesia

Persatuan Aktuaris Indonesia

|Views: 217|Likes:
Dipublikasikan oleh simplycndy

More info:

Published by: simplycndy on Jun 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2015

pdf

text

original

PERSATUAN AKTUARIS INDONESIA

Visi dan Misi
Visi Kami “Untuk menjadikan Persatuan Aktuaris Indonesia sebagai organisasi profesional yang diakui secara internasional” Misi Kami “Untuk menjadikan Persatuan Aktuaris Indonesia sebagai organisasi profesional yang akan terus meningkatkan kualitas, kemampuan dan profesionalisme dari semua anggota PAI melalui program pelatihan secara berkesinambungan dan melalui ujian yang diakui secara internasional” Tujuan Kami PAI berkomitmen untuk :
• • •

• •

mendukung pengembangan ilmu aktuaria di Indonesia meningkatkan pemahaman anggota PAI mengenai ilmu aktuaria mempromosikan dan menjunjung tinggi standar kemampuan dan aplikasi dari Kode Etik Aktuaria dalam profesi aktuaris dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sesama anggota PAI Memberikan dukungan dan menjaga hubungan yang baik antara sesama anggota PAI Mendukung pengembangan industri asuransi, dana pensiun, dan jenis-jenis industri keuangan lainnya di Indonesia.

Artikel Budi Tampubolon (Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia) Sebagai pembicara seminar di ITS…

Surabaya (ANTARA News) - Kepala Biro Perasuransian Bapepam dan Lembaga Keuangan Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menyatakan bahwa Indonesia mengalami "genting aktuaris" atau kekurangan jumlah aktuaris (analis dampak finansial pada asuransi jiwa, pensiun, investasi). "Kita menghadapi situasi genting dalam aktuaris, karena kita memiliki 139 perusahaan asuransi, tapi hanya 130 dari 170 aktuaris yang terlibat dalam asuransi. Jadi, kita kekurangan aktuaris," katanya dalam seminar "Actuary: Most Wanted Profession Around The World" di Kampus ITS Surabaya, Rabu. Di hadapan peserta seminar dari ITS, Unair, dan Ubaya serta pembicara Budi Tampubolon (Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia), dan Rudi Kamdani (Direktur AIA Financial), ia menjelaskan situasi genting itu diperparah dengan banyaknya perusahaan asuransi yang menginginkan 4-5 aktuaris pada setiap perusahaan. "Karena itu, Kemenkeu membuat aturan bahwa 2,5 tahun ke depan sejak tahun 2011,

setiap perusahaan asuransi wajib memiliki minimal satu aktuaris, karena itu Persatuan Aktuaris Indonesia ditargetkan mampu mencetak 300-400 aktuaris hingga 2015," ucapnya. Namun, katanya, profesional di bidang aktuaris itu memang bukan perkara mudah, sebab banyak kalangan memperkirakan untuk mencetak aktuaris itu membutuhkan waktu 7-10 tahun, padahal Kemenkeu membatasi 2,5 tahun atau hingga 2015. "Mungkin karena itu, saya banyak diprotes berbagai kalangan, terutama kalangan asuransi sendiri. Untuk itu, saya mendukung upaya PAI mempercepat proses ujian aktuaris melalui berbagai kerja sama, termasuk dengan FMIPA ITS," ujarnya. Dalam kesempatan itu, ia memuji kerja sama PAI dengan ITS untuk memasukkan lima SKS untuk mata kuliah yang menjadi materi ujian aktuaris, sehingga lulusan ITS (FMIPA/Matematika/Statistik) tinggal menambah 2-3 materi ujian untuk menjadi aktuaris. "Ke depan, pemerintah memang ingin pertumbuhan finansial bidang asuransi bisa mendekati perbankan, sebab dana yang dihimpun perbankan sekarang mencapai Rp2.800 triliun, sedangkan dana yang dihimpun kalangan asuransi masih Rp180 triliun atau kalau digabung dengan Taspen dan sejenisnya masih Rp500 triliun," paparnya. (E011/C004)

Ocke Kurniandi M.Si., FSAI., merupakan Wakil Ketua Aktuaris Indonesia sebagai pembicara Seminar Nasional Statistika 2010 yang membahas tentang manajemen risiko di bidang perbankan dan asuransi.
[Unpad.ac.id, 15/11] Masa depan bersifat tidak pasti, beberapa hal yang mungkin terjadi bisa saja sama sekali tidak kita inginkan. Di antara berbagai jenis profesi yang ada, dunia perbankan dan asuransi mungkin adalah yang paling banyak berurusan dengan ketidakpastian. Hari ini bertempat di Bale Santika Jatinangor, Himpunan Mahasiswa Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran menggelar Seminar Nasional

Statistika 2010 yang membahas tentang manajemen risiko di bidang perbankan dan asuransi. Sentot A. Sentausa (kiri) saat menjadi pembicara dalam seminar nasional statistika (Foto: Hera Khaerani) Hadir sebagai pembicara utama dalam seminar tersebut adalah Direktur Manajemen Risiko PT. Bank Mandiri Sentot A. Sentausa dan Ocke Kurniandi M.Si., FSAI., yang merupakan Wakil Ketua Aktuaris Indonesia. Secara sederhana, risiko dapat diartikan sebagai suatu kejadian yang tidak diharapkan yang mungkin terjadi di masa mendatang atau bagian dari suatu ancaman. Menurut Ocke, terdapat definisi risiko yang berbeda untuk setiap aplikasi hingga membuatnya terkesan tidak konsistem dan ambigu. Sebagai contoh, dokter harus berurusan dengan risiko medis sementara seorang insinyur sipil harus berurusan dengan risiko kegagalan struktural. Terlepas dari cara yang berbeda dalam mendefinisikan risiko, manajemen risiko telah memunculkan profesi tersendiri. “Harapannya adalah perusahaan dapat menghadapi risiko dengan melakukan manajemen risiko yang baik dan benar,” ungkap Ocke. Ocke yang saat ini bekerja sebagai aktuaris PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera itu juga menjelaskan bahwa dalam praktik manajemen risiko, umumnya dilakukan dengan mengidentifikasi ancaman, menilai kerentanan aset penting terhadap ancaman tertentu, menentukan risiko, mengidentifikasi cara untuk mengurangi risiko, dan memprioritaskan langkah-langkah pengurangan risiko berdasarkan strategi. Senada dengan hal tersebut, Sentot mengatakan bahwa seorang statistikawan yang bekerja di bidang manajemen risiko harus memulai dengan rencana membuat nilai bagi perusahaan. “Sekalipun ada biaya yang nantinya diperlukan, harusnya kita memulai berbicara tentang nilai terlebih dahulu, bukan biaya,” tuturnya sedikit bercerita tentang kesalahan yang kerap dilakukan orang-orang di profesi tersebut. Untuk menilai risiko dalam asuransi dan industri keuangan, dikenal istilah aktuaria. Ini adalah disiplin ilmu yang berdasarkan analisis matematika dan statistika. “Ilmu

aktuaria menjadi disiplin matematika formal di akhir abad 17 dengan meningkatnya permintaan untuk jaminan asuransi jangka panjang seperti asuransi seumur hidup dan tunjangan hari tua,” sebut Ocke. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hal itu memerlukan estimasi peristiwa masa depan seperti angka kematian berdasarkan umur. Bagian manajemen risiko dalam perusahaan asuransi akan dituntut untuk bisa menghadapi risiko asuransi, investasi dan pasar, tata kelola, juga risiko pemodalan. Sementara itu, Sentot menyebutkan di antara risiko-risiko di dunia perbankan yang harus dihadapi adalah risiko kredit, pasar, operasional, likuiditas, stategis, aspek legal, kesesuaian, dan risiko reputasi. Para profesional yang memenuhi syarat dalam bidang aktuaria ini harus melalui pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi. Sebagaimana negara lain di dunia, aktuaris di Indonesia harus menunjukkan kompetensi mereka melalui serankaian ujian profesi yang ketat. Di Indonesia sendiri asosiasi profesi tersebut bernama Persatuan Aktuaris Indonesia yang telah berdiri sejak 1964. Mengutip Forbes, Ocke menyebutkan bahwa tahun ini profesi aktuaris merupakan jenis pekerjaan terbaik nomor satu di Amerika Serikat, disusul oleh profesi pembuat perangkat lunak dan analis sistem komputer. Pendapatan aktuaris di sana berkisar 85.229 USD. Tentu saja, ini adalah peluang yang besar. Ocke mengingatkan teman-teman mahasiswa untuk mempersiapkan diri dari sekarang. “Kemampuan yang dibutuhkan seorang aktuaris di antaranya kalkulus, matematika, statistika, teori probabilitas, ekonomi, keuangan, dan akutansi, ditambah kemampuan komunikasi,” sebutnya mengingatkan. Sentot juga menambahkan bahwa dunia berubah sangat cepat belakangan ini dan manusia bergerak mengikuti perubahan itu. Hal ini terlihat jelas dalam pemanfaatan berbagai jejaring sosial di internet. “Tsunami gloabalisasi sudah datang dan sirine sudah berbunyi. Perusahaan perlu cari orang-orang yang adaptif untuk menghadapi lingkungan di masa mendatang, maka Anda harus siap,” tutur alumni Statistika Unpad ini.

Selain kedua pembicara utama itu, terdapat 31 orang pemakalah yang datang dari enam perguruan tinggi di tanah air yang juga mempresentasikan makalah mereka hari ini. Di antara perguruan tinggi yang turut mengirimkan perwakilannya selain Unpad adalah Universitas Cenderawasih, Institut Teknologi Bandung, dan ITS. Presentasi makalah ini dilakukan di Fakultas Statistika Unpad Jatinangor, usai penyampaian makalah utama di Bale Santika. (eh)*

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->