Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL PEMBANGUNAN JARINGAN KOMPUTER PADA PERUSAHAAN MINYAK GORENG PT.

SMART Tbk SURABAYA

OLEH Hanif Ramzi Wibhuana NPM: 09560047 hanif_ramzi@yahoo.com

UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

DAFTAR ISI
Daftar isi.................................................................................................................................................1 Kata Pengantar.......................................................................................................................................2 Pendahuluan....................................................................................................................................... ....3 Isi....................................................................................................................................................... 4- 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya penjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang atas rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan proposal yang berjudul Proposal Pembangunan Jaringan Komputer Pada Perusahaan Minyak Goreng PT.Smart Tbk. Penulisan proposal ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Sistem Keamanan Komputer. Dalam Penulisan proposal ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan proposal ini. Dalam penulisan proposal ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan proposal ini. Dan saya berharap semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya dan orang-orang yang membacanya.

Penulis

Hanif Ramzi Wibhuana

PROPOSAL PEMBANGUNAN JARINGAN KOMPUTER PADA PERUSAHAAN MINYAK GORENG PT.SMART Tbk SURABAYA Yth.bapak/ibu pimpinan perusahaan Minyak goreng PT.smart Tbk Jl. Rungkut industri no 19-18 Surabaya Dengan hormat, Dengan ini saya bermaksud untuk menyampaikan penawaran kerjasama dalam pembuatan jaringan komputer dikantor yang bapak/ibu pimpin.

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi Informasi khususnya jaringan komputer telah berkembang dengan pesat. Teknologi ini telah menjadi salah satu hal yang mendasar dalam hamper seluruh aspek kehidupan masyarakat. Sulit dibayangkan pada era teknologi informasi seperti sekarang ada aspek kepentingan masyarakat yang terlepas dari teknologi jaringan komputer. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan jaringan komputer pada berbagai bantuk baik itu korporat maupun pribadi. Teknologi jaringan komputer telah menjadi telah menjadi salah satu aspek vital dalam era globalisasi dan teknologi informasi. Jaringan komputer ini terbagi menjadi dua, yaitu yang berbasis kabel (wired network) maupun yang nirkabel (wireless network). Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Sebagai contoh, wired network memiliki keunggulan yaitu tidak mudah terkena gangguan, tetapi jarak jangkauannya terbatas, susunan kabel terkadang mengganggu ruang gerak dan pemandangan, serta memerlukan biaya yang besar dalam pembangunan dan maintenance-nya. Sedangkan jaringan nirkabel atau wireless network memiliki keunggulan lebih banyak, yaitu dapat menjangkau jarak yang relatif luas dan memiliki medan sulit, serta pengguna tidak dibatasi ruang geraknya. Tapi wireless network juga punya kelemahan, yaitu kekuatan sinyalnya terpengaruh oleh cuaca. Kedua jenis jaringan bisa jadi tipe paling ideal asalkan disesuaikan dengan berbagai aspek, yaitu topografi wilayah, keadaan iklim dan aspek penggunaannya. Jaringan kabel (wired network) adalah jenis jaringan yang diimplementasikan di PT Smart Tbk Surabaya. Di tiap ruangan, baik Ruangan Kepala manager dan di bagian-bagian lain telah terhubung dengan jaringan, dan semuanya memakai kabel. Jaringan dapat terkoneksi dengan baik, tapi adanya kabel disana-sini membuat ruangan tampak tidak rapi dan membatasi ruang gerak para pegawai. Selain itu, kabel UTP yang terbatas jumlah dan ukuran panjangnya pun membuat kegiatan pegawai jadi agak terganggu. 1.2. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diidentifikasi masalah yang timbul sebagai berikut : 1. Cara membangun koneksi jaringan antarbagian yang efisien, tidak mengganggu pemandangan dan tidak mengganggu mobilitas pegawai. 2. Cara membangun jaringan yang biaya perawatannya relatif minim dan mudah dalam perawatannya 1.3. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan pembahasan masalah diatas, maka proposal proyek sistem jaringan ini dapat dirumuskan : Pembangunan jaringan hybrid sebagai solusi pembangunan jaringan di dua lantai pada Subdin PRP Dinas Pendidikan Kota Semarang. 1.4. Tujuan Proyek Proyek saya di sini adalah Proyek Pembangunan Jaringan Hybrid pada Ruang Subdin PRP Dinas Pendidikan Kota Semarang. Proyek ini dimaksudkan untuk membangun jaringan antar dua ruang di Subdin PRP yang berada di dua lantai, yaitu lantai 1 dan lantai 2. Jaringan yang akan saya buat adalah jaringan hybrid, yaitu jaringan campuran dari wired network dan wireless network. Tujuan digunakannya jaringan hybrid adalah untuk efektivitas penggunaan dan efisiensi biaya. Efektif, karena lebih banyak komputer yang dapat terhubung dengan jaringan tanpa harus memikirkan jumlah kabel. Efisien karena hubungan antarruang yang biasanya menggunakan kabel diganti dengan Access Point, sehingga alokasi waktu dan biaya yang diperlukan untuk membangun jaringan dapat dikurangi. 1.5. Metodologi Pengembangan Proyek Dalam perencanaan proyek ini saya melakukan penelitian dengan menggunakan beberapa metode antara lain : 1. Metode analisis Analisis Sistem dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu : - Survei ke Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mengetahui sistem jaringan komputer yang sudah ada dan mengetahui masalah yang dihadapi dalam kaitannya dengan sistem jaringan komputer. - Analisa terhadap temuan survei - Identifikasi kebutuhan informasi yakni dengan pengumpulan informasi melalui berbagai media - Identifikasi persyaratan sistem Hasil analisis kemudian dibuat laporannya untuk masukan dalam perancangan sistem yang diusulkan. 2. Metode Perancangan dan Evaluasi Metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan terstruktur melalui tahapan sebagai berikut : - Pembuatan diagram topologi jaringan - Menetukan perhitungan sumber daya yang dipakai dalam pengoperasian jaringan. - Membandingkan teknologi jaringan yang baru diterapkan yakni teknologi jaringan komputer hybrid dengan sistem yang sudah

ada yaitu jaringan komputer dengan media kabel. DASAR TEORI 2.1. Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan 2.2. Jaringan Nirkabel Jaringan Wireless LAN atau Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan komputer area lokal yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya, dan link terakhir yang digunakan adalah nirkabel untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area jaringan nirkabel tergantung dari kekuatan gelombang radio yang dipancarkan, semakin kuat sinyal yang dipancarkan maka jangkauan jaringanya pun akan semakin luas. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kabel, namun dengan jaringan nirkabel kebutuhan akan media transmisi berupa kabel dipat di minimalisir penggunaanya. 2.3. LAN Nirkabel LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transceiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja pada bandwidth 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA. 2.4. Keuntungan Sistem Jaringan Nirkabel Sistem jaringan nirkabel memiliki beberapa keuntungan, yaitu: - dapat menghubungkan banyak PC dengan pengaturan yang mudah. Selain itu, komputer client dapat mengenali hardware yang dapat memancarkan sinyal Access Point ke dalam sebuah network di suatu ruangan - tidak diperlukan sebuah PC yang berfungsi sebagai server yang harus online 24 jam yang harus melayani network. Banyak hardware Access Point yang dihubungkan ke sebuah HUB alau sebuah jaringan LAN, sehingga komputer pemakai Wi-Fi dapat dengan mudah masuk ke dalam network. - Sistem security pada model Access Point lebih terjamin. Untuk fitur pengaman, hardware Access Point memiliki beberapa fitur antara lain melakukan IP Blocking dan membatasi pemakaian pada port. METODOLOGI PERANCANGAN

3.1. Perancangan Jaringan (topologi jaringan) Karena medan pembangunan jaringan berada di dua ruangan yang berbeda lantai, maka saya menerapkan metode hybrid(campuran), yaitu menggunakan jaringan bermedia kabel di lantai 1 dan jaringan nirkabel di lantai 2. Wireless Network akan dipasang di lantai 2, sebagai jaringan yang terhubung dengan WAN, dan semua client disana terhubung secara wireless. Sementara jaringan di lantai bawah masih dipertahankan dengan penggunaan kabel dan menggunakan topologi star, dengan satu switch yang terhubung dengan 12 client melalui media kabel. Untuk segi keamanannya, pada sistem jaringan wireless yang terhubung dengan internet akan diberikan proteksi seperti IP Blocking (mengeblok atau menolak akses yang masuk ke jaringan lokal dari IP yang asing/ tidak terdaftar. Selain itu, proteksi berupa pembatasan pemakaian port akan dilakukan, sehingga hanya pengakses yang berizin saja yang dapat masuk ke jaringan lokal. Access Point SWITCH Lt. 2 Wireless Network (5 x 8 m - skala 1:80) Lt. 1 Wired Network (5 x 8 m - skala 1:80) Pintu Pintu 3.2. Peralatan Yang Dibutuhkan Berikut adalah perkiraan kebutuhan peralatan yang akan digunakan dalam pembangunan jaringan hybrid (dengan asumsi bahwa komputer yang akan dikoneksikan sudah tersedia ) - 1 buah Access Point Broadband Router merk Linksys - 2 buah kabel UTP konfigurasi Straight - 15 buah wireless card adapter 3.3. Rincian Kegiatan Pengerjaan Proyek Rencana realisasi Proyek Pembangunan Jaringan Hybrid pada Ruang Subdin PRP Dinas Pendidikan Kota Semarang sedianya akan dilakukan sepanjang bulan Maret, yaitu setelah proposal proyek ini disetujui. Rinciannya adalah sebagai berikut: 1. Minggu 1: Analisa dan Perancangan Jaringan o Survey lokasi ke Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mengetahui jaringan yang terinstalasi o Analisa terhadap jaringan yang sudah terinstalasi o Perancangan diagram topologi jaringan o Analisa kebutuhan sumber daya yang akan digunakan dalam mambangun jaringan yang baru o Melakukan perbandingan rancangan jaringan baru dan yang sudah terinstalasi 2. Minggu 2: Review Budget dan Persiapan Peralatan o Analisa terhadap dana yang diterima

o Pembelian dan persiapan alat yang diperlukan 3. Minggu 3: Pembangunan Jaringan o Pembongkaran jaringan kabel di lantai 2 o Pemasangan alat-alat yang dibutuhkan o Instalasi jaringan wireless sebagai pengganti jaringan kabel di lantai 2 o Koneksi jaringan lokal dan internet di lantai 2 o Menghubungkan jaringan wireless dan kabel di lantai 2 dan 1 (pembangunan jaringan hybrid) o Penyambungan jaringan lokal dan internet di kedua lantai 4. Minggu 4: Pengujian Jaringan o Pengujian jaringan dengan simulasi kondisi terburuk, lalu melakukan troubleshooting atas segala masalah yang mungkin terjadi. 3.4. Alokasi Waktu Pengerjaan Proyek Pengerjaan jaringan hybrid di Ruang Subdin PRP Dinas Pendidikan Kota Semarang ini direncanakan berlangsung selama 3 minggu setelah proposal proyek disetujui. Asumsinya sebagian komponen-komponen yang dibutuhkan telah tersedia, sehingga dalam pengerjaannya sendiri hanya akan memakan waktu 1 minggu. Oleh karena itu dalam pengerjaan dan pengujian jaringan komputer ini tidak lebih dari 1 bulan setelah persetujuan tanda tangan kontrak diterima. Rinciannya adalah sebagai berikut: Kegiatan Maret Minggu Ke 1234 Analisa dan Perancangan Jaringan Review Budget Persiapan Peralatan Pembangunan Jaringan Pengujian Jaringan 3.2.5 Estimasi Biaya Berikut adalah estimasi biaya yang dibutuhkan dalam membangun jaringan hybrid. Perkiraan biaya mencakup pembelian Perangkat Keras, pembelian Perangkat Lunak Berlisensi, serta biaya pengkoneksian jaringan. No Pengeluaran Jumlah Harga/satuan Harga Total 1 Hardware a. Switch Hub 1 bh Rp 700,000 Rp 700,000 b. Access Point Broadband Router 1 bh Rp 400,000 Rp 400,000 c. Kabel UTP 1 roll Rp 440,000 Rp 440,000 d. Konektor RJ-45 1 pack Rp 50,000 Rp 50,000 e. Wireless LAN Card 15 bh Rp 425,000 Rp 425,000 f. Docking Cable 20 m Rp. 5,000 Rp. 100,000 2 Koneksi Jaringan 26 titik Rp 75,000 Rp 1,950,000 Total Biaya Rp 2,525,000 BAB IV

PENUTUP Demikian proposal ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Semoga kerjasama ini dapat tercapai dan dapat turut andil dalam perbaikan jaringan komputer di Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan secara riil dapat membantu kelancaran pendidikan di Indonesia melalui Jaringan Pendidikan Nasional. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.