P. 1
Latar Belakang

Latar Belakang

|Views: 80|Likes:
Dipublikasikan oleh Hana Zailaon's

More info:

Published by: Hana Zailaon's on Jun 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2012

pdf

text

original

1.

Latar Belakang Pembangunan hotel The Rayja yang merupakan salah satu anak perusahaan dari Hotel Purnama yang terletak di desa Sidomulyo. Hotel The Rayja tersebut rencananya akan dibangun diatas daerah konservasi perairan di daerah Bulukerto . Warga yang mendukung berdirinya penginapan baru di depan kantor Kecamatan Bumiaji itu berharap pembangunan bisa segera dilakukan dan mereka berharap pihak investor membangunkan dongki dan bak penampungan air di dekat sumber mata air. Airnya akan dimanfaatkan untuk warga Desa Bulukerto yang selama ini tidak pernah menikmati air Sumber Gemulo. Menurut Jumain, dampak positifnya jika The Rayja Batu Resort dibangun, akan mengurangi pengangguran di wilayah Desa Punten termasuk di Desa Bulukerto. Camat Bumiaji, Arif Asidiqqi mengatakan, sejauh ini prosedur perizinan The Rayja Batu Resort sudah sesuai prosedur. 2. Rumusan masalah Warga ancam

Analisis Wakil Ketua Forum Masyarakat Peduli Air (FMPA), Rudi berencana mengkoordinir setidaknya 10.000 warga Kota Batu anti pembangunan Cottage The Rayja untuk demo di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Hal itu dilaksanakan jika Pemkot tidak menempati janji mencabut izin pembangunan Cottage The Rayja di atas lahan seluas 9.500 m2 di Jalan Raya Punten. Hal ini mengingat dari Keputusan Presiden no 32 Tahun 1990 tentang ruang lingkup dan kawasan hutan lindung sebagai berikut; 1. bab I pasal 1 ayat 9 yang berbunyi ; kawasan sekitar mata air adalah kawasan di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. 2. 1. 2. Bab III pasal 3 ayat 1 yang berbunyi : kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya. Kawasan perlindungan setempat. Pasal 4 yang berbunyi : 1. 2. Kawasan Hutan Lindung Kawasan Resapan air Pasal 5 Kawasan sekitar mata air. 3. Bab IV

Pasal 19 Perlindungan terhadap kawasan sekitar mata air dilakukan untuk melindungi mata air dari kegiatan budidaya yang dapat merusak kualitas air dan kondisi fisik kawasan sekitar. Pasal 20 Kriteria kawasan sekitar mata air adalah sekurang-kurangnya dengan jari-jari 200m disekitar mata air. Melihat dari banyaknya pelanggaran Keppres ini, masyarakat 4 desa ini tidak serta merta membabi buta dengan hanya bermodal semangat dan keberanian. Akan tetapi mereka mempunyai alasan yang kuat dan valid melalui data-data yang akurat tentang kawasan ruang lingkup dan kawasan perairan. Pemerintah yang seharusnya membina masyarakat tentang kawasan perairan, malahan sebaliknya pemerintah kota yang disetujui oleh walikota kota Batu Edi Rumpoko mengizinkan pembangunan Hotel yang ternyata dibangun di area konservasi.

Kemudian bagaimana dengan slogan kawasan hijau yang dijargonkan di Bumiaji jikalau kawasan perairan dibangun sebuah hotel. Massa yang berangkat dari desa masing-masing menempuh perjalanan kurang lebih 6 kilometer sampai di depan pemkot Batu. Mereka berhasil menemui stage holder dalam hal ini adalah perwakilan dari walikota dan pemerintah kota akan tetapi keputusan walikota tentang pencabutan izin hotel di pastikan hari selasa 1 mei 2012 di lokasi pembangunan hotel. Di sisi lain ada juga komentar tentang segi positif dibalik pembangunan hotel ini dengan efek nyata yaitu terserapnya tenaga kerja di Kota Batu dan pajak pendapatan yang mencapai nominal menggiurkan. Lalu siapakah pihak yang diuntungkan dan dirugikan dalam hal ini? Walikota beserta jajarannya dan pemerintah kota ataukah pihak masyarakat 4 desa atau bisa jadi ada pihak yang secara sengaja menunggangi konflik tersebut dengan kepentingan-kepentingan mengingat pesta demokrasi 2012 akan segera datang. "Pembangunan The Rayja Conttage setinggi tiga lantai dengan 68 kamar sama saja dengan menganggu lingkungan," kritik Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur simpul Malang, Purnawan Dwikora Negara

Dia mengingatkan, Gemulo merupakan sumber air menjadi kawasan perlindungan bagi lingkungan dan warga setempat, sehingga sudah seharusnya dilestarikan dan diselamatkan sejak dini. Sesuai Peraturan Menteri Negeri Lingkungan Hidup tentang Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Amdal), setiap usaha yang menimbulkan dampak lingkungan serius harus mengajukan Amdal.

"Sedangkan The Rayja hanya memiliki UKL dan UPL. Secara hukum ijin tersebut ilegal," katanya seraya mengaku pihaknya prihatin dengan maraknya pengalihan fungsi lahan terbuka hijau menjadi hotel, villa dan objek wisata baru di Kota Batu, Malang.

Purnawan menyebut kondisi lingkungan di Kota Batu kini telah kritis. Tanda-tandanya, suhu udara meningkat menjadi panas, tanah tidak bisa lagi ditanam apel serta datangnya banjir. Padahal, Batu berada di dataran tinggi yang seharusnya bebas dari banjir dan suhu udara semakin dingin.

"Tapi sekarang, sumber air menyusut, awalnya sebanyak 111 sumber mata air, sekarang hanya tinggal 56 titik," katanya. Penolakan warga itu bukannya tanpa alasan. Dengan adanya hotel baru, warga khawatir sumber air tersedot secara berlebihan. Padahal kawasan tersebut nerupakan wilayah konservasi yang dilarang dibangunnya hotel sesuai Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Malang.

"Kawasan ini hanya digunakan untuk pemukiman, pertanian dan kawasan konservasi. Tapi kenapa dibangun hotel? Itu melanggar RTRW Kota Batu," kata koordinator FMPMA, Supi'i.

Selain itu, warga setempat juga menggantungkan hidup dari sumber Gemulo untuk irigasi maupun air minum. "Jangan cemari dan ganggu kelestarian sumber air Gemulo," lanjutnya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->