P. 1
Grey Coding

Grey Coding

|Views: 281|Likes:
Dipublikasikan oleh Kapita Wicaksana

More info:

Published by: Kapita Wicaksana on Jun 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2015

pdf

text

original

GREY CODING Gray Coding merupakan sebuah pencerminan dari bilangan biner yang digunakan dalam peng-kode

an posisi sudut dari peralatan yang bergerak secara berputar, seperti motor stepper, mesin bubut otomatis dan gerinda Kode ini terdiri dari 4 bit biner, dengan 24 = 16 kombinasi untuk total putaran 360o. Masing-masing kode digunakan untuk perbedaan sudut 22,5o (=360o/16). MengapamenggunakanKode Gray? Kode Gray adalah encoder Mutlak paling popularkeluaranjeniskarenapenggunaannyamencegah data tertentukesalahan yang dapatterjadidenganBinerAlamselamaperubahanNegarasirkuit (atauresponsistemlesu), sebuahAlamBinernegaraperubahan 0011-0100 dapatmenyebabkankonterPLC untukmelihat 0111. Ini semacam kesalahan tidak mungkin dengan Kode Gray, sehingga data tersebut dapat lebih dapat diandalkan.

Secara khusus , gray code merupakan cerminan dari binary code (kode biner),yang artinya angka terkhir pada string dapat sama dengan angka awal.tetap dalam urutan terbalik,sehingga dapat memungkinkan untuk membangun dan meningkatkan kegunaan dari kode biner standar atau natural. FRANK GRAY,peneliti Bell labs,dimana nama belakangnya digunakan (Grey Code),mengenbangkan sistem bilangan biner ini untuk membantu mengontrol electromechanical switch.Saat ini, Grey code digunakan untuk berbagai macam Environment, terutama pada komunikasi digital dimana sinyal analog perlu diubah menjadi media digital. Selama masa awal pengembangan kode Gray. fokus utamanya adalah pada oprasi electromechanical switch yang lebih efektif, Mechanical switch (saklar mekanik) menggunakan kode biner alami dapat menjadi cukup sulit untuk menentukan posisi. beberapa switch dapat berubah posisi pada satu waktu, dengan posisi transmisi yang rumit.sesuai dengan fase transisi sebuah switch dapat membaca satu posisi ketika sebenarnya sedang dalam masa transisi (state of transition) dan dalam perjalanan ke posisi lain.Dengan terdapatnya begitu banyak switch ,maka sebuah pembacaan yang salah dari posisi switch dapat menghasilkan error sistem yang besar dan informasi yang tidak tepat. Sebagai alternatif,hanya satu switch berubah posisi dalam satu waktu denagn menggunakan gray code ,dimana akan mengeliminasi kemungkinan kesalahan atau kesalahan informasi posisi ,karena hanya satu bit saja yang berubah dalam satu waktu.

konversi Biner ke Grey code, dan dari Grey code ke Biner Biner-Grey code (kode kelabu) :

Konversi dari Biner ke Grey code dapat dilakukan dengan cara menambahkan angka paling depan ke belakang.

contoh 1 : konversikan 0010(2) =............(Grey code) catatan : 0 = angka pertama 0 = angka ke-dua 1 = angka ke-tiga 0 = angka ke-empat

angka pertama = 0 ----------------------------------------------------> = 0 angka ke-dua angka ke-tiga = 0 + angka pertama yaitu 0 hasilnya = 0 = 1 + angka ke-dua yaitu 0 hasilnya = 1

angka ke-empat = 0 + angka ke-tiga yaitu 1 hasilnya = 1

hasil konversi 0010(2) = 0011(Grey code)

contoh 2 : konversikan 1111(2) =............(Grey code) catatan : 1 = angka pertama 1 = angka ke-dua 1 = angka ke-tiga 1 = angka ke-empat

angka pertama = 1 ----------------------------------------------------> = 1 angka ke-dua angka ke-tiga = 1 + angka pertama yaitu 1 hasilnya = 0 = 1 + angka ke-dua yaitu 1 hasilnya = 0

angka ke-empat = 1 + angka ke-tiga yaitu 1 hasilnya = 0

hasil konversi 1111(2) = 1000(Grey code)

Grey code (Kode kelabu)-Biner :

Konversi dari Biner ke Grey code dapat dilakukan dengan cara menambahkan angka paling depan ke belakang, setelah mendapat hasilnya ditambahkan ke belakang lagi.

contoh 1 : konversikan 1000(Grey code) =............(2) catatan :

1 = angka pertama 0 = angka ke-dua 0 = angka ke-tiga 0 = angka ke-empat

angka pertama = 1 + angka ke-dua hasil penambahan angka ke-dua hasil penambahan angka ke-tiga

yaitu 0 hasilnya = 1 yaitu 0 hasilnya = 1

= 1 + angka ke-tiga

= 1 + angka ke-empat yaitu 0 hasilnya = 1

hasil penambahan angka ke-empat = 1

hasil konversi 1000(Grey code) = 1111(2)

contoh 2 : konversikan 0011(Grey code) =..............(2) 0 = angka pertama 0 = angka ke-dua 1 = angka ke-tiga 1 = angka ke-empat

angka pertama = 0 + angka ke-dua hasil penambahan angka ke-dua hasil penambahan angka ke-tiga = 0 + angka ke-tiga

yaitu 0 hasilnya = 0 yaitu 1 hasilnya = 1

= 1 + angka ke-empat yaitu 1 hasilnya = 0

hasil penambahan angka ke-empat = 0

hasil konversi 0011(Gray code) = 0010(2)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->