P. 1
Unsur aGm

Unsur aGm

|Views: 40|Likes:
Dipublikasikan oleh Agam Widhi Susilo

More info:

Published by: Agam Widhi Susilo on Jun 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

1.

Unsur-Unsur Periode Ketiga Unsur-unsur periode ketiga terdiri atas Na, Mg, Al, Si, P, S, Cl dan Ar. Harga

keelektronegatifan unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar dan sebaliknya, harga keelektropositifan semakin kecil. Hal ini disebabkan oleh harga keelektronegatifan yang semakin besar sehingga semakin mudah membentuk ion negatif. Tabel 1, data sifat periodik unsur-unsur periode ketiga Sifat Senyawa Nomor atom Elektron valensi Jari-jari atom Energi ionisasi(Kj/ma) Keelektronegatifan 0,93 1,31 1,61 1,90 2,19 2,58 3,16 Na 11 35 1,86 Mg 12 352 1,60 Al 13 Si 14 P 15 S 16 Cl 17 Ar 18

3523p1 352p32 3523p3 3523p4 3523p5 3523p6 1,43 577,6 1,17 786,4 1,10 1011,7 1,04 999,6 0,99 0,97

495,8 737,7

1251,1 1520,4

Berdasarkan tabel tersebut, anda dapat mengetahui bahwa dari kiri ke kanan, jumlah elektron valensi semakin banyak, sedangkan jumlah kulitnya tetap. Akibatnya, jari-jari atom semakin kecil sehingga semakin sukar melepaskan elektron (ionisasinya semakin besar).

2.

Sifat Fisik Unsur Periode KeTiga Tabel 2 titik leleh dan titik didih unsur periode ketiga

Sifat Senyawa Titik leleh (0C) Titik didih

Na 97,81 903,8

Mg 648,8 1,105

Al 660,37 2467

Si 1,410 2,355

P 44,1 280

S 119,0 44,67

Cl -100,98 -34,6

Ar -189,2 -185,7

Berdasarkan tabel di atas telah diketahui bahwa unsur Na, Mg, Al, Si, P, S berwujud padat pada suhu kamar karena unsur-unsur tersebut memiliki harga (t.l) dan (t.d) di atas suhu ruangan (di atas 250C). Sedangkan unsur Cl dan Ar berwujud gas karena memiliki (t.l) dan (t.d) di bawah suhu ruangan. Dalam periode ketiga, letak logam disebelah kiri, makin ke kiri sifat logam semakin reaktif, Na >Mg> Al. Jadi Na paling reaktif. Bukan logam terletak sebelah kanan makin ke kanan sifat bukan logamnya makin kuat, a> 5> P> Si. Klor paling reaktif dan Si paling tidak reaktif. Jadi , unsur periode ketiga dari Na ke Cl sifat logamnya makin bertambah.

3.

Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga Unsur-unsur periode ketiga memiliki keteraturan sifat secara berurutan dari kiri

kekanan sebagai berikut : a. Sifat preduksi berkurang dan sifat pengoksidasi bertambah b. Sifat logam semakin lemah dan sifat nonlogam semakin kuat c. Sifat basa semakin lemah dan sifat asam semakin kuat
A.

Sifat Pereduksi dan Sifat Pengoksidasi Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan sifat pengoksidasi unsur-unsur

periode ke tiga ini dapat anda lihat dari harga potensial reduksinya. Table 3 potensial reduksi standart unsur-unsur periode ketiga. Sifat Senyawa Na -2,711 Mg -2,375 Al -1,706 Si -0,13 P -0,276 S -0,508 Cl +1,358 Ar -

Dari kiri ke kanan unsur periode ketiga memiliki harga potensial reduksi 5 standart yang semakin positif sehingga sifat pereduksinya semakin berkurang dan sifat pengoksidasinya semakin bertambah. Natrium merupakan pereduksi yang reaktif terhadap air. Sifat pereduksi magnesium lebih lemah dibandingkan natrium. Sehingga logam Mg hanya dapat bereaksi dengan air panas. Contoh : 2Na (5) + 2H O (l) Mg (5) + H2O (l) 2Na OH (ag) + H2 (g) (tidak bereaksi) Mg (OH)2 + H2 (g)

Mg (5) + 2H2O (l) panas Al (5) + H2O (l)

(tidak bereaksi) Al2 O3 (5) + 3H2 (g) lebih lemah dibandingkan

2Al (5) + 3H2O (g) panas

Sedangkan silicon memiliki sifat pereduksi

aluminium sehingga silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat, seperti oksigen dan klorin. Contoh : Si (5) + O2 (g) Si (5) + 2Cl2 (g) Si O2 (5) Si Cl4 (l)

B.

Sifat Logam dan Nonlogam Unsur-unsur periode ketiga terdiri dari Natrium ( Na ), Magnesium ( Mg ),

Aluminium ( Al ), Silikon ( Si ), Fosforus ( P ), Belerang ( S ), Klorin ( Ci ), dan Argon( Ar ). Unsur-unsur periode ketiga memiliki keteraturan sifat secara berurutan dari kiri kekanan . o o Sifat reduktor berkurang dan sifat oksidator bertambah. Sifat logam semakin lemah dan sifat non logam semakin kuat.

o

Sifat basa semakin lemah dan sifat asam semakin kuat. Sifat – Sifat Periodik Unsur – Unsur Ketiga Jari – jari (pm) Keelektronegatifan ( skala Pauling ) Energi Ionisasi ( Kj mol-1 ) Titik Leleh ( 0C ) Titik Didih ( 0C ) Potensial Electode ( volt ) Na 157 0,9 498 98 883 Mg 136 1,2 740 650 Al 125 1,4 577 660 Si 117 1,7 787 1410 253 5 P 110 2,1 1060 44 280 S 104 2,5 1000 119 445 -0,51 Cl 99 3,0 1260 -100 -35 +1,36 Ar 1520 -189 186 -

109 2470 0 -2,71 -2,37 -1,66

Unsur-unsur periode ketiga dari kiri ke kanan memiliki jari-jari atom yang makin kecil. Meskipun sama-sama terdiri atas tiga lapis kulit, jumlah proton dan jumlah elektron dalam masing-masing atom makin ke kanan makin banyak. Hal itu menyebabkan gaya tarik inti atom terhadap elektron-elektron makin kuat, sehingga elektron-elektron tertarik lebih dekat kearah inti atom. Harga keelektronegatifan unsur-unsur periode ketiga “ makin ke kanan makin besar “. Artinya, makin ke kanan kemampuan atom untuk menarik elektron dari atom lain (demi memenuhi kaidah oktet) makin bertambah. Harga

keelekrtonegatifan terbesar dalam periode ketiga dimiliki oleh klorin. Adapun argon tidak memiliki keelektronegatifan dalam struktur elektronnya sudah stabil.

Dengan jari-jari atom yang makin kecil (makin kuatnya gaya tarik inti atom), unsur-unsur periode ketiga dari kiri ke kanan pada umumnya memiliki energi ionisasi yang makin besar.

Sesuai dengan pola umum sistem periodik bahwa dari kiri ke kanan sifat logam makin berkurang, maka unsur – unsur periode ketiga dapat di kelompokkan menjadi : 1. Unsur – unsur logam, yaitu Na, Mg, dan Al 2. Unsur – unsur semilogam, yaitu Si; 3. Unsur – unsur bukan logam, yaitu P, S,Cl, Ar

C.

Sifat Asam-Basa Sifat asam berkaitan dengan sifat non logam,sedangkan sifat basa berkaitan

dengan logam. Sifat basa atau sifat asam dari suatu unsur bergantung pada konfigurasi electron dan harga ionisasi unsure-unsur tersebut. 1. Sifat Basa Dari kiri ke kanan, unsur-unsur periode ketiga memiliki harga ionisasi yang semakin besar sehingga semakin sukar melepas electron. Penyebabnya electron Dari unsur tersebut akan kurang tertarik kea rah atau oksigen sehingga kecenderungan untuk membentuk ion OH menjadi berkurang. Contoh : M – OH M+ + OHJadi, dari kiri kekanan sifat basa usnur periode ketiga semakin lemah. 2. Sifat Asam Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar sehingga semakinmudah menarik electron dari atom oksigen. Jadi dari kiri ke kana sifat asam unsur periode ketiga semakin kuat.

Contoh : M – OH MO- + H+ Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu : asam silikat (H2SiO3) asam fosfat (H3DO4) asam sinfat (H2SO4) dan asam paklorat (HCO4). Senyawa H2SiO3 merupakan asam senyawa SiO2 dan H2O1. sangat lemah sehingga mudah terurai menjadi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->