Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Indonesia sebagai Negara berpenduduk terbesar ke-empat sesudah RRC, India, dan USA, sangat merasakan betapa berat tekanan-tekanan akibat adanya masalah kependudukan yang sangat dirasakan adalah pertumbuhannya yang pesat dan penyebarannya ke seluruh wilayah yang tidak seimbang. Indonesia sebagai Negara yang berkembang juga menghadapi masalah urbanisasi penduduk ke kota-kota yang umumnya tidak memiliki lapangan pekerjaan, sehingga pemanfaatan SDA semakin diperluas yang akhirnya menimbulkan berbagai masalah lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup (environmental problems) akhir-akhir ini telah dijadikan isu global terutama dua dekade terakhir sehingga baik pemerintah maupun masyarakat di Negaranegara maju yang sedang berkembang telah memberikan perhatian yang serius pada masalah tersebut. Dunia semakin menyadari bahwa eksploitasi SDA (natural resources) yang hanya berorientasi ekonomi tidak hanya membawa efek positif tetapi juga membawa efek negatif. Kabupaten Kendal sebagai salah satu wilayah yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Kendal Memiliki karakteristik daerah baik dan menjanjikan untuk dikembangkan sektor karenan salah satu kabupaten yang terletak di jalur utama utara jawa atau sering di kenal sebagai pantura. Letak Kabupaten Kendal yang berbatasan dengan Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah sedikit banyak membawapengaruh bagi perkembangan wilayah Kaupaten Kendal. Secara geografis Kabupaten Kendal terletak pada posisi 10940-110 18 Bujur Timur dan 632-7 24 Lintang Selatan dengan luas wilayah keseluruhan sekitar 1.002,23 km2 atau 100.223 hektar, dengan ketinggian diatas permukaan laut berkisar antara 0 2.579 meter. Batas wilayah Kabupaten Kendal secara administratif dapat diuraikan sebagai berikut: sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Batang. Seperti di daerah lain permasalahan-permasalahan sosial juga terdapat di Kabupaten Kendal antara lain kemiskinan, persoalan kemiskinan penduduk baik ditingkat Daerah maupun maupun Nasional memang tidak akan habis-habis bila terus didiskusikan. Dalam beberapa literatur yang membahas tentang kriteria penduduk miskin, dikatakan bahwa kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Hak-hak dasar terdiri dari hak-hak yang dipahami masyarakat miskin sebagai hak mereka untuk dapat menikmati kehidupan yang bermartabat dan hak yang diakui dalam peraturan perundang-undangan. Hak-hak dasar yang diakui secara umum antara lain meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan. kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-ekonomi dan politik, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Masyarakat miskin menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Kendal agar usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih terarah. Data Badan Pusat

Statistik (BPS) Kendal berdasarkan PPLS 2008, angka kemiskinan diKabupaten Kendal adalah 75.137 RTS (Rumah Tangga Sasaran).Hingga tahun 2010 angka kemiskinan masih menggunakan data tersebut. Sedang pemegang jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) sebanyak 246.666 jiwa, jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) 91.479 jiwa serta non Jamkesmas/Jamkesda 161.559 jiwa. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana keadaan kependudukan di Kabupaten Kendal? 2. Bagaimana permasalahan-permasalahan kependudukan di Kabupaten Kendal? 3. Bagaimana solusi permasalahan-permasalahan di Kabupaten Kendal? C. Tujuan 1. Memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup 2. Mengetahui permasalahan-permasalahan sosial solusinya di lingkungan sekitar. 3. Menambah informasi tenentang kependudukan.

BAB II ISI

A. Kependudukan dan permasalahan Kependudukan Kabupaten Kendal 1.Penduduk Kabupaten Kendal adalah salah satu kabupaten diwilyah Provinsi Jawa Tengah Secara geografis Kabupaten Kendal terletak pada posisi 10940-110 18 Bujur Timur dan 632-7 24 Lintang Selatan dengan luas wilayah keseluruhan sekitar 1.002,23 km2 atau 100.223 hektar, dengan ketinggian diatas permukaan laut berkisar antara 0 2.579 meter. Batas wilayah Kabupaten Kendal secara administratif dapat diuraikan sebagai berikut: sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Batang.

( Lokasi Kabupaten Kendal)

Secara umum, wilayah Kabupaten Kendal terbagi menjadi 2 (dua) daerah dataran, yaitu daerah dataran rendah (pantai) dan daerah dataran tinggi (pegunungan). Wilayah Kabupaten Kendal bagian utara merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 0 - 10 meter dpl, dengan suhu berkisar 27 C, yang meliputi Kecamatan Weleri, Rowosari, Kangkung, Cepiring, Gemuh, Ringinarum, Pegandon, Ngampel, Patebon, Kendal, Brangsong dan Kaliwungu. Wilayah Kabupaten Kendal bagian selatan merupakan daerah dataran tinggi yang terdiri atas tanah pegunungan dengan ketinggian antara 10 - 2.579 meter dpl, suhu berkisar 25 C, meliputi Kecamatan Plantungan, Pageruyung, Sukorejo, Patean, Boja, Limbangan, Singorojo dan Kaliwungu Selatan.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

Orang yang tinggal di daerah tersebut

Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.. Perhitungan penduduk bias melalui sesus Penduduk Sensus penduduk (cacah jiwa) yaitu pencatatan / penghitungan penduduk di suatu daerah/negara pada kurun waktu tertentu. Sensus penduduk biasanya dilakukan tiap 10 tahun sekali. Adapun berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus dapat dibedakan menjadi sensus de facto dan sensus de jure.

Sensus De Facto : Pada metode ini, pencatatan dilakukan oleh petugas pada setiap orang yang ada di daerah tersebut pada saat sensus diadakan. Metode sensus ini tidak membedakan antara penduduk asli yang menetap ataupun penduduk yang hanya tinggal sementara waktu. Sensus De Jure : Pada metode ini, pencatatan penduduk dilakukan oleh petugas hanya untuk penduduk yang secara resmi tercatat dan tinggal sebagai penduduk di daerah tersebut pada saat dilakukannya sensus, sehingga dapat dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya tinggal untuk sementara waktu atau yang belum terdaftar sebagai penduduk setempat

Dapat juga melaui Registrasi penduduk yaitu pencatatan data penduduk yang dilakukan secara terus menerus di kelurahan. Misal: pencatatan peristiwa kelahiran, kematian, dan kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang sejak lahir sampai mati. Dan yang terakhir melelui survei penduduk Pengumpulan data yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan lebih mendalam. Pada umumnya survai kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus. ( Hasil sensus dan registrasi penduduk masih mempunyai keterbatasan karena hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi, tentang sifat dan perilaku penduduk tersebut.
Berdasarkan data BPS, pada tahun 2010 penduduk Kabupaten Kendal sebesar 969.416 jiwa. Jumlah tersebut terlihat menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2009, maka pada tahun 2010 ini pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kendal sebesar 0,5% . Adapun rincian jumlah penduduk Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010, dapat dilihat pada tabel berikut:

Jumlah Penduduk Kabupaten Kendal Tahun 2005-2010


No
Kecamatan

2005

2006

2007

2008

2009

2010

1 2 3 4 5 6 7 8 9

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah

Plantun gan Sukorej o Pageruy ung Patean Singoroj o Limbang an Boja Kaliwun gu Kaliwun gu Selatan Brangso ng Pegand on Ngampe l Gemuh Ringinar um Weleri Rowosa ri Kangku ng Cepiring Patebon Kota Kendal

31.827 55.679 34.107 48.593 46.920 29.605 63.347 50.184 41.331

32.626 56.522 34.136 48.733 47.104 30.440 63.538 52.489 41.331

33.349 56.827 34.356 49.014 47.808 31.940 64.252 53.379 47.652

33.629 57.194 34.853 49.324 48.500 33.529 67.410 53.646 47.883

33.803 57.613 35.218 49.673 49.768 34.339 68.347 53.829 48.111 46.962 37.365 35.226 49.570 37.335 61.170 50.184 48.396 51.070 60.938 55.651
964.568

33.613 57.941 35.609 51.414 50.306 34.546 71.338 54.092 46.042

45.224 35.712 33.626 47.931 35.060 56.754 49.043 47.133 49.049 53.603 50.723 905.451

45.386 36.179 34.114 48.489 35.384 56.836 49.142 47.461 49.374 56.035 53.176 918.49 5

46.044 36.575 34.627 49.142 36.024 57.397 49.698 47.701 49.574 58.030 54.031

46.497 36.938 34.895 49.212 36.850 57.878 50.111 48.075 51.035 59.630 54.299

47.594 37.715 35.331 50.096 37.938 61.837 50.802 48.648 51.152 57.602 55.800 969.416

937.420 951.38 8

Berdasarkan data sesnsus penduduk 2010, jumlah penduduk kabupaten Kendal peningkatannya cukup cepat, pada tahun 2000 jumlah penduduk terbanyak terdapat di kecamatan kaliwungu yaitu 94.465 dan terendah adalah kecamatan plantungan dengan jumlah penduduk sebesar 28.670 jiwa karena pada tahun 2000 kecamatan dikendal masih berjumlah 17 kecamatan dimana luas kecamatan Kaliwungu belum dibagi menjadi 2 serta letak Kecamatan Kaliwungu yang terdapat di jalur pantura mobilitas penduduk sangat cepat yang dapat mempengaruhi migrasi dan pada tahun 2010 kecamatan di kabupaten Kendal dibagi menjadi 20 yaitu mendapatkan sehingga pada tahun 2010 penduduk terbanyak adalah kecamatan Boja dengan 71.338 jiwa sementara yang terendah adalah kecamatan Plantungan dengan jumlah Kepadatan Penduduk Kabupaten Kendal Tahun 2010 adalah 898,31 jiwa/KM persegi. Angka ini mengalami kenaikan disbanding tahun 2000 yaitu 847,84 jiwa/KM persegi. Kecamatan Kota Kendal merupakan Kecmatan terpadat dengan kepadatan 1.968,32 penduduk/Km persegi. Sedangkan Kecamatan Singorojo tetap menjadi kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk terendah yaitu hanya 428,36 penduduk/Km persegi 2. Permasalahan-Permasalahan Penduduk Di Kabupaten Kendal a. Sex Ratio Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan (sex ratio) kabupaten Kendal tahun 2000kabupaten Kendal adalah 102,48 sedangkan tahun 2010 adalah 103,21. Bila dilihat menurut kelompok umur, penduduk terbanyak berada pada umur 15-19 tahun masing-masing sebanyak 82.126 jiwa dan 79.019 jiwa sedangkan terendah pada kelompok umur 75+ yaitu yaitu sebanyak 16.900 jiwa.jika sex ratio terlalu tinggi maka akan berakibat b. Fertilitas Tingkat kelahiran (fertilitas) adalah tingkat pertambahan jumlah anak atau tingkat kelahiran bayi pada suatu periode tertentu Faktor pendorong kelahiran (pronatalitas)

Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan. Pernikahan usia dini (usia muda). Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki. Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana supa , , nya memiliki anak. Berdasarkan data satatistik daerah Kendal tahun 2011 (terlampir) tingkat kelahiran di kabupaten Kendal jika dilihat dari jumlah penduduk umur 0-4 berjumlah 74.915 jiwa dengan rincian laki-laki 38.433, perempuan 36.482. Hal ini menunjukkan Tingkat kelahiran

c. Kemiskinan Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Berdasarkan data satatistik daerah Kendal tahun 2010 (terlampir) penduduk Miskin kabupaten Kendal pada tahun 2008 mancapai 168,22 jiwa sedangkan pada tahun 2009 mengalami penurunan yaitu mencapi 152,43 jiwa meski megalami penurunan kemiskinan di Kabupten Kendal harus segera dituntaskan karena dengan masalah kemiskinan dapat mendorong sesorang melakukan tindak kriminalitas dan dapat mengancam keselamatan orang lain. Salah satu penyebab kemiskinan terjadi dikabupaten Kendal kurangnya lapangan pekerjaan hal ini dapat didlihat dari banyaknya penduduk kabupaten Kendal yang bekerja diluar daerah kabupaten Kendal bahkan sampai Keluar negeri. Solusi pemecahan masalah kemiskinan di kabupten Kendal pemerinytah kebupaten Kendal harus membuka lapangan pekerjaan sebanyakbanyaknya d. Tingkat Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan posisinya sangat penting dalam kehidupan. Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
Mempersiapkan

anggota masyarakat untuk mencari nafkah.

Mengembangkan

bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan

masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi. Kondisi Pendidikan dikabupaten Kendal

Kabupaten Kendal sendiri secara umum sudah memiliki fasilitas pendidikan yang berjenjang dari yang terendah sampai dengan tingkat lanjutan atas. Bahkan sekolah khusus bidang kesehatan di Kabupaten Kendal sudah sampai pada taraf Perguruan Tinggi, yakni Akademi Kebidanan (AKBID) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES). Sementara di bidang keagamaan, Kabupaten Kendal memiliki Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK). Berbagai fasilitas pendidikan tersebut dikelola baik oleh negeri maupun swasta. Ketersediaan sarana pendidikan berupa sekolah pada semua tingkatan (baik pendidikan umum maupun keagamaan) dalam 6 (enam) tahun terakhir walaupun tidak banyak mengalami perubahan tapi tetap diupayakan adanya peningkatan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal tersebut dilaksanakan antara lain dengan menyelenggarakan kejar paket A (setara SD), kejar paket B (setara SMP), dan kejar paket C (setara SMA) yang merupakan program pendidikan non formal. Kegiatan itu bertujuan untuk perluasan dan pemerataan kesempatan belajar memperoleh pendidikan dasar dan pendidikan yang lebih tinggi. Pada tahun ajaran 2008/2009, kejar paket A setara SD berhasil meluluskan 147 warga belajar dari jumlah peserta sebanyak 160 kelas V dan 20 orang kelas VI yang tersebar di 14 PKB se Kabupaten Kendal. Untuk kejar paket B setara SMP PNF meluluskan 300 warga belajar dan kejar paket B setara SMP SKB meluluskan 100 warga belajar. Sementara untuk kejar paket C setara SMA PLS, jumlah peserta yang lulus sebanyak 637 warga belajar termasuk dari pendidikan formal SMA. Peningkatan kualitas sekolah juga diupayakan dengan berbagai lomba, antara lain lomba perpustakaan, lomba laboratorium IPA dan KIR, lomba pengelola BK, lomba kompetensidan kretifitas siswa SD, lomba gugus TK dan SD, lomba mapel SMA, lomba LKS SMK, dan lomba debat bahasa inggris SMA. Diharapkan dengan adanya kompetisi semacam itu dapat menumbuhkembangkan minat bakat siswa baik dalam mata pelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler. Rasio jumlah murid sudah cukup ideal dibanding dengan jumlah guru. Pada pertengahan tahun 2010 ini, rasio murid/guru TK adalah 14, SD adalah 18, SLTP adalah 18, SMU adalah 14 dan SMK adalah 15. Data mengenai banyaknya sekolah dan siswa di Kabupaten Kendal dapat diinformasikan melalui tabel berikut;

Anak usia sekolah di Kabupaten Kendal dikelompokkan menjadi 3 kelompok usia yaitu kelompok umur 7 s/d 12 tahun, 13 s/d 15 tahun dan 16 s/d 18 tahun. Jumlah paling banyak ada dikelompok umur 7 s/d 12 tahun dan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya kelompok umur. Sementara jika dibanding tahun sebelumnya, jumlah murid dikelompok umur 13 s/d 15 tahun dan 16 s/d 18 tahun mengalami peningkatan. Banyaknya anak usia sekolah dari tahun 2006 hingga tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut:

e. Bencana Banjir Sebuah banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratanBencana Banjir bersifat musiman disebabkan oleh tingginya air yang masuk kedalam saluran air, sedangkan saluran air tidak dapat menampung air sehingga meluap dan menggenang daerah sekitarnya. Curah hujan yang tinggi didaerah perbukitan sering kali diikuti adanya longsor maupun terjadi banjir . Dikabupaten Kendal sering terjadi Bencana khususnya dikawasan Kendal Kota, Kaliwungu, Patebon, Pegandon yang posisinya terdapat sungai-sungai besar di kabupaten Kendal. Penyebab Banjir 1. Curah hujan tinggi/diatas normal. 2. Saluran air/sungai tidak mampu menampung air sehingga air meluap dan menggenangi daerah sekitar. 3. Rob/genangan air akibat air laut yang mengalir ke arah daratan. Penyebab lainnya 1. Pembuangan sampah disaluran air/sungai sehingga menghambat aliran sungai. 2. Rusaknya hutan akibat alih fungsi hutan menjadi lahan non hutan sehingga daerah resapan air menjadi berkurang. 3. Pembangunan pemukiman di daerah bantaran sungai 4. Penyempitan/pendangkalan sungai. Solusi untuk Mengatasi Becana Banjir adalah melakukan Mitigasi Bencana Banjir seperti berikut Sebelum Banjir : 1. 2. 3. 4. 5. Mengenali tempat kerja/tinggi sekitar apakah termasuk daerah rawan banjir. Tidak membuang sampah disaluran air/sungai. Membersihkan aliran sungai atau saluran air dari sampah. Menjaga daerah resapan air seperti hujan. Jika musim hujan mulai datang, amankan barang penting dan berharga dengan baik.

Saat Banjir : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Matikan aliran listrik dirumah. Mengungsi ke daerah yang aman. Evakuasi dan penyelamatan korban banjir. Mendirikan Posko dan dapur umum. Waspada penggunaan air,Gunakan air bersih agar terhindar dari penyakit. Perhatikan tanda-tanda banjir dan pantau situasi banjir terkini. Koordinasikan dengan pihak terkait.

Sesudah banjir : 1. Membersikhkan rumah dan peralatan rumah (jika perlu menggunsaksn disenfektan/anti bakteri. 2. Gunakan air bersih agar terhindar dari penyakit diare. 3. Segera bentuk posko bencana dan koordinasidengan pihak terkait.

DAFTAR PUStAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk http://marduta.com/rangkuman-materi-ips-kelas-8/permasalahan-kependudukan-diindonesia-bagian-pertama http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan http://www.kendalkab.go.id/index.php/sosial-budaya/pendidikan