Anda di halaman 1dari 2

INTERKONVERSI D-GLUKOSE, D-FRUKTOSE, DAN D-GALAKTOSE Makanan khas yang mengandung zat pati, sucrose, dan lactose memberikan

beban D-galaktose dan D-fruktose pada hati. Gula-gula ini harus diubah menjadi D-glukose. Kadar sesudah absorpsi gulagula tersebut dalam darah menurun cepat, mendekati nol dalam 1 sampai 2 jam. Reaksi isomerisasi keseluruhan diringkaskan dalam Gambar 7.5. Terdapat beberapa enzim yang disebut kinase-misalnya, glukokinase, fruktokinase, dan galaktokinase- yang mengkatalis fosforilasinya heksose. Tiap kinase (Gambar 7.5) spesifik untuk heksose yang bersangkutan. Selain itu, terdapat isozim-isozim heksokinase dalam berbagai jaringan yang kurang spesifik dan yang mengkatalis fosforlasi D-glukose, D-fruktose, D-mannose, dan D-glukosamin menghasilkan ester 6-fosfatnya masing-masing. Setiap heksokinase berbeda dalam konstante Michaelisnya (Km) untuk setiap gula dan ATP. Data untuk heksokinase otak dituliskan dalam Tabel 7.1. heksokinase dihambat oleh produknya, sedang glukokinase tidak. Lagi pula, heksokinase merupakan enzim konstitutif, selalu terdapat dalam sel dengan kadar konstan, sedang glukokinase dalam hati dapat diinduksi oleh insulin. Tabel 7.1 Heksokinase otak (harga Km). Gula D-Glukose D-Fruktose D-Mannose D-Glukosamin Km(mol/L) 8 x 10-6 2 x 10-3 5 x 10-6 8 x 10-5

Penggunaan D-glukose Glucose darah menembus membrane sel hati tanpa membutuhkan adanya insulin. Sebaliknya, masukan glucose ke dalam sel-sel jaringan otot dan jaringan adipose sangat dipercepat oleh adanya insulin. Bagaimana insulin mempercepat masukan glucose ke dalam sel-sel ini tidak jelas. Dalam hati, insulin menginduksi sintesis enzim glukokinase yang tidak ada atau ada tetapi kadarnya sangat rendah pada keadaan puasa dan pada diabetes mellitus. Glukokinase hanya terdapat dalam jaringan hati dan merupakan kinase utama untuk glucose dalam sel parenkim bila tubuh memperoleh diet karbohidrat rata-rata. Heksokinase-heksokinase hati, otot dan jaringan adipose ternyata tidak terpengaruh oleh insulin. Penggunaan D-fruktose Penggunaan D-fruktose dari diet menggambarkan banyak jalan untuk menggunakan senyawaantara dalam metabolism, tergantung pada keutuhan homeostatic jaringan. Dalam hati, D-fruktose dijadikan 1-fosfatnya, yang kemudian dipecah menjadi dua fragmen triose oleh aldolase. Reaksi yang dikatalis oleh aldolase berlangsung dengan sedikit perubahan dalam energy bebas dan tetapan keseimbangannya mendekati satu. Enzim membentuk senyawa-antara base Schiff dari gugus amino-

sisa lisin dengan dihidroksi aseton fosfat. Senyawa-antara ini dapat memindahkan dihidroksiaseton fosfat ke air, sehingga mendorong reaksi kea rah pemecahan, atau dipindahkan ke aldolase, misalnya Dgliseraldehid. Dalam reaksi bolak balik, mungkin dengan akseptor aldose pengganti, tiap aldose dapat berkondensasi dengan sisa dihidroksiaseon fosfat yang sangat spesifik untuk enzim tersebut. Di dalam hati, D-gliseraldehid yang terbentuk yang berasal dari atom karbon 4, 5, dan 6 dari Dfruktose 1-fosfat, difosforilasi oleh ATP dan triose kinase menjadi D-gliseraldehid 3-fosfat, suatu akseptor aldose pengganti untuk dihidroksiaseton fosfat. Selanjutnya, triose fosfat mengalami interkonversi secara bolak balik oleh triose fosfat isomerasi, suatu enzim yang penting dalam katabolisme D-glukose. Penggunaan D-galaktose D-galaktose mudah dikonversi menjadi D-glukose dalam hati lewat proses metabolic. Transformasi ini cepat. Sesudah makan kira-kira 40g D-galaktose, orang dewasa sehat akan menunjukan kadar maksimum dalam darah sesudah 1 jam. Semua D-galaktose lenyap dari darah dalam 2 jam setelah makan. Metabolisme D-galaktose dalam hati dimulai dengan fosforilasi menjadi galaktose 1-fosfat, dikatalis oleh galaktokinase spesifik. Reaksi pertukaran yang dipengaruhi enzim D-galaktose 1-fosfat uridil transferase memindahkan sisa glikosil antara UDP-glukose dan D-galaktose 1-fosfat membentuk Dglukose 1-fosfat dan UDP-galaktose. D-Galaktose 1-P UDP-glukose D-galaktose 1-fosfat uridil transferase UDP-galaktose D-glukose 1-P

D-glukose 1-fosfat yang terbentuk diubah menjadi D-glukose 6-fosfat dan masuk jalur metabolic glikolisis atau mengalami hidrolisis menjadi glucose dan masuk dalam sirkulasi. Galaktosemia adalah beberapa keadaan patologik yang menghalangi penggunaan D-galaktose yang berasal dari lactose dalam diet. Dua penyakit demikian melibatkan difisiensi kongential dalam metabolism D-galaktose menjadi D-glukose. Tipe galaktosemia yang paling banyak adalah disebabkan oleh kesalahan gen autosomal resesif yang mengakibatkan pengurangan atau tidak adanya enzim Dgalaktose 1-fosfat uridil transferase.