Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ILMU DASAR KEPERAWATAN II SAP IBU HAMIL TRIMESTER 1

OLEH : SGD 1
ANGGOTA KELOMPOK: NI PUTU SRI WIRATINI NI KOMANG ANA MERLIANTIKA KADEK DEWI YULIANTINI NI WAYAN KUNIAWATI I PUTU ARYA SEDANA NI WAYAN AGUSTINI NI PUTU PANDE SATYA SYSTA DEWI DWI PUJO MULYANTO NI PUTU OKTARIANI LUH EKA WIDIASTINI ASTAWA NI MADE AYU KOMALA SARI NI WAYAN MAS UTAMI GARNISWARI ( 1102105003 ) ( 1102105011 ) ( 1102105031 ) ( 1102105032 ) ( 1102105041) ( 1102105056 ) ( 1102105058 ) ( 1101105059 ) ( 1102105066 ) ( 1102105070 ) ( 1102105074 ) ( 1002105054 )

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN NUTRISI IBU HAMIL

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Waktu Hari/tanggal Tempat Penyuluh

: Kebutuhan Nutrus Ibu Hamil : Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Trisemester 1 : Ny. B : 09.30 - 10.00 (30 menit) : Selasa, 12 Juni 2012 : Ruang SGD Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana : Mahasiswa PSIK FK-UNUD

I.

LATAR BELAKANG Perubahan pada awal kehamilan adalah mual atau lebih sering disebut ngidam. Pada masa ini, biasanya ibu tidak mau makan, padahal janin dalam kandungan tetap mutlak memerlukan nutrisi. Mengidam adalah pertanda di dalam tubuh ibu hamil terjadi perubahan besar yang menyangkut susunan enzim dan hormon. Dengan demikian tubuh ibu menjadi lebih efisien menyerap zat gizi dan makanan sehari-hari. Tanda-tanda ngidam adalah nafsu makan menurun, merasa mual, dan muntah, namun hanya beberapa bulan yang disudahi dengan naiknya nafsu makan. Menurut Elizabeth Somer, penulis Nutrition for a Health Pregnancy, perubahan hormonal yang ekstrim yang terjadi selama kehamilan bisa berpengaruh pada indra perasa, terutama penciuman (bau). Hal inilah yang menyebabkan pada wanita hamil terkadang secara tiba-tiba membenci makanan yang dulunya menjadi kesukaan atau sebaliknya. Kebutuhan gizi selama hamil menjadi lebih tinggi dengan adanya perubahanperubahan yang terjadi pada fisik. Perubahan fisiologis selama kehamilan meliputi bertambahnya volume plasma, meningkatnya persediaan cadangan makanan, dan plasenta yang menyebabkan bertambahnya berat janin. Untuk memperoleh

pertambahan berat badan yang baik, maka diperlukan makanan dengan gizi seimbang. Gizi yang dibutuhnya ibu hamil juga meningkat dari keadaan normal. Zat gizi yang

dibutuhkan antara lain kalori, protein, zat besi, asam folat, kolin, vitamin E, vitamin A, vitamin B1, kalsium, iodin, dan zinc. Namun semua zat gizi tersebut tidak akan terpenuhi jika nafsu makan ibu menurun, merasakan mual, dan muntah. Padahal asupan nutrisi yang tinggi dibutuhkan pada awal kehamilan. Kurangnya asupan nutrisi pada ibu hamil, mungkin karena berbagai faktor yang melatarbelakanginya seperti faktor ekonomi, sosial budaya dan sebagainya. Namun asupan nutrisi untuk ibu dan janin harus optimal demi kesehatan ibu dan calon anak. Banyak permasalahan yang muncul akibat ibu kurang asupan nutrisi, salah satunya dapat menyebabkan kebutaan pada bayi. Selain faktor genetik, salah satu penyebab kebutaan pada bayi adalah kondisi selama kehamilan dan periode perinatal. Untuk mendapatkan kondisi ibu dan bayi yang sehat, maka pada saat kehamilan baik trisemester pertama, kedua, dan ketiga, sang ibu harus tetap mejaga asupan nutrisi dan mendapatkan gizi yang seimbang. Terlebih pada trisemester pertama merupakan masa penting dalam pembentukan organ pada janin sehingga apabila terjadi nutrisi yang masuk pada ibu tidak adekuat akan sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan.

II.

TUJUAN A. Tujuan Intruksional Umum (TIU) Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit sasaran diharapkan mampu mengetahui dan memahami serta dapat menerapkan pemenuhan kebutuhan gizi pada ibu hamil.

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian nutrisi ibu hamil dengan benar 2. Menyebutkan manfaat nutrisi pada ibu hamil 3. Menyebutkan nutrisi apa saja yang dibutuhkan ibu hamil 4. Menyebutkan dampak kelebihan dan kekurangan gizi ibu hamil 5. Menjelaskan bagaimana mengatur pola makan ibu hamil

III. GARIS BESAR MATERI : 1) Pengertian nutrisi ibu hamil 2) Manfaat nutrisi ibu hamil 3) Nutrisi yang dibutuhkan pada ibu hamil 4) Dampak kekurangan dan kelebihan gizi ibu hamil 5) Anjuran pola makan ibu hamil

IV. METODE 1. Ceramah 2. Diskusi

V.

MEDIA/ALAT/SUMBER 1. Media 2. Alat 3. Sumber Sumber buku a. Leifer, Gloria. 2005. Maternity Nursing an Introductory Text 9th edition. USA : Elsevierss Health Sciences Rights Departements b. Katharyn Antle May and Laura Rose Mahlmeister. 1986. Comprehensive Maternity Nursing 2nd edition. USA : J. B. Lippincott Company. Sumber internet a. b. http://www.scribd.com/doc/77370107/Manfaat-Gizi-Ibu-Hamil Repository.usu.ac.id : : : Lembar balik -

VI. PROSES KEGIATAN No 1. Kegiatan Penyuluh Pendahuluan : a. Menyampaikan salam b. Memperkenalkan diri a. b. Membalas salam Mendengarkan dan 5 menit Kegiatan Audien Waktu

c. Menjelaskan pokok bahasan d. Menjelaskan tujuan e. Menyampaikan kontrak waktu f. Apersepsi 2. Penjelasan materi 1) Pengertian nutrisi ibu hamil 2) Manfaat nutrisi ibu hamil 3) Nutrisi yang dibutuhkan pada ibu hamil 4) Dampak kekurangan c. d. e. f.

memberikan respon Mendengarkan dengan aktif Mendengarkan dengan aktif Mendengarkan dengan aktif Mendengarkan dan memberikan respon a. Mendengarkan dan memperhatikan b. Menanyakan hal-hal yang belum jelas 10 menit

dan kelebihan nutrisi ibu hamil 5) Anjuran pola makan ibu hamil 3. Evaluasi Memberikan pertanyaan lisan (tanya jawab) 4. Penutup a. Menyimpulkan hasil penyuluhan b. Memberikan salam a. Aktif bersama dalam menyimpulkan. b. Membalas salam 30 Menit 5 Menit Menjawab pertanyaan 10 Menit

VII. PESERTA/SASARAN Peserta dalam penyuluhan ini adalah Ny. B yang usia kandungannya 5 minggu.

VIII. WAKTU

Hari Tanggal Pukul Lama

: Selasa : 12 Juni 2012 : 09.30 10.00 : 30 menit

IX. TEMPAT A. Tempat pelaksanaan Ruang SGD Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana B. Setting tempat Ruang SGD

Media

Penyuluh

Sasaran X. RENCANA EVALUASI a. Struktur 1. Persiapan Media dan Alat Media dan alat yang digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap digunakan, yaitu : Lembar balik

2. Persiapan Materi Materi yang akan diinformasikan dalam penyuluhan yang dibuat dalam bentuk flip chart siap digunakan dengan kriteria padat, lengkap, ringkas dan mudah dimengerti sasaran. 3. Kontrak waktu Kontrak waktu telah dilakukan 3 hari sebelum dilaksanakan penyuluhan. Peserta penyuluhan adalah Ny. B yang sedang hamil 5 minggu.

b. Proses Penyuluhan 1. Proses penyuluhan dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. 2. Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan peserta. 3. Peserta antusias mendengarkan dan tidak pergi meninggalkan tempat saat penkes berlangsung. 4. Peserta mengajukan pertanyaan secara aktif.

c. Hasil Penyuluhan 1. Jangka Pendek Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit sasaran diharapkan mampu mengerti sekitar 80% dari materi yang diberikan mengenai : 1) Pengertian nutrisi ibu hamil 2) Manfaat nutrisi ibu hamil 3) Nutrisi yang dibutuhkan pada ibu hamil 4) Dampak kekurangan dan kelebihan nutrisi ibu hamil 5) Anjuran pola makan ibu hamil 2. Jangka Panjang Meningkatkan pengetahuan peserta tentang gizi pada ibu hamil sehingga peserta dapat menerapkannya pada kehidupan sehari-hari saat kehamilan. Peserta juga dapat menyebarkan informasi kepada masyarakat sekitar mengenai gizi ibu hamil.

Lampiran 1 MATERI PENYULUHAN NUTRISI IBU HAMIL

1.

Pengertian nutrisi ibu hamil dan trimester 1 Segala bentuk bahan makanan/zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu yang sedang mengandung. Nutrisi yang dikonsumsi ibu tidak hanya akan berdampak pada ibu tetapi juga janin yang dikandung ibu. Trimester 1 adalah masa 3 bulan pertama kehamilan. Pada trisemester 1 ini merupakan masa yang penting untuk pembentukan organ pada janin yang dikandung ibu sehingga peran nutrisi pada masa ini sangat penting. Pada trisemester 1 gejala yang wajar dan sering ditemui adalah mual dan muntah.

2.

Nutrisi yang dibutuhkan pada ibu hamil Kebutuhan nutrisi ibu saat sebelum dengan sesudah hamil itu berbeda. Kebutuhan nutrisi sesudah hamil akan mengalami peningkatan karena dalam tubuh ibu sudah ada janin yang akan tumbuh dari nutrisi yang ibu konsumsi. Nutrisi yang diperlukan saat kehamilan : Karbohidrat Saat kehamilan kebutuhan akan karbohidrat meningkat karena tubuh memerlukan energi yang lebih banyak dibandingkan saat ibu belum mengalami kehamilan. Kebutuhan energi akan meningkat sekitar 300 kkal atau sekitar 75 g karbohidrat per hari. Energi yang ada kemudian digunakan tubuh ibu untuk pertumbuhan janin dan plasenta, untuk membentuk jaringan, dan mencegah katabolisme jaringan ibu. Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, jagung, ubi, dan sagu.

Protein Saat kehamilan kebutuhan akan protein meningkat juga sekitar 10 g per hari. Hal ini karena protein berfungsi sebagai zat pembangun yaitu zat yang digunakan untuk pertumbuhan pada janin. Selain itu, protein juga dapat digunakan tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi disamping karbohidrat dan lemak. Oleh karena itu saat supply karbohidrat kurang untuk memenuhi energi maka tubuh akan menggunakan protein untuk memenuhi kekurangan energi yang diperlukan. Secara tidak langsung saat protein yang ada digunakan untuk memenuhi energi maka pertumbuhan janin akan terganggu dan berisiko mengalami kerusakan permanen pada bayi. Protein dapat diperoleh dari daging, susu, ikan, keju, telur, dan kacang-kacangan.

Mineral Kebutuhan mineral dalam tubuh juga ikut meningkat. Adapun mineral yang diperlukan saat kehamilan adalah : a. Kalsium, meningkat kebutuhannya sekitar 200 mg. Kalsium selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan ibu, kalsium juga digunakan oleh tubuh untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang dan gigi janin yang dikandung. Kalsium dapat diperoleh dari ikan, tahu, susu, keju, dan es krim.

b.

Fosfor, meningkat kebutuhannya sekitar 400 mg. Fosfor digunakan untuk pertumbuhan tulang, gigi, dan sel. Fosfor dapat ditemukan dalam banyak jenis makanan seperti susu, keju, yogurt, daging, dan kacang-kacangan.

c.

Besi, meningkat kebutuhannya sekitar 15 mg. Zat besi diperlukan janin untuk disimpan di hati. Zat besi juga sangat penting untuk pembentukan hemoglobin pada darah. Hemoglobin adalah bagian darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen. Jika kekurangan zat besi maka akan mengalami kekurangan hemoglobin dan berakibat janin dan ibu akan mengalami anemia dan kekurangan oksigen. Zat besi dapat diperoleh dari kacang-kacangan, hati, daging, bayam, tahu, dan biji bunga matahari.

d.

Zinc, meningkat kebutuhannya sekitar 4 mg. Zinc digunakan untuk sintesis DNA dan RNA dan penting untuk pertumbuhan janin. Zinc dapat mencegah terjadi malformasi pada janin. Zinc dapat diperoleh dari kacang-kacangan, produk dari hewan seperti susu, daging, dan telur.

e.

Iodin, meningkat kebutuhannya sekitar 70 mg. Iodin penting untuk meningkatkan metabolisme saat kehamilan sehingga supply energi menjadi adekuat. Dapat diperoleh dari garam beryodium, makanan laut, susu, dan hasil olahan susu.

f.

Magnesium, meningkat kebutuhannya sekitar 40 mg. Magnesium digunakan untuk metabolisme energi dan proteim, pertumbuhan jaringan, dan aksi otot. Diperoleh dari kacang-kacangan dan daging.

g.

Selenium, meningkat kebutuhannya sekitar 0.01 mg. Selenium penting karena diperlukan oleh janin untuk kandungan pada gigi dan sebagai antioksidan. Selenium dapat diperoleh dari daging yang berasal dari organ dan makanan laut.

h.

Natrium, sangat penting karena dibutuhkan oleh janin dan untuk pengaturan cairan tubuh. Diperoleh paling banyak dari garam dapur dan pada banyak makanan lainnya.

10

Vitamin Kebutuhan vitamin akan mengalami peningkatan saat mengandung. Vitamin sangat penting bagi ibu dan janin. Beberapa vitamin yang penting adalah asam folat, B1, B2, niasin, asam pentanoat, vitamin B6, C, A, D, E, dan K. Vitamin sangat dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung pada ibu dan janin. Vitamin dapat diperoleh dari sayur-sayuran, buah-buahan, hati, mentega, biji-bijian, kacang-kacangan, dan susu.

Air Air merupakan komponen penyusun terbesar tubuh manusia. Air sangat banyak manfaatnya bagi tubuh salah satunya memenuhi kebutuhan cairan tubuh ibu dan bayi.

Lemak Lemak diperlukan lebih banyak pada saat kehamilan, akan tetapi dapat memicu ibu untuk mual dan muntah terutama pada trimester 1. Tetapi harus tetap dikonsumsi.

11

Lemak dapat membantu tubuh lebih banyak menyerap nutrisi. Lemak juga menghasilkan energi dan menghemat protein untuk dimanfaatkan dalam fungsifungsi pertumbuhan jaringan plasenta dan janin. Bagi ibu hamil, lemak juag dapat disimpan sebagai cadangan tenaga untuk menjalani perslinan dan pemulihan pasca persalinan. Cadangan lemak yang terdapat pada ibu hamil juga bermanfaat untuk membantu proses pembentukan ASI. Konsumsi lemak yang berlebihan menyebabkan berat badan ibu hamil bertambah banyak dan meningkatkan tekanan darah. Dampak lebih lanjutnya, dikhawatirkan plasenta akan lepas dari dinding rahim. Lemak dapat diperoleh dari daging, susu, dan mentega.

3.

Manfaat nutrisi ibu hamil Secara keseluruhan kebutuhan gizi ibu hamil lebih banyak dibandingkan dengan saat tidak mengandung. Hal ini karena nutrisi yang dikonsumsi memiliki manfaat untuk: 1. Pemenuhan nutrisi untuk ibu 2. Pertumbuhan janin 3. Cadangan makanan untuk menyusui

12

4.

Dampak kekurangan dan kelebihan nutrisi ibu hamil Segala sesuatu yang kurang dan lebih akan memiliki dampak tertentu. Salah satunya nutrisi untuk ibu hamil. Kekurangan nutrisi pada ibu hamil akan berpengaruh pada ibu dan bayi. Beberapa penyakit yang dapat terjadi : Anemia Tubuh ibu secara alamiah sudah mengandung zat besi dan tersimpan dalam tubuh. Asupan zat besi yang diperoleh ibu sebenarnya tidak selalu dapat mencukupi kebutuhan sehingga tubuh akan menggunakan simpanan zat besi yang ada. Karena tubuh ibu sudah mengandung janin dan memerlukan darah lebih banyak. Saat supply besi tidak cukup maka tidak ada bahan untuk dapat memproduksi sejumlah sel darah merah. Keadaan inilah disebut anemia. Saat ibu mengalami anemia dalam waktu cukup lama secara tidak langsung akan berpengaruh kepada bayi. Sel darah merah salah satunya berfungsi mengangkut oksigen. Saat anemia, jumlah sel darah merah sedikit sehingga yang menganggkut oksigen ibu dan janin sedikit. Hal ini dapat menyebabkan kematian pada ibu dan janin. Gejala yang sering timbul adalah pucat, lemas, dan pusing.

13

Malformasi pada janin Malformasi adalah pertumbuhan janin yang tidak sesuai normal salah satu contohnya adalah pertumbuhan pada otak bayi. Saat kekurangan asupan asam folat akan meningkatkan risiko kerusakan pada otak bayi sehingga saat bayi lahir dapat menyebabkan bayi menderita cacat mental dan cacat fisik. Selain asam folat, kekurangan konsumsi karbohidrat akan secara tidak langsung berpengaruh pada janin. Saat kebutuhan energi dari karbohidrat tidak dapat terpenuhi maka tubuh ibu akan menggunakan protein untuk menggantikan karbohidrat. Tidak akan menjadi masalah saat asupan protein pada ibu cukup untuk menggantikan karbohidrat tadi, namun saat asupan protein dalam jumlah sedikit maka protein yang akan digunakan berasal dari tubuh ibu itupun hanya untuk memenuhi energi. Sedangkan protein memiliki fungsi utama sebagai zat pembangun pada ibu dan janin. Saat tidak ada protein maka pertumbuhan janin akan terganggu ibarat membangun rumah tapi semen dan batunya tidak cukup maka akan menyebabkan rumah yang tidak sesuai. Begitu juga bila ibu kekurangan protein, pembentukan bagian-bagian tubuh pada janin akan tidak sesuai.

14

Tidak hanya saat kekurangan nutrisi yang akan menimbulkan dampak negatif, kelebihan pun akan berdampak tidak baik bagi tubuh ibu dan janin. Adapun dampak yang dapat terjadi adalah : Keracunan pada janin Janin yang dikandung ibu belum memiliki sistem ekskresi yang sempurna terlebih janin pada trimester 1 dan 2. Saat tubuh ibu menerima asupan nutrisi yang berlebih termasuk vitamin dan mineral akan diedarkan ke seluruh tubuh termasuk ke janin dan disimpan untuk cadangan, sisanya kemudian dikeluarkan dari tubuh ibu. Akan tetapi saat nutrisi melewati janin, janin juga akan menyerap nutrisi yang dia perlukan, dan sisanya dikeluarkan melalui plasenta ibu untuk selanjutnya dikeluarkan keluar tubuh ibu. Saat melewati tubuh janin, jumlah nutrisi yang berlebih tidak dapat dikeluarkan dengan baik oleh janin sehingga akan ada jumlah yang berlebih pada janin, hal ini dapat menyebabkan keracunan pada janin. Obesitas Obesitas/kegemukan adalah keadaan yang terjadi akibat mengonsumsi nutrisi berlebih berupa sumber-sumber energi. Tubuh ibu akan meningkat kebutuhan kalorinya saat kehamilan karena untuk pertumbuhan janin juga. Saat asupan kalori berlebih maka akan disimpan dalam tubuh dalam berbagai bentuk termasuk lemak sehingga terjadi penumpukan lemak dan berakibat menjadi obesitas. Tidak hanya ibu yang dapat berisiko obesitas tetapi janin juga.

15

5.

Anjuran pola makan ibu hamil trimester 1 Dari penjelasan di atas maka diperlukan pola makan dan nutrisi yang seimbang pada ibu hamil. Terlebih saat trimester pertama karena gejala yang sering ditemui adalah mual dan muntah yang akan berujung pada kekurangan nutrisi. Untuk menghindari itu maka ibu dapat memperhatikan hal berikut : Tidak mengonsumsi makanan yang digoreng untuk menghindari lemak yang dapat memicu mual. Menghindari makanan pedas Konsumsi makanan lunak dan rendah lemak Meningkatkan konsumsi karbohidrat Konsumsi 6 potong daging yang terdiri dari 3 potong daging besar sehari Hindari bau yang dapat memicu mual dan muntah misalnya dengan menggunakan kipas angin saat memasak Jangan biarkan perut kosong dengan makan porsi kecil setiap 2 jam misalnya mengonsumsi snack kaya protein misalnya keju, kacang-kacangan, dan telur. Makan biskuit saat baru bangun tidur Saat mual diizinkan untuk mengonsumsi air berkarbonat (tetapi bukan soda yang manis) dan peppermint untuk menghilangkan rasa mual Mengonsumsi cairan yang cukup sekitar 7 hingga 8 gelas sehari, bisa diperoleh dari susu dan air. Apabila mengalami muntah terus, hentikan dulu mengonsumsi suplemen vitamin hingga muntah dapat dikontrol Hindari mengonsumsi obat antimual yang berlebihan tanpa konsultasi dengan penyedia pelayanan kesehatan Ibu hami trimester 1 merupakan masa yang sulit untuk memenuhi kebutuhan nutrisi karena diganggu oleh perasaan mual dan ingin muntah. Akan tetapi ibu harus ingat karena pada masa ini adalah masa yang berisiko apabila asupan nutrisi tidak adekuat mengingat trimester 1 adalah masa pembentukan organ pada janin.

16