Anda di halaman 1dari 5

TRAGEDI SURIAH

MENGUNGKAP BOROK SYIAH


Oleh: Dr. Sarbini, M.H.I.

Di zaman Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam
terdapat kelompok orang yang masuk Islam pura-pura,
karena takut atau karena hanya ingin menipu. Mereka
disebut oleh Allah Subhanahu wa Taala sebagai
kelompok masyarakat munafiqun. Sifat-sifat dan
karakter mereka banyak disebutkan oleh Allah
Subhanahu wa Taala dalam banyak ayat-Nya, di
antaranya:

1) Mereka melakukan kesyirikan, kekufuran dan
kemaksiatan dengan nama reformasi dan
kemajuan.
2) Mereka memandang sahabat Rasulullah Shallalahu
alaihi wa sallam sebagai orang-orang pandir yang
tidak pantas untuk dijadikan standar beragama.
3) Mereka sangat memandang sinis orang-orang yang
beriman dengan konsekwen, akan tetapi loyal
dengan kalangan ahlil Kitab, Yahudi atau Nasrani.
4) Mereka selalu berharap jatuhnya kesialan dan
kesengsaraan di setiap kesempatan bagi orang-
orang yang beriman. Sedangkan bagi orang-orang
kafir, mereka selalu berharap kemenangan dan
kesuksesan dengan harapan mereka dapat
bagiannya.

Sehingga Allah Subhanahu wa Taala menegaskan
tentang mereka dengan firman-Nya:
+.- 7e@Og4OEC jgj
u]O4C4 O)
)_g441^C 4pO_Eu4C
^) Elj^q
4g~-.- W-N4O4;--
-U_-
OE_^) E
eO44O _>4OO_gg`
4`4 W-O+^~E -g4-;_N`
^g ((
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan
membiarkan mereka terombang-ambing dalam
kesesatan mereka. Mereka Itulah orang yang membeli
kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung
perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat
petunjuk. (QS. al-Baqoroh [2]: 15-16).

Sejarah telah mencatat, bahwa sejak kemenangan
dakwah Islam yang ditempuh oleh para sahabat
Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam telah memasuki
semua pelosok negeri dan menghancurkan banyak
kerajaan setan, para pemeluk agama setan sangat geram
dan marah luar biasa. Walaupun mereka sudah tak
mampu lagi untuk berbuat banyak di saat itu, akan tetapi
dendam kesumat yang terpendam di dalam jiwa terus
membara.

Lihatlah bagaimana usaha Abdulloh bin Saba` yang telah
mampu membangkitkan kembali gerakan anak-anak
penyembah api Persia menumpahkan dendamnya.
Lihatlah para filosof yang memulai merintis universitas-
universitas filsafat di negeri-negeri Islam untuk merebut
kembali kerajaan setan Romawi mereka.

Usaha merintis dendam inipun terus berlanjut sampai
mereka berhasil meruntuhkan khilafah islamiyah, rumah
besar kaum Muslimin. Dr. Ali Muhammad al-Shollabi
menyatakan bahwa (puncak sebelum runtuhnya khilafah)
kelompok-kelompok sesat menemukan momentumnya
dengan datangnya kolonialis Salibis yang telah melibas
umat Islam. Mereka seperti biasanya selalu berdiri dan
bergandeng tangan dengan musuh-musuh Islam. Di
antara sekte-sekte menyimpang yang paling masyhur
adalah Syi`ah Itsna `Asyariyah, Druz, an-Nushoiriyah,
Isma`iliyyah, Ahmadiyah-Qodiyani dan sekte-sekte
lainnya yang menggerogoti Islam.

Sejak itulah, sesungguhnya banyak sekali kepalsuan
yang menyelimuti negeri-negeri Islam di Timur-Tengah,
bahkan di seluruh pelosok dunia. Mayoritas negeri-
negeri itu sebenarnya hanyalah boneka dari dua kekuatan
negeri setan, Romawi (Amerika, Barat dan sekutunya)
dan Persia (Iran dan sekutunya).

Suriah, adalah sebuah negara di Timur Tengah yang saat
ini menjadi salah satu bukti dari kepalsuan itu. Saksi
berdarah kekejaman Thogut Nushoiriyah yang berkuasa
di Suriah merupakan saksi bahwa mereka bukanlah
pemimpin kaum Muslimin, tetapi boneka negara setan
Persia.

Berita hingga tanggal 17 April 2012 korban tewas telah
mencapai 11.100-an orang lebih.
(http://www.eramuslim.com/ berita/dunia/korban-tewas-di-
suriah-sudah-mencapai-11-100-jiwa.htm).

Basyar al-Asad adalah thogut zaman ini yang menjadi
saksi sejarah tentang dendam yang terpendam dari para
anak keturunan Majusi Persia. Peristiwa pembantaian di
Suria tidak dapat ditolak oleh fakta berita manapun
bahwa pembantaian yang terjadi adalah pembantaian
penganut agama Syiah kepada kaum Muslimin.

Basyar al-Asad adalah penganut Syiah Nushoiriyah,
sebuah agama penyembah api yang telah menjadikan Ali
Radhiyallahu anhu sebagai Tuhan (padahal `Ali ibn Abi
Tholib Radhiyallahu anhu sangat membenci mereka
dan berhasil menghukum mati sebagian penganutnya).

Iran yang merupakan negara agama Syiah Itsna
`Asyariah mendukung seutuhnya pembantaian yang
dilakukan oleh Basyar al-Asad. Karena sama saja, baik
Istna Asyariah maupun Nushoiriyyah tetap Syiah,
agama syirik penyembah api yang menyimpan dendam
kepada para sahabat Nabi Shallalahu alaihi wa sallam
yang telah berhasil meruntuhkan setan Pesia.
Fatabiru.. ya.. ulil Abshor

Musuh tetaplah musuh Agama setan tetaplah agama
setan, walau dibalut dengan berbagai aksesoris dan
ajaran-ajaran berbau keislaman (bagi yang tidak
mengerti manhaj Islam yang murni).

Apakah sejarah ini harus terjadi di Indonesia? Mudah-
mudahan kita sadar siapa Syiah sebenarnya.