Anda di halaman 1dari 12

SISTEM MONITORING PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR Atmega8535

Heru Aris Prabowo, Wisudawan 2009 Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika M. Ficky Duskarnaen, ST, M.Sc Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika Drs. Wisnu Djatmiko, M.T Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika Alan Devri Susanto (5215101620), Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika Universitas Negeri Jakarta Parking monitoring system using the LCD as monitoring the parking lot, had seven infrared sensors as a transmitter that emits light, has seven sensors photodioda as a receiver or a receiver of light, the system also features a DC motor is designed as a parking gate / entrance and exits to parking , and equipped with a manual switch for the emergency. Keywords: Parking monitoring system, AVR Atmega8535 Microcontroller. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari parkir menjadi hal yang sangat penting bagi pengguna kendaraan, khususnya kendaraan bermotor (roda dua atau empat). Beberapa upaya yang dilakukan dalam parkir kendaraan untuk mendapatkan rasa nyaman berparkir, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantipasi, yaitu menggunakan sistem parkir dengan dilengkapi monitor (LCD) yang dapat menunjukkan berapa jumlah parkir yang sudah dipakai dan jumlah yang masih tersedia sesuai dengan letak parkir Salah satu cara mengatasi permasalahan diatas yaitu dengan pembuatan rangkaian sistem monitoringperparkiranmenggunakan mikrokontroler, dengan dibuatnya sistem monitoring perparkiran akan didapatkan beberapa manfaat yaitu sistem monitoring akan dapat dipasang dengan baik dengan pembuatan rangkaian sistem yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan yang dijual pada umumnya, dalam pengoperasian dan aplikasinya juga tidak sulit, menggunakan piranti keras (hardware) dan piranti lunak (software). Objektifitas penggunaan AVR untuk sistem monitoring perparkiran menggunakan mikrokontroler dapat dan mudah dalam proses pemasangannya, untuk membantu dalam sistem monitoring perparkiran, mudah dirawat, diperbaiki dan handal pada kondisi lapangan khususnya pada (indoor) gedung tertutup. Dari pertimbangan atau objektivitas tersebut diatas, maka sistem monitoring perparkiran menggunakan AVR Atmega8535 sebagai solusi untuk pembuatan sistem monitoring perparkiran. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas
1

SISTEM MONITORING PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR Atmega8535 (Heru Aris Prabowo)

terdapat beberapa masalah yang dapat diidentifikasi, yaitu: 1. Penerapan mikrokontroler AVR dalam penggunaan sistem monitoring perparkiran. 2. Sistem monitoring perparkiran dengan menggunakan mikrokontroler AVR. 3. Bagaimana menggunakan sensor inframerah dalam sistem monitoring perparkiran. 4. Kendala dan efektivitas penggunaan mikrokontroler AVR sebagai sistem monitoring perparkiran. 5. Bagaimana mengontrol sistem gerbang (gate) mengatasi keterbatasan sistem kendali dalam perparkiran. C. Pembatasan Masalah Sistem monitoring perparkiran menggunakan sensor inframerah yang dihubungkan pada mikrokontroler AVR Atmega8535 yang dipresentasikan dalam bentuk model yang memperagakan bagaimana sistem tesebut bekerja secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroler AVR Atmega8535, sistem perparkiran dikhususkan hanya untuk jenis mobil pribadi dengan kapasitas parkir maksimal hanya 5 unit mobil. Kapasitas tersebut hanya digunakan sebagai contoh. D. Perumusan Masalah Perumusan masalah pada penelitian sistem monitoring perparkiran adalah sebagai berikut; bagaimana membuat sistem monitoring perparkiran dengan menggunakan sensor inframerah dan tampilan LCD berbasis mikrokontroler Atmega8535 ?
2

E. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian sistem monitoring perparkiran, adalah: 1. Meningkatkan pengetahuan tentang komponen serta alat-alat yang digunakan dalam pembuatan alat. 2. Untuk mengetahui perbandingan antara alat yang dibuat dengan kenyataan pada dunia nyata, yaitu yang sudah ada hanya menunjukkan jumlah kendaraan, sedangkan sistem yang dibuat lengkap menunjukkan tempat parkir yang sudah terisi atau belum.

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR A. Kajian Teori 1. Parkir Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan bermotor yang tidak bersifat sementara atau jangka waktu tertentu di tempat parkir1. Fasilitas parkir dibangun bersama sama dengan kebanyakan gedung, untuk memfasilitasi kendaran pemakai gedung. Space parkir pada sistem monitoring perparkiran adalah tempat/posisi parkir mobil. 2. Monitoring Monitoring adalah sebagai suatu proses manajemen internal berkelanjutan dari sebuah pengawasan terhadap input, proses dan keluaran. Monitoring yang ditampilkan oleh LCD yang berfungsi menampilkan space parkir, apakah tempat parkir masih tersedia atau sudah terisi penuh. Sehingga kemacetan kemacetan di area parkir tidak akan terjadi dan

Haelka, Vol.1, No. 12, Juni 2012 : 1-12

dapat dihindari. 3. Mikrokontroler AVR Atmega8535 Dalam penulisan skripsi sistem monitoring perparkiran menggunakan mikrokontroler AVR Atmega8535, karena ada beberapa keunggulan yang didapat dari pada menggunakan jenis mikrokontroler AT89Sxx, keunggulan tersebut antara lain pada byte, selain itu pada AVR Atmega8535 mempunyai register yang lebih banyak yaitu sebanyak 32 register, sedangkan pada AT89Sxx hanya mempunyai 8 register, dengan alasan tersebut maka peneliti menggunakan AVR Atmega8535 untuk mengaplikasikannya. Fitur Atmega8535 sebagai kapasitas detail dari Atmega8535 adalah sebagai berikut: 1. Sistem mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz. 2. Kapasitas memori flash 8Kb sebesar 512 byte, dan EEPROM (Electrically Programmable Read Only Memory) sebesar 512 byte. 3. ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 channel. 4. Portal komunikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps. 5. Enam pilihan mode sleep menghemat penggunaan daya listrik. Konfigurasi Pin Atmega8535 Konfigurasi pin Atmega8535 PDIP bisa dilihat pada Gambar 2.2

Liquid Crystal Display (LCD) Liquid Crystal Display (LCD) merupakan perangkat penampil karakter, simbol dan gambar. LCD biasanya digunakan sebagai perangkat pelengkap suatu sistem mikrokontroler agar suatu alat yang dihasilkan dapat lebih jelas dalam menampilkan segala instruksi dan hasil output, sehingga alat dapat lebih jelas dalam penggunaannya dan juga lebih menarik.

Gambar 2.3 Blok Diagram LCD LCD dengan jumlah atau konfigurasi 16 karakter dan 2 baris mempunyai 16 pena. Motor DC Motor DC atau motor arus searah adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mengubah tenaga listrik arus searah menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik, yang tenaga gerak tersebut berupa putaran dari rotor5. Prinsip keja dari motor DC hampir sama dengan generator AC perbedaannya hanya terletak dalam konversi daya. Prinsip dasarnya adalah apabila suatu kawat berarus diletakkan diantara kutub-kutub magnet (U-S), maka pada kawat U dan S akan bekerja suatu gaya yang
3

SISTEM MONITORING PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR Atmega8535 (Heru Aris Prabowo)

menggerakkan kawat tersebut Motor arus searah pada dasarnya mempunyai konstruksi yang sama dengan motor arus bolak-balik, kecuali bahwa motor arus searah mempunyai suatu komutator yang berfungsi mengubah tegangan bolak-balik menjadi tegangan searah. Simbol dan gambar dari motor DC pada gambar 2.4

Photodioda Photodioda dibuat dari semikonduktor dengan bahan yang populer adalah silicon (Si) Atau galium arsenida (GaAs), dan yang lain meliputi InSb, InAs,PbSe. Material menyerap cahaya dengan karakteristik panjang gelombang mencakup: 2500 A untuk silicon, 8000 A-20,000 A untuk GaAs Photodioda di gunakan sebagai penangkap gelombang cahaya yang di pancarkan oleh Infrared. Besarnya tegangan atau arus listrik yang di hasilkan oleh photodioda tergantung besar kecilnya radiasi yang di pancarkan oleh infrared

Gambar 2.4 a) Simbol motor DC b) Gambar fisik motor DC LED Inframerah LED atau Light Emmiting Diode adalah dioda yang memancarkan cahaya. Dengan menggunakan unsur seperti galium, arsen, dan phospor,pabrik LED dapat membuat LED yang memencarkan cahaya warna-warni

IC LM324 IC LM324 terdiri dari empat operasional amplifier. Sebuah operasional ampilifier memiliki dua buah masukan yaitu masukan membalik dan masukan tak membalik dan masukan tak membalik, serta sebuah keluaran. IC LM324 dapat di jadikan sebagai komparator tegangan. Komparator tegangan berfungsi untuk membandingan tegangan sebuah masukan dengan tegangan masukan lainnya.

Gambar 2.5 a) Simbol LED inframerah b) Gambar fisik LED inframerah

Haelka, Vol.1, No. 12, Juni 2012 : 1-12

Normaly Close (NC)

Transistor sebagai saklar Transistor merupakan gabungan dari dua buah dioda yang bahan dasarnya terbuat dari kristal germanium dan silikon, merupakan bahan semikonduktor. Transistor mempunyai dua sambungan (junction) satu diantaranya emitor dan basis (dioda emitor) dan lain diantaranya basis dan kolektor ( dioda kolektor)8. Pengoperasian transistor sebagai saklar dapat di lakakuan dengan pemberian arus yang berbeda-beda dimana transistor tersebut di berlakukan pada daerah-daerah tertentu. Transistor berfungsi sebagai saklar untuk mengontrol arus beban yang keluar. Relay elektromagnetik Relay merupakan perangkat elektromagnetis yang berfungsi untuk memutus, membuatatau mengubah satu atau lebih kontak elektrik. Relay merupakan saklar elektromagnetis. Memberikan tegangan ke relay akan menghasilkan medan magnet yang akan menarik kontak relay sehingga dua buah kontak akan berhubungan. Kontak akan mengalirkan arus dari dua buah titik yang di hubyngkan sehingga akan menutup lingkaran arus dalam rangkaian. Kontaktor pada relay terdiri dari dua kondisi, yaitu Normaly Open (NO) dan

Power supply Sistem monitoring perparkiran menggunakan power listrik sebagai sumber energinya, karena hampir semua komponen pendukung pada sistem monitoring perpakiran menggunakan sistem elektronik yang membutuhkan sumber listrik yang stabil, sehingga sistem untuk pengatur power listrik sangat di butuhkan dalam penerapan sistem monitoring perpakiran Tombol manual Tombol mnual merupakan saklar mekanik (push bitton), yang di gunakan secara manual yaitu pada saat space parkir masih ada tetapi pintu (gate) tidak dapat terbuka, maka dengan mengaktifkan tombol manual pintu dapat di buka secara manual, sistem manual juga di pakai untuk membuka secara manual untuk pintu keluar,apabila terjadi masalah pada sistem otomatisnya.

SISTEM MONITORING PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR Atmega8535 (Heru Aris Prabowo)

B. Kerangka Berpikir Penelitian memanfaatkan mikrokontroler sebagai sistem monitoring kapasitas perpakiran yang sudah di pakai dan yang belum terpakai, sistem parkir menggabungkan antara sensor, dan LCD sebagai monitoring area parkir. Sitem yang akan dibangun yaitu ketika program di jalankan maka mikrokontroler akan mulai bekerja. Jika ada kendaraan yang ingin masuk maka pengemudi tersebut dapat melihat pada layar monitoring sebelum memasuki area parkir apakah masih tersedianya tempat parkir yang kosong atau yang belum terusi, apabila masih kosong maka pengemudi mobil akan masuk melalui gate yang terdapat di pintu depan, secara otomatis infared akan bekerja untuk membuka pintu gerbang (gate) dan ketika mobil memasuki lokasi tempat parkir maka secara otomatis akan menghitung mobil tersebut. Adapun sistem kerja yang dimaksud yaitu untuk kendaraan roda empat baik yang akan masuk area parkir maupun yang akan keluar dari area parkir,sensor yang sudah di pasang kemudian di hubungkan dengan mikrokontroler yang berfungsi sebagai input, input sensor yang di letakkan di tiap tiap temapat parkir mobil. Sedangkan output dari mikrokotroler dihubungkan dengan driver yang akan mengontrol pintu gerbang parkir, output dari mikrokontroler dihubungkan dengan interface yang sudah di pasang berupa layar LCD didepan pintu masuk (enterance)dengan lampu indikator sebagai tanda kendaraan yang akan masuk, output mikrokontroler di gunakan untuk penyulutan pada Transistor yang telah di hubungkan

dengan Relay, sehingga dari Relay akan mengaktifkan LCD dan motor untuk mengaktifkan pintu (gate), sehingga pada saat masuk pengemudi kendaraan bisa mengetahui berapa jumlah tempet kosong yang tersedia dengan letak parkirnya, sistem monitoring pepakiran ini sangat penting untuk mengelengkapi informasi bagi para pengedara, sehingga pengendara, sehingga pengedara dapat mengetahui kondisi area parkir apakah masih ada space yang masih kosong atau sudah penuh

Input : 1. Sensor space parkir stu adalah sensor yang diposisikan berada pada tempat parkir mobil nomor satu. 2. Sensor sapca parkir dua adalah sensor yang di posisikan berada pada tempat parkir mobil nomor dua 3. Sensor space parkir tiga adalah sensor yang di posisikan bearda padfa tempat parkir mobil nomor tiga 4. Sensor space parkir empat adalah sensor yang di posisikan berada pada tempat parkir mobil nomor empat. 5. Sensor space parkir lima adalah sensor yang di posisiskan berada pada tempat parkir mobil nomor

Haelka, Vol.1, No. 12, Juni 2012 : 1-12

lima 6. Sensor gate in parkir adalah sensor yang di posisikan berada pada pintu masuk parkir mobil untuk membuka dan menutup gate. 7. Sensor gate out parkir adalah sensor yang di posisikan berada pada pintu keluar parkir mobil untuk membuka dan menutup gate.

BAB III METOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian yaitu membuat alat sistem monitoring perparkiran dengan menggunakan sensor berbasis mikrokontroler AVR

Mikrokontroller Atmega 8535 : 1. Sebagai pemproses sesuai dengan program yang telah di masukkan. Output : 1. LCD sebagai indikator yang menunjukan status/kondisi parkir. 2. Driver gate in parkir sebagai penggerak motor untuk membuka dan menutup gate in. 3. Driver gate out parkir seebgai penggerakan motor untuk membuka dan menutup gate out.

Atmega8535 dengan pemgrogrman Assembler.

bahasa

B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Kendali, Jurusan Teknik Elekro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta pada semester genap Tahun ajaran 2008/2009. C. Metode Penelitian Metode yang akan di gunakan pada penelitian adalah menggunakan tabel dari lembar data, pengukuran dan analisis laboraturium, dengan menggunakan tahapan-tahapan yang telah disusun secara berurutan, adapun tahapan tersebut yaitu:

SISTEM MONITORING PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR Atmega8535 (Heru Aris Prabowo)

D. Instrumen penelitian Dalam penelitian instrumen yang digunakan yaitu menggukan tabel pengukuran, tabel berfungsi untuk mencatat hasil pengukuran yang didapat pada saat melakukan penelitian. E. Pelaksanaan penelitian 1. Perancang perangkat keras (hardware) a) Menentukan fungsi-fungsi pin pada mikrokontroler Penentuan fungsi-fungsi pin pada mikrokontroler di perlukan sebagai pengontrol alat. Penggunaan pin mikrokontroler yang memiliki beberapa fungsi masukan dan keluaran. Disamping itu juga akan memudahkan pembuatan progaram yang disesuaikan dengan deskripsi kerja rangkaian. fungsi pin-pin mikrokontroler sebagai berikut: 1. Pin A0-A1 sebagai penghubung dengan rangkaian driver untuk mengaktifkan pintu masuk (enterance) dan pin A4-A5 untuk mengaktifkan pintu keluar (exit), pin tersebut berfungsi sebagai output Tabel 3.1 dan tabel 3.2 menunjukan data heksadesimal yang di gunakannya

2. Pin C4-C7 sebagai keluaran data yang dihubungkan ke LCD, sehingga dengan keluaran data dari mikrokontroler akan dibaca dan ditampilkan oleh LCD, pin tersebut berfungsi sebagai output. 3. Pin A2-A3 sebagai pengendali LCD, sehingga akan mengaktifkan LCD, dengan demikian LCD akan menampilkan tampilan sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh mikrokontroler, pin tersebut berfungsi sebagai output 4. Pin D0 dan D6 sebagai

penghubung dengan rangkaian sensor inframerah, berfungsi sebagai input gate parkir dan D1-D5 sebagai input mobil yang sudah masuk pada tempat parkir. b) Perancangan skema rangkaian. Rangkaian power supply Pada power supply dilengkapi dengan penstabil tegangan yang menggunakan IC Power 7805 dan 7812, dengan pemasangan IC power maka keluaran tegangan yang dihasilkan akan stabil dan ama digunakan pada komponen elektronika sesuai dengan harapan,

Haelka, Vol.1, No. 12, Juni 2012 : 1-12

2) Rangkaian sistem sensor inframerah. Rangkaian sensor inframerah bekerja karena adanya perubahan tegangan yang masuk pada IC LM324. Rangkaian sensor dapat dilihat pada gambar 3.2

2. Perancangan Perangkat lunak (software). Perangkat lunak (software) yang dibuat berupa program aplikasi dengan menggunakan program aplikasi AVRStudio.program yang akan dibuat berfungsi membuat sistem sesuai dengan rencana alat yang akan dibuat, dalam sistem monitoring perparkiran. Program terdiri dari pemrograman sistem masukan (input) sampai dengan sistem output untuk LCD, contoh program yang telah dibuat dengan menggunakan AVRStudio dapat dilihat pada Gambar 3.4

3) Rangkaian Driver Gate. Rangkaian driver menggunakan dua buah transistor dan dua buah relay. Rangkaian driver berfungsi membuka dan menutup secara otomatis gate yang dipasang pada pintu masuk dan keluar. Rangkaian Driver dapat dilihat pada Gambar 3.3 Setelah program dibuat, kemudian program tersebut ditransfer ke mikrokontroler dengan menggunakan perangkat lunak (software) ponyrog, setelah mikrokontroler sudah terisi dengan program yang sudah dibuat, maka secara permanen program akan tersimpan pada mikrokontroler, contoh program yang akan ditransfer menggunakan ponyprog dapat dilihat pada

SISTEM MONITORING PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR Atmega8535 (Heru Aris Prabowo)

Gambar 3.5

Gambar 3.5 transfer program menggunakan ponyrog

Kelebihan dan kekurangan alat 1. Kelebihan Alat a. Sistem monitoring perparkiran menggunakan tampilan space parkir pada masing masing tempat parkir, yang dapat dilihat pada blayar LCD yang dipasang pada pintu masuk b. Dengan menggunakan sensor inframerah yang dipasang dengan kondisi yang mudah terjangkau, maka sistem monitoring mudah diperbaiki apabila rusak c. Mudah untuk dikembangkan seperti dengan penambahan sistem elektronik atau sistem lainnya, karena juga

Lampiran 1 Foto miniature sistem monitoring perparkiran

d.

memiliki cadangan I/O pada

10

Haelka, Vol.1, No. 12, Juni 2012 : 1-12

mikrokontroler. d. Sistem monitoring dilengkapi dengan lampu indikator, sehingga mudah untuk dipantau apabila masih ada space parkir yang kosong. 2. Kekurangan Alat a. Pada sistem monitoring perparkiran apabila tidak ada power supply tegangan dari PLN (tidak ada sumber tegangan) maka alat tidak dapat bekerja. Sehingga diperlukan backup tegangan untuk sistem monitoring perparkiran. b. Sistem monitoring perparkiran hanya untuk dipergunakan khusus mobil pribadi dengan kapasitas 5 unit mobil BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan. 1. Bahwa sebelum memulai perakitan/pembuatan sistem monitoring perparkiran, maka harus dibuat langkahlangkah dalam penyusunan, sehingga akan mempermudah dalam pelaksanaannya 2 Pembuatan sistem monotoring perparkiran akan lebih cepat dan efektif apabila mengikuti langkah langkah yang telah direncanakan, sehingga semua urutan pengerjaan dapat tertata rapi dan mengurangi tingkat kesalahan atau lupa. 1. Penggunaan sensor inframerah dalam pembuatan sistem monitoring perparkiran dapat dipasang dengan beberapa cara, yaitu antara lain dengan dipasang secara langsung (berhadapan antara inframerah dengan photodiode) dan dipasang kanan kiri tembok parkir.

2. Untuk kepekaan sensor dalam sistem monitoring perparkiran dapat diatur dengan cara mengatur besar/kecilnya nilai resistansi pada variable resistor. Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dibuat dan dirakit dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. A. Implikasi. 1. Bidang Keteknikan Alat dapat dikembangkan atau dimodifikasi baik secara hardware maupun software (program), baik berupa keakuratan, kelengkapan, dan kegunaan di bidang keamanan atau pengembangan di bidang lain, karena alat yang dibuat dapat diprogram ulang atau dimodifikasi program sesuai dengan kebutuhan atau rancangan 2. Alat sistem monitoring perparkiran dapat digunakan sebagai media rujukan dalam pembuatan peralatan yang menggunakan mikrokontroler, interfacing (antarmuka) dengan pemrograman menggunakan bahasa assembler pada mata diklat mikrokontroler di SMK. 3. Bidang umum Alat sistem monitoring perparkiran dapat digunakan dalam rangka meningkatkan fungsi mikrokontroler bukan hanya sebagai pengontrol, tetapi juga dapat digunakan sebagai kontrol sistem keamanan bagi suatu gedung, perumahan dan swalayan. B. Saran. Peneliti mencoba untuk memberikan beberapa saran untuk mengatasi dan melengkapi beberapa kelemahan dari peralatan sistem
11

SISTEM MONITORING PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR Atmega8535 (Heru Aris Prabowo)

monitoring perparkiran, yaitu sebagai berikut: 1. Menambahkan jumlah tempat/space parkir mobil maksimal lima belas sensor, dalam suatu mikrokontroler 2. Sistem dilengkapi pembayaran retribusi apabilasistem digunakan pada swalayan atau sarana gedung lain untuk tiap kali akses masuk tempat tersebut. 3. Sistem dilengkapi power cadangan (battery back up) sebagai tegangan cadangan apabila listrik dari PLN mati. 4. Menambahkan sistem suara (buzzer) atau sistem suara lain sebagai tanda gate parkir terbuka/tertutup. DAFTAR PUSTAKA Andi Nalwan, Paulus. 2003. Panduan Teknik Antarmuka Pemrograman Mikrokontroler AT89C51, Jakarta: Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Datasheet IR, Vishay Semiconduction. Datasheet Relay, Hongfa Relay Fadilah, Kismet.2004.Instalasi MotorMotor Listrik.Gramedia:Jakarta. Furchan, Ahmad. ST, Pusat Pendidikan dan Penelitian Elektronika. Malvino.1985.Prinsip-prinsip Elektronika, Jakarta:Erlangga Perda.Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 2002, Tentang Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 6. Wardhana, lingga.2006.Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR seri Atmega8535, Yogyakarta:Andi

12

Haelka, Vol.1, No. 12, Juni 2012 : 1-12