Anda di halaman 1dari 10

ALJABAR LINIER ELEMENTER KELOMPOK 16

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2012

ENDOMORFISME RING DARI SUATU GROUP ABELIAN & SIFATNYA


1. Pengertian Diketahui (G,+) homomorfisma}, merupakan grup abelian dan dibentuk himpunan Hom(G)= yang merupakan himpunan semua homomorfisma dari G

{f
ke

:GG f G. Maka

Hom(G)merupakan ring terhadap operasi penjumlahan dan perkalian yaitu penjumlahan homomorfisma dan komposisi homomorfisma.

Didefinisikan operasi + dan Komposisi o pada Hon (G) yaitu (f + g) (a) = f (a) + g (a) ; a G dan (f g) (a) = f (g(a)) ; a G

Adit : (Hom (G), + , o) adalah Ring 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Operasi + Tertutup di R Operasi Komposisi tertutup di R Operasi + bersifat assosiatif Ada identitas terhadap operasi + Operasi + bersifat Komutatif Ada invers elemen terhadap operasi Komposisi Operasi + bersifat distributive terhadap oprasi komposisi

Untuk selanjutnya Hom(G)disebut Ring Endomorfisma pada G

2.TEOREMA Setiap Ring adalah homomorfisme pada ring dari endomorfisme sebuah grup abelian.

BUKTI

Kita ambil R sebarang Ring a R yang dipetakan fa : R R : fa (x) = ax , x R

Dari definisi pemetaan, maka endomorfisme dari group aditif R, x, y R adalah : Fa (x+y) = a (x+y) = ax + ayhukum distribusi di R = fa (x)+ fa(y)

Dengan demikian, terkait dengan nilai masing-masing a R endomorfisme fa dari grup additive R adalah Ambil : R = {fa : a R }

Adit : fa+b = fa + fb dan faxb = fa x fb, a, b R

xR fa+b (x) = (a + b) x = ax + bx = fa (x) + fb (x) = (fa + fb) (x)

faxb(x) = (axb) x = a x (bx) = fa x (bx) = fa x (fb(x)) = (fa x fb) (x)

Sehingga, fa+b = fa + fb dan faxb = fa x fb

a, b R

Kemudian, kita tunjuk sebuah pemetaan g : R R : g(a) = fa a R

Maka, a, b R g(a+b) = fa+b = fa+fb = g(a) + g (b) g (axb) = faxb = fa x fb = g(a) x g (b)

Sehingga g adalah pemetaan dari ring R yang onto ke himpunan R dari endomorfisme grup abelian (R, +). Jadi, dapat diketahui bahwa R adalah ring dari R yang homomorfisme ke R.

FAKTORISASI DALAM INTEGRAL DOMAIN


A. Pengertian Keterbagian dalam Integral Domain Ingat!!!!!! Konsep Keterbagian pada bilangan bulat

Pengertian :
Suatu bilangan bulat p (p Z) dibagi dengan bilangan bulat q (q Z, q0) ada bilangan bulat yang lain r (r Z) maka q = p.r

Sifat Sifat pada Bilangan Bulat

SYARAT suatu bilangan p, q, r merupakan anggota bilangan bulat (p, q, r Z )

Sifat Sifat pada Bilangan Bulat

PERTAMA pp

Bukti : p = p.1 maka pp Contoh : 55 karena 5 = 5.1 KEDUA pq dan qr maka pr


Bukti : pq maka q = p.x , dengan x Z qr maka r = q.y , dengan y Z sehingga ,r = (p.x).y Contoh : 36 dan 69 maka 39

KETIGA pq maka ap.r Bukti : pq maka q = p.x , dengan x Z p.r = (p.x).r ; r Z q.r = p.(x.r) ; x.r Z berakibat pq.r Contoh : 24 maka 24.k ; dengan k Z

EMPAT pq dan pr maka pq + r atau pq r Bukti : pq maka q = p.x , dengan x Z pr maka r = p.y , dengan y Z q + r = px + py

Sifat Sifat pada Bilangan Bulat

Keterbagian pada Integral Domain


Misal ( D, , ) adalah integral Domain. Misal I adalah unsur identitas operasi , dan misal i adalah unsur identitas operasi . Pada integral domain berlaku bahwa a,c D dengan a I , c I maka a c I.

a I , b I dengan ab b = a c ; c D , c I

KETIGA Tidak simetris, yaitu pq tetapi qp Bukti : 24 tetapi 42 ,2 4

(bila p q)

Sifat Sifat Keterbagian Integral domain

EMPAT pq dan pr maka pq r atau pq r-1 Bukti : pq q = p x ; x D , x I pr r = p y ; y D , y I sehingga q r = (p x) (p y) q r = p (x y) ; karena x I , y I maka x y I

Sifat Sifat Keterbagian Integral domain

KELIMA pq maka pq r Bukti : pq q = p x ; x D , x I sehingga q = px ; xD,xI qr qr berakibat pq r = (p x) r = p (x r) ; cD,cI ; (x r) I