Anda di halaman 1dari 22

STUDIO PERANCANGAN II

PERENCANAAN GELAGAR INDUK


DATA PERENCANAAN : Panjang jembatan Lebar jembatan Tebal plat lantai Tebal lapisan aspal Berat isi beton = 20 m = 7,5 m = 20 cm (BMS 1992 K6 57) = 5 cm (BMS 1992 K2 13) = 2.5 t/m3 (PPPJJR 1987 bab III pasal 1 (1)) Berat isi perkerasan jalan beraspal= 2.0 2.5 t/m3 (PPPJJR 1987 bab III pasal 1 (1)) Berat isi air Berat sendiri balok (asumsi) Jarak antar gelagar induk Profil diafragma Jarak antar diafragma = 1.0 t/m3 (PPPJJR 1987 bab III pasal 1 (1)) = 500 kg/m = 1,5 m = WF 175 x175 =5m

ANALISA PEMBEBANAN Beban Sebelum Komposit (beban yang bekerja ditahan oleh gelagar baja) Beban Primer Beban mati beban merata berat sendiri balok berat perlengkapan (sambungan) = 10% berat sendiri balok berat pelat beton = 0.20 m 1.5 m 2500 kg/m3 berat bekisting + pekerja (asumsi) DL1 = 500 kg/m = 50 kg/m = 750 kg/m = 100 kg/m + = 1400 kg/m

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II beban terpusat Beban terpusat yang terjadi adalah akibat beban diafragma, yang direncanakan dipasang setiap 5 m. Untuk perencanaan diafragma dicoba menggunakan profil WF 175 x 175, dengan berat 40.2 kg/m berat sendiri diafragma = 1.5 m 40.2 kg/m, P = 60.3 kg

Beban Setelah Komposit (beban yang bekerja ditahan oleh aksi komposit antara balok baja dengan pelat beton) Beban Primer Beban mati beban merata berat aspal = 0.05 m 1,5 m 2500 kg/m3 berat sendiri balok berat perlengkapan (sambungan) = 10% berat sendiri balok berat pelat beton = 0.20 m 1.5 m 2500 kg/m3 DL2 = 187,5 kg/m = 500 kg/m = 50 kg/m = 750 kg/m = 1487,5 kg/m

Beban hidup 1) Beban Kendaraan Menurut PPPJJR87 Bab III Pasal 1 (2) 2.4 a
Untuk perhitungan gelagar-gelagar, harus digunakan beban D Beban D atau beban jalur tersusun dari beban merata sebesar q panjang per jalur dan beban p ton per jalur lalu lintas
ton

/m

Skema beban D untuk 1jalur

B b ng ris P=1 to ea a 2 n

B b nte a i ra q to /m e a rb g ta n

q = 2,2 t/m1 q = 2,2 t/m1-1,1/60 x (L-30) t/m1 BRAWIJAYA

u/ L< 30 m u/ 30 < L< 60 m UNIVERSITAS

STUDIO PERANCANGAN II q = 1,1(1+30/L) t/m1 u/ L > 60 m

Untuk jembatan komposit kelas I dengan bentang 20 m (L < 30 m), maka muatan D untuk jalur lalu lintas sebesar 2.75 m, adalah: beban merata q=

2.2 t/m 100 % = 0.8 t/m2 2.75 m

beban garis P=
12 ton 100 % = 4.364 t/m 2.75 m

Perhitungan momen akibat beban hidup untuk gelagar tengah dan gelagar pinggir adalah sama, karena kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan (PPPJJR 1987 pasal 4 (2) 2.2 a). q = q s P = P s dengan : s = jarak antar gelagar yang berdekatan = 1,4 m = faktor distribusi Sehingga didapatkan... q = q s = 0.8 t/m2 1 1.5 m = 1.2 t/m = 1200 kg/m P = P s = 4.364 t/m 1 1.5 m = 6.546 t = 6546 kg Menurut PPPJJR87 Bab III Pasal 1 (3)
Untuk memperhitungkan pengaruh-pengaruh getaran-getaran dan pengaruhpengaruh dinamis lainnya, tegangan-tegangan akibat beban garis P harus dikalikan dengan koefisien kejut yang akan memberikan hasil maksimum sedangkan beban merata q dan beban T tidak dikalikan dengan koefisien kejut.

Perhitungan Koefisien Kejut K = 1+ K = 1+ 20 (50 + L) L = panjang bentang dalam meter

20 20 = 1+ = 1.286 50 + 20 50 + L
UNIVERSITAS

Sehingga beban P untuk gelagar induk... BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II P = 1.286 6546 kg = 8418.156 kg 8418 kg Beban Sekunder a. Gaya Rem Menurut PPPJJR87 Bab III Pasal 2 (4)
Gaya rem Pengaruh gaya-gaya dalam arah memanjang jembatan akibat gaya rem, harus ditinjau. Pengaruh ini diperhitungkan senilai dengan pengaruh gaya rem sebesar 5% dari beban D tanpa koefisien kejut yang memenuhi semua jalur lalu lintas yang ada, dan dalam satu jurusan. Gaya rem tersebut dianggap bekerja horisontal dalam arah sumbu jembatan dengan titik tangkap setinggi 1,80 meter di atas permukaan lantai kendaraan.

H

H = 5% (P+q) = 5% ((4.364 t/m + (0.8 t/m2 5 m)) 1. 5 m) = 0.6273 ton Momen akibat gaya rem terhadap gelagar induk (tinggi gelagar induk = 100 cm): M = H (1.8 m + 0.20 m + 0.5 m) = 0.6273 ton 2.5 m = 1.5683 tm = 1568,3 kgm b. Beban Angin UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Menurut PPPJJR87 Bab III Pasal 2 (1)


Pengaruh beban angin sebesar 150 kg/m2 pada jembatan ditinjau berdasarkan bekerjanya beban angin horisontal terbagi rata pada bidang vertikal jembatan, dalam arah tegak lurus sumbu memanjang jembatan. Jumlah luas bidang vertikal bangunan atas jembatan yang dianggap terkena angin ditetapkan sebesar suatu prosentase tertentu terhadap luas bagianbagian sisi jembatan dan luas bidang vertikal beban hidup. Bidang vertikal beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang mempunyai tinggi menerus sebesar 2 meter di atas lantai kendaraan

Menurut PPPJJR87 Bab III Pasal 2 (1) 1.1a


Keadaan tanpa beban hidup Untuk jembatan gelagar penuh diambil sebesar 100% luas bidang sisi jembatan yang langsung kena angin, ditambah 50% luas bidang sisi lainnya.

Menurut PPPJJR87 Bab III Pasal 2 (1) 1.2


Keadaan dengan beban hidup
a. a) b. Untuk beban hidup daimbil sebesar 100% luas bidang sisi yang langsung terkena angin. Untuk jembatan diambil sebesar 50% terhadap luas bidang menurut (1.1

Gaya tekan angin 150 kg/m2 Beban angin untuk beban hidup diambil 100% Beban angin untuk bidang sisi yang langsung terkena angin 100% Beban angin untuk bidang sisi yang lainnya 50%

P1 P2 P3

P4

P5

P6

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Momen yang bekerja terhadap titik A: MA = [100% 150 kg/m2 2 m 1m x (1 m + 0.20 m + 1.0 m)] + [100% 150 kg/m2 1.0 m x 1.0m 0.5 m] + [50% 150 kg/m2 1.0 m 1.0m x 0.5 m] = 660 kgm + 75 kgm + 37,5 kgm = 772,5 kgm beban merata MA 772,5 kgm 772,5 kgm 772.5 kgm q1 = 2 ( q1 x 2.5 L) + 2 (1.5L/2.5L x q1 x 1.5 L) + 2 (0.5L/2.5L x q1 x 0.5 L) = 5L q1 + 1.8 L q1 + 0.2 L q1 = 7 Lq1 = 7 x 1.5 x q1 = 73.57 kg/m

STATIKA PEMBEBANAN Beban Sebelum Komposit Beban Primer

Beban Setelah Komposit Beban Primer Beban Mati setelah pelaksanaan

Beban Gandar Kendaraan UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Tipe 1 untuk mencari momen max :

Tipe 2 untuk mencari gaya lintang max :

Beban Sekunder Beban Angin

Beban Rem

PROFIL GELAGAR INDUK DAN DIAFRAGMA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Profil Gelagar Induk


P fil W3 x 1 2 ro 6 8 D e sio im n n A a (A re ) = D p (d e th ) = W b: e T ickn ss (tw h e ) = tw /2 = F n e: la g W th f) id (b = T ickn ss (tf) h e = P p rtie ro e s Nm a w o in l t/ft = C m a se n crite : o p ct ctio ria 5 .6 3 3 .3 6 3 0 2 .7 5 3 /8 1 .0 5 2 7 1 8 .1 12 8 in 2 in in in in in lb /ft = = = = = = 35 07 4 .8 5 6 9 .2 8 2 72 1 45 .8 1 0 5 .9 3 .6 0 0 75 2 92 .9 7 cm 2 cm cm cm cm cm

bf 2t f
E stic p p rtie la ro e s A X xix -X I S r A YY xix _ I S r P stic m d lu la ou s Z x Z y

h = tw
130 10 63 2 1 .5 4 37 4 5 .6 7 2 5 .5 78 1 9 .7 0

4 5

= = = = = = = =

in 4 in 3 in in 4 in 3 in in 3 in 3

= = = = = = = =

4 0 4 .5 1 731 1 129 49 0 0 .1 0 3 .8 6 3 143 35 4 4 .2 0 93 986 4 .8 4 8 6 7 .4 7 175 1 1 6 .9 2 1 8 .3 6 46 07

cm 4 cm 3 cm cm 4 cm 3 cm cm 3 cm 3

Profil Diafragma Dicoba profil WF 175 x 175 A = 51,21 cm2 d = 17,5 cm tw = 0,75 cm bf = 17,5cm tf = 1,1 cm rx = 7,50 cm ry = 4,38 cm Zx = 330 cm3 Zy = 112 cm3 w = 40,2 kg/m Ix = 2880 cm4 Iy = 984 cm4

DATA YANG DIKETAHUI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II 1.Mutu Profil (Fy) = 320 Mpa = 3200 kg/cm2 2.Mutu beton (fc) = 25 Mpa = 250 kg/cm2 3. Bentang Jembatan = 20 m MODULUS RATIO
Ec=4700 f' c =4700 25 =23500 Mpa

Es = 2,1 .10 6

kg

cm

= 210000 MPa

Es 210000 n= = =8,936 Ec 23500

LEBAR EFEKTIF PLAT BETON Berdasarkan SNI 03-1729-2002 ; 12.4.1 Lebar efektif plat lantai yang membentang pada masing-masing sisi dari sumbu balok tidak boleh melebihi : a. be 20 m = 5 m b. be = jarak spasi antar balok(pusat ke pusat) = 2 x 1,5 m = 1,5 m Diambil yang terkecil, yaitu lebar efektif = 1,5 m =150 cm KONTROL Syarat Kontrol Kapasitas Penampang Kontrol Kelangsingan Profil = panjang bentang jembatan = x

Untuk Sayap

b 12,075 = = 5,117 2tf 2 x1,18 170 170 = = 9,5033 fy 320

p =

Karena < p maka sayap tersebut kompak

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Untuk Badan

h 36,33 = = 50,11 tw 0,725 1680 fy = 1680 320 = 93,9149

p =

Karena < p maka badan profil tersebut kompak MENENTUKAN GARIS NETRAL KOMPOSIT Direncanakan struktur akan mengalami komposit penuh. Asumsi : Shear Connector tersedia cukup untuk menjamin perilaku komposit penuh. Kekuatan Baja Total (Ts Total) Ts (Total) = As x fy = 345,806 cm2 x 3200 kg/cm2 = 1106578,432 kg Kekuatan Beton Total (Cc Total) Ac = lebar efektif x tinggi plat beton = 150 x 20 = 3000 cm 2 Cc (Total) = 0,85 x f`c x Ac = 0,85 x 250 kg/cm2 x 3000 cm 2 = 637500 kg karena Cc (Total) < Ts (Total) sehingga.. Bahan yang memegang peranan dalam kegagalan struktur adalah BETON Garis Netral Plastis (PNA) terletak pada profil BAJA

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II MENCARI LETAK PNA Prinsip kesetimbangan R=0 Ftarik = Ftekan Ttotal Asc x xfy = Cc + Asc x fy 2Asc x fy = Ttotal Cc Asc = Ttotal Cc 2 fy

Luasan Baja yang mengalami Tekan Asc = = Ttotal Cc 2 fy 1106578,432 395080 2 x3200

= 111.17163 cm 2 Luasan Flens bagian Atas A flens = bf x tf = 30,6705 x 2,997 = 91,926 cm2 Karena Asc A flens , maka PNA teletak pada web (badan profil)

b eff = 140 cm 20 cm PNA 92,728 cm Profil Baja W 36 x 182 Slab Beton Cc x Cs1 Cs2 z1 z4 T1 T2 30,6705 cm z5 z2 z3

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Letak garis netral Plastis (PNA) dari serat atas komposit x = tc + t f + Asc Aflens tw 111,17163 91,926 1,8415

= 20 + 2,997 + = 33,44847 cm

Perjtungan Kopel Momen Internal Perhitungan M1 Cc = 0,85 x fc x b eff x tc = 0,85 x 250 kg/cm2 x 150 cm x 20 cm = 637500 kg z1 = x - tc = 33,44847 cm .20 cm = 23,44847 cm M1 = Cc x z1 = 637500 kg x 23,44847 cm = 14948399,63 kgcm = 149483,9963 kgm Perhitungan M2 Cs1 = A flens x Fy = 91,9256 cm2 x 3200 kg/cm2 = 294161,99 kg z2 = x - tc tf = 33,44847 cm 20 cm - .2,997 = 11,94987 cm M2 = Cs1 x z2 = 294161,99 kg x 11,94987 cm = 3515196,56 kgcm = 35151,9656 kgm

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Perhitungan M3 Cs2 = A web tekan x Fy = (1,8415 cm x ( 33,44847 cm 20 cm 2,997 cm )) x 3200 = 61587,22368 kg z3 = (x - tc tf) = (33,44847 cm 20 cm - 2,997) = 5,22563 cm M3 = Cs2 x z2 = 61587,22368 kg x 5,22563 cm = 321832,2462 kgcm = 3218,322462 kgm Perhitungan M4 T1 = A web tarik x Fy = (1,8415 cm x ( 92,278 + 20 33,44847 - 2,997 ) cm ) x 3200 = 446865,953 kg z4 = (d + tc - x tf) = (92,278 cm + 20 cm 33,44847 cm - 2,997 cm) = 37,91627 cm M4 = T1x z4 = 446865,953 kg x 37,91627 cm = 16943488,66 kgcm = 169434,8866 kgm Perhitungan M5 T2 = A flens tarik x Fy = 91,926 cm2 x 3200 kg/cm2 = 294161,992 kg z5 = d + tc - x tf = 92,278 cm + 20 cm 33,44847 cm .2,997 cm) = 77,33 cm

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II M5 = T2 x z5 = 294161,992 kg x 77,33 cm = 22747880,28 kgcm = 227478,8028 kgm KONTROL KUAT LENTUR Mu = 243159 kgm (Perhitungan Staad Pro)

Mn = 0,85 x (M1 + M2 + M3 + M4 + M5)


= 0,85 x (149483,9963 kgm + 35151,9656 kgm + 3218,322462 kgm + 169434,8866 kgm + 227478,8028 kgm) = 497052,77 kgm Mu = 243159 kgm Mn = 497052,77 kgm....................OK! KONTROL KUAT GESER Vu = 49305 kg (Perhitungan Staad Pro) Vu Vn (SK SNI 2002 pasal 8.8.2 hal 45) a = d 2 x tf = 92.728 cm 2 x 2,997 cm = 90,5764 cm Aw = Luas kotor plat badan = a x tw = 90,5764 cm x 1,8415 cm = 166,796 cm2 Vn = 0,6 x fy x Aw = 0,6 x 3200 kg/cm2 x 166,796 cm2 = 320249,166 kg Vu Vn 49305 0,9 x320249,166 kg 49305 288224,249 Kg..........................OK!

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II 11.KONTROL TEGANGAN 150 cm b eff =140 cm

20 cm

92,728 cm

2,997 cm 30,6705 cm
Dari Staad Pro diketahui : Momen Maks sebelum Komposit Momen Maks sesudah Komposit Geser Maks sebelum Komposit Geser Maks sesudah Komposit = 98844 kgm = 243159 kgm = 19727 kg = 49305 kg

Garis netral penampang komposit berada di daerah baja Ac dt = beff x d = 150 x 20 = 3000 cm 2 d = ya + 2 = At 92,728 20 + = 56,139 cm 2 2

Ac = As + n = 345,806 + = 681,53 cm
3000 Es 210000 =8,936 , n= = n Ec 23500

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II As dc = dt At =
345806 , 56,139 681,53

= 28,49 cm ds = dt dc = 56,139 cm 28,49 cm = 27,65 cm yc = dc + ybeton = 28,49 + 10 = 38,49 cm ys = yb + ds = 92,728 + 27,65 2

= 74,014 cm yc` = 28,49 10 = 18,49 cm Ic =


1 x150 203 x 12

= 100000 cm 4 Is = 470341,511 cm 4

Momen inersia setelah komposit It


2 Ic Acxdc + Asxds 2 = Is + + n n

) (

)
2

100000 3000 x 28,49 + = 470341,511 + 8,936 8,936 = 773158,45 cm 4

+ 345,806 x 27,65 2

Kontrol tegangan UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Sebelum komposit

sa

= - sb = -

9884400 M1 = 10209,14 Wx

= - 968,19 < 3200 Kg/cm 2 Setelah komposit Beton = M .y n.I

sa = sb =
Baja

24315900 .38,49 = 135, 465 kg/cm2 < fc= 250 kg/cm2 8,936.773158,45 24315900 .18,49 = 65,075 kg/cm2 < fc= 250 kg/cm2 8,936.773158,45

sa =

M . y 24315900 .18,49 = 773158,45 I M . y 24315900 .74,014 = 773158,45 I

= -581,512 kg/cm2 < fy = 3200 kg/cm2

sa =

= 2327,746 kg/cm2 < fy = 3200 kg/cm2

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Diagram Tegangan Sebelum Komposit

1985,75 kg/cm


2 1985,75 kg/cm
Diagram Tegangan Setelah Komposit
109,796 kg/cm


1937,953 kg/cm 2

2 56,296 kg/cm 2 617,395 kg/cm

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II 12. SHEAR CONNECTOR Karena jembata direncanakan memiliki aksi komposit penuh, sehinnga kekuatan geser total yang diberikan oleh shear connector minimal harus lebih besar dari yang terkecil antara baja total ( Ts Total) dan kekuatan Beton Total (Cc Total). Pada perencanaan jembatab komposit kelas II dengan bentang antar dua perletakan gelagar sederhana = 36 m, yang lebih kecil adalah kekuatan beton total (Cc Total) sehingga : Vh = Cc = 0,85 x fc x Ac = 395080 kg = 870,97 Kips Untuk perencanaan shear connector, dicoba menggunakan stud 1 in x 4 in Data Yang Diketahui : Tebal slab Panjang bentang Mutu Profil (fy) Mutu Profil (fu) Mutu Beton (fc) = 20 cm = 36 m = 320 Mpa = 450 Mpa = 16,6 Mpa = 7,8740 in = 118,34 ft = 46,4 ksi = 65,25 ksi = 2,409 ksi = 2409 Psi

Kontrol Diameter Maksimum Shear Connecyor yang Diizinkan: Diameter maksimum = 2,5 x tf = 2,5 x 1,18 = 2,95 in > 1 in .........OK! Luas Penampang 1 shear connector : Asc = . . D2 =..12 = 0,785 in2 Modulus Elastis Beton (jika diasumsikan beton normal): Ec = Wc1,5 x 33 x = (145)1,5 x 33 x f 'c 2409

= 2828032,156 Psi = 2828,032 Ksi Kuat Geser dari satu Connector (AISC 15-1) UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Qn = 0,5 x Asc x f `cx Ec Asc x fu

= 0,5 x 0,785 in2 x 2,409 ksi x 2828,032 ksi 0,785 in 2 x65,25 ksi = 32,3967 Kips 47,1 Kips Diambil Qn Keterangan : Asc Ec fc fu Qn = Luas penampang melintang 1 shear connector (in2) = Modulus Elastis Beton (ksi) = Kekuatan tarik beton usia 28 hari (ksi) = Kekutan tarik minimum dari 1 stud (ksi) = Kuat geser 1 shear connector (Kips) = 32,3967 Kips

Jumlah shear connector yang dibutuhkan (separuh bentang) : N= Vh 870,97 = = 26,88 28 buah Qn 32,3967

Digunakan 28 buag stud untuk setengah bentang, sehingga untuk seluruh bentang digunakan 56 buah stud Syarat Pemasangan Shear Connector (AISC 15-6) Untuk stud berkepala (semua jarak adalah dari pusat ke pusat) Jarak longitudinal minimum Jarak tranversal minimum Jarak longitudinal maksimum Untuk semua tipe connector Cover beton lateral minimum minimum) Keterangan : d = diameter stud tc = tebal slab beton (slab thickness) = 1 in (tidak ada cover vertikal =6xd =6x1 =4xd =4x1 = 8 x tc = 8 x 7,874 = 6 in = 4 in = 62,992 in

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II Jarak Pendekatan Connector Jika digunakan satu stud tiap bagian, maka jarak pendekatannya adalah : s= (36 / 0,0254) in = 25,31 in 56 buah

6 in < 25,31 in < 62,992 in ......OK! Jika digunakan dua stud tiap bagian, maka jarak pendekatannya adalah : s= (36 / 0,0254) in = 50,617 in (56 / 2) buah

6 in < 50,617 in < 62,992 in ......OK! Jadi untuk perencanaan shear connector, dipasang 2 stud dengan diameter 1 in x 4 in pada tiap bagian

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STUDIO PERANCANGAN II

UNIVERSITAS BRAWIJAYA