Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTEK DESAIN INSTALASI 1

STARTER DIRECT ON LINE (DOL)


KENDALI DUA DAN TIGA KAWAT

Di susun oleh : Muhammad Fandi Wiedyanto NIM. 1131120029 TL D3-1B / 16

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK POLITEKNIK NEGERI MALANG 2012

STARTER DIRECT ON LINE (DOL) DENGAN KENDALI DUA KAWAT DAN TIGA KAWAT

1. Kompetensi dasar 1.1 Menjelaskan konstruksi dan cara kerja starter direct on line. 1.2 Membaca gambar dan menggambar diagram sirkitstarter DOL. 1.3 Mengidentifikasi komponen. 1.4 Memasang dan mengoperasikan starter DOL. 1.5 Memeriksa hasil pengamatan kerja sirkit. 2. Introduksi 2.1 Direct on line (DOL) starter adalah starter (pengasut) yang digunakan untuk mengoperasikan motor induksi rotor sangkar (squirrel cage) tiga fase dengan menghubungkan motor secara langsung ke saluran pencatu (power supply). Starter ini juga disebut full voltage starterkarena motor dihubungkan langsung dengan sumber daya (pencatu) pada tegangan penuh selama periode start. 2.2 Karakteristik DOL starter : Arus start Torsi start : 4 8 In (arus nominal) : 1,5 3 Tn (torsi nominal motor) : 5 30 detik (berat) 2.3 DOL starter dengan kendali dua kawat, berarti bahwa ada dua kawat atau dua kabel yang menghubungkan starter dengan alat kendali (flow switch, limit switch, float switch, temperatur switch atau sensor otomatis lainnya). 2.4 DOL starter yang dikendalikan dengan sistem tiga kawat berarti ada tiga kabel yang menghubungkan starter dengan kendali (push button). 2.5 Sebelum komponen dipasang perlu diperiksa dulu baik secara visual (sifat tampak) maupun kondisi kerjanya dengan menggunakan tester (multimeter dan megger).

Waktu akselerasi : 2 5 detik (normal)

3.

Langkah kerja 3.1 Gambarkan diagram sirkit starter direct on line (DOL) untuk motor induksi rotor sangkar 3 fase asosiasi (gabungan) tiga komponen dengan kendali (1) sistem dua kawat dan (2) sistem 3 kawat. Keterangan : starter DOL asosiasi 3 komponen terdiri dari kontaktor, TOR, dan CB dimana fungsi kontrol dilakukan oleh kontaktor, dan fungsi proteksi beban lebih dilakukan oleh thermal overload relay, sedangkan fungsi proteksi hubung pendek dan isolasi oleh pemutus sirkit (circuit breaker) magnetic. 3.2 Siapkan instrumen (alat ukur) dan komponen-komponen yang akan sigunakan sesuai dengan kebutuhan. a. Peralatan ukur 1 multimeter (AVO) 1 megger 1 tang ampere 1 phase squence indikator b. Komponen 1 kontaktor 3 pole dengan kontak bantu 1 NC (KM1) 1 blok kontak bantu (auxiliary contact block), 2 NO + 2 NC 1 thermal overload relay (F1) 1 unit tombol tekan, satu tombol start I (S1) dan satu tombol stop 0 (S0) 2 lampu indikator, H1 (motor jalan/on) dan H2 (motor overload) 1 motor induksi 3 fase, rotor sangkar, M1 (MV123) 1 power supply 1-fase, dengan MCB (F2) dan indikator polaritas 1 magnetic circuit breaker 3 pole (Q1)

1 unit kabel penghubung

3.3 Periksa komponen starter (gabungan kontaktor dan thermal overload relay), circuit breaker dan motor. 1. Tandai (tuliskan) nomor terminalnya pada simbol komponen di bawah ini. a. Starter

b. Circuit breaker motor.

2. Catat data yang tercantum pada pelat nama (name plate) motor MV123 dan periksa dengan megger. a. Data motor : Manufacture by Jenis Nomor seri Daya Tegangan Arus Putaran Frekuensi : ELIN : Motor induksi ( Induction motor ) : MV123 : 1,5 kW / 20,1 HP : Y 380 / 220 volt : Y 3,8 / 6,6 ampere : 14,5 rpm : 50 Hz

b. Pemeriksaan dengan megger : Pengukuran resistansi lilitan : Phase 1 (U1-U2) = 4,5 Phase 2 (V1-V2) = 4,5 Phase 3 (W1-W2 = 4,5 Pengukuran resistansi isolasi : Phase 1-2 (U-V) = Phase 2-3 (V-W) = Phase 3-1 (W-U) = Phase 1-Ground = Phase 2-Ground = Phase 3-Ground =

M M M M M M

Keterangan : nilai tahanan isolasi minimal 0,38 M

3.

HASIL PENGUJIAN (TEST RESULT) a. Lilitan stator (Windings) : Baik b. Jika jelek apakah : shorted to ground/ shorted turn-turn/ open circuit *)

3.4

Pasang komponen pada papan rakit dan hubungkan komponen-komponen tersebut sesuai diagram sirkit kendali (kontrol) sistem tiga kawat. Selesai memasang dan mengawati (wiring) sirkit kontrol, periksakan hasil pekerjaan kepada pengajar. Apabila pemasangannya sudah benar (dicek dengan multimeter/megger), hubungkan sirkit kendali dengan ke sumber tegangan 1 fase 220 volt (atas perintah pengajar). Coba operasikan dengan melakukan tindakan sesuai perintah dalam tabel 1 dan amati kerja sirkit kendali. Catat hasil pengamatan dalam tabel 1. Beri tanda I (ON) dan O (OFF).

Tabel 1 Hasil pengamatan kerja sirkit kendali (kontrol)

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Tindakan Belum dioperasikan saat kondisi normal Tekan tombol S1 dan lepas Tekan tombol SO dan lepas Operasikan kembali Tombol start S1 Tekan tombol TOR F1 Operasikan kembali Tombol start S1 Tes trip relay beban lebih thermis F1 Tekan lagi tombol S1 Reset thermal overload relay

KM1 O I O I O I O O O

Kondisi H1 O I O I O I O O O

H2 O O O O O O I I O

3.5

Lakukan wiring (pengawatan) sirkit daya sesuai dengan diagram sirkit daya. Selesai mengawati (wiring) sirkit daya, periksakan hasil pekerjaan anda kepada pengajar (cek dengan multimeter/megger). Peringatan : pemerikasaan dengan multimeter (ohm-meter) dan megger harus dalam kondisi bebas tegangan. Periksa tegangan dengan fase sumber tegangan tiga fase dengan voltmeter dan phase squence indicator. Pengukuran besar tegangan dan pemeriksaan urutan phase : 1. Pengukuran tegangan : Phase L1/R-N = 225 V Phase L1/R-L2/S = 375 V Phase L2/S-N = 230 V Phase L1/R-L3/T = 375 V Phase L3/T-N = 230 V Phase L1/R-L1/R = 375 V 2. Pemerikasaan urutan phase : Sesuai

3.6

3.7

Hubungkan sirkit daya dengan ke sumber tegangan 3 fase 380 volt. Ingat bahwa lilitan motor harus terhubung bintang (terminal U2-V2-W2 dijumper). Operasikan dan amati kerja sirkit daya. Catat hasil pengamatan dalam tabel 2. Beri tanda I (ON) dan O (OFF).