Anda di halaman 1dari 4

Derajat / Stadium Klasifikasi Tumor

Assalamualaikum

Wr

Wb,

Mengetahui stadium tumor sangat penting artinya untuk menentukan tindakan apa yang akan diberikan dan juga prognosis penyakit. Beberapa cara menentukan stadium dari tumor, antara lain berdasarkan :
1. 2. 3. 4.

Letak topografi tumor beserta ekstensi dan metastasenya dalam organ Sistem TNM Pentahapan menurut AJCC ( American Joint Committee on Cancer ) Berdasarkan kesepakatan para ahli ( konvensi )

1.

Stadium tumor berdasarkan letak topografi tumor beserta ekstensi dan metastasenya dalam organ :
1.

Stadium lokal : pertumbuhannya masih terbatas pada organ semula tempatnya tumbuh .

Karsinoma in situ : pertumbuhannya masih terbatas intraepitelial, intraduktal, intra lobuler. Istilah ini hanya dikenal pada tumor ganas epitelial.

Infiltrasi lokal atau invasif : tumor padat telah tumbuh melewati jaringan epitel, duktus, atau lobulus, tetapi masih dalam organ yang bersangkutan ( pengertian patologi : telah melewati stratum papilare atau membran basalis ) atau telah menginfiltrasi jaringan sekitarnya ( pengertian klinis : sudah ada perlekatan dengan organ sekitarnya ).

1.

Stadium metastase regional : tumor padat telah metastase ke kelenjar limfe yang berdekatan ( kelenjar limfe regional ). Stadium metastase jauh : tumor padat telah metastase pasa organ yang letaknya jauh dari tumor primer.

2.

Secara klinis kadang kadang dipakai dua sitilah diatas sekaligus untuk menyebut stadium tumor padat yaitu Stadium lokoregional, oleh karena pada kenyataannya sering ditemukan stadium lokal dan regional secara bersamaan pada waktu dilakukan pemeriksaan klinis.

1.

Stadium

tumor

berdasarkan

sistem

TNM

stadium

TNM

Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang sarjana Perancis Piere de Noix, kemudian dipergunakan dan disempunakan oleh UICC ( Union Internationale Contre le Cancere ), dan sejak 1958 sistem ini dipergunakan secara luas di berbagai belahan dunia.

Sistem TNM ini berdasarkan 3 kategori, yaitu : T ( Tumor primer ), N ( Nodul regional, metastase ke kelenjar limfe regional ), dan M ( Metastase jauh ). Masing masing kategori tersebut dibagi lagi menjadi subkategori untuk melukiskan keadaan masing masing kategori dengan cara memberi indeks angka dan huruf di belakang T, N, dan M, yaitu :

T
o o

= Indeks angka :

Tumor Tx, Tis, T0, T1, T2, T3, dan

Primer T4

Indeks huruf : T1a, T1b, T1c, T2a, T2b, T3b, dst

N = Nodul, metastase ke kelenjar regional. o Indeks angka : N0, N1, N2, N3. o Indeks huruf : N1a, N1b, N2a, N2b, dst M = Metastase organ jauh o Indeks angka : M0, M1 o Indeks huruf : Mx

Tiap tiap indeks angka dan huruf mempunyai arti klinis sendiri sendiri untuk setiap jenis atau tipe tumor padat. Jadi arti indeks untuk karsinoma payudara tidak sama dengan karinoma nasofaring, dsb. Pada umumnya arti sistem TNM tersebut adalah sebagai berikut :

Kategori
o o o o o o o

Tumor

Primer

Tx = Syarat minimal menentukan indeks T tidak terpenuhi. Tis = Tumor in situ T0 = Tidak ditemukan adanya tumor primer T1 = Tumor dengan f maksimal < 2 cm T2 = Tumor dengan f maksimal 2 5 cm T3 = Tumor dengan f maksimal > 5 cm T4 = Tumor invasi keluar organ.

Kategori N = Nodul, metastase ke kelenjar regional. o N0 = Nodul regional negative o N1 = Nodul regional positif, mobile ( belum ada perlekatan ) o N2 = Nodul regional positif, sudah ada perlekatan o N3 = Nodul jukstregional atau bilateral. Kategori M = Metastase organ jauh o M0 = Tidak ada metastase organ jauh o M1 = Ada metastase organ jauh o M2 = Syarat minimal menentukan indeks M tidak terpenuhi.

1.

Stadium tumor berdasarkan pentahapan menurut AJCC ( American Joint Committee on Cancer )

Setelah sistem TNM diperkenalkan dan dipakai secara luas pada tahun 1958, kelompok para ahli yang menangani kanker di USA, pada tahun 1959 juga mengemukakan suatu skema pentahapan kanker yang merupan penjabaran lebih lanjut dari sistem TNM. Kelompok para ahli tersebut semula bernama : The American Joint Committee for Cancer Staging and End Results Reporting ( disingkat AJC ). AJC tersebut kemudian berubah nama pada tahun 1980 menjadi American Joint Committee on Cancer ( disingkat AJCC ). Tujuan pembuatan staging kanker tersebut adalah agar lebih praktis dan lebih mudah pemakaiannya di klinik. Buku manual stadium kanker ( Manual for Staging of Cancer ) edisi satu hasil kerja AJCC dipublikasikan pertama kali pada tahun 1977 dan diperbarui setiap beberapa tahun sehingga pada tahun 2002 sudah dikeluarkan edisi 6 sampai saat ini dipakai secara luas.

Staging menurut AJCC ini pertama harus menentukan T, N, M dari tumor padat tersebut sesuai ketentuan yang ada, dan selanjutnya dikelompokkan dalam stadium tertentu yang dinyatakan dalam angka romawi ( I IV ) dan angka arab ( khusus untuk stadium 0 ). Lebih mudahnya, sebagai contoh dapat dilihat staging kanker payudara menurut AJCC pada table berikut

Pentahapan Karsinoma Payudara Menurut AJCC Edisi 6 Tahun 2002 Stadium Stadium 0 Stadium I Stadium II A Stadium II B Tis T1 T0 T1 T2 T2 T3 T0 T1 T3 T3 T4 T4 T4 Sembarang T Sembarang T Deskripsi TNM N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N1 N2 N0 N1 N2 N3 Sembarang N M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1

Stadium III A

Stadium III B Stadium III C Stadium IV

1.

Stadium

tumor

berdasarkan

kesepakatan

para

ahli

Konvensi

Beberapa jenis tumor padat stagingnya didasarkan pada kesepakatan para ahli di bidangnya masing masing . Beberapa contohnya antara lain :

Stadium

Dukes,

untuk

karsinoma

kolorektal

Stadium Ann Arbor, untuk limfoma maligna Stadium FIGO, untuk karsinoma serviks dan tumor ginekologi Stadium Jewett, untuk karsinoma bladder ( kantung kencing ) American staging for prostate cancer, untuk kanker prostat. Staging melanoma maligna menurut Clark, dan Breslow, dll..

( Sumber : Sudoyo, Aru W. 2006 . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . Edisi IV Jilid II . Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI : Jakarta )
Read more: http://dokunimus.blogspot.com/2011/04/derajat-stadium-klasifikasitumor_01.html#ixzz1yyLu1Tzh