P. 1
diagnosa katarak

diagnosa katarak

|Views: 162|Likes:
Dipublikasikan oleh febrisatria

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: febrisatria on Jun 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

B. DIANOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN 1. Nyeri b.

d terputusnya kontinuitas jaringan karena operasi katarak Kriteria Hasil : o Menyatakan nyeri hilang o Menunjukkan postur tubuh rileks, kemampuan istirahat / tidur cukup o Membedakan ketidaknyamanan bedah

Intervensi : a. Dorong pasien untuk melaporkan tipe, lokasi dan intensitas nyeri, rentang skala 1-10 Rasionalisasi : Nyeri dirasakan, dimanifestasikan dan ditoleransi secara individual. b. Pantau TTV Rasionalisasi : Kecepatan jantung biasanya meningkat karena nyeri c. Berikan tindakan kenyamanan Rasionalisasi : meningkatkan relaksasi d. Beritahu pasien bahwa wajar saja , meskipun lebih baik untuk meminta analgesik segera setelah ketidaknyamanan menjadi dilaporkan Rasionalisasi : Danya nyeri menyebabkan tegangan otot yang menggangu sirkulasi memperlambat proses penyembuhan dan memperberat nyeri e. Berikan obat sesuai indikasi Rasionalisasi : Untuk mengontrol nyeri adekuat dan menurunkan tegangan

2. Resiko tinggi terhadap cidera b/dketerbatasan penglihatan, berada di lingkungan yang asing dan keterbatasan mobilitas dan perubahan kedalaman persepsi karena pelindung mata Tujuan: Cidera tidak terjadi. Kriteria hasil: Klien tidak mengalami cidera atau trauma jaringan selama dirawat. Intervesi: a. Orientasikan klien pada lingkungan ketika tiba.

Rasional: Pengenalan klien dengan lingkungan membantu mengurangi kecelakaan. b. Modifikasi lingkungan untuk menghilangkan kemungkinan bahaya.

  

Singkirkan penghalang dari jalur berjalan. Singkirkan sedotan dari baki. Pastikan pintu dan laci tetap tertutup atau terbuka secara sempurna. Rasional: Kehilangan atau gangguan penglihatan atau menggunakan pelindung mata juga apat mempengaruhi resiko cidera yang berasal dari gangguan ketajaman dan kedalaman persepsi.

c.

Tinggikan pengaman tempat tidur. Letakkan benda dimana klien dapat melihat dan meraihnya tanpa klien menjangkau terlalu jauh Rasional: Tinakan ini dapat membantu mengurangi resiko terjatuh.

d. Bantu klien dan keluarga mengevaluasi lingkungan rumah untuk kemungkinan bahaya.      Karpet yang tersingkap. Kabel listrik yang terpapar. Perabot yang rendah Binatang peliharaan Tangga Rasional: Perlunya untuk empertahankan lingkungan yang aman dilanjutkan setelah pulang.

2. Gangguan sensori visual b.d penerimaan sensori terganggu Kriteria Hasil : o Meningkatkan ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu o Mengenal gangguan sensori dan berkompensasi terhadap perubahan o Mengidentifikasi / memperbaiki potensial bahaya dalam lingkungan

Intervensi : a. Tentukan ketajaman penglihatan, catat apakah salah satu atau kedua mata terlibat Rasionalisasi :Kebutuhan individu dan pilihan intervensi bervariasi sebab kehilangan terjadi lambat dan progresif b. Oreintasikan pasien terhadap lingkungan, staf, orang lain di areanya Rasionalisasi : Memberikan peningkatan kenyamanan dan kekeluargaan, menurunkan cemas dan disorientasi pasca operasi c. Dorong orang terdekat tinggal dengan pasien

Rasionalisasi : Memnberikan rangsang sensori tepat terhadap isolasi dan menurunkan bingung. d. Perhatikan tentang suram / penglihatan kabur dan iritasi mata, dimana dapat terjadi bila menggunakan tetes mata Rasionalisasi : Gangguan penglihatan / iritasi dapat berakhir 1-2 jam setelah tetesan mata secara bertahap menurunkan dengan penggunaan ( Doenges,M.E, 2000 : 416 )

3. Resti Infeksi b.d prosedur invasif ( operasi katarak ) Kriteria Hasil : o Meningkatkan penyembuhan luka tepat waktu, bebas drainase purulen, eritema dan demam. o Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah / menurunkan resiko infeksi

Intervensi : a. Diskusikan pentingnya mencuci tangan sebelum menyentuh / mengobati mata Rasionalisasi : Menurunkan jumlah bakteri pada tangan, mencegah kontaminasi area operasi b. Gunakan / tunjukkan tekhnik yang tepat untuk membersihkan bola mata Rasionalisasi : Tekhnik aseptik menurunkan resiko penyebaran bakteri dan kontaminasi silang c. Tekankan pentingnya tidak menyentuh / menggaruk mata yang dioperasi Rasionalisasi : Mencegah kontaminasi dan kerusakan sisi operasi d. Berikan obat sesuai indikasi Rasionalisasi : Digunakan untuk menurunkan inflamasi ( Doenges, M.E, 2000 : 415-416 )

4. Resti Cidera b.d penurunan koordinasi otak Kriteria Hasil : o Menyatakan pemahaman faktor yang terlibat dalam kemungkinan cedera o Menunjukkan perubahan perilaku, pola hidup untuk menurunkan faktor resiko dan untuk melindungi diri dari cedera o Mengubah lingkungan sesuai indikasi untuk meningkatkan keamanan

Intervensi :

a.

Diskusikan apa yang terjadi pada pasca operasi tentang nyeri, pembatasan aktivitas penampilan, balutan mata Rasionalisasi : Membantu mengurangi rasa takut dan meningkatkan kerja sama dalam pembatasan yang diperlukan

b. Beri pasien posisi bersandar, kepala tinggi, miring ke sisi yang tidak sakit sesuai keinginan Rasionalisasi : Menurunkan tekanan pada mata yang sakit c. Anjurkan menggunakan tekhnik manajemen stress Rasionalisasi : Meningkatkan relaksasi dan koping, menurunkan TIO d. Observasi pembengkakan luka, bilik anterior kempes pupil berbentuk buah pir Rasionalisasi : Menunjukkan prolaps iris atau ruptur luka disebabkan oleh kerusakan jahitan / tekanan mata e. Kolaborasi obat sesuai indikasi ( antiemetik, analgesik ) Rasionalisasi : Mencegah cedera okuler, meningkatkan istirahat dan mencegah gelisah ( Doenges,M.E, 2000 : 414-415)

5. Kurang pengetahuan b.d kurang informasi Kriteria Hasil : o Menyatakan pemahaman kondisi / proses penyakit dan pengobatan o Melakukan dengan prosedur benar dan menjelaskan alasan tindakan

Intervensi : a. Kaji informasi tentang kondisi individu, prognosis, tipe prosedur / lensa Rasionalisasi : Meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kerjasama dengan program pasca operasi b. Tekankan pentingnya evaluasi perawatan rutin Rasionalisasi : Pengawasan periodik menurunkan resiko komplikasi serius c. Informasikan pasien untuk menghindari tetes mata yang dijual bebas Rasionalisasi : Dapat bereaksi silang / campur dengan obat yang diberikan d. Dorong aktivitas pengalih seperti mendengar radio, berbincang-bincang, menonton televisi Rasionalisasi : Memberikan masukan sensori, mempertahankan rasa normalitas, melalui waktu lebih mudah bila tidak mampu menggunakan penglihatan secara penuh

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->