Anda di halaman 1dari 7

Artikel Elektronika

PENGUAT TRANSISTOR
Oleh : Rusiyanto, SPd. MPd.

A. Rangkaian Transistor
Transistor merupakan salah satu komponen aktif yang banyak digunakan dalam dunia elektronika. Hampir setiap rangkaian elektronika melibatkan transistor sebagai penguat ataupun sebagai sakelar otomatis. Beberapa rangkaian yang menggunakan transistor sebagai penguat diantaranya Pre-Amp, Tone Control, Amplifier (Penguat Akhir) dll. Secara prinsip bahwa transistor akan bekerja dengan dikendalikan arus basis (IB) yang relative kecil dibandingkan dengan arus IC dan IE. Pada analisa perhitungan arus IB ini dapat diabaikan karena nilainya yang relative kecil, sedangkan pada praktek arus IB harus ada walaupun nilainya relative kecil tetapi dapat menentukan transistor bekerja atau tidak. Hubungan arus pada transistor dapat dilihat sebagai berikut : IE = IC + IB dan IC = x IB. dimana :

IE IC IB

= Arus Emitor = Arus Collector = Arus Basis = Penguatan arus (Perbandingan antara arus Ic dan Ib)

Supaya transistor bisa bekerja denan normal maka perlu menentukan titik kerja penguat transistor dan garis beban AC / DC. Titik keja dan garis beban AC / DC akan menentukan kelaskelas penguat yang akan direncanakan, diantaranya yaitu : Penguat kelas A dimana titik kerjanya sekitar berada ditengah-tengah garis beban. Penguat kelas B titik kerjanya berada pada daerah cut off. Penguat kelas C titik kerjanya berada dibawah daerah cut off. Penguat kelas AB merupakan gabungan antara kelas A dan kelas B yang bekerja secara bergantian dengan tipe trsansistor yang berbeda PNP dan NPN.

B. Analisa Rangkaian DC
Kompenen arus searah (DC) untuk menetukan bias-bias elektroda kaki ransistor sehingga transistor bisa bekerja normal. Perhitungan penguat transistor dapat dilihat dengan analisa sebagai berikut :

Website : http://www.rusiyanto.wordpress.com E-mail : rusiyanto@plasa.com

Artikel Elektronika

+Vcc I1 RC R1 VR1 IC C2 VRC

C1

IB

VCE VBE IE RL VRE RE

I2

VR2 R2

Gambar Rangakaian Penguat Tunggal


Rumus Rumus Dasar :

VR1 VR2 VRC VRE

= I1 . R1 = I2 . R2 = IC . RC = IE . RE

VR2 IE IC

= VBE + VRE = IC + IB = . IB R1 // R2

RB

= R1 + R2

Website : http://www.rusiyanto.wordpress.com E-mail : rusiyanto@plasa.com

Artikel Elektronika
+Vcc RC
IC

VRC

VRB RB VCE
IB

Loop Outpu t

VBE
IE

VB +

Loop Input RE

VRE

Gambar Rangakaian Equivalen DC


Persamaan dari Loop Input : VB VB - VBE . = IB . RB + VBE + IE . RE = IB . RB + IE . RE = IB . RB + (IC + IB) RE = IB . RB + (IB. + IB) RE = IB [RB + { (+1) IB}RE] = IB { RB + ( +1 ) RE } VB VBE IB = RB + ( +1) RE Website : http://www.rusiyanto.wordpress.com E-mail : rusiyanto@plasa.com 3

Artikel Elektronika
Persamaan dari Loop Output :

Vcc

= VRC + VCE + VRE = IC . RC + VCE + IE . RE

Vcc - VCE

= IC . RC + IE . RE = IC . RC + IC . RC = IC ( RC + RE ) IE dianggap = IC

Vcc - VCE IC = RC + RE

Pada saat IC = 0

maka VCE = maximal : Vcc = RC + RE

IC max

Pada saat VCE = 0

maka IC = maximal :

VCE max

= Vcc

Website : http://www.rusiyanto.wordpress.com E-mail : rusiyanto@plasa.com

Artikel Elektronika C. Analisa Rangkaian AC V

Teg. eff

ic vce

t
Ic Vce

ICq VCEq

t
Persamaan : ic vce = Ic - ICq = Vce - VCEq ic ib

ie

RC // RL

RB

RE

Rangkaian Equivalen AC
Website : http://www.rusiyanto.wordpress.com E-mail : rusiyanto@plasa.com 5

Artikel Elektronika
Persamaan : ic . RC // RL + vce + ie . RE ic . RC // RL + ie . RE ic ( RC // RL + RE ) Subtitusi : ic ( RC // RL + RE ) ( Ic - ICq ) ( RC // RL + RE ) Pada saat Ic = 0 = - vce = - ( Vce - VCEq ) = 0 = - vce = - vce ie ic

maka Vce = maximal = - ( Vce - VCEq ) = - ( Vce - VCEq ) = Vce - VCEq

( 0 - ICq ) ( RC // RL + RE ) - ICq ( RC // RL + RE ) ICq ( RC // RL + RE ) Vce max Pada saat Vce = 0

= ICq ( RC // RL + RE ) + VCEq maka Ic = maximal

( Ic - ICq ) ( RC // RL + RE ) = - ( Vce - VCEq ) ( Ic - ICq ) ( RC // RL + RE ) = - ( 0 - VCEq )

( Ic - ICq ) ( RC // RL + RE ) = VCEq VCEq Ic - ICq = RC // RL + RE VCEq Ic max = RC // RL + RE


+

ICq

Website : http://www.rusiyanto.wordpress.com E-mail : rusiyanto@plasa.com

Artikel Elektronika
D. Gambar Titik Kerja dan Garis Beban AC / DC

IC (mA) Ic max Garis Beban AC IC max

ICq

Titik Kerja

Garis Beban DC Vcc (Volt) VCEq Vce max VCE max

Website : http://www.rusiyanto.wordpress.com E-mail : rusiyanto@plasa.com