Anda di halaman 1dari 3

Susah masuk gigi : hal ini mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal, sebelum dapat mengetahui sumber

kerusakan kita harus dapat mengetahui ciri2 atau gejala2 yang terjadi. Gejala2 yang mungkin terjadi antara lain adalah : * Susah masuk gigi Vosneling baik saat mesin dimatikan maupun di hidupkan : hal ini berarti terdapat kesalahan pada sistem mekanik pengoper gigi hal ini dapat berupa tongkat yang sudah oblak, sift cable atau kabel gigi yang sudah rusak atau putus atau mekanisme pengoper gigi didalam gearbox. * Kopling susah masuk gigi hanya pada saat mesin di hidupkan atau dinyalakan, namun mudah jika mesin dimatikan : dalam hal ini ada 2 kemungkinan kerusakan yang pertama adalah Kerusakan terjadi pada mekanisme pendorong clutch release bearing yaitu : master kopling atas bawah, atau kabel kopling yang masih menggunakan kabel, Fork/garpu kopling retak, bushing fork dan atau clutch release bearing atau drek lahar itu sendiri. Kemungkinan yang kedua adalah kerusakan terjadi pada Clutch cover atau dekrup, biasanya ada ciri2 tambahan jika kerusakan terjadi pada dekrup anda yaitu biasanya akan lebih susah masuk gigi lagi setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh atau kondisi dekrup sudah panas, gigi akan semakin susah di pindahkan. * Kopling bergetar saat pertama mau jalan : 90% hal ini terjadi karena penggunaan Clutch disc atau plat kopling yang kurang bagus (pantekan atau imitasi murahan), 10% fly wheel bergelombang. * Suara mesin besar (rpm tinggi) tapi mobil ga mau lari (acceleration kurang) : 80% hal ini terjadi karena platkopling anda sudah tipis, dan lebih parah lagi akan timbul bau "sangit" ketika kita memaksa untuk accelerasi. 20% Fly wheel aus atau "legok" hal ini biasanya terjadi karena penggunaan plat kopling yang kurang bagus bahanya (imitasi). * Terdengar suara2 dari transmisi : ada beberapa jenis suara yang mungkin timbul dalam transmisi antaralain 1. Bunyi Clutch release Bearing = bunyi dari drek lahar ini akan terdengar ketika kita menginjak kopling saat mesin hidup, dan akan hilang suaranya ketika kita melepas kopling. 2. Bunyi Pilot bearing = Akan terdengar saat mesin dihidupkan meskipun kita menginjak kopling atau tidak. 3. Bunyi pada saat jalan = jika kedua bunyi diatas dapat didengar tanpa pergerakan kendaraan, jenis bunyi yang ketiga ini hanya dapat didengar pada saat kendaraan melakukan pergerakan. Bunyi ini berasal dari bearing didalam gearbox anda. 4. Bunyi mendesing pada gigi tertentu = hal ini terjadi karena terdapat kerusakan pada pasangan gigi yang bunyi tersebut kemungkinan gigi sudah aus atau rompal sehingga memberikan rongga udara yang dapat menimbulkan bunyi mendesing. Jika anda mendapati masalah diluar dari gejala yang saya sebutkan mohon bertanya dan berbagi lewat email : disini, agar kami dapat mengembangkan wawasan kami lagi dan dapat menambah artikel ini sehingga berguna bagi yang lain.

ngan Gantung Kaki di Pedal untuk Transmisi Manual Mobil dengan transmisi manual atau matik mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Perlakuannya pun tidak boleh sembarangan. Masalah akibat distorsi pada transmisi kerap muncul tanpa disadari oleh pemilik mobil. Biasanya, tindakan-tindakan yang tidak tepat dapat menyebabkan transmisi tidak awet. Efeknya mungkin tidak terasa dalam waktu dekat. Tapi, pada lima tahun pemakaian, gigi akan langsung bermasalah. Untuk matic, bisa gampang selip. Sedangkan untuk mobil manual, gigi bisa retak. Tapi tak perlu kita khawatir. Karena Ivan Setyadharma, pemilik bengkel CX Autoworks, akan memberikan solusi untuk tindakan preventif. Baik untuk manual maupun matic. Mudah dan solutif! Berikut beberapa sarannya. Manual Ada tip khusus untuk mobil dengan transmisi manual.

Usahakan kaki tidak menggantung di pedal kopling. Baik saat gigi sedang masuk atau kondisi mobil berjalan. Sebab, hal itu bakal mempercepat ausnya kopling. Hati-hati sewaktu kita berada di jalan yang menanjak atau macet. Usahakan tidak memainkan kopling dan gas untuk menjaga posisi mobil. Lebih baik gunakan rem tangan sambil menunggu mobil di depan kita berjalan. Hal tersebut di atas dimaksudkan agar kopling tidak bekerja terlalu keras. Jangan lupa untuk melakukan penggantian oli gardan dan kopling secara teratur. Sebaiknya, dilakukan sebelum 15 ribu km.

Matik Sistem mobil matik tentu berbeda dengan manual.

Jangan bermain-main transmisi agar lebih awet. Memindah-mindahkan gigi dalam kondisi tidak jelas bisa mempercepat kerusakan. o Misal, tiba-tiba menetralkan posisi gigi atau bahkan memindah transmisi dari D ke N. Biasanya, hal ini sering kita lakukan saat berada di lampu merah. Memang kita berpikir, apa salahnya memindah ini. Toh hanya sebentar. Tapi, hal ini secara tidak disadari dapat mempercepat aus-nya gigi-gigi. Biasanya, hal seperti ini dilakukan orang yang terbiasa memakai mobil manual. Kemudian mereka beralih ke mobil matik.

Jika memang harus menunggu lama di lampu merah, lebih baik menaruh tuas di posisi N. Jika memang hanya sebentar atau dalam kondisi macet, usahakan ditahan dalam posisi D. Sebab, jika terlalu sering dipindah-pindah dari D ke N atau sebaliknya, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, gigi akan aus.

Dalam kondisi parkir, orang sering memindah posisi gigi dari D ke R. Padahal mobil belum berhenti 100 persen. Harusnya, mobil berhenti dulu baru tuasnya dipindah. Satu hal lagi yang wajib diingat. Jangan melintasi area banjir ketika memakai mobil matik. Kalau memang terpaksa, lebih baik taruh transmisi di posisi D dan jalankan seperti biasa. o Jangan lantas memindah-mindah dari posisi N lalu dikembalikan lagi ke D. Jika kita berpikir agar air nggak bikin mesin mati, justru itu keliru. Sebab, tindakan seperti itu justru memancing air masuk ke transmisi.