Anda di halaman 1dari 16

KASUS By.

I datAng dengan usia 23 hari berjenis kelamin perempuan dan beragama Islam MRS pada tanggal 15 juli 2009 pukul 14.30 diantar ayahnya Ny.H yang berumur 34 thn, beragama Islam dan berpendidikan SMA. Ny.H mengatakan bahwa By.I bibirnya membiru, menangis kurang dan reflek hisap lemah. Pada tanggal 16 juli dilakukan pengkajian pemeriksaan fisik didapatkan bahwa bentuk kepala simetris, sutura cekung, konjungtiva tampak anemis, sclera ikterik, telinga, hidung dan mulut tampak simetris, reflek hisap dan reflek telan lemah dan tidak ada pembengkakan pada kelenjar tiroid. Pada system pernafasan didapatkan pernafasan dada, terlihat adanya tarikan iga dan ronchi. Di dapatkan nadi 148x/menit,pernapasan 68x/menit, suhu 38,5 0c, akral dingin dan capilari >2 detik. Pola BAB By.I 1x/2 hari, konsistensi lembek dan berwarna kuning sedangkan pola BAK 3x sehari, konsistensi cair dan berwarna kekuningan. By.I di diagnose penyakit sepsis neonatrium. Ny.h sangat khawatir dan cemas dengan keadaan bayinya sehingga Ny.H sering bertanya kepada perawat.

PENGKAJIAN Tanggal masuk Jam masuk Diagnosa Medis Tanggal pengkajian : 15 J uli 2009 : 14.30 Wib : Sepsis Neonatorum : 16 Juli 2009

1. Data Biografi 1. Identitas pasien 1. Nama lengkap 2. Umur ( hr / bl / thn ) 3. Jenis kelamin 4. Suku Bangsa 5. Bahasa yg digunakan 6. Agama 7. Pendidikan

:By. I :23 Hari : Perempuan : Indonesia : :Islam :

1. Identitas orang tua 1. Nama ayah / ibu / wali 2. Umur 3. Pendidikan 4. Agama 1. Riwayat Kesehatan Pasien

:Ny. H :34 Tahun :SMA :Islam

1. Riwayat Penyakit Sekarang

Sianosis sentral, Apnoe, Reflek hisap kurang / lemah kejang 1. Keluhan utama Bibir membiru Menangis kurang Reflek hisap lemah Demam ( suhu 38,50 C ) :

1. Pemeriksaan Fisik 1. Kepala Bentuk Sutura Konjungtiva Sklera Telinga Hidung Mulut : Simetris : Cekung : Tampak Anemis : Ikterik : Simetris : Simetris : Simetris

Reflek hisap Reflek telan Leher

: Lemah : Lemah : Tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid

1. Sistem pernafasan Tipe nafas Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Pernafasan dada : Terlihat adanya tarikan iga : : -

: Ronchi

1. Sistem cardiovaskuler Bunyi Jantung Nadi : : 148 X/ menit

Suhu Akral Capilari refill

: 38,50C : Dingin : > 2 detik

1. Sistem Gastroinstestinal Buang Air Besar Pola Konsistensi Warna 1. Sistem Perkemihan Pola Konsistensi Warna : Ganti Pampers 3 X Sehari : Cair : Kekuningan. : 1 X / 2 hari : Lemeik : Kuning

1. ANALISA DATA

NO

ANALISA DATA Data Subjektif :

ETIOLOGI

MASALAH KEPERAWATAN

- Keluarga mengatakan bibir bayi membiru sejak tadi pagi.

- Berkurangnya suplai oksigen ke otak

Perfusi cerebral

Data Objektif : - Bayi tampak sianosis

2. Data Subjektif : -Proses Invasi bakteri - Keluarga mengatakan bayi demam didalam darah sudah 2 hari - Peningkatan suhu tubuh

Data Objektif : - Hypertermi, Suhu : 38,5 C - Nadi : 148 X / Menit - Pernafasan : 68 X / menit

3.

Data Subjektif -Keluarga mengatakan cemas dengan keadaan bayinya. - Defisit pengetahuan tentang penyakit -cemas

Data Objektif : - Keluarga tampak gelisah / cemas dan sering bertanya tentang perkembangan kesehatan bayinya.

Prioritas Diagnosa : 1. Gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan berkurangnya suplai oksigen ke otak. 2. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan efek endotoksin, perubahan regulasi temperature,dehidrasi, peningkatan metabolisme. 3. Kecemasan orang tua berhubungan dengan kurang terpapar informasi

1. INTERVENSI

NO DX 1

TUJUAN / KRITERIA Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan perfusi jaringan kembali normal, dengan kriteria : Sianosis berkurang RR 30 60 x / menit

RENCANA TINDAKAN - Observasi Tanda Tanda Vital

RASIONAL - Untuk mengetahui keadaan Umum bayi

- Pantau frekwensi dan irama jantung,perhatikan disritmia

- Disritmia jantung dapat terjadi sebagai akibat dari hipoksia

- Kaji frekwensi nafas, kedalaman dan kwalitas

- Peningkatan pernafasan terjadi sebagai respon terhadap efek-efek langsung endotoksin pada pusat pernafasan didalam otak.

- Kaji perubahan warna kulit, suhu, kelembaban

-Mengetahui status syok yang berlanjut

- Kolaborasi dalam

- Mempertahankan perfusi

pemberian cairan parenteral

jaringan.

2.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan, suhu tubuh dalam keadaan normal dengan kriteria : Temp : 36,5 37,2C Tidak ada kejang Dehidrasi berkurang

- Kolaborasi dalam pemberian obat

- Mempercepat proses penyembuhan

- Pantau suhu pasien

- Suhu diatas 38C menandakan proses penyakit infeksi akut. - Agar kebutuhan cairan terpenuhi

- Beri asupan minuman sesuai kebutuhan dan jadwal

- Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan

- Mengurangi demam dengan aksi sentral pada hipotalamus.

- Beri penyuluhan tentang penyakit dan perawatan bayinya

- Dengan mengetahui keadaan penyakit dan perawatan yang akan dilakukan keluarga dapat menerima segala tindakan yang diberikan.

3.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam, keluarga mengerti tentang penyakit dan perawatan yang akan diberikan kepada bayinya dengan kriteria : - Keluarga tampak tenang

- Berikan penjelasan setiap akan dilakukan tindakan perawatan

- Informasi yang jelas akan mengurangi kecemasan keluarga.

- Diskusikan tentang keadaan dan program2 pengobatan yang akan dilakukan di Rumah Sakit. -Ciptakan hubungan yang baik dengan keluarga klien

-Komunikasi secara terbuka dalam memecahkan masalah akan mengurangi kecemasan. - Hubungan yang baik akan meningkatkan partisipasi keluarga dalam merawat bayi.

- Keluarga mengerti tentang penyakit bayinya.

1. IMPLEMENTASI

No Hari / Tanggal / Jam DX 1 Jumat/17.7.2009/ 10.00

Implementasi Memantau Tanda Tanda Vital : Temp : 38C Nadi : 148 x / menit RR : 68 x / menit

- Mengamati perubahan warna kulit, kelembaban - Mengatur posisi bayi sedikit lebih ekstensi dengan mengganjal bantal dibawah bahu.

- Memantau intake dan output 2 Pukul 11.00 wib -Mengecek residu lambung -Memberi bayi minum PASI 15 cc -Mengobservasi tetesan infuse : D5 NS

Pukul 13.30 wib

- Memberikan penyuluhan / penjelasan kepada keluarga klien tentang penyakit yang diderita bayinya dan tindakan keperawatan yang diberikan.

1. EVALUASI

No Hari / Tanggal / Jam DX 1 Jumat/17.7.2009/16.30

Evaluasi ( Formatif ) S : Keadaan umum bayi masih lemah

O: Sianosis berkurang, apnoe berkurang, reflek hisap Mulai membaik,fekwensi kejang berkurang

A: Sebagian masalah sudah teratasi

P: Tindakan keperawatan dilanjutkan : Memberikan O, NC : 0,5 1 L/menit Mengobservasi TTV Pertahankan posisi ektensi Melanjutkan therapy hasil kolaborasi

2. Pukul 17.00 wib

S : Keadaan Umum bayi masih lemah O: Suhu : 37C. Nadi 148 x/menit, RR 60 x/ menit A: Sebagian masalah sudah teratasi P: Tindakan keperawatan dilanjutkan : - Pemberian asupan cairan yang sesuai kebutuhan dan jadwal