Anda di halaman 1dari 17

Pemilihan Portofolio yang Optimal

Christian Gunadhi Prima Agustiawan Made Habibie Dedde Bayu Wirasanjaya Dito Wibisono

C1C108053 C1C108058 C1C108097 C1C108099 C1C108101

Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin 2011 / 2012

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Harapan kami semoga Makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah ini.

Daftar Isi

Kata Pengantar ...................................................................................................................... i Daftar Isi ............................................................................................................................... ii BAB I Latar Belakang Penulisan ..................................................................................................... 1 Batasan Masalah ................................................................................................................... 2 Tujuan Penulisan ................................................................................................................... 2 Metode penulisan .................................................................................................................. 2 BAB II Definisi Portopolio ................................................................................................................ 3 Konsep dasar pembentukan portopolio ................................................................................. 3 Portopolio Optimal ............................................................................................................... 3 Fungsi Utilitas & Kurva Indiferens .......................................................................................4 Aset berisiko dan aset bebas risiko ....................................................................................... 5 Memilih Portofolio Dari Aktiva Berisiko . 5 Membentuk Portofolio Markowitz yang Efisien .. 6 Portofolio yang Efisien dan Portofolio yang Mungkin . 6 Memilih suatu Portofolio dalam Markowitz Efficient Frontier (MEF) .... 8 Model Indeks Tunggal: Penyederhanaan Analisis Portofolio .............................................. 9 BAB III Kesimpulan ... 13 Daftar Pustaka .... 14

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Penulisan Perkembangan dan pertumbuhan industri serta dunia usaha membutuhkan dukungan di sector perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank. Pasar modal merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang dapat memperlancar pengelolaan aktiva financial. Pihak perusahaan memiliki kesempatan untuk memperolah tambahan dana dengan membuat perusahaannya menjadi perusahaan go public, sedangkan investor mempunyai kesempatan untuk ikut memiliki perusahaan dengan membeli saham-saham dari perusahaan yang sudah go public tersebut. Pasar modal merupakan salah satu wahana dan alternative dalam melakukan investasi. Investor melakukan investasi di pasar modal dengan harapan akan mendapatkan keuntungan, berupa capital gain dan deviden. Capital gain terjadi bila harga jual saham lebih tinggi dibandingkan harga belinya. Sedangkan deviden adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham dan ditentukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham berlangsung. Investasi di pasar modal juga memiliki resiko, berupa kerugian yang tidak diprediksi sebelumnya. Ini adalah resiko didalam melakukan investasi. Keuntungan dan kerugian tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan investor dalam menganalisis harga saham dilihat dari factor internal, yakni keadaan perusahaan go public, dan factor eksternal, seperti tingkat inflasi, suku bunga, suhu politik, serta tingkat pertumbuhan ekoniomi suatu negara. Setiap investor pada dasarnya memiliki sikap dan sifat rasional, dimana ada kecenderungan menghindari resiko (risk averter). dan menyukai resiko (risk seeker). Hal ini terlihat para investor menginginkan tambahan keuntungan lebih besar untuk setiap tingkat resiko yang dihadapi. Para investor tidak mengetahui secara pasti hasil apa yang akan diperoleh dari kegiatan investasinya, bahkan mereka tidak mengetahui dengan pasti jenis sekuritas mana yang akan dipilih untuk mengalokasikan dananya, dan berapa besar proporsi dana yang dialokasikan untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang maksimal dengan resiko kerugian yang seminimal mungkin. Strategi yang dapat dilakukan oleh para investor dalam melakukan investasi di pasar modal adalah dengan membentuk portofolio. Dengan strategi ini, maka kerugian dapat lebih tersebar karena kerugian pada salah satu saham yang dibeli dapat ditutupi oleh keuntungan pada saham lainnya.
4

Investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan di masa depan. Agar harapan tersebut tercapai, maka sebelum memasuki dunia investasi diperlukan pengetahuan di bidang investasi. Pengetahuan ini penting sebagai pegangan ketika akan memasuki dunia investasi yang penuh resiko dan ketidakpastian. Modal dan pengetahuan belumlah cukup untuk membuat investasi berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Satu hal lain yang diperlukan adalah ketepatan dan strategi dalam pemilihan berbagai instrumentinvestasi yang ada.

Batasan Masalah Dalam makalah yang kami tulis ini, dengan judul Pemilihan portopolio optimal hanya akan membahas mengenai pemilihan portopolio yang optimal.

Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulis dalam meyusun makalah ini, antara lain: Memenuhi tugas matakuliah manajemen investasi. Sebagai bahan pembelajaran bersama mengenai pemilihan portopolio yang optimal. Sebagai bahan diskusi bersama agar lebih memahami mengenai pemilihan portopolio yang optimal.

Metode penulisan Dalam melakuan penulisan makalah ini kami melakukan metode penulisan dengan metode pengumpulan data melalui media internet dan metode keperpustakaan.

BAB II PEMBAHASAN

Definisi Portopolio Sebelum membahas mengenai pemilihan portopolio yang optimal kita sebaiknya memahami terlebih dulu mengenai portopolionya sendiri. Portofolio merupakan investasi pada beberapa alat investasi, bisa sejenis, bisa juga tidak sejenis, yang tujuannya adalah menghindari resiko dan menghasilkan pendapatan sesuai dengan tujuannya. Sedangkan pada intinya portofolio adalah suatu kegiatan investasi yang dilakukan pada lebih dari satu asset, dimana gabungan dari berbagai asset tersebut bertujuan mengurangi resiko dari investasi, tanpa mengurangi hasil atau keuntungan. Dan sedangkan bila dalam portofolio yang efisien dapat diartikan sebagai portofolio yang memberikan tingkat pengembalian yang diharapkan pada tingkat optimal dengan suatu tingkat resiko tertentu, atau portofolio yang memberikan suatu tingkat resiko minimal, pada tingkat pengembalian yang diharapkan.

Konsep dasar pembentukan portopolio Sebelum memahami pembentukan portopolio sebaiknya kita memahami konsep dasarnya terlebih dahulu. Ada tiga konsep dasar yang harus diketahui untuk mempermudah memahami dalam pembentukan portopolio yaitu : Portofolio yang efisien dan optimal Fungsi kegunaan dan kurva indiferens Aktiva beresiko dan aktiva bebas resiko Dalam pembentukan portofolio investor berusaha memaksimalkan pengembalian yang diharapkan dari investasi dengan tingkat resiko tertentu yang dapat diterima portofolio yang efisien.

Portopolio Optimal Secara inti Portofolio optimal adalah portofolio yang efisien yang memberikan manfaat maksimal bagi investor. Portofolio yang optimal adalah portofolio yang dipilih dan disukai oleh investor karena memberikan manfaat tertinggi, jadi dari berbagai portofolio yang efisien namun hanya ada satu portofolio yang optimal.

Didalam suatu kumpulan portofolio yang efisien, terdapat satu portofolio yang optimal, yaitu portofolio yang dapat memberikan keuntungan yang maksimal dengan resiko yang seminimal mungkin. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan suatu portofolio agar dapat dikatakan optimal. Salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan Sharpe Ratio dan Treynor Ratio. Kegunaan dari Sharpe Ratio adalah: a. Mengukur return per unit dari total resiko yang diterimanya. b. Semakin tinggi nilai Sharpe ratio, maka makin baik pula performa dari suatu portofolio, sehingga dapat dikatakan optimal. c. Portofolio dapat diperingkatkan dari yang terbaik (Sahrpe Ratio besar) sampai yang terburuk (Sharpe Ratio kecil) Dengan menggunakan rumus Sharpe tersebut, maka dapat dipilih saham-saham apa saja yang akan diportofoliokan. Demikian pula dalam hal menentukan berapa besar proporsi saham-saham dalam portofolio yang optimal. Sehingga dapat dikatakan bahwa portofolio yang memiliki nilai Sharpe Ratio tertinggi merupakan portofolio yang optimal. Sedangkan metode Treynor Ratio adalah metode yang menggunakan pendekatan ratio antara excess return terhadapa beta. Yang dimaksud dengan excess return adalah kelebihan return suatu saham terhadap tingkat pengembalian dari aktiva bebas resiko. Proses pemilihan portofolio mungkin dibagi menjadi dua tingkat. Tingkat pertama dimulai dengan observasi serta pengalaman dan diakhiri dengan keyakinan mengenai kinerja masa depan saham-saham yang tersedia. Tingkatan yang kedua dimulai dengan kepercayaan mengenai kinerja masa depan dan diakhiri dengan pemilihan portofolio.

Fungsi Utilitas & Kurva Indiferens Dalam ilmu ekonomi, fungsi utilitas sering diartikan sebagai suatu fungsi matematis yang menunjukkan nilai dari semua alternative pilihan yang ada. Semakin tinggi nilai suatu alternatif pilihan, semakin tinggi utilitas alternatif tersebut. Dalam konteks manajemen portofolio, fungsi utilitas menunjukkan preferensi seorang investor terhadap berbagai pilihan investasi dengan masing-masing risiko dan tingkat return yang diharapkan.

Aset berisiko dan aset bebas risiko Investor bisa memilih salah satu atau kombinasi dari keduanya Aset berisiko : aset yang tingkat return aktualnya di masa depan masih mengandung ketidakpastian Misal : investor membeli saham P.T. Aneka Tambang, pada masa satu tahun ke depan , investor tersebut masih belum tahu berapa return yang didapatnya Aset yang bebas risiko, tingkat return sudah bisa dipastikan, misal SBI Bila investor menginvestasikan dananya dalam bentuk obligasi jangka panjang pemerintah misal dalam jangka waktu 20 tahun Ada risiko yang terkandung di dalamnya yaitu penurunan tingkat suku bunga.

MENENTUKAN EFISIEN SET UNTUK MEMPEROLEH OPTIMAL BERDASARKAN MODEL MARKOWITZ Memilih Portofolio Dari Aktiva Berisiko

PORTOFOLIO YANG

Diversifikasi yang disarankan oleh Markowitz mengacu pada pembentukan portofolio yang memiliki tingkat pengembalian tertinggi pada tingkat risiko tertentu. Portofolio semacam itu disebut Markowitz Efficient Portofolio (MEP). Untuk membentuk MEP, teori ini menggunakan beberapa asumsi dasar mengenai perilaku pemilihan aktiva. Pertama, diasumsikan hanya ada dua parameter yang mempengaruhi keputusan investor, yaitu pengembalian yang diharapkan dan varians. Maka, investor membuat keputusan dengan menggunakan model dua parameter yang dirumuskan oleh Markowitz. Kedua, diasumsikan investor cenderung menghindari risiko (yaitu jika menghadapi pilihan dua pilihan investasi dengan tingkat pengembalian yang sama, maka dipilih investasi dengan risiko yang lebih kecil). Ketiga, diasumsikan investor akan memilih portofolio yang menawarkan pengembalian tertinggi dengan tingkat risiko tertentu. Keempat, diasumsikan selurh investor memiliki pengharapan yang sama dalam hal pengembalian diharapkan, varians dan kovarians bagi aktiva berisiko. Asumsi ini disebut dengan asumsi pengharapan sama. Kelima, diasumsikan bahwa selurh investor memiliki periode waktu investasi yang sama.

Membentuk Portofolio Markowitz yang Efisien Teknik pembentukan MEP dari sejumlah besar saham membutuhkan sejumlah besar perhitungan. Dalam portofolio sekuritas G, ada kovarians unik (G2-G)/2. Oleh karena itu, untuk portofolio dari 50 sekuritas, ada 1.224 kovarians yang harus diperhitungkan. Sedangkan bagi 100 sekuritas, ada 4.950 kovarians. Lebih jauh lagi, untuk mencari portofolio dengan risiko terkecil pada setiap tingkat pengembalian, harus digunakan tehnik perhitungan matematis yang disebut program pengkuadratan(quadratic programming = QP) dan pakai computer. Tehnik QP sendiri tidak akan dibahas. Bagaimanapun, masih dimungkinkan untuk mengilustrasikan gambaran umum pembentukan MEP dengan menggunakan portofolio dua aktiva yang terdiri dari saham C dan saham D. Ingat kembali bahwa bagi dua aktiva, saham C dan D pada Tabel 4-1. Tabel 4-1. Pengembalian Diharapkan dari Portofolio dan Deviasi Standar pada Berbagai Proporsi Saham C dan D

Berdasarkan kombinasi saham C dan D yang ada, selanjutnya akan dimungkinkan pengenalan terhadap gagasan pemikiran dari portofolio yang mungkin dan portofolio yang efisien.

Portofolio yang Efisien dan Portofolio yang Mungkin Portofolio yang mungkin adalah portofolio yang dapat dibentuk oleh investor dari aktiva yang tersedia. Kumpulan portfolio yang mungkin disebut dengan serangkaian portofolio yang mungkin digambarkan sebagai kurva yang menunjukkan kombinasi risiko dan pengembalian yang dapat dicapai dengan jalan membentuk portofolio dari kombinasi dua aktiva yang tersedia. Dalam Gambar 4-1 serangkaian portofolio yang mungkin dinyatakan

sebagai kombinasi saham C dan D dengan E(Rp) dan SD (Rp) ditunjukkan pada Tabel 4-1 dan ditunjukkan oleh kurva 1-5

Jika dipertimbangkan untk membuat kombinasi lebih dari dua aktiva, maka rangkaian portofolio yang mungkin tidak lagi berbentuk garis kurva, namun akan ditunjukkan sebagai wilayah berbayang-bayang dalam gambar 4-2.

Berlawanan dengan portofolio yang mungkin, portofolio efisien Markowitz adalah portofolio yang memberikan tingkat pengembalian tertinggi di antara portofolio yang memberikan tingkat pengembalian tertinggi di antara portofolio yang ada dengan tingkat risiko yang sama. Portofolio efisien Markowitz disebut juga mean-variance efficient Markowitz. Jadi untuk setiap tingkat risiko terdapat portofolio efisien Markowitz. Kumpulan dari seluruh portofolio efisien disebut kumpulan portofolio yang efisien Markowitz. Hal ini dapat ditunjukkan secara grafis pada Gambar 4-1. Kombinasi saham C dan D terletak pada bagian kurva 2-5 dalam gambar. Kombinasi saham C dan D yang efficient Markowitz ini menawarkan pengembalian tertinggi dengan tingkat risko tertentu.

10

Gambar 4-3 juga menunjukkan kumpulan portofolio efisien Markowitz. Seluruh portofolio pada kumpulan portofolio efisien Markowitz mengalahkann portofolio pada wilayah berbayang-bayang.

Kumpulan portofolio efisien Markowitz disebut kumpulan portofolio efisien Markowitz karena secara grafis seluruh portofolio tersebut terletak pada batas serangkaian portofolio yang mungkin yang memiliki pengembalian maksimal untuk tingkat risiko tertentu. Setiap portofolio di atas kumpulan portofolio efisien Markowitz tidak dicapai. Sedangkan portofolio di bawah kumpulan portofolio efisen Markowiz tidak sebaik portofolio pada kumpulan portofolio Markowitz.

Memilih suatu Portofolio dalam Markowitz Efficient Frontier (MEF) Setelah pembentukan MEF, langkah selanjutnya adalah menentukan portofolio yang optimal. Seorang investor ingin mengelola salah satu portofolio dari MEF. Perhatikan bahwa portofolio-portofolio pada MEF menunjukkan adanya timbal balik antara risiko dan pengembalian. Jika suatu portofolio pada MEF berada semakin ke kanan, maka semakin meningkat risiko yang dihadapinya demikian pula dengan pengembalian yang diharapkan. Portofolio terbaik untuk dikelola adalah portofolio yang optimal. Portofolio optimal seharusnya bergantung pada preferensi investor yang berkaitan dengan trade-off antara risiko dan pengembalian yang dimilikinya. Sebagaimana yang dijelaskan pada bagian awal bab ini, preferensi ini dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi kegunaan. Dalam gambar 4-3, ada tiga kurva indiferen menunjukkan kombinasi risiko dan pengembalian yang diharapkan yang memberikan tingkat kegunaan yang sama. Semakin jauh kurva indiferen dari suatu sumbu horizontal, semakin tinggi kegunaan/kepuasan.
11

Gambar 4-4. Pemilihan Portofolio yang Optimal dengan Kurva Indeferen yang Berbeda

U1,U2,U3 = kurva-kurva yang tidak berbeda dengan U1<U2<U3 PMEF = portofolio yang optimal pada MEF

Ketidakmampuan dalam mengukur fungsi kegunaan bukan berarti teori yang ada tidak baik. Maksudnya adalah pada saat investor membentuk MEF, investor secara subyektif akan menentukan portofolio mana yang sesuai dengan toleransi risiko yang bersedia dihadapinya.

MODEL INDEKS TUNGGAL: PENYEDERHANAAN ANALISIS PORTOFOLIO Setelah membahas Markowitz, tentang bagaimana teori-teori portfolio modern, efficient Frontier, dan pemilihan portfolio optimal, disini akan dibicarakan penyederhanaan teori portfolio modern yang dikemukakan oleh Harry Markowitz pada tahun 1956. penyederhanaan bukan hanya dalam artian input yang dipergunakan, tetapi juga bagaimana menaksir input yang diperlukan untuk analisis. Mean variance model mempunyai kelemahan dalam 2 hal. Pertama kita perlu menaksir variabel yang sangat banyak kalau kita memebentuk portfolio dengan jumlah sekuritas yang memadai. Sebgaia misal kalau portfolio kita terdiri dari 20 sekuritas, maka kita perlu menaksir 20(20-1)/2 190 covariances. Kedua, nilai koefisien korelasi (yang sangat penting untuk penentuan risiko portfolio) sangat sulit ditaksir dengan menggunakan data historis. Artinya, koefisien korelasi periode yang lalu mungkin sekali sangat berbeda dengan koefisien korelasi saat ini. Model indeks tunggal mencoba mengatasi hal tersebut, model indeks tunggal mendasarkan diri pada pemikiran bahwa tingkat keuntukngan suatu sekuritas dipengaruhi

12

oleh suatu tingkat keuntungan portfolio pasar. Dengan menggunakan model indeks tunggal bisa diredusir jumlah varibel yabg ditaksir. Asumsikan perubahan pasar bisa dinyatakan sebagai tingkat keuntungan indeks pasar, maka tingkat keuntungan suatu saham bisa dinyatakan sebagai berikut : Ri = ai + i Rm Dalam hal ini: Ri Adalah bagian dari tingkat keunutangan saham I yang tidak dipengaruhi oleh perubahan pasar. Variabel ini merupakan variabel acak. Rm Adalah tingkat keuntungan indeks pasar. Variabel ini merupakan variabel acak. i Adalah beta, yaitu parameter yang mengukur perubahan yang diharapkan pada Ri kalau terjad perubahan pada Rm

Persamaan tersebut hanyalah memecah tingkat keuntungan suatu sahammenjadi 2 bagian, yaitu independen dari perubahan pasar dan yang dipengaruhi oleh pasar. i menunjukkan kepekaan tingkat suatu saham terhadap tingkat keuntungan indeks pasar. i sebesar 2 berarti bahwa kalau terjadi kenaikan (penurunan) tingkat keuntungan indeks pasar sebesar 10% maka akan terjadi kenaikan (penurunan) Ri sebesar 20%. Parameter ai menunjukkan komponen tingkat keuntungan yang tidak terpengaruhi oleh perubahan indeks pasar. parameter ini bisa dipecah menjadi dua, yaitu i (alpha) yang menujukkan nilai pengharapan dari ai dan ei yang menunjukkan elemen acak dari ai. Dengan demikian maka ai = i + ei dan ei mempunyai nilai pengharapan sebesar nol. Persamaan tingkayt keuntungan suatu saham sekarang dapat dinyatakan sebagai Ri = ai + i Rm+ ei Persamaan di atas merupakan persamaan regresi linier sedrehana yang dihitung dengan Ri sebagai variabel tergantung dan Rm sebagai variabel independen. Perhatikan sekali lagi bahwa Rm dan ei adalah variabel random. Karena itu cov (ei , Rm) = 0. kemudian
13

diasumsikan bahwa ei independen terhadap ei untuk setiap nilai i dan j, tau secara formal bisa dinyatakan bahwa E(ei, ej) = 0. Model indeks tunggal dapat kita ringkas sebagai berikut:

Persamaan dasar Ri = ai + i Rm+ ei Berdasarkan pembentukan persamaan E(ei) = 0 Berdasarkan asumsi (1) indeks tidak berkorelasi dengan unique return: E[ei (Rm E(Rm))] = 0 (2) Sekuritas hanya dipengaruhi oleh pasar E(ei, ej) = 0 Untuk setiap saham I = 1,,N dan j =1,N tetapi i j Per definisi Untuk setiap saham I = 1,,N Untuk setiap saham I = 1,,N Untuk setiap saham I = 1,,N

(1) variance ei = E(ei)2 = ei2 Untuk semua saham I = 1,,N (2) variance Rm = m2

untuk sekuritas, penggunaan model indeks tunggal menhasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan, deviasi standar tingkat keuntungan dan covarinace antar saham sebagai berikut (1) Tingkat keuntungan yang diharapkan E(Ri) = i + i E(Rm) (2) Variance tingkat keuntungan
14

i2 = i 2 m2 + ei2 (3) Covariance tingkat keuntungan sekuritas i dan j ij = i j m2

Perhatikan bahwa model tersebut menujukkan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan terdiri daro dua komponen; bagian yang unik, yaitu dan
2 i

bagian yang

berhubungan dengan pasar, yaitu i E(Rm). demikian juga Variance tingkat keuntungan terdiri dari 2 bagian, yaitu risiko yang unik (
2 m . ei

) dan risiko yang berhubungan dengan pasar i 2

sebaliknya Covariance semata-mata tergantung pada risiko pasar.ini berarti model indeks

tunggal menunjukkan bahwa satu-satunya alasan mengapa saham-saham bergerak bersama adalah bereaksi terhadap gerakan pasar. Dengan menggunakan model indeks tunggal bisa diredusir jumlah variabel yang ditaksir, karena tidak perlu lagi ditaksir koefisien korelasi untuk menaksir deviasi standar portfolio. Disamping itu, betajuga merupakan variabel yang relatif stabil. Dengan menggunakan modifikasi tertentu, beta historis nampaknya bisa dipergunakan untuk memperkirakan beta di masa yang akan datang dengan cukup baik. Akhirnya, beberapa variabel fundamental nampaknya bisa diidentifikasikan sehingga lebih memudahkan untuk memperkirakan beta di masa yang akan datang.

15

BAB III PENUTUP

Kesimpulan Alternatif investasi modal sangat dipengaruhi oleh faktor kondisi pasar modal yang mencakup berbagai informasi yang berhubungan dengan harga saham yang terjual belikan. Rationalitas investor dapat diukur sejauhmana mereka dapat menentukan pilihannya untuk mendapatkan hasil yang maksimum pada tingkat risiko tertentu. Para investor secara rasional akan mencari portofolio yang memberikan Return maksimal pada risiko minimal. Dengan menghitung koefisien beta yang mencerminkan tingkat risiko dan tingkat return masing-masing saham yang diamati, dengan diketahuinya tingkat return saham dan koefisien beta, kita dapat menentukan exess returns to beta (ERB) yang. mencerminkan tingkat keuntungan yang sangat mungkin dapat dicapai. Langkah selanjutnya untuk mendapatkan kandidat portofolio kuat, diperoleh dengan membandingkan antara ERB dengan Cut off Rate untuk menghasilkan saham-saham yang memiliki tingkat return yang tinggi dan risiko yang minimal untuk mengeliminir risiko tidak sistematis. Dari analisis portfolio tersebut, kita dapat menentukan proporsi dana vang diinvestasikan, dengan cara membagi persentase tingkat return dengan total proporsi investasi.

16

Daftar Pustaka

http://www.scribd.com/doc/2560873/Menentukan-Efisien-Set-Untuk-MemperolehPortofolio-Yang-Optimal-Berdasarkan-Model-Markowitzhttp://artikel.staff.uns.ac.id/2009/01/05/pembentukan-portofolio-saham-yang-optimaldengan-menggunakan-beberapa-model-analisis/

17