Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Kingdom animalia memiliki beberapa tingkatan untuk membagi hewan-hewan yang terdapat di muka bumi ini. Tingkatan tertinggi pada kingdom animalia tersebut adalah mamalia. Pada umumnya , semua jenis mamalia memiliki rambut yang menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu dengan yang lain. Ada spesies yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut dan ada pula spesies yang hanya memiliki rambut di tempattempat tertentu pada bagian tubuhnya. Mamalia merupakan hewan yang

bersifat homoioterm atau sering disebut hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang padabetina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas".Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai.Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) atau marsupial). Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies nonmamalia, seperti pada ikan guppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia. Demikian juga dengan sifat endotermik yang juga dimiliki oleh burung. Monotremata tidak memilki puting susu, namun tetap memiliki kelenjar susu. Artinya, monotremata memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kelas Mamalia. Perlu diketahui bahwa taksonomi yang sering digunakan belakangan ini sering menekankan pada kesamaan nenek moyang; diagnosa karakteristik sangat berguna dalam identifikasi asal-usul suatu makhluk. Jika ada salah satu anggota Cetacea ternyata tidak memiliki karakteristik mamalia, maka ia akan tetap dianggap sebagai mamalia karena nenek moyangnya sama dengan mamalia lainnya. dan mamaliatherian (berplasenta dan berkantung

Mamalia memiiki 3 tulang pendengaran dalam setiap telinga dan 1 tulang (dentari) di setiap sisi rahang bawah. Vertebrata lain yang memiliki telinga hanya memiliki 1 tulang pendengaran (yaitu, stapes) dalam setiap telinga dan paling tidak 3 tulang lain di setiap sisi rahang.Mamalia memliki integumen yang terdiri dari 3 lapisan: paling luar adalah epidermis, yang tengah adalah dermis, dan paling dalam adalah hipodermis. Epidermis biasanya terdiri atas 30 lapis sel yang berfungsi menjadi lapisan tahan air. Sel-sel terluar dari lapisan epidermis ini sering terkelupas; epidermis bagian paling dalam sering membelah dan sel anakannya terdorong ke atas (ke arah luar). Bagian tengah, dermis, memiliki ketebalan 15-40 kali dibanding epidermis. Dermis terdiri dari berbagai komponen seperti pembuluh darah dan kelenjar. Hipodermis tersusun atas jaringan adiposa dan berfungsi untuk menyimpan lemak, penahan benturan, dan insulasi. Ketebalan lapisan ini bervariasi pada setiap spesies.

1.2 Tujuan Untuk mengetahui dan mengidentifikasi struktur luar (morfologi) dan organ-organ dalam yang terdapat pada kelompok mamalia, khususnya kelompok Hamster.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Mamalia Berdasarkan ukurannya, mamalia dibagi menjadi dua, yakni mamalia besar dan mamalia kecil. International Biological Program mendefinisikan mamalia besar sebagai jenis-jenis mamalia yang memiliki ukuran berat badan dewasa > 5Kg, sedangkan mamalia kecil dengan ukuran berat badan dewasa < 5Kg. Jenis-jenis mamalia besar, dicontohkan sebagai berikut: rusa, harimau, dan kerbau air. Mamalia kecil, antara lain tikus, bajing, dan kelelawar. Dalam pemanfaatan waktu aktivitas, mamalia dibagi menjadi mamalia diurnal dan mamalia nokturnal. Mamalia diurnal merupakan jenis-jenis mamalia yang melakukan aktivitasnya pada pagi dan sore hari, seperti orangutan, rusa, dan beberapa jenis bajing. Mamalia nokturnal merupakan jenis-jenis mamalia yang melakukan aktivitasnya mulai menjelang malam hari hingga menjelang pagi hari, seperti kelelawar, tenggalung malaya, serta musang. Selain itu, terdapat juga jenis-jenis yang beraktivitas sepanjang hari seperti babi hutan. Berdasarkan habitatnya, mamalia dapat dibedakan menjadi dua, yakni mamalia darat dan mamalia laut. Mamalia darat merupakan mamalia yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan di darat, sedangkan mamalia laut melakukan aktivitasnya sebagian besar di laut. Contoh dari mamalia darat, yakni monyet-ekor panjang, macan tutul, tikus, serta kuda. Mamalia laut, antara lain pesut, dugong, dan paus. Dalam pemanfaatan strata tegakan hutan, mamalia diklasifikasikan menjadi dua, yakni mamalia arboreal dan mamalia terestrial. Mamalia arboreal merupakan jenis-jenis mamalia yang banyak menghabiskan waktu aktivitasnya pada strata yang tinggi, sedangkan mamalia terestrial merupakan jenis-jenis mamalia yang menghabiskan waktu aktivitasnya pada lantai hutan atau strata terbawah. Soerianegara dan Indrawan (2002) membagi strata tegakan dalam ekologi hutan, adalah sebagai berikut: strata A (> 30m), strata B (20-30m), strata C (4-20m), strata D (1-4m) dan strata E (0-1m). Jenis-jenis yang merupakan mamalia arboreal, antara lain monyet, kelelawar, bajing, serta beberapa jenis dari suku Felidae (Payne et al. 2000). Bagi jenis-jenis mamalia terestrial, antara lain kijang, gajah, dan badak. Pada bagian dibawah ini, akan coba dijelaskan sedikit mengenai ordo-ordo dari kelas mamalia.

Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau berdarah panas. Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai. Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies nonmamalia, seperti pada ikan guppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia. Evolusi mamalia yang paling awal belangsung mulai beberapa jalur yang berbeda. Dari kelompok tersebut hanya tiga yang sampai sekarang masih hidup, yaitu: 1. Monotremata, mamalia yang bertelur (sub kelas Prototheria) 2. Marsupiala, mamalia berkanting (sub kelas Metatheria) 3. Mamalia berplasenta (sub kelas Eutheria) Masing-masing dibedakan dari cara mereka merawat anak selama perkembangan embrio. Monotremata tetap bertelur seperti moyang terapasidanya. Platipus paruh bebek dan pemakan semut berduri adalah satu-satunya monotremata yang ada di bumi sekarang. Pada marsupiala, anak bertahan untuk jangka waktu yang pendek di dalam saluran reproduksi induk. Selama waktu yang pendek ini, makanan diperoleh dari kuning telur yang tumbuh di dalam dinding uterus. Tetapi, anak itu dilahirkan pada tahap perkembangan yang sangat awal. Anak itu kemudian merayap kedalam kantung yang terdapat di perut induknya dan melekatkan diri pada puting yang mengeluarkan air susu. Disini perkembangan diselesaikan. Mamalia berplasenta mempertahankan anaknya didalam uterus induk sampai

berkembang baik. Kuning hanya sedikit di dalam telur, tetapi membran ekstra embrionik itu membentuk tali pusar dan plasenta sehingga anak yang sedang bertumbuh itu mendapat makanannya langsung dari induknya. A. Ciri- Ciri Tubuh Mamalia Ciri-ciri umum:
1.

Tubuhnya tertutup rambut, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh panas maupun dingin.

2.

Pada betina terdapat kelenjar mammae (glandula mammae) yang tumbuh baik.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Tetrapoda dengan anak yang diberi makan dari kelenjar susu betina. Diagfragma yang menventilasi paru-paru. Mempunyai kantung amniotik. Tubuh yang endoterm atau berdarah panas. Bernafas melalui paru-paru. Mempunyai cuping telinga. Gigi umumnya terbagi menjadi empat tipe yaitu gigi seri, gigi taring, gigi premolar, dan gigi molar.

Ciri-ciri khusus:
1.

Beberapa jenis mamalia mempunyai kelenjar lain misalnya kelenjar bau dan kelenjar pipi.

2. 3.

Memiliki kantung pada mamalia marsupialia. Memiliki alat gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap.

4.

Anggota gerak depan dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang.

5. 6.

Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat.

B. Klasifikasi Mamalia Kerajaan Filum Upafilum Infrafilum Superkelas Kelas : : : : : : Animalia Chordata Vertebrata Gnathostomata Tetrapoda(Tidak termasuk)Amniota Mammalia Linnaeus, 1758 Hewan Mamalia atau yang kita kenal dengan sebutan hewan menyusui merupakan salah satu jenis hewan vertebrata atau memiliki tulang belakang. Hewan ini terdiri dari beberapa ordo, yaitu sebagai berikut :

1. Ordo Dactyla, contoh spesies adalah badak jawa ( rhino cerassoondaicus ). 2. Ordo Insectivora, contoh spesies adalah tupai ( tupaja javarita ). 3. Ordo Phalidata, contoh spesies adalah trenggiling. 4. Ordo Chiroptera, contoh spesies adalah kelelawar ( micro chiroptera SP ) atau kalong ( mega chiroptera SP ). 5. Ordo Marsupiala, contoh spesies adalah singa ( fell is lion ), serigala ( canislupus ), harimau ( fell is tigris ) dan kucing ( fell is catus ). 6. Ordo Marsopialia, contoh spesies adalah kanguru ( macropus ) 7. Ordo Prosboscidae, contoh spesies adalah gajah ( elephant indicus ) 8. Ordo Artidactyea, contoh spesies adalah kerbau ( bubalus- bubalus ), kambing ( bassonduicus ) dan banteng ( capra faleoheri ).

C. Morfologi Mamalia adalah vertebrata yang tubuhnya tertutup rambut. Tiap betina mempunyai kelenjar mamae (air susu) yang tumbuh baik. Anggota gerak depan pada mamalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang. Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Gigi umumnya terbagi mnjadi empat tipe: gigi seri, gigi taring, gigi premolar, dan gigi molar. Dibandingkan dengan kondisi vertebrata lainnya, jumlah tulang tengkorak mamalia banyak yang tereduksi. Ada dua kondil oksipital. Vertebrae servikal biasanya ada tujuh buah. Dalam sabuk tektoral tidak terdapat tulang korakoid, dan klavikula vestigial atau tidak ada sama sekali. Ekor, jika ada, panjang dan dapat digerakkan. Ada tiga buah osikel auditori yaitu malleus, inkuls, dan stapes. Akhir organ pendengaran (koklea) berstruktur sangat kompleks dan sedikit banyak bergelung. Pada telinga terdapat suatu auditori eksternal dan pinna (telinga luar) pada tiap sisi lateral kepala. Kranium dengan dua condylus occipitalis. Leher terdiri dari tujuh ruas vertebrae. Hidung memanjang, lidah biasanya dapat digerakkan, mata berkelopak, mempunyai empat kaki (pada cetacean dan sirenia tidak mempunyai kaki belakang). Tiap kaki dengan lima jari (atau kurang) dan bermacam-macam bentuknya beradaptasi untuk brjalan, lari, memanjat, menggali, berenang atau terbang. Jari-jari

dilengkapi cakar atau kuku atau teracak dari zat tanduk dan sering dengan telapak yang berdaging. Struktur tubuh pada mamalia contohnya pada kucing. Kucing termasuk dalam ordo carnivora(hewan pemakan daging) biasanya memakan mamalia yang kecil-kecil dan burung. Memiliki mata yang mengarah kedepan, mempunyai indra yang tajam, dan berjalan dengan menggunakan telapak kakinya tidak bersuara sehingga efektif dalam memburu mangsanya. Tubuhnya lentur dan cakarnya tajam sehingga memungkinkan untuk menerkam dan menggenggam mangsanya dengan mudah dan gigi penggunting yang tajam untuk memotong-motong daging.

D. Anatomi dan Fisiologi Sistem Organ Pada Mamalia 1. Sistem Saraf Sistem saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon) terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata. 2. Sistem Respirasi Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar). 3. Sistem Sirkulasi Jantung berbilik empat pada mammalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan

endotermik, mammalia memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama. 4. Sistem Pencernaan Sistem pencernaan terdiri dari kelenjar pencernaan dan organ pencernaan. Kelenjar pencernaannya terdiri dari 4 pasang kelenjar ludah: paratiroid, infaorbital, submaksilari, dan sublingual. Terdapat kantung empedu dengan saluran empedu dan saluran getah pancreas yang bermuara dalam duodenum. Sekum (caecum) berdinding tipis, panjangnya kira-kira 50 cm, mempunyai appendiks vermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jari. Sedangkan organ pencernaannnya terdiri dari mulut, kerongkongan, ventriculus, duodenum, ileum, rectum, dan anus. 5. Sistem Ekskresi Ginjal berbentuk seperti biji kacang, ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Dari kandung kemih mengeluarkan uretra yang akan mngeluarkan urin melalui saluran urin. Mammalia dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata lain yang menggunakan kloaka. Mammalia memiliki saluran pembuangan sisa pencernaan melalui anus, urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui vagina dan penis. 6. Sistem Reproduksi Hewan mammalia melakukan fertilisasi internal, perkembangan embrio terjadi di dalam uterus, dengan lama masa kandungan yang bervariasi tergantung pada jenis hewannya, seperti pada kelinci masa kehamilannya sekitar 30 hari. Berdasarkan cara reproduksi dan perkembangan fetusnya, beberapa mammalian memiliki tingkatan-tingkatan dari yang rendah sampai yang tinggi. Pada mammalian rendah, seperti Ordo Monotremata (platypus) dan Ordo Marsupialia (opossum dan kangguru), platypus masih bertelur dan mengerami telurnya. Sedangkan pada kangguru yang telurnya sangat kecil itu berkembang dalam uterus selama beberapa hari, larva yang kemudian menetas segera keluar dari uterus dan masuk dalam kantong perut (marsupium) dan menghisap air susu dari putting-putting induknya. Pada mamalia yang lebih tinggi tingkatannya, zygot yang berkembang menjadi embrio dan kemudian tumbuh menjadi fetus tinggal dalam uterus untuk waktu yang lebih lama. Sistem sirkulasi dan nutrisinya dihubungkan melalui plasenta yang mengangkut nutrisi dari tubuh induknya.

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan praktikum zoologi vertebrata dilakukan pada hari Selasa, 3 Januari 2012 pukul 10.00 WIB di laboratorium Biologi jurusan Tadris MIPA Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.

3.2. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan praktikum ini adalah sebagai berikut, Alat: Cutter, Paraffin, 1 set alat bedah, Pena, Pensil, Penggaris, Penghapus pensil, Buku panduan/ Literatur, Buku tulis, Kertas HVS, Kapas, Bahan : Cloroform, hamster (ordo Rodentia) 1 ekor.

3.3. Cara Kerja 1. Ambil kapas dan beri cloroform pada kapas tersebut secukupnya. 2. Pegang hamster, lalu sumbat alat pernapasannya dengan kapas yang telah diberi cloroform 3. Letakkan objek (hamster) di atas paraffin. 4. Bentanglah objek di atas parafin dalam keadaan permukaan dorsal di atas dan ventral di bawah, anterio membujur disebelah kiri dan posterior membujur disebelah kanan. 5. Amati dan gambarlah karakteristik ekternal (caput, cervix, truncus, cauda) serta beri nama ilmiahnya. 6. Belah otot ventral dan sternum serta tulang cingulum pectoral dengan cutter/gunting dan lakukan secara hati-hati agar organ dalam tidak rusak. 7. Amati dan gambar organ-organ tersebut serta beri nama ilmiah sesuai dengan buku praktikum. 8. Buka perlahan bagian perut (truncus), lalu lihat diafragma yang terdapat pada objek. 9. Beri keterangan sesuai buku panduan praktikum.

10. Buka rima oris dan belah kearah lateral sehingga cavum oris dapat terlihat jelas. 11. Amati dan gambar saluran-saluran yang berperan dalam pencernaan serta beri keterangan nama ilmiahnya sesuai buku panduan praktikum. 12. Belah tulang cranium bagian dosal mengarah ke belakang sampai akhir tulang cranium, sehingga encephalon tampak pada bagian dorsal. 13. Amati dan gambar bagian-bagian encephalon serta beri keterangan nama ilmiahnya berdasarkan buku panduan praktikum.

Pembahasan

KESIMPULAN Vertebrata anggota kelas mamalia memiliki rambut, suatu karakteristik penentu seperti bulu terbang pada burung. Sebagian besar mamalia memiliki metabolism yang aktif dan merupakan hewan endoterm. System pernapasan dan peredaran darah yang efisien (termasuk jantung beruang empat) mendukung laju metabolism yang tinggi. Suatu lembaran otot yang disebut diafragma membantu mengalirkan udara ke paru-paru. Rambut dan lapisan lemak di bawah kulit membantu tubuh mempertahankan panas metabolic dalam tubuh. Kelenjar mammae yang menghasilkan susu adalah cirri yang membedakan mamalia seperti halnya juga rambut. Sebagian besar mamalia dilahirkan dan bukan ditetaskan. Fertilisasi terjadi secara internal, dan embrio berkembang dalam uterus dari saluran reproduksi betina. Mamalia umumnya memiliki otak yang lebih besar dibandingkan dengan vertebrata lain dengan ukuran tubuh yang sama, dan banyak spesiesnya mampu belajar. Diferensiasi geligi merupakan ciri penting mamalia lainnya. Geligi mamalia memilki berbagai ukuran dan bentuk yang diadaptasikan untuk mengunyah berbagai jenis makanan. Geligi kita sendiri, misalnya, meliputi geligi yang termodifikasi untuk memotong (gigi seri dan gigi taring) dan untuk melumatkan dan mnggerus (gigi geraham depan dan geraham belakang). Rahang juga telah mengalami permodelan ulang selama evolusi mamalia dari reptilian, dan dua tulang rahang telah digabungkan dengan telinga bagian dalam mamalia. Mamalia di kelompokan kedalam banyak Ordo diantaranya adalah Monotremata, Marsupialia atau Diprotodontia, Artiodactyla, Carnivora, Cetacea, Chiroptera, Edentata, Insectivora atauSoricomorpha, Lagomorpha, Perissodactyla, Primata, Proboscidea, Rodentia, Sirenia, Herbivora, Omnivora atau Artiodactyla, Scandentia, Polidota, Dermoptera.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Reece, Mitchell. 2004. Biologi Jilid 2 (terjemahan). Jakarta: Erlangga. Kimball, Jhon W. 1983. Biologi Jilid 3 (terjemahan). Jakarta: Erlangga. Broto Widjoyo Mukayat Djarugito. 1989. Zoologi dasar. Jakarta: Erlangga http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091119234530AA7nzfg ( Senin, 9 Januari 2012, Pukul 20 : 00 WIB ) http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/tentang-aves-dan-mamalia_25.html ( Senin, 9 Januari 2012, Pukul 20 : 00 WIB ) www.mamalia_drupal.html ( Senin, 9 Januari 2012, Pukul 20 : 00 WIB ) http://timeforcute.com ( Senin, 9 Januari 2012, Pukul 20 : 00 WIB )