Anda di halaman 1dari 58

Tips Menjadi Pembicara Pidato Itu Mudah!

Penulis : N.Faqih Syarif H

www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif

Kata Pengantar
Segala puja dan puji hanya untuk Allah SWT, sholawat serta salam semoga terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Puji syukur hanya untuk Allah SWT, yang telah menjadikan Islam dien yang sempurna, sebagai petunjuk bagi manusia dalam menempuh kehidupan di dunia ini. Suingguh tiada ilah yang layak disembah dan dijadikan tujuan kehidupan kecuali Allah, dan sesungguhnya Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasulullah, yang diutus Allah membawa huda dan dienul haqq, agar dimenangkanNya dien itu di atas segala aturan hidup buatan manusia.

Dialah ( Allah ) yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan dienul haqq, agar Dia memenangkannya di atas segala agama

meskipun orang-orang musyrik benci (Q.S. AshShaff (61) : 9 ) Selain itu, Allah memerintahkan kepada kita untuk menjadikan Islam sebagai pandangan hidup atau way of life dalam mengarungi kehidupan di dunia ini untuk memperbanyak bekal dan amalan amalan shalih sebagai modal kehidupan setelah dunia yaitu di akherat yang kekal abadi. Sesungguhnya kehidupan Islam adalah kehidupan dakwah. Dan dakwah adalah tugas yang amat mulia. Tugas warisan para Nabi dan Rasul alaihumussalam. Allah menegaskan bahwa tak ada perkataan yang lebih baik daripada menyeru kepada Jalan Allah :

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata : Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. ( Q.S. Fushilat (41) : 33 ) Umat Islam harus dibangunkan dari tidurnya yang kelewat panjang. Umat harus

disadarkan dengan kewajiban-kewajiban yang mulia ini, yakni untuk menegakkan Syariat Islam dalam segala aspeknya. Memang, ini bukan kerja yang ringan dan mudah. Ini kerja besar dan berat. Sehingga kita perlu kerjasama dan bersinergi dengan segenap komponen umat Islam untuk melakukan amal jamai demi tegaknya syariah Islam di muka bumi ini. Buku saku ini hanya sekedar memberikan andil dalam tugas besar tersebut, sekalipun hanya secercah harapan mudahmudahan menjadi inspirasi dan pemicu semangat dalam berkiprah di dunia dakwah dan untuk membangun kesadaran umat Islam untuk terus menerus menegakkan syariah Islam di muka bumi ini. Surabaya, 17 Ramadhan 1426 H N. Faqih Syarif H

Bisa karena biasa Sewaktu kecil saya dipanggil Rus mudahmudahan menjadi orang yang lurus itu kata ibu Loh. Padahal aku sejak kecil punya cacat, kalo ngomong itu gagap dan terbata-bata dan mesti di bentak setiap kali ngomong agar gagapnya ndak keterusan hingga besar.Setiap ibuku ngaji dan ngisi pengajian aku mesti diajaknya dan dikasih mainan di depanku biar diam dan asyik main, sementara ibu memberikan pengajian pada jamaah atau santrinya. Usiaku saat itu 4 5 tahun aku udah sering dengar pengajian, ngaji dan ngaji sambil ngowo dan jari dimasukkan ke mulut mendengarkan ibuku ngisi tafsir al-Ibris, sulam safinah, sulam taufiq, aqidatul awwam, dll. Di rumah setiap subuh aku diajari ngaji alquran dulu metode alip-alipan yang diawali turutan namanya karena dulu belum ada iqra atau al-barqy. Sambil bawa penjalin panjang ibu ngajar ngaji dengan penuh disiplin dan keras setiap aku salah dipukullah jariku

dengan penjalin. Sekalipun aku nangis tetap harus diselesaikan ngajinya dan tidak boleh dihentikan sampai selesai. Begitulah aku dididik disiplin, mandiri, dan tidak boleh ada kata tidak bisa sebelum mencoba. Dengan telaten beliau mengajariku cara berbicara karena aku punya kelainan gagap. Terus dan terus dilatih sampai bisa, tak kenal putus asa bapak dan ibuku, bahkan doa doa , suratsurat serta hadits-hadits pendek disuruh hafalkan dan dilafalkan dengan keras di depan beliau. Saat aku kelas 3 SD dikhitan dan Bapak ngadakan walimahan ngundang pengajian Bu Nyai Cilik usianya baru 6 tahun, namanya Siti Nur Asiyah dari Driyorejo, Gresik. Dalam hati kecilku berkata kalau dia aja bisa akupun pasti bisa, gagap bukan hambatan asalkan mau berlatih dan berlatih pasti bisa.Banyak orang ndak percaya masak anak sekecil itu udah bisa ceramah seperti orang dewasa, pasti itu ada jin atau orang jawa bilang ada khodamnya. Padahal di dunia ini segalanya serba mungkin asalkan kita yakin dan percaya bisa kita pasti bisa, bukankah Allah telah menganugrahi kekuatan dan potensi kepada manusia tinggal kita pakai atau

tidak. Bisa karena biasa itulah kata yang sering ortu sampaikan kepadaku, tinggal kebiasaan mana ?yang positif atau yang negatif yang kita kembangkan. Itulah yang menentukan Apakah kita menjadi orang yang sukses atau tidak ? Keyakinan kita kepada Allah dan sadar betul bahwa kita ciptaan Allah. Itulah yang menumbuhkan kepercayaan diri bahwa pasti kita ini adalah luar biasa karena yang menciptakan kita Allah Yang Maha besar, Yang Maha luar biasa. Keyakinan merupakan harapan yang tidak dapat dipadamkan. Doa kita, jika dinyatakan dengan sungguh-sungguh, akan meningkatkan kepercayaan diri dan tekad menuju tigkat yang tinggi. Kepercayaan yang kuat menggerakkan pikiran untuk mencari jalan dan sarana serta cara melakukannya. Semangat kepercayaan diri ini terbuka dengan cara yang luar biasa, menghasilkan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, jangan pernah kehilangan keyakinan dan selalu miliki harapan; peganglah keyakinan dan jangan pernah menyerah.

Ada seorang tokoh retorika dunia, namanya demosthenes, yang punya kelainan bicara karena cacat lidahnya dan seluruh harta benda warisan ayahnya dirampas pengasuhnya setelah sepeninggal ayahnya dan dia tidak bisa membuktikan di pengadilan karena ada hambatan alamiah dan kesulitan berbicara di depan hakim serta khalayak ramai. Sejak itulah ia berusaha keras mengatasi kelemahannya itu. Ia mengasah dan mengasah kemampuannya berbicara dan giat berlatih di gudang bawah tanah. Untuk mengoreksi aksennya, sampai sampai dia rela meletakkan pasir di mulutnya dan mulai membacakan puisi keras-keras; untuk memperkuat pernapasan, ia berlari ke atas bukit atau membaca sajak panjang dalam satu tarikan napas. Demosthenes rela berlatih di depan kaca untuk melihat tampilannya dan memperbaiki ekspresi dan raut wajahnya. Ia terus dan terus berlatih, hingga menjadi salah seorang orator terhebat di dunia, pada masanya. Ada juga seorang yang buntung satu tangannya tetapi dia bisa menorehkan prestasi

yang luar biasa dan mencatatkan diri sebagai salah satu pegolf ulung di dunia. Ketika diwawancarai oleh wartawan bagaimana dia bisa mengembangkan suatu gaya yang nyaris sempurna dengan hanya satu tangan. Padahal banyak pegolf dengan dua tangan tidak bisa melakukan sebaik dirinya.Jawabannya adalah, Menurut pengalaman saya, satu lengan dan sikap yang tepat akan selalu mengalahkan dua lengan dengan sikap yang salah. pikirkan tentang pernyataan itu sejenak. Hal ini berlaku tidak hanya di lapangan golf, tetapi juga di dalam setiap segi kehidupan. Bisa karena biasa, dan jangan pernah takut gagal! Gagal..., Siapa Takut? Apakah anda takut gagal? Sedemikian takutnya sampai anda tidak berusaha untuk mencoba? Coba anda pikirkan kembali, hal tersebut benar-benar tidak masuk akal. Dengan tidak mencoba barang sekalipun, sebenarnya anda sudah gagal. Jadi rasa takut gagal adalah penyebab kegagalan yang pasti.

Apakah anda merasa takut? Coba perhatikan rasa takut anda. Perhatikan pesan yang berusaha disampaikannya. Rasa takut membuat anda lebih waspada. Rasa takut memberi energi ekstra. Rasa takut membuat anda mampu mengatasi tantangan tersulit. Tidak ada yang mampu mendorong sumber daya dalam diri anda - lebih dari rasa takut. Rasa takut sebenarnya ada untuk mendorong anda maju, bukan untuk menahan anda. Biarkan rasa takut mengajarkan anda. Biarkan rasa takut mempersiapkan anda. Tetapi jangan membuat rasa takut menghentikan anda. Saat rasa takut menahan anda, coba perhatikan baik-baik apa yang menyebabkan rasa takut dan anda akan menemukan alasan untuk bergerak maju. Kegagalan paling abadi adalah kegagalan untuk mulai bertindak. Bila anda sudah mencoba - dan ternyata gagal, anda memperoleh sesuatu yang bisa dipelajari dan mungkin dicoba kembali. Anda tidak akan pernah gagal bila anda terus berusaha.

10

Membangun Rasa Percaya Diri Rasa percaya diri merupakan suatu hal yang sangat urgen bagi pengemban dakwah. Hal ini sangat mudah dipahami. Bila seseorang, terlebih pengemban dakwah, tidak percaya diri atau dengan kata lain tidak mempercayai dirinya sendiri, bagaimana mungkin orang lain dapat mempercayainnya. Wong, dirinya saja tidak mempercayainya. Coba saja bayangkan, ada seseorang yang akan pergi ke suatu tempat yang bernama Wilis. Dia ragu apakah jalan yang sedang ditempuhnya itu benar menuju ke Wilis. Bahkan dia tidak percaya betul bahwa memang itulah jalan yang benar. Dalam kondisi seperti ini mampukah orang tersebut membuat orang lain percaya kepada dia dan omongannya bahwa jalan yang ditempuhnya itu benar. Rasa-rasanya tidak demikian. Sebagai teladan kita, Rasulullah SAW memiliki rasa percaya diri yang luar biasa. Pada saat itu pemeluk Islam masih sedikit, paman beliau didatangi oleh utusan kaum Quraisy agar membujuk keponakannya itu menghentikan dakwah. Sebagai kompensasinya, beliau dijanjikan untuk diberi harta, wanita, bahkan kekuasaan.

11

Namun, sekalipun pembela beliau waktu itu masih sangat sedikit, beliau dengan penuh percaya diri menyatakan " Andaikan saja mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku agar aku menghentikan dakwah ini niscaya aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah SWT memenangkannya atau aku binasa karenanya ". Nampak betul kepercayaan diri beliau, sampai-sampai andaikata dua perkara mustahil tersebut dapat mereka lakukan, Rasulullah SAW tetap tidak akan meninggalkan dakwah. Beliau penuh percaya diri sekalipun kondisi saat itu demikian sulit. Pertanyaannya sekarang mengapa seseorang kurang percaya diri untuk menyampaikan dakwah kepada orang lain ? Terdapat beberapa alasan yang berbeda pada setiap orang. Hanya saja umumnya disebabkan hal-hal berikut : 1. Tidak memiliki pemahaman gamblang tentang apa yang disampaikan. Seseorang yang kurang atau bahkan tidak memahami secara gamblang materi yang akan disampaikan wajar saja kurang percaya diri. Misal saja ada seseorang ahli kimia tetapi pengetahuannya tentang bahasa arab minim. Coba anda bayangkan apa

12

2.

3. 4.

5. 6. 7.

yang terjadi pada dirinya saat terpaksa memberikan materi tentang bahasa arab. Sudah tentu orang itu akan kurang percaya diri dalam kondisi tersebut Boleh jadi kurang percaya diri itu muncul dari pendapat bahwa materi yang disampaikan terlampau tinggi. Ujungujungnya tidak berani menyampaikan materi tersebut. Takut materi yang disampaikan itu salah. Penyebab lain kurang percaya diri itu adalah tidak siap disalahkan oleh orang lain. Kurang tsaqofah Islam ( ilmu-ilmu Islam ) Tidak siap dakwahnya ditolak. Ada sebagian yang merasa sulit beretorika dalam bicara.

Seni berpidato adalah bukan merupakan hal yang sukar dipelajari. Dan ini tidaklah merupakan suatu anugrah dari Allah untuk beberapa orang tertentu saja. Namun tiap orang pastilah bisa menimbulkan serta mewujudkan bakat-bakat tersebut pada bidang ini dengan syarat mempunyai kemauan yang besar atau hasrat yang kuat. Semangat yang menyala-nyala harus selalu

13

berkobar-kobar di dalam diri Anda. Cobalah siapkan pidato-pidato Anda . Ingatlah bahwa Anda tidak bisa memiliki rasa percaya kepada diri sendiri, seandainya anda sendiri tidak begitu mengetahui dan paham mengenai apa yang hendak anda bicarakan. Sekali-kali janganlah anda membuat perkiraan bahwa diri anda merupakan suatu perkecualian serta merupakan yang istemewa. Banyak orang yang pada akhirnya menjadi ahli pidato yang ulung menceritakan bahwasanya mereka memulai riwayatnya dengan mengadakan suatu perjuangan yang keras untuk melawan demam panggung, perasaan malu, perasaan cemas dihadapan para pendengarnya. Dari orang-orang yang sudah berpengalaman menceritakan bahwasanya mereka-mereka ini justru bisa berpikir dengan lebih terang serta berpidato dengan lebih lancar sewaktu mereka menghadapi banyak pendengarnya, dibandingkan kalau mereka menghadapi satu orang pendengar saja. Banyak pendengar, ternyata merupakan suatu dorongan serta merupakan perangsang bagi ahliahli pidato yang ulung. Sekiranya anda menelaah kursus ini dengan setia serta secara rajin berlatih dan berlatih, tentulah anda sendiri akan memperoleh serta pengalaman yang sama.

14

Tentulah anda akan bisa merasa senang serta bergairah untuk mengadakan pidato-pidato ataupun pembicaraan-pembicaraan. Meskipun anda sering berbicara, akan tetapi sewaktu mula pertama pidato pastilah anda mengalami sedikit demam panggung. Kemudian setelahnya beberapa saat perasaan cemas tersebut akan menjadi hilang dengan sendirinya serta malah berubah mejadi suatu perasaan yang genbira dan memuaskan. Rasa percaya kepada diri sendiri haruslah ditanamkan ke dalam diri anda baik segala perbuatan maupun tingkah laku anda. Seorang pakar psikologi William James berkata : " Kalau anda menginginkan merasa tabah serta berani, maka anda harus bersikap ataupun bertindak seakan-akan diri anda seorang pemberani serta tabah. Kerahkanlah seluruh daya kemampuan anda untuk ini dan kemungkinan besar sekali rasa takut dalam diri anda akan menjadi hilang karenanya." Demikian juga anda pun bisa melenyapkan rasa cemas sewaktu menghadapi pendengar-pendengar anda dengan cara menggunakan kenyataan psikologi tersebut. Hal yang paling penting, Praktek dan sekali lagi praktek. Praktek harus anda alami sendiri. Sepertinya anda tidak akan bisa berenang , kalau

15

anda sendiri tidak menerjunkan dalam air. Sama saja anda tidak akan bisa berbicara, jika tidak mengadakan pidato-pidato. Perasaan cemas pada umumnya ditimbulkan karena perasaan kurang percaya pada diri sendiri serta kurang mempercayai akan kemampuan dirinya. Selain itu juga dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai apa yang bisa dilakukan. Keadaan yang demikian disebabkan karena latihan yang kurang ataupun pengalaman yang kurang. Oleh karena itu cobalah selalu ingat akan pengalaman-pengalaman anda dan berusahalah untuk selalu sukses. Dengan demikian perasaan cemas dalam diri anda akan menjadi hilang. Seorang pengemban dakwah tak selayaknya merasa kurang percaya diri. Sebab apa yang disampaikannya itu bukanlah untuk kepentingan pribadinya,popularitas, kepentingan kelompok atau tujuan lainnya di luar ridha Allah SWT. Dia mengemban dakwah semata demi tegaknya Islam. Pada sisi lain, saat ini mereka yang mengumandangkan ide-ide kufur malah menyuarakannya dengan penuh rasa percaya diri. Bagaimana mungkin kita yang mengemban ideide bersumberkan wahyu Allah SWT justru kurang

16

atau bahkan tidak percaya diri. Rasanya sulit dapat dimengerti pengemban dakwah yang disebut sebagai aktivitas terbaik dan dijanjikan mendapatkan balasan yang baik di sisi Allah SWT tak penuh percaya dirinya. Hati jernih susah juga menerima adanya kekurangan percaya diri pada orang yang menyerukan Islam. Padahal, Islam itulah satu-satunya yang diridhoi Allah SWT ( Bisa dilihat dan dibaca QS. Ali Imran: 19 dan 85 ). Ringkasnya, kurang percaya diri mutlak dikikis dari setiap sikap jiwa pengemban dakwah. Yakinlah, Allah SWT Maha Kuasa, Maha Segalagalanya. Jangan sekali-kali pernah mengecilkan kekuasaannya.Apapun yang Allah SWT kehendaki, pasti terjadi. Padahal Dia telah berjanji untuk menolong orang-orang yang menolong agamanya. Karenanya, berbuatlah seakan tak akan pernah gagal, dengan ijin Allah SWT. Termasuk dalam menumbuhkan rasa percaya diri ini. Niatkan semua itu lillahi ta'ala dan demi perjuangan menegakkan kalimat-Nya. Mulailah dan mulailah , sekarang juga! Bila hal-hal di atas dapat diungguli disertai terusmenerus memohon pertolongan kepada Allah SWT , insya Allah rasa kurang percaya diri akan menjelma menjadi keyakinan terhadap diri- sendiri

17

tanpa disertai tinggi hati. Akhirnya, hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan dalam mengemban risalah-Nya ini. Allahu Akbar !!!

18

Cara Menyiapkan pidato

Pidato yang baik harus didahului dengan persiapan yang matang.Untuk menyusun gagasan-gagasan ataupun membangun suatu pidato, tidaklah ada dalil-dalil ataupun aturanaturan umum. Cara persiapan dapat bermacam-macam, tetapi yang pasti ialah the greater the speaker, the more careful has been his preparation. Napoleon pernah berkata : Perang merupakan suatu ilmu pengetahuan tersendiri yang tidak akan bisa berhasil kalau tidak dipikirkan serta direncanakan lebih dulu. Dan ini sama dengan seni berpidato. Pidato adalah tidak ada bedanya dengan perjalanan. Untuk ini jalannya haruslah dirintis lebih dahulu. Tanpa rintisan akan sukarlah perjalanan tersebut. Seorang pembicara yang tidak mempunyai titik tolak berangkat dari suatu tempat, tidak akan bisa sampai kemana-mana. Dr. Conwell di dalam membangun pidato-pidatonya adalah sebagai berikut : 1. Berusahalah agar para pendengar anda menjadi asyik dan bangkitkanlah perasaan percaya kepada para pendengar.

19

Menyebutkan fakta-faktanya Membangun argumen-argumennya Membangkitkan daya untuk bertindak, daya untuk berbuat Mungkin juga anda bisa menggunakan skema berikut : 1. Tumpahkanlah perhatian anda terhadap sesuatu yang bisa diperbaiki. 2. Menunjukkan dengan cara bagaimana untuk bisa mengatasi kekurangan itu. 3. Menganjurkan agar bertindak serta berbuat. Sebelum pidato, kita harus mengetahui lebih dahulu apa yang akan kita sampaikan dan tingkah laku apa yang diharapkan dari khalayak kita. Singkatnya, kita memerlukan topik (pokok bahasan) dan tujuan. Antara keduanya ada hubungan yang erat. Seringkali anda menjadi bingung ketika harus mencari topik yang baik, seakan akan dunia ini kekeringan bahan pembicaraan, seakan-akan anda tidak mempunyai keahlian apa-apa. Untuk membantu Anda menemukan topik. Ada beberapa sumber-sumber topik sebagai berikut : 1. Pengalaman Pribadi 2. Hobby dan ketrampilan

2. 3. 4.

20

Pengalaman pekerjaan atau profesi Pelajaran sekolah atau kuliah Pendapat pribadi Peristiwa hangat dan pembicaraan publik 7. Masalah abadi; Agama, pendidikan, persoalan masyarakat, dan problem pribadi 8. Kilasan biografi orang-orang terkenal. 9. Kejadian khusus 10. Minat khalayak Begitulah dari sumber topik di atas , Anda dapat menemukan pokok pembicaraan yang sesuai dengan latar belakang pengetahuan Anda. Bagaimana kriteria topik yang baik ? Untuk menemukan topik yang baik dipergunakan ukuran yang berikut ini: 1. Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan Anda. 2. Topik harus menarik minat Anda. 3. Topik harus menarik minat pendengar. 4. Topik harus sesuai dengan pengetahuan pendengar. 5. Topik harus terang ruang-lingkup dan pembatasannya.

3. 4. 5. 6.

21

6. 7.

Topik harus sesuai dengan waktu dan situasi. Topik harus ditunjang dengan bahan yang lain.

Tujuan umum pidato biasanya dirumuskan dalam tiga hal : memberitahukan( informatif), mempengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif). Dalam kenyataannya , tidak ada pidato yang semata-mata informatif, melulu persuasif atau murni rekreatif. Pidato informatif ditujukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Komunikasi diharapkan memperoleh penjelasan, menaruh minat dan memiliki pengertian tentang persoalan yang dibicarakan. Misalnya, guru atau dosen bertugas menyampaikan pidato informatif. Pidato Persuasif ditujukan agar orang mempercayai sesuatu, melakukannnya atau terbakar semangat dan antusiasmenya. Keyakinan, tindakan dan semangat adalah bentuk reaksi yang diharapkan. Pidato paling sukar dan paling cepat diketahui hasilnya adalah pidato rekreatif ( untuk menghibur ). Perhatian, kesenangan, dan humor adalah reaksi pendengar yang diharapkan di sini. Bahasanya bersifat enteng, segar dan mudah di cerna. Untuk menyampaikan pidato rekreatif, orang bukan saja

22

memerlukan akting yang menawan, tetapi juga kecerdasan untuk membangkitkan tertawa. Diperlukan otak yang baik untuk membuat humor yang baik. Berpidato berarti mengunakan bahasa lisan, dalam ilmu retorika harus memenuhi tiga kriteria yaitu; Kata-kata yang digunakan harus jelas, tepat, dan menarik. Kata-kata harus jelas ini berarti bahwa kata-kata yang dipilih tidak boleh menimbulkan arti ganda ( ambigues), tetap dapat mengungkapkan gagasan secara cermat. Untuk mencapai kejelasan seperti itu, hal-hal berikut harus diperhatikan : 1. Gunakan istilah yang spesifik (tertentu) 2. Gunakan kata-kata yang sederhana. 3. Hindari istilah-istilah teknis 4. Berhemat dalam penggunaan kata-kata. 5. Gunakan perulangan atau pernyataan kembali gagasan yang sama dengan kata yang berbeda. Berikutnya kata-kata harus tepat, ini berarti katakata yang digunakan harus sesuai dengan kepribadian komunikator, jenis pesan, keadaan khalayak, dan situasi komunikasi. Untuk memperoleh ketepatan kata- prinsip-prinsip berikut ini selalu harus diperhatikan.

23

Hindari kata-kata klise, kata yang terlalu sering dipergunakan atau tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman. 2. Gunakan bahasa pasaran secara berhatihati. 3. Hati-hati dalam penggunaan kata-kata pungut, kata-kata asing sebaiknya dihindari, kalau tidak ditemukan istilah indonesianya. Seringkali kata-kata asing itu hanya dapat dipahami dalam lingkungan terbatas. 4. Hindari kata-kata vulgarisme dan katakata yang tidak sopan. 5. Jangan menggunakan penjulukan dan jangan menggunakan eufemisme yang berlebih-lebihan. Selain harus jelas dan pantas, kata-kata juga harus menimbulkan kesan yang kuat, hidup dan merebut perhatian. Beberapa petunjuk di bawah ini . 1. Pilihlah kata-kata yang menyentuh langsung diri khalayak, bahasa lisan sebaiknya bergaya percakapan, langsung dan komunikatif. Kata-katanya menyangkut pengalaman dan menyentuh kepentingan mereka

1.

24

2.

3.

4.

Gunakan kata berona, kata yang dapat melukiskan sikap dan perasaan, atau keadaan. Gunakan bahasa yang figuratif, bahasa yang dibentuk begitu rupa sehingga menimbulkan kesan yang indah. Untuk itu biasanya digunakan gaya bahasa. Gunakan kata-kata tindak ( action words )

Seandainya keadaan memungkinkan, maka rekamlah pidato anda dengan menggunakan tape recorder, kemudian dengarkanlah. Seandainya anda telah memikirkan serta membuat susunan atas pidato anda, maka sewaktu anda sedang berjalanjalan di tempat yang sepi dan tak ada orang lain. Latihlah pidato anda tersebut. Cobalah menyendiri serta berlatihlah dan ucapkanlah pidato tersebut dari permulaan hingga akhir dengan bersemangat dan dengan kesungguhan hati. Cobalah dengan gerak-gerik bila di mana diperlukan dan juga dengan semangat yang berapi-api, seakan-akan anda sudah berhadapan dengan audiens anda.

25

Cara membuka pidato Pembukaan pidato adalah bagian penting dan menentukan. Kegagalan dalam membuka pidato akan menghancurkan seluruh komposisi dan presentasi pidato. Tujuan utama pembukaan pidato ialah membangkitkan perhatian, memperjelas latar belakang pembicaraan dan menciptakan kesan yang baik mengenai komunikator. Kesan pertama akan menentukan sikap. Karena itu seorang pembicara harus memulai pembicaraannya dengan penuh kesungguhan, sehingga ia kelihatan mantap, berwibawa, dan mampu. Ucapan-ucapan apologis seperti minta maaf atau sikap merendahkan diri semua itu harus anda hindari. Walaupun demikian, tidak baik pula anda menepuk dada dan menyombongkan diri. Bagaimana cara-cara membuka pidato dan berapa banyak waktu yang dibutuhkannya amat bergantung kepada topik, tujuan, situasi, khalayak, dan hubungan antara komunikator dengan komunikan. Sebagai pedoman, anda dapat memilih salah satu di antara cara-cara membuka pidato sebagai berikut:

26

1. persoalan

Langsung menyebutkan pokok

Komunikator menyebut hal yang akan dibicarakannya dan memberikan kerangka pembicaraannya. Cara ini biasanya dilakukan bila topik adalah pusat perhatian khalayak. 2. masalah. Melukiskan latar belakang

Komunikator menerangkan sejarah topik, membatasi pengertian, dan menyatakan masalah-masalah utamanya. Mengapa timbul persoalan itu, apa hubungannya dengan khalayak, dan mengapa dipilih masalah itu. Seorang Dai yang berbicara tentang pentingnya infak memulai pidatonya sebagaimana berikut ;
Saudara-saudara, sudah lama kita mengetahui bahwa banyak usaha amal shalih yang tidak dapat dijalankan karena kekurangan dana. Islam mengajarkan cara mengumpulkan dana yang disebut infak. Infak adalah kelebihan harta yang digunakan untuk proyek yang produktif bagi masyarakat. Al-quran mengatakan bahwa infak

27

adalah satu ciri orang yang bertakwa, ciri-ciri saudara-saudara yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

3. Menghubungkan dengan peristiwa mutakhir atau kejadian yang menjadi pusat perhatian khalayak. Dengan menambatkan pembicaraan kepada fokus perhatian khalayak, kita mempunyai peluang yang baik untuk memasukkan ide-ide kita dan menimbulkan kesan yang kuat 4. Menghubungkan peristiwa yang sedang diperingati. dengan

Ini biasanya dilakukan dalam pidato untuk memperingati hari bersejarah, bangunan baru, atau orang besar yang sudah tiada. Cara ini dapat pula dipakai pada pesta kelahiran, perkawiana, selamatan, atau upacara kematian. 5. Menghubungkan tempat komunikator berpidato. dengan

28

Tempat berlangsungnya pertemuan seperti bangunan bersejarah, masjid, lapangan, taman , dan sebagainya. Dapat dijadikan dasar pembukaan pidato. Yang dihubungkan ialah kejadian historis, fungsi, atau hal-hal lain yang relevan dengan pokok pembicaraan. Sebagai contoh , dihadapan kawan-kawan separtainya, Moh. Natsir mengawali pidatonya sebagai berikut:
Saudara-saudara. Saudara-saudara sekarang ini berkumpul dalam satu gedung yang bersejarah. Sekiranya dinding-dinding dari gedung ini dapat berbicara, maka banyaklah kisah yang dapat kita dengarkan.Kisah yang tempo-tempo mengembirakan hati dan kadang-kadang menyedihkan pula. Memang demikianlah sunnatullah dalam hidup duniawi ini dalam semua bidang kehidupan. Kisah Khair dan Syar silih berganti.

6. Menghubungkan suasana emosi yang tengah khalayak.

dengan meliputi

29

Suasana riang dan suasana sedih memerlukan cara pembukaan yang berbeda . Dengan mendasari pidato kita pada suasana emosi khalayak, mereka dapat dibawa dengan mudah kepada gagasan kita sendiri. 7. Menghubungkan dengan kejadian sejarah yang terjadi di masa lalu. Bila kita ingin menunjukkan pentingnya persoalan yang dikemukakan, atau perkembangan yang telah dicapai, alusio historis menanamkan kesan yang kuat. 8. Menghubungkan kepentingan vital pendengar. dengan

Dengan menghubungkan pokok pembicaraan pada hal-hal penting dalam kehidupan pendengar atau pada kepentingan tertentu yang khas bagi pendengar Anda, maka khalayak akan terlibat langsung dalam pembicaraan. Mereka merasa bahwa topik berkenaan dengan kepentingan mereka saja, serta bukan kepentingan kelompok lain.

30

9. Memberikan pujian khalayak atas prestasi mereka.

pada

Bila khalayak memiliki keistemewaan tertentu atau telah melakukan usaha yang dapat dibanggakan, pembukaan dengan menyebut keistemewaan tersebut akan menyenangkan mereka.

10. Memulai yang mengejutkan.

dengan pernyataan

Cara ini disebut juga the shock technic. Khalayak dikejutkan dengan pernyatan fakta atau opini yang luar biasa. Keluarbiasaan ini dapat dilihat dari segi isinya atau bentuk penyusunannya. Dale Carnegie memberikan contoh pembukaan seperti ini dari pidato Paul Gibbons : Bangsa Amerika adalah pejabat yang paling busuk di dunia. Pernyataan ini mengejutkan tetapi benar,

31

Cleveland,Ohio,mengalami pembunuhan enam kali lebih banyak dari seluruh London, mengalami peristiwa perampokan 170 kali lebih banyak dari London, setiap tahun lebih banyak orang terbunuh di seluruh st. Louis daripada seluruh England dan wales........

11. Mengajukan pertanyaan provokatif atau serentetan pertanyaan. Pertanyaan yang baik dapat mendorong khalayak untuk memikirkan jawabannya. Pertanyaan itu haruslah yang erat kaitannya baik dengan kepentingan khalayak maupun dengan isi pidato. Rentetan pertanyaan dapat pula menjadi pedoman pembicara dan menyatukan seluruh uraian.
Apa benar kita ini sudah merdeka? Jangan-jangan kita ini merayakan dan bangga atas keterjajahan kita selama ini. Dan Bagaimana kemerdekaan yang hakiki itu ?

32

12. Menyatakan kutipan. Yang dikutip dapat berupa ucapan pejabat atau orang terkemuka, syair, puisi, tulisan pengarang ternama atau ayat-ayat kitab suci. 13. Menceritakan pengalaman pribadi. Pengalaman pembicara yang menarik dapat membuka minat pendengar. Pengalaman tersebut akan dapat membuka minat pendengar. Pengalaman tersebut akan terasa dekat dan nyata, sebab orang yang mengalaminya hadir di tengah khalayak. Dua hari yang lalu saya berpidato di tengah-tengah rakyat kecil di nganjuk. Udara terik membakar, lapang penuh sesak, dan panggung tempat saya berdiri dipenuhi pemuda-pemuda belasan tahun. Tidak jauh dari panggung berdiri seorang kakek. Mukanya sudah keriput, punggungnya sudah bengkok, tapi..... pada matanya saya melihat cahaya harapan yang bernyala-nyala.

33

14. Mengisahkan cerita faktual, fiktif atau situasi hipotetis. Manusia senang mendengarkan dongeng atau di bawa untuk membayangkan situasi rekaan di masa kini atau masa yang akan datang. Ada seorang Bapak Tua kehilangan kunci rumah, dan kunci itu jatuh dan hilang di dalam rumah, tetapi Pak tua itu mencarinya di luar rumah, dia kelilingi rumahnya sampai tujuh kali, kemudian tetangganya bertanya, Bapak lagi ngapain? Saya lagi mencari kunci saya yang hilang. Hilangnya di mana Pak ? Di dalam rumah. Kok Bapak cari di luar! Ya karena di dalam gelap sementara di luar lebih terang jawab Pak tua. Cerita ini persis kondisi kaum muslimin saat ini.

15. Menyatakan teori atau prinsipprinsip yang diakui kebenarannya. Supaya menarik, selain harus relevan dengan pokok pembicaraan, teori itu harus pula luar biasa dan disajikan secara dramatis

34

16. Membuat humor. Pembukaan jenis ini adalah yang paling sukar. Beberapa penulis bahkan tidak menganjurkannya sama sekali. Bila berhasil, pembukaan seperti ini amat berkesan bagi pendengar. Bila gagal, bukan saja khalayak, pembicara pun akan diganggu kekecewaan.

Cara Menutup Pidato Permulaan dan akhir pidato adalah bagian-bagian yang paling menentukan. Kalau permulaan pidato harus dapat mengantarkan pikiran dan menambatkan perhatian kepada pokok pembicaraan, maka penutup pidato harus dapat memfokuskan pikiran dan perasaan khalayak pada gagasan utama atau kesimpulan penting dari seluruh isi pidato. Karena itu penutup pidato harus dapat menjelaskan seluruh tujuan komposisi, memperkuat daya persuasi, mendorong pemikiran dan tindakan yang diharapkan, menciptakan klimaks dan menimbulkan kesan terakhir yang positif. Ada dua macam penutup yang buruk;

35

berhenti tiba-tiba tanpa memberikan gambaran komposisi yang sempurna, atau berlarut-larut tanpa pengetahuan di mana harus berhenti. Untuk menghindari seperti ini, penutup pidato harus direncanakan se belumnya dan lebih baik dihafal di luar kepala. Berikut ini ada beberapa cara menutup pidato : 1. Menyimpulkan atau mengemukakan ikhtisar pembicaraan. Manusia sanggup mengingat banyak hal, tetapi hanya sanggup mengingat jelas beberapa hal saja. Karena itu pokokpokok utama disebutkan kembali. Cara yang paling mudah ialah membilangnya dalam urutan satu,dua,tiga, dan seterusnya.Contoh :
Pendeknya ada tiga pilar penerapan syariah itu : 1. Kesadaran individu dibangun atas dasar ketakwaan kepada Allah SWT. 2. Kontrol Sosial masyarakat yang begitu kuat atas dasar Amar Maruf nahi Munkar. 3. Negara sebagai institusi penerapan hukum dan pelindung bagi masyarakatnya.

36

2.

3.

4.

5.

Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat dan kata yang berbeda. Ini dapat dilakukan setelah menyebut ikhtisar pidato atau tanpa ikhtisar pidato. Mendorong khalayak untuk bertindak. Pidato persuasif selalu ditujukan untuk memperoleh tindakan tertentu dari khalayak. Tindakan itu dapat berupa respon fisik. Tindakan itu dapat pula berupa hal-hal abstrak seperti penerimaan usul atau gagasan. Mengakhiri dengan klimaks Akhir pidato merupakan puncak seluruh uraian. Menuju penutup pidato, uraian menjadi lebih penting dan lebih patut mendapat perhatian. Mengatakan kutipan sajak, kitab suci, peribahasa, atau ucapan ahli Kutipan dapat menambah keindahan komposisi, asalkan kutipan itu ada kaitannya dengan tema yang dibicarakan atau menunjukkan arah tindakan yang harus dilakukan. Berikut contoh akhir pidato Moh. Natsir dalam Latihan

37

Kepemimpinan Bandung, 1977 :

mahasiswa

IKIP

Dalam sebuah buku yang berjudul Islam its Meaning and Message .....Prof. Muhammad Qutub mengakhiri uraiannya dengan : ............( Masa perjalanan Islam baru mulai, tidak berakhir bukan suatu kekuatan yang kaku, tetapi suatu kekuatan dinamis yang hidup. Masa depannya gemilang seperti kejayaannya di masa sejarah lampaunya yang besar ketika ia menyinari wajah dunia tatkala Eropa masih merangkak-rangkak di dalam masa kegelapan abad pertengahan yang mandek.) Optimisme seperti ini haruslah tertanam dalam setiap jiwa pemuda Islam, dalam setiap calon pemimpin, yang dikemudian hari dapat membawa keseimbangan kembali kepada manusia dan dunia yang telah kehilangan keseimbangannya.

6.

Menceritakan contoh yang berupa ilustrasi dari tema pembicaraan. Ilustrasi itu haruslah berbentuk cerita yang menarik perhatian dan menghidupkan jalannya. Panjangpendeknya cerita dapat disesuaikan dengan waktu yang tersedia.

38

7.

8.

9.

Menerangkan maksud sebenarnya pribadi pembicara. Ini akan efektif sekali, bila pembicara memiliki prestise yang tinggi di mata khalayaknya. Memuji dan menghargai khalayak Pujian efektif tentu saja adalah pujian yang wajar, ikhlas dan tidak berlebihlebihan. Dengan pujian, pembicara akan meninggalkan pendengar dalam keadaan puas dan bahagia. Membuat pernyataan yang humoris atau anekdot lucu. Kalau bukan ahlinya, penutup cara ini adalah yang paling sukar. Bila berhasil, kita akan meninggalkan mereka dalam keadaan tertawa dan senang.

Dengan mengetahui teknik-teknik membuka dan menutup pidato, bagi anda terbuka beberapa alternatif yang dapat anda pilih. Tetapi pada akhirnya, mutu teknik-teknik itu bergantung kepada kreativitas anda sendiri.

39

Bagaimana berkomunikasi.

mengatasi

kecemasan

Dalam Training Retorika, seringkali saya mewajibkan setiap peserta menyampaikan presentasinya dihadapan peserta lain secara bergantian. Saya ingin mengukur keberhasilan mereka dalam retorika dari praktek langsung. Salah seorang diantara mahasiswa itu menghadap saya. Dengan suara yang bergetar, ia memohon agar jangan disuruh presentasi di hadapan banyak orang , jantungnya berdegup keras, tangannya dan juga punggungnya basah dengan keringat. Mahasiswa itu kini sudah menjadi tokoh aktivis gerakan mahasiswa dan yang mengagumkan ; ia juga sering berorasi dan ceramah kajian-kajian keagamaan di kalangan mahasiswa dan pelajar. Ada pengalaman yang menarik yang saya alami pada saat pertama kali saya ditugaskan untuk Khutbah Jumat di masjid SMU negeri 6 surabaya oleh guru agama, yaitu Bpk Irfan. Saat itu saya masih kelas 1 dan aktif di SKI. Selama 1 hari saya persiapkan, dengan mengumpulkan bahan, kemudian saya tulis dan berlatih di depan cermin di rumah. Pada saat keesokannya ketika saya udah di atas mimbar yang namanya tulisan khutbah yg

40

telah kusiapkan berubah jadi gelap dan tak terbaca, keringat mengucur dengan deras, kedua kaki saya bergerak dan bergetar. Melihat kondisi tersebut Pak Irfan langsung lewat pintu belakang masjid dan masuk di pengimaman kemudian duduk di belakang podium sambil memegangi kaki saya dan beliau mengatakan terus jangan menyerah katakan saja materi yang kamu ingat, kata beliau kepadaku. Dan betul ternyata 3-5 menit kemudian tulisan itu bisa kelihatan lagi dan ada perasaan yang melegakan aku bisa menyelesaikan khutbah dengan baik akhirnya. Peristiwa itu adalah pelajaran dan pengalaman yang luar biasa yang tak terlupakan dari guru agama saya, Pak Irfan yang mudah-mudahan senantiasa dimulyakan oleh Allah SWT. Pada saat saya ketemu beliau di masjid Akbar ramadhan 1425 tahun ini kucium tangan beliau dan kuucapkan salam rindu serta permohonan maaf. Beliau telah pensiun, usianya sudah 62 th.beliau masih aktif ngajar dan berdakwah. Beliau menepuk pundak saya sambil berkata. Terus berjuanglah dan Istiqomahlah serta jangan lupa diri dan terlena dengan godaan kemewahan dunia, sekalipun kamu sekarang jadi dai muda yg energik dan terkenal, Kiprahmu di dunia dakwah begitu membanggakan saya dan

41

hati-hatilah apa yang kamu perjuangkan itu penuh dengan resiko, Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi dan meridhoi perjuanganmu. Terima kasih kusampaikan pada beliau dan mohon doa restu agar tetap istiqomah, santun, sederhana, dan teguh di jalan dakwah ini. Mudah-mudahan beliau senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan hidup. Amin Ya RobbalAlamin. Dua contoh di atas adalah salah satu bentuk dari kecemasan komunikasi atau istilah lainnya demam panggung. Kecemasan berkomunikasi adalah batu sandungan yang besar bagi seorang pembicara. Ia menghilangkan kepercayaan diri. Kecemasan berkomunikasi amat mempengaruhi kredibilitas komunikator. Betapa pun bagusnya pesan yang anda sampaikan, betapa pun sistematisnya organisasi pesan yang Anda buat, tanpa kepercayaan diri dan kredebilitas,anda akan kehilangan pengaruh dan pendengar sekaligus. Dalam Bab ini kita akan membicarakan teknik-teknik mengatasi kecemasan berkomunikasi / membangun kepercayaan diri dan meningkatkan kredibilitas. Tetapi untuk penyampaian pidato yang efektif, anda memerlukan lebih dari itu yaitu ketrampilan untuk menyampaikan pesan.

42

Ada tiga rukun penyampaian pidato : Kontak Visual , Penggunaan Suara, dan penggunaaan isyarat dan gerak tubuh. Ada seorang penulis besar pernah diundang memberikan cermah di depan mahasiswa. Di depan mimbar, dengan tenang ia memasang kacamata dan membuka makalahnya. Sesudah itu, ia terusmenerus membaca makalah tanpa ada kontak visual dengan audiens. Ketika ia mengangkat kepalanya, sebagian besar hadirin sudah meninggalkan ruangan. Tanpa sepengetahuan dia. Penulis itu mempunyai kepercayaan diri dan kredibilitas, tetapi melupakan rukun pidato dan tidak memiliki ketrampilan menyampaikan. Inilah daftar gejala yang dirasakan mereka yang mengalami kecemasan komunikasi ; detak jantung yang cepat, telapak tangan atau punggung berkeringat, napas terengah-engah, mulut kering dan sukar menelan, mengalami ketegangan otot dada,tangan,leher, dan kaki tangan atau kaki bergetar, suara bergetar dan parau, berbicara cepat dan tidak jelas, tidak sanggup mendengar atau konsentrasi, lupa atau ingatan hilang. Menurut para psikolog , semua gejala itu adalah reaksi alamiah kepada ancaman. Begitu makhluk menghadapi ancaman, ia bersiaga untuk

43

melawan atau melarika diri. Sistem saraf simpatetisnya berguncang. Andrenalin dan kadar gula dalam pembuluh darah meningkat. Tiba-tiba dalam tubuh ada tumpukan energi. Semuanya adalah upaya tubuh untuk menyesuaikan diri dengan ancaman. Perilaku di atas itu disebut Sindrom mekanisme penyesuaian (General Adaption Syndrome/GAS). Tidak mungkin kita menghilangkan GAS tadi. Tetapi kita dapat mengendalikannya. Tumpukan energi dapat disalurkan ke dalam pembicaraan kita, sehingga suara kita menjadi bagus dan berwibawa, dan gerakan kita menjadi dinamis dan hidup. Orang mengalami kecemasan komunikasi karena beberapa hal : Pertama, Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. Ia tidak dapat memperkirakan apa yang diharapkan pendengar. Ia menghadapi sejumlah ketidapastian. Untuk mengobati KK ( Kecemasan Komunikasi ) karena sebab pertama, latihan dan pengalaman sangat menentukan. Pengetahuan tentang retorika akan memberikan kepastian kepadanya untuk memulai, melanjutkan, dan mengakhiri pembicaraan . Latihan-latihan dan

44

memperbanyak jam terbang akan memberikan pengalaman. Ia dapat memastikan, atau paling tidak menduga, reaksi pendengarnya. Ingat diawal udah saya sampaikan Bisa karena biasa Dale Carnegie memberikan nasihat yang singkat, Lakukan apa yang Anda takut melakukannya. Bila anda takut berbicara di depan khalayak, cobalah berbicara di depan mereka. Sayang sekali, orang yang takut berpidato justru selalu menghindari kesempatan untuk itu. Makin sering ia menghindari bicara,makin sulit ia untuk melakukannya. Kedua, Orang mengalami KK karena ia tahu ia akan dinilai. Berhadapan dengan penilaian membuat orang nervous. Penilaian dapat mengangkat dan menjatuhkan harga dirinya. Tetapi umumnya kita memperhatikan yang kedua. Bagiamana bila kita dipermalukan orang ? Alangkah malu nya kalau humor yang kita buat tidak membuat orang tertawa, tetapi membuat mereka menertawakan? Bagaimana kalau kita kelihatan tolol dan bodoh dihadapan orang banyak? Padahal semua yang ditakutkan itu sebenarnya lebih banyak terdapat dalam persepsi kita daripada

45

kenyataan. Seandainya pidato kita gagal, harga diri kita tidaklah akan jatuh serendah itu. Apalagi berdasarkan pengalaman, kegagalan itu hanya terjadi pada percobaan-percobaan yang pertama saja. Dan khalayak maklum. Bukankah dahulu kita jatuh berkali-kali sebelum dapat berjalan dengan tegap! Ketiga, KK dapat juga menimpa bukan pemula saja, bahkan mungkin orang-orang yang terkenal sebagai pembicara yang baik. Ini terjadi bila pembicara berhadapan dengan situasi yang asing dan ia tidak siap. Misalnya, ia diminta berbicara di hadapan khalayak yang tidak ia kenal dan mereka tidak mengenalnya; atau ia harus berbicara tentang persoalan yang sama sekali tidak dikuasainya; atau ia tidak mempunyai cukup waktu untuk membuat persiapan. Bagaimana mengendalikan KK itu? Metode pertama yang kita lakukan adalah meningkatkan pengetahuan kita tentang retorika, Persiapan, penyusunan, dan penyampaian pidato.Berlatih dan berlatihlah seperti semangatnya Demosthenes sebagaimana diceritakan di awal buku ini. Melatih retorika

46

adalah mengamalkannya. Selain pengetahuan anda bertambah, latihan-latihan akan menambah kepercayaan diri anda. Anda memusatkan perhatian anda pada pesan dan cara menyampaikan pesan itu. Anda berusaha berkomunikasi dengan jelas,jernih, dan menarik. Dengan begitu, Anda lupa pada ketakutan dan kecemasan anda. Bahkan, anda mulai menikmati presentasi anda. Alih-alih pengalaman yang menakutkan, pidato menjadi kenikmatan. Seperti cinta dalam sajak shakespeare, pidato yang baik bless twice memberikan kenikmatan kepada pendengar dan juga kepada pembicara. Bagaimana bila kita mengatasi masalah KK sekarang juga? Hari ini, anda harus berbicara dalam pesta pernikahan kawan anda. Anda telah melihat bayangan KK menghantui pikiran anda. Pertama-tama, hadapilah gejalanya. Gunakan teknik-teknik relaksasi untuk mengendurkan otototot anda . Bila napas terasa sesak atau mulut terasa kering, ini biasanya terjadi karena anda kurang menarik napas. Tariklah napas dalamdalam. Bila diperlukan, ambillah segelas air ke podium dan teguklah sekali-kali untuk membasahi tenggorokan. Jantung yang berdegup, kaki yang bergetar, dan keringat seringkali merupakan reaksi

47

pada tarikan napas yang dalam dan relaksasi. Tangan yang bergetar dapat ditenangkan dengan menggoyangkannya secara pelahan-lahan dan mengendurkannya atau meletakkannya di atas mimbar. Tanamkan keberanian, senyumlah pada hadirin, tarik napas panjang sebelum berbicara, berhentilah sekali- sekali selama berbicara, untuk tersenyum atau menyusun kembali pemikiran anda. Membangun kredibilitas Kredibilitas tidak melekat pada diri pembicara. Kredibilitas terletak pada persepsi khalayak tentang pembicara.Karena itu, seorang profesor senior sangat dihormati di fakultasnya, tetapi tidak dikenal di lingkungan pedagang pasar. Seorang mubaligh dielu-elukan para pengagumnya, tetapi dibenci oleh orang-orang yang memusuhi dakwahnya.Karena itu kredibilitas dapat dibentuk atau dibangun. Dari mana kita membangun kredibilitas kumunikator? Dari informasi orang lain tentang dia dari sahabat, media massa, atau sumber-sumber yang dapat dipercaya. Juga, dari pengamatan langsung terhadap komunikator. Seorang komunikator dapat membangun kredibilitasnya dengan meminta bantuan orang lain; atau merekayasa perilaku termasuk cara penyampaian pidatonya sesuai citra yang ia

48

inginkan.Ada pertanyaan-pertanyaan yang bisa membantu anda dapat menyimpulkan kredibilitas anda : 1. Sejauh ini apa yang diketahui khalayak tentang diri anda? Apakah pandangan mereka itu positif,negatif, atau netral? ( Kredibilitas awal ) 2. Mengapa anda memilih topik tersebut? Apakah anda berminat,berkepentingan, atau secara pribadi merasa terlibat di dalamnya? ( Good character ) 3. Apakah anda memiliki otoritas untuk berbicara tentang topik itu? Atau adakah dukungan dari pemilik otoritas pada informasi yang anda berikan? ( Authority) 4. Bagaimana sikap anda pada para hadirin? Apakah anda ingin membahagiakan mereka? Apakah anda ingin membantu mereka? ( Good will) 5. Apakah anda telah menyusun pengantar atau pendahuluan yang meningkatkan kredibilitas anda. Teknik-teknik apa yang anda gunakan? ( Derived credibility). 6. Apakah penyajian anda adil dan objektif? Apakah anda menggunakan bahasa yang sarat dengan prasangka? Apakah anda

49

juga memperhatikan pandangan pihak lain dalam persoalan ini? ( Good sense ). 7. Apakah telah anda masukkan cara-cara menarik perhatian seperti alat-alat visual, auditif, video-auditif,isyarat dan gerak? ( Dinamisme) Anda dapat menyimpulkan kredibilitas anda positif atau negatif. Tetapi apa pun kesimpulan Anda, kredibilitas harus ditingkatkan ( atau paling tidak dipelihara, bila ternyata baik). Salah satu komponen penting kredibilitas adalah otoritas. Memiliki otoritas artinya memiliki keahlian yang diakui. Pertama, otoritas dibentuk karena orang melihat latar belakang pendidikan dan pengalaman. Dokter memiliki otoritas untuk berbicara berkenaan dengan masalah kesehatan. Doktor Fiqh memiliki otoritas berbicara tentang hukum perdata dan pidana dalam Islam. W.S. Rendra tentu saja mempunyai otoritas dalam bidang seni dan budaya. Hermawan Kertajaya mempunyai otoritas dalam bidang manajemen dan bisnis. Apa yang harus dilakukan bila latar belakang pendidikan dan pengalaman tidak relevan dengan topik yang anda bahas? Pakar komunikasi menyebut dengan istilah gilt by association

50

yaitu, anda menunjukkan hubungan yang akrab dengan orang-orang yang ahli di bidang yang anda bicarakan. Selain menyebutkan orang, sebutkan juga seminar-seminar, diskusi-diskusi yang anda ikuti yang ada hubungannya dengan topik yang anda bahas. Atau dalam pembicaraan kutiplah sumber-sumber yang memiliki otoritas. Dengan cara seperti ini orang yang tidak memiliki otoritas pun akan dipandang memilikinya.Komponen kedua kredibilitas adalah good sense.Pendengar menyukai gagasan yang dikemukakan oleh pembicara yang dipandang objektif. Anda dapat membangun citra objektif dengan : 1. Menggunakan pendekatan rasional dan argumentasi yang logis. 2. Menghindari penjulukan dan pilihan kata yang baik. 3. Menghindari sikap tidak jujur dalam menyajikan informasi, seperti dengan sengaja menutup informasi yang sudah sangat dikenal khalayak. 4. Tidak menggurui dan menunjukkan penghargaan kepada pendapat yang berbeda. Lebih penting dari itu ialah memperlakukan pendengar sebagai rekan, saudara, atau mitra dalam

51

mencari kebenaran. Paling penting dari semuanya ialah memperlakuakan mereka sebagai manusia, dan bukan sebagai obyek yang anda manipulasikan. Komponen ketiga kredibilitas adalah good character ( Akhlak yang baik ), kejujuran, integritas, ketulusan. Hadirin akan tertarik pada tokoh tokoh yang terkenal jujur, yang tidak mudah di beli, yang telah berbuat banyak untuk masyarakatnya. Ketika anda berbicara, anda bukan hanya menyampaikan apa yang anda ketahui tetapi juga seluruh kepribadian anda. Karena itu good character dibangun melalui sejarah yang panjang. Tidak ada resep yang baik untuk memperoleh good character selain upaya untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Komponen Kredibilitas keempat adalah good will. Para pendengar akan tertarik kepada anda, bila mereka tahu bahwa anda berbicara untuk kepentingan mereka; bahwa anda sedang berjuang untuk kesjahteraan dan kebahagiaan mereka. Anda bukan berbicara kepada mereka(speak to),tetapi berbicara bersama mereka (speak with). Anda mencari kesamaan antara anda dengan khalayak dalam perbuatan, sikap dan nilai. Ciptakan kesan bahwa keperluan mereka adalah keperluan anda, kerugian mereka adalah kerugian

52

anda,kecemasan mereka adalah kecemasan anda juga. Satukan anda secara psikologis dengan seluruh khalayak anda. Komponen kelima adalah dinamisme.Dinamisme adalah ekspresi fisikal dari komitmen psikologis anda terhadap topik. Bila anda memandang serius pembicaraan anda, suara dan gerak anda juga kelihatan serius. Semangat, begitu juga kelesuan, mudah menular. Bila pembicara berbicara dengan penuh semangat, pendengar pun akan mendengarkan dengan semangat pula. Bila ia lesu dan kelihatan capai, pendengar pun akan dilanda kebosanan. Ada tips singkat bagi anda. Kapan saja anda berpidato, ingat P-3 ( Poise, Pause, dan Pose ). Poise artinya kepercayaan diri, ketenangan, dan kredibilitas. Pause artinya hentian yang tepat, menunjukkan penggunaan suara(olah vokal) yang baik. Pose seperti dalam ucapan anak muda berpose adalah penampilan anda di hadapan khalayak. Selamat berlatih,berlatih dan berlatih serta jangan menyerah!!!

53

Daftar Pustaka Busby,Rudolph E. Dan Randall E. Majors. 1987 Basic Speech Communication : Principles,and Practices. New York :Harper and Row. Carnegie,Dale 1989, Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain. Jakarta. Gramedia Mc Burney, James H. Dan ErnestJ. Wrage. 1975 Guide to Good Speech. New Jersey: Prentice Hall Kurnia,MR 2000, Menjadi Pembela Islam,. Bogor Giblin, Les 2002,Skill with People, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Umum Giblin, Les 2005, The Art of Dealing With People, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Umum Rakhmat,Jalaludin. 1992, Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

54

Curiculum Vitae
Nama : N. Faqih Syarif H. Tempat Tanggal Lahir : Babat, 13 Oktober 1973 Alamat : Jl. S. Parman IVA No. 8 WaruSidoarjo. Telp.R. 031.8552392 Telp. Hp. 081330447814 Mumtaz.oke@gmail.com www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif Pendidikan : Farmasi Unair IAIN Sunan Ampel Magister Ilmu Komunikasi Univ.Dr.Soetomo Aktivitas dan Pengalaman kerja : 1. Komisaris Quantum Spirit Training 2. Produser dan Pengasuh Acara Segelas Air Putih dan Mutiara Uswah dan Bilik Tafakkur di Radio Delta 96,8 FM Surabaya. 3. Trainer, motivator, dan Publik Speaker Nasional 4. Master Of Trainer dan kontributor QR ( Qolbu Re-engineering ), Ridam Jawa Timur 5. Kepala Trainer New Kuwatsu Ltd. 6. Konsultan Bisnis dan Pengembangan SDM 7. Penulis buku Menjadi DaI Sukses , Pidato itu Mudah. 8. Penulis buku Bilik Tafakkur 9. Penulis Buku Motivasi Sukses sejati

55

10. Staff Pengajar di P3TV- FBS Unesa ( Universitas Negeri Surabaya) 11. Staff Pengajar di ABE- FISIP Unair ( Universitas Airlangga ) 12. Dosen Agama di Fakultas Teknik UHT ( Universitas Hang Tuah Surabaya) 13. Pembina BKLDK( Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus ) Nasional 14. Direktur Operasional PT ASB ( Adil Sukses Bersama ) Jawa Timur 15. Pengasuh Pesantren Terbuka Fikrul Mustanir

56

Tips Menjadi Pembicara Pidato itu Mudah !


Buku saku ini berisi tentang bagaimana segala sesuatu yang baik kalau dibiasakan akan menjadi sebuah keniscayaan dan karakter yang baik. Dan bagaimana membangun rasa percaya diri serta mempersiapkan pidato, membuka pidato, menutup pidato dengan sukses serta bagaimana mengatasi kecemasan dalam berkomunikasi atau demam panggung? Buku saku ini baik juga bagi pemula dan para pengemban dakwah, yang memuat tips-tips singkat untuk menjadi pembicara yang mengasyikkan. Melatih retorika adalah mengamalkannya. Selain pengetahuan anda bertambah, latihan-latihan akan menambah kepercayaan diri anda. Anda memusatkan perhatian anda pada pesan dan cara menyampaikan pesan itu. Anda berusaha berkomunikasi dengan jelas,jernih, dan menarik. Dengan begitu, Anda lupa pada ketakutan dan kecemasan anda. Bahkan, anda mulai menikmati presentasi anda. Alih-alih pengalaman yang menakutkan, pidato menjadi kenikmatan. Seperti cinta dalam sajak shakespeare, pidato yang baik bless twice memberikan kenikmatan kepada pendengar dan juga kepada pembicara.

57

58

Beri Nilai