Anda di halaman 1dari 11

Kerak (scale) Penyebab Kerusakan pada Pipa Produksi Minyak Bumi

MAKALAH SEMINAR KIMIA


Kerak (scale) Penyebab Kerusakan pada Pipa Produksi Minyak Bumi
Oleh :

Wiwit Angraini (00348/2008)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Minyak bumi adalah suatu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari karbon (83-87%), hidrogen (11-14%), nitrogen (0,2-0,5%), sulfur (0-6%), dan oksigen (0-3,5%). Proses produksi minyak dari formasi tersebut mempunyai kandungan air yang sangat besar, bahkan bisa mencapai kadar lebih dari 90%. Selain air, juga terdapat komponen-komponen lain berupa pasir, garam-garam mineral, aspal, gas CO2 dan H2S. Komponen-komponen yang terbawa bersama minyak ini menimbulkan permasalahan tersendiri pada proses produksi minyak bumi. (Halimatuddahliana. 2003) Dalam air terdapat logam baik logam berat mapun logam ringan, jarang sekali dalam bentuk atom tersendiri tetapi biasanya terikat olah senyawa lain sehingga berbentuk molekul. Salah satunya kalsium karbonat (CaCO3) merupakan molekul yang banyak ditemukan dalam air dan kalsium karbonat merupakan unsur terpenting di dalam kesadahan (hardness). Ion-ion

yang larut dalam air seperti kalsium, karbonat, dan sulfat dapat membentuk kerak (scale). Scale dapat menyebabkan penyempitan pada sistem perpipaan, tubing, dan casing sehingga dapat menurunkan produksi. Kerak (scale) merupakan masalah yang cukup kompleks dan selalu terjadi diladangladang minyak. Kerak didefinisikan sebagai suatu deposit dari senyawa-senyawa anorganik yang terendapkan dan membentuk timbunan Kristal pada permukaan suatu subtansi. Kerak yang terbentuk pada pipa-pipa akan memperkecil diameter dan menghambat aliran fluida pada sistem pipa tersebut. (Aritonang, Clara Derlismawan. 2009).

1.2 Rumusan Masalah Pembentukan kerak pada dinding pipa dan unit-unit operasi akibat kesadahan air yang tinggi merupakan masalah serius. Komponen kerak yang utama adalah kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium sulfat (CaSO4) yang membentuk timbunan keras pada dinding-dinding pipa. Akibat penumpukan kerak tersebut berdampak kepada kerusakan instalasi pipa dan penghentian operasi secara mendadak. Apabila scale terbentuk pada pipa maka akan terjadi pengurangan diameter pipa sehingga menurunkan debit air yang melalui pipa tersebut. Terganggunya aliran fluida menyebabkan suhu semakin naik dan tekanan semakin tinggi maka kemungkinan pipa akan pecah dan rusak. Oleh sebab itu diperlukan inhibitor kerak untuk mencegah terjadinya kerusakan pipa produksi minyak bumi.

1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui penyebab kerusakan pipa pada produksi minyak bumi yang disebabkan oleh scale (kerak) 2. Mengetahui proses pembentukan scale (kerak) pada pipa produksi minyak bumi dan cara penanggulangannya

BAB II. KAJIAN TEORI

2.1 Minyak Bumi Minyak bumi adalah suatu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari karbon (83-87%), hidrogen (11-14%), nitrogen (0,2-0,5%), sulfur (0-6%), dan oksigen (0-3,5%). Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak. Proses produksi minyak dari formasi tersebut mempunyai kandungan air yang sangat besar, bahkan bisa mencapai kadar lebih dari 90%. (http://www.HMTP.UMI Makasar : proses pengolahan minyak bumi)

2.2 Air Pada produksi minyak bumi dan formasi mempunyai kandungan air yang sangat besar, bahkan bisa mencapai kadar lebih dan 90%. Air yang terproduksi ini adalah air tanah (Groundwater), merupakan air yang berada di bawah permukaan tanah. Pada dasarnya air tanah dapat berasal dan air hujan (prespitasi), baik melalui proses filtrasi secara langsung ataupun secara tak langsung dan air sungai, danau, rawa dan genangan air lainnya. Mata air juga merupakan bagian dari air tanah. Air tanah umumnya mengandung garam-garam terlarut. Jenis dan kadar garam-garam terlarut yang terkandung dalam air tanah tergantung pada kondisi tanah dalam lintasan aliran air tanah. Umumya kadar konstituen terlarut dalam air tanah adalah lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadarnya pada air permukaan. Ini disebabkan oleh lebih lamanya periode kontak antara air dan zat-zat yang dapat larut yang berada dalam lapisan tanah. Air yang terproduksi ini banyak mengandung mineral-mineral yang dapat menyebabkan kerak pada pipa penyalur minyak bumi. Konstituen utama yang terdapat dalam air tanah adalah: - Kat ion: Ca2+ , Mg2+ - Anion: CO32-, HCO3-, Cl-, NO3-, SO4-2 Konstituen-konstituen yang dapat dijurnpai dalam kadar yang relatif rendah atau sangat rendah adalah: Fe2+, Mn2+, Al3+, F-. (Aritonang, Clara Derlismawan. 2009)

2.2.1

Kesadahan Air Kesadahan merupakan sifat air oleh adanya ion-ion atau kation-kation logam valensi dua. Kation-kation penyebab utama kesadahan adalah Ca2+, Mg2+, Sr2+, Fe2+ dan Mn2+ sedangkan anion-anionya yang terdapat dalam air adalah CO3-2, HCO3-, SO4-2, Cl-, NO3-. Air dengan kesadahan tinggi biasanya terdapat pada air tanah, dimana kelebihan ion Ca2+ dan ion CO3-2 mengakibatkan terbentuknya kerak pada dinding pipa. Kesadahan pada prinsipnya terbagi atas dua jenis :

a.

Kesadahan sementara (kesadahan tidak tetap) Kesadahan ini adalah kesadahan yang disebabkan oleh ion Ca2+ dan Mg2+ yang berikatan dengan ion karbonat dan bikarbonat. Oleh karena itu kesadahan ini sering disebut kesadahan bikarbonat.

b. Kesadahan tetap atau permanen Kesadahan yang disebabkan oleh ion Ca2+ dan Mg2+ yang berikatan dengan Cl-, SO4-2, dan NO3-. (http://jtptunimus-gdl-novarisant-5217-3-bab2.pdf)

2.3 Scale Istilah scale dipergunakan secara luas untuk deposit keras yang terbentuk pada peralatan yang kontak atau berada dalam air. Dalam operasi produksi minyak bumi sering ditemui mineral scale seperti CaSO4, FeCO3, CaCO3, dan MgSO4. Senyawa-senyawa ini dapat larut dalam air. Scale CaCO3 dan CaSO4 paling sering ditemui pada operasi produksi minyak bumi. Akibat dari pembentukan scale pada operasi produksi minyak bumi adalah berkurangnya produktivitas sumur akibat tersumbatnya aliran pada pipa. Penyebab terbentuknya deposit scale adalah terdapatnya senyawa-senyawa tersebut dalam air dengan jumlah yang melebihi kelarutannya pada keadaan kesetimbangan. Di lapangan operasi masalah scale dan kemungkinan penyebabnya dapat dilihat dari: a. Bentuk fisik : Panjang, padat, kristalnya seperti mutiara

an HCL 15% : Larut tanpa ada gelembung gas, larutan menunjukkan adanya SO4 dengan BaCl2 Komposisi: Gipsum, CaSO4 ,2H20 b. Bentuk fisik : Padat, halus dan putih Penambahan HCL 15% : Mudah larut dan ada gelembung gas. Komposisi : CaCO3 (Halimatuddahliana. 2003)

2.3.1 Macam-macam Jenis Scale Komposisi scale pada lapangan minyak secara umum biasanya terdiri dari : 1. Calcium carbonate, CaCO3. 2. Calcium sulfate, CaSO4. Jenis scale lainnya adalah (NaCl) atau garam, Gypsum atau (CaSO4.2H2O), dan stronsium sulfate (SrSO4, FeCO3) dan BaSO4 namun keberadaan scale jenis ini jarang di Indonesia.

2.3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan scale CaCO3 a. Temperatur Makin tinggi temperatur formasi minyak bumi, kecenderungan pembentukan scale CaCO3 meningkat. Kelarutan CaCO3 berbeda dari kebanyakan zat-zat lain, dimana kelarutannya akan menurun seiring dengan naiknya temperatur. Perubahan temperatur menyebabkan perubahan mobilitas ion-ion dalam larutan dimana semakin tinggi temperaturnya, maka semakin tinggi pula mobilitas ion-ion tersebut, sehingga kemungkinan terjadinya interaksi antara ion Ca2+ dan HCO3- akan semakin besar pula. Hal ini berarti, semakin tinggi temperatur maka kecenderungan terbentuknya endapan CaCO3 semakin meningkat pula atau mengindikasikan semakin rendahnya harga kelarutan CaCO3. b. Tekanan Banyaknya CO2 yang terlarut dalam air tergantung pada tekanan parsialnya, yaitu apabila tekanan parsial tinggi gas CO2 yang terlarut juga meningkat. Dengan demikian apabila jumlah CO2 meningkat persamaan reaksi akan bergeser ke kiri dan kelarutan CaCO3 akan meningkat, dengan perkataan lain jumlan scale CaCO3 berkurang. Sebaliknya apabila terjadi penurunan tekanan, seperti yang terjadi pada aliran fluida dalam tubing, CO2 akan keluar dari cairan/air formasi, dan mengakibatkan reaksi bergeser ke kanan dan scale CaCO3 akan terbentuk.

c. Pengaruh garam terlarut Semakin bertambahnya kadar garam di dalam air (sampai dengan 20%), maka akan menyebabkan kelarutan CaCO3 akan bertambah. Dengan demikian kemungkinan pembentukan scale CaCO3 akan berkurang dengan penambahan garam terlarut. Contoh nya

kelrutan CaCO3 pada fresh water adalah 100 mg/l, namun kelarutan pada 20% NaCl adalah 250 mg/l.

CaSO4 a. Temperatur Kelarutan gypsum (CaSO4.2H2O) akan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur hingga mencapai 100oF, namun setelah melewati suhu tersebut kelarutanya akan menurun. b. Tekanan Kelarutan CaSO4 dalam air meningkat dengan kenaikan tekanan. Dengan demikian adanya penurunan tekanan, seperti yang terjadi di sumur produksi, merupakan penyebab utama terbentuknya scale CaSO4. Pengurangan tekanan menyebabkan kelarutan menurun dan scale terjadi. (Halimatuddahliana. 2003)

BAB III. PEMBAHASAN

3.1 Pembentukan Scale Pembentukan kerak pada dinding pipa disebabkan oleh kesadahan air yang tinggi. Kesadahan pada air ini dapat menyebabkan pengendapan mineral berupa kerak, yang menyumbat saluran pipa. Kerak yang paling banyak dijumpai di ladang-ladang minyak adalah CaCO3 dan CaSO4. Kerak ini terbentuk karena kadar dari ion-ion Ca2+, CO3-2 dan SO4-2 yang berlebih didalam air.

a.

a.

CaCO3 Scale kalsium karbonat dibentuk oleh kombinasi ion kalsium dengan ion-ion karbonat

atau bikarbonat yang terdapat di dalam air formasi. Persamaan reaksinya dijabarkan sebagai berikut : Ca2+ + CO32- CaCO3 Ca2+ + 2(HCO3-) CaCO3 + CO2 + H2O Ion bikarbonat terdapat dalam air sebagai akibat adanya gas CO2 yang bereaksi dengan air, reaksi tersebut adalah sebagai berikut :

CO2 + H2O H2CO3 H2CO3 H+ + HCO3HCO3- H+ + CO3-

bb. CaSO4 Umumnya scale kalsium sulfat yang ditemui di lapangan berupa gypsum (CaSO4.2H2O). Gypsum adalah senyawa yang stabil pada temperatur kurang dari 40oC. Diatas temperatur tersebut, akan terbentuk endapan CaSO4 (Anhidrit) dan pada kondisi tertentu hemi-hydrate (CaSO4.H2O) akan terendapkan. Scale kalsium sulfat terbentuk dari reaksi berikut : Ca2+ + SO42- CaSO4

Proses penghilangan kesadahan air yang sering dilakukan pada industri-industri adalah melalui penyaringan dengan menggunakan zat-zat sebagai berikut : Resin pengikat kation dan anion. Resin adalah zat polimer alami ataupun sintetik yang salah satu fungsinya adalah dapat mengikat kation dan anion tertentu. Secara teknis, air sadah dilewatkan melalui suatu wadah yang berisi resin pengikat kation dan anion, sehingga diharapkan kation Ca2+ dapat diikat resin. Dengan demikian, air tersebut akan terbebas dari kesadahan. Zeolit memiliki rumus kimia Na2(Al2SiO3O10).2H2O atau K2(Al2SiO3O10).2H2O. Zeolit mempunyai struktur tiga dimensi yang memiliki pori-pori yang dapat dilewati air. Ion Ca2+ dan Mg2+ akan ditukar dengan ion Na+ dan K+ dari zeolit, sehingga air tersebut terbebas dari kesadahan. (http://jtptunimus-gdl-novarisant-5217-3-bab2.pdf) 3.2 Akibat Pembentukan Scale Pada Pipa

Kerak didefinisikan sebagai suatu deposit dari senyawa-senyawa anorganik yang terendapkan dan membentuk timbunan kristal pada permukaan suatu subtansi. Kerak yang terbentuk pada pipa-pipa akan memperkecil diameter dan menghambat aliran fluida pada sistem pipa tersebut. Terganggunya aliran fluida menyebabkan suhu semakin naik dan tekanan semakin tinggi maka kemungkinan pipa akan pecah dan rusak. Salah satu cara untuk mencegah terbentuknya kerak diladang-ladang minyak adalah dengan menginjeksikan bahanbahan kimia pencegah kerak (scale inhibitor) ke dalam air formasi.

3.3 Pencegahan Scale dengan Scale Inhibitor Scale inhibitor adalah bahan kimia yang menghentikan atau mencegah terbentuknya scale bila ditambahkan pada konsentrasi yang kecil pada air. Penggunaan bahwa bahan kimia ini sangat menarik, karena dengan dosis yang sangat rendah dapat mencukupi untuk mencegah scale dalam periode waktu yang lama. Prinsip kerja dari scale inhibitor yaitu

pembentukan senyawa kompleks (chelat) antara scale inhibitor dengan unsur-unsur pembentuk kerak. Senyawa kompleks yang terbentuk larut dalam air sehingga menutup kemungkinan pertumbuhan kristal yang besar. Di samping itu dapat mencegah kristal kerak untuk melekat pada permukaan pipa.

3.3.1 Pemilihan Scale Inhibitor Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis inhibitor untuk mendapatkan efektifitas kerja inhibitor yang baik adalah sebagai berikut: Jenis scale, dengan diketahuinya komposisi scale, dapat dilakukan pemilihan scale inhibitor yang tepat. Kekerasan scale. Temperatur, secara umum, inhibitor berkurang keefektifannya apabila temperature meningkat. Setiap inhibitor mempunyai batas maksimum temperature agar dapat berfungsi dengan baik. Kesesuaian bahan kimia, scale inhibitor yang digunakan harus sesuai dengan bahan kimia lain yang juga digunakan untuk kepentingan operasi seperti corrosion inhibitor. Beberapa scale inhibitor ada yang bereaksi dengan kalsium, magnesium atau barium membentuk scale pada konsentrasi yang tinggi. Padatan terlarut, semakin banyak padatan terlarut maka semakin tinggi konsentrasi inhibitor yang digunakan. Kesesuaian dengan kondisi air, kandungan ion-ion kalsium, barium, dan magnesium yang ada dalam air akan menyebabkan terjadinya reaksi beberapa jenis inhibitor sehingga menimbulkan masalah baru yaitu terbentuknya endapan. Sehingga jenis inhibitor harus dipilih sesesuai mungkin. lklim, setiap inhibitor mempunyai titik lebur tertentu dan cara menginjeksikan ke dalam sistem, sehingga untuk menghindari terjadinya pembekuan ataupun perubahan komposisi dari inhibitor.

3.3.2 Beberapa Jenis Scale Inhibitor 1. Asam klorida Asam klorida adalah bahan yang banyak digunakan untuk membersihkan scale yang telah terbentuk. Bahan ini dapat digunakan pada berbagai kondisi. Asam klorida digunakan dengan konsentrasi 5%, 10%, atau 15% Hcl. Reaksi yang terjadi:

CaCO3 + 2 HCI H2O + CO2 + CaCl2 Corrotion inhibitor harus ditambahkan dalam HCl untuk menghindari efek keasaman pada pipa yang dapat menyebabkan korosi.

2. Inorganic Converters Inorganic converters biasanya merupakan suatu karbonat atau hidroksida yang akan bereaksi dengan kalsium sulfat dan membentuk acid soluble calcium carbonate. Kemudian diikuti dengan penambahan asam klorida untuk melarutkan karbonat atau kalsium hidroksida yang terbentuk. CaSO4 + (NH4)2CO3 (NH4)2S04 + CaCO3 CaCO3 + 2 HCl H2O + CO2 + CaCl2

CO2 yang terbentuk dari reaksi dengan asam ini akan membantu mengeluarkan secara mekanis scale yang mungkin tersisa. Inorganic converters sebaiknya tidak digunakan pada scale yang keras. (Halimatuddahliana. 2003)

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Pembentukan kerak pada pipa produksi minyak bumi disebabkan oleh adanya kesadahan dalam air yang terbawa bersama-sama minyak pada waktu pengeboran minyak bumi. Kesadahan pada air ini dapat menyebabkan pengendapan mineral berupa kerak, yang menyumbat saluran pipa sehingga mengganggu aliran fluida dan menyebabkan suhu semakin naik dan tekanan semakin tinggi maka kemungkinan pipa akan pecah dan rusak. Kesadahan air ini dapat dihilangkan dengan Resin pengikat kation dan anion dan zeolit. Resin adalah zat polimer alami ataupun sintetik yang salah satu fungsinya adalah dapat mengikat kation dan anion tertentu pada air dan zeolit yang sering digunakan adalah Na2(Al2SiO3O10).2H2O atau K2(Al2SiO3O10).2H2O. Sedangkan kerak yang terbentuk dapat dihilangkan dengan scale inhibitor. Scale inhibitor adalah bahan kimia yang menghentikan atau mencegah terbentuknya scale bila ditambahkan pada konsentrasi yang kecil pada air. Scale inhibitor dapat teradsorpsi pada permukaan kristal scale pada saat mulai terbentuk. Inhibitor merupakan kristal yang besar

yang dapat menutupi kristal yang kecil dan menghalangi pertumbuhan selanjutnya dan dalam banyak hal bahan kimia dapat dengan mudah mencegah menempelnya suatu partikel-partikel pada permukaan padatan.

Saran Dalam penggunaan pipa pada industi ataupun untuk kebutuhan lain terutama yang menggunakan air kita harus memilih pipa yang cocok dan sesuai. Dalam instalasi perpipaan kita diharapkan untuk mengecek keadaan pipa dalam jangka waktu tertentu, seperti adanya kerak pada dinding pipa agar pipa yang di gunakan selalu dalam keadaan baik dan dapat melakukan fungsinya dengan maksimum. Hal ini juga akan membantu kita dalam pemeliharaan pipa, karena apabila kerak telah menumpuk pada dinding pipa akan membutuhkan biaya yang besar untuk membersihkannya.

DAFTAR PUSTAKA

Halimatuddahliana. 2003. Pencegahan Korosi dan Scale pada Proses Produksi Minyak Bumi. Teknik Kimia USU http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-halima.pdf, diakses tanggal 10 mei 2011 Aritonang, Clara Derlismawan. 2008. Kesadahan : Analisa dan Permasalahannya Untuk Air Industi. Kimia USU http://www.lontar.ui.ac.id//opac/themes/libri2/detail.jsp?id=133244&lokasi=lokal, diakses 10 mei 2011 http://www.HMTP.UMI Makasar : proses pengolahan minyak bumi, diakses 10 mei 2011 http://ITS-Undergraduate-7202-2702100027-bab5.pdf, diakses 10 mei 2011 http://jtptunimus-gdl-novarisant-5217-3-bab2.pdf, diakses 10 mei 2011 http:///pipa/Supplier Segala Jenis Pipa. PVC, PE, HDPE Wavin.htm, diakses 10 mei 2011