Anda di halaman 1dari 1

Farmakokinetika Farmakokinetika mempelajari perubahan-perubahan konsentrasi obat dalam organisme terhadap waktu yaitu dimana dan berapa cepat

suatu bahan obat diabsorbsi, bagaimana obat terdistribusi dalam organisme bagaimana enzim mengubah struktur molekul obat, diamana, bagaimana caranya dan berapa cepat obat dieliminasi? (...........) Kerja suatu obat merupakan hasil dari banyak sekali proses dan kebanyakan proses yang rumit. Umumnya ini didasari suatu rangkain reaksi, yang dibagi dalam 3 fase yaitu : fase farmaseutik, fase farmakokinetika dan farmakodinamika. Dalam gambar 1 digambarkan skematik pristiawa-pristiawa penting yang dapat berlangsung dalam organisme setelah pemberian obat secara oral. Fase farmaseutik meliputi hancurnya bentuk sediaan obat dan melarutnya bahan obat, dimana kebanyakan bentuk sediaan obat padat yang digunakan. Karena itu fase ini terutama ditentukan oleh sifat-sifat galenik obat. Dalam fase farmakokinetika termasuk ( gambar 2) bagian proses invasi dan proses eliminasi (evasi). Yang dimaksud dengan invasi ialah proses-proses yang berlangsung pada pengambilan suatu bahan obat ke dalam organisme (absorbsi, ditribusi) sedangkan eliminasi merupakan proses-proses yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat dalam organisme (biotransformasi, ekskresi). Dari pandangan farmakokinetik, organisme diartikan sebagai sistem terbuka atau sistem aliran karena senantiasa berlangsungpertukaran bahan dan pertukaran energi dengan sekitarnya. Apabila keseimbangan antara pemasukan dan pengeluran sama maka dikatakan dicapai keseimbangan aliran (steady state). Keadaan keseimbngaan dinamika ini lebih disukai daripada semu keadaan lain. Organisme kerusakan berusaha untuk mengembalikan keadaan kesetimbngan ini secepat mungkin ini pemberian obat berarti gangguan terhadap kesetimbngan aliran yang mempengaruhi organisme untuk meniadakannya. Fase farmako dinamika merupakan interaksi obat- reseptor dan juga proses-proses yang terlibat diaman akhir dari efek farmakologi terjadi. Dari bentuk kerja obat, tetapi juga (dan memang dalam jumlah besar) tergantung pada : 1. Bentuk sediaan dan bahan pembantu yang digunakan, 2. Jenis dan tempat pemberian, 3. Distribusi dalam organisme, 4. Ikatan dan lokalisasi dalam jaringan, 6. Biotransformasi (proses metabolisme) dan 7. Keterekskresian dan kecepatan ekskresi yakni parameter farmaseutika dan farmakokinetika. Dengan demikian percobaan farmakokinetika mutlak untuk memnentukan besarnya dosis (besarnya dosis tunggal, selang dosis lih. 67) dan selanjutnya berfungsi untuk menjelaskan sifat absobrbsi dan eliminasi obat. Percobaan farmakokinetika dibutuhkan juga karena keterangan mengenai ketersediaan hayati (bioavailability, lih 48)