Anda di halaman 1dari 20

Sejarah Keju

Keju adalah salah satu produk susu yang paling penting dan banyak dikonsumsi. Diperkirakan ada lebih dari 3000 jenis keju di seluruh dunia, yang berasal dari Peranc is, Jerman, Belanda, Denmark, Swiss, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lain. Banyak ya!

Sejarah Keju Sebagian besar orang menduga bahwa keju pertama kali dibuat di daerah Timur Tengah. Menurut sebuah legenda Arab, seorang pengembara berkelana dengan kudanya sambil membawa susu dalam tempat minumnya. Setelah beberapa jam, ternyata susu itu telah terpisah menjadi gumpalan putih dan c airan berwarna puc at. Ternyata hal itu disebabkan oleh tempat minum yang terbuat dari perut sapi muda itu mengandung enzim yang dapat menggumpalkan susu, c ahaya matahari yang terik dan gerakan kuda selama berkelana. Tanpa mengetahui hal itu, si pengembara mencicipi cairan dan gumpalan itu, dan menganggap rasanya enak. Ada juga yang meyakini bahwa keju telah dinikmati bangsa Sumeria di Mesopotamia beberapa tahun sebelum Masehi. Sebuah gambar di bangunan pemujaan dewi Ninc hursag menunjukkan bahwa pada masa itu keju telah diproduksi. Sementara legenda Yunani mengatakan bahwa keju ditemukan oleh Aristaeus, anak dari Dewa Apollo dan Cyrene.

Pada masa kerajaan Romawi, pembuatan keju mulai berkembang dengan keahlian dan pengetahuan yang tinggi. Mereka telah menemukan berbagai cara pembuatan dan pematangan, sehingga jenis keju semakin banyak dan bervariasi. Dalam Abad Pertengahan, keju banyak dikembangkan di biara. Banyak jenis keju yang kita kenal sekarang berasal dari para biarawan.

Pembuatan Keju Prinsip pembuatan keju adalah fermentasi asam laktat yang terdapat dalam susu. Proses pembuatan keju diawali dengan memanaskan/pasteurisasi susu, kec uali pada jenis2 keju tertentu seperti Emmentaler dari Swiss yang menggunakan susu mentah. Kemudian zat pembantu penggumpalan (rennet, sejenis enzim penggumpal yang biasa terdapat dalam lambung sapi dan/atau bakteri yang dapat mengasamkan susu) ditambahkan. Tergantung metodenya, setelah setengah sampai 5 jam, susu akan menggumpal sehingga terpisah menjadi sebuah gumpalan besar (c urd) dan bagian yang c air (whey). Gumpalan ini dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang sama besar, agar bagian yang c air (whey) semakin banyak yang keluar. Semakin kec il potongan, semakin sedikit c airan yang dikandung oleh keju nantinya, sehingga keju semakin keras. Potonganpotongan ini kemudian diaduk, dipanaskan, dan kadang dipress untuk menghilangkan lebih banyak lagi cairan. Setelah itu, bakal keju yang masih lunak itu dibubuhi jamur dan dibentuk. Lalu diolesi atau direndam dalam air garam untuk membunuh bakteri merugikan yang mungkin terdapat di dalamnya. Ada juga jenis keju yang direndam sebelum diberi jamur. Terakhir, bakal keju dimatangkan dalam kondisi tertentu. Semakin lama dimatangkan, keju akan semakin keras.

Pengecualian dari proses di atas tentu saja banyak dijumpai. Keju segar (fresh c heese) seperti cottage cheese atau Ricotta misalnya, tidak perlu mengalami proses

penggaraman dan pematangan. Selain itu, banyak jenis keju segar yang terbuat bukan dari gumpalan (curd), melainkan justru dari bagian yang cair (whey) yang dipanaskan hingga menggumpal.

Jenis-jenis Keju Ada beberapa faktor yang dapat membedakan keju: Asal susu: Sebagian besar keju dibuat dari susu sapi. Tapi banyak juga yang dibuat dari susu domba (misalnya Feta dari Yunani), kambing, kerbau (misalnya Mozzarella dari Italia), bahkan susu unta. Jenis-jenis keju tertentu mensyaratkan susu dari hewan yang diperah pada pagi/sore hari, atau hanya makan makanan tertentu, atau berasa dari daerah tertentu saja. Kadar lemak: Untuk mendapatkan kadar lemak yang diinginkan, susu dic ampur dengan susu rendah lemak (skimmed) sehingga kadar lemaknya turun, atau dic ampur dengan kepala susu (cream) agar kadar lemaknya naik.

Metoda penggumpalan atau koagulasi: Ada yang dibuat dengan menggunakan rennet, ada juga yang menggunakan bakteri yang memiliki sifat mengasamkan susu, ada juga yang menggunakan keduanya.

Jenis jamur: Ada yang menggunakan jamur putih, kemerahan, dan biru. Proses pematangan: Untuk mendapatkan rasa, aroma dan penampilan yang khas, setiap jenis keju mengalami proses pematangan yang berbeda-beda, baik dari sisi lamanya proses (bervariasi antara 2 minggu sampai 7 tahun), suhu di mana bakal keju dimatangkan, dan bahan-bahan lain yang ditambahkan ke dalam keju. Misalnya keju Appenzell dari Swiss direndam dalam campuran bumbu dan anggur putih selama beberapa saat, keju Leiden dari Belanda ditambahkan sejenis jintan (cumin), atau beberapa jenis keju segar yang dibubuhi daun bawang atau biji lada hijau. Ada jenis keju yang selama proses pematangan diolesi air garam setiap waktu tertentu, ini membuat kulit keju menjadi keras. Ada juga keju yang dimatangkan sambil dibungkus kain, kayu, lilin, dan sebagainya, baik hanya selama beberapa hari maupun sepanjang masa pematangan. Keju Cheddar yang banyak kita kenal dimatangkan dengan dibungkus kain katun selama beberapa hari di awal masa pematangan, sementara keju Edamer bahan pembuat kue kaasstengels dibungkus lilin yang biasanya berwarna merah. Proses pematangan tertentu juga membuat keju menjadi berlubang-lubang. Pemrosesan lebih lanjut: Beberapa jenis keju diproses lebih lanjut setelah matang, misalnya diasap, dibuat menjadi keju lembaran seperti Kraft slic ed yang kita kenal di Indonesia, atau dibentuk kotak kecil seperti La Vac he Qui Rit, si sapi tertawa asal Perancis yang juga dapat ditemui di supermarket besar di Indonesia.

Keju dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan konsistensinya: 1. Keju segar (fresh/unripened) yang tidak mengalami proses pematangan. Rasanya biasanya netral dan tidak begitu asin, berbentuk seperti krim karena

mengandung lebih dari 70% air, serta tidak begitu awet. Contohnya Cottage, Philadelphia dari Amerika Serikat, Ricotta, Mascarpone dari Italia . Mozzarella yang biasa ditaburkan di atas pizza pun ternyata termasuk keju fresh, karena walaupun bentuknya semikeras, ia tidak mengalami proses pematangan.

2. Keju lunak, baik yang berkulit seperti Brie, Camembert dari Peranc is maupun yang tanpa kulit seperti Limburger si super bau dari Belgia dan Feta dari Yunani. Ciri utamanya adalah memiliki konsistensi yang empuk dan lembut, walaupun agak sulit dioleskan. Dalam proses pembuatannya, gumpalan (c urd) dipotong-potong kira-kira sebesar bola pingpong dan keju dimatangkan sekitar 2-4 minggu.

3. Keju iris semikeras, yang walaupun agak empuk, jika diiris memiliki bentuk yang tetap. Contohnya Bel Paese dari Italia. Sebagian besar blue c heese termasuk golongan ini, misalnya Stilton dari Inggris, Gorgonzola dari Italia, Roquefort dari Peranc is, dll.

4. Keju iris. Jenis yang terkenal misalnya Edamer dan Gouda dari Belanda, serta Cheddar dari Inggris. Keju Kraft yang kita kenal di Indonesia adalah juga jenis Cheddar. Dalam pembuatannya, gumpalan dipotong-potong sebesar kac ang polong dan keju dimatangkan antara 4-12 minggu.

5. Keju keras. Dalam proses pembuatannya, gumpalan dipotong menjadi bagian yang sangat halus, kira- kira sebesar butiran gandum. Masa pematangannya minimal 3 bulan. Keju yang sangat keras kadang dimatangkan sampai 3 tahun, dan biasa dinikmati dengan cara diparut, misalnya Parmesan dari Italia. Contoh lain dari keju keras adalah Emmentaler dari Swiss. Keju jenis ini biasanya sangat tahan lama.

Pemanfaatan Keju

Sementara kebanyakan orang Indonesia hanya mengkonsumsi keju saat sarapan sebagai isi roti atau sebagai bahan pembuat kue kering di hari raya, sebetulnya terdapat banyak c ara menikmati keju.

Misalnya dengan menc ampurkan dalam salad. Keju iris seperti Cheddar dipotong dadu dan disajikan bersama salad hijau, tomat, dan bahan-bahan lain. Ada lagi salad khas Mediterania, yaitu irisan Mozzarella, tomat, daun basil dan olive (zaitun) yang disajikan dengan dressing dari minyak zaitun dan c uka.

Keju juga dapat dimasak sebagai taburan pada sc hotel atau gratin. Atau sebagai teman makan pasta. Kadang orang memanggang steak atau sayur-sayuran dengan keju di atasnya, hanya sekitar 10 menit agar keju meleleh. Sebagai isi pie, keju dengan sayursayuran menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi konsumsi daging. Blue c heese sering dibuat salad dressing, walaupun baunya seringkali kurang akrab untuk kita. Saus untuk teman makan steak ada pula yang dibuat dari keju. Bahkan orang Swiss suka membuat sup dari keju.

Dalam bentuk kue dan makanan penutup, kita mengenal c heesec ake yang terbuat dari keju krim. Atau tiramisu yang manis dan beraroma kopi yang terbuat dari Masc arpone. Orang Italia juga biasa membuat kue dari Ric otta.

Di Peranc is dan negara-negara Eropa Selatan, keju juga dikenal sebagai penutup lambung alias sebagai hidangan penutup, ditandem dengan anggur yang sesuai.
Diambil dr tulisan Bondan Winarno, pakar kuliner Indonesia :

Doyan Keju

Bahkan almarhum ibu saya dulu sering mengatakan sec ara bergurau kepada saya, "Wis, panc en kowe kuwi ora Jowo." (Kamu memang sudah bukan orang Jawa lagi). Bagi orang Jawa, kata-kata seperti itu bisa sangat memukul perasaan. Orang yang sudah "bukan Jawa" adalah orang yang tidak mengerti tatakrama. Tetapi, saya tahu, bukan itu yang dimaksud ibu saya.

Dari kec il saya doyan keju. Padahal, orang Jawa biasanya tidak doyan keju. Dari situlah bermula julukan "bukan Jawa" untuk saya. Sekalipun saya memakai topi yang bertulisan "Java Head" dari sebuah gerai kopi di Seattle, tetap saja cap yang telah melekat pada saya adalah orang "bukan Jawa" yang doyan keju. Ketika saya masih kecil, keluarga kami tinggal di Padang, Sumatera Barat. Pada pertengahan 1950-an di Riau masih berlaku matauang sendiri yang disebut "Dolar Riau". Di Riau juga banyak komoditi impor dari Singapura. Bila pulang dari Riau, ayah selalu membawa oleh-oleh sekitar dua peti yang berisi apel, permen karet, keju, dan berbagai bahan makanan yang sulit ditemui di Padang ketika itu.

Yang paling dulu saya "tubruk" pastilah kotak berwarna biru dengan tulisan Kraft Cheddar Cheese. Ya, warna kotaknya tidak berbeda jauh dengan yang sekarang ada. Ketika itu saya berpikir, tidak ada makanan di dunia ini yang lebih enak dari Kraft Cheddar Cheese. Pokoknya, kalau di rumah ada keju "hilang", pastilah potongan keju itu sudah bersarang di perut saya. Untunglah ketika itu belum ada buku yang berjudul Who Moved My Cheese?, sehingga sindiran itu tak pernah saya dengar.

Ketika saya mulai bekerja dan punya uang untuk beli keju sendiri, saya mengenal jenis keju edam dan gouda dua jenis keju Belanda yang hanya dijual di beberapa toko tertentu di Jakarta pada awal 1970-an. Keju itu biasanya berbentuk bola, dibungkus lilin berwarna hijau atau kuning. Kedua jenis keju baru itu pun sangat saya sukai. Sampai suatu ketika saya diundang pada ac ara yang bernama "wine and c heese" pada pembukaan konferensi periklanan di Copenhagen, sekitar 25 tahun yang lalu. Saya sampai termimpi-mimpi mengharapkan ac ara itu. We, ladalah, ternyata di sana saya menemukan berbagai mac am keju yang jauh lebih enak daripada c heddar, edam, maupun gouda. Itulah untuk pertama kalinya saya mengenal ada budaya wine and c heese itu. Bahwa ternyata keju itu c oc ok dimakan sambil minum anggur pada ac ara kasual petang hari.

Kesukaan saya pada keju memang agak mendekati maniak. Kalau ada teman akan datang dari luar negeri dan bertanya oleh-oleh apa yang saya harapkan, sudah pasti keju yang saya minta. William Wongso bahkan selalu menyisihkan beberapa potong keju bila di restorannya ada ac ara c heese tasting yang tidak bisa saya hadiri. Terima kasih kepada semua teman-teman yang selama ini telah memanjakan saya dengan keju.

Sayangnya, keju bukanlah makanan murah. Salah satu kesempatan bagi saya untuk

mengganyang keju puas-puas adalah di ac ara brunc h yang setiap hari Minggu digelar di "Il Mare", restoran Italia di Hotel Mulia, Senayan. Di sana brunc h buffet-nya c ukup murah, apalagi dengan sparkling wine yang terus mengalir. Tetapi, kalau ke sana justru saya tidak puas-puas minum sparkling wine, melainkan menyantap keju parmesan. Keju parmesan (parmiggiano dalam bahasa aslinya) adalah jenis keju keras yang terkenal dari Parma, sebuah kota di Italia. Parma juga terkenal dengan prosc iutto (ham) yang luar biasa lezatnya. Bila utuh, berbentuk silinder seperti roda bergaris tengah setengah meter. Setelah dipotong menjadi dua, bagian tengahnya dipec ah-pec ahkan dengan semac am pahat. Pisau biasa tidak mampu memotong keju yang keras ini. Rasanya sangat tajam, tetapi lezat. Coc ok dimakan sebagai dessert dengan port wine, riesling, atau sauvignon blanc . Coc ok juga dimakan dengan buah anggur merah atau pir. Dalam bentuk parutan, keju parmesan c oc ok untuk makan sup atau pasta.

Paman saya, seorang dokter di Swiss, pernah membelikan saya keju bavarian bergkase yang tekstur kerasnya mirip parmesan, tetapi rasanya lebih mild. Itu adalah perkenalan saya pada jenis keju keras Swiss. Soalnya, Swiss lebih terkenal dengan keju yang lebih lunak dan hampir selalu berlubang-lubang di tengahnya. Orang Swiss juga suka makan keju sebagai fondue, hidangan yang dimasak dalam kuali yang dipanaskan di meja makan. Keju untuk fondue adalah keju yang mudah meleleh, seperti fontina dan gruyere. Negeri yang paling kaya dengan varietas keju adalah Pranc is. Setidaknya ada 400 jenis keju di Pranc is. Kalau Mic key Mouse singgah ke Pranc is, mungkin dia akan seperti saya. Kesasar di pasar dan tak akan pernah pulang lagi. Di rumah saya punya buku, Fromage daujourdhui, dengan gambar-gambar yang sungguh membangkitkan selera. Kalau sedang tak punya keju, sering saya buka-buka dan jadi ngiler sendiri. Jenis keju Pranc is yang paling saya sukai adalah brie. Orang Jawa pasti bilang ini jenis keju busuk. Baunya memang keras, kejunya lembek dengan bagian kulit agak keras. Coc ok dimakan dengan kac ang-kac angan, misalnya walnut, apel hijau, dan stroberi. Rasanya juga c ukup keras bagi mereka yang belum terbiasa.

Penggemar keju biasanya suka keju yang bukan buatan pabrik, dan dibuat dari susu murni yang belum dimasak. Keju pabrik kebanyakan dibuat dari susu yang sudah pasteurized. Di Pranc is ada desa-desa yang khusus membuat keju sec ara artisan. Hal yang sama kita lihat di Belanda dan Italia. Setiap desa atau daerah punya keju kebanggaannya. Camembert de Normandie, misalnya. Wilayah Normandie di Pranc is ini memang terkenal dengan keju jenis c amembert. Artinya, kalau Anda ingin makan keju c amembert yang terbaik, usahakanlah menc ari yang buatan Normandie. Keju ini juga lembek, dengan bagian luar (c rust) agak keras. Crust-nya, seperti juga pada brie, bisa dimakan. Yang tak biasa makan akan kaget karena terasa seperti menyengat di hidung (pungent). Orang Pranc is suka makan keju ini dengan c roissant. Coc ok dimakan dengan melon, sambil minum sampanye atau anggur merah. Ada lagi keju biru yang lebih tajam rasanya daripada c amembert atau brie. Dikenal dengan nama blue cheese. Di Prancis sangat banyak variannya, seperti bleu des c usses, bleu dauvergne, bleu de laqueuille, dan lain-lain. Warnanya putih kotor, dengan c orak marmer berwarna biru. Baunya lebih "busuk", penampilannya juga seperti keju busuk yang gampang hanc ur (crumbly), dan rasanya amat tajam. Sering dipakai juga untuk saus selada.

Hampir semua keju dibuat dari susu sapi. Bila dibuat dari susu non-sapi, menurut aturan, harus disebut nama bahannya. Kebanyakan dari susu kambing atau susu domba. Salah satunya adalah keju feta yang khas Yunani. (Di AS, keju feta dibuat juga dari susu sapi). Keju ini rasanya juga agak tajam, biasanya dipakai dalam masakan, khususnya

untuk selada. Di Italia ada keju pic orino dari susu kambing yang sangat lezat.

Keju lain yang enak dimakan dengan sayuran adalah mozzarella. Warnanya putih dan lembek. Diiris tebal dan dimakan dengan irisan tomat dan daun basilik, disiram dengan minyak zaitun berbumbu. Hidangan pembuka ini warnanya mirip bendera Italia, merahputih-hijau. Mozzarella juga jenis keju yang biasa dipakai untuk pizza. Pada ac ara-ac ara wine and c heese di petang hari, selain keju juga biasanya dihidangkan irisan sosis keras atau salami, buah zaitun, dan berbagai jenis roti atau c rac kers. Baguette Pranc is boleh dibilang cocok untuk segala macam keju. Tetapi, ada juga keju tertentu yang hanya c oc ok dengan roti hitam yang bantat dan masam. Beberapa jenis keju yang berc itarasa tajam juga c oc ok untuk minum bir, misalnya: keju edam dan gruyere. Ada lagi keju yang c oc ok untuk menemani minum sampanye, seperti keju mascarpone yang manis atau keju gorgonzola. Pada acara-acara cheese tasting, biasanya disediakan crackers dari soda untuk menetralkan rasa keju sebelum menc ic ipi jenis keju yang lain.

Keju juga biasa dihidangkan sebagai hidangan sebelum dessert. Dalam hal ini, biasanya dihidangkan dengan buah atau batang seleri. Amerika tidak pernah mau ketinggalan dengan produk makanan eksklusif. Sekarang banyak perusahaan di AS yang mengkhususkan dalam pembuatan keju. Keju AS yang terkenal adalah c ottage c heese dan c ream c heese. Cottage c heese berwarna putih dan mirip keju yang belum jadi karena masih lembek dengan gumpalan-gumpalan yang isinya masih c air seperti susu. Keju ini biasa dimakan dengan selada. Cream cheese berwarna putih dan bentuknya seperti mentega padat. Orang Amerika suka makan c ream c heese dengan bagel, roti bantat yang berbentuk seperti donat. Paling enak bila di atasnya diberi salmon asap, irisan onion, dan c apers. Di toko swalayan biasanya dijual dengan nama Philadelphia Cream Cheese, dalam kaleng seperti mentega.

Musim panas yang sangat panas di Eropa sekarang ini membuat banyak toko keju di sana terpaksa tutup dan menyimpan dagangannya dalam lemari es. Beberapa toko keju di Eropa yang melayani penjualan lewat Internet bahkan menyetop pengiriman selama musim panas, karena takut kena c omplain pelanggan bila keju tiba dalam kondisi buruk. Keju memang mirip anggur, harus disimpan pada suhu yang tepat.

Yang Lembut dan Padat dari Perancis


Tak hanya kehebatan dunia fashion yang bisa ditunjukkan oleh negeri romantis ini. Kelezatan anggur dan hidangannya pun menjadi 'kiblat' para pec inta makanan di hampir seluruh dunia. Rasa lezat ini tentu saja tak terlepas dari peran keju, hasil olah susu yang juga menjadi kebanggaan dunia kuliner Peranc is. Jenis keju koleksi dapur Peranc is terdaftar c ukup panjang, terc atat lebih dari 400 mac am jenis keju yang diproduksi di sana. Meski jenisnya menc apai ratusan, keju Peranc is hanya dikelompokkan menjadi dua tipe, keju yang lembut dan yang padat.

Keju lembut: Rebloc on: Keju khas dari daerah Savoie dan diproduksi dalam bentuk silinder berdiameter 13 c m. Rasanya gurih dan lembut. Terbuat dari susu sapi dan melalui proses pemeraman.

Carre de L'est:

Terbuat dari susu sapi yang telah dipasteurisasi. Berupa keju lembut bertekstur bunga. Banyak diproduksi di daerah Champagne dan Lorraine. Dijual dalam bentuk silinder seberat 40 kg yang dikemas dalam kotak persegi.

Valenc ay: Diproduksi di daerah Le Berry. Merupakan jenis keju lembut dengan daging keju yang sangat lembut, berbentuk seperti piramida terpotong dan ditaburi abu batang pohon.

Pont-L'eveque: Keju ini banyak diproduksi di daerah Normandie dan dibuat dari susu sapi. Merupakan keju lembut dengan proses pemeraman dengan rasa yang sangat tradisional.

Keju keras:

Cantal: Merupakan jenis keju yang tertua dan diproduksi di daerah Auvergne. Keju ini diproses dari susu sapi menjadi keju padat dan mentah, mempunyai aroma yang c ukup keras. Diproduksi dalam bentuk bulat seberat 30 kg.

Saint-Nec taire: Diproduksi di daerah Auvergne dan dibuat dalam bentuk lempeng. Keju ini diproses dari susu sapi menjadi keju padat dan mentah beraroma kac ang kenari. Emmental: Keju khas dari daerah franc e-Comte an Savoie dan Bouggogne, Chanteres dan UK. Terbuat dari susu sapi, merupakan jenis keju padat dan masak. Diproduksi dalam bentuk bulat, seberat 80 kg sampai 100 kg.

Comte: Satu-satunya tempat untuk memproduksi keju ini adalah di daerah Franc e-Comte. Keju dengan bahan dasar susu sapi ini diolah menjadi keju padat dan masak, mirip dengan keju emmental.

Saint-Paulin: Merupakan jenis keju padat dan mentah tapi bertekstur lembut. Dibuat dari susu sapi melalui proses pasteurisasi. Berbentuk silinder agak tebal. Hampir setiap daerah di Peranc is memproduksi keju ini.

Rac lette berasal dari akar kata Peranc is rac kler, dalam bahasa Inggris berarti to sc rape karena keju harus diiris. Selain di Swiss, makanan ini juga menjadi makanan khas di Peranc is. Rac lette adalah makanan yang umumnya dimakan saat musim dingin, terdiri dari keju khusus yang dilelehkan dan kentang rebus. Mungkin mirip dengan c heese fondue. Untuk memotong keju, digunakan alat khusus yang mengiris keju menjadi irisan sedikit lebih tebal daripada keju untuk sandwic h. Kentang yang dipakai juga dari varietas tertentu, yaitu Bintje, Charlotte atau kentang untuk rac lette lainnya.

Swiss - Raclette, Lelehan Keju Panas di Musim Dingin

Di Swiss, kentang ini direbus bersama kulitnya hingga lembut. Ketika kentang matang, baru keju diiris-iris dan diletakkan di atas pemanggang hingga meleleh. Baru sesudahnya kentang dilumuri dengan lelehan keju ditambah lada hitam dan paprika bubuk dan dimakan dalam keadaan panas. Biasanya rac lette ditemani teh atau minuman hangat lain

atau anggur putih. Rac lette bisa dimakan dengan sayur-sayuran atau apel, ataupun dimakan begitu saja. Tanpa pemanggang pun bisa saja melelehkan keju dengan mic rowave, namun dengan cara ini keju hanya bisa dilelehkan sedikit demi sedikit sesuai keinginan tiap orang untuk menambah porsi makan atau tidak. Rasa rac lette ketika masuk di mulut sangat yummy.. c ampuran kentang yang lembut, lelehan keju dengan citarasa khas dan bumbu-bumbu lada hitam serta paprika ketika dikunyah memberi sensasi yang dahsyat.

SERBA-SERBI KEJU

Bahan makanan berc itara lezat dan mewah ini, makin hari makin banyak dipakai dalam menu sehari-hari di dapur Indonesia. Mesipun tidak sepopuler di negeri asalnya yaitu Peranc is atau Belanda, setidaknya sekarang rasa gurih dari keju mulai akrab di lidah kita. Jika Anda adalah seorang penggemar berat hasil olah susu ini, serba-serbi keju berikut bisa menjadi panduan di dapur.

Menghidangkan keju:

Keju paling enak dihidangkan dalam kondisi suhu ruang. Untuk memotong keju, selalu gunakan pisau yang benar-benar bersih agar mutu keju tetap terjaga. Potong keju secukupnya 1 jam sebelum dihidangkan. Tutup rapat sisa keju (agar tidak terkontaminasi udara) lalu segera kembalikan sisanya dalam lemari pendingin. Jangan langsung menyantap potongan keju jika terlihat sedikit tanda-tanda berjamur. Potong dan buang bagian keju yang berjamur setebal 1 c m.

Sesaat setelah dikeluarkan dari freezer:

Sambil menunggu keju pada suhu thawed (pelelehan) masukkan keju dalam lemari pendingin. Jangan buka pembungkusnya, agar c itarasa dan tekstur keju tidak berubah.
Saat mengolah keju:

Parut keju atau iris kasar sebelum ditambahkan pada adonan saus yang panas, lalu aduk secara perlahan. Kandungan protein dalam keju cukup tinggi, maka untuk mempertahankannya gunakan api sedang (jangan terlalu panas) dan masak dalam waktu yang singkat. Pada saat memanasi saus keju, cukup rendam wadah saus keju dalam air panas, jangan merebusnya langsung di atas api.

Memarut keju:

Suhu keju yang paling baik saat di parut adalah 34C sampai 35 C setelah keluar dari freezer. Pada suhu ini, kandungan minyak yang ada dalam keju akan membantu menghasilkan parutan keju dengan tekstur yang lembut.

Menyimpan keju:

Usahakan keju tetap dalam kemasan aslinya, artinya jangan pindahkan keju ke wadah

lain. Buka kemasannya sepanjang bagian keju yang akan dipotong.

Emmental Cheese

Emmental, Emmentaler, Emmenthal, atau Emmenthaler adalah sejenis keju Swiss. Keju ini dikenal sebagai "keju Swiss" di Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru, walaupun keju Swiss tidak selalu merujuk kepada Emmental. Keju ini berasal dari lembah Emme di Canton Bern. Nama "Emmental" tidak dilindungi, sehingga negara lain juga memproduksinya seperti Perancis dan Bavaria. Finlandia malah merupakan pengekspor Emmental. Emmental berwarna kuning dengan karakteristik keras-sedang dengan lubang-lubang besar. Ada tiga jenis bakteri yang digunakan untuk memproduksi Emmental yaitu Streptokokus thermofilis, Laktobasilus, dan Propionibakter shermani. Pada tahap akhir dari siklus produksi, P. shermani memakan asam laktik yang diekskresi bakteri lain dan melepaskan gas karbon dioksida yang secara perlahan membentuk gelembung yang akhirnya akan membentuk lubanglubang. Keju Swiss adalah nama generik, di Amerika Serikat, Kanada dan Australia, untuk beberapa ragam terkait keju, yang semuanya menyerupai Emmental Swiss. Keju Swiss memiliki rupa yang berbeda, karena satu sisi keju itu dilubangi dengan lubang yang disebut "mata". Keju Swiss yang tak memiliki mata disebut "buta".

Umumnya, makin besar mata di sebuah keju Swiss, makin nyata rasanya; hal ini terjadi karena keadaan yang sama yang membuat mata besar - penyimpanan yang lama atau suhu yang tinggi - juga membuat bakteri dan enzim lebih banyak membentuk rasa. Hal ini menjadi masalah bagi pembuat keju Swiss pra-iris, kategori paling umum di AS. Keju bermata besar tak bisa teriris baik, terkadang hancur di mesin pengiris, yang menghabiskan waktu dan uang dan menjadi salah satu alasan mengapa produsen AS biasanya membuat produk yang baru dan berasa daripada keju yang diimpor yang ragamnya sama. Baby Swiss adalah keju terkait lainnya, sering ditemukan di AS. Dibuat dengan menambahkan air di air dadih susu itu untuk menghambat bakteri, lubang pada keju Baby Swiss lebih kec il dan rasanya lebih sejuk. Baby Swiss sering dibuat dari keseluruhan susu. Lacy Swiss adalah ragam lanjutan keju Swiss lubang kec il dari AS yang dibuat dengan susu rendah lemak. Lorraine Swiss adalah c ontoh ragam ini. Kenal dengan blue c heese atau green cheese? Buat orang yang tidak mengerti keju, jenis ini sudah jelas tidak akan masuk ke dalam daftar makanan yang layak dimakan. Untuk membuat blue cheese diperlukan bahan tambahan, semacam jamur yang masih sekelas dengan jamur penicilin, Penic illium roqueforti dan Penicillium gorgonzolai. Kedua jamur ini diinjeksi kedalam keju dan akan menyebar seperti pembuluh darah yang berwarna hijau atau biru. Tujuannya adalah untuk menambahkan rasa dan keempukkan ketika dimasak dan memang umumnya keju jenis ini dikonsumsi setelah melalui proses. Contohnya keju gorgonzola biasa menjadi bahan untuk saus dalam pasta dengan rasa yang mengagumkan.

Italian Cheese

di bawah ini adalah beberapa jenis keju yg berasal dari Italia. Kita tau bahwa Italia juga adalah termasuk dr negara2 produsen keju, dan ada sekitar 450 jenis keju di Italia. Yang terkenal di indo biasanya adalah keju parmesan, keju keras yg diparut lalu dijadikan taburan dr pizza

1. Bel Paese Traditional


"beautiful country", Bel Paese got it's name from the name of a book by the cheesemaker's friend. Similar to St. Paulin and even Mozarella, it's a creamy cheese made of c ow's milk, mild and buttery. Typically used to top pizzas and hot panini and focaccia sandwiches, it has a very even melting which makes it perfec t for hot dishes.

2. Caciocavallo Silano DOP


This elite Italian DOP cheese is firm and stringy, made from cows milk following a traditional tec hnique that involves hanging the molds astride horizontal rods (this its name, cheese on horseback), which leaves characteristic grooves on the cheeses rind. It delivers a smooth, mild salty taste, and is excellent for pasta dishes.

3. Caciotta Al Tartufo
One in our exc lusive selection of "al tartufo" - tuffled cheeses. A semi-hard cheese embedded with small chunks of Italian black truffles, Caciotta is mild and aromatic . Made in Umbria.

4. Fiore Sardo
When you get tired of good old Parmiggiano, give Fiore Sardo a taste. When our tasters cut into this cheese, even the little crumbled pieces were gone in minutes. They claimed it was buttery and subtle and oh, not very strong at all! The reviews were raving. Fiore Sardo is made in the Island of Sardinia from sheep's milk. It's aged to have a semi- hard texture that can be either sliced or grated, but is not as prone to shred like other aged cheeses (Parmiggiano or Grana Padano are some examples). It's a good alternative for a cheese platter when you want to bring more unique flavors to the table, but is also really exc ellent for grating over pastas, soups and casseroles.

5. Gorgonzola Dolce (DOP)


a prestigious, distinctive Italian cheese, beloved for its utterly delicious creamy textures and salty tangy flavor produced by the blue mold used in its production. Gorgonzola Dolce is a younger cheese, not as pungent, more subtly sharp and not as dry or crumbly as the aged Gorgonzola. You'll delight in this more consistent texture that is perfect for spreading, and lets you enjoy this superb blue cheese in a completely different manner, without as much of a kick to the palate. Serve with fresh fruit for a sweet complement, and a smooth, sweet dessert wine.

6. Grana Padano Aged Over 18 months


Parmeggiano Reggiano, Grana Padano originates in the Pianura Padana mountains of Italy, first created by monks who used the left over milk from their meadow-fed cattle. Today it's produced following stringent guidelines of the Grana Padano Consortium in Italy. Grana means "grainy" and refers to the texture of the cheese, which gets finely granular as it ages. But although it is an aged cheese, Grana Padano is not nearly as hard or white as Parmeggiano - it tends to be yellower and creamier. Further differences include a lower fat content, as Grana Padano gets two skims. You'll taste as well some light hay overtones. This makes it very versatile in cuisine; it's great in cooked dishes like meat fillings, excellent shaved over salads or cold dishes, and exquisite when paired with Aceto Balsamico and fig cake for a sweet dessert.

7. Grana Padano Quarter Wheel


Grana Padano is classified as a DOP cheese meaning it is one of the elite cheeses in Italy. This cheese is known for two things: it is the world's first hard cheese, being over 1,000 years old. The Cistercian monks of Chiaravalle created it by the beginning of the millennium; by 1477, it was Italy's most popular cheese. This item can last a long time without spoiling, sometimes aging up to two years. It has a tangy, fruity flavor.

8. Mozzarella Di Buffalo (Bufala) Campana In Water


This Mozzarella Di Buffala imported from Italy flies of our shelves! An authentic Italian product, this Mozzarella is utterly sophisticated, and acclaimed by chefs and cheese lovers. Wonderfully elastic in texture, this versatile Italian cheese will help your create wonderfully inventive pizzas, moist and fresh Caprese salads and just about the easiest snack you've had.

9. Parmigiano Reggiano
Forget processed supermarket parmesan cheese; authentic Parmigiano Reggiano is a whole story altogether. Classified as DOP c heese, Parmegiano's methods of production are strictly controlled by a consortium. Traditionally, Parmigiano is used shaved over pastas and salads, or dipped into aged Aceto Balsamico. Dry and hard due to its extremely long aging, Parmegiano has a granular texture that easily breaks into slivers - irresistible to pop into the mouth.

10. Parmigiano Reggiano Quarter Wheel


as Parmesan in English. Considered to be the keynote of cheeses, Parmigiano Reggiano is classified as a DOP cheese meaning it is one of the elite cheeses in Italy. For centuries, Italian writers such as Moliere, D'Alambert and Giovanni Boccac cio wrote and praised it for its nutritional qualities. It has an excellent, fruity taste. It's nicely aromatic , and it's very versatile. This cheese matures for at least year before it is ready for sale.

11. Pecorino in Walnut Leaves (Foglie di Noce)


A hard Italian sheep's milk cheese wrapped in walnut leaves for an earthy nutty flavor.

12. Pecorino Romano


Similar to Parmegiano-Reggiano, and often used as a substitution, Pecorino Romano is never a secondary choice. This hard cheese, excellent for grating, is made in Lazio, Italy under stric t supervision of a c onsortium that ensures quality control and proc esses. Dry- salted by hand, the large wheels get a salting several times, producing a great flavor. The long aging produces the dry and granular texture, and strong taste. Essential for grating over pastas and vegetable dishes, with that characteristic aroma of sheep's milk. Pair with a hearty red wine.

13. Pecorino Toscano Stagionato DOP


Pecrino is a semi-hard table or grating cheese produced in Tuscany, Italy, exclusively from sheeps milk. It has a yellowish rind with a very firm pate, and a flavor that is fragrant and savory. This superb cheese is protected by the DOP, a mark of protected origin.

14. Perla Nera

A soft cheese produced in Sardinia, Italy, that is made of ewes milk with a soft, compact texture, and a white pate. It has a taste that is mild and aromatic , with a slight acid note, typical of sheeps milk cheese. The fanciful name Blac k Pearl, refers to the round and jet blac k exterior of the c heese. It has a shelf life of 90 days.

15. Piave Vecchio

This rare Italian cheese is aged for a year (vec c hio means old in Italian), to obtain a full- bodied hard cheese that is exc ellent for grating Charac teristic for its hard yellow pate, that retains its original smoothness, making it a great companion to pastas and polentas.

16. Sottocenere Al Tartufo


A mild c ow's milk cheese infused with truffles and zesty spic es, this is really a unique preparation. Italy produces a limited variety of truffle cheeses, but once you've found the one you love, it'll be hard to let go. Imported from Italy.

17. Taleggio DOP

Editor's favorite. A soft and firm cheese from Lombardy, Taleggio is as incredibly delicious as it is versatile. From the c heese board to the kitc hen, it has something to offer in all the culinary arenas. Particularly good when melted! You can incorporate this to c reamy risottos in place of Parmeggiano or Grana Padano (incidentally, both from the same region). The flavor and texture are somewhat comparable to a Port Salut, fresh, but with a partic ular aftertaste whic h is why this is a good cheese to pair with buttery c rac kers and sweet fruits like apples and figs. Peel or cut the rind away as it is not very palatable. Serve with a beautiful bold red wine with a fruity twist, like Ca' del Bosco Curtefranc a Rosso.

18. Ubriaco
A fantastic Italian cheddar cheese made from cows milk that has been soaked in red wine and aged under grape leaves, creating a flavor that is fruity and sweet, incredibly flavorful. Covered in a dark purplish rind, this cheese is made in Veneto, from milk from two milkings. A Gourmet Food Store favorite.

19. Asiago Stravecchio Extra


This cheese first appeared 2,000 years ago in Franche-Comte. Another kind of cheese, Metton, is used in Cancoillotte's creation. Metton is c oagulated and melted, in whic h salt and butter are added. It c omes from cow's milk and has a simply delicious taste that will agree with anyone. This pale, yellow cheese is creamy and salty and is very popular in France.

20. Pecorino Ginepro - Romagna

A popular fresh sheeps milk cheese from Romagna, Italy, covered with juniper wood ash and bathed in balsamic vinegar, with a sweet, firm pate.

MENGENAL KEJU DAN MANFAAT BAGI KESEHATAN


YANG KAYA NUTRISI Penulis: Budi Sutomo Keju memang bukan makanan yang berasal dari negeri kita, namun dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat sudah sangat akrab bahkan mungkin menjadi sajian wajib menu harian. Walaupun harganya relatif mahal, para penikmat keju akan selalu kangen alias ketagihan. Godaan rasanya yang gurih dengan aroma khas menjadikan keju selalu dicari penggemarnya, belum lagi kandungan nutrisinya, mulai dari protein, vitamin, kalsium, zat besi, kalori dan lemak, disinilah gudangnya. Apapun alasannya, mari mengenal aneka keju lebih dekat dan buktikan sendiri kelezatan c ita rasanya.

Sejarah Keju Keju sudah ditemukan ribuan tahun yang lalu. Kala itu seorang pengembala sapi menyimpan susu hasil perahannya di dalam kantung terbuat dari kulit kambing. Beberapa hari kemudian seorang musafir menemukan kantung tersebut yang tertinggal di dalam gua, karena terdorong rasa lapar pria itu memakannya. Tidak di sangka susu yang sudah berubah bentuk menjadi gumpalan itu ternyata sangat lezat rasanya. Setelah diteliti, ternyata susu terfermentasi oleh mikroorganisme tertentu yang terdapat pada kantung kulit itu. Dari sinilah c ikal bakal keju berasal. Pada awal abad ke 20, keju mulai diproduksi secara komersial. Dan saat ini, industri keju berkembang begitu cepat, jenisnya sekarang sudah menc apai ratusan dan teksturnya juga semakin beragam.

Proseses Pembuatan Pada prinsipnya keju dibuat melalui melalui tiga tahap: Koagulasi. Setelah susu segar di panaskan (pasteurisasi), kemudian subtansi yang bersifat asam atau kultur bakteri tertentu ditambahkan. Tujuan dari proses ini supaya laktosa dirubah menjadi asam laktat (acid coagulation) sehingga terbentuk endapan/gumpalan menyerupai tahu. Pembentukan dan Penggaraman. Tahu susu (curd) yang terbentuk selama proses koagulasi kemudian di padatkan di dalam cetakan sesuai keinginan. Tahap selanjutnya adalah penggaraman. Caranya dengan mencelupkan tahu susu ke dalam larutan yang mengandung garam 250-350 gr per liter air. Tujuan dari penggaraman ini supaya mempercepat proses pengeringan, memberikan rasa, aroma juga berfungsi sebagai pengawet karena garam memperlambat proses proliferasi mikroorganisme. Pemeraman/Fermentasi. Proses pematangan keju dilakukan sebaiknya di lakukan di dalam ruangan kering dengan kisaran temperatur antara 0C 32C. Lama proses pematangan tergantung dari jenis keju yang diinginkan. Untuk keju lunak(soft cheese) memerlukan waktu fermentasi sekitar 4 minggu, namun untuk keju keras (hard cheese) memerlukan waktu 2 3 tahun. Selama proses fermentasi inilah komponen c itarasa dan tekstur dari keju terbentuk.

Cara Penyajian Setiap negara memiliki tradisi yang berlainan di dalam menyajikan keju. Di Italia keju di sajikan sebagai hidangan pembuka, negara Pranc is menyajikan setelah hidangan utama, sedangkan Inggris dan Amerika keju lebih sering di hidangkan setelah hidangan penutup. Sedangkan di Indonesia tidak mengenal aturan di dalam menyajikan keju. Anda sah-sah saja menyantap keju pada saat hidangan pembuka, utama maupun penutup. Lain halnya jika Anda menyantap keju dengan wine sebagai minuman penyerta. Red wine hanya coco disantap dengan cammembert dan emmenthal. Hanya white wine yang cocok di k padukan dengan semua jenis keju, namun yang pasti semakin tua keju maka wine penyerta juga semakin lama masa fermentasinya.

Aneka Jenis Keju Berdasarkan bahan dasarnya, keju dapat dibuat dari susu sapi, kerbau, domba dan kambing. Sedangkan dari teksturnya keju digolongkan menjadi dua jenis, yaitu keju muda/lunak (soft c heese) dengan kadar air 36 40% dan keju tua/keras (hard cheese) berkadar air 25 36%. Came mb ert. Keju lunak dari Perancis ini pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa Normandia. Comembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy yellow. Keju ini mengandung lemak antara 45% - 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie. Ricott a. Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, menc apai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti Lasagna dan Spaghetti. Brie. Brie termasuk kategori soft cheese dari Preancis. Ciri khas keju ini adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pick le. Cream Cheese. Di pasaran kita dapat menemukan dua mac am cream cheese, double cream cheese adalah pilihan pertama dengan kandungan lemak 65% dan cream cheese(45% lemak) pilihan lainnya. Berbeda dengan jenis keju lainya, cream cheese memiliki rasa yang sedikit asam. Umumnya keju ini digunakan pada hidangan penutup, misalnya chesse c ake, sebagai isi pie, atau dimakan bersama potongan buah-buahan. Mozzarella. Mozzarella adalah keju Italia yang aslinya berasal dari susu kerbau liar. Keju lunak dengan kandungan lemak antara 40 50% ini sangat sepesifik sifatnya. Mozzarella akan meleleh ketika dipanggang, sangat c oc ok untuk topping pizza maupun c ampuran fritata. Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang. Parmesan. Salah satu jenis keju keras dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, c oc ok untuk keju parut. Aroma Parmesan c ukup tajam karena proses pemeraman yang c ukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju ini sangat c oc ok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%.

Cheddar. Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan c heddar c oc ok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian c asseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan. Emmenthal. Asal dari keju ini berasal dari Swiss, salah satu keju keras yang cukup populer. Emmenthal memiliki karakteristik berbeda dengan keju-keju lainya, bentuknya unik karena jika dipotong akan terlihat lubang-lubang yang terbentuk selama proses fermentasi. Keju ini banyak disuka karena c ita rasanya lembut dan aromanya yang kaya. Emmenthal c oc ok dihidangkan sebagai keju meja dengan disertai segelas anggur.

Nilai Gizi Keju

Apapun jenisnya, keju pasti berbahan dasar susu segar. Tahap pemadatan dan fermentasi selama proses pembuatan semakin meningkatkan nilai gizi keju. Kandungan protein misalnya, keju lebih tinggi jika dibandingkan susu segar. 100 gr keju rata-rata mengandung 22.8 gr protein, sedangkan susu segar hanya 3.2 per 100 gr. Begitu juga dengan kandungan kalsium, keju mengandung 777 mg dan susu segar hanya sekitar 143 mg setiap 100 gr berat bahan.

Selain kandungan nutrisi di atas, keju juga tinggi karbohidrat, lemak, zat besi, lemak dan fosfor. Dengan mengkonsumsi 100 gr keju, kebutuhan kalsium anda tersuplai 20 25% dari kebutuhan kalsium sehari. Dari beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju sangat baik untuk melindungi gigi dari karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi email pada gigi. Walaupun banyak manfaatnya bagi kesehatan, bagi penderita laktosa intoleran, keju pantang dikonsumsi. Gula susu (laktosa) yang terkandung dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh. Kandungan garam dan lemak pada keju juga cukup tinggi, karenanya disarankan bagi penderita ginjal, jantung, kantung empedu dan penyakit hati sebaiknya membatasi jumlah konsumsi keju. Namun bagi Anda yang terbebas dari penyakitpenyakit di atas, nikmati kelezatan keju dan raih manfaatnya.

Bagi mereka penyuka keju terutama keju leleh atau mozarella, pastinya harus mencoba produk terbaru keluaran Kraft Foods Indonesia ini. Tak hanya harganya yang ringan di kantong namun keju ini c oc ok bagi mereka yang sibuk dan menginginkan hidangan yang praktis namun enak.

Kraft Luncurkan Quick Melt Pertama di Indonesia!

Kemarin Kamis, 22 Januari 2009 Kraft Foods melakukan pelunc uran produk terbarunya yaitu Kraft Quick Melt, di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta. Keju jenis Cheddar yang diproses sedemikian rupa sehingga medapatkan karakter meleleh ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Apa sebenarnya Kraft Quic k Melt? Produk terbaru milik Kraft Foods ini sebenarnya adalah sejenis keju Cheddar yang berbahan dasar mozarella. Jika dulu masyarakat hanya mengenal Cheddar jenis blok dan lembaran (singles). Maka kini Kraft Quick Melt yang sudah diproses sedemikian rupa ini memiliki karakter meleleh saat dipanaskan dan memiliki rasa kenyal dan mulur yang khas. Tak hanya sekedar ingin membantu bagi para ibu yang sibuk bekerja dalam menyiapkan hidangan praktis namun tetap enak, Kraft juga mengajak para ibu untuk memasak sesuatu yang kreatif dengan tampilan, rasa enak, dan nilai lebih berupa gizi yang baik. Sebab di setiap 30g takaran Kraft Quick Melt memenuhi 20% kec ukupan gizi harian untuk kalsium. Turut memeriahkan acara peluncuran hadir Novita Angie yang turut berbagi pengalaman. "Kesibukan membuat saya bingung saat menyajikan hidangan untuk keluarga terutama anak saya. Waktu yang terbatas menuntut saya untuk memasak makanan yang praktis, cepat namun enak. Untunglah sekarang ada Kraft Quick Melt ini sehingga saya tambah semangat menyiapkan sajian. Apalagi si kec il juga menyukai rasanya yang gurih," ujar Novita Angie ketika ditanya pengalamannya menggunakan Kraft Quic k Melt. Kepraktisan produk ini dapat dilihat dari c ara penyajiannya, yaitu c ukup mengiris atau memarut Kraft Quick Melt. Hanya 3 detik - 5 menit waktu yang diperlukan untuk pemanggangan hingga keju meleleh. Lelehan keju ini tak hanya akan terlihat

menggiurkan namun juga melezatkan makanan yang dimasak. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Chef Bara Pattiradjawane yang mendemonstrasikan beberapa jenis hidangan menggunakan Kraft Quic k Melt. "Selain bisa digunakan untuk membuat sajian ala resto, Kraft Quick Melt ini juga bisa digukanan untuk berkreasi dengan makanan yang sederhana sekalipun. Misalkan bisa ditambahkan diatas nasi goreng, mi instan, baked ric e atau baked potato," jelas Chef Bara. O ya, selain harganya yang terjangkau Kraft Quic k Melt juga telah mendapatkan sertifikat Halal oleh MUI. Oleh karena itu para penyuka keju tak perlu khawatir untuk mengkonsumsi produk ini.

Prochiz, Produk Keju Terbaru!


Sebuah kabar gembira bagi Anda penggemar keju. Pasalnya produk keju terbaru kini hadir di Jakarta. Dengan rasa yang enak, tekstur yang lembut dan tidak mudah patah keju ini siap bersaing di pasaran! Keju merupakan salah satu sumber protein dan kalsium hewani yang c ukup diminati. Tak heran jika Anc hor mengeluarkan produk terbarunya yang diberi nama Proc hiz, Proc essed Cheddar Cheese. Keju cheddar ini siap ramaikan pasaran dengan harga yang cukup terjangkau.

Keju Prochiz ini memiliki keunggulan tidak mudah patah, tidak mudah gosong saat dimasak, dan juga lebih lembut dan lebih gurih.

Mengenal Baik Buruknya Keju

Keju merupakan asupan yang sangat kaya akan kandungan kalsium, fosfor, zink, vitamin A, riboflavin, dan vitamin B12. Oleh sebab itu, tidak heran kalau makanan yang awalnya diproduksi oleh bangsa Mesir itu kini dijadikan menu sarapan favorit di berbagai negara di dunia. Sebut saja keju cheddar. Ternyata, satu porsi atau sekitar 30 gr keju cheddar saja sudah mengandung 200 gr kalsium atau setara dengan kandungan kalsium yang terdapat pada susu murni berukuran sedang. Rasakan pula manfaat lain dari si kuning dengan mengonsumsi keju jenis blue cheese yang sudah dipercaya mampu mengurangi risko terjadinya kerapuhan pada gigi kita. Para peneliti dari British Cheese Board juga menyampaikan kandungan tryptophan dalam keju mampu membantu meredakan stres dan membuat kita dapat tidur lebih nyenyak.

Meskipun keju memiliki banyak khasiat bagi kesehatan kita, tapi bagi sebagian kelompok orang tertentu, keju dan beberapa produk olasan susu lainnya bisa berubah menjadi menu yang harus "diharamkan". Misalnya, kandungan kasein dalam keju dapat memperburuk kondisi para penderita autis. Sedangkan laktosa pada keju "muda" atau keju c heedar berbahaya bagi penderita intolerasi laktosa.

Tingkat kewaspadaan juga harus ditingkatkan pada raw c heese atau keju yang diproses sec ara minimal. Mengapa? Keju jenis ini mengandung bakteri yang mampu meningkatkan risiko terjadinya berbagai infeksi, seperti listeriosis dengan gejala mual dan kram perut. "Perhatian khusus" itu bukan berarti kita harus berhenti menjadi penc inta keju. Yang perlu dilakukan adalah membiasakan diri memilih keju yang terbuat dari susu kambing

atau biri- biri. Karena keju jenis ini mengandung c onjugated linoleic acid (CLA) yang akan membantu kita mengurangi peradangan dan penumpukan plak pada pembuluh darah.

Hindari mengonsumsi keju yang rasanya terlalu asin agar jantung dan tekanan darah kita tetap terjaga. Selain itu, kita juga bisa memilih keju rendah lemak yang kini sudah banyak dijual di swalayan.

Keju Provolone dan Mozzarella Untuk Sandwich

Sering membuat sandwic h untuk sarapan? Pastinya keju akan selalu jadi paduan dan lapisan yang disuka. Namun, tak semua jenis keju enak dan c oc ok dijadikan sandwic h. Hmm..keju apa ya yang enak buat sandwic h?

Siapa yang tidak suka dengan keju? Hampir semua orang menyukai makanan kaya protein ini. Tapi sayangnya beberapa orang menghindari makanan yang kaya kalsium ini karena banyak yang menduga keju menjadi salah satu penyebab kegemukan. Padahal, kalau kita dapat memilih keju yang benar untuk dikonsumsi penimbunan lemak dapat dihindari. Hampir semua jenis keju mengandung protein dan kalsium, tapi dalam jumlah yang berbeda. Beberapa jenis keju Amerika yang biasa digunakan untuk sandwich menimbulkan efek yang kurang baik. Jika dimakan akan meninggalkan jejak lemak di usus dan saluran penc ernaan Anda.

Nah, untuk menghindari hal itu terjadi, sebaiknya Anda lihat daftar keju mulai dari yang terbaik hingga yang terburuk dikonsumsi agar Anda mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak hanya enak tapi juga baik untuk tubuh Anda.

1. Fresh Mozzarella

Keju asal Italia ini sangat cocok untuk teman makan sandwich. Warnanya cenderung putih lembut dengan kandungan protein dan lemak yang seimbang. Keju jenis fresh mozzarella ini cocok juga disantap tidakhanya dengan roti tapi juga dengan daging.

Keju Swiss memiliki tekstur yang lembut dan berlubang-lubang atau yang biasa disebut 'mata'. Lubang pada keju ini menunjukkan umur dari keju dan juga temperatur tempat keju tersebut disimpan. Kandungan protein keju Swiss cukup baik dan rendah sodium. Sangat c oc ok untuk dilapisi dengan daging sapi asap, ayam asap atau beef lunc heon.

2. Swiss Cheese

3. Sharp Cheddar

Sharp Cheddar sangat populer di Inggris dan juga beberapa negara koloninya. Sharp Cheddar hampir mirip dengan Keju Swiss khususnya kandungan protein dan juga tektur dan bentuknya. Namun yang membedakan adalah kadar sodiumnya 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan keju Swiss.

4. Provolone

Satu potong keju Provolone mengandung 10 kali lebih sedikit kalori dibandingkan dengan keju Swiss. Tapi sayangnya keju ini mengandung 180 miligram lebih banyak sodium . Keju provolone ini berasal dari lemak susu sapi yang sangat terkenal di Italia selatan.

Pepper Jac k adalah salah satu keju yang memiliki rasa yang unik. Ada sedikit rasa pedas cabai saat dimakan. Teksturnya c ukup lembut, rasanya pedas dan gurih seperti mentega tapi juga sedikit ada rasa asam. Kandungan kalori pada keju jenis ini ternyata cukup tinggi. Untuk menghindarinya, Anda bisa menambahkan jalapenos saat memakannya.

5. Pepper Jack

Karena dengan begitu Anda bisa mengurangi 100 kalori berlebih dari seiris keju pepper jac k. Tentu saja rasanya menjadi jauh lebih pedas!

Americ an Cheese sepintas memang terlihat tidak berbahaya. Tapi jangan senang dulu, karena setelah di teliti ternyata kandungan garamnya sangat tinggi dibandingkan dengan lima jenis keju sebelumnya. Dan tidak hanya itu, bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya juga c ukup banyak yang bisa mengganggu sistem penc ernaan dalam jangka panjang.

6. American Cheese

Blue Cheese, Keju Berjamur yang Lezat!


Siapa yang bisa menolak keju? Makanan olahan dari susu ini cukup banyak sekali penggemarnya. Tapi kalau keju yang satu ini, apakah Anda pernah mencicipinya? Aromanya yang menyengat dan warnanya yang kebiruan kadang dianggap sebelah mata. Padahal keju ini cukup tinggi harganya! Blue Cheese atau ada juga yang menyebutnya dengan Bleu Cheese tidak ubahnya seperti keju kebanyakan. Tapi blue c heese ini memiliki keunikan tidak hanya dari aroma tapi juga dari penampilannya. Aroma blue cheese sangat menyengat dan di permukaannya terlihat warna biru kehijauan karena berjamur. Warna hijau kebiruan ini berasal dari jamur yang biasa dic ampur saat proses pembuatan keju ini. Ada beberapa jenis bakteri atau jamur yang dipakai untuk membuat keju tertentu. Blue cheese (di Prancis disebut Roquefort), dibuat dari susu domba dan dilumuri bakteri Penic ilium roqueforti. Jenis blue cheese lainnya adalah Gorgonzola dan Stilton. Rasa dari blue cheese c enderung lebih tajam dan sedikit lebih asin. Aroma menyengat yang keluar dari keju ini berasal dari bakteri yang dimasukkan ke dalam proses pembuatan kejunya. Dan biasanya setiap bakteri akan menghasilkan aroma blue cheese yang berbeda.

Meskipun aromanya tajam mirip 'lap busuk' tetapi teksturnya lembut membuat keju ini enak dimakan dengan c rac kers, dibuat saus atau isian sandwic h. Mau c oba?

Dangke, Keju Lokal yang Gurih Kenyal


terkenal dengan candu kopinya yang sudah menembus pasar manc anegara, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, juga menjadi satu-satunya wilayah penghasil keju lokal yang disebut dangke. Ini adalah makanan khas daerah tersebut, berbahan baku susu kerbau maupun sapi yang dibekukan.

Proses penggumpalan susu (pembentukan curd) dilakukan dengan bantuan enzim protease pun terbilang unik, karena menggunakan daun dan buah pepaya. Secara alamiah, enzim daun dan buah pepaya mengubah susu kerbau menjadi padat, setelah terjadi pemisahan antara protein dan air. Hasil penggumpalan inilah yang kemudian dimasak dan dic etak dalam tempurung kelapa yang telah dibelah menjadi dua bagian.

Dilihat sepintas, dangke mirip dengan tahu karena teksturnya yang kenyal, namun warnanya putih agak kekuningan. Rasanya gurih dengan aroma khas keju parmesan. Dangke aman untuk kesehatan karena diproses tanpa bahan pengawet.

"Dangke paling enak dimakan dengan beras keketan atau di Enrekang di sebut dengan pulu mandoti. Ada dua titik pusat budidaya sapi yang susunya merupakan bahan baku penganan dangke, yakni di Dusun Rante Limbong, Kec amatan Curio dan Bolang, Kecamatan Maula," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang

H. Lateng.

Dengan populasi ternak yang mampu menghasilkan 672.000 liter susu pertahun, produksi dangke Enrekang, mampu memenuhi permitaan konsumen yang peminatnya tersebar di Makassar, Kalimantan, Papua, Jakarta hingga Malaysia. Dengan harga jual antara Rp 8 15 ribu per potongnya, peternak bisa mendapat keuntungan antara Rp 6 - 8 juta untuk setiap ekor sapi. "Yang unik, di wilayah Sulawesi Selatan, dangke hanya bisa didapatkan di Kabupaten Enrekang. Dangke yang menjadi trend mark Kabupaten Enrekang, bahkan sudah dipatenkan pemkab Enrekang pada Direktorat Paten dan Hak Cipta Depkumham RI," kata Laeteng lagi. Baharuddin, salah seorang pedagang dangke di Kec amatan Baraka, kepada Kompas.c om mengatakan, dangke menjadi salah satu panganan tradisional yang paling banyak peminat di warung makan miliknya. Ada dua mac am dangke produksi peternak Enrekang yang ia siapkan yakni dangke susu sapi dan dangke susu kerbau Masing-masing memiliki c ita rasa

Satu potong dangke, kata Baharuddin, setara dengan dua liter susu segar. "Paling banyak pengungunjung memesan dangke goreng. Tapi, dangke juga bisa dimakan langsung, selain di goreng. Di Enrekang, hampir sepanjang jalan bisa ditemui pedagang dangke. Karena hanya bertahan bisa bertahan beberapa hari saja, baiknya memang diawetkan di lemari es jika ingin disimpan lebih lama," katanya. Berburu dangke di Enrekang pun tidak sulit. Selain Baraka, dangke juga mudah di dapatkan di Kec amatan Anggeraja, Alla dan Enrekang. Angela, wisatawan asal Jerman mengaku, sudah lama menjadi penikmat dangke Enrekang, karena selain kandungan susu alami yang terasa segar, harganya pun terjangkau.

"Di Jerman ada juga seperti ini, namanya Keseek. Tapi dangke Enrekang jauh lebih enak dan segar, karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya paling sering memesan dangke goreng. Kalau hendak ke Tana Toraja, ketika melintas di Enrekang, dangke adalah makanan wajib untuk saya beli," katanya.

Apa Itu Keju Scarmoza?


Keju ini banyak dipakai dalam hidangan Italia di restoran besar. Termasuk jenis keju apa ini?

Keju ini mirip dengan keju mozzarella, lunak teksturnya dengan rasa gurih yang tidak tajam. Terbuat dari susu sapi dan tergolong keju lunak. Berbentuk bulatan dengan dua tonjolan dengan warna lapisan luar kekuningan. Jika dipanggang keju ini akan meleleh. Biasanya dipakai untuk topping pizza atau sup atau pasta. Bisa diperoleh di pasar swalayan bagian keju.

Camembert, Gurih Mulus Meleleh di Lidah


Keju lunak dari Peranc is ini lumer di mulut. Bentuknya bundar, lapisan luarnya berwarna putih dan agak berbulu karena jamur,. Bagian dalamnya berwarna kuning pucat dan lembut. Rasanya asin, lembut, c reamy dan mulur di lidah!

Salah satu keju Peranc is yang populer adalah Camembert. Nama ini diambil dari nama desa di daerah Normandy, Peranc is, tempat keju ini berasal. Pada tahun 1791, seorang pendeta dari Brie, Peranc is, memberikan resep keju kepada Marie Harel sebagai uc apan

terima kasih karena telah menampungnya selama di Camembert.

Keturunan Marie kemudian memproduksi keju ini sec ara massal sehingga keju ini dikenal dengan nama keju Camembert. Keju Camembert dibuat dari susu sapi mentah kemudian diolah sedemikian rupa dengan bantuan bakteri mesophilic dan rennet. Proses ini memakan waktu dua hari. Setelah menjadi padat, permukaan keju disemprot dengan bakteri Penicillium camemberti dan didiamkan selama tiga minggu. Keju Camembert yang sudah matang memiliki kulit luar dan tekstur creamy di bagian dalam. Jika terlalu matang, keju ini berbau tidak sedap. Dulu, keju ini memiliki kulit berwarna biru abu-abu dengan bintik-bintik c okelat akibat jamur. Namun seiring perkembangan teknologi pangan, kulit keju Camembert kini dibuat menjadi putih. Rasa khas keju Camembert disebabkan oleh kandungan ammonia, suc c inic ac id, dan garam. Keju ini mengandung 24% lemak, sehingga tidak disarankan bagi orang yang sedang menjalankan program diet lemak. Sekilas, keju Camembert sulit dibedakan dengan keju Brie. Wajar saja, karena resep keju Camembert berasal dari Brie. Perbedaannya, keju Brie diproduksi dan dipotong dengan roda yang lebih besar, sehingga bagian sisinya tidak berkulit. Selain itu, ukuran keju Camembert per kemasan lebih kec il. Hal ini membuat keju Camembert lebih c epat matang dan lebih c epat berkurang kelembabannya, sehingga rasanya lebih kuat daripada keju Brie.

Keju Camembert sebaiknya disajikan pada suhu ruang, karena jika terlalu dingin, keju ini mudah patah. Sebaliknya, dalam udara panas, keju ini c epat meleleh. Keju Camembert c oc ok dinikmati bersama red wine seperti Red Bordeaux atau Beaujolais. Selain itu, keju ini bisa juga dimakan dengan roti dan daging, dibuat c ampuran omelet, atau menjadi isi souffle, panekuk, atau pai apel. Jika Anda menyukai citarasa yang lebih kuat, coba keju Camembert panggang. Teksturnya lebih keras daripada yang tidak dipanggang, tapi tetap meleleh di mulut. Harganya lebih mahal daripada keju Camembert biasa. Keju ini sudah diekspor ke berbagai negara dan mulai populer. Biasanya, keju Camembert dijual dalam kemasan kayu bundar berukuran 250 gram. Bisa dibeli di pasar swalayan besar. Sekali menc ic ipi, dijamin ketagihan sensasinya!