P. 1
88997887 Laporan Kasus CA Laring

88997887 Laporan Kasus CA Laring

|Views: 43|Likes:
Dipublikasikan oleh Irwina Devi Umaroh Riandani

More info:

Published by: Irwina Devi Umaroh Riandani on Jun 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

LAPORAN KASUS

CARCINOMA LARING

Oleh: Anggyan Putriananda, S.Ked. NIM 0710710074

Pembimbing: dr. Ahmad Dian W, Sp. THT-KL (K)

BAGIAN ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA LEHER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA RUMAH SAKIT Dr. SAIFUL ANWAR MALANG 2011

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN : Tn. A : 76 tahun : Laki-laki : Jl. Arismunandar 1322 RT 6 RW 3 Kec. Klojen Kab. Malang : Islam : Pensiunan PM : SLTA : 1096xxxx : 23 Juli 2011

Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan Register MRS •

ANAMNESIS (autoanamnesis)

Keluhan utama : Pasien mengeluh suara serak sejak 5 tahun yang lalu. Anamnesis khusus : • • Pasien datang dengan keluhan suara serak sejak 5 tahun yang lalu, dan pada awal Februari 2011 pasien mulai mengeluh sesak. Riwayat pengobatan : pasien pergi ke dokter umum dan diberi obat (lupa namanya) yang diminum 2x sehari  keluhan dirasakan tidak membaik. • • • Riwayat keluarga: putrinya meninggal di usia 41 tahun karena kanker payudara. Pasien memiliki riwayat sebagai perokok berat. Pada tanggal 24 Maret 2011 sudah dilakukan tracheotomy oleh karena sesak napas. ANAMNESIS UMUM THT Telinga Korek telinga -/Nyeri telinga -/Bengkak -/Otore -/Lama : Hidung Rinore -/Lamanya : Terus-menerus : Kumat-kumatan : Cair/lendir/nanah : -

Terus menerus : Kumat-kumatan : Cair/lendir/nanah : Tuli -/Tinitus -/Vertigo Mual Muntah Mau jatuh Muka menceng -/-

Campur darah/bau: Hidung buntu -/Lamanya Terus-menerus Kumat-kumatan Bersin Dingin/lembab Debu rumah Berbau -/Mimisen -/Nyeri hidung Suara sengau -

Tenggorok Sukar menelan Sakit menelan Badan panas Trismus Ptyalismus Rasa mengganjal Rasa berlendir Rasa kering STATUS PRAESENS Status Generalis Keadaan umum : baik Kesadaran : compos mentis Gizi : baik Anemia : conjungtiva anemis (-) Tensi : tidak diperiksa Nadi : 84 kali/menit Suhu badan : tidak diperiksa Muntah : Kejang : Nistagmus : Parese/paralise n.fasialis: -

Laring Suara parau + Lamanya : 5 tahun Terus menerus : + Kumat-kumatan : Afonia Sesak nafas + Rasa sakit Rasa mengganjal -

Sesak nafas : Sianosis : Stridor inspirasi : Retraksi suprasternal : tidak diperiksa Interkostal : tidak diperiksa Epigastrial : tidak diperiksa Thorak -jantung : tidak diperiksa -paru : tidak diperiksa Abdomen : tidak diperiksa Ekstremitas : tidak diperiksa

Status Lokalis THT Telinga Pembengkakan -/Fluktuasi -/Fistel auris kongen -/Infiltrat/abses -/Nyeri tekan -/MAE : Hiperemi -/Edema -/Penyempitan -/Furunkel -/Fistel -/Sekret, sifat -/Serumen kering Granulasi -/Polip -/Kolesteatoma -/Foetor -/Membran timpani : Keadaan normal/normal Warna putih mutiara /putih mutiara Perforasi - / Pulsasi - / RC +/+ Gb.
Hyperemia -/Edema -/sekret -/-

Hidung Deformitas -/Hematoma -/Krepitasi -/Nyeri -/Rinoskopi anterior : Vestibulum edema -/-, discharge -/-, ulserasi -/Kavum nasi : Luas tidak menyempit Mukosa hiperemi -/Massa -/Sekret -/Konka edema -/- pucat -/Hiperemi -/(konka media tidak tampak) Septum deviasi Fenomena pal molle +/+ Gb.

Tenggorok Palatum molle paralisis -/Uvula deviasi -/Tonsil : T1 / T1 Hiperemi -/Detritus -/Kripta melebar -/Arkus ant Arkus post Faring Edema Hiperemi Granula Lendir Gb.

T1
Hiperemi Granulae -

T1

Laringoskopi indirek Hipofaring Epiglotis Supraglotis Aritenoid Subglotis Korda vokalis
Sulit dievaluasi Sulit dievaluasi

Rinoskopi posterior Septum nasi Kauda konka Meatus nasi Muara tuba eus Fossa rosenmuller

Edema Massa Gerak –

MAE hiperemi -/Edema -/MT intak/intak

RC +/+

Atap nasofaring

Regio

colli

:

Post

tracheotomy +

PEMERIKSAAN PENUNJANG I. Pemeriksaan Laboratorium Tanggal 24-07-2011 • Hb • Leukosit • Hematokrit • Trombosit • Na/K/Cl • BGA o o o o o o Suhu : 37,0 oC pH : 7,343 : 11 : 11.900 : 32,6 : 219.000 : 136/3,96/107

pCO2 : 43,6 mmHg HCO3 : 178,8 mmHh O2 saturasi arterial Base excess : 99,1% : -2,6 mmol/L

II. Pemeriksaan Laringoskopi Direk – LA o o o o Epiglotis Glotis Aritenoid Sisa airway : dbn. : di dapatkan massa kemerahan berdungkul, rapuh, : dbn : 25%

dan mudah berdarah yang menutupi 75 % airway

III. Pemeriksaan Biopsi Pada laring tampak benjolan-benjolan papillomatus dilapisi sel-sel squamous yang di beberapa tempat menunjukkan gambaran inti besar irreguler dengan polarisasi sel. RESUME Identitas Anamnesis Tn. A/ laki-laki / 76 tahun • Suara serak sejak 5 tahun yang lalu • Pasien mengeluh sesak. • Riwayat pengobatan : pasien pergi ke dokter umum dan diberi obat (lupa namanya) yang diminum 2x sehari  keluhan dirasakan tidak membaik. • Riwayat keluarga: putrinya meninggal di usia 41 tahun karena kanker payudara. • Pasien adalah perokok berat. • Pada tanggal 24 Maret 2011 sudah dilakukan tracheotomy oleh Pemeriksaan Fisik karena sesak napas. Status generalis : Keadaan umum baik, Kesadaran compos mentis Status lokalis : Telinga Hidung Tenggorok Laring kemerahan. Aritenoid +/+ hiperemi -/: normal : normal : normal : massa permukaan berdungkul dan rapuh di glotis warna

Pemeriksaan penunjang

Regio Colli Tele-Laringoskopi direk

: post tracheotomy

Pada glotis di dapatkan massa kemerahan berdungkul, rapuh, dan mudah berdarah yang menutupi 75 % airway. Biopsi Pada laring tampak benjolan-benjolan papillomatus dilapisi sel-sel squamous yang di beberapa tempat menunjukkan gambaran inti besar irreguler dengan polarisasi sel.

WORKING DIAGNOSIS • Carcinoma Laryng

PLANNING 1. PLANNING DIAGNOSIS Cek lab Foto polos cervical Konsul Paru & Cardio Konsul Anestesi

2. PLANNING THERAPY Tentukan klasifikasinya berdasar lokasi dan staging nya Supraglotis T is T0 T1 T 1a T 1b T2 T3 T4 Glotis tumor insitu tidak jelas adanya tumor primer l tumor terbatas di supra glotis dengan pergerakan normal tumor terbatas pada permukaan laring epiglotis, plika ariepiglotika, ventrikel atau pita suara palsu satu sisi. tumor telah mengenai epiglotis dan meluas ke rongga ventrikel atau pita suara palsu tumor telah meluas ke glotis tanpa fiksasi tumor terbatas pada laring dengan fiksasi dan / atau adanya infiltrasi ke dalam. tumor dengan penyebaran langsung sampai ke luar laring.

T is T0 T1 T 1a T 1b T2

tumor insitu tak jelas adanya tumor primer tumor terbatas pada pita suara (termasuk komisura anterior dan posterior) dengan pergerakan normal tumor terbatas pada satu pita suara asli tumor mengenai kedua pita suara tumor terbatas di laring dengan perluasan daerah supra glotis maupun subglotis dengan pergerakan pita suara normal atau terganggu.

T3 T4 T is T0 T1 T 1a T 1b T2 T3 T4 Nx N0 N1 N2 N 2a N 2b N3 N 3a

tumor terbatas pada laring dengan fiksasi dari satu atau ke dua pita suara tumor dengan perluasan ke luar laring tumor insitu tak jelas adanya tumor primer tumor terbatas pada subglotis tumor terbatas pada satu sisi tumor telah mengenai kedua sisi tumor terbatas di laring dengan perluasan pada satu atau kedua pita suara asli dengan pergerakan normal atau terganggu tumor terbatas pada laring dengan fiksasi satu atau kedua pita suara tumor dengan kerusakan tulang rawan dan/atau meluas keluar laring. kelenjar tidak dapat dinilai secara klinis tidak ada kelenjar. klinis terdapat kelenjar homolateral dengan diameter ≤ 3 cm klinis terdapat kelenjar homolateral dengan diameter >3 – <6 cm atau klinis terdapat kelenjar homolateral multipel dengan diameter ≤ 6 cm klinis terdapat satu kelenjar homolateral dengan diameter > 3 cm - ≤ 6 cm. klinis terdapat kelenjar homolateral multipel dengan diameter ≤ 6 cm kelenjar homolateral yang masif, kelenjar bilateral atau kontra lateral klinis terdapat kelenjar homolateral dengan diameter > 6 cm

Sub glotis

Pembesaran kelenjar getah bening leher (N)

N 3b

klinis terdapat kelenjar bilateral

N 3 c klinis hanya terdapat kelenjar kontra lateral Metastase jauh (M) M0 M1 tidak ada metastase jauh terdapat metastase jauh

STAGING Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Jenis Terapi a. PEMBEDAHAN Laringektomi • • • Ca Laring stadium I yang tidak memungkinkan dilakukan radiasi Ca Laring stadium II Ca Laring subglotis, glotis, dan supraglotis stadium lanjut yang bermetastase b. RADIOTERAPI • Ca Laring di glotis dan supraglotis T1 dan T2 c. KEMOTERAPI Cisplatinum 80–120 mg/m2 dan 5 FU 800–1000 mg/m2 • Ca Laring stadium lanjut, sebagai terapi adjuvant maupun paliatif. 3. PLANNING MONITORING • Keluhan subyektif pasien 4. PLANNING EDUCATION ke kelenjar limfe leher, namun tidak bermetastase jauh. Diseksi Leher Radikal T1 N0 M0 T2 N0 M0 T3 N0 M0 T1, T2, T3, N1, M0 T4, N0, M0 Setiap T, N2, M0, setiap T, setiap N , M1

• • • • •

Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit yang diderita. Menjelaskan kepada pasien mengenai penyebab terjadinya penyakit ini. Menjelaskan tindakan penanganan yang akan dilakukan. Menjelaskan komplikasi yang dapat terjadi dan bahayanya apabila tidak ditangani dengan benar Menjelaskan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit ini kembali.

PROGNOSIS Baik Laporan Operasi: 1. Posisi tidur terlentang dengan general anastesi. 2. Desinfektan dengan betadine dan persempit dengan duk steril. 3. Melepas trakea kanul dan diganti dengan ETT. 4. Memasang NGT. 5. Membuat marker dan infiltrasi lidokain efedrin sepanjang marker. 6. Insisi kulit berbentuk U. 7. Fasia dan pembuluh darah otot dibebaskan dan bila perlu diikat dan dipotong. 8. Memotong m. sternohioid, m.sternotiroid, dan m.omohioid. 9. Ismus tiroid dipotong dan disisihkan kelenjar tiroid dari kartilago krikoid dan cincin trakea dengan memotong ligamentum suspensorium tiroid. 10. Identifikasi nervus laringeus rekuren dan superior. Identifikasi otot dan supratiroid. 11. Membebaskan os hyoid. 12. Memotong trakea setinggi trakeotomi. 13. Memisahkan dinding esophagus dari posterior krikoid. 14. Memotong m. konstriktor faring inferior. 15.Menutup defek hipofaring dan esophagus secara berlapis dengan memasang drain. 16. Menjahit tepi trakea pada kulit.

17. Menutup luka operasi lapis demi lapis. 18. Melepas ETT dan diganti dengan pemasangan trakea kanul. Follow Up Post Laringektomy 3/08/2011 S : (-) O : KU Cukup Kesadaran CM Telinga : membran timpani intak +/+, RC ↓/↓ Hidung : concha : hiperemia -/-, edema -/-. Sekret -/Faring : hiperemia - , granula – A : Carcinoma laring post laringektomi P : Posisi setengah duduk kepala menunduk IVFD RL 20 tpm injeksi ceftriaxone 2 x 1 gr Injeksi ciprofloxacin 2x400 mg Injeksi ketorolac 3x30mg di STOP Injeksi ranitidine 2x1 amp Kataflam fast 2x1 per NGT Ambroxol syrup 3x30 mg per NGT Diet cair TKTP per NGT 200 cc/2 jam Rawat luka setiap hari Monitoring vital sign dan tanda-tanda perdarahan Cek DL, RFT, LFT

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->