Anda di halaman 1dari 29

Airmadidi, 30 April 2012

Kepada Yth: Mejelis Hakim Pemeriksa Perkara Perdata Nomor : 06/Pdt.G/2012/PN.AMD di Pengadilan Negeri Airmadidi Perihal : Replik Dengan Hormat, Yang bertanda tangan dibawah ini : Novry Marthinus Dotulong, ST, bertempat tinggal di Desa Warukapas Jaga XI Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, Pekerjaan Swasta, dengan Jabatan Direktur CV. SONVINO, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama serta mewakili diri sendiri sebagai PENGGUGAT I, dan juga bertindak untuk dan atas nama serta mewakili Marchel Heronimus Dotulong, bertempat tinggal di Desa Warukapas Jaga XI Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, Pekerjaan wiraswasta, dengan Jabatan Direktur CV. ARCHITECNO sebagai PENGGUGAT II, berdasarkan Surat Kuasa Insidentil Nomor : 18/SK.INS.2012/PN.AMD Tanggal 14 Februari 2012 oleh Panitera Pengadilan Negeri Airmadidi serta Surat Penetapan Nomor : 18/PEN.K.INS/2012/PN.AMD Tanggal 14 Februari 2012 oleh Ketua Pengadilan Negeri Airmadidi, sebagaimana terlampir pada berkas perkara ini (kesemuanya mohon disebut sebagai PARA PENGGUGAT ). Bahwa setelah membaca Jawaban dari TERGUGAT IV tertanggal 09 April 2012 yang disampaikan pada persidangan tanggal 16 April 2012, serta Eksepsi, Jawaban dan Gugatan Rekonvensi dari TERGUGAT I, II, III dan V tertanggal 23 April 2012 yang disampaikan pada persidangan tanggal 23 April 2012 (Kesemuanya mohon disebut sebagai PARA TERGUGAT ) maka perkenankan kami, PARA PENGGUGAT untuk mengajukan Replik atas Eksepsi, Jawaban serta Gugatan Rekonvensi dari PARA TERGUGAT. Adapun PARA PENGGUGAT mengajukan Replik ini dengan sistematika sebagai berikut : A. PENDAHULUAN B. TANGGAPAN ATAS EKSEPSI TERGUGAT I, II, III, dan V - DALAM KONPENSI C. TANGGAPAN ATAS JAWABAN PARA TERGUGAT - DALAM POKOK PERKARA D. TANGGAPAN ATAS GUGATAN REKONPENSI TERGUGAT I, II, III, dan V - DALAM REKONPENSI E. PENUTUP

A. PENDAHULUAN 1. Bahwa pada prinsipnya, PARA PENGUGAT menolak dengan tegas seluruh dalil- dalil dalam Eksepsi, Jawaban dan Gugatan Rekonvensi dari PARA TERGUGAT kecuali dalil dalil yang secara tegas diakui kebenarannya oleh PARA PENGGUGAT. Bahwa demi efisiensi dan untuk menghindari duplikasi, maka segala sesuatu yang telah PARA PENGGUGAT sampaikan dalam gugatan perkara aquo merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Replik ini. Bahwa dalil dalil dalam gugatan PARA PENGGUGAT yang diakui dalam surat Jawaban PARA TERGUGAT, mohon dapat diterima sebagai alat bukti yang sempurna.

2. 3.

4.

Bahwa dalil - dalil dalam gugatan PARA PENGGUGAT yang tidak ditanggapi dalam surat Jawaban PARA TERGUGAT PARA TERGUGAT, mohon dapat diartikan bahwa PARA TERGUGAT secara diam - diam telah mengakui seluruh dalil - dalil tersebut. Bahwa PARA PENGGUGAT menyampaikan apresiasi atas usaha TERGUGAT IV yang memilih mengunakan sistem beracara secara langsung dan berkenan telah menyampaikan Jawaban atas gugatan PARA PENGGUGAT. Dimana melalui jawaban didepan persidangan yang terhormat ini, TERGUGAT IV tidak membantah sebagian besar dalil dalil yang terdapat dalam gugatan PARA PENGGUGAT dan pada intinya telah mengakui dan menyatakan secara jujur bahwa produk yang dihasilkan TERGUGAT IV sebagai Panitia Pengadaan Jasa Pekerjaan Konstruksi Dinas Pekerjaaan Umum Kabupaten Minahasa Utara yaitu penetapan perusahaan PENGGUGAT I sebagai pemenang pelelangan Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan penetapan perusahaan PENGGUGAT II sebagai pemenang pelelangan Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas adalah sah sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, tetapi pada akhirnya tidak diakui, dianulir dan dinyatakan tidak sah oleh TERGUGAT II selaku Pengguna Anggaran, serta TERGUGAT III selaku Pejabat Pembuat Komitmen. Bahwa PARA PENGGUGAT juga menyampaikan apresiasi atas usaha dan kerja keras Tim kuasa hukum TERGUGAT I, II, III dan V, yang telah menyampaikan eksepsi, jawaban tentang pokok perkara serta gugatan rekonpensi terkait adanya gugatan perkara aquo. Melalui eksepsi, jawaban dan gugatan rekonpensi yang telah disampaikan, TERGUGAT I, II, III dan V telah membantah, tidak menanggapi dan mencoba mengkesampingkan dalil dalil hukum pada gugatan PARA PENGGUGAT. Namun sayangnya, sebagian dari dalil - dalil pada eksepsi dan jawaban tentang pokok perkara yang disampaikan hanya berupa asumsi dan tidak beralasan hukum, serta inkonsistensi dan saling bertentangan antara dalil yang satu dengan yang lain. PARA PENGGUGAT menyadari mungkin TERGUGAT I, II, III, dan V tidak memahami esensi atas perkara aquo, ataupun mungkin hal tersebut dikarenakan fakta-fakta hukum yang terjadi dalam perkara ini memang sulit dibantah ataupun tidak dapat terbantahkan oleh TERGUGAT I, II, III, dan V. Bahwa dari jawaban (dan eksepsi serta gugatan rekonvensi) TERGUGAT I, II, III, dan V terlihat bahwa TERGUGAT I, II, III, dan V mencoba mencari celah untuk menghindari tanggungjawabnya dan kewajiban hukumnya kepada PARA PENGGUGAT selaku masyarakatnya. Padahal, seharusnya sebagai otoritas yang mendapatkan amanat untuk melindungi masyarakatnya, TERGUGAT I, II, III, dan V harusnya berdiri paling depan untuk membela masyarakatnya dan bukan sebaliknya menjerumuskan masyarakatnya ke dalam jurang kesusahan.

5.

6.

7.

B. TANGGAPAN ATAS EKSEPSI TERGUGAT I, II, III, dan V - DALAM KONPENSI o Dalam EKSEPSI Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V bahwa Gugatan PARA PENGGUGAT salah sasaran (Error In Persona) Mengenai dalil dari TERGUGAT I, II, II dan V bahwa Gugatan PARA PENGGUGAT adalah salah sasaran (Error In Persona) dan PARA PENGGUGAT tidak memiliki kewenangan (Hoeddaningheid) dalam gugatannya, adalah tidak benar, jika PARA PENGGUGAT mengikutsertakan TERGUGAT I sebagai pihak dalam perkara ini, oleh karena TERGUGAT I selaku Bupati Minahasa Utara sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan PARA PENGGUGAT dan lagi pula antara TERGUGAT I dan PARA PENGGUGAT jelas jelas tidak memiliki hubungan hukum apapun dengan dalil gugatan PARA PENGGUGAT dimaksud, maka PARA PENGGUGAT mengemukakan dalil dalil sebagai berikut : 1. Bahwa PARA PENGGUGAT tetap pada dalil-dalil dalam gugatannya dan menolak secara tegas seluruh dalil pada eksepsi TERGUGAT I, II, III, dan V tersebut.

2.

Bahwa secara nyata telah diketahui oleh umum (notoire feiten), TERGUGAT I adalah Kepala Pemerintahan daerah di Kabupaten Minahasa Utara yang terpilih secara demokratis, yang disebut Bupati Minahasa Utara. hal itu berdasarkan ketentuan - ketentuan sebagai berikut : Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945 Pasal 24 Ayat (1) dan (2) UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Bahwa TERGUGAT I adalah Bupati selaku kepala pemerintahan daerah yang diserahkan kekuasaan oleh Presiden selaku kepala pemerintahan yang memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan, untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Hal itu berdasarkan Pasal 6 Ayat (1) dan (2) UU No. 17 Tahun Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Bahwa selanjutnya TERGUGAT I bertindak selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Minahasa Utara, dimana dalam pelaksanaanya dilaksanakan oleh TERGUGAT II selaku pejabat pengguna anggaran / barang daerah di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara. Hal tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 10 Ayat (2) huruf b UU No. 17 Tahun Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Bahwa selanjutnya, berdasarkan ketentuan - ketentuan sebagai berikut : TERGUGAT II merupakan Kepala satuan kerja perangkat daerah yang adalah Pengguna Anggaran / Pengguna Barang bagi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. Hal tersebut berdasarkan Pasal 6 Ayat (1) UU No. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. TERGUGAT II sebagai Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya. Hal tersebut berdasarkan Pasal 1 Angka 17 PP No. 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, TERGUGAT II sebagai Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah. Hal tersebut berdasarkan Pasal 1 Angka 5 Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah Bahwa untuk melaksanakan pengadaan barang / jasa di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara dengan Sumber Dana APBD T.A 2011, TERGUGAT II telah menetapkan TERGUGAT III selaku PPK dan TERGUGAT IV selaku Panitia Pengadaan. Hal itu berdasarkan ketentuan ketentuan sebagai berikut: Pasal 12 Ayat (1) Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah; Pasal 130 Ayat (1), (2) dan (3) Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah; Bahwa seperti yang disampaikan pada Butir 1 dalam Bagian I tentang Kedudukan dan Kepentingan Hukum Para Penggugat dalam gugatan perkara aquo, bahwa PENGGUGAT I adalah Direktur dari Perseroan Komanditer dengan nama CV. SONVINO yang didirikan pada tahun 2006 berdasarkan Akta Pendirian dari Notaris MAYA M. SOMPIE, SH Nomor 2 Tanggal 9 Februari 2006 serta Akta Perubahan dari Notaris GRACE S.J SARENDATU, SH Nomor 43 Tanggal 9 Mei 2008; Bahwa dimana berdasarkan ketentuan ketentuan pada Akta Pendirian dan Perubahan dari CV. SONVINO tersebut, pada pokoknya menyatakan sebagai berikut : Pasal 2 huruf a : Maksud dan tujuan perseroan ini ialah : a. Berusaha dalam bidang kontraktor pembangunan termasuk pemborongan bangunan bangunan, jembatan, jalan, irigasi / pengairan, real estate,[]. ; Pasal 5 Angka 1 : Perseroan ini dipimpin, diusahakan dan diwakili oleh dan atas kebijaksanaan persero pengurus, dimana persero pengurus Tuan NOVRY MARTHINUS DOTULONG, Sarjana Teknik tersebut dengan jabatan Direktur dan ..[....]..,baik sendiri - sendiri maupun bersama - sama bertanggungjawab sepenuhnya atas semua hal baik perbuatan kepengurusan (daden van beheer), dan mewakili perseroan didalam dan diluar Pengadilan, dan ia berhak menandatangani segala
3

3.

4.

5.

6.

7.

8.

macam surat-surat dan atas nama perseroan, menghubungkan Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan perseroan,....[]..; 9. Bahwa seperti juga yang di sampaikan pada Butir 2 dalam Bagian I tentang Kedudukan Dan Kepentingan Hukum Para Penggugat dalam gugatan perkara aquo, bahwa PENGGUGAT II adalah Direktur Perseroan Komanditer dengan nama CV. ARCHITECNO yang didirikan pada tahun 2008 berdasarkan Akta Pendirian dari Notaris GRACE S.J SARENDATU, SH Nomor 1 Tanggal 04 Januari 2008 serta Akta Perubahan dari Notaris GRACE S.J SARENDATU, SH Nomor 16 Tanggal 3 Maret 2011.

10. Bahwa dimana berdasarkan ketentuan ketentuan pada Akta Pendirian dan Perubahan dari CV. ARCHITECNO tersebut, pada pokoknya menyatakan sebagai berikut : Pasal 2 huruf a : maksud dan tujuan perseroan ini adalah mengadakan usaha di bidang : a. Pelaksanaan Pembangunan (Kontraktor) antara lain : bertindak sebagai pengembang; Pemborongan pada umumnya (General Contractor); .[].; Pasal 5 : Para Persero adalah persero-persero pengurus yang bertanggung jawab penuh yang mana persero Tuan MARCHEL HERONIMUS DOTULONG tersebut sebagai Persero Pengurus dengan sebutan Direktur; - Direktur berhak untuk mewakili perseroan didalam dan luar pengadilan, berhak menandatangani untuk dan atas nama perseroan, mengikat perseroan dengan orang lain atau badan lain, sebaliknya mengikat orang lain atau badan lain dengan perseroan ini,..[]..; 11. Bahwa PARA PENGGUGAT mempunyai Hak hak konstitusi dan Hak Hak asasi yang dijamin oleh UUD 1945 dan UU. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 12. Bahwa perusahaan PARA PENGGUGAT adalah penyedia jasa yang memenuhi syarat untuk mengikuti pengadaan barang/Jasa berdasarkan Pasal 19 Perpres No. 54 Tahun 2010, dan penyedia jasa pekerjaan konstruksi berdasarkan Pasal 14 Huruf b UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi telah mengikuti Pelelangan Umum Pekerjaan Konstruksi dengan Pascakualifikasi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara sejak tanggal 30 Maret 2011 yang dilaksanakan oleh TERGUGAT IV, masing - masing untuk Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Makansar; serta Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas. 13. Bahwa pada pelelangan umum yang penuh kecurangan, rekayasa dan penyimpangan tersebut, perusahaan PARA PENGGUGAT dinyatakannya tidak memenuhi syarat serta digugurkannya dalam dalam tahapan evaluasi pada proses pelelangan tersebut untuk pekerjaan pekerjaan yang ikutinya, maka perusahaan PENGGUGAT melakukan sanggahan kepada TERGUGAT IV dan dilanjutkan dengan sanggahan banding kepada TERGUGAT I dengan memberikan jaminan sanggahan banding berdasarkan ketentuan Pasal 82 Ayat (1), (2) dan (3) serta Lampiran III Bagian B Point 1 Huruf m Angka 3) Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, 14. Bahwa terkait pengadaan barang/Jasa yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabuapaten Minahasa Utara yang bersumber dari dana APBD tersebut, TERGUGAT I sebagai Bupati Kepala Daerah Kabupaten Minahasa Utara mempunyai kewajiban hukum untuk menjawab sanggahan banding dari perusahaan PARA PENGGUGAT. Hal itu berdasarkan ketentuan Pasal 82 Ayat (6) serta Lampiran III Bagian B Point 1 Huruf m Angka 2) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menyatakan sebagai berikut : Pasal 82 Ayat (6) : Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi memberikan jawaban atas semua sanggahan banding kepada penyanggah banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima Lampiran III Bagian B Point 1 Huruf m Angka 2) :

Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. 15. Bahwa selain itu juga, TERGUGAT I sebagai Kepala Pemerintahan di Kabupaten Minahasa Utara, yang disebut Bupati Minahasa Utara mempunyai kewajiban konstitusi dan tanggung jawab hukum untuk menghormati, melindungi, memajukan dan menegakan hak asasi manusia termasuk hak asasi dari PARA PENGGUGAT sebagai Warga negara Indonesia. Hal itu berdasarkan ketentuan Pasal 28 I Ayat (4) dan Ayat (5) UUD 1945, serta Pasal 8, Pasal 69 Ayat (2), Pasal 71, dan Pasal 72 UU. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia; 16. Bahwa sehingga dengan tidak dijawabnya sanggahan banding dari perusahaan PARA PENGGUGAT. Tapi disisi lain TERGUGAT I menjawab sanggahan banding dari penyedia jasa lain, maka secara otomatis TERGUGAT I telah melalaikan kewajiban hukumnya dan juga telah melanggar hak hak konstitusi dan hak asasi PARA PENGGUGAT, maka oleh karena itu PARA PENGGUGAT sebagai pihak yang dirugikan, berdasarkan ketentuan berhak mengajukan gugatan kepada TERGUGAT I; 17. Bahwa disisi lain, karena pada akhirnya perusahaan PARA PENGGUGAT telah ditetapkan sebagai pemenang pelelangan oleh TERGUGAT IV, masing masing untuk Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow serta Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas. tapi kemudian hak hak perusahaan PARA PENGGUGAT untuk mendapatkan pekerjaan pekerjaan tersebut menjadi hilang oleh karena TERGUGAT III selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak mau menerbitkan SPPBJ karena TERGUGAT III selaku Pengguna Anggaran menggagalkan hasil pelelangan secara sepihak dan pelelangan dilakukan kembali oleh TERGUGAT V seperti pelelangan yang baru dengan tanpa berdasarkan ketentuan yang berlaku; 18. Bahwa oleh karena itu, maka PARA PENGGUGAT telah dilanggar dan dirugikan hak haknya oleh perbuatan melawan hukum dari TERGUGAT II, III, IV dan V, berhak mengajukan gugatan kepada TERGUGAT II, III, IV, dan V. selain itu juga berdasarkan ketentuan perdata, TERGUGAT I sebagai pimpinan / atasan dari TERGUGAT II, III, IV dan V, harus turut pula bertanggung jawab atas perbuatan melawan hukum dari TERGUGAT II, III, IV dan V, sebagaimana ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata. 19. Bahwa hal tersebut tergambar pada Posita Butir 121 dan 156 gugatan perkara aquo, PARA PENGGUGAT mengajukan gugatan berdasarkan ketentuan Pasal 1365 jo. 1367 KUHPerdata, yang menyatakan antara lain sebagai berikut : Pasal 1365 KUHPerdata : Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut. Pasal 1367 KUHPerdata : Seseorang tidak hanya bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan barang barang yang berada di bawah pengawasannya. Majikan dan orang yang mengangkat orang lain untuk mewakili urusan urusan mereka, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh pelayan atau bawahan mereka dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada orang orang itu

Hubungan Hukum dan Sengketa Hukumnya Cukup Jelas


20. Bahwa hubungan hukum adalah hubungan yang didalamnya melekat hak pada salah satu pihak dan melekat juga kewajiban dan tanggung jawab pada pihak lainnya. Perikatan adalah sebuah hubungan hukum yang artinya hubungan hukum yang diatur dan diakui oleh hukum. Pengingkaran terhadap hubungan hubungan tersebut menimbulkan akibat hukum. 21. Bahwa pada Bagian 1 dari Buku Ketiga KUHPerdata menyebutkan tentang terjadinya perikatan perikatan dan mengemukakan bahwa perikatan timbul dari persetujuan atau Undang Undang. Hal itu tergambar pada Pasal

1233 KUHPerdata, menyatakan sebagai berikut : Perikatan, lahir karena suatu persetujuan atau karena undang-undang . 22. Bahwa perikatan yang berasal dari Undang Undang dibagi lagi menjadi undang-undang saja dan undang undang dan perbuatan manusia, hal tersebut tergambar dalam Pasal 1352 KUHPerdata, yang menyatakan sebagai berikut : Perikatan yang lahir karena undang-undang, timbul dari undang-undang sebagai undang-undang (uit de wet allen) atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang (uit wet ten gevolge vans mensen toedoen). 23. Bahwa berdasarkan penjelasan diatas, maka menjadi jelas bahwa hubungan hukum ataupun perikatan antara PARA PENGGUGAT dengan TERGUGAT I yaitu hubungan hukum atau perikatan yang terjadi atau dilahirkan dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang. 24. Bahwa dengan tidak dilaksanakan suatu perintah undang undang oleh TERGUGAT I ataupun TERGUGAT II, III, IV dan V maka itu artinya telah terjadi pengingkaran terhadap hubungan hubungan tersebut sehingga menimbulkan akibat hukum atau sengketa hukum. 25. Bahwa pada Butir 18 dalam Jawaban tentang Pokok Perkara dari TERGUGAT I, II, III, dan V, menyatakan sebagai berikut : Bahwa menanggapi dalil gugatan bagian II Point 38 akan ditanggapi sebagai berikut : bahwa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi sangat ironis apabila dalil yang diajukan pada Eksepsi ini inkonsistensi dan saling bertentangan dengan Jawaban tentang Pokok Perkara pada butir 18 dari TERGUGAT I, II, III, dan V tersebut; 26. Bahwa dengan demikian sudah sewajarnya dalil - dalil dalam eksepsi TERGUGAT I, II, III, dan V tersebut, secara tegas dapat ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima; Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V bahwa Gugatan PARA PENGGUGAT tidak jelas (Obscuur Libel) dan Prematur a. Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V yang menyatakan bahwa gugatan PARA PENGGUGAT adalah tidak jelas dan premature, karena dalam pelaksanaan proses lelang pengadaan barang/jasa belum sepantasnya PARA PENGGUGAT mengajukan gugatan tersebut, oleh karena proses pelaksanaan lelang pengadaan barang/jasa masih dalam proses tahapan tahapan dan belum merupakan tahapan final dalam hal ini pihak yang berkompeten belum mengeluarkan suatu keputusan yang final dalam pelaksanaan selanjutnya, maka PARA PENGGUGAT mengemukakan dalil dalil sebagai berikut : 27. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak secara tegas dalil dalil dalam eksepsi obscuur libel yang dikemukakan oleh TERGUGAT I, II, III dan V; 28. Bahwa TERGUGAT I, II, III dan V tidak dapat membedakan klasifikasi Eksepsi gugatan tidak jelas / kabur (obscuur libel) serta Eksepsi Gugatan Prematur, sehingga mencampuradukannya dalam eksepsi obscuur libel yang didalilkan TERGUGAT I, II, III dan V; 29. Bahwa Eksepsi gugatan tidak jelas / kabur (obscuur libel) yang didalilkan oleh TERGUGAT I, II, III dan V adalah salah satu jenis dari Eksepsi Prosesual di Luar Eksepsi Kompetensi, sedangkan Eksepsi Gugatan Prematur yang didalilkannya bersama sama dalam bagian eksepsi obscuur libel adalah termasuk bagian Eksepsi Dilatoir yang merupakan jenis dari Eksepsi Materiil; 30. Bahwa terkait dengan Eksepsi gugatan tidak jelas / kabur (obscuur libel) yang didalilkan oleh TERGUGAT I, II, III dan V terkesan mengada ada, karena Pada Hukum Acara Perdata yang berlaku di Indonesia saat ini yaitu HIR ataupun RBg tidak mengatur mengenai bentuk - bentuk eksepsi yang dikualifikasikan sebagai Eksepsi Gugatan Kabur. 31. Bahwa Eksepsi gugatan kabur sebenarnya merupakan eksepsi karena formulasi gugatan yang tidak jelas. Menurut teori hukum acara perdata dalam buku M. Yahya Harahap hal. 448 453, dimana disebutkan dalam

prakteknya dikenal beberapa bentuk eksepsi yang dapat dikualifikasikan sebagai Eksepsi Gugatan Kabur (obscuur libel) antara lain : Posita atau fundamentum petendi tidak menjelaskan dasar hukum dalil gugatan dan kejadian yang mendasari gugatan atau sebaliknya. Tidak jelasnya obyek sengketa Petitum gugatan tidak jelas atau ada kontradiksi antar posita dengan petitum sehingga gugatan menjadi kabur. Antara posita dengan petitum harus saling mendukung dan tidak boleh bertentangan. Hal-hal yang dapat dituntut dalam petitum harus mengenai penyelesaian sengketa yang didalilkan dalam posita. Penggabungan masalah posita wanprestasi dan perbuatan melawan hukum dalam satu gugatan. Misalnya dalam posita, gugatan didasarkan atas perjanjian, namun dalam petitum dituntut agar tergugat dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum. 32. Bahwa menurut yurisprudensi Mahkamah Agung RI, suatu gugatan dapat dikategorikan/diklasifikasikan sebagai gugatan kabur dan tidak jelas (obscuur libel) apabila posita gugatan tersebut tidak relevan dengan petitum gugatan dan/atau tidak mendukung petitum. Hal itu berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung, sebagaimana Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 8 Desember No. 1075 K/Sip/1982. 33. Bahwa selain itu juga menurut yurisprudensi Mahkamah Agung RI, perumusan kejadian material secara singkat telah memenuhi syarat dan gugatan tidak kabur (obscuur libel), sebagaimana Putusan Mahkamah Agung RI No. 547/K/Sip/1971 tanggal 15 Maret1972. 34. Bahwa dalam gugatan perkara aquo, PARA PENGGUGAT telah memuat identitas para pihak, pada Posita (fundamen petendi) sudah sangat jelas dasar hukum dari dalil gugatannya serta kejadian yang mendasari gugatannya kepada PARA TERGUGAT, sangat jelas objek sengketanya, sangat jelas petitumnya dimana petitum tersebut telah dirinci serta dalil dalil pada posita dan petitum sangat relevan dan saling mendukung; 35. Bahwa apa yang didalilkan TERGUGAT I, II, III, dan V tersebut terkait eksepsi obscuur libel tersebut, sangat mengada - ada dan tidak beralasan hukum, dengan demikian maka sudah sewajarnya dalil pada eksepsi TERGUGAT I, II, III, dan V itu ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima; 36. Bahwa terkait dengan Eksepsi gugatan prematur yang didalilkan oleh TERGUGAT I, II, III dan V, terkesan juga sangatlah mengada ada dan tidak sesuai fakta hukum, karena menurut M Yahya Harahap dalam Buku Hukum Acara Perdata hal. 457, Eksepsi mengenai gugatan prematur apabila gugatan terlampau dini untuk diperiksa sengketanya dipengadilan, antara lain : o Misalnya oleh karena penggugat telah memberikan penundaan pembayaran. Sifat atau keadaan prematur melekat pada batas waktu untuk menggugat sesuai dengan jangka waktu yang disepakati dalam perjanjian belum sampai atau batas waktu untuk menggugat belum sampai karena telah dibuat penundaan pembayaran oleh kreditur atau berdasarkan kesepakatan antara kreditur dan debitur. o Tertundanya pengajuan gugatan disebabkan adanya faktor yang menangguhkan, sehingga permasalahan yang hendak digugat belum terbuka waktunya. Misalnya, ahli waris yang menggugat pembagian harta warisan, padahal pewaris masih hidup. Gugatan itu prematur. Selama pewaris masih hidup, tuntutan pembagian warisan masih tertunda. 37. Mohon perhatian yang terhormat Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Perdata Nomor : 06/Pdt.G/2012/PN.AMD ini, Bahwa dalil eksepsi dari TERGUGAT I, II, III dan V tersebut yang menyatakan karena proses pelaksanaan lelang pengadaan barang/jasa masih dalam proses tahapan tahapan dan belum merupakan tahapan final dalam hal ini pihak yang berkompeten belum mengeluarkan suatu keputusan yang final dalam pelaksanaan selanjutnya. adalah jelas jelas merupakan sebuah sebuah kebohongan dan mengaburkan fakta - fakta hukum yang ada. 38. Bahwa fakta fakta hukumnya sudah jelas, bahwa hak hak hak PARA PENGGUGAT sebagai pemenang pelelangan dan mendapatkan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas sesuai penetapan dari TERGUGAT IV tidak akan mungkin dapat kembali lagi; 39. Bahwa segala mekanisme hukum seusai ketentuan telah diikuti oleh perusahaan PARA PENGGUGAT, baik melakukan sanggahan kepada TERGUGAT IV, kemudian melakukan sanggahan banding kepada
7

TERGUGAT I, tapi kemudian tidak dijawab oleh TERGUGAT I dan malah telah melakukan sanggahan ulang kepada TERGUGAT IV; 40. Bahwa selanjutnya setelah ditetapkan sebagai pemenang pelelangan oleh TERGUGAT IV, TERGUGAT II secara sepihak telah membatalkan penetapan pemenang lelang tersebut dan SPPBJ tidak mau dikeluarkan oleh TERGUGAT III dan kemudian paket pekerjaan tersebut telah dilelangkan kembali oleh TERGUGAT V tanpa melanjutkan tahapan yang dilaksanakan sebelumnya oleh TERGUGAT IV; 41. Bahwa kemudian TERGUGAT V telah menetapkan pemenang pelelangan pada pekerjaan - pekerjaan tersebut kepada CV. BOPS dan CV. TIANG API ANUGERAH dimana fakta hukumnya telah kami sampaikan pada Posita Butir 111 dalam gugatan perkara aquo, 42. Bahwa selanjutnya kontraknya kerjanya telah diterbitkan oleh TERGUGAT III serta pekerjaan tersebut telah dikerjakan berkasnya pencairan dananya untuk paket pekerjan - tersebut telah ditandatangani oleh TERGUGAT II dan TERGUGAT III dan dicairkan sebelum 31 Desember 2011. karena secara nyata telah diketahui oleh umum (notoire feiten) bahwa batas pencairan sumber dana APBD. TA 2011 adalah sampai dengan tanggal 31 Desember 2011. Dan gugatan PARA PENGGUGAT nanti dimasukan di Pengadilan Negeri Airmadidi pada tanggal 24 Januari 2012; 43. Bahwa oleh karena itu penggunaan dalil eksepsi prematur oleh TERGUGAT I, II, III dan V, sangat tidak sesuai fakta fakta hukum, mengada- ada dan tidak beralasan hukum. dengan demikian sudah sewajarnya dalil dalil dalam eksepsi TERGUGAT I, II, III, dan V itu ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima; b. Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V yang menyatakan bahwa dalam pengadaan barang/jasa, diatur oleh Panitia Pengadaan/Jasa berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan Demikian maka hanyalah panitia pengadaan t/jasa (TERGUGAT IV) yang dimasukan sebagai pihak dalam perkara aquo, maka PARA PENGGUGAT mengemukakan dalil dalil sebagai berikut : 44. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak secara tegas semua dalil dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I, II, III dan V pada eksepsi tersebut. 45. Bahwa selain itu dalil dari TERGUGAT I, II, III dan V ini, sangat inkonsisten dan kontradiktif, apabila dikaitkan dengan Butir 7 pada Bagian Jawaban TERGUGAT I, II, III dan V, yang menyatakan sebagai berikut : Bahwa dalil gugatan para penggugat bagian II Point 2 memang benar sesuai ketentuan yang berlaku. 46. Bahwa dalam pada Posita Butir 2 gugatan perkara aquo, menyatakan sebagai berikut : Bahwa Pelelangan Umum Pekerjaan Konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2011 adalah Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah yang tunduk dan wajib mengikuti Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah serta Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi; 47. Bahwa Perpres No. 54 tahun 2010, tentang Pengadaan Barang / Jasa, hanya mengatur tentang pengadaan /barang jasa pemerintah secara umum yaitu Pekerjaan Konstruksi, Pengadaan Barang; Jasa Konsultasi, Jasa Lainnya, Swakelola dan lain lain. Tapi khusus untuk pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, selain mengacu pada aturan tersebut, wajib pula mengacu pada ketentuan PP No. 59 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas jo. PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, hal itu tercermin pada konsideran Perpres No. 54 tahun 2010, yang antara lain menyatakan sebagai berikut : Mengingat : Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956); 48. Bahwa adapun PP No. 59 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas jo. PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, diterbitkan untuk melaksanakan UU No.18 Tahun 1999 tentang Jasa

Konstruksi. Hal tersebut tergambar pada konsideran dari PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut. 49. Bahwa selanjutnya berdasarkan Pasal 14 dan Pasal 15 Ayat (1) UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, menyatakan sebagai berikut : Pasal 14 : Para pihak dalam pekerjaan konstruksi terdiri atas: a. pengguna jasa; b. penyedia jasa. Dimana berdasarkan ketentuan tersebut, maka TERGUGAT II bertindak sebagai Penguna Jasa dan PARA PENGGUGAT bertindak sebagai penyedia jasa Pasal 15 : Pengguna jasa sebagaimana dimaksud pada Pasal 14 huruf a, dapat menunjuk wakil untuk melaksanakan kepentingannya dalam pekerjaan konstruksi Karena sangat kompleksitasnya tugas pengguna Jasa tersebut, maka selanjutnya pada ketentuan Perpres No. 54 Tahun 2010, telah mengatur sehingga TERGUGAT II dapat menunjuk dan menetapkan TERGUGAT III sebagai PPK dan TERGUGAT IV dan V sebagai Panitia Pengadaan, tapi hal itu tidak melepaskan tanggung jawab dari TERGUGAT II. 50. Bahwa selanjutnya berdasarkan Pasal 17 Ayat (1) dan Pasal 18 Ayat (1) huruf a dan b UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, menyatakan sebagai berikut : Pasal 17 Ayat (1) : Pengikatan dalam hubungan kerja jasa konstruksi dilakukan berdasarkan prinsip persaingan yang sehat melalui pemilihan penyedia jasa dengan cara pelelangan umum atau terbatas ; Pasal 18 Ayat (1) : Kewajiban pengguna jasa dalam pengikatan mencakup: a. menerbitkan dokumen tentang pemilihan penyedia jasa yang memuat ketentuan-ketentuan secara lengkap, jelas dan benar serta dapat dipahami. b. menetapkan penyedia jasa secara tertulis sebagai hasil Pelaksanaan pemilihan. 51. Bahwa sehingga dengan TERGUGAT II mengubah dan membatalkan penetapan pemenang pelelangan yang dilaksanakan oleh TERGUGAT IV maka PARA PENGGUGAT berhak menuntut ganti rugi kepada TERGUGAT II. Hal itu berdasarkan Pasal 19 UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, yang menyatakan sebagai berikut : Jika pengguna jasa mengubah atau membatalkan penetapan tertulis, atau penyedia jasa mengundurkan diri setelah diterbitkannya penetapan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b, dan hal tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, maka pihak yang mengubah atau membatalkan penetapan, atau mengundurkan diri wajib dikenakan ganti rugi atau bisa dituntut secara hukum . 52. Bahwa dalam Pasal 38 Ayat (1) dan (2); serta Pasal 39 UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, menyatakan sebagai berikut : Pasal 38 Ayat (1) : Masyarakat yang dirugikan akibat penyelenggaraan pekerjaan konstruksi berhak mengajukan gugatan ke pengadilan secara: a. orang perseorangan; b. kelompok orang dengan pemberian kuasa; c. kelompok orang tidak dengan kuasa melalu gugatan perwakilan. Ayat (2) : Jika diketahui bahwa masyarakat menderita sebagai akibat penyelenggaraan pekerjaan konstruksi sedemikian rupa sehingga mempengaruhi peri kehidupan pokok masyarakat, Pemerintah wajib berpihak pada dan dapat bertindak untuk kepentingan masyarakat. Pasal 39 :

Gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (1) adalah tuntutan untuk melakukan tindakan tertentu dan/atau tuntutan berupa biaya atau pengeluaran nyata dengan tidak menutup kemungkinan tuntutan lain sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku ; 53. Bahwa selain itu seperti yang kami sampaikan pada Posita Butir 108 dalam gugatan perkara aquo, atas dibatalkannya penetapan perusahaan PARA PENGGUGAT sebagai pemenang pelelangan umum tersebut tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan maka TERGUGAT II wajib mengganti semua biaya yang dikeluarkan oleh PARA PENGGUGAT sebagaimana ketentuan Pasal 15 huruf k PP No. 59 Tahun 2010 jo PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi; 54. Bahwa selanjutnya pada Perpres No. 54 tahun 2010, sanksi bagi TERGUGAT II selaku PA, TERGUGAT III selaku PPK dan TERGUGAT IV dan V selaku ULP/ Panitia Pengadaan telah diatur ketentuan - ketentuan sebagai berikut : Pasal 118 ayat (7) huruf b Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menentukan : Apabila terjadi pelanggaran dan/atau kecurangan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa, maka ULP: a. dikenakan sanksi administrasi; b. dituntut ganti rugi; dan/atau c. dilaporkan secara pidana; Pasal 123 Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menentukan: Dalam hal terjadi kecurangan dalam pengumuman Pengadaan, sanksi diberikan kepada anggota ULP/Pejabat Pengadaan sesuai peraturan perundang-undangan. LAMPIRAN III Bagian B Point 1 huruf a angka 5) Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menentukan: Apabila terjadi kecurangan dalam pengumuman, maka kepada : ULP dikenakan sanksi administrasi, ganti rugi dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan . Lampiran III Bagian B Point 6 huruf b tindak lanjut pelelangan gagal, angka 3) huruf i butir (2) Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menyatakan sebagai berikut : ULP menindaklanjuti pelelangan/pemilihan langsung gagal dengan ketentuan sebagai berikut: apabila pelelangan/pemilihan langsung gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya pelanggaran prosedur ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota ULP yang terlibat, kemudian: (2) : PA, KPA, PPK dan/atau anggota ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; 55. Bahwa selain itu berdasarkan Pasal 12 Ayat (2) Huruf e dan Pasal 17 Ayat (1) Huruf g Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah serta Peraturan Kepala LKPP No 02 Tanggal 2011 tanggal 25 April 2011. jo. Peraturan Kepala LKPP No. 06 tahun 2010 tanggal 28 Desember 2010 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (Standard Bidding Document), maka TERGUGAT III selaku PPK dan TERGUGAT IV dan V selaku Panitia Pengadaan wajib menandatangani Pakta Integritas yang menyatakan antara lain sebagai berikut : ..[]4. Apabila melanggar hal hal yang dinyatakan dalam Pakta integritas ini, bersedia menerima sanksi pencantuman dalam daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana ; 56. Bahwa dengan dalil tersebut, hal itu semakin membuktikan bahwa TERGUGAT I, II, III dan V memang tidak tidak mengerti dengan esensi dari gugatan ini, hal itu sudah kami kami sampaikan pada Posita Butir 121 dan 156 gugatan PARA PENGGUGAT. Dimana Gugatan perkara aquo berdasarkan ketentuan Pasal 1365 jo. 1367 KUHPerdata. 57. Bahwa khusus TERGUGAT I dan II, dengan mendalilkan semua kesalahan kepada TERGUGAT IV, maka hal itu secara jelas telah membuktikan bahwa TERGUGAT I, dan II yang merupakan atasan / pimpinan dari TERGUGAT IV harus pula bertanggung jawab atas segala perbuatan melawan hukum dari TERGUGAT IV sebagaimana ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata;
10

58. Bahwa oleh karena itu penggunaan dalil eksepsi ini oleh TERGUGAT I, II, III dan V, sangat tidak sesuai fakta hukum, mengada- ada dan tidak beralasan hukum. dengan demikian sudah sewajarnya dalil dalil dalam eksepsi TERGUGAT I, II, III, dan V itu ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima; c. Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V yang menyatakan bahwa PARA PENGGUGAT secara tidak cermat dan tidak pasti, dan hal ini dibuktikan bahwa PARA PENGGUGAT telah beberapa kali mengadakan perubahan perubahan baik dalam pokok perkara maupun dalam petitum gugatannya, pengguna tidak dibenarkan oleh hukum jika perubahannya merubah pula petitum gugatannya, maka PARA PENGGUGAT mengemukakan dalil dalil sebagai berikut :

59. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak semua dalil dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I, II, III dan V, kecuali dalil dalil yang secara tegas diakui kebenarannya; 60. Bahwa sesuai fakta hukumnya, pada tanggal 26 Maret 2012, saat pertama kalinya dimulainya persidangan pembacaan gugatan setelah mediasi gagal dilakukan. Pada saat akan dimulainya persidangan, PARA PENGGUGAT kemudian mengajukan perubahan gugatan dan disetujui oleh Ketua Majelis Hakim . Setelah dilakukan perubahan gugatan dan membagikan kepada majelis hakim dan PARA TERGUGAT, maka selanjutnya dilakukan pembacaan gugatan di hadapan persidangan oleh PENGGUGAT I. Setelah selesai dilakukan pembacaan Gugatan. Ketua Majelis Hakim kembali menanyakan kepada PENGGUGAT I, apakah PARA PENGGUGAT masih akan melakukan perubahan gugatan kembali dan dijawab oleh PENGGUGAT I dengan jawaban tidak lagi. Dan anehnya pada saat pengajuan perubahan gugatan tersebut, Tim Kuasa Hukum dari TERGUGAT I,II,III dan V tidak pernah membantah dan menyatakan keberatan kepada Majelis Hakim. Dan lagipula tangkisan dan jawaban dari TERGUGAT I,II,III dan V nanti disampaikan pada persidangan tanggal 23 April 2012. Sehingga dengan adanya dalil eksepsi ini, maka hal itu semakin membuktikan bahwa Tim kuasa Hukum TERGUGAT I,II,III dan V sangat tidak konsisten dan mengada-ada. 61. Bahwa doktrin hukum dan yurisprudensi secara jelas telah menegaskan dan memperbolehkan adanya perubahan / perbaikan gugatan oleh PARA PENGGUGAT. dimana perubahan gugatan tersebut diajukan pada persidangan sebelum adanya jawaban serta tangkisan dari PARA TERGUGAT, sehingga perubahan gugatan tersebut tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Dan merupakan sebuah fitnah dan memutarbalikan fakta apabila dinyatakan dalam eksepsi tersebut, bahwa perubahan gugatan yang dilakukan oleh PARA PENGGUGAT telah merubah petitum gugatan, karena pada kenyataannya perubahan gugatan yang dilakukan oleh PARA PENGGUGAT tidak pernah merubah petitum gugatan. 62. Bahwa menurut M. Yahya Harapan dalam Bukunya Hukum Acara Perdata, menyatakan bahwa dibenarkan atau tidaknya perubahan gugatan adalah sepenuhnya wewenang Majelis Hakim ; 63. Bahwa diperkenankannya perubahan gugatan juga telah diakui dalam praktek pengadilan yang menjadi yurisprudensi, antara lain : Putusan MA-RI No.546.K/Sip/1970, tanggal 14 Oktober 1970, yang menyatakan bahwa: Perubahan gugatan itu tidak diterima apabila perubahan itu dilakukan pada taraf pemeriksaan perkara sudah hampir selesai, pada saat dalil-dalil, tangkisan-tangkisan, pembelaan-pembelaan, sudah habis dikemukakan dan kedua pihak sebelumnya telah mohon putusan; Putusan MA-RI No.1425.K/Pdt/1985, tanggal 24 Juni 1991, yang menyatakan bahwa : Perubahan surat / gugatan perdata dapat diterima/dibenarkan bila perubahan itu dilakukan sebelum Hakim membacakan surat Gugatan di dalam persidangan dan kepada Tergugat masih diperintahkan untuk menjawab surat gugatan tersebut; Putusan MA RI Nomor 943 K/Sip /1987 tanggal 19 September 1985 yang menyatakan bahwa Perubahan gugatan dibolehkan selama proses persidangan sebab perubahan gugatan adalah hak dari pada Penggugat dan Tergugat ; 64. Bahwa oleh karena perubahan gugatan diperbolehkan oleh ketentuan dan telah mendapatkan persetujuan dari Majelis Hakim, baru kemudian gugatan tersebut dibacakan oleh PENGGUGAT I, adapun perubahan gugatan tersebut dilakukan sebelum adanya tangkisan dan jawaban dari PARA TERGUGAT, maka sangat
11

tidaklah patut dan tidak beralasan hukum apabila TERGUGAT I,II,III dan V menyatakan PARA PENGGUGAT tidak cermat dan tidak pasti. 65. Bahwa dalil eksepsi TERGUGAT I,II,III dan V tersebut merupakan akal-akalan dan membuktikan bahwa TERGUGAT I,II,III dan V tidak konsisten dan tidak beralasan hukum maka oleh karenanya sudah sepatutnyalah eksepsi tersebut ditolak atau setidaknya tidak dapat diterima;

C. TANGGAPAN ATAS JAWABAN PARA TERGUGAT o Dalam POKOK PERKARA

PARA PENGGUGAT mohon agar hal hal yang telah diuraikan Dalam EKSEPSI diatas dianggap merupakan bagian yang tidak terpisahkan Dalam POKOK PERKARA ini 66. Bahwa pada prinsipnya PARA PENGGUGAT menolak secara tegas seluruh dalil jawaban PARA TERGUGAT kecuali yang diakui kebenarannya secara tegas oleh PARA PENGGUGAT. 67. Bahwa semua yang telah disampaikan oleh PARA PENGGUGAT dalam konpensi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua dalil PARA PENGGUGAT dalam pokok perkara ini. 68. Bahwa sehubungan dengan adanya dalil dalil jawaban dari PARA TERGUGAT dalam pokok perkara ini, maka PARA PENGGUGAT mengemukakan dalil dalilnya sebagai berikut : : Mengenai dalil TERGUGAT IV pada jawabannya yang pada intinya menyatakan TERGUGAT IV telah melaksanakan tugas sebagai Panitia Pengadaan Jasa Pekerjaan Konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Minahasa Utara dengan berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku sebagaimana diatur pada Perpres No. 54 Tahun 2010 dan telah menghasilkan seluruh produk secara sah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku termasuk sudah menetapkan CV. SONVINO sebagai pemenang pelelangan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan CV. ARCHITECNO sebagai pemenang pelelangan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas, yang kemudian dianulir dan dinyatakan tidak sah oleh TERGUGAT II dan TERGUGAT III, maka hal tersebut sudah diluar kewenangan dan tanggung jawab dari TERGUGAT IV sehingga tidak logis apabila diminta untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami PARA PENGGUGAT. 49. Bahwa PARA PENGGUGAT mengakui secara tegas bahwa TERGUGAT IV memang telah menetapkan perusahaan PENGGUGAT I sebagai pemenang pelelangan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan perusahaan PENGGUGAT II pemenang pelelangan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas. tapi hal tersebut tidak bisa melepaskan tanggung jawab TERGUGAT IV atas perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian bagi PARA PENGGUGAT. 50. Bahwa seharusnya pada tanggal 28 April 2011 perusahaan PARA PENGGUGAT sudah ditetapkan dan diumumkan sebagai pemenang pelelangan karena pada kenyataannya dokumen penawaran perusahaan PARA PENGGUGAT tidak bisa digugurkan karena memenuhi syarat. Dan kemudian kelalaian dan kealpaan tersebut sebenarnya bisa diperbaiki oleh TERGUGAT IV pada pengumuman hasil evaluasi ulang pada tanggal 16 Agustus 2011 seperti yang dijadwalkan pada pengumuman Evaluasi Ulang Nomor : 01/PEU/DPU/MINUT/VIII/2011, 02/PEU/DPU/MINUT/VIII/2011 dan 03/PEU/DPU/MINUT/VIII/2011 tertanggal 03 Agustus 2011. Sehingga tidak ada celah lagi bagi TERGUGAT II dan TERGUGAT III untuk bisa membatalkan hasil pelelangan dan tidak menerbitkan SPPBJ. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh TERGUGAT IV sehingga oleh karena waktu yang terulur ulur tersebut menyebabkan. Hak hak perusahaan PARA PENGGUGAT berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Nomor : 01/SPPP-EU/DPU-MINUT/IX/2011 tertanggal 05 September 2011 dan Berita Acara Hasil Evaluasi Ulang Nomor : 01/BAHEU/DPUMINUT/IX/2011 tertanggal 05 September 2011 untuk Paket Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dengan Calon pemenang adalah perusahaan PENGGUGAT I, serta Surat Penetapan Pemenang Nomor : 02/SPPP-EU/DPU-MINUT/IX/2011 tertanggal 05 September 2011 dan Berita Acara Hasil Evaluasi Ulang Nomor : 02/BAHEU/DPU-MINUT/IX/2011 tertanggal 05 September 2011, untuk Paket Pekerjaan
12

Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas dengan calon pemenang adalah perusahaan PENGGUGAT II, kemudian nanti dilakukan pemenang pelelangan oleh TERGUGAT IV pada tanggal 22 September 2011 setelah dilakukan sanggahan ulang oleh perusahaan PARA PENGGUGAT pada tanggal 12 September 2011 dan pelelangan gagal pada tanggal 19 September 2011 dengan alasan di intervensi oleh TERGUGAT II. 51. Bahwa kelalaian TERGUGAT IV itulah yang dijadikan alasan yang tidak berdasarkan hukum oleh TERGUGAT III dengan cara tidak mau menerbitkan SPPBJ karena alasannya TERGUGAT II telah menganti TERGUGAT IV sebelum pengumuman tanggal 22 september 2011 tersebut, dengan TERGUGAT V dan kemudian TERGUGAT V.melaksanakan pelelangan ulang tanpa berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sehingga menghilangkan Hak Hak perusahaan PARA PENGGUGAT sebagai pemenang pelelangan. Sehingga oleh karena itu maka selain TERGUGAT - TERGUGAT lainnya, maka TERGUGAT IV juga sepatutnya juga harus turut bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh PARA PENGGUGAT. 52. Bahwa oleh karena itu dalil TERGUGAT IV tersebut sudah selayaknya ditolak atau setidaknya tidak dapat diterima; Mengenai dalil TERGUGAT II dan TERGUGAT III pada Butir 5 pada bagian Jawaban tentang Pokok Perkara, yang intinya menyatakan bahwa pada tanggal 21 September 2011 TERGUGAT II berdasarkan kewenangannya telah mengeluarkan SK pengangkatan Panitia baru karena TERGUGAT IV dianggap tidak cakap lagi melaksanakan tugas karena TERGUGAT IV telah mengeluarkan dua kali pengumuman gagal yakni pada tanggal 28 April 2011 dan pada tanggal 19 September 2011. 69. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak secara tegas atas dalil dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT II dan III, kecuali dalil dalil yang secara tegas diakui kebenarannya; 70. Bahwa kalau memang benar TERGUGAT IV dianggap tidak cakap lagi melaksanakan tugasnya, mengapa hal itu tidak dilakukan oleh TERGUGAT II pasca keluarnya Surat No. 30/AS-II/VII/2011 tanggal 28 Juli 2011 ??? 71. Bahwa pada kenyataannya TERGUGAT II kembali mempercayakan TERGUGAT IV untuk melaksanakan pemilihan langsung untuk 12 (dua belas) paket pekerjaan konstruksi antara lain Pekerjaan Peningkataan Jaringan Irigasi Apela Wogis, Pekerjaan Pembangunan Drainase Desa Watudambo dan Pembangunan Jalan Desa Talawaan pada tanggal 03 Agustus 2011; 72. Bahwa dalil jawaban TERGUGAT II dan TERGUGAT III yang menjadikan pelelangan gagal oleh TERGUGAT IV pada tanggal 28 April 2011 sebagai salah satu alasan untuk mengganti secara sepihak TERGUGAT IV sebagai panitia pengadaan karena dianggap tidak cakap lagi untuk melaksanakan tugas, adalah dalil yang mengada ada dan tidak sesuai fakta hukum; 73. Bahwa sebelumnya pada tanggal 26 April 2011 atau 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan pengumuman pelelangan gagal oleh TERGUGAT IV tersebut. TERGUGAT II membuat pernyataan melalui media yang diketahui publik yang memuji kinerja TERGUGAT IV sebagai tenaga tenaga yang sudah bersertifikasi dan mengetahui pelaksanaan tender. Dimana pernyataaan tersebut antara lain sebagai berikut : ..[..]Kadis PU Minut Ir. Patrice Tamengkel menyatakan.[]...pengumuman pemenang ini sudah dilakukan dengan selektif mungkin oleh DInas PU, dan siapa yang menjadi pemenang tentunya sudah melalui kajian yang matang dari Panitia tender Ujar Tamengkel. Dia menambahkan sejauh ini, Dinas PU dalam melaksanakan proyek tetap mengacu pada aturan Perpres 54/2010 sehingga dalam pelaksanaan tidak ada kesalahan. Panitia tender proyek juga merupakan tenaga tenaga yang sudah bersertifikasi, dan mengetahui mekanisme pelaksanaan tender. .[.].. ??? 74. Bahwa selanjutnya, pada tanggal 07 Mei 2011, TERGUGAT II melalui TERGUGAT III kembali membuat pernyataan melalui media yang diketahui publik, yang melegitimasi pengumuman pelelangan gagal yang dilaksanakan oleh TERGUGAT IV pada paket pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow, pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Makansar dan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas, dan menyatakan bahwa 3 (tiga) proyek tersebut akan ditender ulang padahal saat itu perusahaan PARA PENGGUGAT telah mengajukan sanggahan kepada TERGUGAT IV sejak tanggal 03 Mei 2011 dan sanggahan tersebut telah
13

disampaikan juga kepada TERGUGAT III. Adapun pernyataaan TERGUGAT II melalui TERGUGAT III tersebut antara lain sebagai berikut : Tiga proyek irigasi di Minut akan ditender ulang karena semua peserta yang mendaftar belum memenuhi syarat. Ini dikatakan Kadis PU Minut Ir. Patrice Tamengkel melalui Kabid Bina Marga Ir. Revindo Plangiten, ..[.....]...Intinya. proses tender di Dinas PU dijalankan Panitia mengacu pada aturan yang ada. Syarat dan ketentuan bagi peserta tender itu harus dipenuhi untuk ditetapkan sebagai pemenang, kata Plangiten, kemarin (6/5)..[] ??? 75. Bahwa berdasarkan fakta fakta hukum diatas, maka dalil - dalil yang disampaikan oleh TERGUGAT II dan TERGUGAT III telah terbantakan dengan sendirinya dan makin membuktikan bahwa memang benar ada skenario penjegalan terhadap perusahaan PARA PENGGUGAT karena ketika perusahaan PARA PENGGUGAT telah mengajukan sanggahan, TERGUGAT II melaui TERGUGAT III telah memvonis bahwa perusahaan PARA PENGGUGAT tidak memenuhi syarat dan akan dilakukan tender ulang. Tapi pada kenyataannnya perusahaan PARA PENGGUGAT seharusnya dinyatakan memenuhi syarat dan menjadi pemenang pelelangan pada saat itu. 76. Bahwa selain itu juga, dengan pernyataannya melalui media yang diketahui publik tersebut, yang menyatakan tidak ada peserta yang mendaftar belum memenuhi syarat dalam 3 paket pekerjaan tersebut yaitu pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow, Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Makansar dan Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas yang diikuti oleh perusahaan PARA PENGGUGAT. Maka hal itu telah membuktikan bahwa selama TERGUGAT IV melaksanaan proses evaluasi pelelangan, TERGUGAT II melalui TERGUGAT III turut pula melakukan evaluasi kepada perusahaan PARA PENGGUGAT, padahal tidak pernah ada ketentuan yang menyatakan TERGUGAT II selaku pengguna Anggaran dan TERGUGAT III selaku PPK mempunyai tugas pokok untuk melakukan evaluasi peserta lelang dalam pengadaan barang/jasa; 77. Bahwa bukti tersebut juga diperkuat oleh pernyataan TERGUGAT II melalui TERGUGAT III pada tanggal 20 April 2011 melalui media yang diketahui publik. Adapun pernyataaan TERGUGAT II melalui TERGUGAT III tersebut antara lain sebagai berikut : Proses Tender proyek APBD Minut 2011 di Dinas Pekerjaan Umum (PU), pekan depan akan memasuki tahapan pengumuman pemenang lelang. Kadis PU Minut Ir. Patrice Tamengkel melalui Kabid Bina Marga Ir. RF Plangiten mengatakan, proses tender Dinas PU dengan nilai total sekitar Rp. 12 miliar itu, kini sudah memasuki tahapan pengumuman aritmatika, dimana panitia tender sudah melakukan perhitungan secara fix dari pengajuan dan penawaran anggaran yang diajukan setiap peserta tender. Pengumuman Aritmatika ini lebih memperjelas perhitungan final dari total anggaran yang ada, sebab pengumuman aritmatika ini peserta tender sudah mengetahui dengan jelas anggaran yang ada dalam satu paket pekerjaan. pengumuman aritmatika ini penting karena semuanya harus menggunakan perhitungan yang pasti,jelas Plangiten. Sedangkan untuk pengumuman pemenang tender lanjut Plangiten, akan dilakukan pekan depan sekitar akhir April. Pastinya, siapa yang menang dalam tender sudah melalui proses yang sesuai aturan oleh Panitia tender...[.]. 78. Bahwa dalil jawaban TERGUGAT II dan TERGUGAT III yang menjadikan alasan keluarnya SK pengangkatan Panitia baru pada tanggal 21 September 2011 karena TERGUGAT IV telah mengumumkan pelelangan gagal pada tanggal 19 September 2011 sehingga membatalkan pengumuman pemenang pelelangan No 01/PPPEU/DPUMINUT/IX/2011 tanggal 22 September 2011 dengan calon pemenang perusahaan PENGGUGAT I serta pengumuman pemenang pelelangan No 02/PPP-EU/DPUMINUT/IX/2011 tanggal 22 September 2011 dengan calon pemenang perusahaan perusahaan PENGGUGAT II yang dilaksanakan oleh TERGUGAT IV, adalah sangat tidak beralasan. Karena sebelumnya pada tanggal 05 September 2011, TERGUGAT IV telah menetapkan perusahaan PARA PENGGUGAT sebagai calon pemenang pelelangan melaui Surat Penetapan Pemenang Nomor : 01/SPPP-EU/DPU-MINUT/IX/2011 dan Berita Acara Hasil Evaluasi Ulang Nomor : 01/BAHEU/DPU-MINUT/IX/2011 untuk Paket Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow, serta Surat Penetapan Pemenang Nomor : 02/SPPP-EU/DPU-MINUT/IX/2011 dan Berita Acara Hasil Evaluasi Ulang Nomor : 02/BAHEU/DPU-MINUT/IX/2011, untuk Paket Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas; 79. Bahwa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 melalui Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP telah membuat Portal Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa di http://www.konsultasi.lkpp.go.id, Dimana
14

pada portal tersebut LKPP telah memuat seluruh informasi kumpulan permasalahan, konsultasi serta peraturan terkait Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Hal tersebut berdasarkan Pasal 1 angka 42 Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, menyatakan sebagai berikut : Portal Pengadaan Nasional adalah pintu gerbang sistem informasi elektronik yang terkait dengan informasi Pengadaan Barang/Jasa secara nasional yang dikelola oleh LKPP . 80. Bahwa berdasarkan hasil konsultasi antara PENGGUGAT I dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui Portal Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa di http://www.konsultasi.lkpp.go.id, terkait persoalan adanya pergantian ULP/ Panitia Pengadaan oleh Pengguna Anggaran (PA) setelah adanya penetapan pemenang oleh ULP/ Panitia Pengadaan sebelumnya, dimana kemudian pada pokoknya LKPP menyatakan sebagai berikut : 1. PA/KPA memiliki kewenangan untuk menetapkan atau mengganti Pokja ULP. Namun demikian apa yang sudah ditetapkan tidak boleh dibatalkan dengan alasan pergantian tersebut 2. Pelelangan gagal harus diumumkan dan dijelaskan kepada peserta lelang mengenai mengapa pelelangan tersebut dinyatakan gagal. PA/KPA atau Pojka ULP tidak dapat menyatakan lelang gagal tanpa dasar ketentuan peraturan atau perundangundangan. , 81. Bahwa disisi lain, apabila memang benar TERGUGAT II telah mengeluarkan SK pengangkatan panitia baru pada tanggal 21 September 2011 dan membatalkan SK yang dikeluarkan oleh TERGUGAT IV selaku panitia pengadaan yang lama, maka secara etika pemerintahan seharusnya SK tersebut wajib ditembuskan kepada TERGUGAT IV sebaga pihak yang terkait dalam SK tersebut. 82. Bahwa disisi lain juga, apabila memang benar TERGUGAT II telah mengeluarkan SK pada tanggal 21 September 2011, mengapa hanya perusahaan PARA PENGGUGAT yang dibatalkan sebagai pemenang pelelangan sedangkan produk dari TERGUGAT IV lainnya terkait penetapan pemenang pelelangan untuk pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Makansar, Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Apela Wogis, Pekerjaan Pembangunan Drainase Desa Watudambo, dan Pembangunan Jalan Desa Talawaan Atas Kec. Wori, yang sementara masih dalam tahapan proses pelelangan dimana masa sanggahnya nanti berakhir pada tanggal 27 September 2011 dan tanggal 29 September 2011, tapi paket paket pekerjaan tersebut tidak dibatalkan oleh TERGUGAT II dan malah telah dibuatkan Surat Penunjukan penyedia barang/ Jasa (SPPBJ) dan Kontrak oleh TERGUGAT III, apakah hal tersebut tidak disebut yang namanya diskrimininatif ?? 83. Mohon perhatian yang terhormat Majelis Hakim Pemeriksa perkara ini, bahwa jawaban dari TERGUGAT II dan TERGUGAT III tersebut jelas jelas merupakan dalil yang tidak sesuai dengan fakta hukum dan mengada ada, tidak berdasar dan beralasan hukum; 84. Bahwa oleh karena itu dalil jawaban TERGUGAT II dan TERGUGAT III tersebut, sudah sewajarnya ditolak secara tegas atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima; Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada Butir 14 pada bagian Jawaban tentang Pokok Perkara, yang menyatakan : Bahwa dalam mengikuti pelelangan umum pada pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan prosedur/aturan hukum yang berlaku bukan hanya pengalaman saja, 85. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I, II, III dan V, kecuali dalil dalil yang secara tegas diakui kebenarannya; 86. Bahwa memang benar dalam mengikuti pelelangan umum pada pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan prosedur/aturan hukum, tapi pada kenyataannya dokumen penawaran perusahaan PARA PENGGUGAT tidak bisa digugurkan dan memenuhi.syarat sesuai prosedur/aturan hukum yang berlaku dan hal itu bukan halusinasi dari PARA PENGGUGAT, tapi berdasarkan pengakuan TERGUGAT IV pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Minut serta pengakuan melalui Surat Jawaban TERGUGAT IV terhadap gugatan PARA PENGGUGAT yang diserahkan di depan majelis hakim pada persidangan perkara aquo pada tanggal 16 April 2012;

15

87. Bahwa sesuai realita, selama pelelangan umum pengadaan barang/jasa di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2011, tidak ada paket pekerjaan yang peserta lelangnya lebih dari 3 (tiga) kemudian dinyatakan gagal lelang seperti yang dialami oleh perusahaan PARA PENGGUGAT. 88. Bahwa dengan adanya dalil tersebut, hal itu membuktikan bahwa TERGUGAT I, II, III dan V tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan makna perbuatan melawan hukum seperti yang kami sampai pada Posita butir 122 dan 123 dalam Gugatan perkara aquo, yang menyatakan antara lain sebagai berikut : Bahwa yang dimaksud dengan Perbuatan Melawan Hukum menurut M.A Moegini Djodjodirjo di dalam bukunya yang berjudul Perbuatan Melawan Hukum pada halaman 35 yaitu bahwa suatu perbuatan dapat dianggap sebagai perbuatan melawan hukum, kalau : bertentangan dengan hak orang lain atau bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri atau bertentangan dengan kesusilaan baik atau bertentangan dengan keharusan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai orang lain atau benda. Bahwa dalam buku yang sama M.A. Moegini Djodjodirdjo memaparkan yang dimaksud bertentangan dengan hak orang lain adalah[], melalaikan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma kesusilaan, sepanjang norma tersebut oleh pergaulan hidup diterima sebagai peraturan peraturan hukum yang tidak tertulis..[]; 89. Bahwa oleh karena itu dalil jawaban TERGUGAT I, II, III dan V ini, sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima; Mengenai dalil TERGUGAT II, III dan V pada Butir 16 bagian Jawaban tentang Pokok Perkara, yang menyatakan : Bahwa dalil gugatan tersebut adalah fitnah belaka karena Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara adalah instansi pemerintah yang berpedoman pada ketentuan yang berlaku : 90. Bahwa PARA PENGGUGAT pada prinsipnya menolak secara tegas dalil TERGUGAT II, III dan V yang dikemukakan oleh

91. Bahwa dalil dari jawaban TERGUGAT II, III dan V tidak sesuai fakta hukum karena pada kenyataannya dalil tersebut terbantahkan dengan pengakuan dari TERGUGAT IV. Dan berdasarkan suatu asas yang dikenal dalam hukum acara baik perdata ataupun pidana yaitu Unus testis nullus testis yang mana secara harfiah istilah tersebut artinya satu saksi bukan saksi. Maka kesaksian seluruh TERGUGAT IV yang berjumlah 5 (lima) orang) tersebut pada BAP di Polres Minahasa Utara adalah sah secara hukum dan bukanlah rekayasa ataupun fitnah dari PARA PENGGUGAT. 92. Bahwa dalil TERGUGAT II ini telah terbantahkan dengan dalil dalil dari PARA PENGGUGAT pada replik ini untuk menanggapi dalil TERGUGAT II, III dan V pada Butir 5 bagian Jawaban tentang Pokok Perkara; 93. Bahwa di sisi lain, dalil tersebut sangat bertentangan dengan tidak mau ditanggapinya dalil yang disampaikan PARA PENGGUGAT pada Posita Butir 42 gugatan perkara aquo, karena sesuai faktanya pada Tahun 2009 silam perusahaan PENGGUGAT I pernah mengalami penjegalan serupa dan hal tersebut telah diketahui oleh publik. 94. Bahwa selain itu juga, kalau memang benar Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara adalah instansi pemerintah yang berpedoman pada ketentuan yang berlaku, mengapa TERGUGAT I selaku Pengguna Anggaran tidak pernah melaksanakan pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada seluruh Paket paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara yang bersumber dari dana APBD T. A 2011. padahal pengumuman RUP tersebut diwajibkan oleh Perpres No. 54 Tahun 2010, tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, khususnya pada Pasal 8 ayat (1) huruf a dan b; serta Pasal 25 Ayat (1), (2) dan (3) yang menyatakan sebagai berikut : Pasal 8 ayat (1) : : PA memiliki tugas dan kewenangan sebagai berikut: a. menetapkan Rencana Umum Pengadaan; b. mengumumkan secara luas Rencana Umum Pengadaan paling kurang di website K/L/D/I; Pasal 25 ayat (1), (2) dan (3) :

16

Ayat (1) : PA mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa di masing-masing K/L/D/I secara terbuka kepada masyarakat luas setelah rencana kerja dan anggaran K/L/D/I disetujui oleh DPR/DPRD. Ayat (2) : Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling kurang berisi: a. nama dan alamat Pengguna Anggaran; b. paket pekerjaan yang akan dilaksanakan; c. lokasi pekerjaan; dan d. perkiraan besaran biaya. Ayat (3) : Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan dalam website K/L/D/I masing-masing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalu LPSE. 95. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT II, III dan V ini, sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima.

Mengenai dalil TERGUGAT I pada Butir 19 bagian Jawaban tentang Pokok Perkara, yang pada intinya menyatakan karena jaminan sanggahan banding PARA PENGGUGAT tidak dicairkan, hal ini menyatakan pula bahwa sanggahan banding diterima dan dilakukan evaluasi ulang. Bahwa Hal itu dibenarkan oleh PARA PENGGUGAT dan terbukti PENGGUGAT memperpanjang jaminan penawaran sebagai syarat untuk mengikuti evaluasi ulang. 96. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I kecuali dalil dalil yang secara tegas diakui kebenarannya; 97. Bahwa dalil dalam jawaban TERGUGAT I adalah mengada - ada dan memutarbalikan fakta, apabila hal tersebut dijadikan alasan pembenaran oleh PARA PENGGUGAT, karena dalam Bagian III tentang Sifat Melawan Hukum Point 125 dalam gugatan, secara tegas PARA PENGGUGAT telah menyatakan sebagai berikut : Bahwa perbuatan TERGUGAT I yang memberikan perlakuan diskriminatif dalam hal menjawab secara tertulis sanggahan banding dari penyedia jasa lain yaitu CV. SMART EDUKATAMA serta tidak menjawab sanggahan banding dari perusahaan PARA PENGUGAT adalah hal yang tidak dapat dibenarkan karena tindakan tersebut telah bertentangan dengan kewajiban hukum dari TERGUGAT I ; 98. Bahwa dengan tidak menjawab sanggahan banding dari perusahaan PARA PENGGUGAT tersebut, secara nyata nyata TERGUGAT I telah lalai memenuhi kewajibannya berdasarkan ketentuan Pasal 82 Ayat (6) serta Lampiran III Bagian B Point 1 Huruf m Angka 2) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah. 99. Bahwa selain itu juga dengan tidak dijawabnya sanggahan banding dari perusahaan PARA PENGGUGAT, tapi dilain pihak secara hampir bersamaan menjawab sanggahan banding dari CV. SMART EDUKATAMA, apakah hal itu tidak termasuk yang namanya diskriminatif ??? 100. Bahwa oleh karena itu selain TERGUGAT I telah lalai memenuhi kewajiban dan tanggung jawab hukumnya maka hal itu juga TERGUGAT I telah melanggar Hak hak konstitusi dan Hak Asasi dari PARA PENGGUGAT berdasarkan UUD 1945 dan UU. No. 39 Tahun 1999, tentang Hak Asasi Manusia. 101. Bahwa dengan perusahaan PARA PENGGUGAT memasukan perpanjangan masa berlaku jaminan penawaran penawaran dikarenakan adanya pengumuman perpanjangan jaminan penawaran dari TERGUGAT IV pada tanggal 03 Agustus 2011, maka hal tersebut bukanlah sebuah alasan hukum bagi TERGUGAT I, karena apabila perusahaan PARA PENGGUGAT tidak memasukan perpanjangan jaminan penawaran maka hal itu bisa dijadikan alasan oleh TERGUGAT IV untuk mengugurkan dokumen penawaran perusahaan PARA PENGGUGAT padahal terkait jaminan penawaran yang termasuk dalam tahapan evaluasi administrasi telah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat (MS) oleh TERGUGAT IV pada pengumuman sebelumnya. 102. Bahwa akibat kelalaian dari TERGUGAT I itulah yang menyebabkan berakhirnya masa berlaku jaminan penawaran sehingga mengakibatkan perusahaan PARA PENGGUGAT harus mengeluarkan biaya untuk mengurus perpanjangan jaminan penawaran tersebut.

17

103. Bahwa berdasarkan ketentuan, batas waktu kewajiban bagi TERGUGAT I untuk menjawab sanggahan banding dari perusahaan PARA PENGGUGAT adalah tanggal 10 Juni 2011, sedangkan pengumuman perpanjangan jaminan penawaran dari TERGUGAT IV pada tanggal 03 Agustus 2011. Hal itu dilakukan TERGUGAT IV berdasarkan Surat Nomor : 30/AS-II/VII/2011 tanggal 28 Juli 2011. Jika saja sebelum pada tanggal 10 Juni 2011 TERGUGAT I telah membalas sanggahan banding tersebut maka PARA PENGGUGAT lagi mengeluarkan biaya untuk membuat perpanjangan masa berlaku jaminan penawaran (endorcement). 104. Bahwa atas kelalaian dari TERGUGAT I tersebut telah membuktikan adanya kerugian oleh perusahaan PARA PENGGUGAT atas biaya pengurusan perpanjangan jaminan penawaran (endorcement). Sehingga oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT I, sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima.

Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada Butir 20 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara, yang intinya menyalahkan TERGUGAT IV karena tidak pro aktif dalam memberikan laporan dan masukan 105. Bahwa dengan adanya dalil tersebut, maka semakin membuktikan bahwa TERGUGAT I, II, III dan V tidak memahami aturan pengadaan barang/jasa Pemerintah. karena dengan melemparkan tanggung jawab tersebut kepada TERGUGAT IV maka hal itu sama dengan menyuruh TERGUGAT IV untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Berdasarkan Perpres No. 54 Tahun 2010, untuk menghindari pertentangan kepentingan dan melanggar etika pengadaan maka TERGUGAT IV selaku Panitia Pengadaan yang terkait dilarang untuk memberikan laporan dan masukan kepada TERGUGAT I terkait sanggahan banding yang diajukan oleh perusahaan PARA PENGGUGAT. Hal tersebut berdasarkan Penjelasan Pasal 82 Ayat (6) Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menyatakan: Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi dalam memberikan tanggapan atas Sanggahan Banding dapat meminta saran dan pendapat dari APIP K/L/D/I yang bersangkutan atau unit kerja yang tidak menimbulkan pertentangan kepentingan ; 106. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT I, II, III dan V semakin membenarkan dalil dalil dari PARA PENGGUGAT dalam posita gugatan perkara aquo. Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada Butir 24 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara, yang pada pokoknya mempertanyakan kenapa Surat No. 30/AS-II/VII/2011 tanggal 28 Juli 2011 perihal evaluasi ulang, yang adalah surat yang ditujukan kepada TERGUGAT IV yang sifatnya intern dan arsip TERGUGAT IV bisa berada di tangan PARA PENGGUGAT ??? 107. Bahwa dalil tersebut merupakan fitnah dan halusinasi dari TERGUGAT I, II, III dan V. Karena PARA PENGGUGAT mengetahui adanya surat tersebut, disebabkan Surat No. 30/AS-II/VII/2011 tanggal 28 Juli 2011 tersebut dicantumkan oleh TERGUGAT IV pada Pengumuman Evaluasi Ulang Nomor : 01/ PEU/DPU/MINUT/VIII/2011 untuk Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan Pengumuman Evaluasi Ulang Nomor : 02/ PEU/DPU/MINUT/VIII/2011 untuk Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Makansar IV dan Pengumuman Evaluasi Ulang Nomor : 03/ PEU/DPU/MINUT/VIII/2011 untuk Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas oleh TERGUGAT IV melalui web site www.pemkabminahasautara.co.cc, Portal Pengadaan melalui LPSE Sulawesi Utara di http://lpse.sulutprov.go.id serta papan pengumuman masyarakat di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara; 108. Bahwa dengan adanya dalil tersebut, maka semakin membuktikan ketidaktransparannya TERGUGAT I, II, III dan V sebagai badan publik, disebabkan karena Surat No. 30/AS-II/VII/2011 tanggal 28 Juli 2011 tersebut, wajib dilampirkan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian (Kontrak) Pekerjaan tersebut, dimana Surat Perjanjian (Kontrak) merupakan dokumen milik publik dan bisa diakses oleh setiap pengguna informasi / masyarakat. 109. Bahwa berdasarkan Pasal 7 Ayat (2) dan (3) UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, menyatakan sebagai berikut : Ayat (2) :
18

Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan. Ayat (3) Untuk melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Badan Publik harus membangun dan mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi untuk mengelola Informasi Publik secara baik dan efisien sehingga dapat diakses dengan mudah ; 110. Bahwa selain itu, dalil PARA PENGGUGAT pada poin 146 posita gugatan perkara aquo telah terbukti dan tidak terbantahkan oleh TERGUGAT I, II, III, dan IV, khususnya Pasal 5 Huruf c Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menyatakan sebagai berikut : Pengadaan Barang/Jasa menerapkan prinsip prinsip sebagai berikut : c. Transparan Dimana berdasarkan Penjelasan Pasal 5 Perpres No. 54 Tahun 2010, dijelaskan sebagai berikut : Dengan menerapkan prinsip-prinsip efisien, efektif, transparan, keterbukaan, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses Pengadaan Barang/Jasa, karena hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dari segi administrasi, teknis dan keuangan. c. Transparan, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai Pengadaan Barang/Jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh Penyedia Barang/Jasa yang berminat serta oleh masyarakat pada umumnya. 111. Bahwa disisi lain, dengan adanya dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada butir 24 jawaban pada Pokok perkara ini, maka dengan sendirinya mementahkan dalil TERGUGAT II, III dan V pada Butir 16 bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yaitu: Bahwa dalil gugatan tersebut adalah fitnah belaka karena Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara adalah instansi pemerintah yang berpedoman pada ketentuan yang berlaku dan secara otomatis dalil dari PARA PENGGUGAT pada Posita Butir 36 dalam gugatan perkara aquo ternyata bukan fitnah dan mengada - ada. Mengenai dalil TERGUGAT II pada Butir 26, 28, 32 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa yang didalilkan oleh PARA PENGGUGAT dan TERGUGAT IV sehubungan dengan pernyataan TERGUGAT II yang menginstruksikan kepada TERGUGAT IV adalah tidak benar dan bohong belaka 112. Bahwa dalil TERGUGAT II tersebut tidak sesuai dengan fakta fakta hukum yang ada. 113. Bahwa selain itu juga, TERGUGAT IV melalui jawabannya pada persidangan tanggal 16 April 2011, tidak pernah membantah dalil dalil PARA PENGGUGAT tersebut 114. Bahwa dalil TERGUGAT II ini telah terbantahkan dengan dalil dalil dari PARA PENGGUGAT pada replik ini untuk menanggapi dalil TERGUGAT II, III dan V pada Butir 5 bagian Jawaban tentang Pokok Perkara; 115. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT II ini sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima;

Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III, IV pada Butir 29 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang menyatakan bahwa PARA PENGGUGAT sendiri mengakui pada mana hanya PENGGUGAT sendirilah satusatunya peserta lelang yang sama yang mengajukan sampai tiga kali sanggahan, sanggahan banding, sanggahan ulang 116. Bahwa adanya sanggahan sampai tiga kali tersebut dari perusahaan PARA PENGGUGAT seperti yang disampaikan pada gugatan perkara aquo dan kemudian dalil tersebut dibenarkan oleh TERGUGAT II, III, IV maka hal itu telah membuktikan bahwa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara bukanlah instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum dan berpedoman pada ketentuan yang berlaku, seperti yang didalilkan TERGUGAT I, II, III dan IV pada Point 16 dalam Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara. Karena hal sanggahan samapi tiga kali tersebut terjadi dalam pelelangan umum di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara.

19

Mengenai dalil TERGUGAT III pada Butir 35, 38, 43, dan 45 serta TERGUGAT II Butir 37 pada Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa TERGUGAT III tidak dapat mengeluarkan SPPBJ untuk perusahaan PARA PENGGUGAT oleh pengumuman gagal pada tanggal 19 September 2011 untuk paket pekerjaan peningkatan jaringan irigasi kinidow dan peningkatan jaringan Irigasi matungkas karena telah ada SK dari TERGUGAT II yang mengantikan TERGUGAT IV dengan TERGUGAT V. 117. Bahwa bahwa seperti yang kami sampaikan pada dalil dalil kami sebelumnya pada replik ini, apabila memang benar TERGUGAT II telah mengeluarkan SK pada tanggal 21 September 2011, mengapa hanya perusahaan PARA PENGGUGAT yang dibatalkan sebagai pemenang pelelangan sedangkan produk dari TERGUGAT IV terkait penetapan pemenang pelelangan untuk pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Makansar, Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Apela Wogis, Pekerjaan Pembangunan Drainase Desa Watudambo, dan Pembangunan Jalan Desa Talawaan Atas Kec. Wori, yang sementara masih dalam tahapan proses pelelangan dimana masa sanggahnya nanti berakhir pada tanggal 27 September 2011 dan tanggal 29 September 2011, tapi paket paket pekerjaan tersebut tidak dibatalkan oleh TERGUGAT II dan malah telah diterbitkan Surat Penunjukan penyedia barang/ Jasa (SPPBJ) dan Kontrak oleh TERGUGAT III, apakah hal tersebut bukan termasuk sebuah perlakuan yang bersifat diskriminatif ?? 118. Bahwa apabila TERGUGAT III mendalilkan bahwa TERGUGAT IV telah diberhentikan oleh TERGUGAT II sejak tanggal 21 September 2011, maka semua produk hasil pelelangan dari TERGUGAT IV yang sementara berproses dalam tahapan masa sanggah setelah tanggal 21 September 2011 maka harus juga batal demi hukum dan TERGUGAT III tidak bisa menerbitkan SPPBJ untuk Peningkatan Jaringan Irigasi Makansar, Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Apela Wogis, Pekerjaan Pembangunan Drainase Desa Watudambo, dan Pembangunan Jalan Desa Talawaan Atas Kec. Wori. Hal itu didasarkan pada Lampiran III Bagian B Point 1 Huruf n Angka 2) huruf c Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menentukan : PPK menerbitkan SPPBJ dengan ketentuan: c) masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir.. 119. Bahwa pada kenyataanya TERGUGAT II tidak membatalkan hasil produk dari TERGUGAT IV tersebut dan TERGUGAT III tetap mengeluarkan SPPBJ pada pekerjaan - pekerjaan tersebut, tapi dilain pihak tidak mau menerbitkan SPPBJ untuk pekerjaan pekerjaan yang dimenangkan oleh perusahaan PARA PENGGUGAT; 120. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT II dan III yang mengada ada dan tidak beralasan hukum tersebut sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima.

Mengenai dalil TERGUGAT III pada Butir 39 pada Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa TERGUGAT III tidak pernah melihat pengumuman pemenang sebagaimana dimaksud dengan PARA PENGGUGAT, bahwa benar TERGUGAT III menyatakan akan melakukan konfirmasi kepada TERGUGAT II soal pergantian panitia. Serta dalil TERGUGAT III pada Butir 40 pada Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa yang dimaksud oleh TERGUGAT III tentang konsultasi adalah bahwa TERGUGAT IV harus memberikan laporan pertanggungjawaban hasil pekerjaan TERGUGAT IV kepada TERGUGAT II selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum sebagaimana yang dimaksud pada pasal 17 Ayat 2 Point i dan j, bukan menentukan pemenang pelelangan 121. Bahwa dalil TERGUGAT III pada Butir 39 serta Butir 40 pada Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara tersebut yang menjawab dalil Butir 87, 88 dan 89 Posita gugatan perkara aquo, sangatlah kontradiktif dan tidak bisa diterima secara logis. Karena pada Butir 39, TERGUGAT III menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melihat pengumuman pemenang sehingga tidak bisa menerbitkan SPPBJ dari perusahaan PARA PENGGUGAT tapi kemudian pada Butir 40, TERGUGAT III secara implisit membenarkan dalil PENGGUGAT I bahwa yang bersangkutan memang benar pada intinya telah menyatakan TERGUGAT IV tidak pernah lagi mengadakan konsultasi dengan TERGUGAT II dengan berdalih bahwa yang dimaksud oleh TERGUGAT III tentang Konsultasi adalah bahwa TERGUGAT IV harus memberikan laporan pertanggungjawaban hasil pekerjaan TERGUGAT IV kepada TERGUGAT II selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum sebagaimana yang dimaksud pada pasal 17 Ayat 2 Point i dan j, bukan menentukan pemenang pelelangan..
20

122. Bahwa berdasarkan Pasal 17 Ayat 2 Point I dan j Perpres No 54 Tahun 2010, menyatakan sebagai berikut Tugas pokok dan kewenangan ULP/Pejabat Pengadaan meliputi : i. membuat laporan mengenai proses dan hasil Pengadaan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi; dan j. memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA Sehingga sangatlah tidak logis dan masuk akal, apabila pada saat itu TERGUGAT III menyatakan bahwa TERGUGAT IV harus memberikan laporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan pengadaan barang/ jasa kepada TERGUGAT II .sedangkan TERGUGAT III sendiri selaku PPK mengatakan bahwa tidak pernah melihat pengumuman pemenang pelelangan oleh TERGUGAT IV Apakah di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara, laporan pertanggungjawaban hasil pelaksanaan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa oleh Panitia Pengadaan harus dilakukan sebelum pengumuman pemenang pelelangan serta penyerahan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) kepada PPK ?? 123. Bahwa selain itu juga dalil TERGUGAT III yang menyamakan makna kata konsultasi dengan kalimat memberikan laporan pertanggung jawaban adalah tidak mendasar, karena menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Konsultasi artinya : pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dsb) yg sebaik baiknya . Jadi apabila dalil TERGUGAT III tersebut menyamakan arti kata konsultasi yang artinya pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dsb) yg sebaik baiknya dengan kalimat memberikan laporan melaporkan pertanggung jawaban , yang secara harfiah berbeda maknanya maka hal itu merupakan alasan yang mengada - ada dan tidak bisa dipertanggunjawabkan secara ilmu tata bahasa; 124. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT III tersebut sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima; Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada Butir 46 dalam Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa TERGUGAT IV telah berbohong dengan mengatakan tidak tahu bahwa panitia yang lama telah diganti dan TERGUGAT IV telah membuat berita acara serah terima pada tanggal 19 September 2011 dan sudah mengaku sebagai mantan panitia masih juga mengeluarkan surat pengumuman pemenang lelang tanggal 22 September 2011. 125. Bahwa oleh karena dalil tersebut tidak ditujukan langsung kepada PARA PENGGUGAT maka PARA PENGGUGAT tidak akan menanggapinya dan mohon dikesampingkan. Mengenai dalil TERGUGAT II, III pada Butir 47 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa apa yang dikemukakan PARA PENGGUGAT dalam gugatannya tersebut tidak benar dan tidak mendasar, TERGUGAT II dan III tidak akan meladeni kata kata yang tidak etis dan tidak pantas. 126. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak secara tegas dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT II dan III tersebut. 127. Bahwa apa yang disampaikan dalam gugatan oleh PARA PENGGUGAT adalah berdasarkan fakta fakta hukum serta berdasarkan kejadian yang terjadi dan hal itu tercermin dari dalil dalil TERGUGAT II dan TERGUGAT III pada butir butir sebelumnya dalam Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara dari TERGUGAT II yang sangat mengada-ada dan inkonsistensi. 128. Bahwa fakta fakta hukum yang disampaikan oleh PARA PENGGUGAT dalam gugatannya tersebut, pada kenyataannya tidak pernah dibantah oleh TERGUGAT IV dalam jawabannya di persidangan yang mulia ini. Dan khusus TERGUGAT III, semoga dalil bantahan ini seperti yang dinyatakan TERGUGAT III dihadapan pihak penyidik polres Minahasa Utara.pada saat itu. ?

21

129. Bahwa dalil TERGUGAT II dan III tersebut telah terbantahkan dengan dalil dalil dari PARA PENGGUGAT pada replik ini untuk menanggapi dalil TERGUGAT II, III dan V pada Butir 5 bagian Jawaban tentang Pokok Perkara; 130. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT III dan III tersebut sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima; Mengenai dalil TERGUGAT II pada Butir 48 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa tindakan TERGUGAT II bertentangan dengan prosedur pengadaan barang/jasa. Dan lagi pula tindakan hukum yang telah dilakukan oleh TERGUGAT II kepada TERGUGAT IV telah sesuai dengan Perpres No 54 Tahun 2010 pasal ayat 1 d. 131. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak secara tegas dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT II tersebut.. 132. Bahwa berdasarkan Pasal 8 Ayat (1) huruf e Perpres No 54 Tahun 2010 yang didalilkan oleh TERGUGAT II menyatakan sebagai berikut : PA memiliki tugas dan kewenangan sebagai berikut: menetapkan Pejabat Pengadaan , Tapi hal itu bukan mengartikan bahwa TERGUGAT II bisa sewenang wenang untuk mengganti TERGUGAT IV. dan kalaupun memang benar bahwa TERGUGAT IV bersalah dan patut diberikan sanksi, mengapa TERGUGAT II tidak melaporkan TERGUGAT IV secara pidana kepada Polres Minahasa Utara sesuai dengan Pasal 118 ayat (7) huruf b Perpres No. 54 Tahun 2010. ?? 133. Bahwa seperti yang kami PARA PENGGUGAT sampaikan sebelumnya untuk menanggapi dalil jawaban TERGUGAT II dan III pada Butir 5 dari Bagian Jawaban tentang Pokok, berdasarkan hasil konsultasi antara PENGGUGAT I dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui Portal Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa di http://www.konsultasi.lkpp.go.id, dimana pada pokoknya LKPP menyatakan sebagai berikut : 1. PA/KPA memiliki kewenangan untuk menetapkan atau mengganti Pokja ULP. Namun demikian apa yang sudah ditetapkan tidak boleh dibatalkan dengan alasan pergantian tersebut 2. Pelelangan gagal harus diumumkan dan dijelaskan kepada peserta lelang mengenai mengapa pelelangan tersebut dinyatakan gagal. PA/KPA atau Pojka ULP tidak dapat menyatakan lelang gagal tanpa dasar ketentuan peraturan atau perundangundangan. , 134. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT II yang mengada ada tersebut sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima.

Mengenai dalil TERGUGAT V pada Butir 50 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang menyatakan bahwa tindakan TERGUGAT V sebagaimana yang dikemukan oleh PARA PENGGUGAT dalam gugatannya telah sesuai dengan aturan dan telah diterima oleh PENGGUGAT I telah mendaftar sebagai peserta pada kedua paket pekerjaan tersebut pada tanggal 19 Oktober 2011; 135. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak seluruh dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT V kecuali dalil dalil yang secara tegas diakui kebenarannya. 136. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak dengan tegas dalil TERGUGAT V yang menyatakan bahwa tindakan TERGUGAT V telah sesuai dengan aturan.serta memutarbalikan fakta dengan menyatakan bahwa PENGGUGAT I telah menerima hasil tersebut ; 137. Bahwa PENGGUGAT I memang benar telah mendaftar pada dua paket pekerjaan tersebut tapi hal itu bukanlah sebuah alasan pembenaran dan legitimasi bagi TERGUGAT V yang telah melanggar Perpres No. 54 Tahun 2010 Dan hal itu dilakukan PENGGUGAT I untuk menjadikan formulir pendaftaran tersebut sebagai bukti terkait langkah hukum yang akan tempuh oleh PENGGUGAT I sehubungan dengan adanya pelelangan ulang yang dilakukan oleh TERGUGAT V yang menyimpang dari ketentuan tersebut. 138. Bahwa hal itu dibuktikan dengan dengan tidak pernahnya PENGGUGAT I memasukan dokumen penawaran atas pelelangan ulang yang dilaksanakan oleh TERGUGAT V terkait dengan pekerjaan pekerjaan tersebut,

22

serta PENGGUGAT I tidak pernah menandatangani pakta integritas atapun surat penyataan kesediaan dari PENGGUGAT I untuk mengikuti pelelangan ulang yang dilakukan oleh TERGUGAT V. 139. Bahwa TERGUGAT V telah menggunakan istilah peserta atau yang disebut peserta lelang secara bukan pada tempatnya dan mengada - ada, berdasarkan ketentuan, yang disebut peserta atau peserta lelang adalah penyedia jasa yang memasukan dokumen penawaran sedangkan yang tidak memasukan penawaran bukan dikategorikan peserta lelang. Oleh karena itu dalam Perpres 54 Tahun 2010, penyedia jasa yang tidak memasukan dokumen penawaran, tidak mempunyai hak untuk mengajukan sanggahan kepada ULP/Panitia Pengadaan Barang/Jasa. 140. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT V tersebut tidak beralasan hukum dan sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima; Mengenai dalil TERGUGAT V pada Butir 53 dan 56 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang menyatakan bahwa Model surat pengumuman lelang yang dibuat oleh TERGUGAT V sudah sesuai dengan standar bidding dokumen pengadaan pekerjaan konstruksi (pascakualifikasi) berdasarkan format LKPP dan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku 141. Bahwa PARA PENGGUGAT menolak seluruh dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT V kecuali dalil dalil yang secara tegas diakui kebenarannya. 142. Bahwa dalil TERGUGAT tersebut mengada-ada dan tidak beralasan hukum, karena Peraturan kepala LKPP No 02 Tanggal 2011 tanggal 25 April 2011. jo. Peraturan Kepala LKPP No. 06 tahun 2010 tanggal 28 Desember 2010 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (Standard Bidding Document) sudah secara jelas menyatakan bahwa model surat pengumuman itu merupakan contoh dan bukan format baku. Dan Contoh tersebut berlaku untuk pengumuman pelelangan yang normal, bukan pengumuman pelelangan yang diakibatkan oleh pelelangan gagal. 143. Bahwa berdasarkan hasil konsultasi antara PENGGUGAT I dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui Portal Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa di http://www.konsultasi.lkpp.go.id, terkait pelelangan yang dinyatakan gagal, dimana selanjutnya LKPP pada pokoknya menyatakan sebagai berikut : 1. PA/KPA memiliki kewenangan untuk menetapkan atau mengganti Pokja ULP. Namun demikian apa yang sudah ditetapkan tidak boleh dibatalkan dengan alasan pergantian tersebut 2. Pelelangan gagal harus diumumkan dan dijelaskan kepada peserta lelang mengenai mengapa pelelangan tersebut dinyatakan gagal. PA/KPA atau Pojka ULP tidak dapat menyatakan lelang gagal tanpa dasar ketentuan peraturan atau perundangundangan. , 144. Bahwa dalil TERGUGAT V tersebut tidak beralasan hukum, karena sudah jelas bahwa berdasarkan Lampiran III Bagian B Point 6 huruf a angka 5) Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, telah menyatakan sebagai berikut : Setelah pelelangan / pemilihan langsung dinyatakan gagal, maka ULP memberitahukan kepada seluruh peserta ; 145. Bahwa selain itu juga ketentuan telah menegaskan bahwa apabila terjadi pelelangan gagal dan ULP/panitia pengadaan diganti maka hal itu harus ditindaklanjuti dengan mengundang ulang semua peserta lelang yang sebelumnya dan mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi teknis dan harga), dan bukan melakukan pelelangan ulang seperti yang didalilkan TERGUGAT V. Hal itu berdasarkan Lampiran III Bagian B Point 6 huruf b tindak lanjut pelelangan gagal, angka 3) huruf i butir (1) Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menyatakan sebagai berikut : ULP menindaklanjuti pelelangan/pemilihan langsung gagal dengan ketentuan sebagai berikut : apabila pelelangan/pemilihan langsung gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya pelanggaran prosedur ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota ULP yang terlibat, kemudian: (1) mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis dan harga).

23

146. Bahwa oleh karena itu dalil jawaban dari TERGUGAT V tidak beralasan hukum dan mengada ada, maka sudah sewajarnya ditolak secara tegas atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima; Mengenai dalil TERGUGAT II pada Butir 57 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang menyatakan bahwa dalam Perpres No. 54 Tahun 2010 Pasal 83 Ayat 4 : PA/KPA/PPK/ULP dilarang memberikan ganti rugi kepada peserta lelang/seleksi/pemilihan langsung dinyatakan gagal. sebagaimana pula diatur dalam Lampiran III.6.b huruf n. 147. Bahwa dalam Perpres No. 54 Tahun 2010, tidak ada ketentuan Lampiran III.6.b huruf n, karena dalam ketentuan Lampiran III Perpres No. 54 Tahun 2010 tersebut hanya terdiri dari Lampiran III bagian A, Lampiran, Lampiran III bagian B dan Lampiran III Bagian C, dan tidak ada Bagian Lampiran III.1, Lampiran III.2 s/d Lampiran III.6. Oleh karena itu dalil tersebut harus ditolak karena mengada - ada. 148. Bahwa ketentuan Pasal 83 Ayat 4 Perpres No. 54 Tahun 2010, tersebut, hanya berlaku untuk pelelangan yang dinyatakan gagal apabila memang fakta hukumnya pelelangan gagal tersebut telah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, tapi apabila pelelangan gagal hanya karena rekayasa, kecurangan dan tidak berdasarkan hukum, PARA PENGGUGAT berhak menuntut ganti kerugian kepada TERGUGAT II, III, IV dan V sesuai ketentuan perundang undangan. Hal itu berdasarkan ketentuan ketentuan sebagai berikut : Pasal 118 ayat (7) huruf b Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menentukan : Apabila terjadi pelanggaran dan/atau kecurangan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa, maka ULP: b. dituntut ganti rugi; dan/atau c. dilaporkan secara pidana; Pasal 123 Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menentukan: Dalam hal terjadi kecurangan dalam pengumuman Pengadaan, sanksi diberikan kepada anggota ULP/Pejabat Pengadaan sesuai peraturan perundang-undangan. LAMPIRAN III Bagian B Point 1 huruf a angka 5) Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menentukan: Apabila terjadi kecurangan dalam pengumuman, maka kepada : ULP dikenakan sanksi administrasi, ganti rugi dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan . Lampiran III Bagian B Point 6 huruf b tindak lanjut pelelangan gagal, angka 3) huruf i butir (2) Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, yang menyatakan sebagai berikut : ULP menindaklanjuti pelelangan/pemilihan langsung gagal dengan ketentuan sebagai berikut: apabila pelelangan/pemilihan langsung gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya pelanggaran prosedur ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau anggota ULP yang terlibat, kemudian: (2) : PA, KPA, PPK dan/atau anggota ULP yang terlibat, dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; 149. Bahwa lebih ironis lagi, TERGUGAT II mendalilkan ketentuan Pasal 83 Ayat 4 Perpres No. 54 Tahun 2010 atapun Lampiran III.6.b huruf n untuk membantah dalil gugatan dari PARA PENGGUGAT pada point 108 dan 109 Bagian II tentang Uraian Fakta Fakta Hukum yang menyatakan antara lain sebagai berikut : [.]..Hal itu berdasarkan Pasal 15 huruf k Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, yang menentukan : Pengguna jasa berkewajiban untuk : k. mengganti biaya yang dikeluarkan oleh penyedia jasa untuk penyiapan pelelangan apabila pengguna jasa membatalkan pemilihan penyedia jasa tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan ; 150. Bahwa walaupun tidak mempunyai latar belakang pendidikan hukum, PARA PENGGUGAT pun tahu tentang sebuah asas hukum Lex superiori derogat lege priori yang artinya Peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan peraturan yang lebih rendah,
24

151. Bahwa berdasarkan Pasal 7 Ayat (1) dan Ayat (5) UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang Undangan, yang menyatakan sebagai berikut : Ayat (1) : Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut : a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang; c. Peraturan Pemerintah; d. Peraturan Presiden; e. Peraturan Daerah. Ayat (5) : Kekuatan hukum Peraturan Perundang-undangan adalah sesuai dengan hierarki sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 152. Bahwa berdasarkan ketentuan diatas, maka PP No. 59 Tahun 2010 jo. PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi lebih tinggi hirarkinya dan mempunyai kekuatan hukum yang lebih kuat dibandingkan Perpres No. 54 Tahun 2010. Oleh karena itu hal itu telah membuktikan bahwa dalil TERGUGAT II tersebut lemah dimata hukum. 153. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT II tersebut sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima; Mengenai dalil TERGUGAT II pada Butir 60 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang menyatakan bahwa PENGGUGATlah yang menyerahkan jaminan dimaksud kepada TERGUGAT IV. 154. Bahwa seperti yang kami sampaikan ada Butir 112 dan 129 Posita gugatan perkara aquo, ketentuan Pasal 68 Ayat (2) Perpres Nomor 54 Tahun 2010, tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah serta Pasal 15 huruf h PP Nomor 59 Tahun 2010 jo. PP Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, sudah secara jelas mewajiban TERGUGAT II untuk mengembalikan jaminan penawaran dari PARA PENGGUGAT. yang menentukan : Pengguna jasa berkewajiban untuk : h. mengembalikan jaminan penawaran bagi penyedia jasa yang kalah, sedangkan bagi penyedia jasa yang menang mengikuti ketentuan yang diatur dalam dokumen pelelangan; 155. Mohon perhatian yang terhormat majelis hakim yang memeriksa perkara ini, dengan dalil yang mengada-ada seperti ini maka hal itu bertentangan dalil bantahan TERGUGAT II seperti yang dalilkan pada Butir 16 Jawaban tentang pokok perkara, dimana pada intinya menyatakan : dalil gugatan tersebut adalah fitnah belaka karena Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Minahasa Utara adalah instansi pemerintah yang berpedoman pada ketentuan yang berlaku . Oleh karena itu, maka dalil PARA PENGGUGAT terbukti bukan fitnah. 156. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban TERGUGAT II tersebut tidak beralasan hukum dan mengada - ada maka sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima. Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada Butir 63 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan bahwa Tindakan TERGUGAT I,II,III dan V sampai saat ini berpedoman pada aturan yang berlaku tanpa diskriminasi, intimidasi, intervensi dan TERGUGAT I, II, III, V , tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan lagi pula dalil dalil gugatan PARA PENGGUGAT tersebut hanya di ulang ulang saja dan sama sekali tidak mendasar dan patut dikesampingkan. 157. Bahwa PARA PENGGUGAT pada prinsipnya menolak secara tegas dalil dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I, II, III dan V . 158. Bahwa dalil dalil PARA PENGGUGAT sampaikan melalui gugatan perkara aquo dan replik ini, adalah sebuah fakta fakta hukum yang dialami oleh PARA PENGGUGAT dan tidak pernah ada rekayasa dan fakta fakta hukum tersebut sampai saat ini tidak pernah dibantah oleh TERGUGAT IV.

25

159. Bahwa dalil - dalil PARA PENGGUGAT selalu beralasan hukum dan bukan berdasarkan asumsi belaka serta bisa diterima secara akal sehat, bukan seperti yang tercermin dari Eksepsi dan Jawaban TERGUGAT I, II, III, dan V yang mengada- ada, tidak beralasan hukum dan memutarbalikan fakta 160. Bahwa selain itu juga sebagian besar fakta fakta hukum dalam gugatan perkara aquo tersebut tidak pernah dibantah oleh TERGUGAT IV melalui jawabannya kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini pada tanggal 16 April 2011. dan TERGUGAT IV telah menyatakan bahwa penetapan perusahaan PARA PENGGUGAT sebagai pemenang pelelangan adalah sah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. 161. Bahwa dalil TERGUGAT I, II, III dan V ini telah terbantahkan dengan dalil dalil dari PARA PENGGUGAT pada butir butir sebelumnya dalam replik ini; 162. Bahwa sesuai fakta hukumnya, selain perusahaan PARA PENGGUGAT telah menyampaikan surat sanggahan banding kepada TERGUGAT I, PENGGUGAT I telah menyampaikan juga Sanggahan No : 37/S/ CV-S/V-2011 tanggal 3 Mei 2011 dan Surat Sanggahan Atas Penetapan Pemenang Hasil Evaluasi Ulang Nomor : 75/S/CV-S/IX-2011 tanggal 15 September 2011, selain itu PENGGUGAT II juga telah menyampaikan Surat Sanggahan Nomor : 29/CV-ARCH/V-2011 tanggal 3 Mei 2011 dan Surat Sanggahan Terkait Penetapan Pemenang Hasil Evaluasi Ulang Nomor : 54/CV-ARCH/IX-2011 tanggal 15 September 2011. 163. Bahwa berdasarkan Ketentuan Lampiran III Bagian B Point 1. Huruf n. Angka 5) Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, menyatakan sebagai berikut : Sanggahan yang disampaikan bukan kepada ULP atau disampaikan diluar masa sanggah, dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. 164. Bahwa dengan tidak jawabnya sanggahan banding dari PARA PENGGUGAT dan tidak ditindaklanjutinya surat sanggahan yang dianggap pengaduan tersebut berdasarkan ketentuan diatas, maka sudah selayaknya dan sewajarnya tindakan TERGUGAT I tersebut dikategorikan sebagai sebuah tindakan pembiaran. 165. Bahwa oleh karena itu, maka dalil jawaban dari TERGUGAT I, II, III dan V sudah sewajarnya ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada Butir 64 Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara yang pada intinya menyatakan dalil gugatan PARA PENGGUGAT bagian IV point 157 sampai dengan 174 secara tegas ditolak oleh TERGUGAT I,II,III, V bahwa dalil dalil mana merupakan ilusi belaka dan patut dikesampingkan. 166. Bahwa PARA PENGGUGAT pada prinsipnya menolak secara tegas dalil dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I, II, III dan V . 167. Bahwa Posita Butir 157 pada gugatan Perkara aquo, menyatakan sebagai berikut : Bahwa menurut Prof. Rosa Agustina dalam bukunya yang berjudul Perbuatan Melawan Hukum menerangkan bahwa kerugian dalam Perbuatan Melawan Hukum menurut KUHPerdata, pemohon dapat meminta kepada pelaku untuk mengganti kerugian yang nyata telah dideritanya (Materiil) maupun keuntungan yang akan diperoleh dikemudian hari (Immateriil) 168. Bahwa dalil TERGUGAT I, II, III dan V yang menanggapi dalil posita Butir 157 pada gugatan PARA PENGGUGAT tersebut dengan menyatakan pada intinya bahwa dalil tersebut merupakan ilusi belaka dan patut dikesampingkan maka tindakan TERGUGAT I, II, III dan V tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap sebuah doktrin hukum yang berlaku. Mengenai dalil PARA PENGGUGAT dalam gugatan perkara aquo yang tidak ditanggapi oleh TERGUGAT IV secara butir per butir dan menyeluruh, mohon kiranya yang dalil PARA PENGGUGAT yang tidak ditanggapi tersebut dalam gugatan perkara aquo, mohon kiranya dapat diartikan bahwa TERGUGAT IV secara diam diam telah mengakui seluruh dalil - dalil tersebut.

26

Mengenai dalil PARA PENGGUGAT pada Butir 5, 8, 20 sampai dengan 35, 37, 38, 41 s/d 48, 50 s/d 58, 60, 62 sampai dengan 69, 73 s/d 75, 77 s/d 80, 83, 90, 100, 106, 110, 111, 119, 120 dalam posita gugatan perkara aquo, yang tidak ditanggapi dan oleh TERGUGAT I,II, III, dan V pada Bagian Jawaban tentang Pokok Perkara, mohon kiranya dapat diartikan bahwa TERGUGAT I I,II, III, dan V secara diam - diam telah mengakui seluruh dalil - dalil tersebut. Mengenai dalil TERGUGAT I, II, III dan V pada point 22, 26, 30, 44, 49, 64, yang menolak dan mengesampingkan Point 45, 59, 72, 93, 100, 157 sampai dengan 174 dalam Posita gugatan perkara aquo, tanpa menggunakan dalil dalil yang tidak beralasan hukum maka sudah sewajarnya dalil dalil TERGUGAT I, II, III dan V tersebut secara tegas dapat ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak diterima . Bahwa TERGUGAT IV melalui dalil jawabannya pada persidangan tanggal 16 April 2012. telah mengakui bahwa penetapan perusahaan PARA PENGGUGAT masing masing yaitu sebagai perusahaan PENGGUGAT I sebagai pemenang pelelangan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan perusahaan PENGGUGAT II sebagai pemenang pelelangan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas adalah sah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku, tapi kemudian dianulir dan dinyatakan tidak sah oleh TERGUGAT II selaku Pengguna Anggaran dan TERGUGAT III selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bahwa TERGUGAT I, II, III dan IV melalui dalil jawabannya pada persidangan tanggal 23 April 2012., telah membantah, tidak menanggapi dan mencoba mengkesampingkan dalil dalil PARA PENGGUGAT dengan tidak beralasan hukum, mengaburkan fakta fakta hukum dan mengada-ada Bahwa berdasarkan hal hal diatas maka semakin kuat alasan untuk melakukan sita Jaminan terhadap harta bergerak dan tidak bergerak milik PARA TERGUGAT sebagaimana tercantum pada gugatan perkara aquo. D. TANGGAPAN ATAS GUGATAN REKONPENSI TERGUGAT I,II,III dan V DALAM REKONPENSI 1. Bahwa PARA TERGUGAT Rekonpensi semula PARA PENGGUGAT Konpensi, pada prinsipnya menolak secara tegas semua dalil dalil yang disampaikan oleh PARA PENGGUGAT Rekonpensi semula TERGUGAT I, II, III, dan V Konpensi. Bahwa PARA TERGUGAT Rekonpensi memohon kiranya dalil dalil yang termuat dalam Konpensi, dianggap termasuk dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam Rekonpensi ini. Bahwa PARA PENGGUGAT Konpensi sekarang PARA TERGUGAT Rekonpensi, melakukan gugatan semata mata untuk menuntut tanggung jawab kepada TERGUGAT I, II, III, dan V Konpensi terkait atas hilangnya hak hak perusahaan PARA PENGGUGAT Konpensi sebagai pemenang pelelangan untuk pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas serta tidak terpenuhinya kewajiban dan tanggung jawab hukum dari TERGUGAT I, II, III, dan V Konpensi (PARA PENGGUGAT Rekonpensi) Bahwa hak untuk mengajukan gugatan dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang menimbulkan kerugian dijamin dalam negara hukum; Bahwa Undang undang Dasar 1945, Undang undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, Universal Decalaration of Human Rights, International Covenant on Civil and Political Rights (telah diratifikasi oleh Indonesia melalui Undang undang Nomor 12 Tahun 2005) menjamin setiap orang untuk mempertahankan haknya di Pengadilan (Acces To a Court or Acess to Justice). Dengan demikian tindakan PARA TERGUGAT Rekonpensi (PARA PENGGUGAT Konpensi) adalah dalam rangka menggunakan hak asasinya tersebut, karena PARA PENGGUGAT Konpensi (PARA TERGUGAT Rekonpensi ) merasa bahwa hak-haknya telah dilanggar oleh TERGUGAT I, II, III, dan V Konpensi (PARA PENGGUGAT Rekonpensi) dan tindakan PARA TERGUGAT Rekonpensi adalah sesuai dengan prosedur hukum;

2. 3.

4. 5.

27

6.

Bahwa dalil - dalil PARA PENGGUGAT Rekonpensi yang menyatakan PARA PENGGUGAT Rekonpensi telah mengacu dan berpedoman pada aturan hukum sebagaimana yang diatur dalam Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sesuai dengan kewenangan yang ada pada masing masing, adalah dalil yang mengada ada dan tidak sesuai dengan fakta hukum yang terjadi sehingga dalil tersebut sudah sepatutnya untuk ditolak. Bahwa dalil dalil yang diungkapkan oleh PARA TERGUGAT Rekonpensi dalam gugatannya merupakan dalil yang tidak bersifat fitnah, rekayasa dan mengada ada karena dalil dalil tersebut merupakan fakta fakta hukum yang memang terjadi dan dialami oleh PARA TERGUGAT Rekonpensi. dalil dalil tersebut juga tidak pernah di bantah oleh TERGUGAT IV Konpensi, baik dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Minahasa Utara ataupun melalui jawaban secara tertulis TERGUGAT IV Konpensi dalam persidangan dan Fakta fakta hukum tersebut secara nyata - nyata telah diketahui oleh umum (notoire feiten). Bahwa PARA PENGGUGAT Rekonpensi telah menjadikan dalil dalil yang dikemukakan oleh mereka dalam bagian Konpensi termasuk dalam dalil gugatan Rekonpensi ini. Bahwa disisi lain, justru melalui dalil dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I, II, III dan IV Konpensi, telah membuat sebagian besar isi gugatan PARA PENGGUGAT Konpensi tidak perlu lagi dibuktikan karena telah dikuatkan oleh jawaban secara tertulis oleh TERGUGAT I, II, III dan IV Konpensi (PARA PENGGUGAT Rekopensi) pada persidangan tanggal 23 April 2012, yang inkonsisten mengada ada dan tidak beralasan hukum.

7.

8. 9.

10. Bahwa menurut Retnowulan Sutantio, SH dalam bukunya Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek Hal. 81, menerangkan bahwa : Apabila pengakuan secara tulisan yang diajukan di muka sidang itu tidak dibantah oleh pihak lawan, maka pengakuan tersebut dapat diterima sebagai alat bukti yang sempurna. Sedangkan pengakuan yang ditulis dalam surat jawaban tergugat, kekuatan pembuktiannya disamakan sebagai pengakuan secara lisan di depan sidang.. Maka dengan adanya pengakuan melalui jawaban dari TERGUGAT IV Konpesi dalam persidangan pada tanggal 16 April 2012 yang menyatakan bahwa penetapan perusahaan PARA PENGGUGAT Konpensi sekarang PARA TERGUGAT Konpensi, masing - masing sebagai pemenang pelelangan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kinidow dan Peningkatan Jaringan Irigasi Matungkas adalah sah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku, maka hal itu jelas merupakan sebuah bukti yang sempurn.Oleh karena itu TERGUGAT I dan II Konpensi (PENGGUGAT Rekonpensi) yang merupakan atasan / pimpinan dari TERGUGAT IV Konpesi, harus pula bertanggung jawab atas segala kerugian yang dialami oleh PARA PENGGUGAT Konpensi (PARA TERGUGAT Rekonpensi) sebagaimana ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata yang didalilkan oleh PARA PENGGUGAT Konpensi. 11. Bahwa dengan demikian tidak benar dan mengada-ada dalil - dalil PARA PENGGUGAT Rekonpensi yang menyatakan bahwa gugatan PARA TERGUGAT Rekonpensi adalah perbuatan melawan hukum; 12. Bahwa berdasarkan hal tersebut sudah seharusnya gugatan PARA PENGGUGAT Rekonpensi tersebut, di tolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvantkelijkverklaard); E. PENUTUP

Berdasarkan hal hal tersebut diatas, mohon Majelis Hakim Perkara aquo berkenan menjatuhkan putusan sebagai berikut : DALAM KONPENSI Dalam Eksepsi : Menolak Eksepsi PARA TERGUGAT I, II, III dan V untuk seluruhnya; Dalam Pokok Perkara 1. Mengabulkan gugatan PARA PENGGUGAT untuk seluruhnya; 2. Menghukum PARA TERGUGAT untuk membayar biaya perkara;
28

DALAM REKONPENSI 1. Menolak gugatan PARA PENGGUGAT Rekonpensi untuk seluruhnya; 2. Menyatakan PARA TERGUGAT Rekonpensi tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum; 3. Menghukum PARA PENGGUGAT Rekonpensi untuk membayar biaya perkara; Subsider : Apabila Yang Mulia Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil - adilnya (ex aequo et bono).

Hormat Kami, PENGGUGAT I dan Kuasa PENGGUGAT II

Novry M. Dotulong, ST

29

Anda mungkin juga menyukai