Anda di halaman 1dari 21
Proposal Bisnis Plan “Kalung dari Kain Perca” Disusun Oleh : Tyas Eka Kusumaningrum – 3509

Proposal Bisnis Plan

“Kalung dari Kain Perca”

Disusun Oleh :

Tyas Eka Kusumaningrum 3509 1oo 001 Helen Christine Gaina 3509 100 024 Andrea Yuandiney 3609 100 002 Sisca Henlita 3609 100 013 Ainun Dita Febriyanti 3609 100 019

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya - 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki banyak industri kecil yang memanfaatkan kain perca sebagai bahan baku produk. Kain perca adalah kain-kain bekas potongan yang ukurannya kecil-kecil dan berasal dari kegiatan industri tekstil. Industri tekstil merupakan salah satu industri besar di Indonesia yang memiliki banyak sekali limbah yang dibuang. Banyak orang beranggapan bahwa kain sisa yang mempunyai corak dan motif yang berbeda-beda ini susah untuk dimanfaatkan kembali. Oleh karena itu, limbah kain perca sering kali hanya dimanfaatkan sebagai kain pembersih, bahan pengisi sofa dan bahan pengisi boneka. Pemanfaatan kain perca yang sering dilakukan tersebut dirasa masih memberikan nilai ekonomis yang rendah. Disamping itu, pada saat ini produk penjualan yang cukup tren di Indonesia adalah penjualan aksesoris. Aksesoris dapat menjadi pusat perhatian dalam melengkapi dan memperindah penampilan dikalangan wanita, khususnya remaja. Dengan menggunakan ide, kreatifitas dan keterampilan, sesungguhnya kain perca dapat dirubah menjadi suatu bentuk barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.Kain perca tersebut dapat diubah bentuknya menjadi aksesoris untuk wanita seperti kalung. Usaha daur ulang kain perca juga dapat dibuat oleh siapa saja karena teknologi pembuatannya yang cukup sederhana. Karena itu, pembuatan daur ulang kain perca ini dapat dilakukan dalam skala industri rumah tangga (industri kecil). Sasaran utama pasar adalah masyarakat umum khususnya masyarakat yang berjenis kelamin wanita (yang termasuk kalangan remaja). Para wanita masih sangat menjanjikan untuk menjadi konsumen karena mereka adalah kalangan yang paling besar mendominasi dari sebagian konsumen. Bahkan mereka selalu menginginkan aksesoris yang terkesan lucu dan unik untuk memperindah dan mempercantik penampilan mereka. Mengingat masih minim produsen yang memakai bahan dasar kain perca untuk membuka usaha aksesoris, maka biaya bahan bakunya pun relatif murah. Selain itu waktu pengerjaannya yang tidak terlalu menyita waktu ini dapat dilakukan di sela-sela waktu luang sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi remaja putri dan ibu rumah tangga yang memiliki keahlian menjahit.Usaha pengolahan kain perca ini selain dapat memberikan nilai ekonomis juga ikut mengurangi limbah industri tekstil yang makin berkembang sekarang ini.

1.2

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan permasalahan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana bentuk usaha daur ulang kain perca sebagai produk aksesoris yang akan dirancang?

2. Bagaimana teknis pelaksanaan usaha yang dijalankan?

1.3 Tujuan Program

Tujuan dari penyusunan proposal bisnis ini adalah:

1. Mengembangkan usaha daur ulang kain perca di lingkungan masyarakat.

2. Memenuhi kebutuhan masyarakat (dalam hal ini adalah para wanita) akan produk aksesoris.

3. Menciptakan produk yang lebih inovatif,.

4. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi remaja-remaja putri dan ibu rumah tangga yang memiliki ketrampilan menjahit dan berkreatifitas dalam mendesain aksesoris (kalung).

1.4 Luaran yang Diharapkan Proposal bisnis plan ini, diharapkan dapat menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Dari kegiatan ini pun, akan dapat dilihat bahwa usaha ini mampu bersaing dengan usaha produk aksesoris yang lebih dahulu ada dengan bahan baku produk yang berbeda sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha ini pantas untuk dikembangkan.

1.5 Kegunaan Program Kegunaan atau manfaat yang dihasilkan dengan adanya program ini antara lain :

Aspek Ketenagakerjaan Dengan alternative bahan baku produk yang berbeda dari produk aksesoris lain tentu saja dapat menyerap tenaga kerja, hal ini karena tingkat kreatifitas dan ketrampilan tenaga ahli juga dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk. Apalagi jika permintaan konsumen tinggi, memungkinkan pengembangan usaha.

Aspek Ekonomi Dari latar belakang pemilihan bahan baku, maka biaya penggunaan bahan baku juga dapat ditekan sehingga harga jual yang ditawarkan produk akan lebih murah atau paling tidak sama dengan harga pasar. Dengan harga yang sama namun konsumen sudah dapat memperoleh barang yang lebih berkualitas.

Aspek Lingkungan Kain perca merupakan sampah non organic yang sulit dihancurkan oleh bakteri sehingga pendaurulangan kain perca tentu saja dapat mengurangi jumlah sampah di masyarakat.

BAB II ANALISA PRODUK

2.1 Jenis dan Nama Produk

Jenis produk yang ditawarkan pada rencana bisnis ini adalah kalung yang secara keseluruhan terbuat dari bahan kain perca. Seperti yang kita ketahui, istilah kain perca umum dijumpai merupakan sisa-sisa kain yang tidak dipakai lagi. Sebelumnya mungkin banyak para pengusaha konveksi atau para penjahit yang membuang kain perca, namun dalam usaha ini kain perca digunakan sebagai bahan baku produk aksesoris berupa kalung. Produk-produk yang ditawarkan hampir sama dengan aksesoris dari bahan baku kain biasa pada umumnya, yang membedakan disini adalah design yang dibuat mengikuti tren yang ada. Dari produk-produk tersebut dapat ditambahkan renda-renda kecil ataupun hiasan-hiasan di sekelilingnya sebagai upaya mempercantik produk yang dihasilkan.Bisa juga kain perca dibentuk menjadi bulatan-bulatan yang memanjang di setiap produk atau berbentuk menyerupai bunga.Hal ini disesuaikan dengan kreasi dari pembuat produk atau selera konsumen.

Tampilan kalung yang didesign semenarik

mungkin juga dapat dijadikan sebagai daya tarik tersendiri terhadap produk ini, sehingga tidak jarang konsumen khususnya kaum hawa melirik produk handmade ini.

konsumen khususnya kaum hawa melirik produk handmade ini. Gambar 2.1 Salah Satu Contoh Kalung dari Kain

Gambar 2.1 Salah Satu Contoh Kalung dari Kain Perca

2.2 Keunggulan Produk Dibanding Produk Lain Keunggulan produk kami dalam bisnis aksesoris berupa kalung ini adalah kalung yang kami buat berbahan dasar kain perca yang berbeda baik dari segi kualitas bentuk ataupun motif dengan yang di jual dipasaran serta memiliki harga merakyat (ekonomis), design yang unik dan eye-catching, sehingga menjadi daya tarik bagi para konsumen. Selama ini produk-produk aksesoris berupa kalung yang ditawarkan di pasaran terbuat dengan bahan dasar manik-manik atau yang lain sehingga produk kalung dari kain perca ini diprediksikan dapat masuk pasaran dengan mudah karena menawarkan suatu inovasi baru yakni kalung yang berbahan dasar kain perca.

BAB III ANALISA PASAR

3.1 Profil Konsumen Fashion merupakan salah satu penggambaran diri seseorang, lewat fashion sesorang dapat menunjukan keunikan dan cara yang digunakan individu untuk membedakan dirinya sendiri sebagai individu dan menyatakan beberapa keunikannya. Fashion mendefinisikan peran sosial yang dimiliki seseorang. Pakaian yang berbeda yang dikenakan oleh orang yang berbeda, memungkinkan adanya interaksi sosial yang berbeda pula. Fashion atau pakaian kerap digunakan untuk menunjukan nilai ekonomi atau status seseorang. Fashion adalah sebuah fenomena komunikatif dan kultural yang digunakan oleh suatu kelompok untuk mengkonstrusikan dan mengkomunikasikan identitas penggunanya. Pada dasarnya perempuan memiliki keinginan untuk selalu tampil cantik dan trendi. Kalung merupkan salah satu item fashion yang banyak digemari wanita, dimana kalung dapat member nilai tambah pada pakaian yang digunakan. Pada tahun 2010, jumlah penduduk Surabaya mencapai 2.765.908 jiwa dimana perbandingan antara wanita dengan lelaki adalah 2:1.Tingginya jumlah penduduk Surrabaya merupakan peluang pasar yang cukup menjanjikan.

3.2 Potensi dan Segmentasi Kota Surabaya merupkan kota metropolitan dimana wanita kota Surabaya sangat tertarik terhadap fashion terlihat dari banyaknya toko aksesoris dan pakaian yang menjamur namun produk yang mereka jual bukan merupakan produk hasil produksi mereka sendiri, hal ini dapat menjadi peluang bisnis bagi produk kami untuk masuk kepasaran. Potensi pasar sangat prospektif seiring perkembangan jaman yang semakin maju, juga dari segi peminat/konsumen kami menangkap peluang yang besar dan berkelanjutan. Mayoritas, paradigma anak-anak dan dewasa menganggap bahwa kalung merupakan pendukung pakaian yang lebih baik bila disesuaikan dengan pakaian yang mereka kenakan. Hal inilah yang mendorong kami untuk membuat design dan tema kalung yang dapat sesuai dengan pakaian casual, formal maupun pakaian mewah. Adapun segmentasi pasar yang diambil adalah:

Penduduk Kota Surabaya pada umumnya. Seperti yang kita ketahui, pada tahun 2010, jumlah penduduk Surabaya mencapai 2.765.908 jiwa dimana perbandingan antara wanita dengan lelaki adalah 2:1. Dengan adanya jumlah penduduk yang cukup tinggi ini menjadi peluang pasar yang cukup besar dan menjanjikan bagi

produsen mengingat Kota Surabaya yang merupakan kota metropolitan yang fashionable dan konsumtif namun mempertimbangkan mutu dan keefisienan barang yang dimiliki.

Wanita dalam skala anak-anak sekolah, para remaja wanita sampai wanita dewasa. Dilakukan segmentasi demikian karena target pasar yang diinginkan oleh produsen ini adalah untuk semua kalangan umur mengingat produk kalung dan aksesoris perca dapat digunakan oleh segala kalangan usia. Selanjutnya untuk spesifikasi pasar adalah mahasiswa serta pengunjung mall dan pengunjung distro.

3.3 Analisa Pesaing dan Peluang Pasar Perkembangan home industry aksesoris yang setiap harinya menunjukan pertumbuhan cukup positif menjadi salah satu bukti nyata bahwa berbagai variasi aksesoris khususnya kalung masih sangat diminati pasar. Saat ini, tidak hanya anak- anak saja yang gemar menggunakan kalung dari kain perca, melainkan kalangan remaja bahkan orang tua. Adanya kreatifitas dan inovasi merupakan kunci keberhasilan dalam memikat hati konsumen dari berbagai kalangan. Meskipun demikian, kebanyakan orang terutama masyarakat kelas menengah ke bawah masih menganggap kalung sebagai perhiasan/aksesoris yang mahal. Produsen kalung pada umumnya menjual produknya di toko perhiasan dan sulit dijumpai di outlet-outlet yang banyak dikunjungi golongan remaja. Padahal, konsumen banyak dijumpai di tempat- tempat tersebut. Sehingga pemillihan spot yang tepat dalam kegiatan promosi dan pemasaran merupakan poin penting dalam keberlanjutan program. Produsen kalung pada umumnya cenderung memproduksi dari bahan baku yang seperti biasa misalnya manik-manik. Hal inilah yang membuat kami yakin bahwa Kalung Perca ini berpeluang besar untuk memasuki pasar dengan produk kalung yang dibuat dari kain perca yang lain dari biasanya sesuai keinginan dan permintaan pasar. Kreatifitas dan inovasi inilah yang mampu membuat Kalung Perca memiliki nilai lebih di mata konsumen.

3.4 Media Promosi Promosi merupakan salah satu aspek yang penting untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang baru mulai berdiri. Media promosi yang digunakan haruslah efektif dan efisien, yang berarti tidak harus menghabiskan banyak dana namun promosi tersebut berhasil. Untuk produk Kalung Perca ini media promosi yang kami tempuh yakni melalui penjualan secara langsung kepada konsumen, dimana tempat pemasaran yang kami ambil yaitu di tempat-tempat strategis di lingkungan dekat kampus. Sedangkan yang kedua adalah

dengan menitipkan produk dibeberapa tempat yang ramai dikunjungi orang misalnya pusat pusat perbelanjaan. Selain itu, kami juga mengikuti pameran di setiap event yang ada dengan cara membuat stan. Adapun sistem pemasarannya juga menggunakan sistem delivery order, yang merupakan system layanan antar dengan fasilitas SMS (Short Message Service). Selain melalui metode di atas, kami juga melakukan promosi dengan menyebarkan brosur yang berisi tentang keunggulan dan manfaat produk. Hal ini dimaksudkan agar lebih efektif jika konsumen mempunyai pertanyaan tentang keunggulan produk kami dapat segera memperoleh jawaban yang tepat dan memuaskan dari kami. Pelayanan saat melakukan promosi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Yang terakhir, kami juga akan membuat akun jejaring sosial melalui facebook yang menjadi salah satu jejaring sosial yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia serta melalui twitter dan blog yang sedang menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Kami juga membuat alamat web Kalung Perca untuk mempererat hubungan dengan konsumen. Selain sebagai media promosi dan evaluasi, konsumen juga dapat memberikan saran dan inovasi baru terhadap pengembangan produk seperti variasi model.

3.5 Target atau Rencana Penjualan Selama 1 Tahun

Dalam satu tahun pertama, target yang diharapkan adalah dihitung melalui per 1 periode yaitu 6 bulan:

1. Produk utama Kalung Perca ini kami menargetkan penjualannya selama satu bulan sebanyak 30 buah, sehingga dalam 6 bulan pertama kalung yang dihasilkan sebanyak 180 dan dalam 1 tahun menghasilkan 360 buah.

2. Produk pelengkap lainnya yakni berupa aksesoris lain seperti gelang, bros, bando, ikat rambut dan cincin. Untuk produk pelengkap kami menargetkan mendapatkan untung sebanyak 25% dari modal awal kami.

3. Produk tambahan lain berupa jasa seperti layanan pesan antar bagi para konsumen. Layanan pesan antar ini ditujukan pada konsumen yang tidak dapat membeli langsung Kalung Perca di tempat penjualan. Layanan pesan antar ini bersifat free sehingga konsumen tidak dipungut biaya delivery order-nya.

3.6 Strategi Pemasaran Untuk strategi pemasaran ditekankan pada beberapa poin diantaranya :

Sebelum jalan, setidaknya mendapatkan konfirmasi ketertarikan terhadap daur ulang kain perca.

Menjual dengan cara didistribusikan ke outlet yang ramai dikunjungi misalnya pusat perbelanjaan

Desain stan di buat semenarik mungkin agar menarik minat pengunjung.

Variasi produk daur ulang kain perca dengan bermacam - macam cara seperti diberi renda-renda kecil ataupun hiasan-hiasan. Penyajian dibuat berbeda, kreatif dan menarik.

BAB IV ANALISA PRODUKSI

4.1 Bahan baku, Bahan penolong, dan Peralatan yang Digunakan Produk yang kami produksi berupa aksesoris kalung. Design produk yang kami

buat menggunakan design pribadi yang menggikuti trend masa kini. Bahan yang kami gunakan dalam pembuatan produk aksesoris perca adalah:

a. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan aksesoris perca Bahan utama yang kami gunakan untuk pembuatan aksesoris perca adalah kain perca dimana bahan yang kami gunakan yaitu kain perca dapat dibeli dengan harga yang lebih murah daripada kain meteran dan dengan penggunaan bahan kain perca lebih benyak macam kain yang dapat diperoleh.Bahan pembuatan produk ini kami dapatkan dari penjahit yang ada di Kota Surabaya. Dimana Kota Surabaya banyak terdapat pengusaha penjahit dan taylor.

b. Peralatan yang Dibutuhkan untuk Pembuatan Aksesoris Perca

No

Nama Alat

Kegunaan

1

Jarum

Menjahit produk menjadi berbagai pola yang detail

2

Mesin jahit

Menjahit produk

3

Mesin Obras

Membuat motif produk

4

Benang

Menjahit pola dan penggabung tiap bagian-bagian produk

5

Jarum Mesin Jahit

Jarum untuk mesin jahit

6

Penembak Lem

Merekatkan pernak-pernik pada produk

7

Gunting

Menggunting pola

4.2 Pasokan Bahan Baku Bahan baku aksesoris perca akan dipasok dari penjahit-penjahit maupun dari pedagang kain yang ada di kota Surabaya maupun kota-kota lain yang ada di Jawa Timur yang memiliki kain yang khas dan unik di Jawa Timur, dimana bahan baku yang kami butuhkan dapat dengan mudah kami peroleh dan harganya pun lebih ekonomis. Tenaga kerja dalam pembuatan aksesoris perca dalam tahap awal akan memanfaatkan tenaga kerja produsen yaitu kami sendiri, namun dalam jangka waktu panjang tenaga kerja memanfaatkan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan yang kemudian akan kami didik menjadi tenaga kerja terampil. Hal ini sekaligus untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sedangkan untuk manajemen produksi juga secara pribadi kami kelola secara langsung. Untuk design kami memanfaatkan keterampilan kami dan tenaga kerja sesuai dengan kompetensinya di

bidang design. Hal ini akan menguntungkan kami dengan memperkecil biaya untuk pegawai.

4.3 Proses Produksi atau Operasi

Produksi aksesoris perca dilakukan melalui berberapa tahap proses mulai dari design sampai dengan pemasaran. Waktu yang kami butuhkan untuk

mengolah kain perca menjadi berbagai macam aksesoris adalah 2 3 jam untuk satu produk. Proses produksi pembuatan aksesoris perca adalah :

1. Pembuatan design (1 hari)

2. Penyiapan peralatan dan bahan baku (20 menit)

3. Pembentukan dan pemotongan pola (25 menit)

4. Penjahitan pola menjadi berbagai macam bentuk hiasan dan tali baik kalung maupun gelang (30 menit)

5. Pemasangan hiasan pada tali (30 menit)

6. Pengemasan (5 menit)

BAB V ANALISA KEUANGAN

5.1 Investasi yang diperlukan Kebutuhan investasi dihitung dari biaya pembelian peralatan yang diperlukan dalam proses seperti yang diuraikan pada BAB III. Kebutuhan biaya pembelian peralatan antara lain dapat dijelaskan pada Tabel 5.1

Tabel 5.1. Kebutuhan Peralatan dalam Produksi “Kalung

Uraian

Jumlah

Satuan

Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Mesin Jahit

1

unit

2.000.000

2.000.000

Mesin Obras

1

unit

1.500.000

1.500.000

Benang Jahit

24

roll

1.500

36.000

Jarum Mesin

       

Jahit

20

buah

800

16.000

Jarum

2

pack

3.500

7.000

Lem

2

pack

20.000

40.000

Penembak Lem

2

set

20.000

40.000

Gunting

6

buah

2.000

12.000

 

Subtotal

 

3.651.000

Dari tabel diatas diketahui bahwa kebutuhan investasi usaha ini adalah sebesar Rp.3.699.000,- ( Tiga Juta Enam Ratus Lima Puluh Satu Ribu Rupiah).

5.2 Kebutuhan modal kerja Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari biaya operasional. Biaya operasional ini dihitung selama 1 bulan produksi. Hal ini diasumsikan pada bulan selanjutnya kebutuhan modal kerja didapatkan dari hasil penjualan produk. Dalam 1 bulan produksi kebutuhan yang diperlukan antara lain seperti pada Tabel 3. Rincian biaya bahan makanan didasarkan target luaran yang diharapkan yaitu penjualan 20 kalung/bulan

Tabel 5.2. Kebutuhan Modal Kerja dalam Produksi “Kalung Perca”

Uraian

Kebutuhan

Satuan

Harga Satuan (Rp)

Biaya Produksi (Rp)

Kain perca

8

kg

6.000

48.000

Kain Flanel

2

meter

17.000

34.000

Renda

2

meter

5.000

10.000

Brokat

2

meter

20.000

40.000

Pengait Kalung

20

pasang

1.000

20.000

Plastik Kemasan

20

buah

100

2000

Karton untuk

       

cetak brand

2

lembar

1000

2000

 

Subtotal

 

156.000

Dari tabel diatas diketahui bahwa kebutuhan investasi usaha ini adalah sebesar

Rp.156.000,- (Seratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah).

5.3 Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya

tetap

merupakan

biaya

yang

dikeluarkan

akibat

penyusutan

alat.Penyusutan ini diestimasikan sesuai dengan umur alat yang digunakan.

Tabel 5.3. Kebutuhan Biaya Tetap dalam Produksi “Kalung Perca”

Uraian

Lama

Pemakaian

Jumlah

Harga

Satuan

Jumlah

(Rp)

Penyusutan

(Rp)/ bulan

 

Alat

(Rp)

Mesin Jahit

3

tahun

 

1 unit

2.000.000

2.000.000

45.500

Mesin Obras

5

tahun

 

1 unit

1.500.000

1.500.000

25.000

Benang Jahit

3

bulan

24 roll

1.500

36.000

3.000

Jarum Mesin

         

Jahit

3

bulan

20 buah

800

16.000

1.600

Jarum

3

bulan

2 pack (@100 buah)

3.500

7.000

1.500

Lem

3

bulan

2

pack

20.000

40.000

4.000

Penembak

         

Lem

3

bulan

 

2

set

20.000

40.000

4.000

Gunting

3

bulan

6

buah

2.000

12.000

2.000

 

Subtotal

 

3.651.000

86.600

5.4 Biaya Lain-lain Biaya lain-lain merupakan biaya untuk pengeluaran listrik, gas, promosi dan pengemasan produk per bulan.

Tabel 5.4. Kebutuhan Biaya Lain-lain dalam Produksi “Kalung Perca”

Uraian

Jumlah (Rp)

Listrik

200.000

Transportasi

300.000

Percetakan brosur

96.000

Subtotal

596.000

5.5 Total Biaya Produksi Per Bulan Total biaya produksi per bulan merupakan hasil penjumlahan antara biaya penyusutan alat, biaya tetap , dan biaya lain-lain. Dengan demikian total biaya produksi usaha ini adalah :

Total Biaya Produksi = Rp. 86.600 + Rp. 156.000 + Rp. 596.000 = Rp. 838.600,-

5.6

Penentuan Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan didapatkan dari perhitungan pembagian total cost per

bulan yang dikeluarkan dengan jumlah barang yang diproduksi.

HPP =Total cost per bulan = Rp. 838.600 = Rp. 41.930= Rp. 42.000

Produksi perbulan

20

Dari perhitungan tersebut didapatkan bahwa harga pokok penjualan produk

Candies” sebesar Rp. 42.000 (Empat Puluh Dua Ribu Rupiah). Dengan rencana

penjualan sebesar Rp. 60.000,- maka akan didapatkan keuntunganyang signifikan

setiap penjualan produk yaitu sebesar 43%.

5.7 Hasil Usaha Per Bulan

Dengan mengetahui harga pokok penjualan dan rencana harga jual setiap unit

produk maka didapatkan hasil usaha per bulan . Hasil usaha perbulan didapatkan dari

perkalian antara jumlah unit produksi dengan harga setiap unit.

Hasil penjualan ”Candies” = 20 unit x Rp. 60.000 = Rp. 1.200.000

Dengan

demikian

setiap

bulan

akan

didapatkan

hassil

penjualan

sebesar

Rp.1.200.000,- (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).

5.8 BEP (Break Event Point)

Break Event Point merupakan analisa titik waktu dimana modal yang dikeluarkan

untuk mengembangkan usaha awal akan kembali modal. BEP dapat diperoleh dari

hasil pembagian antara total biaya pengeluaran (termasuk investasi) dengan jumlah

hasil usaha perbulan.

BEP

= Rp. 4.407.000/ Rp. 1.200.000

= 3,67 bulan = 4 bulan

Dari perhitungan tersebut didapatkan bahwa BEP “Candies” ini akan balik modal

setelah jalan selama empat bulan produksi. Dengan demikian usaha ini layak

dilakukan karena selain keuntungan yang lumayan besar juga modal investasi akan

cepat kembali.

5.9 Rencana Cash Flow Rencana cash flow disusun berdasarkan 2 periode produksi yaitu selama 12 bulan. Dari cash flow diketahui bahwa usaha ini akan dapat balik modal pada bulan ke- 9 sedangkan keuntungan signifikan diketahui pada bulan ke 10.

Tabel 5.5.Perhitungan Cash Flash dalam Produksi “Kalung Perca”

No.

Bulan

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

ke

A

Pemasukan Tunai

 

1

Saldo

0

-

-

-

-

-

-

-963.000

-515.000

-67.000

381.000

1.421.000

2.461.00

Bulan

3.651.000

3.203.000

2.755.000

2.307.000

1.859.000

1.411.000

0

Sebelum

-nya

2

Penjual-

0

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.00

1.200.00

1.200.00

1.800.00

1.800.000

1.280.00

an

0

0

0

0

0

Produk

Asumsi

 

(20 )

(20 )

(20 )

(20 )

(20 )

(20 )

 

(20)

(20 )

(20 )

(30)

(30)

jumlah

produksi

Jumlah

 

-

-

-

-

-659.000

-211.000

 

237.000

685.000

1.133.00

2.181.000

3.221.00

pemasukan

2.451.000

2.003.000

1.555.000

1.107.000

0

0

 

tunai

B

Pengeluaran Tunai

 

1

Pembeli

3.651.000

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

-an alat

 

2 Pembeli

 

152.000

152.000

152.000

152.000

152.000

152.000

152.000

152.000

152.000

160.000

160.000

160.000

-an

bahan

 

3 Listrik

 

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

 

4 Transpo

 

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

rt

 

5 Percetak

 

100.000

0

0

0

0

0

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

-an

brosur

Jumlah

               

752.000

752.000

752.000

760.000

760.000

pengeluaran

3.651.000

752.000

752.000

752.000

752.000

752.000

752.000

tunai

C

Saldo

-

-

-2755.000

-

-

-

-963.000

-515.000

-67.000

381.000

1.421.000

2.461.000

3.501.000

(A-B)

3.651.000

3.203.000

2.307.000

1.859.000

1.411.000

BAB VI PERSONALIA DAN JADWAL KEGIATAN

6.1 Personalia

Pada pelaksanaan awal bisnis “Kalung dari Kain Perca” ini dilaksanakan oleh beberapa personil/orang, antara lain:

1. Ketua Tim Nama NRP Fakultas/Jurusan

2. Anggota Nama/NRP

: Helen Christine Gaina : 3509 100 024 : FTSP/Teknik Geomatika

: Tyas Eka Kusumaningrum Andrea Yuandiney Sisca Henlita Ainun Dita Febriyanti

3509 100 001 3609 100 002 3609 100 013 3609 100 019

6.2 Kompetensi SDM yang Dibutuhkan

Kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam bisnis plan ini antara lain:

6.2.1 Marketing and Promotion Bidang marketing and promotion bertanggung jawab:

Mengelola omzet penjualan atau target yang menjadi tanggung jawabnya berdasarkan produk serta ketentuan yang diberikan.

Menangani masalah penjualan yang terkait dengan operasional penjualan

Merancang strategi dan program promosi melalui media yang tersedia

Memastikan rencana pemasaran yang efektif dan efisien

Mencari peluang kerja sama dengan pihak eksternal

6.2.2 Creative Design Bagian creative design bertugas dalam pembuatan logo, icon, merancang design produk dan packaging, katalog produk, website, dan sebagainya untuk mengarahkan target pasar.

6.2.3 Administration and Finance Bagian administration and finance melaksakan kegiatan pelayanan kantor, penyediaan fasilitas dan pelayanan administrasi perkantoran dan kegitan yang

berkaitan dengan keuangan. Tanggung jawab utama bagian administration and finance diantaranya:

Melaksanakan aktivitas penyiapan ruang kerja dan peralatan kantor untuk semua pegawai.

Melaksanakan kegiatan surat-menyurat, dokumentasi, dan pengarsipan.

Membuat rencana dan mengevaluasi kerja harian dan bulanan.

Membuat perkiraan biaya tahunan yang berkaiatan dengan kegiatan office administration.

Bertanggung jawab pada kebutuhan dan pengadaan peralatan kantor.

Mengurusi bagian keuangan perusahaan. 6.2.4 Production Bagian produksi memiliki wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:

Mengendalikan kualitas dan kuantitas produk daur ulang kain perca

Memelihara dan menjaga peralatan dan fasilitas produksi agar berjalan sebagaiman mestinya

Berusaha mencari cara-cara penekanan biaya dan metode perbaikan kerja yang lebih efisien

Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja bawahannya secara berkala

Penyediaan alat dan bahan produksi

6.3 Organisasi Perusahaan Perusahaan kami selanjutnya dapat disebut sebagai suatu usaha dengan nama Candy Handycraftdengan susunan organisasi perusahaan adalah sebagai berikut :

a. Komisaris bertugas memberikan arahan kerja dan pengawasan terhadap perusahaan.

b. Direktur bertugas memimpin dan bertanggung jawab terhadap jalannya operasional perusahaan.

c. Manager Pemasaran bertugas mengurusi pemasaran jasa dan produk serta menjalin hubungan kerja sama dengan pihak lain termasuk pelanggan.

d. Manager Produksi bertugas mengurusi proses produksi dan design produk.

e. Manager Administrasi dan Keuangan bertugas menangani administrasi penjualan dan pembelian bahanbahan serta keuangan perusahaan.

Organigram Perusahaan

Komisaris Helen Christine Gaina Direktur Tyas Eka Kusumaningrum Manajer Administrasi dan Keuangan Andrea Yuandiney
Komisaris
Helen Christine Gaina
Direktur
Tyas Eka Kusumaningrum
Manajer Administrasi dan
Keuangan
Andrea Yuandiney
Manajer Produksi
Ainun Dita Febriyanti
Manajer Pemasaran
Sisca Henlita

6.4 Jadwal Kegiatan Pelaksanaan bisnis ini, jadwal yang dibuat adalah selama 1 periode produksi yaitu selama 6 bulan. Dengan demikian, selama satu tahun akan dilakukan penyusunan laporan hasil usaha sebanyak 2 kali yaitu pada setiap akhir periode (setiap 6 bulan sekali). Hal ini dilakukan untuk melihat kinerja perusahaan untuk peningkatan usaha kalung dari kain perca ini.Untuk lebih jelasnya mengenai jadwal kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Jadwal Kegiatan

Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI Program 1 2
Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
Bulan V
Bulan VI
Program
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Pencarian dan
Update
Literatur
Perencanaan
Survey Bahan
dan Pasar
Produksi
dan
Pemasaran
Publikasi
Evaluasi
Produksi
dan
Pemasaran
Penyusunan
Laporan
Keuangan
Evaluasi
Kinerja
Perusahaan
Pembuatan
Laporan
1
Periode

BAB VII LOKASI PROGRAM KERJA

7.1 Profil Perusahaan Perusahaan atas nama Kantor Pusat I’m Sule ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang aksesoris. Produk unggulan kami adalah berupa kalung dengan bahan utamanya adalah kain perca. Inovasi kalung dari kain perca ini memiliki keunggulan yang lebih dari kalung dengan bahan dasar lain. Sasaran dari perusahaan ini mencakup masyarakat umum khususnya masyarakat yang berjenis kelamin wanita (yang termasuk kalangan remaja).

7.2 Lokasi usaha Untuk jangka pendek proses pembuatan atau produksi barang dilakukan di kos dan di rumah masing-masing produsen (home industry). Untuk jangka panjang, kami akan mendirikan kantor pusat Candy Handycraft” yang ditempatkan di daerah Semolowaru Surabaya. Lokasi dipilih karena dekat dengan aglomerasi pendidikan dan juga merupakan pusat berkumpulnya mahasiswa pada tiap harinya. Kantor ditempatkan lebih ke marketing- oriented,atau lebih dekat dengan pasar. Mengingat bahan baku yang digunakan tidak mudah rusak dan biaya angkut bahan baku cenderung lebih murah daripada biaya angkut barang jadi.