Anda di halaman 1dari 33

Tugas Sistem Informasi Manajemen

Ringkasan Bab 1-8 Sistim Informasi Manajemen

Bab 1. Sistem Informasi dalam Kegiatan bisnis saat ini

Dalam bab ini menjelaskan tentang :

Peranan sistem informasi dalam bisnis saat ini termasuk adalah bagaimana mengubah

sistem informasi bisnis, peluang globalisasi, perusahaan digital yang sedang berkembang, tujuan bisnis strategi sistem informasi.

  • 1. Mengapa sistem informasi sangat penting dalam bisnis saat ini.

Sistem informasi merupakan dasar bagi jalannya bisnis saat ini. Di banyak

industri kelangsungan hidup perusahaan sangatlah sulit tanpa penggunaan luas dari teknologi informasi. Sistem informasi menjadi penting dalam membantu jalannya perusahaan dalam ekonomi global. Organisasi mencopa untuk lebih kompetitif dan efisiensi dengan mengubah dirinyamenjadi perusahaan digital yang menggunakan teknologi digital dalam hal proses bisnis, hubungan planggan, pemasok, dan karyawan. Bisnis saat ini menggunakan sistem informasi untuk mencapai tujuan utama organisasi; keunggulan operasional, produk baru, pelayanan dan model bisnis, hubungan pelanggan-pemasok, meningkatkan proses pengambilan keputusan, keunggulan dan kelangsungan hidup dari hari ke hari.

Dari pandangan teknis, sebuah sistem informasi mengumpulkanm meyimpan, dan menyebarkan informasi dari lingkungan organisasi dan operasi internal untuk menunjang fungsi organisasi dan pengambilan keputusan, komunikasi, koordinator, pengawasan, analisi, dan penggambaran. Sistem informasi mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna melalui tiga kegiatan dasar meliputi : input proses output. Dari perspektif bisnis, sistem informasi memberikan solusi atas permasalahan atau tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dan memberikan nilai ekonomi nyata bagi perusahaan.

  • 3. Indentifikasi dan Menjelaskan tiga dimensi sistem informasi. Sistem informasi merupakan kombinasi dari elemen majemen, organisasi dan teknologi.

    • a. Aspek manajemen sistem informasi meliputi kepemimpinan, strategi, dan prilaku manajemen.

    • b. Aspek teknologi terdiri atas peranti keras, reantik lunak komputer, teknologi manajemen data dan teknologi jaringan/telekomunikasi (termasuk internet). Dan

    • c. Aspek Organisasi dari sistem informasi melibatkan hierarki organisasi, keahlian fungsional, proses bisnis, budaya dan kelompok politis.

  • 4. Mengevaluasi aset komplementer yang dibutuhkan bagi teknologi informasi agar dapat memberikan hasil atau nilai yang bagus.

  • Sistem informasi merupakan bagian dari urutan kegiatan menambah nilai untuk mendapatkan, mengubah, dan mendistribusikan informasi dengan tujuan dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan, meningkatkan kinerja perusahaan, dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Teknologi informasi tidak dapat memberikan nilai ini jika tidak diikuti dengan perubahan dalam organisasi dan manajemen yang disebut sebagai aset komplementer. Aset-aset komplementer termasuk dalam model bisnis baru, proses bisnis baru, budaya organisasi yang menunjang, incentif atas dukungan manajemen inovasi, pelatihan, dan aset sosial seperti standar, hukum dan peraturan, dan infastruktur telekomunikasi.

    5. Mengidentifikasi dan menjelaskan pendekatan kontemporer untuk mepelajari sistem informasi dan mebedakan antara keahlian dalam bidang komputer dan sistem informasi.

    Studi sistem informasi berurusan dengan isu dan pendekatan yang dikontribusikan dari disiplin teknis dan prilaku. Disiplin ilmu yang berkontribusi pada pendekatan teknis adalah ilmu komputer, metode kuantitatif, dan riset operasi. Sedangkan pada pendekatan prilaku adalah psikologi, sosiologi, dan ekonomi. Keahlian sistem informasi membutuhkan pemahaman aspek organisasi dan manajemen atas sistem informasi. Begitu juga dari aspek teknis yang ditujukan bagi keahlian komputer. Bidang sistem informasi menciptakan keahlian sistem

    informasi dengan mengombinasikan semua disiplin ini dengan orientasi praktik

    dalam solusi pengembangan sistem atas permasalahan dunia nyata dan

    pengelolaan sumber daya teknologi informasi.

    Bab

    2.

    Global E-Business: Bagaimana Bisnis Menggunakan Sistem

    Informasi

    Bab ini memberikan penjelasan mengenai peran penting dari sistem informasi pada

    bisnis.

    1. Menjelaskan dan mengambarkan proses bisnis dan hubungannya dengan

    informasi.

    Proses bisnis adalah seperangkat aktivitas yang berhubungan secara logis yang

    dimana menjelaskan tugas bisnis tertentu dilaksanakan, dan bisnis dapat

    dipandang sebagai sekumpulan proses bisnis. Proses bisnis adalah aliran kerja

    yang kongkret dari bahan baku, informasi dan pengetahuan. Proses ini juga

    menunjukkan cara yang unik dimana manajemen dalam perusahaan

    mengkoordinasikan pekerjaan.

    Sebagai contoh, hampir semua bisnis memiliki cara untuk mempekerjakan

    karyawan. Proses mempekerjakan karyawan adalah prose bisnis dalam

    pengertian bahwa hal ituadalah seperangkat aktivitas yang digunakan

    perusahaan untuk mempekerjakan karyawan baru. Para menejer pelu

    memperhatikan proses bisnis karena mereka menentukan seberapa baik

    perusahaan dapat menjalankan bisnisnya. Meskipun setiap fungsi bisnis utama

    memiliki serangkaian proses bisnisnya sendiri, banyak proses bisnis lainnya

    mencapai efisiensi yang besar dengan mengotomatiskan bagian proses ini atau

    dengan membantu mendesain ulang dan mempersingkat proses tersebut.

    Perusahaan dapat menjadikan lebih fleksibel dan efisien dengan

    mengoordinasikan proses bisnisnya secara dekat, dan dalam beberapa hal,

    mengintegrasikan proses ini sehingga berfokus pada manajemen sumberdaya

    dana layanan pelanggan ayng efisien.

    2. Menggambarkan sistem informasi yang mendukung fungsi bisnis utama

    yaitu ; penjualan dan pemasaran, manufaktur dan produksi, keuangan

    dan akuntansi dan SDM.

    a. Pada setiap tingkat organisasi, sistem informasi mengdukung area

    fungsional utama dari bisnis. Sistem penjualan dan pemasaran membantu

    perusahaan mengidentifikasi pelanggan produk dan jasa perusahaan,

    mengembangkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,

    mempromosikan produk dan jasa, menjual produk dan jasa, dan

    memberikan dukungan pelanggan yang berkelanjutan.

    b. Sistem manufaktur dan produksi berhubungan dengan perencanaan,

    pengembangan, dan pemeliharaan fasilitas produksi; penetapan sasaran

    produksi; pengadaan, penyimpanan, dan ketersediaan bahan produksi; dan

    penjadwalan peralatan, fasilitas, bahan baku, dan ketenaga kerja yang

    dibutuhkan untuk membentuk produk akhir. Sistem manufaktur dan

    produksi (manufacturing and production information system) mendukung

    aktivitas ini.

    • c. Sistem keuangan dan akuntansi menjaga data aset keuangan dan aliran dana perusahaan.

    • d. Sistem SDM menjaga karyawan, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja perusahaan. Sistem informasi sumberdaya manusia mendukung aktivitas seperti mengenali karyawan potensial.

    3. Mengevaluasi peran yang dimainkan oleh sistem yang melayani berbagai

    tingkat manajemen bisnis dan hubungannya satu sama lain.

    Ada empat jenis utama sistem informasi dalam organisasi kontemporer yang

    melayani manajemen operasi, menegah, dan senior. Sistem yang melayani

    manajemen operasi antara lain sistem pemrosesan transaksi (TPS), seperti

    sistem pengajian dan pemesanan, yang melacak aliran transaksi rutin harian

    yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Sistem Informasi Manajemen dan

    Sistem Pendukung Keputusan memberikan laporan dan akses ke kinerja

    perusahaan saat inidan catatan histori pada perusahaan. Kebanyakan laporan

    SIM memadatkan informasi dari TPS dan tidak benar-benar bersifat analistis.

    DDS mendukung keputusan manajemen ketika keputusan ini unit, berubah

    dengan cepat, dan tidak dapat dispesifikasikan dengan mudah sebelumnya.

    DDS memiliki model analisis data yang lebih maju dari pada SIM dan sering

    kali menggunakan informasi dari sumber eksternal dan internal. ESS

    memndukung manajmen senior dengan memberikan data kepentingan terbesar

    pada pembuat keputusan manajemen senior, seringkali dalam bentuk grafik

    maupun diagram yang dikirim melalui portal. ESS memiliki kemampuan

    analisis yang terbatas namun dapat menggunakan peranti lunak grafik canggih

    dan berbagai sumber informasi eksternal dan internal.

    Sistem Informasi Manajemen (SIM)
    Sistem Informasi
    Manajemen
    (SIM)
    dengan cepat, dan tidak dapat dispesifikasikan dengan mudah sebelumnya. DDS memiliki model analisis data yang lebih
    Sistem Pendukung Eksekutif (ESS) Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
    Sistem
    Pendukung
    Eksekutif (ESS)
    Sistem
    Pendukung
    Keputusan (DSS)
    Sistem Pemrosesan Transaksi (TPS)
    Sistem
    Pemrosesan
    Transaksi (TPS)
    dengan cepat, dan tidak dapat dispesifikasikan dengan mudah sebelumnya. DDS memiliki model analisis data yang lebih

    Gambar : Hubungan Antar Sistem

    4. Menjelaskan bagaimana aplikasi perusahaan dan intranet

    mempromosikan integrasi proses bisnis dan menigkatkan kinerja

    organisasional.

    Aplikasi perusahaan, seperti sistem perusahaan, sistem manajemen rantai

    pasokan, sistem manajemen hubungan pelanggan, dan sistem manajemen

    pengetahuan, didesain untuk menunjangkoordinasi dan integrasi proses

    keseluruhan organisasi sehingga organisasi dapat beroperasi secara efisien.

    Aplikasi ini mencakup berbagai fungsi dan proses bisnis dan bisa terkait

    dengan proses bisnis organisasi lain. Sistem perusahaan mengintegrasikan

    proses bisnis internal perusahaan ke dalam sebuah sistem peranti lunak seingga

    informasi bisa mengalir di sepanjang organisasi, meningkatkan koordinasi,

    efisiensi, dan pembuatan keputusan. Sistem manajemen rantai pemasok

    membantu perusahaan mengelola hubungannya dengan pemasok untuk

    mengoptimalkan perencanaan, pengadaan, produksi, dan pengiriman barang

    dan jasa. Manajemen hubungan pelanggan menggunakan sistem informasi

    untuk menggordinasikan semua proses bisnis di sekitar interaksi perusahaan

    dengan pelanggannya untuk menoptimalkan pendapatan perusahaan dan

    kepuasan pelanggan. Sistem manajemn pengetahuan membuat perusahaan

    dapat mengoptimalkan pencipta, pembagian, dan distribusi pengetauan untuk

    meningkatkan prose bisnis keputusan manajmen.

    • 5. Menilai peran fungsi sistem informasi pada bisnis. Departemen sistem informasi adalah unit organisasi formal yang bertanggung

    jawab atas layanan teknologi informasi. Departemen bertanggung jawab

    memelihara peranti keras, peranti lunak, penyimpanan data, dan jaringan yang

    mencakup infastruktur IT perusahaan. Sistem informasi terdiri atas spesialisasi,

    seperti

    prgramer,

    analisi

    sistem,

    pemimpin

    proyek,

    manajemen

    sistem

    informasi.

    Bab 3. Sistem Informasi, Organisasi dan Strategi Bisnis

    • 1. Menjelaskan dan mengambarkan fitur penting dari organisasi yang perlu diketahui oleh manajemen gara dapat berhasil membangun dan menggunakan sistem informasi.

    Manajer perlu memamhami ciri-ciri penting tertentu organisasi agar berhasil

    membangun dan menggunakan sistem informasi. Semua organisasi bersifat

    hierarkis, terspesialisasi, dan impasial, menggunakan rutinitas ekspilit untuk

    memaksimalkan efisiensi. Semua organisasi memiliki budaya dan politiknya

    sendiri yang muncul dari perbedaan dalam kelompok kepentingan, dan mereka

    dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Organisasi berbeda dalam hal tujuan,

    kelompok yang dilayani, peran sosial, gaya kepemimpinan, insentif, jenis tugas

    yang dilakukan, dan jenis strukturnya. Ciri-ciri ini membantu menjelaskan

    perbedaan dalam penggunaan sistem informasi oleh organisasi.

    • 2. Bagaimana sistem informasi mempengaruhi organisasi. Sistem informasi dan organisasi dimana keduanya digunakan untuk saling berinteraksi dan mempengaruhi. Perkenalan pada sistem informasi yang baru akan memengaruhi struktur organisasi, tujuan, rencana kerja, nilai, persaingan antara kelompok kepentingan , pembuatan keputusan, dan perilaku dari hari ke

    hari. Pada saat yang sama, sistem informasi harus dirancang untuk melayani

    kebutuhan kelompok organisasi yang penting dan akan dibentuk oleh struktur,

    tugas, tujuan, budaya, politik, dan manajemen organisasi. IT dapat mengurangi

    biaya transaksi dan keagenan, dan perubahan itu telah ditekankan dalam

    organisasi dengan menggunakn internet.

    Sistem informasi juga terhubung dengan struktur, budaya, proses bisnis

    organisasi. Sistem baru mengacaukan pola kerja dan hubungan kekuatan yang

    telah mapan, sehingga sering ada keengganan yang cukup besar dari organisasi

    ketika sistem tersebut diperkenalkan. Hubungan yang rumit antara sistem

    informasi, kinerja organisasi, dan pembuatan keputusan harus dikelolah

    dengan cermat.

    • 3. Menunjukkan bagaimana model daya kompetitif porter membantu bisnis menggunakan sistem informasi untuk keunggulan kompetitif. Dalam model daya kompetitif porter, posisi strategi perusahaan dan strateginya ditentukan oleh kompetisi dengan pesaing tradisional langsungnya teapi juga dipengaruhi oleh pemain pasar baru, barang dan jasa pengganti, pemasok, dan pelanggan. Sitem informasi membantu perusaha bersaing dengan mempertahankan harga yang rendah, membedakan barang dan jasa, fokus pada peluang pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan dan pemasok, meningkatkan batasan entri pasar dengan tingkat operasional yang sangat baik.

    Model rantai nilai menyoroti kegiatan tertentu dalam bisnis di mana strategi

    kompetitif dan sistem informasi memiliki pengaruh yang kuat. Model ini

    memandang perusahaan sebagai serangkaian aktivitas utama dan pendukung

    yang menambahkan nilai pada barang dan jasa perusahaan. Aktivitas utama

    terkait secara langsung dengan produksi dan distribusi, sementara aktivitas

    pendukung memungkinkan pengiriman aktivitas utama. Tantai nilai

    perusahaan terhubung ke rantai nilai pemasok, distributor, dan pelanggannya.

    Jaring nilai terdiri atas sistem informasi yang meningkatkan kompetisi pada

    tingkat industri dengan mempromosikan penggunaan standar dan konsorsium

    industri, dan dengan membuat bisnis dapat bekerja lebih efisien dengan mitra

    nilainya.

    4. Menunjukkan bagaimana sistem informasi membantu bisnis

    menggunakan sinergi, kompetensi inti, dan strategi berdasarkan jaringan

    untuk mencapai keunggulan kompetitif.

    Perusahaan terdiri atas banyak unti bisnis, sistem informasi mampu

    menciptakan efisiensi atau peningkatan layanan dengan menyatukan operasi

    unit-unit bisnis yang berneda. Sistem informasi membantu bisnis mengangkat

    kompetensi intinya dengan mempromosikan pembagian pengetahuan di

    sepanjang unit bisnis. Sistem informasi memfasilitasi model bisnis

    berdasarkan jaringan pengguna atau pelanggan yang besar yang memanfaatkan

    ekonomi jaringan. Strategi perusahaan virtual menggunakan jaringan untuk

    terhubung ke perusahaan lain sehingga perusahaan dapat menggunakan

    kemampuan perusahaan lain untuk membangun, memasarkan, dan

    mendistribusikan barang dan jasa. Dalam bisnis, banyak industri bekerja

    bersama untuk memberikan nilai ke pelanggan. Sistem informasi mendukung

    jaringan yang interaksi yang padat di antara perusahaan yang berpartisipasi.

    • 5. Menilai tantangan yang diciptakan oleh sistem informasi strategis dan solusi manajemen. Mengimplementasikan sistem strategi sering memerlukan perubahan besar organisasi dan transisi dari satu tingkat sosioteknis ke tingkat sosioteknis lainnya. Perubahan semacam itu disebut transisi strategi dan sering sulit dan menyakitkan untuk diraih. Lebih lagi, tidak semua sistem strategi itu menguntungkan, dan bisa menjadi sangat mahal untuk dibangun. Banyak sistem informasi strategi yang dengan mudah ditiru perusahaan lain sehingga keunggulan strategi tidak selalu dapat dipertahankan.

    Bab 4. Isu Sosial dan Etika dalam Sistem Informasi

    • 1. Memahami isu etika dan sosial yang terkait dengan sistem informasi. Etika merupakan pada sebuah prinsip benar dan salah yang digunakan sesorang, yang bertindak sebagai pelaku moral yang bebas, untuk membuat keputusan untuk mengarah perilakunya. Sistem informasi menimbulkan pertanyaan etika yang baru baik untuk individu maupun masyarakat karena sistem informasi menciptakan kesempatan untuk perubahan sosial yang besar.

    Teknologi informasi membawa banyak perubahan yang menciptakan isu-isu

    etika yang baru untuk diperdebatkan dan diselesaikan masyarakat.

    Memingkatkan daya komputasi, kapasitas penyimpanan, dan kemampuan

    jaringan termasuk internet, dapat memperluas jangkauan dan tindakan

    tindakan individu dan organisasi dan memperbesar pengaruh dari suatu

    tindakan. Kemudahan dan kerahasiaan dalam mengomunikasikan,

    menggandakan dan memanipulasi informasi dalam lingkungan online

    menimbulkan tantangan-tantangan terhadap aturan tradisional mengenai

    perilaku yang benar dan salah. Isu etika mengonfrontasi individu yang harus

    memilih sebuah tindkan, sering kali dalam situasi di mana dua prinsip etika

    atau lebih sedang konflik. Isu sosial berasal dari isu etika siiring mesyaratkan

    mengembangkan harapan pada diri seseorang mengenai tindakan yang benar.

    Isu politik berasal dari konflik sosial dan kebanyakan berkaitan dengan

    penggunaan undang-undang yang memberikan panduan dalam berperilaku

    untuk menciptakan situasi di mana setiap orang dapat bertindak dengan rapat.

    2. Mengidentifikasi dimensi moral dari suatu masyarakat informasi dan

    prinsip tertentu mengenai prilaku yang dapat digunakan untuk memandu

    pengambilan keputusan yang beretika.

    Dimensi moral dari sistem informasi merupakan berpusat di sekitar hak dan

    kewajiban informasi, hak kekayaan dan kewajiban, akuntabilitas dan

    pengendalian, kualitas sistem, dan kualitas hidup. Terdapat enam prinsip etika

    yang dapat digunakan untuk memutuskan sebuah tindakan. Masing-masing

    prinsip ini berasal dari beberapa budaya, agama, dan tradisi intelektual dan

    termasuk aturan emas, imperatif kategori immanuel kant, aturan perubahan

    descartes, prinsip utilitarian, prinsip menghindari resiko, dan aturan etika

    “tidak ada makanan siang gratis”. Prinsip ini harus digunakan bersama dengan

    sebuah analisis etika sebagai pedoman dalam membuat keputusan. Analisis

    etika melibatkan identifikasi semua fakta, nilai, pihak yang berkepentingan,

    pilihan, dan konsekuensi dari sebuah tindakan. Setelah selesai, anda dapat

    mempertimbangkan prinsip etika mana yang akan digunakan dalam sebuah

    situasi untuk mendapatkan sebuah keputusan.

    3. Evaluasi dampak sistem informasi kontemporer dan internet terhadap

    perlindungan privasi dan kekayaan intelektual program.

    Teknologi sistem informasi kontemporer, termasuk teknologi internet,

    memberikan tantangan bagi aturan-aturan tradisional dalam melindungi privasi

    individu dan kekayaan intelektual. Penyimpanan data dan teknologi analisis

    data memungkinkan perusahaan dengan mudah mendapatkan data pribadi

    tentang orang-orang dari banyak sumber dan menganalisis data ini untuk

    menghasilkan profil elektronik yang terperinci mengenai ornag-orang dan

    perilaku mereka. Data yang mengalir di internet dapat diawasi dari berbagai

    titik. Seluruh aktivitas pengunjung di web dapat dengan mudah dilacak

    menggunan perangkat pemantau web lainnya. Tidak semua situs web

    memiliki kebijakan perlindungan privasi yang kuat, dan situs-situs web ini

    tidak selalu meminta izin sepengetahuan atas penggunaan informasi pribadi

    orang-orang yang mengunjunginya.

    4. Bagaimana menilai sistem informasi yang dapat mempengaruhi

    kehidupan sehari-hari.

    Meskinpun sistem komputer telah menjadi sumber dari efisiensi dan kekayaan,

    sistem komputer memiliki beberapa pengaruh negatif. Kesalahan dalam

    sebagian besar sistem komputer sangat tidak mungkin diperbaiki total.

    Kesalahan komputer dapat menyebabkan masalah yang serius bagi perorangan

    dan organisasi, dan undang-undang serta praktik sosial yang ada sering kali

    tidak mampu menuntut liabilitas dan akuntabilitas atas masalah-masalah ini.

    Pekerja jugadapat hilang ketika komputer menggantikan pekerja karyawan

    menjadi tidak diperlukan lagi setelah proses bisnisnya direkayasa ulang.

    Meluasnya penggunaan komputer meningkatkan kemungkinan terjadinya

    kejahatan dan penyalahgunaan komputer. Komputer juga dapat menimbulkan

    masalah kesehatan, seperti sindrom penglihatan komputer dan cedera stres

    berulang.

    Bab 5. Infrastruktur Teknologi Informasi

    1.

    Infrastruktur IT.

    Infrastruktur teknologi informasi (TI) didefinisikan sebagai sumber daya

    teknologi bersama yang menyediakan platform untuk aplikasi sistem informasi

    perusahaan yang terperinci.Infrastruktur TI meliputi investasi dalam peranti

    keras,peranti lunak,dan layanan-seperti konsultasi ,pendidikan dan pelatihan

    yang tersebar di seluruh unit bisnis dalam perusahaan. Infrastruktur

    perusahaan merupakan dasar untuk melayani para pelanggan,bekerja dengan

    vendor, dan mengatur proses bisnis internal perusahaan.

    • 2. Mendefinisikan Ifrastruktur TI. Infrastruktur TI terdiri atas sekumpulan perangkat dan aplikasi peranti lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu perusahaan besar secara keseluruhan. Namun infrastruktur TI juga merupakan sekumpulan layanan firmwide (mencakup seluruh perusahaan) yang dianggarkan oleh pihak manajemen dan terdiri atas kapabilitas manusia dan terdiri atas kapasitas manusia dan kapasitas teknik.Yang termasuk layanan tersebut adalah:

      • a. Platform komputasi digunakan untuk menyediakan layanan komputasi yang menghubungkan karyawan, pelanggan, dan pemasok dalam lingkungan digital yang konsisten.

      • b. Layanan telekomunikasi yang menyediakan data,suara,dan konektivitas video kepada karyawan,pelanggan,dan pemasok.

    • c. Layanan pengaturan data yang menyimpan dan mengelola data perusahaan dan menyediakan kemampuan untuk menganalisis data

    3. Menjelaskan pergerakan-pergerakan teknologi dari evolusi infrastruktur

    TI.

    Infrastruktur TI di dalam organisasi saat ini merupakan hasil dari evolusi

    selama lebih dari 50 tahun di dalam platform komputasi. Lima era tersebut

    adalah mesin akuntasi elektronik, mainframe umum dan komputasi

    minicomputer, PC, jaringan klien/server, dan komputasi perusahaan dan

    internet.

    Hukum Moore dan Daya pemrosesan Mikro, Hukum moore menjelaskan

    peningkatan eksponensial dalam daya pemrosesan dan penurunan eksponensial

    dalam biaya teknologi computer, melipat gandakan daya prosesor setiap 18

    bulan sekali, dan menurunkan harga komputasi setengahnya.

    Hukum penyimpangan Digital Besar Hukum digital penyimpangan digital

    menjelaskan penurunan eksponensial dalam biaya penyimpanan data,yang

    bunyinya: Jumlah kilobyte data yang dapat disimpan dalam media magnetic

    dengan biaya $1 menjadi dua kali lipat setiap 15 bulan.

    Hukum Metcarlfe dan Ekonomi Jaringan, Menjelaskan semakin banyaknya

    penggunaan computer dengan menunjukkan bahwa nilai sebuah jaringan bagi

    anggota jaringan tersebut meningkat secara eksponensial sering anggota

    jaringan tersebut semakin banyak lagi.

    4.

    Komponen Infrastruktur

    Tujuh komponen infrastruktur :

    • 1. Platform peranti keras computer

    • 2. Platform peranti lunak computer

    • 3. Aplikasi peranti linak perusahaan

    • 4. Manajemen dan penyimpanan data

    • 5. Platform jaringan/telekomunikasi

    • 6. Platform internet

    • 7. Layanan dan konsultasi integrasi sistem

    • 5. Mengevaluasi tantangan dari pengelolaan infrastruktur TI dan solusi manajemen. Tantangan-tantangan infrastruktur yang utama meliputi menghadapi perubahan infastruktur, menyepakati manajemen dan tatakelolah infrastruktur, dan melakukan investasi dalam infrastruktur secara bijak. Petunjuk solusinya meliputi menggunakan model kekuatan kompetitif untuk menentukan berapa banyak pengeluaran untuk infrastruktur TI dan dimana seharusnya invenstasi strategi dalam infrastruktur dilakukan, dan menghitung biaya kepemilikan total aset teknologi informasi. Biaya total dari kepemilikan sumber daya teknologi tidak hanya sekedar biaya peranti keras dan peranti lunak saja, tetapi juga biaya upgrade, pemeliharaan, bantuan teknis, serta pelatihan peranti keras dan peranti lunak.

    Bab 6.

    Dasar-dasar Intelegensi Bisnis : Basis Data dan Manajemen

    Bab 6. Dasar-dasar Intelegensi Bisnis : Basis Data dan Manajemen

    Informasi

    • 1. Mengorganisasikan data dalam lingkungan file tradisional. Sebuah system informasi yang efektif menyediakan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan bagi para penggunanya. Informasi yang akurat tiddak memiliki kesalahan. Informasi yang tepat waktu dapat dipakai oleh pembuat keputusan ketika dibutuhkan. Informasi yang relevan artinya informasi itu sangat berguna dan tepat untuk jenis pekerjaan dan keputusan yang membutukannya. Sistem computer menggorganisasikan data kedalam sebuah hierarki yang dimulai dengan bit dan byte, menuju field, record, dan basis data(database) . Sekumpulan data yang disusun melauli field dan kemudian dikelompokan menjadi jenis yang sama dan menjadi sebuah file. Dari file ini kemudian terbentuk sebuah database(basis data). Tehnik manajemen tradisional ini membuat organisasi sulit melacak setiap bagian data yang digunakan secara sistematis dan mengatur data ini sehingga dapat diakses dengan mudah. Berbagai area dan kelompok fungsional yan berbeda didizinkan untuk mengembangkan file sendiri. Seiring dengan waktu, lingkungan file tradisional ini menimbulkan masalah , seperti redundansi data dan inkonsistensi data, ketergantungan data-program. Tidak flexible, burknya kemanan , serta kurangnya pembagian dan ketersediaan data.

    2. Prinsip-prinsip system manjemen basis data dan fitur basis data

    relasional Databased management system (DBMS) terdiri dari piranti lunak

    yang memungkinkan dilakukanya pemusatan data dan manajemen data

    sehingga kegiatan bisnis mempunyai sumber yang konsisten untuk semua data

    yang dibutuhkan. Sebuah basis data melayani banyak aplikasi sekaligus. Fitur

    yang paling penting dari DBMS adalah kemampuannyamemisahkan tampilan

    data secara logis dan fisik. Pengguna bekerja denga tampilan logis . DBMS

    mencari informasi sehingga pengguna tidak perlu memikirkan lokasi fisiknya .

    Basis data relasional adalah metode utama untuk mengorganisasikan dan

    memelihara data dalam system informasi saat ini, basis data relasional

    menyusun data kedalam table dua dimensi dengan baris dan kolom yang

    disebut relasi. Setiap table berisi data tentang entitas dan atributnya. Setiap

    table juga berisi field kunci untuk mengidentifikasikan secar unik setiap record

    untuk pencarian dan manipulasi .

    3. Menerapkan prinsip-prinsip yang penting dalam perancangan basis data

    Mendesain basis data membutuhkan rancangan logis dan rancangan fisik.

    Rancangan logis memodelkan basis data dari setiap perspektif bisnis. Model

    data organisasi sehariusnyaa menggambarkan proses-proses bisnis dan

    kebutukan pengambilan keputusan yang penting. Proses pembuatan data yang

    penting . proses pembuatan data yang penting , stabil, flexible dan adabtif dari

    sekelompok data yang rumit ketika merancang basis data tang relasional

    disebut normalisasi . basis data relasional yang dirancang dengan baik tidak

    akan mempunyai hubungan yang banyak. Dan semua atribut untuk entitas

    tertentu hanya akan digunakan pada entitas itu. Diagram relasi entitas

    menggambarkan secara grafis hubungan antarentitas dalam basis data

    relasional . rancangan basis data juga memperhatikan apakah sebuah basis data

    atau sebagian dari basis data dapat didistribusikan kepada lebih dari satu lokasi

    untuk meningkatkan respons dan memperkecil kerentanan dan mengurangi

    biaya. Terdapat dua jenis utama dari basis data terdistribusi : basis data yang

    tereplikasi dan basis data yang terpartisi.

    • 4. Mengevaluasi berbagai perangkat dan tehknologi penyediaan informasi dari basis data untuk meningkatkankinerja bisnis dan pengambilan keputusan. Berbagai alat yang tangguh tersedia untuk menganalisa dan mengakses informasi didalam basis data. Gudang data mengambungkan data saat ini dengan data yang terdahulu dari beerbagai system operasionalyang berbeda dalam sebuah basis data pusat yang dirancang untuk pelaporan dan analisis. Gudang data medukung analisis data multidimensi, juga dikenal sebagai pemrosesan analitis online (online analytical processing

    ___

    OLAP).

    OLAP mereprentasikan hubungan diantara data seperti struktur multidimensi ,

    yang dapat dilihat sebagai kubus data dan kubus didalam kubus data, sehingga

    analisis data yang sangat rumit dapat dilakukan. Penggalian data menganalisis

    kelompok data yang lebih besar, termasu isi dari gudang data, untuk mencari

    pola dan aturan yang dapat digunakan untuk mempredidksi perilaku dimasa

    yang akan datang atau masa depan dan memandu proses pengambilan

    keputusan . basis data pada umumnya dapat dihubungkan lewat middleware

    ke web atau antarmukaweb untuk memfalisitasi akses pengguna ke data

    internal perusahaan.

    • 5. Menilai peran kebijakan informasi, administrasi data, dan penjaminan kualitas data dalam manajemen sumber daya data organisasional. Mengembangkan lingkungan basis data membutuhkan kebijakan da prosedur untuk mengelola data organisasi dan juga model data dan tekhnologi basis data yang baik. Kebijakan informasi yang formal mengelola pemeliharaan, distribusi dan pengguna informasi disalam organisasi . dalam perusahaan besar , administrasi data formal bertanggung jawab atas kebijakan informasi , dan juga perencanaan data , pengembanga kamus data , dan pemantauan penggunaan data dalam perusahaan. Data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak konsisten menimbulkan masalah operasional dan keuangan yang serius untuk bisnis karena dapat menciptakan ketidaktepatan dalam harga produk , rekening pelanggan, dan data persediaan, yang dapat berlanjut pada diambilnya keputusa yang salah dalam bertindak . perusahaan harus mengambil langkah khusus untuk menjamin tingginya kualitas data yang dimilikinya. Hal ini meliputi penggunaan standar data secara keseluruhan

    perusahaan, basis data yang dirancang untuk meminimalisasikan inkonsistensi

    dan redundansi data, audit kualitas data , dan piranti lunak pembersih data.

    Bab 7. Telekomunikasi, Internet, dan Teknologi Nirkabel

    1. Fitur-fitur jaringan telelkomunikasi dan mengidentifikasi teknologi

    utama dalam pembuatan jaringan

    Komponen-komponen dasar dari jaringan adalah computer , penghubung

    jaringan, medium koneksi , piranti lunak system operasi jaringan, dan hub atau

    switch. Infrastruktur jaringan untuk perusahaan besar bergantung pada

    infrastruktur public dan swasta untuk mendukung pergerakan informasi

    melalui bermacam-macam platform tehnologi.seperti teelepon tradisional ,

    komunikasi selular mobile, LAN nirkabel, system konferensi video, dan situs

    WEB perusahaan , intranet, extranet, susunan LAN dan WAN, termasuk

    internet, kumpulan jaringan ini berkembang dari dua jaringan yang berbeda

    yaitu; jaringan telepon dan jaringan computer.

    • 2. Mengevaluasi media transmisi, jenis jaringan , dan layanan jaringan yang bersifat alternative. Terdapat beberapa jenis jaringan dan layanan jaringan yang tersedia bagi organisasi . pilihan dan bentuk jaringan sebaiknya didasarkan pada kebutuhan informasi dari organisasi dan jarak yang dibutuhkan untuk transmisi. Local area network (LAN) manghubungkan PC dan perangkat digital lainnya.komponen

    jaringan dapat terhubung bersama menggunakan topologi bintang , bus, cincin.

    Wide area network (WAN) menjangkau jaraj geografis yang luas, berkisar dari

    beberapa mi hingga antar benua, dan merupakan jaringan swasta yang diatur

    secara independent. Metropolitan area network (MAN) menjangkau daerah

    perkotaan , sementara campus area network (CAN) menjengkau satu banguna

    kampus atau daerah militer. Sejumlah layanan jaringan tersedia bagi organisasi

    yang membutuhkan transmisi dengan bandwidth yang tinggi. Frame relay

    adalah layanan jaringan yang terbagi dengan kecepatan transmisi dan

    mengandalkan sirkuit digital yang memebuthkan pemeriksaan kesalahan yang

    lebih sedikit. asynchronous transfer mode (ATM) menyediakan kecepatan

    trasmisi 1,5 Mbps hingga lebih dari 9 Gbps , dan mengelompokkan data.

    Tehnologi nirkabel meningkatkan prudiktifitas dan hasil kerja dengan

    menyediakan komunikasi dan akses ke informasi kapanpun dan dimanapun

    termasuk ke sumber-sumber informasi yang ada di internet. Komunikasi

    nirkabel memebuat perusahaan lebih mudah berhubungan dengan pelanggan,

    pemasok, dan keryawan serta memberikan pengaturan yang lebih flexible dan

    mengorganisasikan jalannya roda perusahaan.

    3. Menunjukkan bagaimana internet dan teknologi bekerja dan bagaimana

    keduanya menunjang komunikasi dan e-business.

    Internet adalah jaringan dunia dari janringan-janringan yang menggunakan

    model klien/server untuk komputasi dan model referensi jaringan TCP/IP.

    Semua komputer di internet diberikan alamat IP numerik yang unik. Domain

    Name System (DNS) mengubah alamat IP pada nama domain sehingga

    pengguna hanya perlu menyatakan nama domain untuk mengakses suatu

    komputer di internet alih-laih mengetik alamat IP numeriknya.

    Internet backbone terhubung ke jaringan regional, yang pada gilirannya

    menyediakan akses ke penyedia layanan Internet, perusahaan besar, dan

    lembaga pemerintah. Network access points (NAPs) and metropolitan area

    exchanges (MAEs) adalah hub di mana tulang punggung memotong jaringan

    regional dan lokal dan di mana pemilik backbone terhubung dengan satu sama

    lain. Maes juga disebut sebagai Internet Exchange Points.

    Kebijakan Internet dibentuk oleh beberapa organisasi dan badan-badan

    pemerintah, termasuk Internet Architecture Board (IAB), Internet untuk

    Corporation Ditugaskan Nama dan Nomor (ICANN), Jaringan Internet

    Information Center (InterNIC), Internet Engineering Task Force (IETF),

    Internet Society (ISOC), dan World Wide Web Consortium (W3C). Badan-

    badan ini mempengaruhi instansi pemerintah, pemilik jaringan utama dan ISP.

    Setiap orang yang menggunakan Internet membayar beberapa biaya

    tersembunyi atau tidak-untuk menjaga jaringan. Sebagai contoh, setiap

    organisasi dan perusahaan bisnis membayar untuk jaringan sendiri dan layanan

    Internet lokal sendiri sambungan, bagian dari yang dibayarkan kepada pemilik

    jarak jauh trunk line.

    Groupware berbasis internet dan peranti lunak konferensi elektronik

    menyediakan berbagai perangkat untuk mendukung komunikasi dan kolaborasi

    ketika orang-orang bekerja sama dalam kelompok atau tim kerja, biasanya

    dilokasi-lokasi yang berbeda. Perusahaan juga mulai merealisasikan

    penghematan menggunakan Internet telephony, yaitu penggunaan teknologi

    Internet untuk transmisi suara telepon. Teknologi Internet dapat juga

    mengurangi biaya komunikasi dengan memungkinkan perusahaan menciptakan

    virtual private network (VPN) sebagai alternatif berbiaya renda dari WAN

    swasta.

    • 4. Revolusi Nirkabel Teknologi nirkabel menigkatkan produktivitas dan hasil kerja dengan menyediakan komunikasi dan akses ke informasi kapa pun dan dimana pun, termasuk ke sumber sumber informasi di internet. Komunikasi nirkabel membuat perusahaan lebih muda berhubungan dengan pelanggan, pemasok, dan karyawan serta memberikan pengaturan yang lebih fleksibel dalam mengorganisasikan pekerjaan. Teknologi nirkabel mobile memfasilitasi manajmen rantai pemasok dengan mencatat data pergerakan barang sebagaimana peristiwa ini terjadi dan dengan

    memberikan informasi yang terperinci dan segera seiring barang berpindah di

    sepanjang rantai pasokan. Sistem radio freguency identification (RFID)

    memberikan teknologi yang hebat untuk mencapai tujuan ini. Sistem ini

    menggunakan label kecil yang memiliki mikrochip bawaan yang mengandung

    data tentang suatu barang dan lokasinya. Label ini mentransmisikan sinyal

    radio melalui jarak pendek ke unit pembaca RFID yang khusus. Pembaca

    RIFD ini kemudian meneruskan data melalui jaringan ke komputer untuk di

    proses.

    Jaringan sensor nirkabel (WSNs) adalah jaringan dari ratusan atau ribuan

    perangkat nirkabel saling berhubungan, atau node, yang tertanam ke dalam

    lingkungan fisik untuk menyediakan pengukuran banyak titik di ruang besar.

    Mereka didasarkan pada perangkat dengan built-dalam pengolahan,

    penyimpanan, dan sensor frekuensi radio dan antena. Kedua perangkat tersebut

    terhubung ke jaringan interkoneksi dimana data yang diarahkan mulus antara

    semua node dan diteruskan ke komputer untuk analisis. Jaringan sensor

    nirkabel yang berharga dalam bidang-bidang seperti pemantauan perubahan

    lingkungan, pemantauan kegiatan lalu lintas atau militer, melindungi properti,

    efisien operasi dan mengelola mesin dan kendaraan, menetapkan batas-batas

    keamanan, pemantauan manajemen rantai pasokan, atau mendeteksi kimia,

    biologi, atau bahan radiologi.

    Bab 8. Melindungi Sistem Informasi

    • 1. Kerentanan dan Penyalahgunaan sistem. Ketika sejumlah data penting dalam bentuk elektronik, maka data tersebut rentan terhadap berbagai jenis ancaman, daripada data yang tersimpan secara manual.Ancaman-ancaman tersebut bisa saja berasal dari faktor teknis, organisasi, dan lingkungan yang diperparah oleh akibat keputusan manajemen yang buruk.Bagi perusahaan atau individu di dalam menyimpan data-data penting yang menyangkut privasi atau kerahasiaan perusahaan, apalagi perusahaan yang menggunakan web, sangat rentan terhadap penyalahgunaan, karena pada dasarnya web mempunyai akses yang sangat luas dan dapat diakses oleh semua orang, membuat sistem perusahaan dengan mudah mendapat serangan yang pada umumnya berasal dari pihak luar, seperti hacker. seorang hacker adalah seseorang yang ingin mendapatkan akses secara tidak sah dari suatu sistem komputer, dan biasanya hacker ini memiliki maksud kriminal dengan tujuan tertentu, seperti karena tujuan keuntungan , kejahatan atau kesenangan pribadi. Aktivitas hacker tidak hanya terbatas menyusup ke dalam sistem, tetapi juga mencuri barang dan informasi dalam dan bisa merusak sistem melalui serangan, diantaranya serangan DoS (Distributed Denial-of-Service),yaitu jaringan serangan penolakan layanan terdistribusi yang menggunakan ribuan komputer untuk membanjiri jaringan sasaran. DoS seringkali membuat situs mati dan tidak dapat diakses oleh pengguna yang

    sah.Bagi perusahaan dengan jaringan Wi-Fi, tidak menjamin terlepas dari para

    penyusup yang dengan mudah menggunakan program-program sniffer dan

    spoofing untuk mendapatkan alamat untuk mengakses tanpa izin, yang

    memungkinkan hacker mampu mencuri informasi berharga dari jaringan

    manapun, termasuk pesan e-mail, file serta laporan penting perusahaan.

    Kerusakan sistem informasi juga bisa terjadi karena adanya peranti lunak yang

    berbahaya, seperti virus komputer yang menempelkan diri ke program lainnya

    tanpa sepengetahuan dan seizin pengguna. Ancaman lainnya yatu worn (cacing)

    yang mengakibatkan kehancuran data dan program serta bisa menghentikan

    kerja jaringan komputer. Trojan Horse adalah program peranti lunak yang

    dianggap tidak terlalu berbahaya, tetapi bisa menjadi jalan bagi virus lainnya

    untuk masuk ke dalam sistem komputer, dan spyware adalah peranti lunak

    berbahaya yang memasang diri secara sembunyi-sembunyi di komputer untuk

    memantau kegiatan penelusuran web oleh pengguna komputer.

    Kejahatan dalam sistem informasi juga meliputi pencurian identitas, seperti

    yang dilakukan oleh pelaku phishing, yang membuat situs palsu atau mengirim

    pesan e-mail yang mirip dengan pesan yang berasal dari perusahaan yang sah.

    Dengan maksud untuk meminta pengguna mengisi data pribadi mereka yang

    sangat rahasia, seperti no rekening pribadi pengguna.

    Selain itu, pengguna akhir dalam sistem informasi juga dapat melakukan

    kesalahan. Kita cenderung berpikir bahwa ancaman keamanan data dalam

    perusahaan hanyan berasal dari luar, tetapim pada kenyataannya, ada pihak

    internal perusahaan yang bisa mengancam keamanan, yaitu karyawan, mereka

    pada umumnya mempunyai akses informasi yang istimewa, karena kesalahan

    memasukkan data dan prosedur keamanan internal yang buruk dalam

    perusahaan, mereka dapat menjelajahi sistem perusahaan tanpa meninggalkan

    jejak.

    • 2. Nilai Bisnis dari Pengamanan dan Pengendalian. Kebanyakan perusahaan memiliki aset informasi yang sangat penting untuk dilindungi, seperti informasi aset keuangan atau mengenai rahasia perdagangan, dan keengganan perusahaan menghabiskan anggarannya untuk keamanan, karena dinilai tidak secara langsung berhubungan dengan pendapatan penjualan. Padahal keamanan sebuah perusahaan bisa terancam dan perusahaan bisa menderita kerugiaan yang lebih besar dari yang diperkirakan. Perusahaan harus melindungi tidak hanya aset informasinya sendiri, tetapi juga milik pelanggan, karyawan dan mitra bisnisnya. Kegagalan dalam melakukan hal ini akan membuat perusahaan tersebut dapat dituntut dalam proses pengadilan, karena mengekpos data atau melakukan pencurian data. Undang- undang baru seperti HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act), undang-undang-Gramm- Leach-Bliley (undang-undang Modernisasi Jasa Keuangan), undang-undang Sarbanes-Oxley (undang-undang Reformasi Akuntansi Perusahaan Publik dan Perlindungan Terhadap Investor),

    mengharuskan perusahaan untuk mempraktikkan manajemen catatan elektronik

    yang ketat dan mematuhi standar-standar yang tegas dalam hal pengamanan,

    privasi dan kontrol. Tindakan hukum yang membutuhkan bukti-bukti elektronik

    dan ilmu forensik komputer juga mengharuskan perusahaan memberikan

    perhatiaan lebih pada masalah pengamanan manajeman catatan elektronik.

    3. Merancang Kerangka Kerja Organisasional dalam Pengamanan dan

    Pengendaliaan.

    Teknologi bukan hal utama yang harus mendapatkan perhatiaan khusus dalam

    pengamanan dan pengendalian, tetapi apabila tidak adanya kebijakan

    manajemen yang cerdas, bakan teknologi yang secanggih apapun juga akan

    dikalahkan dengan mudah. Adanya kebijakan manajemen yang cerdas dengan

    menetapkan suatu kerangka pengorganisasian dan pengelolaan dalam

    pengamanan dan pengendalian untuk menggunakan teknologi dengan efektif

    untuk melindungi sumber informasi perusahaan. Dalam menentukan kebijakan

    dalam hal pengamanan, perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui aset-aset

    mana saja yang membutuhkan perlindungan data dan sejauh mana akses-akses

    tersebut terancam.

    Penilaian resiko membantu menjawab pertanyaan tersebut da menentukan

    perangkat pengendalian mana yang paling efektif dari segi biaya untuk

    melindungi aset perusahaan. Setelah berhasil mengidentifikasi resiko utama

    bagi sistem dalam perusahaan. Selanjutnya perlu membangun dan

    mengembangkan kebijakan keamanan dengan merencanakan keberlangsungan

    bisnis pada saat terjadi bencana atau kekacauan untuk melindungi aset

    perusahaan, yang terdiri dari kebijakan penggunaan yang diterima, yaitu

    penggunaan sumber-sumber informasi perusahaan dan perangkat komputasi

    yang diizinkan, kebijakan otorisasi, yang menentukan tingkat akses yang

    berbeda ke aset informasi untuk tingkat pengguna yang berbeda pula.

    Rencana pemulihan bencana, merancang cara-cara merestorasi layanan

    komputasi dan komunikasi setelah terganggu oleh suatu peristiwa seperti

    gempa bumi, fokus utamanya adalah menjaga agar sistem tetap baik dan

    berjalan. Perencanaan keberlangsungan bisnis, terfokus pada bagaimana

    perusahaan dapat mengembalikan operasi bisnis setelah dilanda bencana.

    Mengidentifikasikan proses -proses bisnis yang penting dan menentukan

    rencana tindakan untuk menangani fungsi-fungsi kritis jika sistemnya mati.

    4. Mengevaluasi Berbagai Perangkat dan Teknologi yang Paling Penting

    untuk Melindungi Sumber-Sumber Informasi.

    Perusahaan memerlukan upaya khusus untuk melindungi sistem dan data,

    sehingga mendukung dalam proses bisnis, apalagi perusahaan digital. Sejumlah

    aturan dan teknologi tersedia untuk mengamankan sistem dan data, di antaranya

    :

    1. Perangkat autentikasi seperti token, kartu pintar dan autentikasi biometrik,

    biasa digunakan untuk mengetahui pengguna sistem.

    2.

    Firewall yang digunakan untuk menjaga agar pengguna tidak sah tidak

    masuk ke jaringan pribadi.

    • 3. Sistem deteksi gangguan, melakukan pemantauan yang diletakkan di titik-

    titik yang paling rentan dalam jaringan perusahaan untuk secara kontinyu

    mendeteksi dan menghalangi para penyusup.

    • 4. Peranti lunak anti virus dirancang untuk memeriksa adanya virus komputer dalam sistem dan drive komputer.

    • 5. Ekripsi, pengodean dan pengacauan pesan, merupakan teknologi yang biasa digunakan untuk pengamanan dalam mengirim data melalui internet dan

    jaringan Wi-Fi.

    • 6. Tanda tangan digital dan sertifikat digital, digunakan untuk membantu proses autentikasi lebih jauah lagi pada saat transaksi elektronik.