P. 1
Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri

|Views: 232|Likes:
Dipublikasikan oleh 'Galis Andreas Messi'
Sejarah kelas XI
Sejarah kelas XI

More info:

Published by: 'Galis Andreas Messi' on Jun 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

BAB I (Pendahuluan

)
1.1 Latar Belakang
Pada sekitar tahun 1042 M, Airlangga (Raja Mataram Kuno masa itu) terpaksa membelah wilayah kerajaannya menjadi dua karena kedua putranya bersaing memperebutkan tahta. Dua kerjaan itu bernama Panjalu (Kediri) dan Jenggala yang dibatasi oleh Gunung Kawi dan Sungai Berantas. Kerajaan Jenggala ibukotanya Kahuripan sedangkan Panjalu di Daha, Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kediri berdiri. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura, yang berarti kota api. Berdasarkan prasati – prsasti yang ditemukan, Airlangga memberikan kekuasaan penuh kepada masing – masing kerjaan atas semua tahta darinya. Karena inilah terjadi perang saudara yang dimenangkan oleh kerajaan Panjalu (Kediri).

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 Dimanakah lokasi kerjaan Kediri? Apa saja sumber-sumber sejarah kerajaan Kediri? Bagaimana aspek kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya pada massa kerajaan Kediri? Apa saja penyebab kerajaan Kediri mengalami kemunduran?

BAB II (Pembahasan)
1.2.1 Lokasi Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu, adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang.

1.2.2 Sumber Sejarah dari Kerjaan Kediri
1. Prasasti Turun Hyang II (1044 M) yang diterbitkan Kerajaan Janggala memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga. 2. Prasati sirah keting (1140 M) tentang pemberian hadiah tanah kepada rakyat desa oleh Jayawarsa. 3. Prasati yang ditemukan tulung agung kertosono, berisi masalah keagamaan (Raja Bameswara 117-1130 M). 4. Prasasti Ngantang (1135 M) tentang raja Jayabaya member hadiah rakyat desa Ngantang sebidang tanah bebas pajak 5. Prasasti Jaring (1181 M) tentang raja Gandra yang membuat sejumlah nama-nama hewan seperti kebo waruga dan tikus janata. 6. Prasasti Kamulan (1194 M) tentang raja Kertajaya yang menyatakan bahwa Kediri berhasil mengalahkan musuh di katang-katang. 7. Kronik Cina berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei (1178 M) menjelaskan nama Panjalu yang juga dikenal sebagai Pu-chia-lung serta menjelaskan bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Cina secara berurutan adalah Arab, Jawa, dan Sumatra. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Kerajaan Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya. 8. Situs Tondowongso yang ditemukan pada tahun 2007, yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kediri.

1.2.3 Aspek Kehidupan pada masa Kerajaan Kediri
A. Politik Pada abad ke 10 pusat pemerintahan di Jawa Tengah dipindahkan ke Jawa Timur karena ada suatu hal, pada awalnya wilayah kekuasaan kerajaan Kediri meliputi daerah Kediri, Madiun, dan daerah bagian barat kerajaan Medang Kamulan. Dalam perkembangannya, wilayah kerajaan Kediri tetap sama seperti kekuasaan Airlangga, dan raja – rajanya banyak dikenal dalam sejarah karena memiliki lencana atau lambing sendiri.

Raja-raja yang pernah memerintah : 1. Raja Jayawarsa (1140 M) 2. Raja Baweswara (117 – 1130 M) 3. Raja Jayabaya (1135 – 1157 M) 4. Raja Sarweswara dan Raja Aryeswara (tidak diketahui) 5. Raja Gandra (1181 M) 6. Raja Kertajaya (1190 – 1222 M)

Peta kekuasaan Kerajaan Kediri

B. Ekonomi Kehidupan perekonomian rakyat Kediri menurut catatan pedagang Cina yang dikumpulkan jadi kronik-kronik kerajaan yang disebutkan bahwa :  Kediri banyak menghasilkan beras.  Barang dagangan yang laku dipasaran pada masa itu adalah meas, perak gading, kayu cendana, dsb.  Letak kerajaan Kediri sangat strategis dalam pelayaran perdagangan antara Indonesia Timur dan Indonesia barat. C. Sosial Kehidupan Sosial masyarakat Kediri cukup baik, kesejahtraan rakyat meningkat, rakyat hidup tentram dan tenang, hal ini terlihat dari rumah – rumah warga masa itu yang baik, bersih, rapi, berlantai ubin berwarna kuning dan juga orang – orang Kediri zaman itu tlah memakai kain sampai bawah lutut. Karena keadaan yang baik serta damai ini, seni dan kesastraan berkembang. Pada masa raja Jayabaya terdapat usaha untuk memberikan perlindungan terhadap para ahli sastra seperti penyair dan pengarang sehingga mereka bisa mengembangkan kreatifitasnya. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kitab Lubdhaka yang memberikan pelajaran moral tentang tinggi rendahnya martabat seseorang tidak ditentukan berdasarkan asal dan kedudukan, melainkan berdasarkan tingkah lakunya.

D. Budaya Abad ke 12 M memiliki arti sangat penting dalam masa selanjutnya. kerajaan Kediri banyak meninggalkan pelajaran untuk mengembangkan kerajaan diantaranya : 1. Suatu Negara bisa maju jika kondisi ekonomi stabil. 2. Keadaan politik harus stabil agar kekuatan bangsa tidak kurang. 3. Kehidupan kebudayaan harus diperluas, untuk menambah kejayaan bangsa. Hasil karya sastra: Krisnayana, dari jaman pemerintahan raja Jayawarsa. Bharatayuda, karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh. Arjuna Wiwaha karangan Empu Kanwa. Hariwangsa karangan Empu Panuluh Bhamakarya pengarangnya tidak jelas. Smaradhana karangan Empu Dharmaja. Wartasancaya dan Lubdhaka karangan Empu Tanakung.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

1.2.4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kediri
Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama. Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuw Tumapel. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri. Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singasari. Setelah Ken Arok mengangkat Kertajaya, Kadiri menjadi suatu wilayah dibawah kekuasaan Singhasari. Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri, namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya.

Galis Asmara (07) Kelas X IPA Akselerasi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->