Anda di halaman 1dari 3

Memberi Tantangan,salah satu seni mengajar Matematika M.

Ikhsan Kamaruddin
Guru matematika SMP Negeri 1 Moyo Utara

Sebagai guru kita semua berusaha keras untuk menyempurnakan keterampilan kita dalam seni mengajar untuk membekali murid-murid kita dengan matematika yang sesuai dan matematika kontemporer. Keterampilan seni mengajar ini penting, khususnya bila kita berusaha memotivasi murid-murid, terutama dalam menghadapi murid-murid yang malas yang kita jumpai setiap hari di kelas. Kebanyakan guru mempunyai kemampuan trik sendiri dalam mengajar. Akan tetapi guru yang cermat selalu mencari ide dan teknik baru dikaitkan dengan materi pelajaran tertentu untuk diterapkan di dalam kelas. Banyak sekali guru matematika yang menggunakan waktu pelajaran 40 menit, misalnya dengan kegiatan sebagi berikut: 20 menit membahas tugas-tugas yang lalu 15 menit memberikan pelajaran baru 5 menit memberi tugas kepada murid-murid Pendekatan ini yang rutin dilakukan hampir setiap hari di kelas, dapat dikategorikan sebagai tiga M : Membosankan Membahayakan

Merusak seluruh minat siswa. Meskipun penting untuk membahas tugastugas yang telah diberikan, tetapi seorang guru tidak perlu memulai pelajaran seperti cara di atas dan seharusnya tidak menggunakan sebagian besar waktunya di kelas untuk membahas tugas-tugas yang lalu. Lima menit pertama sering berarti sebagai sukses atau gagalnya suatu pelajaran. Dengan demikian, penting sekali untuk membahas cara-cara memulai pelajaran agar dapat menarik perhatian dan memotivasi siswa, Hampir setiap guru matematika setuju akan pentingnya motivasi yang benar untuk mengajarkan matematika. Muridmurid, kecuali yang memang secara alami sudah senang terhadap matematika, perlu diberi stimulus/rangsangan melalui teknik dan cara pengajaran yang tepat agar senang terhadap matematika. Hanya dengan cara yang demikian kita dapat menghilangkan masalah-masalah seperti kegelisahan terhadap matematika, yang merupakan masalah umum bertahuntahun. Murid-murid akan belajar secara efektif jika mereka benar-benar tertarik terhadap pelajarannya. Akan tetapi sulit bagi kebanyakan guru untuk menemukan ide-ide sebagai persediaan gagasan tentang menyampaikan matematika secara menarik. Dengan demikian, penting sekali untuk membahas cara-cara memulai pelajaran agar dapat menarik perhatian siswa. Sebuah pertanyaan yang menantang merupakan salah satu alternative dapat digunakan sebagai cara yang efektif untuk memulai dan mengakhiri pembelajaran. Sebuah pertanyaan yang memancing diberikan, kemudian muridmurid diberi kesempatan untuk menduga, mendiskusikan maupun berdebat untuk

memperoleh jawabannya. Kemudian dengan tuntunan dan metode yang tepat dibahas untuk menjawab pertanyaannya. Tentu saja seharusnya pertanyaan dirancang sedemikian rupa sehingga jawaban yang diperoleh dengan menggunakan materi dan metode yang sesuai dengan kurikulum dan tingkat pelajaran dan kemampuan siswanya. Misalnya murid-murid kelas VII SMP yang sedang belajar pecahan desimal . Guru ingin memberikan dasar perhitungan dan juga berharap untuk memberikan penilaian terhadap bilangan yang sangat besar. Berikut ini contoh sebuah pertanyaan yang dapat dipakai untuk memulai pelajaran adalah sebagai berikut:

kesempatan kepada murid-murid untuk menduga jawabannya sebelum mereka menghitung. Diskusi yang memanas dan

Saya ingin membilang sampai satu juta. 1, 2, 3, 4, 5, Berapa lama waktu yang diperlukan ?
Beberapa murid akan memberikan dugaannya. Setelah dugaan-dugaan diberikan dan dicatat, ingatkan muridmurid mereka belum mempunyai cukup informasi untuk menjawab pertanyaan. Misalnya mereka belum diberi tahu berapa laju membilangnya dan apakah diselingi berhenti atau tidak. Katakanlah bahwa anda akan membilang dengan laju satu bilangan perdetik dan tidak akan berhenti sebelum selesai. Kemudian beri kesempatan murid-murid untuk menduga lagi. Tentu saja akan selalu ada murid yang cerdas yang memberi jawaban satu juta detik. Berikan pujian untuk jawaban ini, tetapi kemudian tanyakan dalam satuan waktu yang lebih dimengerti secara umum seperti: hari, minggu, bulan atau tahun. Disini sangat penting untuk memberi

terkontrol diantara murid-murid adalah cara terbaik untuk memotivasi mereka malakukan perhitungan untuk memperoleh jawaban yang benar. Sebuah kata perhatian harus diberikan disini. Kadang-kadang usaha memotivasi murid-murid di dalam kelas tidak membuahkan hasil. Setelah diskusi berbagai dugaan yang diperlukan untuk waktu membilang sampai satu juta. Guru harus mengarahkan murid-murid untuk mencari metode perhitungan untuk mendapatkan jawaban yang benar. Jika murid-murid di dalam kelas tidak tertarik pada jawaban yang benar, maka sulit untuk melanjutkan materi pelajaran. Ini adalah alas an mengapa penting untuk membangun diskusi yang cukup sebelumnya sehingga murid-murid ingin sekali mencari jawabannya. Persoalan ini memberi kesempatan yang baik sekali untuk menekankan kemampuan penaksiran. Untuk mengubah 1.000.000 detik ke hari kita perlu menghitung :

Untuk perhitungan yang cepat, bulatkan 24 ke 25, sehingga :

Karena

lebih dari 10 maka taksiran

yang bagus adalah 11 hari. Jawaban sebenarnya 11 hari. Pertanyaan di atas tersebut salah satu contoh dari sekian banyak soal tantangan

yang dapat menarik dan menantang yang dapat merangsang diskusi di awal pembelajaran untuk memotivasi keahlian menghitung agar murid-murid mengalami proses berfikir. Demikian juga untuk maksud yang sama dapat pula diberikan pada akhir pembelajaran sebagai tugas. Pertanyaanpertanyaan seperti ini umumnya akan membuat diskusi yang menarik di kelas sehingga murid murid menanti-nantikan pelajaran terjadi.
( Buku Sumber ;Teaching

matematika

berikutnya,

dimana sesuatu yang menyenangkan akan

Mathematics : A

Sourcebook of Aids. Activities and Strategies ; Max A. Sobel and Evan M. Maletsky )