Anda di halaman 1dari 6

Sakit Perut Bisa Jadi Kekurangan Enzim Ragam Siapa tak suka makanan enak semisal rendang, opor

ayam, sate kambing, daging asap atau kentang balado nan pedas. Menyantap makanan lezat tersebut bahkan bisa dibilang salah satu kenikmatan dalam hidup. Tapi bagaimana jika keinginan itu tidak bisa dilakukan karena perut seolah berontak alias tidak mau menerima jenis makanan yang enak-enak tadi? Alih-mau makan enak, bisa-bisa malah terkena serangan diare. WASPADA Online Siapa tak suka makanan enak semisal rendang, opor ayam, sate kambing, daging asap atau kentang balado nan pedas. Menyantap makanan lezat tersebut bahkan bisa dibilang salah satu kenikmatan dalam hidup. Tapi bagaimana jika keinginan itu tidak bisa dilakukan karena perut seolah berontak alias tidak mau menerima jenis makanan yang enak-enak tadi? Alih-mau makan enak, bisa-bisa malah terkena serangan diare. Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) Jakarta, mengatakan, dewasa ini banyak sekali orang mengalami masalah dengan perut mereka. Penyebab utamanya pun bermacam-macam. Tapi yang cukup banyak terjadi adalah adanya kekurangan enzim pada pencernaan, sehingga proses penyerapan terhadap makanan yang masuk tidak berlangsung dengan sempurna. "Akibatnya ya tadi itu! Maunya sih makan enak pakai opor ayam yang banyak santannya. Tapi, karena pencernaan kita nggak cukup memproduksi enzim, akibatnya bisa sampai diare," ujar Ari, saat seminar bertema Pentingnya Peranan Enzim Pada Sistem Pencernaan bersama Medifarma Laboratories, di Hotel Le Meridien, Jakarta , belum lama ini. Enzim sendiri adalah sebuah protein penting yang diperlukan untuk proses pencernaan dan penyerapan makanan. Tanpa enzim yang cukup di dalam pencernaan, makanan tidak dapat diserap oleh usus halus, sehingga proses metabolisme di dalam tubuh tidak akan berjalan dengan baik. Kekurangan enzim akan menyebabkan tubuh mengalami gangguan pencernaan atau dalam istilah kedokteran disebut maldigesti, yang selanjutnya dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau malabsorbsi. Di sisi lain, kekurangan enzim juga akan mengakibatkan timbulnya gas yang berlebih di dalam sistem pencernaan, baik di lambung maupun usus halus dan usus besar. "Akibatnya kita sering buang angin, mungkin 10 hingga 20 kali sehari. Atau bisa juga jadi sering bersendawa," kata Ari. Selain tahu akan akibatnya, gejala kekurangan enzim juga perlu diperhatikan. Jika sesudah makan perut rasa sebah alias penuh, kembung, nyeri pada lambung, diare, kurang nafsu makan serta suara usus yang meningkat, maka sebaiknya kita mewaspadai akan minimnya kandungan enzim dalam pencernaan. Gangguan saluran cerna atas bisa berakibat pada nyeri di ulu hati, rasa tidak nyaman di ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sendawa serta nafsu makan menurun. Sementara

gangguan saluran cerna bawah bisa menyebabkan nyeri perut, kembung di sekitar pusat atau perut bawah, perut terasa membesar, buang angina berlebih atau diare dan sembelit. Lebih dari itu, menjaga pola makan, salah satunya dengan mengurangi makanan berlemak dan banyak makan sayur-sayuran, mampu mencegah seseorang terkena kekurangan enzim. "Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Jadi sebelum tubuh kekurangan enzim, sebaiknya segera minum suplemen enzim," tandas Ari. (dianw) (ags)

Angka kejadiannya lebih sering pada anak lelaki daripada anak perempuan. Kekurangan enzim ini dapat diketahui sejak lahir ataupun sudah besar. Kalau pada bayi, misal, bayi yang mengalami kuning cukup hebat. "Ini bisa disebabkan kekurangan enzim tersebut," bilang Wawan. Sedangkan kemunculan di usia anak, bila bertemu dengan zat-zat tertentu. Banyak sekali zat pemicunya, antara lain minum salisilat (obat panas) bisa muncul biru-biru atau tanda lebam kebiruan, berupa bercak atau menyebar di tubuh anak. Bisa juga karena penggunaan kapur barus. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut dapat menyebabkan sel darah mudah pecah dan terjadi perdarahan. Kekurangan enzim tak dapat diobati karena tak ada terapi enzim, jadi berlaku seumur hidup. Yang dapat dilakukan, menghindari zat-zat tertentu yang mudah memicu terjadinya perdarahan. Kondisi anak bisa turun-naik tergantung pemicu yang datang dari luar. Bahayanya, bila terjadi perdarahan bisa tak ketahuan. Misal, terjadi perdarahan di saluran cerna, maka BAB-nya berwarna hitam atau bisa juga muntah warna merah. Jadi, tergantung letak perdarahannya.

Gangguan kekurangan gizi yang kronis dapat menyebabkan penderita mengalami malgizi atau kurang gizi yang mengakibatkan berat badan berkurang dan daya tahan tubuh juga menurun. Kekurangan enzim pada akhirnya dapat mengakibatkan nyeri ulu hati, rasa tidak nyaman di ulu hati, mual serta muntah, perut terasa kembung, serta terlalu seringnya seseorang bersendawa. Pada dasarnya enzim adalah suatu protein yang dibutuhkan tubuh untuk memecah makanan sehingga menjadi bagian-bagian yang lebih mudah diserap oleh dinding dalam usus. Ada beberapa jenis enzim yang dikenal di kedokteran, seperti ada enzim yang berfungsi untuk memecah karbohidrat, untuk mengurai laktosa, memecah lemak serta memecah protein dalam lambung. Kekurangan enzim pada seseorang bisa mengakibatkan malabsorbsi serta menjadi penyebab utama diare kronik. Nyeri perut tidak selalu disebabkan oleh sakit maag.

Untuk mengatasi masalah kekurangan enzim ini, penderita disarankan untuk melakukan diet terutama agar mengurangi makanan yang berlemak, keju serta coklat. Obat untuk mengatasi malabsorbsi adalah suplemen enzim yang biasanya direkomendasikan para dokter bagi penderita malabsorbsi.

kelebihan enzim
Asam Urat, Gejala Asam Urat & Penyebab Asam Urat
Posted on March 4, 2012 by admin in Cara Kerja Tahitian Noni pada Penyakit

Asam Urat
Asam urat adalah kristal-kristal yang terbentuk sebagai hasil metabolisme zat purin (bentuk turunan dari nukleoprotein). Purin merupakan salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel semua makhluk hidup. Purin terdapat dalam tubuh kita, terdapat juga pada makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan (daging, jeroan, sayur, buah, kacang, dsb.). Selain itu, purin juga bisa dihasilkan dari perusakan sel-sel tubuh yang terjadi baik secara normal ataupun karena penyakit tertentu. Dalam kondisi normal, asam urat yang dihasilkan akan dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk urine dan feses (tinja/kotoran). Proses pembuangan ini diatur oleh ginjal, yang berfungsi mengatur kestabilan kadar asam urat dalam tubuh. Namun jika kadarnya berlebihan, ginjal akan kewalahan dan tidak sanggup mengaturnya sehingga kelebihan kristal asam urat tersebut akan menumpuk pada sendi dan jaringan. Ini sebabnya persendian kita terasa nyeri dan bengkak.

Penyebab asam urat:


1. Konsumsi zat yang mengandung purin secara berlebihan 2. Zat purin dalam jumlah banyak masuk dalam tubuh, kemudian melalui metabolisme berubah menjadi asam urat 3. Kadar asam urat dalam tubuh meningkat, sehingga ginjal tidak mampu membuang kelebihan asam urat 4. Kristal asam urat yang berlebih menumpuk di persendian 5. Akibatnya sendi kita terasa nyeri, membengkak, meradang, panas dan kaku

Selain konsumsi makanan yang banyak mengandung zat purin,peyebabnya bisa karena konsumsi alkohol, karen Alkohol menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine berkurang, sehingga asam urat tetap bertahan dalam peredaran darah dan menumpuk di persendian. Sebagai akibat asam urat, ginjal juga akan mengalami gangguan. Pada kasus yang parah, penderita sampai tidak bisa jalan karena persendian terasa sangat sakit jika bergerak.Tulang di sekitar sendi juga bisa keropos / mengalami pengapuran tulang. jadi jika anda merasalan gejala awal penyakit ini, maka segera diatasi

Gejala Asam Urat


Kesemutan dan linu Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur Sendi yang terkena terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

Pantangan Asam Urat (makanan yg mengandung banyak purin)


Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak. Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.

Makanan kaleng seperi kornet dan sarden. Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental. Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping. Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis. Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa. Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.

Terapy Asam Urat


Melakukan pengobatan hingga kadarnya kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria. Kontrol makanan yang dikonsumsi. Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

Mengobati Asam Urat


Tahitian Noni dengan kandungan PROXERONINE dan IRIDOID yang sangat penting untuk tubuh dapat membantu menyembuhkan penyakit asam urat dan pengobatannya. Tahitian NONI Juice mengandung zat yang disebut proxeronine yang merupakan bahan baku dari Alkaloid Xeronine. Proxeronine dalam Tahitian Noni Juice diserap oleh tubuh dan diolah menjadi Xeronine dengan menggunakan enzim proxeroninase dan serotonin (hormon) yang ada di dalam tubuh. Xeronine merupakan alkaloid hidup yang akan diserap oleh sel-sel tubuh.Xeronine mengaktifkan kembali sel-sel yang mati sehingga proses respirasi dari sel kembali berjalan, nutrisi yang kita konsumsi akan diserap sempurna dan kotoran dari sel akan dikeluarkan dari tubuh sehingga sel-sel yang sakit akan disehatkan kembali. Tahitian Noni Juice akan menyeimbangkan atau menormalkan kembali fungsi tubuh. Menurut hasil penelitian Dr. Heinicke, ahli biokimia yang dimuat dalam Bulletin of the National Botanical Garden (1985), Noni ternyata banyak mengandung Proxeronine yang merupakan bahan pembentuk Xeronine, sejenis alkaloid yang sangat penting untuk menggerakkan enzimenzim dalam tubuh agar berfungsi secara sempurna Iridoid Tahitian noni mengandung quersetin yang secara rutin efektif untuk menginhibisi aktifikas enzimatik XO (enzim penghasil asam urea) sehingga menurunkan kadar asam urat dan kandungan zat antiinflamasinya menghilangkan nyeri dan peradangan Dosis konsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage:

60 ml x 3-4 sehari 60 ml= 6 sendok makan Tergantung seberapa parah tingkat serangan penyakit. Dalam beberapa pasien yang penyakitnya sudah terlalu berlebihan sepanjang hari minum 30ml tiap 1 jam sampai sembuh, kemudian menggunakan takaran seperti diatas.