Anda di halaman 1dari 3

KONSTRUKSI MEDIA DALAM PEMBERITAAN KONFLIK LIBYA TENTANG KEMATIAN MOAMAR KHADAFY

A. Latar Belakang Komunikasi tidak lain merupakan usaha untuk menciptakan suatu kondisi hidup manusia yang lebih baik, sehingga mau tidak mau manusia dipaksa untuk mengikuti perkembangan aspek komunikasi, khususnya media massa. Sementara itu, pertumbuhan teknologi yang kian pesat mempengaruhi kemajuan media massa, dari sinilah budaya komunikasi mengalami perubahan meliputi cara atau teknik dan subjek komunikasi (informasi). Secara tidak langsung manusia harus senantiasa mengikuti isu-isu yang sedang terbangun dan tersusun di dalam media informasi. Ini bertujuan untuk membangun keseimbangan pembangunan, yaitu manusia sebagai objek utama. Akan tetapi, manusia dalam menerima informasi akan dipengaruhi oleh banyak faktor selain dari diri sendiri juga faktor dari komunikator (media massa). Sekarang ini banyak sekali media massa yang tumbuh dengan karakteristik masing-masing yang selalu menyuguhkan informasi baru. Tidak sedikit pula media massa yang berlomba dalam segi komersil dengan tidak mengindahkan konten informasi. Tingkat kecerdasan manusia adalah salah satu unsur komunikasi yang dibutuhkan dalam proses pemilihan media informasi yang tepat dan mengolah informasi yang disampaikannya. Manusia yang merupakan makhluk sosial melangsungkan proses kehidupan dengan berkelompok dan bermasyarakat. Komunikasi merupakan sebuah upaya melakukan interaksi, sehingga kemungkinan terjadinya konflik dalam proses komunikasi sangat mudah. Konflik sendiri adalah sebuah tindakan yang mengerucut pada kondisi yang tidak nyaman. Namun, konflik yang terjadi lebih mengakibatkan adanya tindakan kekerasan apalagi konflik bersenjata. Konflik merupakan kodrat bagi kehidupan manusia dan bersifat given dalam kehidupan. Karena itu, tidak heran bila kemudian kita menyaksikan ada kalanya konflik sengaja dipilih atau dibuat oleh manusia secara sadar untuk menyelesaikan suatu masalah. Pilihan untuk membuat atau memunculkan konflik biasanya didahului oleh proses deliberasi, yakni penghitungan untung-rugi atau kalah-menang. Hal ini musti dilakukan karena mengbangun konflik merupakan pilihan oleh karena car damai diproyeksikan tidak dapat/akan menguntungkan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, media massa harus dipahami sebagai komunikator yang merekonstruksi realitas sesuai dengan kepentingan atau usaha untuk menghadirkan suatu citra tertentu. Pada dasarnya, tidak semua peristiwa konflik dianggap menarik oleh hampir semua media massa, sehingga pemberitaan konflik selalu disesuaikan oleh issu yang berkembang. Pada bulan Oktober 2011, sebuah peristiwa dahsyat menjadi perhatian utama media massa, khususnya di Indonesia, yaitu konflik politik Libya yang berujung pada terbunuhnya Moamar Khadafy yang merupakan penguasa Libya selama 42 tahun (1969-2011). Selama hampir dua minggu, berita kematian Khadafi terus menjadi sorotan. Hal yang menarik untuk diperhatikan dalam pemberitaan media massa terkait peristiwa tewasnya penguasa Libya tersebut yakni karakteristik media dalam proses pemberitaan. Faktor utama yang menjadikan terbunuhnya penguasa Libya ini menjadi bahan liputan berita dikarenakan nilai berita yang dikandung peristiwa ini, yaitu konflik. Konflik merupakan salah satu nilai berita yang tinggi dan sering digunakan media massa untuk menarik perhatian pembaca atau pemirsa media elektronik. Perbedaan pengemasan berita terbunuhnya Khadafy di berbagai media menjadi suatu kajian yang menarik untuk mengetahui konstruksi atau pencitraan media massa atas peristiwa tersebut. Oleh karena itu, berita dari beberapa media pilihan akan dikaji dengan teknik analisa framing, yaitu suatu metode penelitian media massa yang dasar penelitiannya bermula dari teori konstruksi sosial. Pada teori tersebut dijelaskan bahwa realitas yang dimaksud media massa bukan merupakan realitas yang benar-benar terjadi, melainkan sebuah proses konstruksi (rekonstruksi) oleh media-media yang bersangkutan. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka perlu dilakukan suatu penelitian dengan judul Konstruksi Media dalam Pemberitaan Konflik Libya tentang Kematian Moamar Khadafy, yang menganalisa berita yang terbit di harian Kompas, dan media Indonesia pada periode penerbitan 21 Oktober 30 Oktober 2011.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini yakni, Bagaimana konstruksi media dalam pemberitaan konflik Libya tentang kematian Moamar Khadafy pada harian Kompas dan Media Indonesia yang terbit sepanjang tanggal 21 Oktober 30 Oktober 2011.

Daftar Pustaka

Fiske, John. 2004. Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Konprehensif. Bandung; Jalasutra. Kusumaningrat, Hikmat. 2007. Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung; Rosdakarya. Sumadiria, Haris. 2005. Jurnalistik Indonesia. Bandung; Simbiosa Rekaman Media. Syahputra, Iswandi. 2006. Jurnalisme Damai. Yogyakarta; Nuansa Aksara. Winarni. 2003. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Malang; UMM Press

Surat Kabar Media Indonesia edisi 21 Oktober 30 Oktober 2011. Harian Kompas edisi 21 Oktober 30 Oktober 2011.