Anda di halaman 1dari 13

2

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI INFORMASI


MATERI : HARDWARE

Disusun oleh :
Nama NIM Prodi Semester Tanggal Praktikum Asisten Praktikum : Rida Ferliana : 011100296 : TeknoKimia Nuklir : II (Dua) : 27 Februari 2012 : Muhtadan

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA HARDWAWE 2012

HARDWARE
1. TUJUAN 1.1.Dapat memahami tentang struktur komputer. 1.2.Dapat mengerti dan memahami tentang hardware komputer dan macam-macam bagiannya. 1.3.Dapat membedakan tentang input device dan output device. 1.4.Dapat mempraktikkan perakitan computer. 2. DASAR TEORI Peralatan elektronik yang saat ini seolah menjadi kebutuhan pokok masing-masing orang adalah komputer. Pada intinya dapat disimpulkan, bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis. Sementara, tujuan pokok dari sistem komputer yakni mengolah data untuk menghasilkan informasi, sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software ), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan computer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware mengoperasikan, serta mengatur sistem komputer. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi, jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya. Adapun berikut ini struktur dari komputer : adalah manusia yang terlibat dalam

Gambar 1: Struktur komputer Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen yang saling berkaitan. Bagian CPU/Processor, Memory dan port I/O terletak pada Mother Board. Secara ringkas maka sistem komputer terdiri atas tiga bagian penting yaitu: 1. 2. 3. CPU (Central Processing Unit ) / Processor Memory (RAM dan ROM) Input / Output

Sedangkan fungsi komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur komputer sebagai berikut:

a) b)

Input device ( alat masukan )perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat Output device ( alat keluaran ) perangkat keras komputer yang berfungsi untuk

untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. c) I/O Ports bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. Peralatan input dan output diatas terhubung melalui port ini. CPU (Central Processing Unit) merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: d) ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data. CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer. Memori berfungsi untuk menyimpan data dan program. Memori beraneka tipe dari

yang tercepat aksesnya sampai yang terlambat. Berdasarkan kecepatan aksesnya dapat dibuat hirarki memori seperti berikut : Terc epat Register Cache Memory Main Terl ambat Memory Sekunder Memory

Data bus jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit data, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat. Lebar data bus menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menerima data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel. Address bus digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau dibaca. Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel. Control bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan Address Bus. Terdiri atas 4 sampai 10 jalur paralel.

3. ALAT DAN BAHAN 3.1.Seperangkat CPU 3.2.Motherboard/Mainboard 3.3.Processor 3.4.Heatsink 3.5.Modul memori 3.6.Motherboard pada casing 3.7.Power supply 3.8.Kabel motherboard dan casing 3.9.Drive 3.10. Card adapter

4. LANGKAH KERJA 4.1.PERAKITAN 4.1.1. Penyiapan Mainboard Melalui buku manual motherboard diperiksa dahulu untuk mengetahui posisi jumper dalam pengaturan CPU speed, speed multiplier, dan tegangan dimasukkan ke motherboard. Lalu, setting jumper diatur sesuai petunjuk. Jika terjadi kesalahan saat mengatur jumper tegangan, maka dapat merusak processor.

Gambar 2 : motherboard 4.1.2. Memasang Processor Processor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang processor jenis socket dan slot berbeda. Jenis socket

1. Ditentukan posisi pin 1 pada processor dan socket processor di motherboard, umumnya terletak dipojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan. 2. Ditegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka. 3. Dimasukkan processor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki processor dengan lubang socket. Dirapatkan hingga tidak terdapat celah antara processor dengan socket. 4. Diturunkan kembali tuas kunci. Jenis slot 1. Dipasangkan penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard. 2. Dimasukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak. 3. Diselipkan card processor di antara kedua penahan dan ditekan hingga tepat masuk kelubang slot.

Gambar : Slot/socket processor AMD2 4.1.3. Memasang Heatsink Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh processor lewat konduksi panas dari processor ke heatsink. Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas processor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar

panas. Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

Gambar 5 : Heatsink 4.1.4. Memasang Modul Memori Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM, dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.

Gambar 6 : Modul memori 4.1.5. Memasang Mainboard pada casing Motherboard dipasang ke casing dengan sekrup dan dudukan (stand off). Cara pemasngannya sebagai berikut.

1. Ditentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastic dan logam. Lubang untuk dudukan logam ( metal spacer ) ditandai dengan cincin pada topi lubang. 2. Dipasang dudukan logam atau plastic pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard. 3. Ditempatkan motherboard pada tray casing sehingga kepala dudukan keluar dari ;ubang pada motherboard. Dipasang sekrup pengunci pada setiap dudukan logam. 4. Dipasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekrup.

Gambar 7 : Motherboard pada casing 4.1.6. Memasang Power Suply Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut. 1. Dimasukkan power supply pada rak dibagian belakang casing. Pasang keempat buah sekrup pengunci. 2. Dihubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik.

Gambar 8 : Power Supply 4.1.7. Memasang Kabel Motherboard Setelah motherboard terpasang dicasing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing. 1. Dipasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard. 2. Dipasang kabel IDE pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard. 3. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekrup pungunci pelat tertutup lubang port lalu dimasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekrup kembali. 4. Dihubungkan kabel konektor dari switch dipanel depan casing, LED, dan speaker internal dan port yang terpasang didepan casing bila ada ke motherboard. Di periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

Gambar 9 : kabel motherboard pada casing

4.1.8. Memasang Drive 1. Dicopot penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing) 2. Dimasukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur setting jumper pada drive. 3. Disesuaikan posisi lubang sekrup di drive dan casing lalu pasang sekrup penahan drive. 4. Dihubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard. 5. Diulangi langkah 1 dan 4 untuk setiap pemasangan drive. 6. Bila kabel IDE terhubung kedua drive dipastikan perbedaan setting jumper keduanya. 7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan. 8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard. 9. Disambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

Gambar 10 : floppy drive 4.1.9. Memasang Adapter Cara memasang adapter : 1. Di pegang card adapter pada tepi, dihindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Ditekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi. 2. Dipasang sekrup penahan card ke casing. 3. Dihubungkan kembali kabel internal pada card.

Gambar 11 : Card Adapter 4.1.10. Penyelesaian Akhir 1. Dipasang penutup casing dengan menggeser. 2. Disambungkan kabel dari catu daya kesocket dinding. 3. Dipasang konektor monitor ke port video card. 4. Dipasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada. 5. Dihubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse kepart mouse atau port serial (tergantung jenis mouse) 6. Dihubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai.

4.2.PENGUJIAN Komputer yang baru selesai dirakit dapat di uji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut : 1. Dihidupkan monitor lalu unit sistem. Diperhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker. 2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Diperiksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.

3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. Ditekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk dilayar untuk masuk keprogram setup BIOS. 4. Diperiksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa setting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas harddisk dan boot sequence. 5. Disimpan perubahan setting dan keluar dari setup BIOS. Setelah keluar dari setup BIOS, computer akan meload Sistem Operasi dengan urutan pencarian sesuai setting boot sequence pada BIOS. Dimasukkan diskette atau CD bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian. 4.3.PENANGANAN MASALAH Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan computer dan penanganannya antara lain: 1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan, disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung. 2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/LED dari harddisk, floppy, atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektorn atau ada pin yang belum pas terhubung. 5. PEMBAHASAN Mainboard adalah salah satu media utama dimana semua komponen internal terpasang. Selain itu juga komponen eksternal berupa media input dan output juga terhubung pada mainboard. Mainboard memungkinkan komponen internal untuk memperoleh aliran listrik dan berkomunikasi satu sama lain. (Harahap : 2008) Ada banyak komponen yang terdapat pada mainboard. Salah satunya adalah memori BIOS. Memori BIOS merupakan tempat penyimpan data pada saat computer pertama kali dinyalakan. Memori BIOS biasanya memiliki cadangan memori pada mainboard. Hal ini ditujukan untuk menjaga keadaan file ketika BIOS utama mengalami kerusakan. File tersebut akan tetap utuh dan terjaga. BIOS cadangan sangat dibutuhkan karena sulitnya mengganti BIOS apabila telah rusak. Setelah mengetahui jenis mainboard dan komponen serta fungsi-fungsinya,perangkat mainboard dapat dihubungkan dengan komponen-komponen yang sangat menunjang

kelayakan sebuah computer. Perakitan mainboard dan aliran listrik harus diperhatikan dan dikerjakan dengan benar. Jika tidak maka dapat menimbulkan kerusakan pada mainboard. 6. KESIMPULAN Mainboard adalah tempat melekatnya semua komponen internal serta komponen eksternal seperti media input dan output. Kehati-hatian serta pemahaman dalam pemasangan komponen adalah suatu keberhasilan praktikum. Umumnya kerusakan pada sistem computer terdapat pada mainboard terutama pada BIOS sehingga mainboard harus diganti dengan yang baru. 7. DAFTAR PUSTAKA Suhendro, Budi.2011.MODUL PRAKTIKUM TEKNIK INFORMASI.Yogyakarta: STTNBATAN. Halaman 4-17. http://id.wikipedia.org/wiki/komputer diakses pada tanggal 16 Maret 2012, pukul 21.30 WIB. http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-hardware-perangkat-keras-komputer diakses pada tanggal 16 Maret 2012, pukul 22.00 WIB. http://www.scribd.com/doc/70171955/LAPORAN-PRAKTIKUM-HARDWARE diakses pada 17 Maret 2012, pukul 04.30 WIB.